Anda di halaman 1dari 227

KIMIA DASAR 1

UNTUK SARJANA PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


Muntholib

Diterbitkan Oleh:
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, penyusunan KIMIA DASAR 1 UNTUK PROGRAM S1 PENDIDIKAN
IPA ini dapat diselesaikan. Buku ini mengambil dua referensi utama, yaitu GENERAL
CHEMISTRY: THE ESSENTIAL CONCEPTS, SIXTH EDITION (Chang and Overby, 2011)
dan INTRODUCTION TO CHEMISTRY: A CONCEPTUAL APPROACH, SECOND
EDITION (Bauer, Birk and Marks, 2010). Buku ini terwujud berkat kerja sama banyak pihak.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:
1. Ketua Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA UM, Dra. Sri Rayahu, M.Ed., Ph.D.,
yang telah mendorong penulis untuk menyelesaikan karya ini.
2. Bapak Prayitno yang secara konsisten mendorong, memotivasi dan meminta penulis untuk
menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik.
3. Saudari Yunilia, Amalia, Viruzi dan Oscar yang telah membantu penulis melakukan uji
coba keterlaksanaan praktikum ini melalui Matakuliah Praktikum Kimia Dasar 1 untuk
Mahasiswa S1 Pendidikan IPA FMIPA UM Semester 1 tahun kuliah 2012/2013.
4. Secara khusus penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Istri Tercinta, Nurul
Khumaidah, dan anak-anak tersayang, Mulki Auly Poetry, Malik Aljabar Muhammad dan
Malik Al-Mizan Muhammad atas kesempatan yang diberikan sehingga penulis bisa
menyelesaikan pekerjaan ini.
Kepada mereka berlaku janji Allah: Barang siapa berbuat baik atas dasar iman meskipun hanya
sebesar atom niscaya Allah tetap akan membalasnya dengan kebaikan kelak dihari yang tiada
lagi pertolongan kecuali hanya amal shalih.
Akhirnya semoga produk pengembangan ini bermanfaat dan dapat dilanjutkan untuk
bahan ajar yang lain dan dengan hasil yang lebih baik. Amiin.

Malang, 8 Desember 2012


Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .....................................................................................................

DAFTAR ISI ....................................................................................................................

BAB 1. PENDAHULUAN ...........................................................................................

BAB 2. ATOM, MOLEKUL, DAN ION .....................................................................

29

2.1 TEORI ATOM ..........................................................................................................

29

2.2 STRUKTUR ATOM.................................................................................................

31

Elektron .........................................................................................................................

31

Radioaktivitas...............................................................................................................

33

Proton dan Inti Atom .................................................................................................

34

Neutron .........................................................................................................................

36

2.3 Nomor Atom, Nomor Massa, dan Isotop ......................................................

37

2.4 Tabel Periodik .......................................................................................................

39

2.5 Molekul dan Ion ...................................................................................................

41

Molekul ..........................................................................................................................

41

Ion ...................................................................................................................................

41

2.6 Rumus Kimia ........................................................................................................

42

BAB 3. STOIKIOMETRI ..............................................................................................

61

BAB 4. LARUTAN ....................................................................................................... 105


BAB 5. GAS .................................................................................................................. 165

Kimia Dasar 1 |1

BAB 1.
PENDAHULUAN
DESKRIPSI
Ilmu Kimia: Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahanperubahannya. Unsur dan senyawa adalah zat yang ambil bagian dalam transformasi
kimia.
Sifat Fisika dan Kimia: Untuk mengkarakterisasi suatu zat, kita perlu mengetahui sifat
fisika dan kimianya. Sifat fisika dapat diamati tanpa mengubah jenis zat, sedangkan
sifat kimia hanya dapat diketahui apabila zat tersebut mengalami perubahan kimia.
Pengukuran dan Satuan: Kimia adalah ilmu kuantitatif yang membutuhkan
pengukuran. Ukuran kuantitas biasanya memiliki satuan yang terkait dengan kuantitas
tersebut, misalnya satuan massa, volume, kerapatan, dan satuan suhu. Satuan-satuan
yang digunakan dalam kimia didasarkan pada sistem internasional (SI).
Penanganan Angka: Notasi ilmiah digunakan untuk mengekspresikan bilangan besar
dan bilangan kecil. Setiap angka dalam pengukuran harus menunjukkan angka yang
berarti yang disebut angka penting.
Melakukan Hitungan Kimia: Cara sederhana dan efektif untuk melakukan
perhitungan kimia adalah analisis satuan. Dalam prosedur ini, persamaan diatur
sedemikian rupa sehingga semua satuan dapat dihilangkan / dicoret kecuali satuan
untuk jawaban akhir.

KOMPETENSI
Menentukan sifat materi dan perubahannya. Unsur dan senyawa merupakan zat yang
terlibat dalam perubahan kimia.
Mendeskripsikan perbedaan antara sifat fisika dan sifat kimia. Sifat fisika dapat
diamati tanpa adanya perubahan identitas suatu zat sedangkan sifat kimia hanya dapat
ditunjukkan melalui perubahan kimia.
Mengukur kuantitas yang biasanya digunakan dalam pengukuran kimia; massa,
volume, massa jenis, dan temperatur dan mengaplikasikan satuan yang berhungan
dengannya. Satuan yang digunakan dalam kimia didasarkan pada sistem satuan
internasional (SI).
Menangani notasi ilmiah yang digunakan untuk menyatakan besar dan kecilnya
bilangan dan pengukuran yang mengindikasikan angka bermakna yang dikenal dengan
angka penting.

Kimia Dasar 1 |2
Melakukan perhitungan sederhana dan efektif untuk hitungan kimia; mengatur
persamaan sedemikian rupa sehingga semua satuan dapat dihilangkan / dicoret kecuali
satuan untuk jawaban akhir.

TUJUAN
Mengetahui sifat materi dan perubahannya.
Memahami perbedaan antara sifat fisika dan sifat kimia.
Mengukur kuantitas yang biasanya digunakan dalam pengukuran kimia; massa,
volume, massa jenis, dan temperatur dan mengaplikasikan satuan yang berhungan
dengannya.
Menangani notasi ilmiah yang digunakan untuk menyatakan besar dan kecilnya jumlah
dan pengukuran yang mengindikasikan angka penting, gambaran yang signifikan.
Melakukan perhitungan yang sederhana dan efektif to menunjukkan perhitungan kimia

1.1
Ilmu Kimia
Apakah ini merupakan pelajaran kimia pertama atau bukan, yang pasti Saudara telah
memiliki pengetahuan tentang kimia dan pengetahuan tentang apa yang dilakukan oleh
ahli kimia. Bisa jadi, Saudara berpikir bahwa kimia dipraktekkan di laboratorium oleh
orang yang mengenakan jas putih yang mempelajari hal-hal yang terjadi dalam tabung
reaksi. Sampai titik tertentu, deskripsi ini baik-baik saja. Kimia terkait erat dengan
eksperimental dan banyak pengetahuan kimia yang berasal dari penelitian laboratorium.
Namun demikian, di samping percobaan di laboratorium, saat ini ahli kimia
menggunakan komputer untuk mempelajari struktur mikroskopik dan sifat kimia zat
atau memanfaatkan peralatan elektronik canggih untuk menganalisis polutan dari emisi
kendaraan atau zat beracun dalam tanah. Banyak aspek dalam biologi dan kedokteran
yang saat ini sedang dieksplorasi pada tingkat atom dan molekul. Kimiawan
berpartisipasi dalam pengembangan obat baru dan dalam penelitian pertanian. Terlebih
lagi, mereka mencari solusi terhadap masalah pencemaran lingkungan dengan cara
mengganti sumber energi. Kebanyakan industri, apapun produk mereka, memiliki dasar
kimia. Misalnya, kimiawan mengembangkan polimer (molekul yang sangat besar) yang
digunakan oleh produsen untuk membuat berbagai macam barang kebutuhan, termasuk
pakaian, peralatan memasak, organ buatan, dan mainan. Karena penggunaannya
beragam, kimia sering disebut sebagai "central science."

Bagaimana Mempelajari Kimia


Dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain, kimia umumnya dianggap lebih sulit,
setidaknya pada tingkat dasar. Persepsi ini memiliki beberapa alasan. Kimia memiliki
kosakata yang sangat khusus. Bahkan untuk belajar pertama, belajar kimia seperti

Kimia Dasar 1 |3

belajar bahasa baru. Selain itu, konsep-konsep juga abstrak. Walaupun demikian,
dengan ketekunan Saudara bisa menyelesaikan perkuliahan ini dengan sukses dan
bahkan mungkin dengan menyenangkan. Berikut ini beberapa saran yang dapat Saudara
gunakan untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik dan menguasai materi:

Menghadiri perkuliahan secara teratur dan membuat catatan dengan baik.


Jika memungkinkan, buatlah review(tinjauan) terhadap topik-topik yang Saudara
pelajari dan dibahas di kelas setiap hari secara terus-menerus. Gunakan buku review
ini untuk melengkapi catatan kuliah Saudara.
Berpikirlah secara kritis. Tanyakan kepada diri Saudara apakah Saudara benar-benar
memahami makna istilah atau penggunaan persamaan yang Saudara pelajari. Cara
yang baik untuk menguji pemahaman Saudara adalah dengan cara menjelaskan
konsep tersebut kepada teman sekelas Saudara atau orang lain.
Jangan ragu untuk minta tolong kepada dosen atau asisten dosen Saudara.
Saudara akan menemukan bahwa kimia tidak sekedar angka, rumus, dan teori-teori
abstrak, tetapi jauh lebih bermakna dari itu semua. Kimia adalah disiplin ilmu yang
logis dan penuh dengan ide-ide yang menarik dan aplikatif.

1.2
Metode Ilmiah
Semua ilmu, termasuk ilmu-ilmu sosial, menggunakan suatu pendekatan sistematis
dalam penelitiannya yang disebut metode ilmiah. Sebagai contoh, seorang psikolog
yang ingin tahu tentang pengaruh kebisingan terhadap kemampuan orang untuk belajar
kimia dan ahli kimia yang tertarik dalam mengukur panas yang dilepaskan ketika gas
hidrogen terbakar di udara mengikuti prosedur yang kira-kira sama dalam
melaksanakan penyelidikan mereka. Langkah pertama adalah mendefinisikan masalah.
Langkah selanjutnya termasuk melakukan percobaan, membuat pengamatan yang
cermat, dan merekam informasi, atau data, tentang sistem, yaitu bagian dari alam
semesta yang sedang diselidiki. (Dalam contoh ini, sistem adalah sekelompok orang
yang akan dipelajari psikolog dan campuran hidrogen dan udara.) Data yang diperoleh
dalam studi penelitian dapat berupa data kualitatif, yang terdiri dari pengamatan
umum tentang sistem, dan data kuantitatif, mencakup angka yang diperoleh dari
pengukuran berbagai sistem. Ahli kimia umumnya menggunakan simbol-simbol standar
dan persamaan dalam pencatatan pengukuran dan pengamatan mereka. Representasi
dalam hal ini tidak hanya menyederhanakan dalam proses menyimpan catatan, tetapi
juga menyediakan dasar umum untuk komunikasi dengan ahli kimia lainnya.
Ketika percobaan telah selesai dan data telah dicatat, langkah berikutnya dalam metode
ilmiah adalah interpretasi, yang berarti bahwa ilmuwan mencoba untuk menjelaskan
fenomena yang diamati. Berdasarkan data yang dikumpulkan, peneliti merumuskan
hipotesis, atau penjelasan tentatif (belum pasti) untuk satu set pengamatan. Percobaan
lebih lanjut direncanakan untuk menguji validitas hipotesis dengan cara sebanyak
mungkin, dan proses dimulai lagi.

STOIKIOMETRI 3

Kimia Dasar 1 |4
Setelah sejumlah data telah dikumpulkan, sering diinginkan untuk meringkas informasi
dengan lebih singkat, sebagai hukum. Dalam ilmu pengetahuan, hukum adalah
pernyataan verbal atau pernyataan matematis dari hubungan antara fenomena yang
selalu sama di bawah kondisi yang sama. Misalnya, hukum kedua Sir Isaac Newton
tentang gerak, yang mungkin Anda ingat dari SMA, mengatakan bahwa gaya sama
dengan massa dikali percepatan suatu benda (F = ma). Hukum ini berarti bahwa
peningkatan massa atau dalam percepatan suatu benda selalu meningkatkan gaya benda
secara proporsional, dan penurunan massa atau percepatan selalu menurunkan gaya.
Hipotesis yang dapat dipertahankan dengan banyak pengujian eksperimental dan
banyak validitas dapat berkembang menjadi teori. Teori adalah Kesatuan prinsip yang
menjelaskan tubuh fakta dan/atau hukum-hukum yang didasarkan pada mereka. Teori
juga, secara terus menerus diuji. Jika suatu teori dibantah oleh eksperimen, maka harus
dibuang atau diubah sehingga menjadi konsisten dengan pengamatan eksperimental.
Membuktikan atau tidak membuktikan teori dapat berlangsung tahunan, bahkan
berabad-abad, sebagian karena teknologi yang diperlukan tidak tersedia. Teori atom
adalah contonhnya. Butuh waktu lebih dari 2000 tahun untuk keluar dari prinsip dasar
kimia yang diusulkan oleh Democritus, seorang filsuf Yunani kuno.
Kemajuan ilmiah jarang terjadi, jika pernah, dibuat dengan cara kaku, langkah-demilangkah. Beberapa kali hukum mengawali teori, kadang-kadang sebaliknya. Dua
ilmuwan dapat mulai bekerja pada sebuah proyek dengan tujuan yang sama persis,
tetapi dapat menggunakan pendekatan yang berbeda. Mereka akan dibuat dalam arah
yang sangat berbeda. Para ilmuwan, setelah semua, manusia, dan cara mereka berpikir
dan bekerja sangat dipengaruhi oleh latar belakang, pelatihan, dan kepribadian mereka.
Perkembangan ilmu pengetahuan sudah tidak teratur dan kadang-kadang tidak masuk
akal. Penemuan besar biasanya hasil dari kontribusi kumulatif dan pengalaman dari
banyak pekerja, meskipun kredit untuk merumuskan teori atau hukum biasanya
diberikan hanya pada satu individu. Ada, tentu saja, unsur keberuntungan yang terlibat
dalam penemuan ilmiah, tetapi telah dikatakan bahwa "Kesempatan menganugerahi
pikiran yang siap. Pernyataan tersebut memberitahu bahwa dibutuhkan orang yang
waspada dan terlatih untuk mengenali makna dari penemuan yang tak disengaja dan
mengambil keuntungan penuh dari itu. Lebih sering dari itu, masyarakat hanya belajar
dari terobosan ilmiah yang spektakuler. Untuk setiap kisah sukses, namun, ada ratusan
kasus di mana para ilmuwan bertahun-tahun bekerja pada proyek-proyek yang pada
akhirnya mengarah ke jalan buntu. Prestasi positif hanya datang setelah salah berbelok
dan banyak pada langkah lambat yang mereka tidak pernah mulai. Namun, bahkan jalan
buntu berkontribusi terhadap beberapa hal bagi perkembangan pengetahuan tentang
alam semesta fisik secara kontinyu. Ini adalah bentuk cinta dari pencarian yang
menjaga banyak ilmuwan di laboratorium.

1.3

Klasifikasi Materi

Kimia Dasar 1 |5

Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa, dan kimia
adalah ilmu dari materi dan perubahan materi yang terjadi. Semua materi, setidaknya
secara prinsip, dapat berada dalam tiga wujud: padat, cair, dan gas. Padatan adalah
benda yang kaku dengan bentuk yang terbatas. Cairan sedikit rigid dibandingkan
padatan, dapat mengalir dan mengasumsikan wadahnya. Seperti cairan, gas juga
mengalir, tetapi tidak seperti cairan, gas dapat berkembang tak terbatas.
Tiga wujud materi dapat berubah tanpa mengubah komposisi zat. Setelah pemanasan,
padatan (misalnya, es) akan mencair membentuk cairan (air). (Temperatur di mana
transisi ini terjadi disebut titik lebur.) Pemanasan lebih lanjut akan mengubah cairan
menjadi gas. (Konversi ini terjadi pada titik didih cairan.) Di sisi lain, pendinginan gas
akan menyebabkan gas mengembun menjadi cairan. Bila cairan didinginkan lebih
lanjut, maka akan membeku menjadi bentuk padat. Gambar 1.1 menunjukkan tiga
wujud air. Perhatikan bahwa air memiliki sifat yang unik di antara zat lain pada
umumnya bahwa molekul dalam keadaan cair lebih mampat dibandingkan dalam
keadaan padat.

Gambar 1.1 Tiga wujud materi untuk air: padatan es, air, uap air.

STOIKIOMETRI 5

Kimia Dasar 1 |6
Zat dan Campuran
Zat adalah materi yang memiliki komposisi tertentu atau konstan dan sifat yang
berbeda. Contohnya adalah air, perak, etanol, garam meja (natrium klorida), dan
karbondioksida. Zat berbeda satu sama lain dalam komposisinya dan dapat
diidentifikasi kenampakan, bau, rasa, dan sifat lainnya. Saat ini, lebih dari 20 juta zat
telah diketahui, dan daftar ini akan berkembang pesat.
Campuran adalah kombinasi dari dua atau lebih zat di mana zat mempertahankan
identitas mereka yang berbeda. Beberapa contohnya adalah udara, minuman ringan,
susu, dan semen. Campuran tidak memiliki komposisi konstan. Oleh karena itu, sampel
udara yang dikumpulkan di kota-kota yang berbeda mungkin akan memiliki komposisi
yang berbeda karena perbedaan ketinggian, polusi, dan sebagainya.
Campuran dapat berupa campuran homogen atau heterogen. Ketika sesendok gula larut
dalam air, komposisi campuran, setelah pengadukan yang cukup, adalah sama di
seluruh larutan. Larutan ini merupakan campuran homogen. Jika pasir dicampur
dengan serbuk besi, namun, butiran pasir dan serbuk besi tetap terlihat dan terpisah
(Gambar 1.2). Jenis campuran ini, di mana komposisi yang tidak seragam, disebut
campuran heterogen. Penambahan minyak ke dalam air menciptakan campuran
heterogen yang lain karena cairan tidak memiliki komposisi yang konstan.

Gambar 1.2 (a) Campuran mengandung serbuk besi dan pasir, (b) Sebuah magnet
memisahkan serbuk besi dari campuran. Teknik yang sama digunakan pada skala yang
lebih besar untuk memisahkan besi dan baja dari benda bukan magnetik seperti
aluminium, kaca, dan plastik.
Setiap campuran, baik homogen atau heterogen, dapat dibuat dan kemudian dipisahkan
dengan cara fisika menjadi komponen murni tanpa mengubah identitas komponen.
Dengan demikian, gula dapat diperoleh kembali dari air dengan memanaskan larutan
dan menguapkannya hingga kering. Kondensasi uap air akan memberikan kembali

Kimia Dasar 1 |7

komponen air. Untuk memisahkan campuran besi-pasir, kita dapat menggunakan


magnet untuk menghilangkan serbuk besi dari pasir, karena pasir tidak tertarik magnet
(lihat Gambar 1.2b). Setelah pemisahan, komponen dari campuran akan memiliki
komposisi yang sama dan sifat mereka seperti semula.

Unsur dan Senyawa


Suatu zat dapat berupa unsur atau senyawa. Unsur adalah suatu zat yang tidak dapat
dipisahkan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Saat ini, 117 unsur
telah diidentifikasi secara positif. (Lihat daftar di dalam sampul depan buku ini.)
Ahli kimia menggunakan simbol abjad untuk mewakili nama-nama unsur. Huruf
pertama dari simbol untuk sebuah unsur selalu berupa huruf kapital, tetapi huruf kedua
tidak pernah huruf kapital. Misalnya, Co adalah simbol untuk unsur kobalt, sedangkan
CO adalah rumus untuk karbon monoksida, yang terdiri dari unsur-unsur karbon dan
oksigen. Tabel 1.1 menunjukkan beberapa unsur yang lebih umum. Simbol untuk
beberapa unsur berasal dari nama Latin mereka, misalnya, Au dari aurum (emas), Fe
dari ferrum (besi), dan Na dari natrium (sodium), meskipun sebagian besar dari mereka
adalah bentuk singkatan dari nama bahasa Inggris mereka.

Table 1.1
Nama
Aluminum
Arsenic/Arsen
Barium/Barium
Bromine/Bromin
Calcium/Kalsium
Carbon/Karbon
Chlorine/Klorin
Chromium
/Kromium
Cobalt/Kobalt
Copper/Tembaga

Beberapa Unsur dan Simbolnya


Simbol Nama
Simbol
Al
Fluorine/Florin
F
As
Gold/Emas
Au
Ba
Hydrogen/Hidrogen H
Br
Iodine/Iodin
I
Ca
Iron/Besi
Fe
C
Lead/Timbal
Pb
Cl
Magnesium
Mg

Nama
Symbol
Oxygen/Oksigem O
Phosphorus/Fosfor P
Platinum/Platina Pt
Potassium/Kalium K
Silicon/Silikon
Si
Silver/Perak
Ag
Sodium/Natrium Na

Cr

Mercury/Raksa

Hg

Sulfur/belerang

Co
Cu

Nickel/Nikel
Nitrogen/Nitrogen

Ni
N

Tin/Timah
Zinc/Seng

Sn
Zn

Gambar 1.3 menunjukkan unsur yang paling melimpah di kerak bumi dan dalam tubuh
manusia. Seperti yang Saudara lihat, hanya lima unsur (oksigen, silikon, aluminium,
besi, dan kalsium) terdiri dari lebih 90 persen dari kerak bumi. Dari kelima unsur
tersebut, hanya oksigen yang paling melimpah dalam sistem kehidupan.

Sebagian besar unsur dapat berinteraksi dengan satu atau lebih unsur-unsur lain untuk
membentuk senyawa. Kami mendefinisikan senyawa sebagai zat yang terdiri dari dua
atau lebih unsur kimia yang bergabung dalam proporsi tertentu. Gas hidrogen,
misalnya, terbakar dalam gas oksigen membentuk air, suatu senyawa yang sifatnya jelas
STOIKIOMETRI 7

Kimia Dasar 1 |8
berbeda dari materi awal. Air terdiri dari dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen.
Komposisi ini tidak berubah, terlepas dari apakah air berasal dari keran di Amerika
Serikat, Sungai Yangtze di Cina, atau topi es di Mars. Tidak seperti campuran, senyawa
dapat dipisahkan hanya dengan cara kimia menjadi komponen murni mereka.

Gambar 1.3 (a) Kelimpahan unsur di alam dalam persen massa. Sebagai contoh,
kelimpahan oksigen adalah 45,5 persen. Ini berarti bahwa dalam sampel 100 g kerak
bumi, rata-rata terdapat 45,5 g unsur oksigen. (b) Kelimpahan unsur dalam tubuh
manusia dalam persen massa.
Hubungan antara unsur, senyawa, dan kategori lainnya dari materi dirangkum dalam
Gambar 1.5.

Gambar 1.4 Klasifikasi materi.

Kimia Dasar 1 |9

1.4
Sifat Fisik dan Sifat Kimia Materi
Zat diidentifikasi dari sifat dan komposisi mereka. Warna, titik leleh, titik didih, dan
kerapatan adalah sifat fisika. Sifat fisika dapat diukur dan diamati tanpa mengubah
komposisi atau identitas suatu zat. Sebagai contoh, kita dapat mengukur titik leleh es
dengan memanaskan balok es dan mencatat temperatur di mana es tersebut berubah
menjadi air. Air berbeda dari es hanya dalam penampilan dan tidak dalam komposisi,
jadi ini adalah perubahan fisika, kita dapat membekukan air untuk mendapatkan
kembali es asli. Oleh karena itu, titik leleh zat adalah sifat fisik. Demikian pula, ketika
kita mengatakan bahwa gas helium lebih ringan dari udara, kita mengacu pada sifat
fisika.
Di sisi lain, pernyataan "gas hidrogen terbakar dalam gas oksigen untuk membentuk
air" menggambarkan sifat kimia hidrogen karena untuk mengamati sifat ini kita harus
melakukan perubahan kimia, dalam hal ini pembakaran. Setelah perubahan, zat asli,
gas hidrogen dan gas oksigen, akan lenyap dan secara kimia berbeda dengan air yang
akan mengambil tempat mereka. Kita tidak dapat memperoleh kembali hidrogen dan
oksigen dari air dengan perubahan fisika seperti mendidih atau membeku.
Setiap kali kita merebus telur, kita melakukan perubahan kimia. Ketika temperatur
sekitar 100C, kuning telur dan putih telur mengalami reaksi yang mengubah tidak
hanya penampilan fisik mereka tetapi susunan kimiawi mereka juga. Ketika dimakan,
telur diubah lagi, oleh zat dalam tubuh yang disebut enzim. Tindakan pencernaan adalah
contoh lain dari perubahan kimia. Apa yang terjadi selama proses tersebut tergantung
pada sifat kimia dari enzim tertentu dan dari makanan yang terlibat.
Semua sifat terukur dari materi jatuh ke dalam dua kategori: sifat ekstensif dan sifat
intensif. Nilai terukur dari sifat ektensif tergantung pada seberapa banyak materi yang
sedang dipertimbangkan. Massa, panjang, dan volume merupakan sifat ektensif. Lebih
banyak materi berarti lebih banyak massa. Nilai dari sifat ektensif yang sama dapat
ditambahkan bersama-sama. Sebagai contoh, dua sen tembaga memiliki massa
gabungan yang merupakan jumlah dari massa setiap sen, dan total volume ditempati
oleh air dalam dua gelas adalah jumlah volume air dalam masing-masing gelas.
Nilai terukur dari sifat intensif tidak tergantung pada jumlah materi yang
dipertimbangkan. Temperatur merupakan sifat intensif. Misalkan kita memiliki dua
gelas air pada temperatur yang sama. Jika kita menggabungkan mereka untuk membuat
kuantitas tunggal air dalam gelas besar, temperatur air dengan jumlah yang lebih besar
akan sama seperti itu dalam dua gelas terpisah. Tidak seperti massa dan volume,
temperatur dan sifat intensif lainnya seperti titik leleh, titik didih, dan kerapatan tidak
aditif.

STOIKIOMETRI 9

K i m i a D a s a r 1 | 10
1.5
Pengukuran
Studi kimia sangat bergantung pada pengukuran. Misalnya, ahli kimia menggunakan
pengukuran untuk membandingkan sifat-sifat zat yang berbeda dan untuk menilai
perubahan yang dihasilkan dari percobaan. Sejumlah perangkat umum memungkinkan
kita untuk membuat pengukuran sederhana sifat zat: Penggaris mengukur panjang;
buret, pipet, gelas ukur, dan labu ukur mengukur volume (Gambar 1.5); neraca
mengukur massa; termometer mengukur temperatur. Instrumen ini memberikan
pengukuran sifat makroskopis, yang dapat ditentukan secara langsung. Sifat
mikroskopis, pada skala atom atau molekul, harus ditentukan oleh metode tidak
langsung.

Gambar 1.5 Beberapa alat ukur yang umum ditemukan di laboratorium kimia. Alat ini
tidak dgambarkan ke skala relatif terhadap satu sama lain. Kita akan membahas
penggunaan alat ukur di Bab 4.
Sebuah kuantitas yang diukur biasanya ditulis sebagai jumlah dengan satuan yang
sesuai. Untuk mengatakan bahwa jarak antara New York dan San Francisco dengan
mobil sepanjang rute tertentu adalah 5166 yang tidak berarti. Kita harus menentukan
bahwa jaraknya adalah 5166 kilometer. Dalam sains, satuan sangat penting untuk
menyatakan pengukuran dengan benar.

K i m i a D a s a r 1 | 11

Satuan Sistem Internasional (SI)


Selama bertahun-tahun para ilmuwan mencatat pengukuran dalam satuan metrik, yang
terkait secara desimal, yaitu dengan membagi 10. Akan tetapi, pada tahun 1960 General
Conference of Weights and Measures (Konferensi Umum Berat dan Ukuran), otoritas
internasional untuk satuan, mengusulkan sebuah sistem metrik revisi disebut Satuan
Sistem Internasional (disingkat SI, dari Satuan Sistem International Perancis). Tabel
1.2 menunjukkan tujuh satuan SI dasar. Semua satuan SI dari pengukuran dapat
diturunkan dari satuan-satuan dasar ini. Seperti satuan metrik, satuan SI diubah dalam
bentuk desimal oleh serangkaian prefiks, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1.3.
Kami menggunakan kedua unit metrik dan SI dalam buku ini.

Table 1.2

Satuan SI Dasar

Kuantitas Dasar
Panjang
Massa
Waktu
Kuat Arus Listrik
Temperatur
Jumlah Zat
Intensitas Cahaya

Satuan
meter
kilogram
second
ampere
kelvin
mol
candela

Table 1.3
Awalan
teragigamegakilodesisentimilimikronanopiko-

Simbol
m
kg
s
A
K
mol
cd

Awalan yang Digunakan dengan Satuan SI


Simbol
T
G
M
k
d
c
m
m
n
p

Arti
1.000.000.000.000, or 1012
1.000.000.000, or 109
1.000.000, or 106
1.000, or 103
1/10, or 10-1
1/100, or 10 -2
1/1.000, or 10-3
1/1.000.000, or 10-6
1/1.000.000.000, or 10-9
1/1.000.000.000.000, or 10-12

Contoh
1 terameter (Tm) = 1 1012 m
1 gigameter (Gm) = 1 109 m
1 megameter (Mm) = 1 106 m
1 kilometer (km) = 1 103 m
1 desimeter (dm) = 0,1 m
1 sentimeter (cm) = 0,01 m
1 milimeter (mm) = 0,001 m
1 mikrometer (m) = 1 10-6 m
1 nanometer (nm) = 1 10-9 m
1 pikometer (pm) = 1 10-12 m

Perhatikan bahwa awalan metrik sederhana menyatakan jumlah: 1 mm = 1 10-3 m

Pengukuran yang akan sering kita gunakan dalam penelitian kimia, yaitu, waktu, massa,
volume, kerapatan, dan temperatur.
Massa dan Berat

STOIKIOMETRI 11

K i m i a D a s a r 1 | 12
Massa adalah ukuran kuantitas materi suatu objek. Istilah "massa" dan "berat" sering
digunakan secara bergantian, meskipun, tegasnya, mereka mengacu pada kuantitas yang
berbeda. Dalam istilah ilmiah, berat adalah gaya gravitasi yang diberikan pada suatu
objek. Sebuah apel yang jatuh dari pohon ditarik ke bawah oleh gravitasi bumi. Massa
apel adalah konstan dan tidak tergantung pada lokasi, namun beratnya tidak. Misalnya,
di permukaan bulan, berat apel hanya akan seperenam dengan yang di bumi, karena
massa bulan lebih kecil. Inilah sebabnya mengapa astronot mampu melompat agak
bebas di permukaan bulan meskipun dengan pakaian besar dan peralatan mereka. Massa
suatu benda dapat ditentukan dengan mudah dengan neraca, dan proses ini, anehnya,
disebut
berat.
Satuan SI dasar massa adalah kilogram (kg), namun dalam kimia gram lebih kecil (g)
lebih mudah digunakan:
1 kg = 1000 g = 1 103 g
Volume
Volume adalah panjang (m) potongan kubus, sehingga satuan SI turunannya adalah
meter kubik (m3). Akan tetapi, umumnya ahli kimia bekerja dengan volume yang lebih
kecil, seperti sentimeter kubik (cm3) dan desimeter kubik (dm3):
1 cm3 = (110-2 m)3 = 110-6 m3
1 dm3 = (110-1 m)3 = 110-3 m3
Hal biasa lainnya, satuan volume non-SI adalah liter (L). Liter adalah volume yang
ditempati oleh satu desimeter kubik. Ahli kimia umumnya menggunakan L dan mL
untuk volume cairan. Satu liter sama dengan 1000 mililiter (mL) atau 1000 cc:
1L = 1000 mL
= 1000 cm3
= 1 dm3
dan satu millimeter sama dengan satu centimeter kubik:
1 mL = 1 cm3
Gambar 1.6 membandingkan ukuran relatif dari dua volume.

K i m i a D a s a r 1 | 13

Gambar 1.6 Perbandingan dua volume, 1 mL and 1000 mL.

Kerapatan (Massa Jenis)


Kerapatan adalah massa benda dibagi dengan volumenya:
() =

()

()

di mana d, m, dan V menunjukkan kerapatan, massa, dan volume masing-masing.


Table 1.4
Zat
Udara*
Etanol
Air
Raksa
Garam Meja
Besi
Emas
Osmium

Kerapatan Beberapa Zat pada


Temperatur 25C
Kerapatan
(g/cm3)
0,001
0,79
1,00
13,6
2,2
7,9
19,3
22,6

Perhatikan bahwa kerapatan merupakan sifat intensif yang tidak tergantung pada jumlah
persen massa. Alasannya adalah bahwa V meningkat sebagaimana m, sehingga rasio
dari
dua
kuantitas
selalu
tetap
sama
untuk
bahan
tertentu.
3
Satuan SI turunan untuk kerapatan adalah kilogram per meter kubik (kg/m ). Satuan ini
secara kaku digunakan untuk kebanyakan aplikasi kimia. Oleh karena itu, gram per
sentimeter kubik (g/cm3) dan ekivalennya, gram per mililiter (g/mL), yang lebih sering
digunakan untuk kerapatan padatan dan cairan. Tabel 1.4 daftar kerapatan beberapa zat.
STOIKIOMETRI 13

K i m i a D a s a r 1 | 14
Skala Temperatur
Ada tiga skala temperatur yang saat ini digunakan. Satuan mereka adalah F (derajat
Fahrenheit), C (derajat Celcius), dan K (Kelvin). Skala Fahrenheit merupakan skala
yang paling umum digunakan di Amerika Serikat di luar laboratorium, batas titik beku
dan titik didih air secara tepat berturut-turut, 32F dan 212F. Skala Celcius membagi
rentang antara titik beku (0C) dan titik didih (100C) air menjadi 100 derajat. Seperti
Tabel 1.2 menunjukkan, kelvin adalah satuan SI dasar untuk temperatur, yang
merupakan skala temperatur absolut. Absolut berarti bahwa nol pada skala Kelvin,
dilambangkan dengan 0 K, adalah stemperatur terendah yang bisa dicapai secara
teoritis. Di sisi lain, 0F dan 0C didasarkan pada perilaku dari zat sembarang yang
dipilih. Gambar 1.7 membandingkan tiga skala temperatur tersebut.

Gambar 1.7 Perbandingan dari tiga skala temperatur: Skala Celsius, Fahrenheit, dan absolut (Kelvin).
Perhatikan bahwa ada 100 divisi, atau 100 derajat, antara titik beku dan titik didih air pada skala Celcius,
dan ada 180 divisi, atau 180 derajat, antara dua batas yang sama temperatur pada skala Fahrenheit. Skala
Celsius sebelumnya disebut skala Centigrade. Perhatikan bahwa skala Kelvin tidak memiliki tanda
derajat. Juga, temperaturnya dinyatakan dalam kelvin pernah bisa menjadi negatif.

Ukuran derajat pada skala Fahrenheit hanya 100/180 atau 5/9 dari derajat pada skala
Celsius. Untuk mengubah derajat Fahrenheit ke derajat Celsius, kita menulis:
= ( 32 )

5
9

Apa persamaan yang digunakan untuk mengubah derajat Celsius ke derajat Fahrenheit?
Baik skala Celcius dan skala Kelvin memiliki satuan yang sama besarnya, yaitu, satu
derajat Celcius adalah setara dengan satu Kelvin. Penelitian eksperimental telah
menunjukkan bahwa nol mutlak pada skala Kelvin setara dengan 273,15C pada skala
Celcius. Dengan demikian, kita dapat menggunakan persamaan berikut untuk
mengkonversi derajat Celcius ke Kelvin:

K i m i a D a s a r 1 | 15

= ( + 273,15 )

1
1

1.6
Penanganan Angka
Kita sudah meninjau beberapa satuan yang digunakan dalam kimia, sekarang kita
berbelok ke teknik untuk penanganan angka yang terlibat dengan pengukuran, yaitu
notasi ilmiah dan angka penting.
Notasi Ilmiah
Ahli kimia sering berurusan dengan angka yang secara ekstrim besar atau kecil.
Misalnya, dalam 1 g unsur hidrogen kira-kira ada
602.200.000.000.000.000.000.000
atom hidrogen, setiap atom hidrogen memiliki massa hanya
0,00000000000000000000000166 g
Angka ini sulit untuk ditangaini, dan mudah terjadi kesalahan ketika menggunakannya
dalam perhitungan aritmatika. Dengan mempertimbangkan perkalian berikut:
0,0000000056 0,00000000048 = 0,000000000000000002688
Itu akan mudah untuk menghilangkan satu angka nol dan menambah lebih dari satu nol
setelah tanda desimal. Oleh sebab itu, ketika bekerja dengan angka yang sangat besar
dan kecil, kita menggunakan sebuah sistem yang disebut notasi ilmiah. Bagaimanapun
juga ukuran besarnya, untuk semua angka dapat dinyatakan dalam bentuk:
N 10n
Dimana N adalah angka antara 1 dan 10 dan n, eksponen, adalah bilangan bulat positif
atau negatif (semua angka). Beberapa angka dinyatakan dengan cara ini dikatakan
ditulis dalam notasi ilmiah.
Seandainya kita diberi angka tertentu dan diminta untuk menyatakannya dalam notasi
ilmiah. Secara umum, tugas ini meminta kita untuk menemukan n. Kita menghitung
angka dari tempat tanda desimal sehingga harus dipindahkan supaya angka N (antara 1
dan 10). Jika tanda desimal harus dipindahkan ke kiri, maka n adalah bilangan bulat
positif; jika harus dipindahkan ke kanan, n adalah bilangan bulat negatif. Contoh
berikut mengilustrasikan penggunaan dari notasi ilmiah:
(1) Menyatakan 568,762 dalam notasi ilmiah:

568,762 = 5,68762 102


Perhatikan bahwa tanda desimal dipindahkan ke kiri dua tempat dan n = 2.
(2) Menyatakan 0,00000772 dalam notasi ilmiah:

0,00000772 = 7,72 10-6


Tanda desimal di sini dipindahkan ke kanan enam tempat dan n = -6.
STOIKIOMETRI 15

K i m i a D a s a r 1 | 16

Ingat dua poin penting. Pertama, n=0 digunakan untuk bilangan yang tidak dinyatakan
dalam notasi ilmiah. Misalnya, 74,6 100 (n =0) ekivalen dengan 74,6. Kedua,
penggunaan biasanya adalah tidak termasuk superskrip ketika n=1. Dengan demikian,
notasi ilmiah untuk 74,6 is 7,46 10 bukan 7,46 101. Selanjutnya, kita
mempertimbangkan bagaimana notasi ilmiah ditangani dalam operasi aritmatika.
Penjumlahan dan Pengurangan
Untuk menjumlah atau mengurangi, kita pertama-tama menuliskan setiap kuantitaskatakan N1 dan N2 dengan eksponen sama n. Kemudian kita menggabungkan N1 dan
N2; sisa eksponen adalah sama. Perhatikan contoh berikut:

Perkalian dan Pembagian


Untuk mengalikan bilangan yang diekspresikan dalam notasi ilmiah, kita mengalikan
N1 dan N2 seperti biasa, tetapi menambahkan eksponen secara bersamaan. Untuk
membagi dengan menggunakan notasi ilmiah, kita membagi N1 dan N2 seperti biasa
dan mengurangkan eksponennya. Contoh berikut menunjukkan bagaimana operasi ini
dijalankan:

Angka Penting
Kecuali ketika semua bilangan yang terlibat adalah bilangan bulat (sebagai contoh,
dalam perhitungan jumlah siswa dalam sebuah kelas), perolehan nilai yang tepat dari
kuantitas penyelidikan sering tidak mungkin. Untuk alasannya, itu penting untuk

K i m i a D a s a r 1 | 17

mengindikasikan batas kesalahan dalam pengukuran melalui pengindikasian angka


secara jelas dari angka penting, yang merupakan angka berarti dalam sebuah kuantitas
ukuran atau perhitungan.
Ketika angka penting digunakan, digit terakhir dimengerti menjadi tidak pasti. Sebagai
contoh, kita mungkin mengukur volume dari jumlah cairan yang diberikan
menggunakan gelas ukur dengan skala yang memberikan ketidakpastian 1 mL dalam
pengukurannya. Jika volume yang ditemukan 6 mL, maka volume sebenarnya adalah
antara 5 mL hingga 7 mL. Kita menyatakan volume cairan sebagai (6 1) mL. Dalam
kasus ini, hanya ada satu angka penting (angka 6) yang tidak pasti plus atau minus 1
mL. Untuk keakuratan yang lebih besar, kita bida menggunakan gelas ukur yang lebih
baik, sehingga volume yang kita ukur sekarang ketidakpastiannya hanya 0,1 mL. Jika
sekarang volume cairan yang ditemukan 6,0 mL kita boleh mengekspresikan
kuantitasnya (6,0 0,1) mL, dan nilai sebenarnya berada antara 5,9 mL dan 6,1 mL.
Kita dapat lebih jauh meningkatkan pengukuran alat dan memperoleh lebih angka
penting, tetapi di setiap kasus, angka terakhir selalu tidak pasti; jumlah dari
ketidakpastian tergantung pada alat ukur tertentu yang kita gunakan.
Gambar 1.8 menunjukkan timbangan modern. Timbangan seperti ini tersedia di banyak
laboratorium kimia dasar; mereka dengan mudah mengukur massa benda untuk empat
tempat desimal. Sehingga, massa yang diukur biasanya akan memiliki empat angka
penting (sebagai contoh, 0,8642 g) atau lebih (sebagai contoh, 3,9745 g). Menjaga jalur
dari jumlah angka penting dalam pengukuran seperti memastikan massa bahwa
perhitungan melibatkan data yang akan merefleksikan ketepatan pengukuran.

Gambar1.8 A single-pan balance.


Petunjuk penggunaan angka penting
Kita harus selalu hati-hati dalam pekerjaan ilmiah untuk menuliskan angka yang sesuai
dengan angka penting. Umumnya, secara wajar mudah untuk menentukan seberapa
banyak angka penting yang dimilki dengan aturan berikut:
STOIKIOMETRI 17

K i m i a D a s a r 1 | 18
1. Beberapa angka yang tidak sama dengan nol adalah angka penting. Dengan
demikian, 845 cm memiliki tiga angka penting, 1.234 kg memiliki empat angka
penting, dan seterusnya.
2. Angka nol antara angka bukan nol adalah angka penting. Dengan demikian, 606 cm
berisi tiga angka penting, 40.501 kg berisi lima angka penting, dan seterusnya.
3. Angka nol yang berada di kiri angka bukan nol bukan angka penting. Tujuan angka
tersebut adalah untuk mengindikasikan penempatan tanda desimal. Sebagai contoh,
0,08 L berisi satu angka penting, 0,0000349 g berisi tiga angka penting, dan
seterusnya.
4. Jika sebuah angka lebih dari 1, makan semua angka nol yang dituliskan di kanan
tanda desimal dihitung sebagai angka penting. Dengan demikian, 2,0 mg memiliki
dua angka penting, 40,062 mL memiliki lima angka penting, dan 3,040 dm memiliki
empat angka penting. Jika angka tersebut kurang dari 1, makan hanya angka nol
yang berada dia akhir bilangan dan angka nol antara angka bukan nol yang
merupakan angka penting. 0,090 kg memiliki dua angka penting, 0,3005 L memiliki
empat angka penting, 0,00420 menit memiliki tiga angka penting, dan seterusnya.
5. Untuk angka yang tidak mengandung tanda desimal, angka nol yang mengikutinya
(yaitu, angka nol setelaj angka bukan nol terakhir) mungkin atau tidak mungkin
adalah angka penting. Dengan demikian, 400 cm mungkin memiliki satu angka
penting. Kita tidak dapat tahu yang man yang benar tanpa informasi lebih. Dengan
menggunakan notasi ilmiah, akan tetapi, kita menghindari kembiguan ini. Dalam
kasus tertentu, kita dapat mengekspresikan angka 400 sebagai 4 102 untuk satu
angka penting, 4,0 102 untuk dua angka penting atau 4,00 102 untuk tiga angka
penting.
Aturan kedua yang merinci bagaimana menangani angka penting dalam perhitungan.
1. Dalam penjumlahan dan pengurangan, jawaban tidak dapat memiliki angka lebih di
sebelah kanan tanda desimal dibandingkan salah satu diantaranya merupakan
bilangan asli. Perhatikan contoh berikut:
89,332
+ 1,1 satu angka setelah tanda desimal
90,432 dibulatkan menjadi 90,4

2,097
-0,12 dua angka setelah tanda desimal
1,977 dibulatkan menjadi 1,98
Langkah pembulatan angka sebagai berikut: Untuk membulatkan angka pada tanda
tertentu kita dapat menurunkan secara sederhana angka yang mengikuti jika lebih
kecil dari 5. Dengan demikian, 8,724 dibulatkan menjadi 8,72 jika kita hanya ingin

K i m i a D a s a r 1 | 19

dua angkan setelah tanda desimal. Jika angka berikutnya dari pembulatan angka
sama dengan atau lebih besar dari 5, kira menambahkan 1 untuk angka sebelumnya.
Dengan demikian, 8,727 dibulatkan menjadi 8,73 dan 0,425 dibulatkan menjadi 0,43.
2. Dalam perkalian dan pembagian, jumlah dari angka penting di hasil akhir atau hasil
bagi ditentukan dengan bilangan asli yang memilki angka terkecil dari angka
penting. Contoh berikut mengilustrasikan aturan tersebut:
2,8 4,5039 = 12,61092 dibulatkan menjadi 13
6,85
112,04

= 0,0611388789 dibulatkan menjadi 0,0611

3. Perlu diketahui bahwa angka yang tepat didapatkan dari definisi (misalnya 1 kaki =
12 inci, dimana 12 merupakan angka pasti) atau dengan menghitung jumlah benda
dapat dianggap memiliki angka tak hingga dari angka penting.
Langkah pembulatan angka sebelumnya mengaplikasikan perhitungan satu langkah.
Dalam perhitungan berantai, perhitungan melibatkan lebih dari satu langkah, kita dapat
memperoleh jawaban yang berbeda tergantung pada seberapa kita membulatkan angka.
Perhatikan perhitungan dua langkah berikut:
Langkah pertama: A B = C
Langkah kedua : C D = E
Andaikan bahwa A = 3,66, B = 8,45, dan D = 2.11. tergantung pada dimana kita
membulatkan C ke tiga (metode 1) atau empat (metode 2) angka penting, kita
memperoleh jumlah yang berbeda untuk E:
Metode 1

Metode 2

3,66 8,45 = 30,9


3,66 8,45 = 30,93
30,9 2,11 = 65,2
30,93 2,11 = 65,3
Akan tetapi, jika kita sudah menghasilkan perhitungan 3,66 8,45 2,11 pada
kalkulator tanpa membulatkan angka untuk jawaban sementara, kita akan memperoleh
jawaban 65,3 sebagai jawaban untuk E. Meskipun, menyimpan digit angka tambahan
sebelumnya dari angka penting untuk langkah sementara membantu menghilangkan
kesalahan dari pembulatan, langkah ini tidak perlu untuk kebanyakan perhitungan karena
perbedaan antara jawaban biasanya sangat kecil. Sehingga, untuk kebanyakan contoh
dan soal di akhir bab dimana jawaban sementara dilaporkan, semua jawaban, sementara
dan akhir, akan dibulatkan.

Keakuratan dan Ketepatan


Dalam diskusi pengukuran dan angka penting sangat berguna untuk membedakan
antara keakuratan dan ketepatan. Keakuratan memberitahu kita seberapa dekat
pengukuran terhadap nilai yang benar dari kuantitas yang diukur. Untuk seorang
ilmuwan ada sebuah perbedaan antara keakuratan dan ketepatan. Ketepatan mengacu

STOIKIOMETRI 19

K i m i a D a s a r 1 | 20
pada seberapa dekatnya dua atau lebih pengukuran dari kuantitas yang sama cocok
satu sama lain. (Gambar 1.9)

Gambar 1.9 Distribusi anak panah pada papan anak panah menunjukkan perbedaan
antara tepat dan akurat. (a) keakuratan baik dan ketepatan baik, (b) keakuratan buruk
dan katepatan baik, (c) keakuratan buruk dan ketepatan buruk. Titik biru menunjukkan
posisi dari anak panah.
Perbedaan antara keakuratan dan ketepatan adalah sesuatu yang tidak menonjol tetapi
penting. Seandainya, sebagai contoh, tiga siswa diminta untuk menentukan massa dari
sepotong kawat tembaga. Hasil dari dua penimbangan berturut-turut oleh masingmasing siswa adalah:
Siswa A
Siswa B
Siswa C
1,964 g
1,972 g
2,000 g
1,978 g
1,968 g
2,002 g
Nilai Rata-rata
1,971 g
1,970 g
2,001 g
Massa yang benar dari kawat adalah 2,000 g. Sehingga, hasil siswa B lebih tepat
dibandingkan hasil siswa A (1,972 g dan 1,968 g sedikit berbeda dari 1,970 g
dibandingkan 1,964 g dan 1,978 g dari 1,971 g), tetapi hasil keduanya sangat tidak
akurat. Hasil siswa C tidak hanya paling tepat, tetapi juga paling akurat, karena nilai
rata-ratanya mendekati nilai yang benar. Pengukuran dengan keakuratan yang tinggi
biasanya juga tepat. Di sisi lain, pengukuran dengan ketepatan yang tinggi belum tentu
akurat. Sebagai contoh, kalibrasi meterstick secara ceroboh atau kesalahan
penimbangan mungkin memberikan pembacaan ketepatan yang salah.

1.7
Bagaimana Memecahkan Masalah
Saudara sudah dikenalkan pada notasi ilmiah, angka penting, dan dimensi analisis, yang
akan membantu Saudara dalam memecahkan masalah numerik. Kimia melibatkan
penelitian eksperimental dan banyak masalah kuantitatif di alam. Kunci sukses dalam
memecahkan masalah adalah latihan. Sebagai pelari marathon tidak dapat hanya
mempersiapkan perlombaan secara sederhana dengan membaca buku saat berlari dan
pemain biola tidak dapat memberikan konser yang sukses hanya melalui hafalan
komposisi musik, kamu tidak dapat meyakini pemahaman kimia Saudara tanpa
memecahkan masalah. Langkah berikut akan membantu untuk meningkatkan
kemampuan Saudara dalam pemecahan masalah numerik:

K i m i a D a s a r 1 | 21

1. Baca pertanyaan dengan seksama. Pahami informasi yang diberikan dan apa yang
ditanyakan untuk dipecahkan. Seringkali sangat membantu untuk membuat
sketsa/bagan yang akan membatu Saudara untuk memvisualisasikan keadaan.
2. Temukan persamaan yang mungkin yang memiliki hubungan dengan informasi yang
diberikan dan kuantitas yang tidak diketahui. Terkadang, dalam memecahkan
masalah akan melibatkan lebih dari satu langkah, dan Saudara mungkin diharapkan
untuk mencari kuantitas dalam tabel yang tidak disediakan dalam soal. Dimensi
analisis sering dibutuhkan untuk konversi.
3. Cek jawaban Saudara untuk kebenaran tanda, satuan, dan angka penting.
4. Bagian yang sangat penting dari memecahkan soal adalah memutuskan apakah
jawaban tersebut beralasan (masuk akal). Itu secara relatif mudah untuk menemukan
tanda yang salah atau satuan yang tidak benar. Tetapi jika jumlah (katakan 8)
ditempatkan di tempat yang tidak benar dalam penyebut sebagai gantinya pembilang,
jawabannya akan terlalu kecil meskipun tanda dan satuan dari kuantitas perhitungan
benar.
5. Salah satu jalan untuk mengecek jawaban dengan cepat adalah membuat perkiraan
ball-park. Idenya di sini adalah untuk membulatkan angka sedemikian rupa
sehingga kita menyederhanakan perhitungan. Pendekatan ini kadang-kadang disebut
back-of-the-envelope calculation karena dapat dilakukan dengan mudah tanpa
menggunakan kalkulator. Jawaban yang Saudara dapat tidak akan tepat, tetapi akan
mendekati yang benar.
Ringkasan
1. Metode ilmiah merupakan sebuah pendekatan sistematis untuk penelitian yang
dimulai dengan pengumpulan informasi melalui pengamatan dan pengukuran. Dalam
proses ini, hipotesis, hukum, dan teori diciptakan dan diuji.
2. Ahli kimia mempelajari materi dan zat dari mana itu disusun. Semua zat, pada
prinsipnya, dapat berada dalam tiga wujud: padat, cair, dan gas. Perubahan antara tiga
wujud tersebut diakibatkan oleh perubahan temperatur.
3. Zat yang paling sederhana dalam kimia adalah unsur. Senyawa dibentuk oleh
kombinasi atom-atom dari unsur yang berbeda. Zat mempunyai keduanya, sifat fisika
yang dapat diamati tanpa adanya perubahan identitas zat tersebut, dan sifat kimia
yang ketika ditunjukkan, mengubah identitas zat tersebut.
4. Satuan SI digunakan untuk menyatakan kuantitas fisik dalam sains, termasuk kimia,
jumlah yang dinyatakan dalam notasi ilmiah memiliki bentuk N 10 n , dimana N
adalah antara 1 dan 10 dan n adalah bilangan bulat positif atau negatif. Notasi ilmiah
membantu kita untuk menangani kuantitas yang sangat besar dan sangat kecil.
Sebagian besar pengukuran kuantitas tidak teliti untuk beberapa jangkauan. Jumlah
angka penting mengindikasikan ketelitian dari pengukuran.
5. Dalam metode analisis dimensi pemecahan masalah satuan dikalikan bersama-sama,
dibagi satu sama lain, atau dibatalkan seperti jumlah aljabar. Mendapatkan satuan
yang benar untuk jawaban akhir yang memastikan bahwa perhitungan telah dilakukan
dengan benar.
STOIKIOMETRI 21

K i m i a D a s a r 1 | 22

Pertanyaan dan Soal


Definisi Dasar
Pertanyaan mengulang
1.1 Definisikan istilah berikut: (a) materi, (b) massa, (c) berat, (d) zat, (e) campuran.
1.2 Manakah dari pernyataan ini yang secara ilmiah benar?
Massa dari siswa adalah 56 kg.
Berat dari siswa adalah 56 kg.
1.3 Berikan sebuah contoh dari campuran homogen dan sebuah contoh dari campuran
heterogen.
1.4 Apa perbedaan antara sifat fisika dan sifat kimia?
1.5 Berikan sebuah contoh dari sifat insensif dan sebuah contoh dari sifat ekstensif.
1.6 Definisikan istilah berikut: (a) unsur, (b) senyawa.
Soal
1.7 Pernyataan ini mendeskripsikan sifat fisika atau sifat kimia?
(a) Gas oksigen membantu pembakaran.
(b) Pupuk membantu meningkatkan hasil pertanian.
(c) Air mendidih di bawah 100C di pegunungan.
(d) Uranium merupakan unsur radioaktif.
1.8 Deskripsi ini merupakan perubahan fisika atau perubahan kimia?
(a) Gas helium dalam balon cenderung bocor setelah beberapa jam.
(b) Lampu senter lambat laun akan redup dan akhirnya mati.
(c) Jus jeruk beku dikembalikan ke bentuksemula dengan menambahkan air ke
dalamnya.
(d) Pertumbuhan tanaman tergantung energi matahari dalam proses yang disebut
fotosintesis.
(e) Satu sendok garam larut dalam semangkuk sup.
1.9 Manakah dari sifat ini yang intensif dan manakah yang ekstensif?
(a) panjang, (b) volume, (c) temperatur, (d) massa.
1.10 Manakah dari sifat ini yang intensif dan manakah yang ekstensif?
(a) luas, (b) warna, (c) densitas.
1.11 Klasifikasikan masing-masing zat ini sebagai unsur atau senyawa:
(a) hidrogen, (b) air, (c) emas, (d) gula.
1.12 Klasifikasikan masing-masing zat ini sebagai unsur atau senyawa:
(a) natrium klorida (garam dapur), (b) helium, (c) alckhol, (d) platina.
Satuan
Pertanyaan Mengulang
1.13 Berikan satuan SI untuk ekspresi ini:
(a) panjang, (b) luas, (c) volume, (d) massa, (e) waktu, (f) gaya, (g) energi, (h)
temperatur.

K i m i a D a s a r 1 | 23

1.14 Tuliskan bilangan untuk awalan ini:


(a) mega-, (b) kilo-, (c) desi-, (d) centi-, (e) mili-, (f) mikro-, (g) nano-, (h) piko-.
1.15 Definisikan kerapatan. Satuan apa yang secara normal digunakan oleh ahli kimia
untuk kerapatan? Kerapatan termasuk sifat insensif atau ekstensif?
1.16 Tuliskan persamaan untuk mengubah derajat Celsius ke derajat Fahrenheit dan
derajat fahrenheit ke derajat Celsius.
Soal
1.17 Sebuah bola timah memiliki massa 1,203 104 g, dan volumenya 1,053 103 cm3
. Hitung kerapatannya.
1.18 Air raksa adalah logam yang dalam temperatur kamar berupa cairan.
Kerapatannya 13,6 g/mL. Berapa gram air raksa yang akan menempati volume
95,8 mL?
1.19 (a) secara normal, tubuh manusia dapat bertahan pada temperatur 105F hanya
untuk jangka waktu pendek tanpa bahaya permanen pada otak dan organ vital
lainnya. Berapa temperatur tersebut dalam derajat Celsius?
(b) Etilen glikol adalah cairan senyawa organik yang digunakan sebagai anti beku
dalam radiator mobil. Itu membeku pada 211,5C. Hitung temperatur pembekuan
tersebut dalam derajat Fahrenheit.
(c) Temperatur pada permukaan matahari kira-kira 6300C. Berapa temperatur
tersebut dalam derajat Fahrenheit?
(d) Temperatur dari kertas yang dibakar adalah 451F. Berapa temperatur tersebut
dalam derajat Celsius?
1.20 (a) Ubah temperatur berikut ke Kelvin: (i) 113C, titik leleh belerang, (ii) 37C,
temperatur normal tubuh, (iii) 357C, titik didih air raksa.
(b) Ubah temperatur berikut ke derajat Celsius: (i) 77 K, titik didih cairan
nitrogen, (ii) 4.2 K, titik didih cairan helium, (iii) 601 K, titik leleh timah.
Notasi Ilmiah
Soal
1.21 Ekspresikan bilangan ini dalam notasi ilmiah:
(a) 0,000000027, (b) 356, (c) 0,096.
1.22 Ekspresikan bilangan ini dalam notasi ilmiah:
(a) 0,749, (b) 802,6, (c) 0,000000621.
1.23 Ubah ini ke bukan notasi ilmiah: (a) 1,523 104, (b) 7,78 10-8.
1.24 Ubah ini ke bukan notasi ilmiah: (a) 3,256 10-5, (b) 6.03 106.
1.25 Ekspresikan jawaban ini dalam notasi ilmiah:
(a) 145,75 + (2,3 10-1)
(b) 79,500 : (2,5 102)
(c) (7,0 10-3) - (8,0 10-4)
(d) (1,0 104) (9.9 106)
1.26 Ekspresikan jawaban ini dalam notasi ilmiah:
(a) 0,0095 + (8,5 10-3)
STOIKIOMETRI 23

K i m i a D a s a r 1 | 24
(b) 653 : (5,75 10-8)
(c) 850,000 - (9,0 105)
(d) (3,6 10-4) (3,6 106)
Angka Penting
Soal
1.27 Berapa jumlah angka penting dalam masing-masing pengukuran kuantitas
berikut? (a) 4867 mil, (b) 56 mL, (c) 60.104 ton, (d) 2900 g.
1.28 Berapa jumlah angka penting dalam masing-masing pengukuran kuantitas
berikut? (a) 40,2 g/cm3, (b) 0,0000003 cm, (c) 70 menit, (d) 4,6 1019 atom.
1.29 Langsungkan operasi ini, anggaplah adalah perhitungan dari hasil percobaan, dan
ekspresikan masing-masing jawaban dalam satuan yang benar dan dengan jumlah
angkaa penting yang benar:
(a) 5,6792 m + 0,6 m + 4,33 m
(b) 3,70 g - 2,9133 g
(c) 4,51 cm 3,6666 cm
(d) (3 104 g + 6,827 g)/(0,043 cm3 - 0,021 cm3)
1.30 Langsungkan operasi ini, anggaplah adalah perhitungan dari hasil percobaan, dan
ekspresikan masing-masing jawaban dalam satuan yang benar dan dengan jumlah
angkaa penting yang benar:
(a) 7,310 km : 5,70 km
(b) (3,26 10-3 mg) - (7,88 10-5 mg)
(c) (4,02 106 dm) + (7,74 107 dm)
(d) (7,8 m - 0.34 m)/(1,15 s + 0,82 s)
Analisis Dimensi
Soal
1.31 Lakukan konversi: (a) 22,6 m ke dm, (b) 25,4 mg ke kg.
1.32 Lakukan konversi: (a) 242 lb ke mg, (b) 68,3 cm3 ke m3.
1.33 Harga emas pada hari tertentu di tahun 2009 adalah $932 per troy ounce. Berapa
harga 1,00 g emas hari itu? (1 troy ounce = 531,03 g.)
1.34 Tiga siswa (A, B, dan C) diminta untuk menentukan volume sampel metanol.
Masing-masing siswa mengukur volume tiga kali dengan gelas ukur. Hasil dalam
mililiter adalah: A (47,2; 48,2; 47,6); B (46,9; 47,1; 47,2); C (47,8; 47,8; 47,9).
volume metanol sebenarnya adalah 47,0 mL. Siswa mana yang paling akurat?
Siswa mana yang paling tepat?
1.35 Tiga siswa (X, Y, and Z) diberi tugas menentukan massa sampel besi. Masingmasing siswa membuat tiga penentuan dengan menggunakan timbangan. Hasil
dalam gram adalah: X (61,5; 61,6; 61,4); Y (62,8; 62,2; 62,7); Z (61,9; 62,2;
62,1). Massa besi sebenarnya adalah 62,0 g. Siswa mana yang paling tidak tepat?
Siswa mana yang paling akurat?
1.36 Pejoging lambat berlari satu mil dalam 13 menit. Hitung kecepatannya dalam: (a)
inci/s, (b) m/menit, (c) km/jam. (1 mil = 51.609 m; 1 in = 2,54 cm.)

K i m i a D a s a r 1 | 25

1.37 Lakukan konversi ini:


(a) 6,0 ft orang memiliki berat 168 lb. Ekspresikan tinggi orang ini dalam meter
dan beratnya dalam kilogram. (1 lb = 453,6 g; 1 m = 3,28 ft).
(b) Batas kecepatan saat ini di beberapa negara bagian di Amerika Serikat adalah
55 mil per jam. Berapa batas kecepatan dalam kilometer per jam?
(c) Kecepatan cahaya adalah 3,0 1010 cm/s. Berapa mil melakukan perjalanan
cahaya dalam 1 jam?
(d) Timbal adalah zat beracun. Timbal "normal" memimpin isi dalam darah
manusia sekitar 0,40 bagian per juta (yaitu, 0,40 g timbal per juta gram darah).
Sebuah nilai dari 0,80 bagian per juta (ppm) dianggap berbahaya. Berapa gram
timbal yang terkandung dalam 6,0 103 g darah (jumlah rata-rata pada orang
dewasa) jika kandungan timbalnya adalah 0,62 ppm?
1.38 Lakukan konversi ini:
(a) Tahun cahaya untuk mil (satu tahun cahaya adalah ukuran astronomi dari jarak
yang ditempuh oleh cahaya dalam satu tahun, atau 365 hari),
(b) 32,4 yd ke sentimeter,
(c) 3 1010 cm/s ke ft/s,
(d) 47,4F ke derajat Celsius,
(e) -273,15C (temperatur terendah) ke derajat Fahrenheit,
(f) 71,2 cm3 ke m3,
(g) 7,2 m3 ke liter.
1.39 Aluminium adalah logam yang ringan (kerapatan = 2,70 g/cm3) digunakan dalam
konstruksi pesawat terbang, jalur transmisi daya tinggi, dan foil. Berapa
kerapatannya dalam kg/m3?
1.40 Kerapatan gas amoniak di bawah kondisi tertentu adalah 0,625 g/L. Hitung
kerapatannya dalam g/cm3.
Soal Tambahan
1.41 Manakah dari deskripsi yang termasuk sifat fisika dan yang termasuk sifat kimia?
(a) Besi cenderung untuk berkarat.
(b) Hujan da daerah industri cenderung bersifat asam.
(c) Molekul Hemoglobin berwarna merah.
(d) Ketika segelas air dibiarkan di bawah terik matahai, air berangsur-angsur
menghilang.
(e) Karbondioksida di udara diubah ke molekul yang lebih kompleks oleh
tanaman selama fotosintesis.
1.42 Pada tahun 2004, kira-kira 87,0 miliyar pon asam sulfat diproduksi di Amerika
Serikat. Ubah kuantitas ini ke ton.
1.43 Seandainya skala temperatur baru diciptakan yang titk leleh etanol (-117.3C) dan
titik didih etanol (78.3C) diambil sebagai 0S dan 100S, berturut-turut, dimana
S adalah simbol untuk skala temperatur baru. Turunkan hubungan persamaan
pembacaan pada skala ini untuk pembacaan skala Celsius. Apa yang akan
termometer baca pada 25C?
STOIKIOMETRI 25

K i m i a D a s a r 1 | 26
1.44 Dalam penentuan kerapatan batang logam berbentuk persegi, seorang siswa
membuat pengukuran berikut: panjang 8,53 cm; lebar, 2,4 cm; tinggi, 1,0 cm;
massa, 52,7064 g. Hitung kerapatan logam untuk jumlah angka penting yang
benar.
1.45 Hitung massa dari masing-masing: (a) bola emas dengan jari-jari 10,0 cm [volume
bola dengan jari-jari r adalah V= (4/3 r3; kerapatan emas = 19,3 g/cm3), (b)
kubus platinum dengan panjang tepi 0,040 mm (kerapatan platina = 21,4 g/cm3),
(c) 50,0 mL etanol (kerapatan etanol = 0,798 g/mL).
1.46 Tabung gelas silinder sepanjang 12,7 cm dipenuhi dengan air raksa. Massa air
raksa yang dibutuhkan untuk memenuhi tabung ditemukan sebesar 105,5 g.
Hitung diameter dalam tabung. (kerapatan air raksa = 13,6 g/mL.)
1.47 Prosedur ini dilakukan untuk menentukan volume dari labu. Labu ditimbang
dalam keadaan kering kemudian diisi penuh dengan air. Jika massa labu kosong
dan labu penuh adalah 56,12 g dan 87,39 g, berturut-turut, dan kerapatan air
0,9976 g/cm3, hitung volume labu dalam sentimeter kubik (cm3).
1.48 Perak (Ag) seberat 194,3 g ditempatkan ke dalam gelas ukur yang berisi 242,0 mL
air. Volume air sekarang terbaca 260,5 mL. Dari data ini, hitung kerapatan perak.
1.49 Percobaan yang dideskripsikan pada masalah 1.48 bersifat kasar tetapi mudah
digunakan untuk menentukan kerapatan beberapa padatan. Deskripsikan
percobaan yang mirip untuk mengukur kerapatan es. Secara spesifik, apa saja
keperluan untuk cairan yang digunakan dalam percobaanmu?
1.50 Kecepatan bunyi di udara pada temperatur ruang kira-kira 343 m/s. Hitung
kecepatan dalam mil per jan (mph).
1.51 Termometer medisinal biasanya digunakan di rumah dapat membaca hingga
0.1F, sedangkan di kantor dokter mungkin keakuratannya hingga 0.1C. dalam
derajat Celsius, ekspresikan temperatur badan dari 38,9C .
1.52 Sebuah termometer memberikan pembacaan 24,2C 0,1C. hitung temperatur
dalam derajat Fahrenheit. Apa itu ketidakpastian?
1.53 Vanili (digunakan untuk memberi cita rasa es krim vanila dan makanan lainnya)
adalah zat yang beraroma mendeteksi dalam jumlah terkecil. Ambang batas
adalah 2,0 10-11 g per liter udara. Jika harga saat ini dari 50 g vanili adalah $112,
tentukan harga untuk mensuplai cukup vanili sehingga bau dapat terdeteksi di
bangsal pesawat terbang dari volume 5,0 107 ft3.
1.54 Orang dewasa yang beristirahat membutuhkan kira-kira 240 mL oksigen
murni/menit dan bernafas kira-kira 12 kali per menit. Jika penghirupan udara
berisi 20 persen volume oksigen dan penghembusan udara 16 persen, berapa
volume udara tiap bernafas?
1.55 Volume air laut total adalah 1,5 1021 L. Asumsikan air laut mengandung 3,1
persen massa natrium klorida dan kerapatannya 1,03 g/mL. Hitung massa total
natrium klorida dalam kilogram dan dalam ton. (1 ton = 2000 lb; lb = 453,6 g.)
1.56 Magnesium (Mg) adalah logam berharga yang digunakan dalam aloi, baterai, dan
sintesis kimia. itu sebagian besar didapat dari air laut, yang mengandung kira-kira
1,3 g Mg untuk setiap kg air laut. Hitung volume air laut (dalam liter) yang

K i m i a D a s a r 1 | 27

1.57

1.58
1.59
1.60

diperlukan untuk mengekstrak 8,0 104 ton Mg, yang produksi kasar tiap tahun di
Amerika Serikat. (Kerapatan air laut = 1,03 g/mL.)
Seorang siswa diberi krusibel dan diminta untuk membuktikan apakah itu terbuat
dari platina murni. Pertama, dia menimbang krusibel di udara kemudian
menimbangnya digantung dalam air (kerapatan = 0.9986 g/cm3). Pembacaannya
berturut-turut adalah 860,2 g dan 820,2 g. Kerapatan platina adalah 21,45 g/cm3,
seharusnya apa kesimpulannya berdasarkan pengukuran ini? (Petunjuk: sebuah
benda yang digandul dalam sebuah cairan mengapung dengan massa cairan
berkurang dari bendanya. Abaikan kekuatan mengapung udara)
Pada temperatur berapa pembacaan numerik pada termometer Celsius sama
dengan termometer Fahrenheit?
Luas permukaan dan kedalaman rata-rata Laut Pasifik berturut-turut adalah 1,8
108 km2 and 3,9 103 m. Hitung volume air dalam laut dalam liter.
Persen kesalahan sering diekspresikan sebagai nilai absolut dari perbedaan antara
nilai sebenarnya dan nilai percobaan, dibagi nilai sebenarnya:
persen kesalahan =

1.61

1.62

1.63

1.64

Nilai sebenarnya Nilai pada percobaan


100%
Nilai sebenarnya

dimana garis vertikal mengindikasikan nilai absolut. Hitung persen kesalahan


untuk pengukuran ini: (a) kerapatan alkohol (etanol)yang ditemukan sebesar 0,802
g/mL. (nilai sebenarnya: 0,798 g/mL.) (b) massa emas dalam anting yang
dianalisis 0,837 g (nilai sebenarnya: 0,864 g.).
Osmium (Os) adalah dikenal sebagai unsur paling padat (kerapatan = 22,57
g/cm3). Hitung massa dalam pon dan kilogram dari bola Os 15 cm dalam diameter
(kira-kira seukuran buah anggur). Lihat soal 1.45 untuk volume bola.
1,0 mL volume air laut mengandung kira-kira 4,0 10-12 emas. Volume total air
laut adalah 1,51021 L. Hitung jumlah total emas dalam gram yang terdapat dalam
air laut dan harganya dalam dolar, asumsikan bahwa harga emas adalah $930 per
ons. Dengan banyak emas di sana, mengapa belum ada seorangpun yang kaya
dengan menambang emas dari lautan?
Lapisan tipis kulit bumi, disebut kerak, mengandung hanya 0,50 persen dari massa
total bumi namun merupakan sumber hampir semua unsur (atmosfer menyediakan
unsur seperti oksigen, nitrogen, dan beberapa gas lainnya). Silikon (Si) adalah
unsur kedua yang kelimpahannya terbanyak di kerak bumi (27,2 persen massa).
Hitung massa silikon dalam kilogram di kerak bumi. (Massa bumi 5,9 1021 ton.
1 ton = 200 lb; 1 lb = 453,6 g.)
Diameter atom tembaga (Cu) kira-kira 1,3 10-10 m. Berapa kali kamu dapat
membagi sama rata sepotong 10 cm kawat tembaga hingga tereduksi menjadi dua
bagian atom tembaga? (asumsikan ada alat yang cocok untuk prosedur ini dan
bahwa atom tembaga berbaris dalam satu garis lurus. Saling bersentuhan satu
sama lain.) bulatkan jawabanmu ke bilangan bulat.

STOIKIOMETRI 27

K i m i a D a s a r 1 | 28
1.65 Satu galon bensin yang terbakar dalam mobil memghasilkan rata-rata 9,5 kg
karbondioksida, yang merupakan gas rumah kaca, yaitu, menaikkan panas
atmosfer bumi. Hitung produksi tahunan dari karbondioksida dalam kiligram jika
ada 40 juta mobil di Amerika Serikat, dan masing-masing mobil meliputi jarak
500 mil pada rata-rata konsumsi 20 mil per galon.
1.66 Selembar aluminum (Al) foil memilki luas total 1,000 ft 2 dan massa 3,636 g.
Berapa ketebalan foil in millimeter? (kerapatan Al = 2,699 g/cm3.)
1.67 Klorin digunakan untuk disinfektan kolam renang. Konsentrasi yang diterima
untuk tujuan ini adalah 1 ppm klorin atau 1 g klorin per juta g air. Hitung volume
larutan klorin (dalam mL) yang seharusnya pemilik tambahkan untuk kolam
renangnya jika larutan mengandung 6,0 persen klorin per massa dan ada 2 104
galon air dalam kolam. (1 galon = 3,79 L; kerapatan cairan = 1,0 g/mL)
1.68 Floridasi adalah proses penambahan senyawa florin pada air minum untuk
membantu mengatasi karies gigi. Konsentrasi 1 ppm florin cukup untuk tujuan. (1
ppm berarti 1 g florin per 1 juta g air). Senyawa tersebut secara normal dipilih
untuk floridasi adalah natrium florida, yang juga ditambahkan ke beberapa pasta
gigi. Hitung kuantitas natrium florida dalam kilogram yang dibutuhkan per tahun
untuk kota dari 50.000 orang jika konsumsi air tiap hari per orang 150 galon.
Berapa persen natrium florida yang dibuang jika tiap oranghanya menggunakan
6,0 L air per hari untuk minum dan memasak? (natrium florida mengandung 45,0
persen florin per massa. 1 galon = 3,79 L; 1 tahun = 365 hari; kerapatan air = 1,0
g/mL).
1.69 Dalam konservasi air, ahli kimia menyebarkan film tipis dari material inert
tertentu di atas permukaan air untuk menurunkan kecepatan evaporasi air dalam
reservoir. Teknik ini dirintis oleh Benjamin Franklin tiga abad yang lalu. Franklin
menemukan bahwa 0,10 mL minyak dapat terpancar di atas permukaan air kirakira 40 m2 di area. Asumsikan bahwa minyak membentuk layer tunggal, yaitu,
sebuah lapisan yang hanya setebal satu molekul, perkirakan panjang masingmasing minyak molekul dalam nanometer (1 nm = 1 10-9 m)
1.70 Feromon adalah senyawa yang disekresikan oleh spesies serangga betina untuk
menarik. Biasanya 1,0 10-8 g feromon cukup untuk mencapai semua target
jantan dalam radius 0,50 mil. Hitung kerapatan feromon (dalam g/L) dalam ruang
silinder udara yang memilki radius 0,50 mil dan tinggi 40 kaki.

K i m i a D a s a r 1 | 29

BAB 2.
ATOM, MOLEKUL, DAN ION
Deskripsi
Perkembangan Teori Atom: Penelitian tentang partikel penyusun materi telah dimulai
sejak zaman kuno. Teori modern tentang atom dikemukakan oleh John Dalton yang
menyatakan bahwa unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil yang disebut atom.
Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik satu dengan yang lain. Unsur
yang berbeda berbeda pula jenis atom penyusunnya.
Struktur Atom : Sebuah atom terdiri dari tiga partikel dasar : proton, elektron, dan
neutron. Proton bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, dan neutron tidak bermuatan. Proton dan neutron yang terletak di daerah yang kecil pada pusat atom yang disebut inti, dan elektron tersebar pada jarak tertentu di sekitar inti.
Identifikasi Atom : Nomor atom menunjukkan jumlah proton dalam inti. Atom dari
unsur berbeda memiliki nomor atom yang berbeda. Isotop adalah atom dari unsur sejenis yang memiliki jumlah neutron berbeda. Nomor massa merupakan jumlah dari
proton dan neutron dalam sebuah atom.
Tabel Periodik : Unsur dapat dikelompokkan berdasarkan sifat fikika dan kimianya
dalam sebuah bagan khusus yang disebut tabel periodik. Tabel periodik memungkinkan
kita untuk mengklasifikasikan unsur-unsur (seperti logam, metaloid, dan nonlogam) dan
saling mengaitkan sifat-sifatnya secara sistematis.
Dari Atom Hingga Ion dan Molekul : Atom-atom dari sebagian besar unsur saling
berinteraksi untuk membentuk senyawa. Senyawa dapat diklasifikasikan menjadi
molekul dan senyawa ionik, yang terbentuk dari ion positif (kation) dan ion negatif
(anion). Rumus kimia menunjukkan jenis dan jumlah atom dalam suatu molekul atau
senyawa.
Tatanama Senyawa : Penamaan dari berbagai macam senyawa anorganik diatur
berdasarkan seperangkat aturan sederhana.
Senyawa Organik : Jenis senyawa organik yang paling sederhana adalah hidrokarbon.
2.1 TEORI ATOM
Pada abad ke-5 SM, seorang filsuf Yunani bernama Democritus menyatakan
sebuah keyakinan bahwa semua materi terdiri dari partikel yang sangat kecil dan tidak
dapat dibagi lagi. Demokritus menyebutnya sebagai atomos (tidak dapat dipotong-

K i m i a D a s a r 1 | 30
potong atau tidak dapat dibagi lagi). Meskipun pernyataan Democritus tersebut tidak
diterima oleh banyak orang di zaman (terutama Plato dan Aristoteles), pendapat
tersebut tetap bertahan. Hasil eksperimen pada penyelidikan ilmiah awal menunjukkan
bukti yang mendukung pendapat tentang atomisme dan secara bertahap
mengembangkan definisi yang semakin modern tentang unsur dan senyawa. Pada tahun
1808, seorang ilmuwan dan guru berkebangsaan Inggris, John Dalton, merumuskan
definisi yang tepat dari penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi yang kita sebut
atom.
Hasil kerja Dalton menandai dimulainya era modern kimia. Hipotesis Dalton
tentang sifat materi berdasarkan teori atom Dalton dapat diringkas sebagai berikut.
1. Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil, yang disebut atom.
2. Atom-atom penyusun suatu unsur merupakan atom identik dengan ukuran, massa,
dan sifat kimia yang sama. Atom-atom penyusun unsur tertentu berbeda dari atomatom penyusun unsur lainnya.
3. Senyawa terdiri dari atom-atom yang berasal lebih dari satu unsur. Dalam setiap
senyawa, perbandingan jumlah atom dari dua unsur pembentuk senyawa merupakan
bilangan bulat atau pecahan sederhana.
4. Reaksi kimia hanya melibatkan pemisahan, kombinasi, atau penataan ulang atomatom, tetapi tidak melibatkan pembentukan atau pemecahan atom.

Atom-atom unsur X Atom-atom unsur Y Senyawa dari unsur X dan Y


Gambar 2.1 Gambaran Skematik Hipotesis Dalton no. 2 dan 3. Menurut teori atom Dalton, atomatom dari unsur yang sama adalah identik, namun atom-atom suatu unsur berbeda dari unsur yang lain.
Senyawa terbentuk dari atom-atom unsur X dan Y. Pada contoh, perbandingan atom unsur X:Y = 2:1.

Konsep atom Dalton jauh lebih rinci dan spesifik dibandingkan Democritus.
Dalam hipotesis kedua dinyatakan bahwa atom dari suatu unsur berbeda dari atom
unsur-unsur yang lain. Dalton tidak menggambarkan lebih mendalam tentang struktur
atau komposisi atom, beliau tidak sampai berpikir seperti apa sebenarnya atom itu.
Tetapi dia menyadari bahwa perbedaan sifat yang ditunjukkan oleh unsur-unsur seperti
hydrogen dan oksigen dapat dijelas dapat dijelaskan dengan mengasumsikan bahwa
atom hidrogen yang tidak sama dengan atom oksigen.
Hipotesis ketiga menyatakan bahwa dalam pembentukan suatu senyawa, tidak
hanya dibutuhkan atom dari jenis unsur yang tepat dari elemen, namun jumlah atomatom tersebut juga harus spesifik. Pernyataan ini merupakan kelanjutan dari hukum
perbandingan tetap yang dicetuskan oleh Joseph Proust, seorang ahli kimia Perancis,

K i m i a D a s a r 1 | 31

pada tahun 1799. Hukum Perbandingan Tetap Proust menyatakan bahwa dari beberapa
sampel senyawa tertentu selalu mengandung unsur-unsur penyusunnya engan
perbandingan massa yang sama. Dengan demikian, jika kita menganalisis beberapa
sampel gas karbon dioksida dari sumber yang berbeda, maka kita akan menemukan
perbandingan massa yang konstan antara karbon dan oksigen. Hal ini cukup beralasan
karena jika perbandingan massa unsur-unsur yang berbeda dalam suatu senyawa adalah
tetap, maka perbandingan atom unsur-unsur ddalam senyawa juga harus tetap (konstan).
Hipotesis ketiga Dalton juga mendukung hukum lain yang penting yaitu Hukum
Perbandingan Berganda. Menurut hukum ini, dua unsur dapat membentuk dua senyawa
atau lebih , jika massa salah satu unsur dalam kedua senyawa adalah sama, maka
perbandingan massa unsur yang lain dalam kedua senyawa tersebut akan berbanding
sebagai bilangan bulat sederhana. Teori Dalton menjelaskan hukum perbandingan
berganda dengan cukup sederhana : senyawa dapat dibedakan menurut jumlah atom
yang saling berikatan. Sebagai contoh, karbon membentuk dua senyawa yang stabil
dengan oksigen, yaitu karbon monoksida dan karbon dioksida. Teknik pengukuran
modern menunjukkan bahwa satu atom karbon berikatan dengan satu atom oksigen
dalam karbon monoksida dan satu atom karbon akan berikatan dengan dua atom
oksigen untuk membentuk karbon dioksida. Dengan demikian, perbandingan oksigen
dalam karbon monoksida oksigen karbon dioksida adalah 1:2 dengan massa karbon
yang sama. Hasil ini sesuai dengan hukum perbandingan berganda karena massa unsur
dalam suatu senyawa sebanding dengan jumlah atom unsurnya.

Gambar 2.2 Ilustrasi Hukum Perbandingan Berganda. Perbandingan oksigen dalam karbon
monoksida dan karbon dioksida adalah 1:2

Hipotesis keempat Dalton merupakan cara lain untuk menyatakan Hukum


Kekekalan Massa, yaitu materi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Karena
materi tersusun atas atom-atom yang tidak dapat berubah selama terjadi reaksi kimia,
maka massa juga akal kekal. Pemikiran Dalton yang cemerlang tentang sifat-sifat
materi merupakan stimulus utama yang mendorong pesatnya perkembangan ilmu kimia
di abad kesembilan belas.
2.2 STRUKTUR ATOM
Menurut teori atom Dalton, atom didefinisikan sebagai unit dasar suatu unsur
yang dapat berkombinasi secara kimiawi. Dalton membayangkan atom sebagai sesuatu
yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi-bagi. Namun, serangkaian penyelidikan yang
dimulai pada tahun 1850-an dan berkembang hingga abad kedua puluh jelas
menunjukkan bahwa atom pada dasarnya memiliki struktur internal yang terdiri dari
partikel-partikel yang lebih kecil dan disebut partikel subatomik. Penelitian-penelitian
yang akan dijelaskan selanjutnya mengarah pada penemuan tiga partikel subatomik,
yaitu elektron, proton, dan neutron.
Elektron

K i m i a D a s a r 1 | 32
Pada tahun 1890-an, banyak ilmuwan tertarik untuk mempelajari radiasi, suatu
jenis emisi dan transmisi energi melalui ruang dalam bentuk gelombang. Informasi
yang diperoleh dari penelitian ini memberikan kontribusi yang besar terhadap pengetahuan tentang struktur atom. Salah satu perangkat penyelidikan yang digunakan
adalah tabung sinar katoda, yang merupakan awal mula dari tabung televisi (Gambar
2.3). Tabung sinar katoda berupa sebuah tabung kaca yang sebagian besar udara
didalamnya telah dikosongkan. Ketika dua pelat logam terhubung dengan sumber listrik
tegangan tinggi, pelat bermuatan negatif, yang disebut katoda, akan memancarkan sinar
tak terlihat. Sinar katoda akan tertarik ke pelat bermuatan positif, yang disebut anoda.
Sinar tersebut akan melewati lubang hingga mencapai ujung tabung. Ketika sinar
mengenai permukaan yang dilapisi oleh lapisan khusus, sinar akan menghasilkan
fluoresensi atau cahaya terang yang kuat.

Gambar 2.3 Tabung sinar katoda dengan medan listrik yang tegak lurus terhadap arah sinar katoda dan
sebuah medan magnet eksternal. Simbol N dan S menunjukkan kutub utara dan selatan magnet. Sinar
katoda akan mengenai ujung tabung (A) akibat pengaruh medan magnet, di C akibat pengaruh medan
listrik, dan di B ketika tidak ada pengaruh medan magent atau listrik dari luar atau jika efek medan
magnet dan listrik tidak saling mempengaruhi satu sama lain.

Pada beberapa percobaan, dua pelat bermuatan listrik dan sebuah magnet
ditambahkan pada bagian luar dari tabung sinar katoda (lihat Gambar 2.3). Jika medan
magnet menyala dan medan listrik dimatikan, sinar katoda akan mengenai titik A.
Sedangkan jika hanya medan listrik saja yang aktif, sinar akan menumbuk titik C.
Ketika medan magnet dan medan listrik dimatikan atau keduanya memiliki kekuatan
yang seimbang, maka keduanya akan saling meniadakan pengaruh satu sama lain dan
sinar akan mengenai titik B. Menurut teori elektromagnetik, suatu benda bermuatan
yang bergerak akan berperilaku seperti magnet dan dapat berinteraksi dengan medan
listrik dan medan magnet yang dilaluinya. Karena sinar katoda tertarik oleh pelat bermuatan positif dan tertolak oleh pelat bermuatan negatif, maka sinar katoda pasti terdiri
atas partikel-partikel bermuatan negatif. Seperti yang diketahui, partikel-partikel
bermuatan negatif disebut sebagai elektron. Gambar 2.4 menunjukkan efek sebuah
magnet batang terhadap sinar katoda.

K i m i a D a s a r 1 | 33

(a)

(b)

(c)

Gambar 2.4 (a) Sinar katoda yang dihasilkan dalam tabung tak bermuatan akan mengalir dari katoda
(kiri) menuju anoda (kanan). Pada dasarnya sinar tersebut tidak tampak, namun adanya fluoresensi dari
lapisan seng sulfida pada permukaan kaca menyebabkan sinar berwarna hijau. (b) Sinar katoda akan
mengarah ke bawah jika magnet didekatkan. (c) Jika kutub magnet dibalik maka sinar akan
membengkok ke arah yang berlawanan.

Seorang fisikawan Inggris, JJ Thomson, menggunakan tabung sinar katoda dan


ilmunya tentang teori elektromagnetik untuk menentukan perbandingan antara muatan
listrik dengan massa elektron tunggal yang menunjukkan angka -1.76 x 108 C/g, dimana
C adalah Coulomb, satuan muatan listrik. Selanjutnya, serangkaian percobaan dilakukan
oleh R.A. Millikan, seorang fisikawan Amerika, antara tahun 19081917. R.A Milikan
menemukan muatan elektron sebesar -1,6022 x 1019 C. Dari data tersebut, ia
memperhitungkan massa elektron sebagai berikut :


1,6022 1019
=
1,76 108
= 9,10 1028
=

Nilai tersebut menunjukkan massa electron yang sangat kecil.


Radioaktivitas
Pada tahun 1895, fisikawan Jerman, Wilhelm Rntgen, menyadari bahwa sinar
katoda menyebabkan kaca dan logam memancarkan sinar yang sangat tidak biasa.
Radiasi ini berenergi tinggi sehingga dapat menembus materi, menutup pelat fotografi
dengan lapisan gelap, dan menyebabkan berbagai jenis zat berpendar. Karena sinar
tersebut tidak dapat dibelokkan oleh magnet, maka sinar tersebut tidak mengandung
partikel bermuatan seperti sinar katoda. Rntgen menyebutnya sinar X.
Tidak lama setelah penemuan Rntgen, Antoine Becquerel, seorang profesor
fisika di Paris, mulai mempelajari sifat berpendarnya materi. Secara kebetulan, ia
menemukan bahwa jika suatu pelat fotografi dengan lapisan tebal dibiarkan terkena
senyawa uranium tertentu akan menyebabkan pelat menjadi gelap, bahkan tanpa adanya
pengaruh sinar katoda. Seperti sinar X, sinar dari senyawa uranium tersebut berenergi
dan tidak dapat dibelokkan oleh magnet. Namun, sinar tersebut berbeda dengan sinar X
karena dihasilkan secara spontan. Salah satu siswa Becquerel, Marie Curie,

K i m i a D a s a r 1 | 34
memberikan nama radioaktivitas untuk menggambarkan emisi secara spontan oleh
partikel dan/atau radiasi. Akibatnya, setiap unsur yang memancarkan radiasi secara
spontan disebut unsur radioaktif.

Gambar 2.5 Tiga jenis sinar hasil emisi unsur radioaktif. Sinar terdiri dari partikel bermuatan negativ
(elektron) sehingga tertarik oleh pelat bermuatan positif. Hal yang sama juga berlaku untuk sinar yang
bermuatan positif sehingga ia tertarik ke pelat bermuatan negativ. Karena sinar tidak bermuatan maka ia
tidak terpengaruh oleh medan listrik eksternal.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa pada proses penembakan atau


pemecahan zat radioaktif seperti uranium akan menghasilkan tiga jenis sinar. Dua
diantaranya dapat dibelokkan oleh pelat logam yang bermuatan berlawanan (Gambar
2.5). Sinar alpha () terdiri dari partikel-partikel bermuatan positif, yang disebut
partikel , oleh karena itu dibelokkan oleh pelat bermuatan positif. Sinar beta () atau
partikel , adalah elektron dan dibelokkan oleh pelat bermuatan negatif. Jenis sinar
ketiga adalah radiasi radioaktif, terdiri dari sinar berenergi tinggi yang disebut sinar
gamma (). Seperti sinar X, sinar tidak bermuatan dan tidak terpengaruh oleh medan
listrik atau medan magnet eksternal.
Proton dan Inti Atom
Pada awal 1900-an, dua spesifikasi tentang atom menjadi jelas : (1) atom
mengandung elektron dan (2) atom tidak bermuatan (netral). Untuk menjaga
kenetralannya, atom harus memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang sama.
Berdasarkan hal tersebut, Thomson berpendapat bahwa atom dapat dianggap sebagai
bola bermuatan positif dengan electron tersebar di permukaan bola tersebut (Gambar
2.6). Model atom Thomson yang disebut pula model "roti kismis" merupakan teori
atom yang diterima hingga beberapa tahun.
Pada tahun 1910, seorang fisikawan Selandia Baru, Ernest Rutherford, yang
sebelumnya belajar bersama Thomson di Universitas Cambridge, memutuskan untuk
menggunakan suatu partikel untuk meneliti lebih lanjut tentang struktur atom. Bersama
dengan rekannya, Hans Geiger dan seorang sarjana bernama Ernest Marsden,

K i m i a D a s a r 1 | 35

Rutherford melakukan serangkaian percobaan menggunakan lempeng emas dan logam


lain yang sangat tipis sebagai target partikel yang berasal dari sumber zat radioaktif
(Gambar 2.7). Mereka mengamati bahwa sebagian besar partikel menembus lempengan
(diteruskan) dan hanya sedikit yang dibelokkan. Mereka juga menyadari bahwa partikel
dibelokkan pada sudut yang besar. Padahal seharusnya partikel justru dipantulkan
dari arah ia datang. Temuan ini benar-benar mengejutkan, karena dalam model
Thomson muatan positif tersebar di dalam atom sehingga partikel sinar yang
ditembakkan diharapkan dapat melewati atom dengan sedikit pembauran. Ketika
Rutherford menceritakan penemuannya ini, ia mengatakan "Ini sama luar biasanya
dengan jika Anda menembak lempeng setebal 15inci pada selembar kertas tisu dan
lempeng tersebut terlempar kembali dan memukul Anda."

Gambar 2.7 (a) Desain percobaan Rutherford tentang hamburan partikel oleh lempengan emas.
Sebagian besar partikel dapat melewati lempeng emas dengan sedikit atau tanpa terhambur.
Sedangkan sebagian kecil dipantulkan dengan sudut yang sangat besar. (b) Gambaran dari partikel
yang diteruskan dan diapntulkan oleh inti atom.

Berdasarkan hasil percobaan tentang hamburan sinar partikel , Rutherford


menyusun model baru tentang struktur atom, dimana sebagian besar atom berupa ruang
kosong. Struktur ini akan memungkinkan sebagian besar partikel melewati lempeng
emas dengan sedikit partikel yang dibelokkan. Rutherford juga berpendapat bahwa
muatan positif atom terpusat pada inti atom. Hal inilah yang menyebabkan partikel
yang mendekati nukleus akan terkena gaya tolak yang besar dengan sudut hamburan
yang besar pula. Selain itu, partikel yang bergerak menuju inti akan mengalami
tolakan yang besar sehingga partikel akan bergerak ke arah yang berlawanan.
Partikel bermuatan positif dalam inti atom disebut proton. Dalam percobaan
terpisah ditemukan bahwa muatan tiap proton sama dengan elektron dan massa proton
adalah 1,67262 x 10-24g, atau sekitar 1840 kali lebih berat dibandingkan massa elektron.
Pada tahap penyelidikan, para ilmuwan menerima pendapat Rutherford tentang
atom. Massa inti atom merupakan sebagian besar dari massa atom secara keseluruhan,
namun inti hanya menempati sekitar 1/1013 dari volume atom. Dalam Satuan
International (SI), atom (dan molekul) dinyatakan dalam satuan pikometer (pm),
dimana 1pm = 1 x 10-12m.

K i m i a D a s a r 1 | 36

(a)

(b)

Gambar 2.6 Model atom Thomson biasanya dimisalkan seperti model roti kismis,
makanan penutup tradisional Inggris. Elektron berada pada bola yang bermuatan
positif.
Jari-jari atom berukuran sekitar 100pm, sedangkan jari-jari inti atom hanya
sekitar 5 X 10-3pm. Anda dapat mengumpamakan ukuran relatif atom dan intinya
dengan membayangkan bahwa jika atom sebuah stadion olahraga, maka volume intinya
akan sebanding dengan sebuah kelereng kecil. Meskipun proton terletak hanya terbatas
pada inti atom, elektron dipahami sebagai partikel yang tersebar dengan jarak tertentu
dari inti.

Jika ukuran atom dianggap sebagai stadion olahraga, maka inti atom hanya berukuran
sebesar kelereng

Neutron
Model atom Rutherford meninggalkan satu masalah besar yang belum
terpecahkan. Seperti yang telah diketahui, hidrogen, atom paling sederhana, hanya
memiliki satu proton dan atom helium memiliki dua proton. Oleh karena itu,
perbandingan massa atom helium dengan atom hidrogen seharusnya adalah 2:1.
(Karena massa elektron jauh lebih ringan dari proton, maka kontribusi electron terhadap
massa atom dapat diabaikan.) Namun dalam kenyataannya, perbandingan massanya
adalah 4:1.
Rutherford dan peneliti-peneliti lain mengatakan bahwa seharusnya ada partikel
subatomik lain dalam inti atom. Hal ini dibuktikan oleh seorang fisikawan Inggris
bernama James Chadwick pada tahun 1932. Ketika Chadwick dibombardir lembaran

K i m i a D a s a r 1 | 37

tipis berilium dengan partikel , radiasi berenergi sangat tinggi yang mirip dengan sinar
dipancarkan oleh logam. Percobaan selanjutnya menunjukkan bahwa sinar tersebut
sebenarnya terdiri dari partikel-partikel tidak bermuatan (netral) dengan massa yang
sedikit lebih besar daripada proton. Chadwick menyebut partikel ini sebagai neutron.
Berdasarkan hasil penemuan ini, masalah perbandingan massa telah terpecahkan.
Dalam inti helium terdapat dua proton dan dua neutron, tetapi dalam inti hidrogen
hanya ada satu proton tanpa neutron, oleh karena itu perbandingan massanya adalah
4:1.
Ada beberapa partikel subatomik lain, tapi elektron, proton, dan neutron adalah
tiga komponen dasar atom yang penting dalam ilmu kimia. Tabel 2.1 menunjukkan
massa dan muatan ketiga partikel dasar tersebut.
Table 2.1 Massa dan Muatan Partikel Subatomik
Muatan
Partikel Subatomik

Massa (g)

Elektron *

Coulomb

Satuan
Muatan

9,10938 x 10-28

1,6022 x 10-19

Proton

1,67262 x 10-24

+ 1,6022 x 10-19

+1

Neutron

1,67493 x 10-24

* Penelitian yang lebih teliti memberikan nilai yang lebih akurat terhadap massa elektron
dibandingkan Millikan.
2.3 Nomor Atom, Nomor Massa, dan Isotop
Semua atom dapat diidentifikasi berdasarkan jumlah proton dan neutron yang
dikandungnya. Jumlah proton dalam inti setiap atom suatu unsur disebut nomor atom
(Z). Dalam atom netral, jumlah proton sama dengan jumlah elektron, sehingga nomor
atom juga dapat menunjukkan jumlah elektron dalam atom. Identitas kimia atom dapat
ditentukan hanya berdasarkan nomor atom. Sebagai contoh, nitrogen memiliki nomor
atom 7, berarti setiap atom nitrogen netral memiliki 7 proton dan elektron 7. Dengan
kata lain, setiap atom yang memiliki 7 proton dalam intinya pasti atom nitrogen.
Nomor massa (A) adalah jumlah total antara neutron dan proton yang terdapat
dalam inti atom suatu unsur. Selain bentuk paling umum dari atom hidrogen yang
hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron, semua inti atom mengandung
proton dan neutron. Secara umum, nomor massa dinyatakan sebagai :
= +
= +
Jumlah neutron dalam sebuah atom merupakan selisih antara nomor massa dan
nomor atom, A Z. Sebagai contoh, jika nomor massa suatu jenis atom boron adalah 12
dan nomor atomnya adalah 5 (menunjukkan jumlah proton dalam inti), maka jumlah
neutronnya adalah 12 5 = 7. Perhatikan bahwa ketiga kuantitas (nomor atom, jumlah

K i m i a D a s a r 1 | 38
neutron, dan nomor massa) harus merupakan bilangan bulat positif.
Dalam kebanyakan kasus, tidak semua atom dari unsur tertentu memiliki massa
yang sama. Atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor massa yang berbeda
disebut isotop. Misalnya, hydrogen memiliki tiga isotop. Isotop yang pertama dikenal
sebagai hidrogen, memiliki satu proton namun tidak memiliki neutron. Isotop kedua
adalah deuterium yang memiliki satu proton dan satu neutron, dan yang ketiga adalah
tritium yang memiliki satu proton dan dua neutron. Berikut adalah cara untuk
menuliskan nomor atom dan nomor massa dari suatu atom unsur X :
nomor massa
nomor atom

Dengan demikian, untuk isotop hydrogen dapat ditulis :


1
2
3
1
1
1
hidrogen
deuterium
tritium

Contoh lainnya, perhatikan dua isotop uranium dengan nomor massa 235 dan
238 berikut.
238
235
92
92
Isotop pertama digunakan dalam reaktor nuklir dan bom atom, sedangkan isotop kedua
kurang memiliki sifat yang diperlukan untuk diaplikasikan seperti isotop pertama.
Dengan pengecualian atom hidrogen, isotop dari unsur-unsur dapat diidentifikasi dari
nomor massanya. Dengan demikian, kedua isotop tersebut disebut uranium-235
(diucapkan "uranium dua tigapuluh lima") dan uranium-238 (diucapkan "uranium dua
tiga puluh delapan").
Sifat-sifat kimia suatu unsur terutama lebih ditentukan oleh proton dan elektron
yang terkandung dalam atom tersebut, neutron tidak berperan dalam perubahan kimia
pada kondisi normal. Oleh karena itu, isotop dari unsur yang sama memiliki sifat kimia
yang mirip, membentuk jenis senyawa yang sama dan memiliki reaktivitas yang serupa.
Contoh 2.1
Hitunglah jumlah proton, neutron, dan electron dari masing-masing spesies berikut.
a. 195
79
197
b. 79
c. 18

K i m i a D a s a r 1 | 39

d. Karbon-13
Penyelesaian
a. Nomor atom Au (emas adalah 79, jadi terdapat 79 proton. Nomor massanya 195,
jadi jumlah neutronnya adalah 195 79 = 116. Jumlah elektron sama dengan proton,
yaitu 79.
b. Jumlah proton sama dengan no.(a) yaitu 79. Nomor massanya adalah 197, jadi
jumlah neutronnya adalah 197 79 = 118. Jumlah elektronnya juga sama seperti
no.(a), 79. Spesies pada no.(a) dan (b) merupakan isotop emas dengan sifat kimia
yang mirip.
c. Nomor atom F (fluorin) adalah 9, jadi ada 9 proton. Nomor massanya adalah 18,
jadi jumlah neutronnya adalah 18 9 = 9. Jumlah elektron sama dengan jumlah
proton, yaitu 9.
d. Karbon-13 dapat dinyatakan sebagai 13C. nomor atom karbon adalah 6, jadi ada 13
6=7 neutron. Jumlah elektronnya adalah 6.
REVIEW OF CONCEPTS
(a) Berapakah nomor atom dari unsur yang memiliki 12 neutron dengan nomor massa
24?
(b) Berapakah nomor massa atom silikon dengan 16 neutron di dalam intinya?
(c) Berapa jumlah proton, neutron, dan electron pada isotop tembaga 63Cu?
2.4 Tabel Periodik
Lebih dari setengah unsur yang dikenal saat ini ditemukan antara tahun 1800 dan
1900. Selama periode ini, para ahli kimia mencatat ada beberapa unsur yang memiliki
banyak kemiripan satu sama lain. Pengenalan tentang keteraturan sifat fisika dan kimia
materi secara periodik dan kebutuhan untuk mengatur sejumlah besar informasi yang
tersedia tentang struktur dan sifat-sifat unsur penyusun materi mendorong
berkembangnya tabel periodik sebuah tabel dimana unsur-unsur dengan sifat fisika
dan kimia yang mirip dikelompokkan bersama-sama. Gambar 2.9 menunjukkan tabel
periodik modern, dimana unsur-unsur disusun berdasarkan nomor atom (ditulis pada
bagian atas lambing unsur) dalam baris horizontal yang disebut periode dan dalam
kolom vertikal yang disebut golongan, sesuai dengan kemiripan sifat kimianya.
Perhatikan bahwa baru-baru ini unsur 112, 114, 116, dan 118 telah disintesis, meskipun
mereka belum diberi nama.

K i m i a D a s a r 1 | 40

Gambar 2.9 Tabel periodik modern. Unsur-unsur disusun sesuai dengan nomor atom yang tertulis di atas
lambang unsur. Kecuali hidrogen (H), semua unsur nonlogam terletak pada tabel sebelah kanan. Dua
baris logam pada bagian utama tabel dipisahkan dengan tujuan agar tabel tidak terlalu lebar. Sebenarnya,
cerium (Ce) harus mengikuti lantanum (La), dan thorium (Th) terletak tepat setelah aktinium (Ac).
Penulisan golongan dari 1-18 telah direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied
Chemistry (IUPAC), tetapi belum digunakan secara luas. Dalam teks ini digunakan notasi standar
Amerika Serikat untuk nomor golongan (1A 8A dan 1B 8B). Unsur-112 hingga unsur-116 dan unsur118 belum diberi nama, sedangkan unsur-117 belum disintesis.

Unsur-unsur dapat dibagi dalam tiga kategori logam, nonlogam, dan semilogam
(metaloid). Logam merupakan konduktor panas dan listrik yang baik, sedangkan unsur
nonlogam biasanya merupakan konduktor panas dan listrik yang buruk. Unsur-unsur
metaloid memiliki sifat antara unsur logam dan nonlogam. Gambar 2.9 menunjukkan
bahwa sebagian besar unsur yang telah diketahui berupa logam, hanya tujuh belas unsur
nonlogam, dan delapan unsur metaloid. Dari kiri ke kanan dalam tiap periode, sifat fisik
dan kimia unsur berubah secara bertahap dari logam hingga non logam. Tabel periodik
merupakan alat yang praktis untuk menunjukkan hubungan sifat dari unsur-unsur secara
sistematik dan membantu memprediksi tentang perilaku kimia unsur tertentu.
Dalam tabel periodik, unsur-unsur sering dinyatakan secara kolektif dalam
golongannya (misalnya golongan 1A, 2A, dan sebagainya). Namun, beberapa golongan
unsur memiliki nama khusus. Misalnya unsur-unsur golongan 1A (Li, Na, K, Rb, Cs,
dan Fr) disebut golongan logam alkali, dan unsur-unsur golongan 2A (Be, Mg, Ca, Sr,
Ba, dan Ra) disebut logam alkali tanah. Unsur-unsur dalam golongan 7A (F, Cl, Br, I,
dan At) dikenal sebagai halogen, dan unsur-unsur golongan 8A (He, Ne, Ar, Kr, Xe,
dan Rn) disebut gas mulia. Nama-nama golongan yang lain akan diperkenalkan
kemudian.

K i m i a D a s a r 1 | 41

REVIEW OF CONCEPTS
Dalam tabel periodik, apakah sifat-sifat kimia mengalami perubahan yang signifikan
dalam satu periode (dari kiri ke kanan) atau dalam satu golongan (dari atas ke bawah) ?
2.5 Molekul dan Ion
Dari semua unsur dalam tabel periodik, hanya enam unsur gas mulia (golongan
8A) yang ada di alam sebagai atom tunggal, yaitu He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn. Oleh
karena itu mereka disebut gas monoatomik (atom tunggal). Sebagian besar materi
tersusun atas molekul atau ion-ion yang terbentuk dari atom-atom.
Molekul
Molekul merupakan gabungan antara dua atom atau lebih dengan susunan
tertentu melalui ikatan kimia. Molekul dapat tersusun atas atom-atom dari unsur yang
sama atau atom-atom dari dua atau lebih unsur yang bergabung dengan perbandingan
tetap sesuai dengan Hukum Perbandingan Berganda yang sudah dibahas pada bagian
2.1. Dengan demikian, sebuah molekul belum tentu merupakan suatu senyawa, yang
menurut definisinya terdiri dua unsur atau lebih. Gas hidrogen misalnya, merupakan
unsur murni, tetapi terdiri dari molekul yang tersusun atas masing-masing dua atom H.
Disisi lain, air merupakan contoh senyawa molekuler yang mengandung atom hidrogen
dan oksigen dengan perbandingan dua atom H dan satu atom O. Seperti halnya atom,
molekul tidak memiliki muatan listrik (bersifat netral).
Molekul hidrogen dilambangkan sebagai H2 dan disebut molekul diatomik
karena hanya berisi dua atom. Unsur-unsur lain yang keberadaannya di alam sebagai
molekul diatomik adalah nitrogen (N2) dan oksigen (O2), serta unsur-unsur dalam
golongan VIIA fluorin (F2), klorin (Cl2), bromin (Br2), dan iodin (I2). Selain itu,
sebuah molekul diatomik juga dapat mengandung atom-atom dari unsur yang berbeda.
Contohnya hidrogen klorida (HCl) dan karbon monoksida (CO).
Namun pada kenyataannya, sebagian besar molekul mengandung lebih dari dua
atom. Molekul-moleku tersebut dapat tersusun atas atom-atom dari unsur yang sama,
misalnya seperti ozon (O3), yang terdiri dari tiga atom oksigen, atau atom-atom
penyusunnya merupakan kombinasi dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Molekul
yang mengandung lebih dari dua atom disebut molekul poliatomik, seperti ozon, air
(H2O) dan amonia (NH3).
Ion
Ion adalah atom atau sekelompok atom yang memiliki muatan total positif atau
negatif. Jumlah proton bermuatan positif dalam inti atom tetap sama selama terjadi
perubahan kimia (disebut juga reaksi kimia), tetapi elektron bermuatan yang bermuatan
negatif mungkin dilepas atau diterima oleh atom atau kelompok atom tersebut.
Hilangnya satu atau lebih elektron dari atom netral akan menghasilkan kation, yaitu
ion dengan muatan positif. Misalnya, sebuah atom natrium (Na) dapat dengan mudah
kehilangan satu elektronnya dan membentuk kation natrium dan dilambangkan dengan
Na+

K i m i a D a s a r 1 | 42
atom Na

ion Na+

11 proton
11 proton
11 elektron
10 elektron
Di sisi lain, anion adalah ion yang bermuatan negatif akibat adanya penambahan jumlah
elektron. Sebuah atom klorin (Cl) misalnya, akan menangkap elektron untuk
membentuk ion klorida, Cl
atom Cl

ion Cl

17 proton
17 elektron

17 proton
18 elektron

Natrium klorida (NaCl) atau garam meja disebut senyawa ionik karena terbentuk dari
kation dan anion.

Gambar 2.10 Ion monoatomik yang umum ditemukan diatur sesuai dengan
posisinya dalam tabel periodik. Perhatikan bahwa ion Hg22+ terdiri dari dua atom.
Sebuah atom dapat melepas atau menangkap lebih dari satu elektron. Beberapa contoh
ion yang terbentuk akibat melepas atau menangkap lebih dari satu elektron adalah
Mg2+, Fe3+, S2, dan N3. Ion Na+ dan Cl disebut ion monoatomik karena hanya
mengandung satu atom. Gambar 2.10 menunjukkan sejumlah ion monoatomik beserta
muatannya. Dengan beberapa pengecualian, logam cenderung membentuk kation
sedangkan nonlogam cenderung membentuk anion.
Selain itu, dua atau lebih atom dapat bergabung untuk membentuk suatu ion
yang memiliki muatan total positif atau negatif. Ion poliatomik seperti OH (ion
hidroksida), CN (ion sianida), dan NH4+ (ion amonium) adalah ion yang mengandung
lebih dari satu atom.
2.6 Rumus Kimia
Ahli kimia menggunakan rumus kimia untuk mengekspresikan komposisi

K i m i a D a s a r 1 | 43

molekul dan senyawa ionik dalam istilah simbol kimia. Komposisi yang dimaksud tidak
hanya kehadiran unsur tetapi juga rasio atom yang dikombinasikan. Sebagian besar di
sini mengacu pada dua tipe rumus: rumus molekul dan rumus empiris.
Rumus Molekul
Rumus molekul menunjukkan jumlah yang pasti dari atom dari masing-masing
unsure dalam unit terkecil suatu zat. Dalam diskusi kita tentang molekul, masingmasing contoh diberikan dengan rumus formulanya dalam tanda kurung. Dengan
demikian, H2 adalah rumus molekul untuk hidrogen, O2 untuk oksigen, O3 untuk ozon,
dan H2O untuk air. Angka yang berada di bawah menunjukkan jumlah atom dari unsur
yang hadir. Tidak ada indeks untuk O dalam H2O karena hanya ada satu atom oksigen
dalam satu molekul air, sehingga angka "satu" dihilangkan dari rumus. Perhatikan
bahwa oksigen (O2) dan ozon (O3) merupakan alotrop oksigen. Alotrop adalah salah
satu dari dua atau lebih bentuk yang berbeda dari suatu unsur. Dua bentuk alotrop dari
unsur karbon adalah berlian dan grafit yang secara dramatis berbeda tidak hanya
sifatnya tetapi juga dalam biaya relatifnya.
Model Molekul
Molekul terlalu kecil bagi kita untuk mengamatinya secara langsung. Sebuah
cara yang efektif untuk memvisualisasikan mereka adalah dengan menggunakan model
molekul. Dua jenis model molekul standar yang digunakan: model bola pasak dan
model ruang termampatkan (Gambar 2.11). Dalam model bola pasak, atom-atom
berupa bola kayu atau plastik dengan lubang di dalamnya. Batang atau pegas digunakan
untuk mewakili ikatan kimia. Sudut antara atom-atom membentuk perkiraan sudut
ikatan dalam molekul yang sebenarnya. Dengan pengecualian dari atom H, semua bola
memiliki ukuran yang sama dan setiap jenis atom diwakili oleh warna tertentu.
Dalam model ruang termampatkan, atom diwakili oleh potongan bola dieratkan
bersama dengan pengancing pasak, sehingga ikatan tidak terlihat. Bola proporsional
dengan ukuran atom. Langkah pertama untuk membangun sebuah model molekul
adalah menulis rumus struktur, yang menunjukkan bagaimana atom terikat satu sama
lain dalam suatu molekul. Misalnya, diketahui bahwa masing-masing dari dua atom H
yang terikat pada atom O dalam molekul air. Sehingga, rumus struktur air adalah H-OH. Sebuah garis yang menghubungkan dua simbol atom merupakan ikatan kimia.

K i m i a D a s a r 1 | 44

Gambar 2.11 Rumus molekul dan rumus struktur serta model molekul empat molekul yang umum

Model bola pasak menunjukkan susunan tiga dimensi dari atom dengan jelas,
dan mereka cukup mudah untuk dibangun. Namun, bola tidak proporsional dengan
ukuran atom. Selanjutnya, batang sangat membesar-besarkan ruang antara atom-atom
dalam molekul. Model ruang termampatkan lebih akurat karena mereka menunjukkan
variasi dalam ukuran atom. Kelemahannya adalah bahwa mereka memakan waktu
untuk menempatkan bersama-sama dan tidak menunjukkan tiga-dimensi posisi atom
denganb sangat baik. Kita akan menggunakan kedua model secara ekstensif dalam teks
ini.
Rumus Empiris
Rumus molekul hidrogen peroksida, zat yang digunakan sebagai antiseptik dan
sebagai agen pemutih untuk tekstil dan rambut, adalah H2O2. Rumus ini menunjukkan
bahwa setiap molekul hidrogen peroksida terdiri dari dua atom hidrogen dan dua atom
oksigen. Rasio atom hidrogen dan oksigen dalam molekul ini adalah 2:2 atau 1:1.
Rumus empiris hidrogen peroksida adalah HO. Jadi, rumus empiris memberitahu kita
unsur mana yang hadir dan jumlah keseluruhan rasio paling sederhana dari atom
mereka, tetapi belum tentu jumlah sebenarnya dari atom dalam molekul yang diberikan.
Sebagai contoh lain, perhatikan senyawa hidrazin (N2H4), yang digunakan sebagai
bahan bakar roket. Rumus empiris hidrazin adalah NH2. Meskipun rasio nitrogen untuk
hidrogen adalah 1:2 dalam kedua rumus molekul (N2H4) dan rumus empiris (NH2),
hanya rumus molekul yang menyatakan berapa sebenarnya atom N (dua) dan atom H
(empat) hadir dalam molekul hidrazin.
Rumus empiris adalah rumus kimia paling sederhana, mereka ditulis dengan
pengurangan subskrip dalam rumus molekul ke nomor terkecil yang mungkin dari
jumlah keseluruhan. Rumus molekul adalah rumus sebenarnya dari molekul. Jika kita
tahu rumus molekul, kita juga tahu rumus empirisnya, tetapi sebaliknya tidak benar.

K i m i a D a s a r 1 | 45

Mengapa, kemudian, ahli kimia repot-repot dengan rumus empiris? Seperti yang akan
kita lihat dalam Bab 3, ketika ahli kimia menganalisis senyawa yang tidak diketahui,
langkah pertama biasanya adalah penentuan rumus empiris senyawa. Dengan informasi
tambahan, adalah mungkin untuk menyimpulkan rumus molekul.
Bagi banyak molekul, rumus molekul dan rumus empiris adalah satu dan sama.
Beberapa contoh adalah air (H2O), amonia (NH3), karbon dioksida (CO2), dan metana
(CH4).
Contoh 2.2
Penyelesaian Mengacu pada label (lihat juga kembali kertas terakhir). Ada empat atom
H, satu atom C, dan satu atom O. Oleh karena itu, rumus molekulnya adalah CH4O.
Namun, cara standar penulisan rumus molekul untuk metanol adalah CH3OH karena
menunjukkan bagaimana atom bergabung dalam molekul.
Latihan Tuliskan rumus molekul dari kloroform, yang digunakan sebagai pelarut dan
agen pembersih. Model pasak kloroform ditunjukkan dalam margin pada p. 43.
Contoh 2.3
digunakan dalam obor las, (b) glukosa (C6H12O6), substansi yang dikenal sebagai gula
darah, dan (c) nitrogen oksida (N2O), gas yang digunakan sebagai gas anestesi ("gas
tertawa") dan sebagai propelan aerosol untuk krim kocok.
Strategi ingat kembali untuk menulis rumus empiris, subskrip dalam rumus molekul
harus dikonversi ke nomor terkecil dari seluruh kemungkinan.
Penyelesaian
(a) Ada dua atom karbon dan dua atom hidrogen dalam asetilena. Membagi subskrip
dengan 2, kita memperoleh rumus empiris CH.
(b) Dalam glukosa terdapat 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen.
Membagi subskrip dengan 6, kita memperoleh rumus empiris CH2O. Perhatikan
bahwa jika kita telah membagi subskrip dengan 3, kita akan memperoleh rumus
C2H4O2. Meskipun rasio atom karbon terhadap hidrogen terhadap oksigen dalam
C2H4O2 adalah sama seperti yang dalam C6H12O6 (1:2:1), C2H4O2 bukanlah rumus
sederhana karena subskripnya yang tidak berada dalam rasio terkecil dari
keseluruhan jumlah.
(c) Karena subskrip di N2O sudah nomor terkecil dari seluruh kemungkinan, rumus
empiris untuk nitrogen oksida adalah sama dengan rumus molekulnya.
Latihan Tuliskan rumus empiris untuk kafein (C8H10N4O2), stimulan yang ditemukan
dalam teh dan kopi.
Rumus Senyawa Ionik
Rumus senyawa ionik biasanya sama dengan rumus empiris karena senyawa ion tidak

K i m i a D a s a r 1 | 46
terdiri dari unit molekul diskrit. Misalnya, sampel padatan natrium klorida (NaCl)
terdiri dari jumlah yang sama ion Na1 dan Cl2 yang diatur dalam jaringan tiga dimensi
(Gambar 2.12). Dalam senyawa, ada rasio 1:1 dari kation ke anion sehingga senyawa
tersebut bermuatan netral. Seperti yang dapat Anda lihat pada Gambar 2.12, tidak ada
ion Na1 di NaCl dikaitkan dengan hanya satu Cl2 ion tertentu. Bahkan, masing-masing
ion Na1 adalah sama-sama diikat oleh enam ion Cl2 di sekitarnya dan sebaliknya.
Dengan demikian, NaCl adalah rumus empiris untuk natrium klorida. Dalam senyawa
ionik lain, struktur yang sebenarnya mungkin berbeda, namun susunan kation dan
anionnya sama sehingga senyawa semua elektrik netral. Perhatikan bahwa muatan pada
kation dan anion tidak ditampilkan dalam formula dari senyawa ionik.

Gambar 2.12 (a) Struktur NaCl padat (b) Sebenarnya, kation saling berinteraksi dengan anion. Pada
kedua gambar tersebut, gambar (a) dan (b), bulatan yang berukuran lebih kecil mewakili ion Na+
sedangkan yang berukuran lebih besar menunjukkan ion Cl (c) Kristal NaCl

Agar senyawa ionik menjadi netral, jumlah muatan pada kation dan anion di masingmasing rumus harus nol. Jika muatan kation dan anion secara numerik berbeda, kami
menerapkan aturan berikut untuk membuat formula elektrik netral: Subskrip dari kation
secara numerik sama dengan muatan pada anion, dan subscript dari anion secara
numerik sama dengan muatan pada kation. Jika muatan secara numerik adalah sama,
maka tidak ada subskrip yang diperlukan. Aturan ini sesuai dengan fakta bahwa karena
rumus senyawa ionik kebanyakan adalah rumus empiris, subskrip selalu harus
dikurangi dengan rasio terkecil. Mari kita perhatikan beberapa contoh.
Kalium Bromida. Kation kalium K1 dan anion bromin Br2 bergabung untuk
membentuk senyawa ion kalium bromida. Jumlah muatan adalah 11 1 (21) 5 0,
sehingga tidak ada subskrip yang diperlukan. Rumusnya adalah KBr.
Seng Iodida. Kation seng Zn2+ dan anion Iodida I1- bergabung untuk membentuk
seng iodida. Jumlah muatan satu ion Zn2+ dan satu ion I1- adalah +2 + (-1) = +1.
Untuk membuat muatan bertambahn hingga nol kita kalikan muatan -1 dari anion
dengan 2 dan menambahkan "2" subskrip ke simbol iodin. Oleh karena itu, rumus
untuk seng iodida adalah ZnI2.
Aluminum Oksida. Kationnya adalah Al3+ dan anion oksigen adalah O2-. Diagram
berikut membantu kita menentukan subskrip untuk senyawa yang dibentuk kation
dan anion:

K i m i a D a s a r 1 | 47

Jumlah muatannya adalah 2 (+3) + 3 (-2) = 0. Jadi, rumus untuk aluminium oksida
adalah Al2O3.
2.7 Penamaan Senyawa
Selain menggunakan rumus untuk menunjukkan komposisi molekul dan
senyawa, ahli kimia telah mengembangkan sistem untuk penamaan zat berdasarkan
komposisinya. Pertama, kita membaginya ke dalam tiga kategori: senyawa ionik,
senyawa molekuler, dan asam dan basa. Kemudian kita menerapkan aturan tertentu
untuk memperoleh nama ilmiah untuk suatu zat tertentu.
Senyawa Ionik
Pada Subbab 2.5 kita belajar bahwa senyawa ionik terdiri dari kation (ion positif) dan
anion (ion negatif). Dengan pengecualian penting dari ion amonium, NH4+, semua
kation yang menarik berasal dari atom logam. Nama kation logam diambil dari nama
unsur-unsur. Misalnya,
Unsur
Nama Kation
1
Na natrium
Na
ion natrium (atau kation natrium)
1
K kalium K
ion kalium (atau kation kalium)
Mg magnesium
Mg21 ion magnesium (atau kation magnesium)
Al aluminium
Al31 ion aluminium (atau kation aluminium)
Kebanyakan senyawa ionik merupakan senyawa biner, atau senyawa yang
hanya terbentuk dari dua unsur. Untuk senyawa biner ionik, unsur yang pertama kali
disebut adalah kation logam, diikuti oleh anion non logam. Dengan demikian, NaCl
adalah natrium klorida. Anion diberi nama dengan mengambil bagian pertama dari
nama unsur (klorin), dan menambahkan "-ida." Kalium bromida(KBr), seng iodida
(ZnI2), dan aluminium oksida (Al2O3) juga senyawa biner. Tabel 2.2 menunjukkan
tatanama"-ida" dari beberapa anion monoatomik umum menurut posisi mereka dalam
tabel periodik.
Tabel 2.2 Tata nama "-ida" Beberapa Anion monoatomik yang umum
Menurut Posisinya dalam Tabel Periodik
Golongan 4A
Golongan 5A
Golongan 6A
Golongan 7A
4
3
2
C Karbida (C )* N Nitrida (N ) O Oksida (O )
F Fluorida (F)
Si Silisida (Si4)
P Fosfida (P3)
S Sulfida (S2)
Cl Klorida (Cl)
Se Selenida (Se2)
Br Bromida (Br)
Te Telluride (Te22)
I Iodide (I2)

K i m i a D a s a r 1 | 48
*Kata "karbida" juga digunakan untuk anion
Tabel 2.3
Kation
aluminium (Al3+)
amonium (NH4+)
barium (Ba2+)
kadmium (Cd2+)
kalsium (Ca2+)
cesium (Cs+)
kromium(III) (Cr3+)
tembaga(II) atau kobalto (Co2+)
tembaga(I) atau kupro (Cu+)
tembaga(II) atau kupri (Cu2+)
hidrogen (H+)
besi(II) or ferro (Fe2+)
besi(III) or ferri (Fe3+)
timbal(II) atau plumbo (Pb 2+)
litium (Li+)
magnesium (Mg2+)
mangan(II) or mangano (Mn2+)
raksa(I) atau merkuro (Hg22+)*
raksa(II) atau merkuri (Hg2+)
kalium (K+)
rubidium (Rb+)
perak (Ag+)
natrium (Na+)
stronsium (Sr2+)
timah(II) atau stano (Sn2+)
seng (Zn2+)

Nama dan Rumus dari Beberapa Kation dan


Anion Anorganik Umum
Anion
bromida (Br)
karbonat (CO3 2 )
klorat (ClO2 3)
klorida (Cl)
kromat (CrO4 2 )
sianida (CN)
dikromat (Cr2O7 2 )
dihidrogen fosfat (H2PO2 )
fluorida (F)
hidrida (H)
hidrogen karbonat atau bikarbonat (HCO2 )
hidrogen fosfat (HPO4 2 )
hidrogen sulfat or bisulfat (HSO2)
hidroksida (OH)
iodida (I)
nitrat (NO2 )
nitrida (N3)
nitrit (NO2 )
oxide (O2)
permanganat (MnO2)
peroksida (O2 2 )
fosfat (PO4 3 )
sulfat (SO4 2 )
sulfida (S2)
sulfit (SO3 2)
tiosianat(SCN)

Merkuri (I) ada sebagai pasangan seperti yang ditunjukkan


Akhiran"-ida" juga digunakan untuk kelompok tertentu yang mengandung anion
unsur-unsur yang berbeda, seperti hidroksida (OH) dan sianida (CN). Dengan
demikian, senyawa LiOH dan KCN diberi nama litium hidroksida dan kalium sianida.
Senyawa ini dan beberapa zat ionik lain disebut senyawa terner, berarti senyawa yang
terdiri dari tiga unsur. Tabel 2.3 berisi daftar nama-nama dari sejumlah kation dan anion
umum berdasarkan abjad.
Logam tertentu, khususnya logam transisi, dapat membentuk lebih dari satu
jenis kation. Contohnya adalah besi. Besi dapat membentuk dua kation: Fe2+ dan Fe3+.
Prosedur yang diterima untuk menunjukkan kation yang berbeda dari unsur yang sama
adalah dengan menggunakan angka Romawi. Angka romawi I digunakan untuk satu
muatan positif, II untuk dua muatan positif, dan sebagainya. Ini disebut sistem Stock.
Dalam sistem ini, ion Fe3+ dan Fe2+ disebut besi (II) dan besi (III), dan senyawa FeCl2
(mengandung ion Fe2+) dan FeCl3 (mengandung ion Fe3+) disebut besi-dua klorida dan
besi-tiga klorida. Sebagai contoh lain, atom mangan (Mn) dapat mengasumsikan
beberapa muatan positif yang berbeda:
Mn2+: MnO
mangan(II) oksida
3+
Mn : Mn2O3
mangan(III) oksida

K i m i a D a s a r 1 | 49

Mn4+ : MnO2
mangan(IV) oksida
Nama-nama senyawa tersebut "mangan-dua oksida," "mangan-tiga oksida," dan
"mangan-empat oksida."
Senyawa Molekuler
Tidak seperti senyawa ionik, senyawa molekuler mengandung unit molekul diskrit.
Senyawa ini biasanya terdiri dari unsur-unsur non logam. Kebanyakan senyawa
molekuler adalah senyawa biner. Penamaan senyawa molekuler biner mirip dengan
penamaan senyawa ionik biner. Nama unsur pertama disebutkan terlebih dahulu, diikuti
nama unsur kedua dengan menambahkan akhiran "-ida". Beberapa contohnya adalah
HCl Hidrogen klorida
SiC Silikon karbida
HBr Hidrogen bromida
Sangat umum bagi sepasang unsur untuk membentuk senyawa yang berbeda.
Dalam kasus ini, kebingungan dalam penamaan senyawa dihindari dengan
menggunakan prefiks Yunani untuk menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang
ada (Tabel 2.4). Pikirkan contoh berikut:
CO Karbon
monoksida
CO2 Karbon dioksida
SO2 Belerang
dioksida

SO3

Belerang trioksida

NO2
N2O4

Nitrogen dioksida
Dinitrogen tetroksida

Pedoman ini sangat membantu ketika kalian menamai senyawa dengan prefiks:
Awalan "mono-" dapat dihilangkan untuk unsur pertama. Misalnya, PCl3 bernama
fosfor triklorida, bukan monofosfor triklorida. Dengan demikian, tidak adanya awalan
untuk unsur pertama biasanya berarti bahwa hanya satu atom unsur yang ada dalam
molekul.
Untuk oksida, akhiran "a" di awalan kadang-kadang diabaikan. Misalnya, N2O4 dapat
disebut dinitrogen tetroksida daripada dinitrogen tetraoksida.
Pengecualian penggunaan prefiks Yunani adalah terhadap senyawa molekuler yang
mengandung hidrogen. Secara tradisional, kebanyakan senyawa ini disebut dengan
nama umumnya secara tidak sistematis atau dengan nama-nama yang tidak
menunjukkan jumlah atom H yang ada yang secara spesifik:
B2H6
CH4
SiH4
NH3

Diborana
Metana
Silana
Amonia

PH3
H2O
H2S

Fosfina
Air
Hidrogen sulfida

Perhatikan bahwa bahkan urutan penulisan unsur-unsur dalam rumus tidak teratur.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa H ditulis pertama di air dan hidrogen sulfida,
sedangkan H ditulis terakhir dalam senyawa lainnya.

K i m i a D a s a r 1 | 50
Rumus untuk senyawa molekuler biasanya ditulis langsung. Dengan demikian, nama
arsenik trifluorida berarti bahwa ada satu atom As dan tiga atom F dalam masingmasing molekul dan rumus molekulnya AsF3. Perhatikan bahwa urutan unsur dalam
rumus adalah sama seperti yang ada di namanya.
Tabel 2.4
Prefiks
monoditritetrapentaheksaheptaoktanonadeka-

Prefiks Yunani yang Digunakan dalam Penamaan


Senyawa Molekuler
Arti
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Gambar 2.13 merangkum langkah-langkah untuk penamaan senyawa ionik dan


molekuler.
Asam dan Basa
Penamaan Asam
Asam dapat digambarkan sebagai zat yang menghasilkan ion hidrogen (H+) bila
dilarutkan ke dalam air. (H+) adalah setara dengan satu proton, dan sering disebut
sebagai proton. Rumus untuk asam mengandung satu atom hidrogen atau lebih serta
gugus anionik. Anion yang namanya diakhiri dengan -ida" telah dihubungkan dengan
asam berawalan" hidro-"dan berakhiran "-at", seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2.5.
Dalam beberapa kasus, dua nama yang berbeda diberikan untuk rumus kimia yang
sama. Misalnya, HCl dikenal baik sebagai hidrogen klorida dan asam klorida. Nama
yang digunakan untuk senyawa ini tergantung pada kondisi fisiknya. Dalam keadaan
cair gas atau murni, HCl adalah senyawa molekul yang disebut hidrogen klorida. Ketika
dilarutkan dalam air, molekul pecah menjadi ion H+ dan Cl, dalam kondisi ini,
substansi ini disebut asam klorida.
Tabel 2.5
Anion
F (fluorida)
Cl (klorida)
Br (bromida)
I (iodida)
CN (sianida)
S 2 (sulfida)

Beberapa Asam Sederhana


Asam yang Sesuai
HF (asam hidrofluorida)
HCl (asam hidroklorida)
HBr (asam hidrobromida)
HI (asam hidroiodida)
HCN (asam hidrosianida)
H2S (asam hidrosulfida)

Asam okso adalah asam yang mengandung hidrogen, oksigen, dan unsur lain
(unsur pusat). Rumus dari asam okso biasanya ditulis dengan H pertama, diikuti oleh

K i m i a D a s a r 1 | 51

unsur pusat dan kemudian O. Kami menggunakan lima asam umum berikut sebagai
referensi kami dalam penamaan asam okso:
H2CO3 asam karbonat
H3PO4 asam fosfat
HClO3 asam klorat
H2SO4 asam sulfat
HNO3 asam nitrat
Seringkali dua atau lebih asam okso memiliki atom pusat yang sama tetapi memiliki
nomor yang berbeda pada atom O. Dimulai dengan asam okso referensi kami, yang
namanya semua berakhir dengan "-at," kita menggunakan aturan berikut untuk nama
senyawa ini.
1. Penambahan satu atom O pada asam "-at": asam ini disebut asam "per. . . -at ".
Dengan demikian, penambahan satu atom O pada HClO3 mengubah asam klorat
menjadi asam perklorat, HClO4.
2. Penghapusan satu atom O dari asam "-at": asam ini disebut asam "-it". Dengan
demikian, asam nitrat, HNO3, menjadi asam nitrit, HNO2.
3. Penghapusan dua atom O dari asam "-at": asam ini disebut asam "hipo. . . -it ". Jadi,
ketika HBrO3 diubah menjadi HBrO, asam ini disebut asam hipobromit.
Aturan untuk penamaan anion dari asam okso, disebut oksoanion:
1. Ketika semua ion H dikeluarkan dari asam "-at", nama anion ini berakhir dengan "at". Sebagai contoh, anion CO32 yang berasal dari H2CO3 disebut karbonat.
2. Ketika semua ion H dikeluarkan dari asam "-it", nama anion itu berakhiran dengan
"-it." Dengan demikian, anion ClO22 yang berasal dari HClO2 disebut klorit.
3. Nama-nama anion di mana satu atau lebih (tetapi tidak semua) ion hidrogen telah
dihapus harus mengindikasikan jumlah ion H yang ada. Sebagai contoh, perhatikan
anion yang berasal dari asam fosfat:
H3PO4 Asam fosfat
HPO42 Hidrogen fosfat
H2PO4 Dihidrogen fosfat
PO43 Fosfat
Perhatikan bahwa kita biasanya menghilangkan awalan "mono-" ketika hanya ada satu
H di anion. Tabel 2.6 memberikan nama-nama asam okso dan oksoanion yang
mengandung klorin, dan Gambar 2.14 merangkum tatanama untuk asam okso dan
oksoanion.
Table 2.6
Asam
HClO 4 (asam perklorat)
HClO 3 (asam klorat)
HClO 2 (asam klorit)
HClO (asam hipoklorit)

Nama asam Okso dan Oksoanion yang Mengandung Klorin


Anion
ClO 4 (perklorat)
ClO 3 (klorat)
ClO 2 (klorit)
ClO (hipoklorit)

K i m i a D a s a r 1 | 52
Penghilangan
Asam Okso

Semua ion H+

asam per--at

Oksoanion

per--at

+[O]

asam per--at

-at

[O]

asam -it

-it

[O]

asam hipo--it

hipo--it

Gambar 2.14
Penamaan Asam Okso dan Oksoanion
Penamaan Basa
Basa dapat digambarkan sebagai zat yang menghasilkan ion hidroksida (OH) ketika
dilarutkan dalam air. Beberapa contoh adalah
NaOH Natrium hidroksida Ba(OH)2 Barium hidroksida
KOH Kalium hidroksida
Amonia (NH3), merupakan suatu senyawa molekuler dalam fase gas atau cair
murni, juga diklasifikasikan sebagai basa umum. Sepintas hal ini mungkin tampaknya
menjadi pengecualian untuk definisi basa. Perhatikan bahwa basa dapat melepaskan ion
hidroksida dalam air, tetapi amonia tidak mengandung ion hidroksida dalam strukturnya
untuk menjadikannya sebagai basa. Akan tetapi, pada kenyataannya, ketika amonia
larut dalam air, NH3 bereaksi sebagian dengan air untuk menghasilkan ion NH4+ dan
OH. Dengan demikian, amonia dapat diklasifikasikan sebagai basa.
Hidrat
Hidrat merupakan senyawa yang memiliki jumlah molekul air spesifik yang menempel
pada senyawanya. Misalnya, dalam keadaan normal, setiap unit tembaga(II) sulfat
memiliki lima molekul air yang terikat dengannya. Nama sistematis untuk senyawa ini
adalah tembaga(II) sulfat pentahidrat, dan rumusnya ditulis sebagai CuSO4.5H2O.
Molekul-molekul air dapat dihilangkan dengan pemanasan. Ketika ini terjadi, senyawa
yang dihasilkan adalah CuSO4, yang kadang-kadang disebut tembaga sulfat(II)
anhidrat, "anhidrat" berarti bahwa senyawa tersebut tidak lagi memiliki molekul air
yang terikat. Beberapa hidrat lain
BaCl2.2H2O
barium klorida dihidrat
LiCl.H2O
lithium klorida monohidrat

K i m i a D a s a r 1 | 53

MgSO4.7H2O

magnesium sulfat heptahidrat

Review dan Soal-soal


Struktur Atom
Review
2.1 Tentukan istilah-istilah: (a) partikel, (b) partikel, (c) ray, (d) X ray.
2.2 Sebutkan jenis-jenis radiasi yang dikenal yang diemisikan oleh unsur-unsur
radioaktif.
2.3 Bandingkan sifat-sifat: partikel, sinar katoda, proton, neutron, dan elektron. Apa
yang dimaksud dengan "partikel dasar"?
2.4 Jelaskan kontribusi dari para ilmuwan ini untuk pengetahuan kita tentang struktur
atom: JJ Thomson, RA Millikan, Ernest Rutherford, James Chadwick.
2.5 Sebuah sampel unsur radioaktif kehilangan massa secara bertahap. Jelaskan apa
yang terjadi pada sampel.
2.6 Jelaskan secara eksperimental bahwa inti menempati sebagian kecil dari volume
atom.
Soal-soal
2.7 Diameter sebuah atom helium netral adalah sekitar 1 102 pm. Misalkan kita bisa
berbaris di sisi atom helium secara berdampingan dengan kontak dengan satu sama
lain. Kira-kira berapa banyak atom yang dibutuhkan untuk membuat jarak dari
ujung ke ujung 1 cm?
2.8 Secara kasar, jari-jari atom adalah 10.000 kali lebih besar dari intinya. Jika atom
diperbesar sehingga jari-jari intinya menjadi 10 cm, berapa jari-jari atom dalam
mil? (1 mil 5 1.609 m.)

K i m i a D a s a r 1 | 54
Nomor atom, Nomor Massa, dan Isotop
Review
2.9
Tentukan istilah-istilah: (a) nomor atom, (b) nomor massa. Mengapa
pengetahuan tentang nomor atom memungkinkan kita untuk menyimpulkan jumlah
elektron yang ada dalam atom?
2.10 Mengapa semua atom suatu unsur memiliki nomor atom yang sama, meskipun
mereka mungkin memiliki nomor massa yang berbeda? Disebut apakah atom
dari unsur yang sama dengan nomor massa yang berbeda? Jelaskan arti dari
setiap istilah dalam simbol AZX.
Soal-soal
2.11 Berapa nomor massa atom besi yang memiliki 28 neutron?
2.12 Hitung jumlah neutron dari 239Pu.
2.13 Untuk masing-masing spesies, tentukan jumlah proton dan jumlah neutron
dalam inti:
3
25
48
79
195
4
24
2 , 2 , 12, 12, 22 , 35 , 78
2.14 Tunjukkam jumlah proton, neutron, dan elektron pada masing-masing spesies:
33
63
84
130
202
15
186
7 , 16, 29 , 38 , 56 , 74 , 80
2.15 Tulislah simbol yang tepat untuk masing-masing isotop: (a) Z=11, A=23;
(b) Z= 28, A= 64.
2.16 Tulislah simbol yang tepat untuk masing-masing isotop: (a) Z= 74, A= 186,
(b) Z= 80, A= 201.
Tabel Periodik
Review
2.17 Apakah yang dimaksud dengan tabel periodik, dan apa yang maknanya dalam
kajian kimia? Apakah yang dimaksud golongan dan periode dalam tabel periodik?
2.18 Berikan dua perbedaan antara logam dan bukan logam.
2.19 Tuliskan nama dan simbol untuk empat unsur dalam masing-masing kategori:
(a) nonlogam, (b) logam, (c) metaloid.
2.20 Tanpa melihat tabel periodik, beri nama masing-masing golongan yang berhuruf
dalam tabel berikut. Berikan dua contoh dari masing-masing golongan.
A B
C D

Soal-soal

K i m i a D a s a r 1 | 55

2.21 Unsur yang namanya diakhiri dengan "-ium" biasanya logam, natrium adalah
salah satu contoh. Identifikasi unsur nonlogam yang namanya juga berakhir dengan
"ium-."
2.22 Jelaskan perubahan sifat (dari logam ke nonlogam atau dari nonlogam ke
logam)
dalam (a) golongan pada tabel periodik dan (b) periode pada tabel
periodik.
2.23 Lihat buku pegangan terkait data kimia dan fisik (tanya dosen Anda di mana
Anda dapat menemukan salinan buku pegangan) untuk menemukan
(a) dua
logam yang kurang padat dari air, (b) dua logam yang lebih padat dari raksa, (c)
unsur logam terpadat yang dikenal, (d) unsur nonlogam terpadat yang dikenal.
2.24 Kelompokkan unsur-unsur secara berpasangan yang menurut Anda
menunjukkan sifat kimia yang mirip: K, F, P, Na, Cl, dan N.
Molekul dan Ion
Review
2.25 Apa perbedaan antara atom dan molekul?
2.26 Apakah alotrop itu? Berikan contoh. Bagaimana alotrop berbeda dari isotop?
2.27 Jelaskan dua model molekul yang umum digunakan.
2.28 Berikan contoh dari masing-masing: (a) kation mononatomik, (b) anion
monoatomik, (c) kation poliatomic, (d) anion poliatomik.
Soal-soal
2.29 Manakah dari diagram berikut menunjukkan molekul diatomik, molekul
poliatomik, molekul yang bukan merupakan senyawa, molekul yang merupakan
senyawa, atau bentuk unsur suatu zat?

(a)
2.31
H2,
2.32

(b)

(c)

Identifikasi zat berikut sebagai unsur atau senyawa: NH3, N2, S8, NO, CO, CO2,
SO2.
Berikan dua contoh dari masing-masing berikut ini: (a) molekul diatomik yang
mengandung atom dari unsur yang sama, (b) molekul diatomik yang
mengandung atom dari unsur yang berbeda, (c) molekul poliatomik yang mengandung
atom dari unsur yang sama, (d ) molekul poliatomik yang mengandung atom-atom
unsur yang berbeda.
2.33 Berikan jumlah proton dan elektron pada setiap ion berikut: Na+, Ca2+, Al3+,
Fe2+, I, F, S2, O2, N3.

K i m i a D a s a r 1 | 56
2.34

Berikan jumlah proton dan elektron di setiap ion umum berikut: K+, Mg2+, Fe3+,
Br, Mn2+, C4, Cu2+.

Rumus Kimia Ulasan Pertanyaan


2.35 Apakah menunjukkan rumus kimia? Apa rasio atom dalam rumus molekul
berikut?
(a) NO, (b) NCl3, (c) N2O4, (d) P4O6
2.36 Tentukan rumus molekul dan rumus empiris. Apa persamaan dan perbedaan
antara rumus empiris dan rumus molekul senyawa?
2.37 Berikan contoh kasus di mana dua molekul memiliki rumus molekul yang
berbeda
tetapi rumus empiris yang sama.
2.38 Apakah arti P4? Bagaimana P4 berbeda dari 4P?
2.39 Apa yang dimaksud senyawa ionik? Bagaimana kenetralan listrik dapat terjadi
dalam senyawa ionik?
2.40 Jelaskan mengapa rumus kimia senyawa ionik biasanya sama dengan rumus
empirisnya.
Soal-soal
2.41 Apa rumus empiris dari senyawa berikut? (a) C2N2, (b) C6H6, (c) C9H20, (d)
P4O10,
(e) B2H6
2.42 Apa rumus empiris dari senyawa berikut? (a) Al2Br6, (b) Na2S2O4, (c) N2O5, (d)
K2Cr2O7
2.43 Tuliskan rumus molekul dari glisin, asam amino yang ada dalam protein. Kode
warna: hitam (karbon), biru (nitrogen), merah (oksigen), dan abu-abu
(hidrogen).

2.45
2.46

Manakah dari senyawa berikut kemungkinan akan ionik? Mana yang mungkin
menjadi molekul? SiCl4, LiF, BaCl2, B2H6, KCl, C2H4
Manakah dari senyawa berikut kemungkinan akan ionik? Mana yang mungkin
menjadi molekul? CH4, NaBr, BaF2, CCl4, ICl, CsCl, NF3

Penamaan Senyawa
Soal-soal

K i m i a D a s a r 1 | 57

2.47 Nama senyawa ini: (a) Na2CrO4, (b) K2HPO4, (c) HBr (gas), (d) HBr (dalam
air),
(e) Li2CO3, (f) K2Cr2O7, (g) NH4NO2, (h) PF3, (i) PF5, (j) P4O6, (k) CdI2,
(l) SrSO4,
(m) Al(OH)3, (n) Na2CO3.10H2O.
2.48 Nama senyawa ini: (a) KClO, (b) Ag2CO3, (c) FeCl2, (d) KMnO4, (e) CsClO3,
(f) HIO,
(g) FeO, (h) Fe2O3, (i) TiCl4, (j) NaH, (k) Li3N, (l) Na2O, (m) Na2O2, (n)
FeCl3.6H2O.
2.49 Tuliskan rumus untuk senyawa ini: (a) rubidium nitrit, (b) kalium sulfida, (c)
asam perbromat, (d) magnesium fosfat, (e) kalsium hidrogen fosfat, (f) boron
triklorida,
(g) iodium heptafluorida, (h) amonium sulfat, (i) perak perklorat, (j)
besi(III)
kromat, (k) kalsium sulfat dihidrat.
2.50 Tuliskan rumus untuk senyawa ini: (a) tembaga(I) sianida, (b) stronsium klorit,
(c) asam perklorat, (d) asam hidroiodida, (e) dinatrium amonium fosfat,
(f) timbal(II) karbonat, (g) timah(II) fluorida, (h) tetrafosforus dekasulfida,
(i) raksa(II) oksida, (j) raksa(I) iodida, (k) kobalt II) klorida heksahidrat.
Soal-soal Tambahan
2.51 Salah satu isotop unsur logam memiliki nomor massa 65 dan memiliki 35
neutron
di dalam inti. Kation berasal dari isotop memiliki 28 elektron. Tuliskan
simbol untuk kation ini.
2.52 Manakah dari salah satu pasangan dua spesies yang saling menyerupai sama
lain yang memiliki sifat kimia paling dekat? (a) 11 dan 11 +, (b) 147 dan 1473,
(c) 126 dan 136 .
2.53 Tabel ini menunjukkankan jumlah elektron, proton, dan neutron dalam atom
atau ion dari sejumlah unsur. (a) Manakah dari spesies yang netral? (b) Yang
bermuatan negatif? (c) Yang bermuatan positif? (d) Apa simbol konvensional
untuk semua spesies?
Atom atau ion
A
B
C
D
E
F
G
unsur
Jumlah elektron
5
10 18 28 36
5
9
Jumlah proton
5
7
19 30 35
5
9
Jumlah neutron
5
7
20 36 46
6
10
2.54 Apa yang salah atau ambigu dari deskripsi ini? (a) 1 g hidrogen, (b) empat
molekul
NaCl.
2.55 Berikut ini adalah sulfida fosfor yang dikenal: P4S3, P4S7, dan P4S10. Apakah
senyawa
ini mematuhi hukum proporsi ganda?
2.56 Manakah yang termasuk unsur, manakah yang termasuk molekul tetapi bukan
senyawa, manakah yang merupakan senyawa tetapi bukan molekul, dan
manakah
yang keduanya termasuk senyawa dan molekul?(a) SO2, (b) S8, (c) Cs,
(d) N2O5,
(e) O, (f) O2, (g) O3, (h) CH4, (i) KBr, (j) S, (k) P4, (l) LiF.
2.57 Tentukan rumus molekul dan empiris senyawa ditampilkan di sini. (Bola hitam
adalah karbon dan bola abu-abu adalah hidrogen).

K i m i a D a s a r 1 | 58

(a)

(b)

(c)

(d)

2.58

Beberapa senyawa lebih dikenal dengan nama umum mereka daripada dengan
nama sistematis kimia mereka. Cari keterangan melalui sebuah buku pegangan,
kamus, atau dosen Anda untuk rumus kimia zat: (a) es kering, (b) garam meja,
(c) gas tertawa, (d) marmer (kapur, batu kapur), (e ) kapur, (f) kapur, (g) baking
soda, (h) susu magnesium.
2.59 Isi kekosongan dalam tabel ini:
54
2+
Simbol
26
Proton
5
79 86
Neutron
6
16
117 136
Elektron
5
18
79
23
0
2.60 (a) Manakah unsur yang paling mungkin untuk membentuk senyawa ionik? (b)
Manakah unsur logam yang paling cenderung untuk membentuk kation dengan
muatan yang
berbeda?
2.61 Banyak senyawa ionik yang tersusun dari aluminium (logam golongan 3A ) atau
logam dari golongan 1A atau golongan 2A dan nonlogam, oksigen, nitrogen,
atau
halogen (golongan7A). Tuliskan semua rumus kimia dan nama dari
semua senyawa biner yang dapat dihasilkan dari kombinasi tersebut.
2.62 Simbol manakah yang memberikan informasi tentang atom: 23Na atau 11Na?
Jelaskan.
2.63 Tuliskan rumus kimia dan nama asam yang mengandung unsur-unsur golongan
7A. Lakukan hal yang sama untuk unsur golongan 3A, 4A, 5A, dan 6A.
2.64 Sebagian besar isotop unsur-unsur ringan seperti oksigen dan fosfor mengandung
jumlah proton dan neutron yang relatif sama di dalam inti, hasil terbaru
menunjukkan bahwa kelompok baru yang disebut isotop neutron-kaya isotop
dapat disiapkan. Neutron-kaya isotop ini mendorong batas stabilitas nuklir dengan
jumlah neutron yang besar mendekati "garis neutron drip." Netron kaya isotop ini
mungkin memainkan peran penting dalam reaksi nuklir bintang. Tentukan jumlah
neutron dalam neutron-kaya isotop berikut: (a) 40Mg, (b) 44Si,
(c) 48Ca, (d)
43
Al.
2.65 Manakah pasangan dari kelompok unsur-unsur berikut yang Anda harapkan untuk
menunjukkan sifat kimia yang mirip: K, F, P, Na, Cl, dan N.
2.66 Daftar unsur-unsur yang ada sebagai gas di dalam suhu ruang . (Petunjuk: Semua
unsur kecuali unsur dapat ada di golongan 5A, 6A, 7A, dan 8A.)
2.67 Logam golongan 1B , Cu, Ag, dan Au, disebut logam koin. Apa sifat kimia
membuat mereka cocok untuk dibuat menjadi koin dan perhiasan?

K i m i a D a s a r 1 | 59

2.68 Unsur-unsur di golongan 8A dari tabel periodik disebut gas mulia. Dapatkah
Anda menebak arti "mulia" dalam konteks ini?
2.69 Rumus untuk kalsium oksida adalah CaO. Apa rumus untuk magnesium oksida
dan
cesium oksida?
2.70 Mineral barium secara umum adalah barit, atau barium sulfat (BaSO4). Kelompok
unsur-unsur dalam sistem periodik yang sama memiliki sifat kimia yang mirip,
oleh
karena itu kita mungkin berharap untuk menemukan beberapa radium
sulfat (RaSO4) dicampur dengan barit karena radium adalah anggota terakhir
golongan 2A. Namun, satu-satunya sumber senyawa radium di alam ada dalam
mineral uranium. Kenapa?
2.71 Fluor bereaksi dengan hidrogen (H) dan dengan deuterium (D) untuk membentuk
hidrogen fluorida (HF) dan deuterium fluorida (DF) [deuterium ( 21 ) merupakan
isotop hidrogen]. Apakah fluor dengan jumlah tertentu akan bereaksi dengan dua
isotop hidrogen yang memiliki massa berbeda? Apakah ini melanggar hukum
proporsi pasti? Jelaskan.
2.72 Memprediksi rumus dan nama senyawa biner yang terbentuk dari unsur-unsur: (a)
Na dan H, (b) B dan O, (c) Na dan S, (d) Al dan F, (e) F dan O, (f) Sr dan Cl.
2.73 Isi kekosongan dalam tabel berikut.
Kation Anion Rumus
Nama
Magnesium bicarbonate
SrCl2
Fe3+
NO2
Mangan(II) chlorate
SnBr4
Co2+
PO32
Hg22+
I
Cu2CO3
Litium nitrida
Al3+
S2
2.74
36
6A
2.75

Identifikasi masing-masing unsur berikut: (a) anion halogen yang mengandung


elektron, (b) gas mulia radioaktif dengan 86 proton, (c) anion unsur golongan
yang mengandung 36 elektron, (d) suatu kation logam alkali yang berisi 36
elektron, (e) kation golongan 4A yang mengandung 80 elektron.
Tuliskan rumus molekul untuk dan nama dari senyawa berikut.

Soal-soal Khusus

K i m i a D a s a r 1 | 60
2.76 Massa dan energi adalah aspek alternatif dari satu kesatuan yang disebut massaenergi. Hubungan antara kedua besaran fisika adalah persamaan terkenal
Einstein, E = mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah
kecepatan cahaya. Dalam sebuah percobaan pembakaran, ditemukan bahwa
12,096 g molekul hidrogen dikombinasikan dengan 96,000 g molekul oksigen
untuk membentuk air dan melepaskan 1,715 3103 kJ panas. Hitung perubahan
massa yang sesuai dalam proses ini dan berikan komentar apakah hukum
kekekalan massa berlaku untuk proses kimia biasa. (Petunjuk: Persamaan
Einstein dapat digunakan untuk menghitung perubahan massa sebagai akibat dari
perubahan energi. 1 J = 1 kg m2/s2 dan c= 3.00 108 m/s.)
2.77 (a) Jelaskan eksperimen Rutherford dan bagaimana hal itu menyebabkan struktur
atom. Bagaimana ia dapat memperkirakan jumlah proton di dalam inti sel dari
hamburan sebuah partikel? (b) Pertimbangkan atom 23Na. Mengingat bahwa
radius dan massa inti adalah 3,041015 m dan 3,821023, masing-masing,
hitung kepadatan inti nukleus dalam g/cm3. Jari-jari atom 23Na adalah 186 pm.
Hitung kepadatan ruang yang terisi oleh elektron dalam atom natrium. Apakah
hasil Anda mendukung model atom Rutherford? [Volume bola adalah (4/3) r3,
di mana r adalah jari-jari.]
2.78 Etana dan asetilena adalah dua gas hidrokarbon. Analisis kimia menunjukkan
bahwa dalam satu sampel dari etana, 2,65 g karbon dikombinasikan dengan 0,665
g hidrogen, dan dalam satu sampel asetilena, 4,56 g karbon dikombinasikan
dengan 0,383 g hidrogen. (a) Apakah ini hasil yang konsisten dengan hukum
proporsi ganda? (b) Tilis rumus molekul untuk senyawa ini.
2.79 Gambarkan dua rumus struktural yang berbeda berdasarkan rumus molekul
C2H6O. Apakah nyata apabila Anda dapat memiliki lebih dari satu senyawa
dengan rumus molekul sama yang konsisten dengan teori atom Dalton?
2.80 Ion monoatomik memiliki muatan +2. Inti dari atom induk memiliki nomor
massa 55. Jika jumlah neutron dalam inti adalah 1,2 kali dari jumlah proton, apa
nama dan simbol unsur tersebut?
2.81 Nama asam berikut adalah:

K i m i a D a s a r 1 | 61

BAB 3.
STOIKIOMETRI
Deskripsi:
Massa Atom dan Massa Molar Massa atom yang sangat kecil ditentukan berdasarkan
perbandingannya dengan massa isotop karbon-12. Sebuah atom isotop karbon-12
memiliki massa tepat 12 unit massa atom (amu). Sedangkan untuk kepentingan
pengukuran dengan satuan gram, para ahli kimia menggunakan istilah massa molar.
Massa molar karbon-12 adalah tepat 12g dan terdiri dari sejumlah atom sebanyak
bilangan Avogadro (6,022 x 1023). Massa molar unsur lainnya juga dapat dinyatakan
dalam gram dan mengandung jumlah atom yang sama. Massa molar molekul adalah
jumlah massa molar dari atom-atom penyusunnya.
Persen Komposisi Senyawa Komposisi dari suatu senyawa biasanya dinyatakan dalam
bentuk persen komposisi, yaitu persen massa dari masing-masing unsur yang
terkandung dalam senyawa. Jika diketahui rumus kimianya, maka persen komposisi
unsur dalam senyawa tersebut dapat dihitung. Percobaan untuk menentukan persen
komposisi dan massa molar senyawa juga memungkinkan untuk menentukan rumus
kimia suatu senyawa.
Penulisan Persamaan Reaksi Kimia Cara yang paling efektif untuk menunjukkan
hasil reaksi adalah dengan menuliskan persamaan reaksinya menggunakan rumusrumus kimia. Persamaan reaksi menjelaskan perubahan yang sesungguhnya terjadi, zat
mula-mula yang berubah menjadi zat baru. Dalam persamaan reaksi, jumlah dan jenis
atom reaktan, zat mula-mula yang mengalami reaksi, sebanding dengan jumlah dan
jenis atom produk, zat baru yang terbentuk sebagai hasil reaksi.
Hubungan Massa dalam Reaksi Kimia Persamaan reaksi memungkinkan kita untuk
memprediksi banyaknya produk reaksi yang terbentuk, yang disebut hasil, serta
mengetahui banyaknya reaktan yang bereaksi atau berubah menjadi hasil reaksi.
Informasi ini sangat penting dalam reaksi kimia, baik pada skala laboratorium maupun
skala industri. Namun pada kenyataannya, hasil reaksi yang sesungguhnya hampir
selalu lebih kecil dari pada yang diperkirakan berdasarkan perhitungan dari persamaan
reaksinya. Hal ini disebabkan oleh berbagai kerumitan yang terjadi selama
berlangsungnya proses reaksi.
3.1 Massa Atom
Dalam bab ini, kita akan menghubungkan pengetahuan sebelumnya tentang
struktur dan rumus-rumus kimia untuk mempelajari massa atom dan molekul. Kedua
pengetahuan ini merupakan dasar penjelasan tentang komposisi senyawa dan
perubahannya.

K i m i a D a s a r 1 | 62

C
12,01

Nomor
Atom
N o mor
M a ss a

Massa atom tergantung pada jumlah elektron, proton, dan neutron yang
dikandungnya. Pengetahuan tentang massa atom sangat penting untuk bekerja di
laboratorium. Tetapi atom merupakan partikel yang sangat kecil, bahkan setitik terkecil
debu yang dapat dilihat dengan mata telanjang mengandung sebanyak 1 x 1016 atom!
Massa atom tunggal tidak dapat ditimbang secara jelas dan tepat, namun ada
kemungkinan untuk menentukan massa relatif satu atom terhadap massa atom lain yang
telah dapat diteliti. Langkah pertama adalah menentukan massa satu atom unsur tertentu
sehingga dapat digunakan sebagai standar.
Menurut perjanjian internasional, massa atom (disebut pula sebagai berat atom)
adalah massa atom dalam satuan massa atom (amu). Satu satuan massa atom (1 amu)
didefinisikan sebagai massa yang persis sama dengan satu per dua belas massa satu
atom karbon-12 (C-12). Karbon-12 adalah isotop karbon yang memiliki enam proton
dan enam neutron. Penetapan massa atom C-12 senilai 12 amu sebagai standar berguna
untuk mengukur massa atom unsur-unsur yang lain. Misalnya, hasil percobaan
menunjukkan bahwa massa rata-rata sebuah atom hidrogen hanya 8,400 persen dari
massa atom C-12. Dengan demikian, jika massa satu atom C-12 tepat 12amu, maka
massa atom hidrogen sebesar 0,084 x 12,00amu atau 1,008 Amu. Perhitungan serupa
menunjukkan bahwa massa atom oksigen adalah 16,00amu dan besi 55,85amu. Jadi,
meskipun kita tidak tahu persis berapa rata-rata massa atom-atom besi, kita tahu bahwa
massanya adalah sekitar 56 kali lebih besar dibanding massa atom hidrogen.
Massa Rata-rata Atom
Ketika Anda mencari massa atom karbon dalam sebuah tabel, Anda akan
menemukan bahwa nilainya tidak 12,00 amu tapi 12,01 amu. Alasan perbedaan ini
adalah bahwa sebagian besar unsur secara alami memiliki lebih dari satu isotop
(termasuk karbon). Hal ini menunjukkan bahwa massa atom suatu unsur yang kita ukur
merupakan massa rata-rata dari campuran isotop-isotopnya di alam. Sebagai contoh,
kelimpahan C-12 dan C-13 di alam secara berturut-turut adalah 98,90% dan 1,10%.
Massa atom C-13 adalah 13,00335 amu. Dengan demikian, massa rata-rata atom karbon
dapat dihitung sebagai berikut:
massa rata-rata atom karbon

= (0,9890)(12,00000 amu) + (1,0110)(12,00335 amu)


= 12,01 amu

Perhatikan bahwa dalam perhitungan yang melibatkan persentase, kita perlu


mengkonversi ke bentuk pecahan. Misalnya, 98,90% menjadi 98,90/100 atau 0,9890.
Karena keberadaan C-12 di alam jauh lebih banyak dibanding C-13, maka massa ratarata atom karbon lebih dekat ke 12 amu dari pada 13 amu.

K i m i a D a s a r 1 | 63

Penting untuk dipahami bahwa ketika kita mengatakan bahwa massa atom
karbon adalah 12,01 amu, kita mengacu pada nilai rata-rata. Jika atom karbon dapat
diperiksa secara individual, kita akan menemukan massa salah satu atom sebesar
12,00000 amu dan ada pula yang memiliki massa 13,00335 amu, tetapi tidak pernah ada
atom yang memiliki massa 12,01 amu.
CONTOH 3.1
Tembaga, sejenis logam yang dikenal sejak zaman kuno,
merupakan salah satu bahan pembuatan kabel listrik dan
uang. Massa atom dari dua isotop stabilnya, 63
29 (69,09%)
65
dan 29 (30,91%), secara berturut-turut adalah 62,93 amu
dan 64,9278 amu. Hitung massa atom rata-rata tembaga.
Penyelesaian
Pertama, persen dikonversi dalam bentuk pecahan : 69,09%
menjadi 69,09/100 atau 0,6909 dan 30,91% menjadi
30,91/100 atau 0,3091. Dari data tersebut diketahui
kontribusi massa masing-masing isotop terhadap massa
atom rata-rata, kemudian tambahkan tiap kontribusi untuk
memperoleh massa atom rata-ratanya.
(0,6909) (62,93 amu) + (0,3091) (64,9278 amu) = 63.55
amu

Latihan
Massa atom dari dua isotop stabil dari boron, 105 (19,78%)
dan 115 (80,22%), masing-masing adalah 10,0129 amu dan
11,0093 amu. Hitung massa rata-rata atom boron.
Massa atom dari berbagai unsur telah dapat ditentukan secara akurat hingga lima
atau enam angka signifikan. Namun, untuk tujuan pembelajaran biasanya massa atom
hanya menggunakan hingga empat angka signifikan. Untuk mempermudah, kita akan
menghilangkan penggunaan kata "rata-rata" dalam pembahasan massa atom unsur.
REVIEW
Massa atom helium (He), seperti yang tertulis pada tabel periodik adalah 4,003
amu. Mengingat bahwa ada dua isotop stabil He, 32 dan 42, berapakah
kemungkinan ditemukan atom helium dengan massa 4,003 jika dipilih secara acak ?
3.2 Bilangan Avogadro dan Massa Molar Unsur
Satuan massa atom merupakan skala relatif untuk massa unsur. Tetapi karena
atom memiliki massa yang sangat kecil, tidak ada neraca yang dapat digunakan untuk
menimbang hingga satuan massa atom tersebut. Dalam kondisi sebenarnya, kita hanya

K i m i a D a s a r 1 | 64
berhubungan dengan sampel makroskopik yang mengandung sejumlah besar atom.
Oleh karena itu, akan lebih mudah jika kita memiliki satuan khusus untuk
menggambarkan jumlah atom yang sangat besar. Ide untuk menunjukkan jumlah
tertentu partikel dalam sebuah objek bukan merupakan hal baru. Misalnya, sepasang (2
item), lusinan (12 item), dan gross (144 item), semua satuan tersebut terdiri dari zat
yang sama. Para ahli kimia mengukur jumah atom dan molekul dalam mol.
Dalam sistem Satuan Internasional (SI), mol adalah jumlah zat yang
mengandung sejumlah elemen dasar penyusun zat tersebut (atom, molekul, atau
partikel lain), seperti adanya sejumlah atom dalam 12 g (0,012 kg) isotop karbon-12.
Jumlah atom sebenarnya dalam 12 g isotop C-12 ditentukan secara eksperimen. Jumlah
atom yang ditemukan disebut dengan Bilangan Avogadro (NA), untuk menghormati
ilmuwan Itali, Amedeo Avogadro. Nilai bilangan Avogadro tersebut adalah :
NA = 6,0221415 x 1023
Umumnya, bilangan Avogadro dibulatkan menjadi 6,022 x 1023. Dengan demikian,
seperti halnya satu lusin jeruk yang mengandung 12 jeruk, 1 mol atom hidrogen
mengandung 6,022 x 1023 atom H. Gambar 3.1 menunjukkan sampel yang mengandung
beberapa unsur berbeda yang jumlahnya masing-masing 1 mol.

Gambar 3.1 Satu mol unsur dalam tiap gambar di atas. Karbon (serbuk hitam), belerang (serbuk kuning),
besi (berupa paku), tembaga (kawat), dan raksa (logam cair mengkilap).

Besarnya bilangan Avogadro sangat sulit untuk dibayangkan. Sebagai contoh,


jika kita menyebarkan 6,022 x 1023 jeruk di seluruh permukaan bumi akan
menghasilkan lapisan setebal 9 mil! Karena atom (dan molekul) sangat kecil, kita
memerlukan sebuah angka yang cukup besar namun terjangkau untuk dapat dipelajari.
Kita telah mengetahui bahwa satu mol karbon-12 atom memiliki massa tepat 12
g dan mengandung 6,022 x 1023 atom. Massa karbon-12 ini disebut massa molar yang

K i m i a D a s a r 1 | 65

didefinisikan sebagai massa (dalam gram atau kilogram) dari satu mol unit (seperti
atom atau molekul) suatu zat. Perhatikan bahwa angka massa molar karbon-12 (dalam
gram) sama dengan massa atom dalam satuan amu. Dengan demikian, massa atom
natrium (Na) adalah 22,99 amu dan massa molarnya adalah 22,99 g; massa atom fosfor
adalah 30,97 amu dan massa molarnya adalah 30,97 g, dan sebagainya. Jika kita
mengetahui massa atom suatu unsur, maka kita juga tahu massa molarnya.
Dengan mengetahui massa molar dan bilangan Avogadro, kita dapat menghitung
massa atom tunggal dalam gram. Sebagai contoh, kita telah mengetahui massa molar
karbon-12 adalah 12,00 g dan mengandung 6,022 x 1023 atom karbon-12 dalam satu
mol zat. Oleh karena itu, massa satu atom karbon-12 dapat dihitung sebagai berikut.
12,00 12
= 1,993 1023
6,022 1023 12
Hasil diatas dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara satuan massa
atom (amu) dan gram. Karena massa setiap atom karbon-12 adalah tepat 12 amu, maka
angka satuan massa atom yang setara dengan satu gram adalah

12
1 12
=

= 6,022 1023
1 12 1,993 1023
Sehingga,
1 = 6,022 1023
dan
1 = 1,661 1024
Contoh ini menunjukkan bahwa bilangan Avogadro dapat digunakan untuk
mengkonversi satuan massa atom (amu) dalam gram dan sebaliknya.
Massa Unsur
(m)

m/M
nM

Jumlah Mol
Unsur (n)

nNA
n/NA

Jumlah Atom Unsur


(N)

Gambar 3.2 Hubungan antara massa suatu unsur (dalam gram) dan jumlah mol unsur tersebut, serta
antara jumlah mol suatu unsur dan jumlah atom unsur tersebut. M adalah massa molar unsur (gram/mol)
dan NA adalah bilangan Avogadro.

Konsep bilangan Avogadro dan massa molar memungkinkan kita untuk


mengkonversi massa dan mol atom serta antara mol dan jumlah atom (Gambar 3.2).
Dalam perhitungan kita akan menggunakan faktor konversi berikut.
1

dan

1
6,022 1023

K i m i a D a s a r 1 | 66
dimana X melambangkan unsur. Dengan menggunakan faktor konversi yang tepat kita
dapat mengkonversi satu kuantitas menjadi kuantitas yang lain, seperti pada contoh 3.2
sampai 3.4.
CONTOH 3.2
Seng (Zn) merupakan logam keperakan yang digunakan dalam pembuatan kuningan
(dengan tembaga) dan melapisi besi untuk mencegah korosi. Berapa gram Zn yang ada
dalam 45,9 g Zn?
Penyelesaian
Faktor konversi diperlukan untuk mengkonversi gram menjadi mol adalah massa molar.
Dalam tabel periodik dapat diketahui bahwa massa molar Zn adalah 65,39 g. Hal ini
dapat dinyatakan sebagai
1 mol Zn = 65,39 g Zn
Dari persamaan ini, kita dapat menulis dua faktor konversi
1
65,39
dan
65,39
1
Faktor konversi di sebelah kiri adalah yang benar. Massa dalam gram dapat dihilangkan
sehingga meninggalkan satuan mol. Jumlah mol Zn adalah
1
45,9
= 0,702
65,39
Dengan demikian, terdapat 0,702 mol Zn dalam 45,9 g Zn
Perhatikan !
Karena massa Zn (45,9 g) kurang dari massa molar Zn (65,39 g), maka diharapkan
hasilnya akan kurang dari 1 mol.
Latihan
Hitunglah berapa gram timbal (Pb) dalam 12,4 mol timbal !
CONTOH 3.3
Belerang (S) merupakan unsur nonlogam yang terdapat dalam batubara. Ketika
batubara dibakar, sulfur berubah menjadi sulfur dioksida dan akhirnya menjadi asam
sulfat, yang menimbulkan fenomena hujan asam. Berapa banyak atom S dalam 25,1 g
belerang ?
Penyelesaian
Kita memerlukan dua faktor konversi : (1) dari gram ke mol, dan (2) dari mol ke jumlah
partikel (atom). Langkah pertama mirip dengan contoh 3.2. Karena 1 mol S = 32.07 g S,
maka faktor konversinya adalah
1
32,07

K i m i a D a s a r 1 | 67

Bilangan Avogadro adalah kunci untuk langkah kedua. Kita tahu bahwa
1 = 6,022 1023 ()
dan dengan faktor konversi
6,022 1023
1
dan
1
6,022 1023
Faktor konversi di sebelah kiri adalah yang kita butuhkan karena memiliki jumlah atom
S sebagai pembilang. Penyelesaian pertama dimulai dengan menghitung jumlah mol
yang terkandung dalam 25,1 g S dan kemudian menghitung jumlah atom S dari
sejumlah mol S.
gram S
mol S
jumlah atom S
Kita dapat menggabungkan beberapa faktor konversi tersebut dalam satu langkah
sebagai berikut :
1
6,022 1023
25,1

= 4,71 1023
32,07
1
Dengan demikian, terdapat 4,71 x 1023 atom belerang dalam 25,1 g belerang.
Latihan
Hitung jumlah atom dalam 0,551 g kalium (K) !
CONTOH 3.4
Perak (Ag) adalah logam mulia yang digunakan terutama untuk perhiasan. Berapakah
massa (dalam gram) dari satu atom Ag ?
Penyelesaian
Karena 1 mol atom Ag mengandung 6,022 x 1023 atom Ag dan memiliki massa 107,9 g
maka kita dapat menghitung massa satu atom Ag sebagai berikut.
1

1
107,9

= 1,792 1022
23
6,022 10
1

Perhatikan !
Karena 6,022 x 1023 atom Ag memiliki massa 107,9 maka massa satu atom Ag haruslah
memiliki massa yang jauh lebih kecil.
Latihan
Berapakah massa (dalam gram) dari satu atom iod (I) ?
REVIEW
Dengan hanya mengacu pada tabel periodik dan gambar 3.2, tentukan manakah yang
memiliki jumlah atom terbanyak : (a) 2 g He; (b) 110 g Fe; dan (c) 250 g Hg.
3.3 Massa Molekul
Jika kita mengetahui massa atom-atom penyusun suatu molekul maka kita dapat
menghitung massa molekulnya. Massa molekul (biasa disebut juga dengan berat

K i m i a D a s a r 1 | 68
molekul) adalah jumlah dari massa atom (dalam amu) dalam molekul tersebut.
Misalnya, massa molekul H2O dinyatakan sebagai berikut.
2 = 2( ) +
2 = 2(1,008 ) + 16,00
2 = 18,02
Secara umum, kita perlu mengalikan massa atom tiap unsur dengan jumlah atom dari
unsur yang terdapat dalam molekul kemudian dijumlah dengan seluruh unsurnya.
CONTOH 3.5
Hitung massa molekul (dalam amu) dari senyawa-senyawa berikut : (a) sulfur dioksida
(SO2) dan (b) kafein (C8H10N4O2).
Penyelesaian
Untuk menghitung massa molekul, kita harus menjumlahkan semua massa atom dalam
molekul. Untuk masing-masing unsur, kita kalikan massa atom unsur dengan jumlah
atom unsur tersebut dalam molekul. Massa atom dapat ditemukan dalam tabel periodik.
(a) Ada dua atom O dan satu atom S dalam SO2, sehingga massa molekul SO2 adalah :
2 = + 2( )
2 = 32,07 + 2(16,00 )
2 = 64,07
(b) Terdapat delapan atom C, sepuluh atom H, empat atom N, dan dua atom O dalam
kafein sehingga massa molekul C8H10N4O2 adalah

= 8(12,01 ) + 10(1.008 ) + 4(14,01 )
+ 2(16,00 )
= 194,20
Latihan
Berapakah massa molekul metanol (CH4O) ?
Dari massa molekulnya kita dapat menentukan massa molar dari molekul atau
senyawa. Massa molar senyawa (dalam gram) memiliki nilai yang sama dengan massa
molekulnya (dalam amu). Misalnya, massa molekul air 18,02 amu, maka massa
molarnya adalah 18,02 g. Perhatikan bahwa 1 mol air memiliki massa 18,02 g dan
mengandung 6,022 x 1023 molekul H2O, seperti halnya 1 mol unsur karbon yang
mengandung 6,022 x 1023 atom karbon.
Seperti pada contoh 3.6 dan 3.7, konsep massa molar memungkinkan kita untuk
menghitung jumlah mol dan jumlah atom dalam sejumlah tertentu senyawa.
CONTOH 3.6

K i m i a D a s a r 1 | 69

Metana (CH4) adalah komponen utama dari gas alam. Berapa banyak mol CH4 yang
terdapat dalam 4,83 g CH4 ?

Penyelesaian
Faktor konversi yang diperlukan untuk mengkonversi gram dan mol adalah massa
molar. Pertama kita perlu menghitung massa molar CH4, seperti prosedur dalam contoh
3.5
4 = 12,01 + 4(1.008 )
4 = 162,04
Karena 1 mol CH4 = 16,04 gram CH4 maka factor konversi yang diperlukan harus
memiliki gram sebagai penyebut sehingga satuan gram dapat ditiadakan dan
menyisakan mol sebagai pembilang :
1 4
16,04 4
Kemudian dapat ditulis :
1 4
4,83 4
= 0,301 4
16,04 4
Dengan demikian, terdapat 0,301 mol CH4 dalam 4,83 g CH4.
Latihan
Hitung jumlah mol kloroform (CHCl3) dalam 198 g kloroform !
CONTOH 3.7
Berapa banyak atom hidrogen yang terdapat dalam 43,8 g urea, (NH2)2CO, yang
digunakan sebagai pupuk, dalam pakan ternak, dan dalam pembuatan polimer? Massa
molar urea adalah 60,06 g.

K i m i a D a s a r 1 | 70

Penyelesaian
Untuk menghitung jumlah atom H, pertama kita harus mengkonversi gram urea untuk
memperoleh mol urea dengan menggunakan massa molar urea. Langkah ini mirip
dengan Contoh 3.2. Rumus molekul urea menunjukkan ada empat mol atom H dalam
satu mol molekul urea sehingga perbandingan molnya adalah 4:1. Setelah diketahui
jumlah mol atom H maka dapat dihitung jumlah atom H dengan menggunakan bilangan
Avogadro. Oleh karena itu diperlukan dua faktor konversi : massa molar dan bilangan
Avogadro. Kita dapat menggabungkan konversi-konversi tersebut dalam satu langkah.
gram
Urea

mol
Urea

mol H

jumlah atom H

1 (2 )2
4

60,06 (2 )2 1 (2 )2
6,022 1023

= 1,76 1024
1

43,8 (2 )2

Latihan
Berapa banyak atom H dalam 72,5 g isopropanol (alkohol yang digunakan sebagai
penggosok), C3H8O ?
Selanjutnya, perhatikan bahwa untuk senyawa ionik seperti NaCl dan MgO yang
tidak mengandung unit molekul diskrit, digunakan istilah massa rumus sebagai
gantinya. Satuan rumus NaCl terdiri dari satu ion Na+ dan satu ion Cl. Dengan
demikian, massa rumus NaCl adalah massa dari satu satuan rumusnya, yaitu :
= 22,99 + 35,45
= 58,44
Maka massa molar NaCl adalah 58,44 g.
REVIEW
Tentukan massa molekul dan massa molar asam sitrat, H3C6H5O7 !
3.4 Spektrometer Massa
Metode langsung yang paling akurat untuk menentukan massa atom dan massa
molekul adalah metode spektrometri massa, seperti yang ditunjukkan pada gambar
Gambar 3.3. Dalam spektrometer massa, sampel gas dibombardir oleh aliran electron
berenergi tinggi. Tabrakan antara elektron dan atom (atau molekul) gas menghasilkan
ion positif akibat terlepasnya sebuah elektron dari setiap atom atau molekul. Ion-ion
positif ini (dengan massa m dan muatan e) dipercepat oleh dua lempengan yang
bermuatan berlawanan saat ion-ion tersebut melewati lempengan tersebut. Ion-ion yang
dilepaskan tersebut dipantulkan oleh medan magnet melingkar. Panjang lintasan
tergantung pada perbandingan muatan listrik dan massa (yaitu, e/m). Ion-ion yang
memiliki perbandingan e/m lebih kecil memiliki jari-jari lintasan lebih besar daripada

K i m i a D a s a r 1 | 71

yang memiliki perbandingan e/m lebih besar, sehingga ion dengan muatan yang sama
tetapi massa yang berbeda dapat dipisahkan satu sama lain. Massa dari masing-masing
ion (dan juga atom atau molekul induk) ditentukan sejauh mana pantulan terjadi.
Akhirnya ion-ion tersebut sampai pada detektor, yang mencatat arus listrik dari masingmasing jenis ion. Jumlah arus listrik yang dihasilkan saat ini berbanding lurus dengan
jumlah ion, sehingga memungkinkan kita untuk menentukan kelimpahan relatif isotopisotopnya.

layar deteksi

lempeng
pemercepat
berkas elektron
sampel
gas

filamen

berkas ion

magnet

Gambar 3.3 Skema salah satu jenis spektrometer massa


Spektrometer massa pertama yang dikembangkan pada tahun 1920 oleh
fisikawan Inggris, F. W. Aston, terlalu sederhana untuk standar saat ini. Namun
demikian, hal ini memberikan bukti terbantahkan tentang adanya isotop, yaitu isotop
neon-20 (massa atom 19,9924 amu dengan kelimpahan 90,92%) dan neon-22 (massa
atom 21,9914 amu dengan kelimpahan 8,82%). Ketika spektrometer massa yang lebih
canggih dan sensitif tercipta, para ilmuwan terkejut akibat ditemukannya isotop neon
ketiga yang stabil dengan massa atom 20,9940 amu dan kelimpahannya 0,257%
(Gambar 3.4). Contoh ini menggambarkan bagaimana pentingnya akurasi dalam
eksperimen kuantitatif seperti kimia. Percobaan-percobaan terdahulu gagal untuk
mendeteksi neon-21 yang kelimpahannya hanya 0,257%. Dengan kata lain, hanya 26
dari 10.000 atom Ne adalah neon-21. Massa molekul dapat ditentukan dengan cara yang
sama oleh spektrometer massa.

K i m i a D a s a r 1 | 72

Gambar 3.4 Spektrum massa dari ketiga isotop neon


3.5 Persen Komposisi Senyawa
Sebagaimana telah kita lihat, rumus senyawa memberitahu kita tentang jumlah
atom masing-masing unsur dalam satu satuan senyawa. Namun, misalnya kita perlu
untuk menguji kemurnian suatu senyawa untuk digunakan dalam percobaan
laboratorium. Dari rumus senyawanya kita dapat menghitung berapa persen kontribusi
tiap unsur terhadap massa total senyawanya.Kemudian, dengan membandingkan
hasilnya dengan persen komposisi yang diperoleh secara eksperimen terhadap sampel
yang kita miliki, kita dapat menentukan kemurnian sampel.
Persen komposisi adalah persentase massa tiap unsur dalam suatu senyawa.
Persen komposisi diperoleh dengan membagi massa tiap unsur dalam 1 mol senyawa
dengan massa molar senyawa dan dikalikan dengan 100%. Secara matematis, persen
komposisi unsur dalam suatu senyawa dinyatakan sebagai
=


100%

dimana n adalah jumlah mol unsur dalam 1 mol senyawa. Misalnya, dalam 1 mol
hidrogen peroksida (H2O2) terdapat 2 mol atom H dan 2 mol atom O. Massa molar
H2O2, H dan O berturut-turut adalah 34,02g, 1,008g, dan 16,00g. Oleh karena itu,
persen komposisi H2O2 dapat dihitung sebagai berikut :
2 1,008
100% = 5,926%
34,02
2 16,00
% =
100% = 94,06%
34,02

% =

K i m i a D a s a r 1 | 73

Jumlah kedua persentase tersebut adalah 5,926% + 94,06% = 99,99%. Perbedaan


kecil dari 100% terjadi karena pembulatan massa molar dari unsur-unsurnya. Jika kita
menggunakan HO sebagai rumus empiris untuk perhitungan, kita akan memperoleh
persentase yang sama. Hal ini terjadi karena rumus molekul dan rumus empiris akan
menunjukkan persen komposisi massa senyawa yang sama.
CONTOH 3.8
Asam fosfat (H3PO4) berupa cairan tidak berwarna dan berasa manis yang digunakan
dalam deterjen, pupuk, pasta gigi, dan minuman bersoda untuk perasa yang tajam.
Hitung persen komposisi massa H, P, dan O dalam senyawa ini !
Penyelesaian
Massa molar H3PO4 adalah 97,99 g. Persen massa dari masing-masing unsur dalam
H3PO4 dapat dihitung sebagai berikut :
3(1,008 )
% =
100% = 3,086%
97,99 3 4
30,97
% =
100% = 31,61%
97,99 3 4
4(16,00 )
% =
100% = 65,31%
97,99 3 4
Latihan
Hitung persen komposisi massa dari masing-masing unsur dalam asam sulfat (H2SO4) !
Prosedur yang digunakan dalam contoh 3.8 dapat dibalik jika diperlukan.
Berdasarkan persen komposisi massa suatu senyawa yang diberikan, kita dapat
menentukan rumus empiris suatu senyawa (gambar 3.5). Karena kita berhubungan
dengan persentase dan jumlah seluruh persentasenya adalah 100%, maka akan lebih
mudah jika diasumsikan massa senyawa sebanyak 100 gram, seperti contoh 3.9.

CONTOH 3.9
Asam askorbat (vitamin C) dapat menyembuhkan penyakit kudis. Senyawa ini terdiri
dari 40,92% atom karbon (C); 4,58% hidrogen (H), dan 54,50% oksigen (O). Tentukan
rumus empiris formulanya !
Penyelesaian
Jika kita memiliki 100 g asam askorbat, maka persentase masing-masing unsur dapat
dikonversi langsung menjadi gram. Dalam contoh ini, terdapat 40,92 g C; 4,58 g H; dan
54,50 g O. Karena indeks dalam rumus molekul mewakili perbandingan mol, kita perlu
mengkonversi setiap gram unsur menjadi mol. Faktor konversi yang dibutuhkan adalah
massa molar tiap-tiap unsur. Jika n merupakan jumlah mol masing-masing unsur maka

K i m i a D a s a r 1 | 74
1
= 3,407
12,01
1
= 4,58
= 4,54
1,008
1
= 54,50
= 3,406
16,00
Dengan demikian, kita temukan rumus C3,407H4,54O3,406 yang menunjukkan identitas dan
perbandingan mol atom yang ada. Namun, karena rumus kimia ditulis dengan bilangan
bulat maka untuk mengkonversi ke bilangan bulat dilakukan dengan membagi semua
indeks dengan indeks terkecil (3,406).
= 40,92

3,407 4,54 3,406

= 1 1,33 1
3,406 3,406 3,406
Hasilnya adalah CH1,33O sebagai rumus kimia asam askorbat. Selanjutnya kita harus
mengubah indeks 1,33 menjadi bilangan bulat melalui prosedur trial and error.
1,33 1 = 1,33
1,33 2 = 2,66
1,33 3 = 3,99 4
Karena nilai 1,33 menunjukkan bilangan bulat (4), maka kita kalikan semua indeks
dengan 3 dan mendapatkan C3H4O3 sebagai rumus empiris untuk asam askorbat.
=

Latihan
Tentukan rumus empiris suatu senyawa yang memiliki persen komposisi massa sebagai
berikut : K = 24,75%; Mn = 34,77%; O = 40,51%.
Para ahli kimia seringkali ingin mengetahui massa sebenarnya dari suatu unsur
dalam suatu senyawa dengan massa tertentu. Sebagai contoh, dalam industri
pertambangan, informasi ini menunjukkan para ilmuwan tentang kualitas bijih. Karena
persen komposisi massa unsur dalam senyawa dapat dihitung dengan mudah, maka
masalah seperti ini dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana.
CONTOH 3.10
Kalkopirit (CuFeS2) adalah mineral utama dari tembaga. Hitunglah berapa kilogram Cu
dalam 5,93 x 103 kg kalkopirit !
Penyelesaian
Massa molar Cu dan CuFeS2 masing-masing adalah 63,55 g dan 183,5 g. Oleh karena
itu persen massa Cu adalah

% =
100%
2
63,55
% =
100% = 34,63%
183,5

K i m i a D a s a r 1 | 75

Untuk menghitung massa Cu dalam 5,93 x 103 kg CuFeS2, kita perlu mengkonversi
bentuk persen menjadi pecahan (yaitu 34,63% menjadi 34,63/100 atau 0,3463) dan
ditulis
2 = 0,3463 (5,93 103 ) = 2,05 103
Kita juga dapat memecahkan soal dengan membaca rumus sebagai perbandingan
mol kalkopirit terhadap mol tembaga dengan menggunakan konversi berikut :
gram
kalkopirit

mol
kalkopirit

mol Cu

gram Cu

Latihan
Hitung berapa gram Al dalam 371 g Al2O3 !
REVIEW
Tanpa melakukan perhitungan yang rinci, perkirakan apakah persen komposisi massa
Hg lebih besar atau lebih kecil dari persen komposisi massa O dalam raksa(II) nitrat,
Hg(NO3)2 !
3.6 Penentuan Rumus Empiris melalui Percobaan
Fakta bahwa kita dapat menentukan rumus empiris senyawa jika diketahui
komposisi persennya memungkinkan kita untuk mengidentifikasi senyawa tersebut
melalui percobaan dengan prosedur sebagai berikut. Pertama, hasil analisis kimia
memberikan informasi tentang jumlah gram tiap unsur yang terdapat dalam sejumlah
tertentu senyawa. Kemudian, kita mengubah gram tersebut menjadi jumlah mol masingmasing unsur. Pada akhirnya, dengan menggunakan metode yang diberikan dalam
contoh 3.9, kita menemukan rumus empiris senyawa.
Sebagai contoh yang lebih spesifik, perhatikan senyawa etanol berikut. Ketika
etanol dibakar dalam suatu alat seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.6 akan
dihasilkan karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Karena tidak ada karbon atau hidrogen
yang terdapat dalam gas yang dimasukkan, kita dapat menyimpulkan bahwa karbon (C)
dan hidrogen (H), mungkin pula oksigen (O), terdapat dalam senyawa etanol. Molekul
oksigen memang telah ditambahkan dalam proses pembakaran, tetapi beberapa oksigen
mungkin juga mungkin berasal dari sampel etanol aslinya.

O2

etanol

O2 yang tidak
terserap

panas
H2O
penyerap

CO2
penyerap

K i m i a D a s a r 1 | 76
Gambar 3.6 Peralatan untuk menentukan rumus empiris etanol. Penyerap adalah zat yang masingmasing dapat menahan air dan karbon dioksida.

Massa CO2 dan H2O yang dihasilkan dapat ditentukan dengan mengukur
penambahan massa masing-masing penyerap CO2 dan H2O. Misalkan dalam satu
percobaan pembakaran 11,5 g etanol dihasilkan 22,0 g CO2 dan 13,5 g H2O. Kita bisa
menghitung massa karbon dan hidrogen dalam 11,5 g sampel asli etanol sebagai
berikut.
1 2
1
12,01

= 6,00
44,01 2 1 2
1
1 2
2
1,008
= 13,5 2

= 1,51
18,02 2 1 2
1
= 22,0 2

Dengan demikian, dalam 11,5 g etanol mengandung 6,00 g C dan 1,51 g H. Sisanya
adalah massa oksigen, yang bias dihitung sebagai berikut.
= ( + )
= 11,5 (6,00 + 1,51 )
= 4,0
Jumlah mol dari setiap unsur yang terdapat dalam 11,5 g etanol adalah
1
= 0,50
12,01
1
= 1,51
= 1,50
1,008
1
= 4,00
= 0,25
16,00
= 6,00

Oleh karena itu, rumus molekul etanol adalah C0,50H1,5O0,25 (dilakukan


pembulatan jumlah mol hingga dua angka penting). Karena jumlah atom harus berupa
bilangan bulat, maka masing-masing indeks dibagi dengan indeks terkecil yaitu 0,25
dan diperoleh rumus empiris etanol adalah C2H6O.
Sekarang kita dapat memahami dengan lebih baik arti kata empiris yang
secara harfiah berarti hanya berdasarkan pengamatan dan pengukuran. Rumus
empiris etanol ditentukan dari analisis senyawa tersebut berdasarkan unsur-unsur
penyusunnya. Konsep tentang bagaimana atom-atom saling berikatan satu sama lain
dalam satu senyawa tidak diperlukan lagi.
Penentuan Rumus Molekul
Rumus dihitung dari data persen komposisi massa selalu berupa rumus empiris
karena indeks dalam rumus selalu direduksi menjadi bilangan bulat terkecil. Untuk
menghitung rumus sebenarnya atau rumus molekulnya, kita harus mengetahui massa
molar perkiraan dari senyawa tersebut. Karena massa molar senyawa harus merupakan

K i m i a D a s a r 1 | 77

kelipatan bulat dari massa molar rumus empirisnya, maka kita dapat menggunakan
massa molar tersebut untuk menemukan rumus molekul, seperti yang ditunjukkan pada
Contoh 3.11.
CONTOH 3.11
Suatu sampel senyawa mengandung 1,52 g nitrogen (N) dan 3,47 g oksigen (O). Massa
molar dari senyawa ini adalah antara 90 g dan 95 g. Tentukan rumus molekul dan massa
molar yang tepat dari senyawa ini.
Penyelesaian
Kita telah mengetahui massa N dan O dalam gram. Gunakan massa molar sebagai
faktor konversi untuk mengubah gram ke mol untuk setiap unsur. Misalkan n
merupakan jumlah mol masing-masing unsur, maka dapat ditulis
1
= 1,52
= 0,108
14,01
1
= 3,47
= 0,217
16,00
Dengan demikian, diperoleh rumus N0,108O0,217 yang menunjukkan jenis dan
perbandingan atom yang ada. Karena rumus kimia ditulis dengan bilangan bulat, maka
dilakukan konversi ke bilangan bulat dengan membagi seluruh indeks dengan indeks
yang paling kecil (0,108). Setelah pembulatan, kita peroleh NO2 sebagai rumus
empirisnya.
Rumus molekul senyawa mungkin sama dengan rumus empirisnya atau berupa
kelipatan bilangan bulat dari rumus empirisnya (misalnya dua, tiga, empat, atau lebih
kali rumus empiris). Dengan membandingkan perbandingan massa molar molekul
dengan massa molar rumus empiris akan menunjukkan hubungan bulat antara rumus
empiris dan molekul. Massa molar rumus empiris NO2 adalah
= 14,01 + 2(16,00 ) = 46,01
Selanjutnya, kita tentukan perbandingan antara massa molar molekul dengan massa
molar empirisnya.

90
=
2
46,01
Maka massa molarnya adalah dua kali massa molar empiris. Hal ini berarti ada dua unit
NO2 di setiap molekul senyawa dengan rumus molekul (NO2)2 atau N2O4. Massa molar
sebenarnya dari senyawa ini adalah dua kali massa molar empirisnya, yaitu 2(46,01 g) =
92,02 g; yaitu antara 90 g dan 95 g.
Latihan
Sampel dari senyawa yang mengandung boron (B) dan hidrogen (H) mengandung 6,444
g B dan 1,803 g H. Massa molar senyawa tersebut sekitar 30 g. Apa rumus molekulnya?

K i m i a D a s a r 1 | 78

3.7 Reaksi Kimia dan Persamaan Kimia


Setelah membahas massa atom dan molekul, kita beralih pada apa yang terjadi
terhadap atom dan molekul selama berlangsungnya reaksi kimia, sebuah proses dimana
suatu zat (atau senyawa) berubah menjadi satu atau lebih zat baru. Agar reaksi kimia
dapat dikomunikasikan satu sama lain, ahli kimia telah menemukan cara standar untuk
menggambarkan terjadinya reaksi kimia melalui persamaan kimia. Sebuah persamaan
kimia menggunakan simbol kimia untuk menunjukkan apa yang terjadi selama reaksi
kimia. Dalam bagian ini kita akan belajar bagaimana menulis persamaan kimia dan
menyeimbangkannya.
Menulis Persamaan Kimia
Perhatikan apa yang terjadi ketika gas hidrogen (H2) terbakar di udara (yang
mengandung gas oksigen, O2) untuk membentuk air (H2O). Reaksi ini dapat dinyatakan
dalam persamaan kimia
2 + 2 2
dimana tanda "+" berarti "bereaksi dengan" dan tanda berarti menghasilkan. Jadi
penulisan lambing diatas dibaca : "Molekul hidrogen bereaksi dengan molekul oksigen
untuk menghasilkan air." Reaksi diasumsikan untuk melanjutkan dari kiri ke kanan
sesuai dengan arah tanda panah.
Namun, persamaan diatas masih belum lengkap karena jumlah atom oksigen sisi
kiri (dua) dua kali lebih banyak daripada sisi kanan tanda panah (satu). Untuk
menyesuaikan dengan hukum kekekalan massa, maka jumlah tiap jenis atom di kedua
sisi tanda panah harus sama, dapat dikatakan pula bahwa jumlah atom setelah reaksi
berakhir sama seperti sebelum reaksi dimulai. Persamaan diatas dapat diseimbangkan
dengan menempatkan koefisien yang sesuai. Dalam contoh ini koefisien 2 diberikan di
depan H2 dan H2O.
22 + 2 22

dua molekul hidrogen + satu molekul oksigen


dua molekul air
2H2
+
O2
2H2O

Gambar 3.7 Tiga cara untuk menggambarkan proses pembakaran hydrogen. Sesuai
dengan hukum kekekalan massa, jumlah tiap jenis atom harus sama pada
kedua sisi persamaan.
Persamaan kimia yang seimbang ini menunjukkan bahwa "dua molekul hidrogen
bergabung atau bereaksi dengan satu molekul oksigen untuk membentuk dua molekul
air" (Gambar 3.7). Karena perbandingan jumlah molekul setara dengan perbandingan

K i m i a D a s a r 1 | 79

jumlah mol, maka persamaan tersebut juga dapat dibaca sebagai "2 mol molekul
hidrogen bereaksi dengan 1 mol molekul oksigen untuk menghasilkan 2 mol molekul
air." Kita juga telah mengetahui massa satu mol masing-masing zat, sehingga kita juga
bisa menafsirkan persamaan tersebut sebagai "4,04 g H2 bereaksi dengan 32,00 g O2
untuk menghasilkan 36,04 g H2O." Ketiga cara membaca persamaan reaksi kimia
dirangkum dalam Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Penafsiran Persamaan Kimia
2H2
+ O2

2H2O

dua molekul

+ satu molekul

dua molekul

2 mol

+ 1 mol

2 mol

2(2,02 g) = 4,04 g

+ 32 g

2(18,02 g) = 36,04 g

36,04 g reaktan

36,04 g produk

Pada persamaan reaksi sebelumnya, H2 dan O2 disebut sebagai reaktan, yaitu


bahan awal dalam reaksi kimia. Sedangkan air (H2O) adalah produk, yaitu bahan yang
terbentuk sebagai hasil dari reaksi kimia. Jadi, sebuah persamaan kimia hanya
deskripsi singkat tentang terjadinya reaksi kimia. Dalam persamaan kimia, reaktan
ditulis di sebelah kiri tanda panah dan produk di sebelah kanan tanda panah :

Sebagai informasi tambahan, para ahli kimia sering menunjukkan wujud fisik
dari reaktan dan produk dengan menggunakan huruf g, l, dan s yang masing-masing
digunakan untuk menunjukkan wujud gas, cair, dan padat. Misalnya
2CO2(g) + O2(g) 2CO2(g)
2HgO(s) 2Hg(l) + O2(g)
Untuk menunjukkan apa yang terjadi ketika natrium klorida (NaCl) ditambahkan
ke dalam air, maka persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.
2

() ()
dimana (aq, aqueous) menunjukkan lingkungan berair (dalam contoh ini lingkungan
air). Penulisan H2O diatas tanda panah melambangkan proses fisik pelarutan zat dalam
air, meskipun seringkali diabaikan agar lebih sederhana.
Menyetarakan Persamaan Kimia
Misalkan kita ingin menulis sebuah persamaan untuk menggambarkan reaksi
kimia yang baru saja kita dilakukan di laboratorium, bagaimana seharusnya kita
melakukannya? Karena kita telah mengetahui identitas dari reaktan, maka kita bisa
menulis rumus kimianya sedangkan identitas produk lebih sulit untuk ditentukan. Untuk
reaksi yang sederhana, seringkali memungkinkan untuk menebak produk(-produk)nya.
Untuk reaksi yang lebih rumit dengan melibatkan tiga atau lebih produk, kimiawan

K i m i a D a s a r 1 | 80
mungkin perlu untuk melakukan analisis lebih lanjut untuk membuktikan keberadaan
senyawa tertentu.
Setelah diidentifikasi semua jenis reaktan dan produk, serta telah ditulis rumus
kimia yang benar untuk masing-masing senyawa, kita kumpulkan sesuai kelompoknya
dan diurutkan secara manual, reaktan diletakkan di sebelah kiri dipisahkan oleh sebuah
tanda panah, sedangkan produk berada di sebelah kanan tanda panah. Persamaan yang
ditulis ini kemungkinan belum seimbang, dimana jumlah setiap jenis atom pada salah
satu sisi dari tanda panah berbeda dari sisi yang lain. Secara umum, kita dapat
menyeimbangkan persamaan kimia dengan langkah-langkah berikut :
1. Identifikasi semua reaktan dan produk serta menuliskan rumus kimia yang benar
masing-masing di sisi kiri dan sisi kanan persamaan kimia.
2. Mulailah menyeimbangkan persamaan dengan mencoba koefisien yang berbeda
untuk menyetarakan jumlah atom setiap unsur pada kedua sisi persamaan. Kita dapat
mengubah koefisien (nomor yang ditulis sebelum rumus kimia senyawa) tetapi tidak
bias mengubah indeks (nomor dalam rumus senyawa) karena mengubah indeks akan
mengubah jenis zat. Misalnya, 2NO2 berarti "dua molekul nitrogen dioksida" tetapi
jika kita melipatgandakan indeksnya kita akan memiliki senyawa N2O4, yaitu rumus
kimia dari dinitrogen tetraoksida, suatu senyawa yang sama sekali berbeda dengan
NO2.
3. Pertama-tama, carilah unsur yang hanya muncul sekali pada setiap sisi persamaan
dengan jumlah yang sama atom di setiap sisi. Rumus yang mengandung unsur-unsur
tersebut harus memiliki koefisien yang sama. Oleh karena itu, kita tidak perlu
menyesuaikan koefisien unsur-unsur tersebut. Selanjutnya, carila unsure yang hanya
muncul sekali pada setiap sisi persamaan, tetapi dalam jumlah atom yang berbeda.
Setarakan jumlah unsur tersebut. Terakhir, setarakan unsur-unsur yang muncul
dalam dua atau lebih rumus kimia pada sisi persamaan yang sama.
4. Periksa persamaan reaksi yang telah disetarakan untuk memastikan bahwa jumlah
dari setiap jenis atom di kedua sisi persamaan yang dipisahkan oleh tanda panah
adalah sama.
Perhatikan contoh yang lebih spesifik berikut ini. Di laboratorium, sejumlah
kecil gas oksigen dapat dibuat dengan memanaskan kalium klorat (KClO3). Produk
reaksi ini berupa gas oksigen (O2) dan kalium klorida (KCl). Dari informasi ini, kita
menulis
KClO3 KCl + O2
(Untuk mempermudah, kita mengabaikan wujud fisik dari reaktan dan produk) Ketiga
unsur-unsur dalam persamaan (K, Cl, dan O) hanya muncul sekali pada setiap sisi persamaan, tapi hanya atom K dan Cl yang memiliki jumlah yang sama di kedua sisi
persamaan. Dengan demikian, KClO3 dan KCl harus memiliki koefisien yang sama.
Langkah selanjutnya adalah menyetarakan jumlah atom O pada kedua sisi persamaan.
Karena ada tiga atom O di sebelah kiri dan dua atom O di sebelah kanan persamaan,
kita dapat menyetarakannya dengan menempatkan koefisien 2 di depan rumus KClO3
dan 3 di depan rumus O2.

K i m i a D a s a r 1 | 81

2KClO3 KCl + 3O2


Akhirnya, jumlah atom K dan Cl disetarakan dengan menempatkan koefisien 2 di depan
rumus senyawa KCl :
2KClO3 2KCl + 3O2
Untuk pengecekan terakhir, kita dapat menyusun lembar kesetaraan untuk reaktan dan
produk yang menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang ditulis dalam tanda
kurung :
Reaktan

Produk

K (2)
Cl (2)
O (6)

K (2)
Cl (2)
O (6)

Perhatikan bahwa persamaan ini juga setara jika koefisien yang ditambahkan
merupakan kelipatan 2 (untuk KClO3), kelipatan 2 (untuk KCl), dan kelipatan 3 (untuk
O2), misalnya
4KClO3 + 4KCl 6O2
Namun dalam prakteknya lebih umum digunakan angka bulat paling sederhana sebagai
koefisien untuk menyetarakan suatu persamaan kimia.
Perhatikan reaksi pembakaran dari salah satu komponen gas alam yaitu etana
(C2H6) dengan oksigen atau udara, yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan air.
Persamaan reaksi tidak setaranya adalah
C2H6 + O2 CO2 + H2O
Dapat dilihal bahwa jumlah atom tidak sama pada kedua sisi persamaan untuk setiap
unsur (C, H, dan O). Selain itu, C dan H hanya muncul sekali pada setiap sisi
persamaan, sedangkan O muncul dalam dua senyawa berbeda di sisi kanan (CO2 dan
H2O). Untuk menyeimbangkan jumlah atom C, kita tempatkan koefisien 2 di depan
CO2
C2H6 + O2 2CO2 + H2O
Untuk menyeimbangkan atom H, kita tempatkan koefisien 3 di depan H2O
C2H6 + O2 2CO2 + 3H2O
Sampai pada tahap ini, atom C dan H telah setara, tetapi atom O belum setara karena
ada tujuh atom O di sisi kanan dan hanya dua atom O di sisi kiri persamaan.
Ketidaksetaraan atom O dapat diatasi dengan menuliskan koefisien 7/2 di depan O2
pada sisi kiri persamaan
C2H6 + 7/2O2 2CO2 + 3H2O
Secara logika, penggunaan 7/2 sebagai koefisien menyatakan bahwa ada tujuh atom
oksigen pada sisi kanan dari persamaan, tetapi hanya sepasang atom oksigen (O2) di
sebelah kiri. Untuk menyeimbangkannya, muncul pertanyaan berapa pasang atom
oksigen yang diperlukan yang nilainya sama dengan tujuh atom oksigen. Sama seperti
3,5 pasang sepatu yang sama tujuh sepatu, 7/2 molekul O2 sama dengan tujuh atom O.
Seperti yang ditunjukkan dalam perhitungan berikut, persamaan reaksinya kini telah
setara

K i m i a D a s a r 1 | 82
Reaktan

Produk

C (2)
C (2)
H (6)
H (6)
O (7)
O (7)
Namun, koefisien reaksi lebih sering menggunakan bilangan bulat daripada
pecahan. Oleh karena itu, kita kalikan persamaan keseluruhan dengan 2 untuk
mengkonversi 7/2 menjadi 7.
2C2H6 + 7O2 4CO2 + 6H2O
Maka perhitungan akhirnya adalah
Reaktan

Produk

C (4)
H (12)
O (14)

C (4)
H (12)
O (14)

Perhatikan bahwa koefisien yang digunakan untuk menyetarakan persamaan


yang paling akhir adalah bilangan bulat terkecil.
CONTOH 3.12
Ketika logam aluminium berinteraksi dengan udara, akan terbentuk lapisan pelindung
aluminium oksida (Al2O3) pada permukaannya. Lapisan ini mencegah reaksi lanjut
antara aluminium dan oksigen, dan hal itu merupakan alasan mengapa kaleng minuman
yng terbuat dari aluminium tidak mengalami korosi. Sedangkan pada besi, karat atau
besi(III) oksida, membentuk lapisan yang terlalu berpori untuk melindungi logam besi
di bawahnya sehingga terjadi perkaratan lebih lanjut. Tulislah persamaan reaksi setara
untuk pembentukan Al2O3 !
Penyelesaian
Persamaan reaksi tidak setaranya adalah
Al + O2 Al2O3
Dalam persamaan yang setara, jumlah dan jenis atom pada setiap sisi persamaan harus
sama. Jika diamati, terdapat satu atom Al di sisi reaktan dan dua atom Al di sisi produk.
Penyetaraan atom Al dapat dilakukan dengan menempatkan koefisien 2 di depan Al di
sisi reaktan.
2Al + O2 Al2O3
Terdapat 2 atom O pada sisi reaktan dan tiga atom O pada sisi produk dalam
persamaan. Penyetaraan atom O dilakukan dengan menempatkan koefisien 3/2 di depan
rumus O2 pada sisi reaktan.
2Al + 3/2O2 Al2O3
Persamaan reaksi kimia ini sudah setara, namun umumnya suatu persamaan disetarakan
dengan bilangan bulat terkecil sebagai koefisien. Oleh karena itu, semua koefisien pada
kedua sisi persamaan dikalikan dengan 2.

K i m i a D a s a r 1 | 83

2 [2Al + 3/2O2 Al2O3]


4Al + 3O2 2Al2O3
Pada persamaan reaksi setara, jenis dan jumlah atom pada masing-masing sisi
persamaan harus sama. Maka tabel kesetaraan terakhirnya adalah
Reaktan

Produk

Al (4)
O (6)

Al (4)
O (6)

Latihan
Setarakan persamaan reaksi antara besi(III) oksida, Fe2O3, dan karbon monoksida, CO,
yang menghasilkan besi, Fe, dan karbon dioksida, CO2 !

REVIEW
Bagian mana dari persamaan dibawah ini yang merupakan bagian penting untuk
penyetaraan reaksi dan bagian mana yang akan membantu jika kita akan melakukan
percobaan di laboratorium ?
CaH2(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + 2H2(g)
3.8 Jumlah Reaktan dan Produk
Pertanyaan mendasar yang muncul jika kita bekerja di laboratorium kimia adalah
"Berapa banyak produk yang akan terbentuk dari sejumlah tertentu bahan awal
(reaktan)?" Atau dalam beberapa kasus, muncul pertanyaan sebaliknya, "Berapa banyak
bahan awal yang dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah tertentu produk ?" Untuk
menafsirkan reaksi secara kuantitatif, kita perlu menerapkan konsep massa molar dan
konsep mol. Stoikiometri adalah studi kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi
kimia.
Meskipun satuan yang diberikan untuk reaktan (atau produk) adalah dalam mol,
gram, liter (untuk gas), atau beberapa satuan lain, kita menggunakan mol untuk
menghitung jumlah produk yang terbentuk dalam reaksi. Pendekatan ini disebut metode
mol, yang berarti bahwa koefisien stoikiometri dalam persamaan kimia hanya dapat
diartikan sebagai jumlah mol dari setiap zatnya. Misalnya, dalam industri, amonia
disintesis dari hidrogen dan nitrogen sesuai persamaan reaksi sebagai berikut :
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Koefisien stoikiometri menunjukkan bahwa satu molekul N2 bereaksi dengan tiga
molekul H2 untuk membentuk dua molekul NH3. Oleh karena itu, jumlah relatif mol
yang terlibat dalam reaksi sama dengan jumlah relatif molekulnya :
N2(g)
1 molekul

3H2(g)
3 molekul

2NH3(g)
2 molekul

K i m i a D a s a r 1 | 84
6,022 x 1023 molekul
1 mol

3(6,022 x 1023 molekul)


3 mol

2(6,022 x 1023 molekul)


2 mol

Dengan demikian, persamaan ini juga dapat dibaca sebagai "1 mol gas N2 bergabung
dengan 3 mol gas H2 membentuk 2 mol gas NH3." Dalam perhitungan stoikiometri,
dikatakan bahwa 3 mol H2 setara dengan 2 mol NH3.
3 2 2 3
dimana symbol berarti "stoikiometri setara dengan" atau "setara dengan." Hubungan
ini memungkinkan kita untuk menulis faktor konversinya.
3 2
2 3

2 3
3 2
Dengan cara yang sama, kita memiliki kesetaraan
1 mol N2 2 mol NH3
1 mol N2 3 mol H2
Perhatikan contoh sederhana berikut, dimana 6,0 mol H2 bereaksi sempurna
dengan N2 membentuk NH3. Untuk menghitung jumlah mol NH3 yang dihasilkan, kita
menggunakan faktor konversi yang memiliki H2 sebagai penyebut kemudian ditulis
2 3
3 = 6,0 2
= 4,0 3
3 2
Sekarang anggaplah 16,0 g H2 bereaksi sempurna dengan N2 membentuk NH3.
Berapa gram NH3 yang akan terbentuk ? Dalam perhitungan, telah diketahui hubungan
antara H2 dan NH3 melalui perbandingan mol dari persamaan reaksi setaranya. Jadi,
terlebih dahulu harus dilakukan konversi massa H2 (dalam gram) ke mol H2, kemudian
menjadi mol NH3, dan akhirnya menjadi gram NH3. Langkah-langkah konversinya
sebagai berikut.
gram H2

mol H2

Gambar 3.8 menunjukkan


menggunakan metode mol.

mol NH3
langkah-langkah

Massa senyawa A
(g)

perhitungan

stoikiometri

Massa senyawa B
(g)
Gunakan massa
molar senyawa B
(g/mol)

Gunakan massa
molar senyawa A
(g/mol)

Mol senyawa A

gram NH3

Gunakan perbandingan
mol A dan B pada
persamaan reaksi
setaranya

Mol senyawa B

K i m i a D a s a r 1 | 85
Gambar 3.8 Metode mol. Pertama, ubahlah jumlah reaktan A (dalam gram atau satuan lainnya) ke
jumlah mol. Selanjutnya, gunakan perbandingan mol dalam persamaan setaranya untuk menghitung
jumlah mol produk B yang terbentuk. Akhirnya, ubahlah mol produk menjadi gram produk.

Pertama-tama, 16,0 g massa H2 diubah menjadi jumlah mol H2 dengan menggunakan


massa molar H2 sebagai faktor konversi.
1 2
2 = 16,0 2
= 7,94 2
2,016 2
Selanjutnya, kita hitung jumlah mol NH3 yang dihasilkan.
2 3
3 = 7,94 2
= 5,29 3
3 2
Akhirnya, massa NH3 yang diproduksi (dalam gram) dapat diketahui dengan
menggunakan massa molar NH3 sebagai faktor konversi :
17,03 3
3 = 5,29 3
= 90,1 3
1 3
Ketiga perhitungan terpisah diatas dapat dikombinasikan dalam satu langkah, yaitu :
1 2
2 3 17,03 3
3 = 16,0 2

= 90,1 3
2,016 2
3 2
1 3
Dengan cara yang serupa kita juga dapat menghitung berapa gram N2 yang diperlukan
dalam reaksi. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
gram H2

mol H2

mol N2

gram N2

Dengan menggunakan hubungan 1 mol N2 3 mol H2, dapat ditulis


1 2
1 2 28,02 2
2 = 16,0 2

= 74,1 2
2,016 2 3 2
1 2
CONTOH 3.13
Makanan yang kita makan akan terdegradasi atau dicerna dalam tubuh kita untuk
menyediakan energi untuk pertumbuhan dan menjalankan fungsinya. Persamaan reaksi
yang umum untuk keseluruhan proses yang sangat kompleks ini menggambarkan
terjadinya degradasi glukosa (C6H12O6) menjadi karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O
Jika 968 g C6H12O6 dikonsumsi seseorang pada waktu tertentu, maka berapa massa CO2
yang dihasilkan ?
Penyelesaian
Ikuti langkah-langkah sebelumnya dan petunjuk sesuai gambar 3.8.
Langkah 1
: Persamaan reaksi yang diberikan pada soal merupakan persamaan
setara.
Langkah 2
: Untuk mengubah massa C6H12O6 menjadi mol C6H12O6 ditulis :

K i m i a D a s a r 1 | 86
1 6 12 6
= 5,372 6 12 6
180,2 6 12 6
Langkah 3
: Dari perbandingan mol diketahui bahwa 1 mol C6H12O6 6 mol CO2.
Oleh karena itu jumlah mol CO2 yang terbentuk adalah
6 2
5,372 6 12 6
= 32,23 2
1 6 12 6
Langkah 4
: Terakhir, massa CO2 yang terbentuk adalah
44,01 2
32,23 2
= 1,42 103 2
1 2
Setelah beberapa kali berlatih, kita dapat mengkombinasikan beberapa langkah konversi
dalam satu persamaan
1 6 12 6
6 2
44,01 2
2 = 968 6 12 6

180,2 6 12 6 1 6 12 6
1 2
3
2 = 1,42 10 2
968 6 12 6

Latihan
Metanol (CH3OH) terbakar di udara sesuai persamaan
2CH3OH + 3O2 2CO2 + 4H2O
Jika 209 g metanol terbakar habis selama proses pembakaran, berapa massa H2O yang
dihasilkan ?
CONTOH 3.14
Semua logam alkali bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen dan senyawa
hidroksida dari logam alkali yang sesuai. Reaksi khas antara lithium dan air adalah :
2Li(s) + 2H2O(l) 2LiOH(aq) + H2(g)
Berapa gram Li diperlukan untuk menghasilkan 7,79 g H2?
Penyelesaian
Langkah-langkah konversinya sebagai berikut
gram H2

mol H2

mol Li

gram Li

dengan menggabungkan beberapa dalam satu persamaan, maka dapat ditulis :


1 2
2 6,941
7,79 2

= 53,6
2,016 2 1 2
1
Latihan
Reaksi antara nitrogen oksida (NO) dan oksigen untuk menghasilkan nitrogen dioksida
(NO2) merupakan langkah utama dalam pembentukan kabut fotokimia.
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Berapa gram O2 yang diperlukan untuk menghasilkan 2,21 g NO2 ?
REVIEW
Manakah pernyataan tepat tentang reaksi dibawah ini ?

K i m i a D a s a r 1 | 87

4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g)


(a) satu mol NO dihasilkan untuk tiap mol NH3 yang bereaksi
(b) 6 g H2O dihasilkan untuk setiap 4 g NH3 yang bereaksi
(c) 2 mol NO dihasilkan untuk setiap 3 mol O2 yang bereaksi
3.9 Pereaksi Pembatas
Ketika seorang ahli kimia melakukan suatu reaksi, jumlah reaktan yang tersedia
biasanya tidak dalam jumlah stoikiometri yang tepat, yaitu jumlah yang sesuai dengan
yang ditunjukkan oleh persamaan reaksi setaranya. Karena tujuan dari terjadinya reaksi
adalah untuk menghasilkan jumlah maksimum senyawa dari sejumlah tertentu bahan
awal, bahkan seringkali salah satu reaktan disediakan dalam jumlah yang sangat
berlebih untuk memastikan bahwa reaktan lain yang lebih mahal benar-benar dikonversi
menjadi produk yang diinginkan. Akibatnya, beberapa reaktan akan tersisa pada akhir
reaksi. Reaktan yang habis digunakan terlebih dulu dalam reaksi disebut pereaksi
pembatas, karena jumlah maksimum produk yang terbentuk tergantung pada berapa
banyak jumlah reaktan awalnya. Ketika reaktan ini habis, tidak ada lagi produk yang
dapat dibentuk.
Pereaksi berlebih adalah reaktan dengan jumlah yang lebih besar daripada yang
diperlukan untuk bereaksi dengan sejumlah tertentu pereaksi pembatas.
Konsep pereaksi pembatas analog dengan hubungan antara pria dan wanita
dalam kontes tari di sebuah klub. Jika ada 14 laki-laki dan hanya ada 9 perempuan,
maka hanya akan ada 9 pasang perempuan/laki-laki yang bisa bersaing. Lima orang
tersisa akan ditinggalkan tanpa pasangan. Jumlah wanita membatasi jumlah pria yang
dapat ikut serta dalam kontes menari, dan ada kelebihan laki-laki.
Perhatikan reaksi yang terjadi pada industri yang mensintesis metanol (CH3OH)
dari karbon monoksida dan hidrogen pada suhu tinggi berikut.
CO(g) + 2H2(g) CH3OH(g)
Anggaplah pada awalnya kita memiliki 4 mol CO dan 6 mol H2 (Gambar 3.9). Salah
satu cara untuk menentukan mana dari dua reaktan tersebut yang merupakan pereaksi
pembatas adalah dengan menghitung jumlah mol CH3OH diperoleh berdasarkan jumlah
awal CO dan H2. Dari definisi sebelumnya, diketahui bahwa hanya reagen pembatas
yang akan menghasilkan jumlah lebih kecil dari produk. Jika kita memiliki 4 mol CO,
kita temukan jumlah mol CH3OH dihasilkan adalah
1 3
4
= 4 3
1
Jika kita memiliki 6 mol H2, jumlah mol CH3OH yang dihasilkan adalah
1 3
6 2
= 3 3
2 2
Karena H2 menghasilkan CH3OH dengan jumlah yang lebih kecil, maka H2 merupakan
pereaksi pembatasnya, sedangkan CO merupakan pereaksi berlebih.
Dalam perhitungan stoikiometri yang melibatkan pereaksi pembatas, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah menentukan reaktan yang bertindak sebagai

K i m i a D a s a r 1 | 88
pereaksi pembatas. Setelah pereaksi pembatas dapat diidentifikasi, penyelesaian dapat
dilakukan seperti yang telah diuraikan pada Bagian 3.8. Contoh 3.15 mengilustrasikan
pendekatan ini.
CONTOH 3.15
Urea, (NH2)2CO dibuat dengan mereaksikan amonia dengan karbon dioksida.
2NH3(g) + CO2(g) (NH2)2CO(aq) + H2O(l)
Dalam suatu proses, 849,2 g NH3 direaksikan dengan 1223 g CO2. (a) Manakah dari
kedua reaktan tersebut yang merupakan pereaksi pembatas ? (b) Hitunglah massa
(NH2)2CO yang dihasilkan ! (c) Berapa gram sisa pereaksi berlebih pada akhir reaksi ?
Penyelesaian
Soal ini dapat diselesaikan dengan melakukan perhitungan terpisah. Pertama-tama,
dimulai dengan 849,2 g NH3 dapat dihitung jumlah mol (NH2)2CO yang dapat
dihasilkan jika semua NH3 bereaksi dengan menggunakan langkah konversi sebagai
berikut.
gram NH3
mol (NH2)2CO
mol NH3
Dengan menggabungkan beberapa langkah diatas menjadi satu langkah saja dapat
ditulis
1 mol NH3
1 mol (NH2 )2 CO
(NH2 )2CO = 849,2 g NH3

17,03 g NH3
2 mol NH3
= 24,93 mol (NH2 )2 CO
Kedua, untuk 1223 g CO2 faktor konversinya adalah
gram CO2

mol CO2

mol (NH2)2CO

Jumlah mol (NH2)2CO yang kemungkinan terbentuk jika semua CO2 bereaksi adalah
1 mol CO2
1 mol (NH2 )2 CO
(NH2 )2 CO = 1223 g CO2

44,01 g CO2
2 mol CO2
= 27,79 mol (NH2 )2 CO
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, NH3 merupakan pereaksi pembatas karena
menghasilkan jumlah (NH2)2CO yang lebih kecil.
Massa molar (NH2)2CO adalah 60,06 g. Faktor konversi ini digunakan untuk
mengubah mol (NH2)2CO menjadi gram (NH2)2CO, yaitu :
60,06 g (NH2 )2 CO
(NH2 )2 CO = 24,93 mol (NH2 )2 CO
= 1497 g (NH2 )2 CO
1 mol (NH2 )2 CO
Setelah diketahui bahwa dari hasil reaksi diperoleh 24,93 mol (NH2)2CO, dapat
ditentukan massa CO2 yang bereaksi berdasarkan perbandingan mol pada persamaan
reaksi setaranya dan massa molar CO2. Langkah-langkah konversinya adalah
massa CO2
1 mol CO2
44,01 g CO2
2 = 24,93 (NH2 )2 CO

1 mol (NH2 )2 CO
1 mol CO2
2 = 1097 g CO2
Oleh karena itu mol (NH2)2CO

mol CO2

K i m i a D a s a r 1 | 89

Jumlah CO2 yang tersisa (berlebih) merupakan selisih antara jumlah awalnya (1223 g)
dengan jumlah CO2 yang bereaksi (1097 g).
2 = 1223 1097 = 126

Latihan
Reaksi antara aluminium dan besi(III) oksida terjadi pada suhu sekitar 3000C dan
digunakan dalam proses pengelasan logam las.
2Al + Fe2O3 Al2O3 + 2Fe
Pada suatu proses, 124 g Al direaksikan dengan 601 g Fe2O3. (a) Hitung massa Al2O3
yang terbentuk (dalam gram) ! (b) Berapa banyak pereaksi berlebih yang tersisa pada
akhir reaksi ?
Contoh 3.15 memunculkan suatu poin penting. Dalam prakteknya, kimiawan
biasanya memilih bahan kimia yang lebih mahal sebagai pereaksi pembatas sehingga
semua atau sebagian besar akan digunakan selama reaksi berlangsung. Dalam sintesis
urea, NH3 selalu berperan sebagai pereaksi pembatas karena jauh lebih mahal daripada
CO2.
REVIEW
Perhatikan persamaan reaksi kimia berikut.
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Dimulai dengan reaktan yang ditunjukkan pada gambar (a), manakah diantara diagram
(b), (c) dan (d) yang paling tepat mewakili kondisi pereaksi pembatas ketika reaksi telah
berlangsung sempurna ?

NO
O2
NO2
(a)

(b)

(c)

(d)

3.10 Hasil Reaksi


Jumlah pereaksi pembatas yang ada pada awal reaksi menentukan hasil teoritis
dari reaksi tersebut, yaitu jumlah produk yang akan dihasilkan jika semua pereaksi
pembatas habis bereaksi. Jadi, hasil teoritis adalah hasil maksimal yang diperoleh
berdasarkan hasil prediksi dari persamaan setaranya. Dalam prakteknya, hasil yang
sebenarnya atau jumlah produk sebenarnya yang dihasilkan dari reaksi, hampir selalu
kurang dari hasil teoritis. Ada banyak alasan mengapa muncul perbedaan antara hasil
sebenarnya dan hasil teoritis, misalnya sebagian besar reaksi kimia berlangsung

K i m i a D a s a r 1 | 90
reversibel sehingga reaksi tidak 100% berjalan dari kiri (reaktan) ke kanan (produk).
Bahkan ketika reaksi telah 100% selesai, mungkin sulit untuk memisahkan semua
produk dari media reaksinya (misalnya, dari larutan berair). Beberapa reaksi bersifat
kompleks, dimana produk yang dihasilkan dapat bereaksi lebih lanjut di antara produkproduk itu sendiri atau dengan reaktan lain untuk menghasilkan produk lain. Reaksireaksi tambahan akan mengurangi hasil dari reaksi pertamanya.
Untuk menentukan tingkat efisiensi reaksi yang berlangsung, para ahli kimia
seringkali mencari persen hasil, yang menggambarkan perbandingan antara hasil
sebenarnya dengan hasil teoritis, yang dihitung sebagai berikut.

% =
100%

Hasil persen berkisar antara 1% sampai 100 persen. Para kimiawan berusaha untuk
memaksimalkan persen hasil dalam suatu reaksi kimia. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi persen hasil diantaranya adalah suhu dan tekanan. Kita akan
mempelajari faktor-faktor ini kemudian. Pada contoh 3.16 kita akan menghitung persen
hasil dari suatu proses industri.
CONTOH 3.16
Titanium adalah logam yang kuat, ringan, dan tahan korosi yang digunakan
untuk badan pesawat, mesin jet, kerangka sepeda, dan sendi buatan. Logam ini
diperoleh dari reaksi titantium(IV) klorida dengan magnesium cair pada suhu antara
950C 1150C dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
TiCl4(g) + 2Mg(l) Ti(s) + 2MgCl2(l)
Dalam suatu industri tertentu, 2,84 x 107 g TiCl4 direaksikan dengan 1,09 x 107 g Mg.
(a) Hitung hasil teoritis Ti dalam gram. (b) Hitung persen hasilnya jika hasil sebenarnya
adalah 5,97 x 106 g Ti.
Penyelesaian
Lakukan dua perhitungan terpisah untuk menentukan pereaksi pembatasnya. Pertama,
mulailah dengan 2,84 x 107 g TiCl4, hitunglah jumlah mol Ti yang akan terbentuk jika
seluruh TiCl4 habis bereaksi. Tahap konversinya adalah
maka

massa TiCl4

mol TiCl4

mol Ti

1 4
1

= 1,50 105
189,68 4 1 4
Selanjutnya, kita hitung jumlah mol Ti yang terbentuk dari 1,09 x 107 g Mg. Tahap
konversinya adalah
massa Mg
mol Ti
mol Mg
= 2,84 107 4

dan ditulis
1
1

= 2,24 105
24,31 2
Oleh karena itu, TiCl4 merupakan pereaksi pembatas karena menghasilkan Ti dalam
jumlah yang lebih sedikit. Massa Ti yang terbentuk adalah
= 1,09 107

K i m i a D a s a r 1 | 91

1,50 105

47,88
= 7,18 106
1

Dari hasil tersebut dapat ditentukan persen hasilnya, yaitu



% =
100%

5,97 106
% =
100%
7,18 106
% = 83,1%
Latihan
Dalam industri, logam vanadium, yang digunakan dalam aliasi logam, dapat diperoleh
dari reaksi antara vanadium(V) oksida dengan kalsium pada suhu tinggi.
5Ca + V2O5 5CaO + 2V
3
Dalam suatu proses, 1,54 x 10 g V2O5 bereaksi dengan 1,96 x 103 g Ca. (a) Hitunglah
hasil teoritis dari logam vanadium. (b) Hitung persen hasilnya jika dalam kondisi
sebenarnya dihasilkan 803 g logam vanadium.
REVIEW
Mengapa persen hasil suatu reaksi kimia tidak bias lebih besar dari 100% ?
SUMMARY
1. Massa atom diukur dalam satuan massa atom (amu), satuan relatif yang diperoleh
berdasarkan nilai massa yang tepat dari isotop karbon-12, yaitu 12. Massa atom dari
suatu atom unsur tertentu adalah massa rata-rata dari distribusi isotop alami unsur
tersebut di alam. Massa molekul adalah jumlah massa atom-atom penyusun molekul
tersebut. Massa atom dan massa molekul dapat ditentukan secara akurat dengan
spetrometer massa.
2. Satu mol adalah sejumlah bilangan Avogadro (6,022 x 1023) dari atom, molekul, atau
partikel lainnya. Nilai massa molar (dalam gram) dari suatu unsur atau senyawa
sama dengan massa dalam satuan massa atom (amu) dan mengandung sejumlah
bilangan Avogadro berupa atom (dalam hal unsur), molekul (dalam hal senyawa
molekuler), atau satuan rumus paling sederhana lain (dalam hal senyawa ionik).
3. Persen komposisi massa senyawa adalah persen massa dari masing-masing unsur
yang terdapat dalam senyawa tersebut. Jika diketahui persen komposisi massa
senyawa, dapat disimpulkan rumus empiris senyawa dan rumus molekulnya jika
perkiraan massa molarnya diketahui.
4. Perubahan kimia, disebut pula reaksi kimia, digambarkan dalam bentuk persamaan
kimia. Zat yang mengalami perubahan, yaitu reaktan, ditulis di sebelah kiri tanda
panah, sedangkan zat yang terbentuk, yaitu produk, ditulis di sebelah kanan tanda
panah. Persamaan kimia harus setara, sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa.

K i m i a D a s a r 1 | 92
Jumlah atom dari setiap unsur dalam reaktan harus sama jumlahnya dengan atom
unsur pada sisi produk.
5. Stoikiometri adalah studi kuantitatif tentang produk dan reaktan yang terlibat dalam
reaksi kimia. Perhitungan stoikiometri paling tepat dilakukan dengan menyatakan
jumlah zat yang diketahui maupun yang tidak diketahui dalam satuan mol, kemudian
dikonversi ke satuan lain jika diperlukan. Pereaksi pembatas adalah reaktan yang
dalam persamaan reaksi memiliki jumlah stoikiometri terkecil. Reagen ini
membatasi jumlah produk yang akan terbentuk. Jumlah produk yang dihasilkan
dalam reaksi (hasil sesungguhnya) mungkin kurang dari jumlah maksimum produk
yang mungkin dihasilkan (hasil teoritis). Perbandingan keduanya jika dikalikan
dengan 100% dinyatakan sebagai persen hasil.
SOAL-SOAL LATIHAN
Massa Atom
1. Apakah yang dimaksud dengan satuan massa atom? Mengapa satuan tersebut perlu
untuk diperkenalkan?
2. Berapakah massa karbon-12 (dalam amu)? Mengapa massa atom karbon sebesar
12.01 amu terdapat dalam tabel di sampul depan buku ini?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataan "massa atom emas adalah 197,0
amu."
4. Informasi apa saja yang dibutuhkan untuk menghitung massa rata-rata atom suatu
unsur?
37
5. Massa atom 35
17 (75,53%) dan 17 (24,47%) secara berturut-turut adalah 34,968
amu dan 36,956 amu. Hitung massa atom rata-rata klorin! Persentase dalam kurung
menunjukkan kelimpahan relatifnya di alam.
6. Massa atom 63 dan 73 secara berturut-turut adalah 6,0151 amu dan
7,0160 amu. Hitung kelimpahan alami dari dua isotop tersebut. Massa rata-rata atom
Li adalah 6,941 amu.
7. Berapa massa (dalam gram) dari 13,2 amu?
8. Berapa amu partikel yang terdapat dalam 8,4 g zat tertentu?
Bilangan Avogadro dan Massa Molar
9. Definisikan tentang istilah "mol"! Apa satuan untuk mol dalam perhitungan? Apa
kesamaan mol dengan satuan sepasang, lusin, dan gros? Bilangan Avogadro
mewakili apa?
10. Apakah yang dimaksud dengan massa molar sebuah atom? Apa satuan yang umum
digunakan untuk massa molar ?
11. Populasi di Bumi saat ini adalah sekitar 6,5 miliar. Anggaplah setiap orang di Bumi
berpartisipasi dalam proses penghitungan partikel-partikel yang identik dengan laju
dua partikel per detik. Berapa tahun yang dibutuhkan untuk menghitung 6,0 x 1023
partikel? Asumsikan bahwa ada 365 hari dalam setahun.

K i m i a D a s a r 1 | 93

12. Tebal selembar kertas adalah 0,0036 inci. Anggaplah suatu buku tertentu memiliki
jumlah halaman sebanyak bilangan Avogadro. Hitung ketebalan buku dalam satuan
tahun cahaya! (Petunjuk : Lihat Soal 1.38 untuk definisi tahun cahaya.)
13. Berapa banyak atom yang terdapat dalam 5,10 mol belerang(S)?
14. Berapa mol atom kobalt (Co) yang terdapat dalam 6,00 x 109 (6 miliar) atom Co?
15. Berapa mol atom kalsium (Ca) dalam 77,4 g Ca?
16. Berapa gram emas (Au) yang terdapat dalam 15,3 mol Au?
17. Berapakah massa (dalam gram) dari masing-masing atom tunggal dari unsur
berikut? (a) Hg; (b) Ne.
18. Berapakah massa (dalam gram) dari masing-masing atom tunggal dari unsur
berikut? (a) As; (b) Ni.
19. Berapakah massa (dalam gram) dari 1,00 x 1012 atom timbal (Pb)?
20. Berapa jumlah atom yang terdapat dalam 3,14 g tembaga (Cu)?
21. Manakah dari unsur berikut yang memiliki jumlah atom lebih banyak, (a) 1,10 g
atom hidrogen (H) atau (b) 14,7 g atom kromium (Cr)?
22. Manakah dari unsur berikut yang memiliki massa yang lebih besar, (a) 2 atom
timah atau (b) 5,1 x 1023 mol helium?
Massa Molekul
23. Hitung massa molekul atau massa rumus (dalam amu) dari masing-masing zat
berikut :
a. CH4
b. NO2
c. SO3
d. C6H6
e. NaI
f. K2SO4
g. Ca3(PO4)2
24. Hitung massa molar zat berikut :
a. Li2CO3
b. CS2
c. CHCl3 (kloroform)
d. C6H8O6 (asam askorbat, atau vitamin C)
e. KNO3
f. Mg3N2
25. Hitung massa molar senyawa jika 0,372 mol senyawa tersebut memiliki massa 152
g.
26. Berapa banyak molekul aseton, ditunjukkan pada gambar dibawah ini, yang
terdapat dalam 0,435 g aseton?

K i m i a D a s a r 1 | 94

27. Hitung jumlah atom C, H, O dan dalam 1,75 g asam squaric, seperti yang
ditampilkan pada gambar di bawah ini.

28. Urea, (NH2)2CO, digunakan untuk pupuk dan beberapa contoh lainnya. Hitung
jumlah atom N, C, O, dan H pada 1,68 x 104 g urea.
29. Feromon adalah senyawa khusus yang dikeluarkan oleh hewan betina dari spesies
serangga untuk menarik perhatian pejantan. Feromon memiliki rumus lolekul
C19H38O. Biasanya, feromon yang diekskresikan sebanyak 1,0 x 1012 g. Berapa
banyak molekul feromon yang yang terdapat dalam jumlah tersebut?
30. Kerapatan air pada suhu 4C adalah 1,00 g/mL. Berapa banyak molekul air yang
terdapat dalam 2,56 mL air pada suhu yang sama?
Spektrometer Massa
31. Jelaskan bagaimana cara kerja spektrometer massa.
32. Jelaskan bagaimana cara menentukan kelimpahan isotop dari suatu unsur
berdasarkan spektrum massanya.
33. Karbon memiliki dua isotop yang stabil, 126 dan 136 sedangkan fluorin hanya
memiliki satu isotop stabil, 199 . Berapa banyak puncak yang akan dapat diamati
dalam spektrum massa ion positif CF4+ ? Asumsikan bahwa ion tidak hancur
menjadi fragmen yang lebih kecil.
34. Hidrogen memiliki dua isotop yang stabil, 11 dan 21 , sedangkan belerang
33
34
36
memiliki empat isotop yang stabil, 32
16, 16, 16, dan 16. Berapa puncak yang
dapat diamati dalam spektrum massa ion positif dari hidrogen sulfida, H2S+ ?
Asumsikan tidak ada dekomposisi ion menjadi fragmen yang lebih kecil.
Persen Komposisi dan Rumus Kimia
35. Gunaan amonia (NH3) untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan persen
komposisi massa suatu senyawa.

K i m i a D a s a r 1 | 95

36. Jelaskan bagaimana konsep persen komposisi massa dari senyawa yang tidak
diketahui dapat membantu mengidentifikasi senyawa.
37. Apa arti kata "empiris" dalam rumus empiris?
38. Jika kita tahu rumus empiris senyawa, informasi tambahan apa yang kita perlu
menentukan rumus molekulnya?
39. Timah (Sn) terdapat di kerak bumi sebagai SnO2. Hitung persen komposisi persen
massa Sn dan O dalam SnO2.
40. Selama bertahun-tahun kloroform (CHCl3) digunakan sebagai anestesi inhalasi
terlepas dari kenyataan bahwa senyawa tersebut juga merupakan zat beracun yang
dapat menyebabkan hati yang berat, ginjal, dan kerusakan hati. Hitung persen
komposisi massa masing-masing atom unsur dalam senyawa ini.
41. Alkohol sinamat terutama digunakan dalam pembuatan wewangian, parfurm, sabun
dan kosmetik. Rumus molekulnya adalah C9H10O.
(a) Hitung persen komposisi massa C, H, dan O dalam alkohol sinamat. (b) Berapa
jumlah molekul alkohol sinamat yang terkandung dalam 0,469 g sampel alkohol?
42. Semua bahan yang tercantum di bawah ini adalah pupuk yang menyumbangkan
nitrogen untuk tanah. Manakah sumber terkaya nitrogen dilihat dari persentase
massanya?
(a) Urea, (NH2)2CO
(b) Amonium nitrat, NH4NO3
(c) Guanidin, HNC(NH2)2
(d) Amonia, NH3
43. Allicin merupakan senyawa yang berperan dalam memberikan bau khas bawang
putih. Analisis senyawa memberikan persen komposisi massa berikut
C = 44,4%; H = 6,21%; S = 39,5%; dan O = 9,86%. Tentukan rumus empirisnya.
Bagaimana rumus molekulnya jika massa molarnya sekitar 162 g?
44. Peroksiasilnitrat (PAN) merupakan salah satu komponen asap yang terdiri dari
unsur C, H, N, dan O. Tentukan persen komposisi oksigen dan rumus empiris
senyawanya jika diketahui persen komposisi massa berikut : 19,8% C; 2,50% H;
dan 11,6% N. Bagaimana rumus molekulnya jika massa molar senyawanya sekitar
120 g?
45. Rumus senyawa untuk karat adalah Fe2O3. Berapa mol Fe yang terdapat dalam
24,6 g senyawa tersebut?
46. Berapa gram belerang (S) yang diperlukan untuk bereaksi sempurna dengan 246 g
raksa (Hg) dan menghasilkan HgS?
47. Hitung massa yodium, I2, (dalam gram) yang akan bereaksi sempurna dengan 20,4
g aluminium (Al) untuk menghasilkan aluminium iodida (AlI3).
48. Timah(II) fluoride, SnF2, sering ditambahkan ke pasta gigi sebagai bahan untuk
mencegah kerusakan gigi. Berapa massa F (dalam gram) dalam 24,6 g senyawa
SnF2?
49. Apa rumus empiris senyawa dengan komposisi sebagai berikut.
(a) 2,1% H; 65,3% O; 32,6% S.
(b) 20,2% Al; 79,8% Cl.

K i m i a D a s a r 1 | 96
50. Bagaimana rumus empiris senyawa dengan komposisi sebagai berikut.
(a) 40,1% C; 6,6% H; 53,3% O.
(b) 18,4% C; 21,5% N; 60,1% K.
51. Agen anticaking yang ditambahkan ke dalam garam Morton adalah kalsium silikat,
CaSiO3. Senyawa ini dapat menyerap hingga 2,5 kali massa air namun tetap berupa
bubuk bebas air. Hitung persen komposisi atom unsur dalam CaSiO3.
52. Rumus empiris suatu senyawa adalah CH. Jika massa molar dari senyawa ini
sekitar 78 g, apa rumus molekulnya ?
53. Massa molar kafein adalah 194,19 g. Manakah rumus molekul kafein, C4H5N2O
atau C8H10N4O2 ?
54. Monosodium glutamat (MSG) adalah penguat rasa makanan yang banyak
disalahkan sebagai penyebab "sindrom restoran Cina" dengan gejala sakit kepala
dan nyeri dada. MSG memiliki komposisi massa sebagai berikut : 35,51% C;
4,77% H; 37,85% O; 8,29% N; dan 13,60% Na.
Bagaimana rumus molekulnya jika massa molar molekulnya 169 g ?

55.

56.
57.
58.
59.

60.

Reaksi Kimia dan Persamaan Kimia


Gunakan reaksi pembentukan air dari hidrogen dan oksigen untuk menjelaskan
istilah-istilah berikut :
(a) reaksi kimia
(b) pereaksi (reaktan)
(c) produk
Apa perbedaan antara reaksi kimia dan persamaan kimia?
Mengapa suatu persamaan kimia harus setara? Apa hukum yang harus dipenuhi
oleh persamaan kimia yang setara?
Tuliskan simbol yang digunakan untuk menyatakan wujud gas, cair, padat, dan fase
berair dalam persamaan kimia.
Setarakan persamaan berikut dengan menggunakan metode yang telah dijelaskan
dalam Bagian 3.7.
a. C + O2 CO
h. CO + O2 CO2
b. H2 + Br2 HBr
i. K + H2O KOH + H2
c. Mg + O2 MgO
j. O3 O2
d. H2O2 H2O + O2
k. N2 + H2 NH3
e. Zn + AgCl ZnCl2 + Ag
l. S8 + O2 SO2
f. NaOH + H2SO4 Na2SO4 + H2O
m. Cl2 + NaI NaCl + I2
g. KOH + H3PO4 + H2O K3PO4
n. CH4 + Br2 CBr4 + HBr
Setarakan persamaan berikut dengan menggunakan metode yang telah dijelaskan
dalam Bagian 3.7.
a. N2O5 N2O4 + O2
h. KNO3 KNO2 + O2
b. NH4NO3 N2O + H2O
i. NH4NO2 N2 + H2O
c. NaHCO3 Na2CO3 + H2O + CO2
j. P4O10 + H2O H3PO4
d. HCl + CaCO3 CaCl2 + H2O + CO2 k. Al + H2SO4 Al2(SO4)3 + H2

K i m i a D a s a r 1 | 97

e. CO2 + KOH K2CO3 + H2O


f. Be2C + H2O Be(OH)2 + CH4
g. S + HNO3 H2SO4 + NO2 + H2O

l. CH4 + O2 CO2 + H2O


m. Cu + HNO3 Cu(NO3)2 + NO + H2O
n. NH3 + CuO Cu + N2 + H2O

Jumlah Reaktan dan Produk


61. Hukum apa yang mendasari stoikiometri? Mengapa penting untuk menggunakan
persamaan reaksi setara untuk menyelesaikan soal-soal stoikiometri?
62. Jelaskan langkah perhitungan yang melibatkan metode mol !
63. Manakah diantara diagram persamaan berikut yang paling tepat menunjukkan
terjadinya reaksi pada gambar dibawah ini?
a. 8A + 4B C + D
b. 4A + 8B 4C + 4D
c. 2A + B + C D
d. 4A + 2B 4C + 4D
e. 2A + 4B C + D
64. Manakah diantara diagram persamaan berikut yang paling tepat menunjukkan
terjadinya reaksi pada gambar dibawah ini?
a. A + B C + D
b. 6A + 4B C + D
c. A + 2B 2C + D
d. 3A + 2B 2C + D
e. 3A + 2B 4C + 2D
A
B
C
D

65. Perhatikan reaksi pembakaran karbon monoksida (CO) dengan gas oksigen.
2CO(g) + O2(g) 2CO2(g)
Jika terdapat 3,60 mol CO, hitung jumlah mol CO2 yang dihasilkan jika terdapat
gas oksigen yang cukup untuk bereaksi dengan semua CO.
66. Silikon tetraklorida (SiCl4) dapat dibuat dengan memanaskan Si dalam gas klor.
Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(l)
Dalam satu reaksi, dihasilkan 0,507 mol SiCl4. Berapa mol gas klorin yang
digunakan dalam reaksi?
67. Amonia adalah pupuk nitrogen utama. Amonia dibuat dengan mereaksikan
hidrogen dan nitrogen.
3H2(g) + N2(g) 2NH3(g)
Dalam reaksi tertentu dihasilkan 6,0 mol NH3. Berapa mol H2 dan N2 yang
dibutuhkan agar reaksi tersebut berlangsung?
68. Perhatikan reaksi pembakaran butana berikut.

K i m i a D a s a r 1 | 98

69.

70.

71.

72.

73.

74.

75.

2C4H10(g) + 13O2(g) 8CO2(g) + 10H2O(l)


Dalam suatu reaksi, 5,0 mol C4H10 bereaksi dengan O2 berlebih. Hitung jumlah mol
CO2 yang terbentuk.
Produksi tahunan belerang dioksida dari proses pembakaran batubara dan bahan
bakar fosil, knalpot mobil, dan sumber-sumber lainnya adalah sekitar 26 juta ton,
dengan persamaan reaksi sebagai berikut.
S(s) + O2(g) SO2(g)
Berapa massa belerang (dalam ton), yang terdapat dalam bahan awal sehinggal
terbentuk sejumlah tertentu gas SO2?
Ketika baking soda (sodium bikarbonat atau natrium hidrogen karbonat, NaHCO3)
dipanaskan, ia melepaskan gas karbon dioksida yang menyebabkan kue, donat, dan
roti mengembang. (a) Tulis persamaan reaksi setara penguraian senyawa tersebut,
dimana salah satu produknya adalah Na2CO3. (b) Hitung massa NaHCO3 yang
dibutuhkan untuk menghasilkan 20,5 g gas CO2.
Jika kalium sianida (KCN) bereaksi dengan asam, akan dihasilkan gas hidrogen
sianida (HCN) yang beracun dan mematikan, seperti persamaan reaksi berikut.
KCN(aq) + HCl(aq) KCl(aq) + HCN(g)
Jika 0,140 g sampel KCN direaksikan dengan HCl berlebih, hitung jumlah HCN
yang terbentuk (dalam gram).
Fermentasi adalah sebuah proses kimia yang kompleks dalam pembuatan anggur,
dimana glukosa diubah menjadi etanol dan karbon dioksida.
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2
glukosa
etanol
Jika pada awal reaksi terdapat 500,4g glukosa, berapa jumlah maksimum etanol
(dalam gram dan liter) yang dapat diperoleh melalui proses ini?
(Kerapatan etanol = 0,789 g/mL)
Setiap satuan tembaga(II) sulfat berikatan dengan lima molekul air dalam kristal
tembaga(II) sulfat pentahidrat, CuSO4.5H2O. Pada saat senyawa ini dipanaskan di
udara dengan suhu di atas 100C, ia akan melepaskan molekul-molekul air dan
kehilangan warna birunya.
CuSO4.5H2O CuSO4 + 5H2O
Jika 15,01 g senyawa CuSO4 dipanaskan maka akan tersisa 9,60 g CuSO4.Hitung
jumlah mol H2O yang terdapat dalam kompleks awal.
Selama bertahun-tahun, pemurnian emas, yaitu proses pemisahan emas dari bahanbahan lain, melibatkan penggunaan kalium sianida.
4Au + 8KCN + O2 + 2H2O 4KAu(CN) + 4KOH
Berapa jumlah minimum mol KCN yang diperlukan untuk memurnikan 29,0 g
emas?
Batu kapur (CaCO3) akan terurai melalui proses pemanasan untuk menghasilkan
kapur (CaO) dan karbon dioksida. Hitung berapa gram kapur yang dapat dihasilkan
dari 1,0 kg batu kapur.

K i m i a D a s a r 1 | 99

76. Dinitrogen oksida (N2O) disebut juga "gas tertawa." Senyawa ini dibuat melalui
penguraian termal dari amonium nitrat (NH4NO3). Produk lain yang terbentuk
adalah H2O.
1. Tulis persamaan reaksi setaranya.
2. Berapa banyak N2O yang terbentuk jika 0,46 mol NH4NO3 digunakan dalam
reaksi?
77. Pupuk amonium sulfat, (NH4)2SO4 dibuat dengan mereaksikan amonia (NH3)
dengan asam sulfat.
2NH3(g)
+
H2SO4(aq)

(NH4)2SO4(aq)
Berapa kilogram NH3 yang diperlukan untuk menghasilkan 1,00 x 105 kg
(NH4)2SO4?
78. Langkah umum pembuatan gas oksigen di laboratorium adalah melalui dekomposisi termal kalium klorat (KClO3). Dengan asumsi proses dekomposisi
berlangsung sempurna, hitung massa gas O2 (dalam gram) yang diperoleh dari
dekomposisi 46,0 g KClO3. (Produk reaksinya berupa KCl dan O2.)
Pereaksi Pembatas
79. Apakah yang dimaksud dengan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih? Apa arti
penting dari pereaksi pembatas dalam memprediksi jumlah produk yang dihasilkan
dalam reaksi? Apakah akan terdapat pereaksi pembatas jika dalam reaksi hanya
terdapat satu reaktan?
80. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menggambarkan konsep pereaksi
pembatas.
81. Nitrogen oksida (NO) bereaksi dengan gas oksigen membentuk nitrogen dioksida
(NO2) berupa gas berwarna coklat gelap.
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Dalam suatu percobaan 0,886 mol NO direaksikan dengan 0,503 mol O2. Tentukan
manakah dari dua reaktan tersebut yang merupakan pereaksi pembatas. Hitung juga
jumlah mol NO2 yang dihasilkan.
82. Penipisan ozon (O3) di stratosfer telah menjadi keprihatinan besar di antara para
ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir. Para ilmuwan yakin bahwa ozon dapat
bereaksi dengan nitrogen oksida (NO) yang dihasilkan oleh pesawat jet ketinggian
tinggi, SST. Reaksi yang terjadi adalah
O3 + NO O2 + NO2
Jika 0,740 g O3 bereaksi dengan 0,670 g NO, berapa gram NO2 yang akan
dihasilkan ? Senyawa mana yang bertindak sebagai pereaksi pembatas? Hitung
jumlah mol pereaksi berlebih yang tersisa pada akhir reaksi.
83. Propana (C3H8) merupakan salah satu komponen gas alam dan digunakan untuk
memasak dan sebagai pemanas dalam rumah.
1. Setarakan persamaan reaksi berikut yang menunjukkan reaksi pembakaran
propana di udara.
C3H8 + O2 CO2 + H2O

K i m i a D a s a r 1 | 100
2. Berapa massa karbon dioksida (dalam gram) yang dihasilkan pada pembakaran
3,65 mol propana? Asumsikan bahwa oksigen merupakan pereaksi berlebih.
84. Perhatikan reaksi berikut.
MnO2 + 4HCl MnCl2 + Cl2 + 2H2O
Jika 0,86 mol MnO2 bereaksi dengan 48,2 g HCl, pereaksi mana yang akan habis
terlebih dahulu? Berapa gram Cl2 yang akan dihasilkan dalam reaksi ini?
Hasil Reaksi
85. Mengapa hasil teoritis dari suatu reaksi hanya ditentukan oleh jumlah pereaksi
pembatasnya?
86. Mengapa hasil sebenarnya dari suatu reaksi kimia hampir selalu lebih kecil dari
hasil teoritisnya?
87. Hidrogen fluorida digunakan dalam pembuatan freon (yang merusak ozon di
stratosfer) dan dalam industri logam aluminium. Senyawa ini dibuat berdasarkan
reaksi
CaF2 + H2SO4 CaSO4 + 2HF
Dalam suatu proses 6,00 kg CaF2 direaksikan dengan H2SO4 berlebih dan
menghasilkan 2,86 kg HF. Hitung persen hasil HF.
88. Nitrogliserin (C3H5N3O9) merupakan peledak yang kuat. Reaksi dekomposisinya
ditunjukkan oleh persamaan
4C3H5N3O9 6N2 + 10H2O + 12CO2 + O2

Reaksi ini menghasilkan panas yang tinggi dan gas dalam jumlah banyak.
Pembentukan gas terjadi tiba-tiba bersama dengan pemuaian yang cepat sehingga
menghasilkan ledakan.
1. Berapa massa maksimum O2 (dalam gram) yang dapat dihasilkan dari
penguraian 2,00 x 102 g nitrogliserin?
2. Hitung persen hasil reaksi jika jumlah sebenarnya O2 yang dihasilkan adalah
6,55 g.
89. Titanium(IV) oksida, TiO2 merupakan zat putih yang diperoleh dari hasil reaksi
asam sulfat dengan mineral ilmenit (FeTiO3).
FeTiO3 + H2SO4 TiO2 + FeSO4 + H2O
Sifatnya yang tidak tembus cahaya dan tidak beracun membuat TiO2 cocok sebagai
pewarna plastik dan cat. Dalam suatu proses 8,00 x 103 kg FeTiO3 dihasilkan dari
3,67 x 103 kg TiO2. Berapa persen hasil reaksinya?

K i m i a D a s a r 1 | 101

90. Ketika dipanaskan, litium bereaksi dengan nitrogen dan menghasilkan litium
nitride.
6Li(s) + N2(g) 2Li3N(s)
Berapakah massa hasil teoritis Li3N yang terbentuk (dalam gram) ketika 12,3 g Li
direaksikan dengan 33,6 g N2? Jika Li3N yang dihasilkan sebenarnya adalah 5,89 g,
berapakah persen hasil reaksi tersebut?
91. Dalam industri, asam nitrat dihasilkan melalui proses Ostwald yang ditunjukkan
oleh persamaan reaksi berikut.
4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(l)
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
2NO2(g) + H2O(l) HNO3(aq) + HNO2(aq)
Berapakah massa NH3 (dalam gram) yang harus digunakan untuk menghasilkan
1,00 ton HNO3 sesuai dengan prosedur di atas ? Asumsikan persen hasilnya adalah
80% untuk setiap langkah reaksi? (1ton = 2000lb, 1lb = 453,6 g)
92. Sebuah sampel senyawa yang mengandung Cl dan O bereaksi dengan H2 berlebih
menghasilkan 0,233 g HCl dan 0,403 g H2O. Tentukan rumus empiris senyawanya.
93. Massa atom unsur X adalah 33,42 amu. 27,22 g sampel X bergabung dengan 84,10
g unsure lain, Y, untuk membentuk senyawa XY. Hitung massa atom Y.
94. Hidrat senyawa aluminium sulfat, Al2(SO4)3.xH2O mengandung 8,20% massa Al.
Hitung nilai x (jumlah molekul air yang terikat pada tiap unit Al2(SO4)3.
95. Massa sebuah batang besi adalah 664g. Setelah batang dibiarkan dalam udara
lembab selama sebulan, seperdelapan dari besi berubah menjadi karat (Fe2O3).
Hitung massa akhir dari batang besi dan karatnya.
96. Sebuah oksida logam tertentu memiliki rumus MO, dimana M menunjukkan
unsur logamnya. 39,46 g sampel senyawa tersebut dipanaskan dengan kuat dalam
gas hidrogen untuk menghilangkan oksigen yang terdapat dalam molekul air.
Pada akhir reaksi diperoleh 31,70 g logam tersisa. Jika O memiliki massa atom
16,00 amu, hitunglah massa atom M dan identifikasi jenis unsurnya.
97. Sebuah sampel murni seng (Zn) direaksikan dengan asam sulfat berlebih untuk
membentuk seng sulfat (ZnSO4) dan molekul gas hidrogen (H2).
1. Tulis persamaan reaksi setaranya.
2. Jika 0,0764 g H2 dihasilkan dari 3,86 g sampel Zn yang bereaksi, hitunglah
persen kemurnian sampel.
3. Asumsi apa yang harus Anda buat dalam mengerjakan soal (b) ?
98. Salah satu reaksi yang terjadi pada tanur tinggi, dimana bijih besi diolah menjadi
besi cor, adalah
Fe2O3 + 3CO 2Fe + 3CO2
Misalkan 1,64 X 103 kg Fe yang diperoleh dari sampel 2,62 X 103-kg Fe2O3.
Dengan asumsi bahwa reaksi berjalan sampai selesai, apa persen pu ritas dari
Fe2O3 dalam sampel asli?
99. Karbon dioksida (CO2) adalah gas utama penyebab pemanasan global (greenhouse effect). Pembakaran bahan bakar fosil merupakan sumber utama

K i m i a D a s a r 1 | 102

100.

101.

102.

103.

104.

105.

106.

107.

108.

peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. Karbon dioksida juga merupakan


produk akhir dari proses metabolisme (lihat Contoh 3.13). Dengan menggunakan
glukosa sebagai sampel makanan, hitung massa CO2 (dalam gram) yang dihasilkan manusia selama satu tahun, dengan asumsi setiap orang mengkonsumsi 5,0 x
102 g glukosa per hari. Populasi dunia 6,5 miliar, dan dalam setahun ada 365 hari.
Karbohidrat adalah senyawa yang mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen di
mana hidrogen untuk rasio oksigen adalah 2:1. Sebuah karbohidrat tertentu
mengandung karbon 40,0 persen massa. Hitung rumus empiris dan molekul
senyawa jika massa molar perkiraan adalah 178 g.
Pemanasan 2,40g oksida logam X (massa molar X 55,9 g/mol) dalam karbon
monoksida (CO) menghasilkan logam murni dan karbon dioksida. Massa logam
sebagai produk yang terbentuk adalah 1,68 g. Dari data yang diberikan, tunjukkan
bahwa rumus sederhana dari oksida logam tersebut adalah X2O3 dan tulis
persamaan reaksi setaranya.
Senyawa X mengandung 63,3% mangan (Mn) dan 36,7%. Jika X dipanaskan, gas
oksigen akan terlepas ke udara dan terbentuk senyawa baru Y yang mengandung
72,0% Mn dan 28,0% O.
1. Tentukan rumus empiris senyawa X dan Y.
2. Tulis persamaan reaksi setara perubahan X menjadi Y.
Sebuah sampel yang mengandung NaCl, Na2SO4, dan NaNO3 menunjukkan hasil
analisis unsur sebagai berikut : Na = 32,08%, O = 36,01%, dan Cl = 19,51%.
Hitung persen massa masing-masing senyawa dalam sampel.
Jika 0,273 g Mg dipanaskan dengan kuat dalam gas nitrogen, akan terjadi reaksi
kimia. Produk yang dihasilkan memiliki massa 0,378 g. Tentukan rumus empiris
dari senyawa yang mengandung Mg dan N. Berilah nama senyawa tersebut.
Sebanyak 13,43 g campuran gas metana (CH4) dan etana (C2H6) terbakar habis
dalam oksigen. Jika massa total CO2 dan H2O yang dihasilkan adalah 64,84 g,
hitung fraksi CH4 dalam campuran.
Sistein, dengan bentuk molekul seperti yang ditunjukkan, merupakan salah satu
dari 20 asam amino yang ditemukan dalam protein pada tubuh manusia. Tuliskan
rumus molekul dan hitung persen komposisi massanya.
Jika persen hasil suatu reaksi kimia mencapai 90% maka dapat dianggap
reaksinya berhasil. Bagaimanapun, dalam sintesis molekul kompleks seperti
klorofil dan obat-obatan antikanker, seorang ahli kimia seringkali harus
melakukan beberapa langkah sintesis. Berapakah persen hasil keseluruhan untuk
suatu sintesis tertentu, dengan asumsi sintesis melibatkan 30 langkah reaksi
dengan persen hasil 90% untuk tiap langkah?
Sebuah campuran CuSO4.5H2O dan MgSO4.7H2O dipanaskan sampai semua air
hilang. Jika 5,020 g campuran menghasilkan 2,988 g garam anhidrat, berapa
persen massa CuSO4.5H2O dalam campuran?

SOAL PENGAYAAN

K i m i a D a s a r 1 | 103

109. (a) Seorang ahli kimia melakukan penelitian menggunakan spektrometer massa
untuk mempelajari dua isotop unsur. Selama penelitian, ia merekam beberapa
spektrum massa isotop. Dalam analisisnya, ia melihat bahwa perbandingan
puncak yang lebih tinggi (isotop yang lebih berlimpah) dengan puncak yang
lebih pendek (isotop yang kurang berlimpah) meningkat secara bertahap
seiring berjalannya waktu. Dengan asumsi bahwa spektrometer massa
berfungsi normal, menurut Anda apakah yang menyebabkan terjadinya
perubahan ini ?
(b) Spektrometri massa dapat digunakan untuk mengidentifikasi rumus molekul
dengan massa molekul kecil. Untuk menunjukkan hal tersebut, identifikasilah
suatu molekul yang paling memungkinkan untuk memunculkan puncak
dalam spektrum massa pada : 16 amu, 17 amu, 18 amu, dan 64 amu.
(c) Perhatikan bahwa ada dua molekul (diantara molekul-molekul yang lain)
yang kemungkinan akan menimbulkan puncak pada 44 amu, yaitu C3H8 dan
CO2. Dalam hal tersebut, seorang ahli kimia mungkin mencoba untuk
mencari puncak lain yang dapat dihasilkan jika beberapa molekul terpecah
dalam spektrometer. Sebagai contoh, jika seorang kimiawan melihat satu
puncak di 44 amu dan juga satu puncak di 15 amu, molekul apa yang
menghasilkan puncak di 44 amu? Mengapa?
(d) Dengan menggunakan massa atom yang akurat berikut ini, seberapa tepat
massa C3H8 dan CO2 dapat diukur untuk membedakan keduanya?
16
1
12
1 = 1,00797 ; 6 = 12,00000 ; dan 8 = 15,99491
(e) Setiap tahunnya, emas senilai jutaan dolar hilang dicuri. Pada sebagian besar
kasus, emas dilebur dan dikirim ke luar negeri. Dengan cara ini emas dapat
mempertahankan nilainya namun cirri-ciri identifikasinya sudah hilang. Emas
adalah logam yang sangat tidak reaktif yang berada di alam dalam bentuk
tidak berikatan dengan unsur lain. Selama proses mineralisasi emas,
pembentukan butir-butir emas dari partikel mikroskopis emas, berbagai unsur
seperti kadmium (Cd), timbal (Pb), dan seng (Zn) dicampurkan ke dalam
butiran tersebut. Jumlah dan kadar kemurnian emas bervariasi sesuai dengan
lokasi penambangannya. Berdasarkan informasi ini, jelaskan bagaimana
Anda mengidentifikasi asal usul sepotong emas yang dicurigai dicuri dari
Fort Knox, tempat penyimpanan emas pemerintah.
110. Potas adalah suatu mineral kalium yang digunakan karena kandungan kaliumnya.
Sebagian besar kalium yang diproduksi di Amerika Serikat digunakan untuk
pupuk. Sumber utama kalium adalah kalium klorida (KCl) dan kalium sulfat
(K2SO4). Produksi potas umumnya dianggap setara dengan pembentukan kalium
oksida, K2O, atau sebanding dengan jumlah K2O yang dapat dihasilkan dari
mineral tertentu.

K i m i a D a s a r 1 | 104
(a) Jika harga per kg KCl adalah $ 0,055; berapa harga jual K2SO4 (dalam dollar
per kg) untuk menghasilkan jumlah kalium yang sama untuk tiap dolarnya ?
(b) Berapa massa (dalam kg) K2O yang mengandung jumlah mol atom K yang
sama dengan kandungannya dalam 1,00 kg KCl?
111. Suatu sampel besi seberat 15,0 g dipanaskan bersama dengan kalium klorat
(KClO3) dalam kontainer kedap udara. Oksigen yang dihasilkan dari dekomposisi
KClO3 mengubah sejumlah Fe menjadi Fe2O3. Jika massa gabungan Fe dan Fe2O3
adalah 17,9 g; hitung massa Fe2O3 yang terbentuk dan massa KClO3 yang
terdekomposisi.
112. Suatu logam tertentu, M, membentuk senyawa bromida yang mengandung
53,79% massa Br. Apakah rumus kimia senyawa tersebut ?

K i m i a D a s a r 1 | 105

BAB 4.
LARUTAN
DESKRIPSI
Reaksi dalam Larutan Banyak reaksi kimia dan hampir semua reaksi biologis terjadi
dalam media larutan. Zat (zat terlarut) yang larut dalam air (pelarut) dapat dibagi
menjadi dua kategori: elektrolit dan nonelektrolit, tergantung pada kemampuannya
untuk menghantarkan listrik.
Tiga Jenis Reaksi Utama Dalam reaksi pengendapan, produk, yang merupakan zat
yang tidak larut, terpisah dari larutan. Reaksi asam-basa melibatkan transfer proton (H+)
dari asam ke basa. Dalam reaksi oksidasi-reduksi, atau reaksi redoks, elektron ditransfer
dari agen pereduksi ke agen pengoksidasi. Ketiga jenis reaksi ini mewakili reaksi
mayoritas yang terjadi dalam sistem kimia dan biologi.
Stoikiometri Larutan Studi kuantitatif reaksi dalam larutan mengharuskan kita
mengetahui konsentrasi larutan, yang biasanya diwakili oleh satuan molaritas. Studi ini
meliputi analisis gravimetri, yang melibatkan pengukuran massa, dan titrasi dimana
konsentrasi larutan yang tidak diketahui ditentukan oleh reaksi yang terjadi antara
larutan tersebut dengan larutan yang konsentrasinya diketahui.
4.1 Sifat Umum Larutan
Banyak reaksi kimia dan hampir semua proses biologi terjadi dalam larutan. Oleh
karena itu, penting untuk memahami perbedaan sifat-sifat zat dalam larutan. Hal ini
diawali dengan pertanyaan, apa yang dimaksud dengan larutan? Larutan adalah
campuran homogen dari dua zat atau lebih. Zat dalam jumlah yang lebih kecil disebut
zat terlarut, sedangkan zat dalam jumlah yang lebih besar disebut pelarut. Sebuah
larutan kemungkinan berupa gas (seperti udara), padat (seperti paduan logam/ alloy),
atau cairan (air laut, misalnya). Pada bagian ini kita akan membahas hanya larutan
berair, dimana zat terlarut awalnya adalah cairan atau padatan dan pelarutnya adalah air.
Elektrolit vs Nonelektrolit
Semua zat terlarut yang larut dalam air dapat menjadi salah satu dari dua kategori:
elektrolit dan nonelektrolit. Elektrolit adalah zat yang ketika dilarutkan dalam air,

K i m i a D a s a r 1 | 106
menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan nonelektrolit tidak
menghantarkan listrik bila dilarutkan dalam air. Gambar 4.1 menunjukkan metode yang
mudah dan langsung membedakan antara elektrolit dan nonelektrolit. Sepasang
elektroda platinum direndam dalam air yang berada dalam gelas kimia. Untuk
menyalakan bohlam, arus listrik harus mengalir dari satu elektroda ke elektroda yang
lain, sehingga melengkapi sirkuit. Air murni adalah konduktor yang sangat miskin
listrik. Namun, jika kita menambahkan sejumlah kecil natrium klorida (NaCl), bola
lampu akan menyala secepat garam larut dalam air. NaCl padat, suatu senyawa ionik,
terurai menjadi ion Na+ dan Cl ketika dilarutkan dalam air. Ion Na+ akan tertarik ke
elektroda negatif dan ion Cl ke elektroda positif. Gerakan ini membentuk sebuah arus
listrik yang setara dengan aliran elektron di sepanjang kawat logam. Karena larutan
NaCl menghantarkan listrik, kita mengatakan bahwa NaCl adalah elektrolit. Air murni
mengandung ion sangat sedikit, sehingga tidak dapat menghantarkan listrik.
Perbandingan kecerahan bola lampu untuk jumlah molar yang sama dari zat
terlarut membantu kita membedakan antara elektrolit kuat dan lemah. Karakteristik
elektrolit kuat adalah bahwa zat terlarut diasumsikan 100 persen terdisosiasi menjadi
ion dalam larutan. (Disosiasi adalah peruraian senyawa menjadi kation dan anion.)
Dengan demikian, natrium klorida yang larut dalam air dapat ditulis sebagai
H2O

NaCl(s)

Na+(aq) + Cl(aq)

Reaksi tersebut menunjukkan bahwa seluruh natrium klorida yang dilarutkan dalam air
dapat menghasilkan ion Na+ dan Cl; sehingga tidak ada NaCl yang tidak terdisosiasi
dalam larutan.

(a)

(b)

(c)

K i m i a D a s a r 1 | 107

Gambar 4.1
Sebuah susunan untuk membedakan antara elektrolit dan nonelektrolit. Kemampuan
larutan untuk menghantarkan listrik tergantung pada jumlah ion yang dikandungnya. (a)
Larutan nonelektrolit tidak mengandung ion, dan bola lampu tidak menyala.(b) Larutan
elektrolit lemah mengandung ion dalam jumlah kecil, dan bola lampu remang-remang.
(c) Larutan elektrolit kuat mengandung ion dalam jumlah besar, dan bola lampu
menyala terang. Jumlah molar zat terlarut dalam ketiga gambar adalah sama.
Tabel 4.1 Klasifikasi Zat Terlarut dam Larutan
Elektrolit Kuat

Elektrolit Lemah

Nonelektrolit

HCl

CH3COOH

(NH2)2CO (urea)

HNO3

HF

CH3OH (metanol)

HClO4

HNO2

C2H5OH (etanol)

H2SO4*

NH3

C6H12O6 (glukosa)

NaOH

H2O*

C12H22O11 (sukrosa)

Ba(OH)2
Senyawa ionik
*H2SO4 terionisasi menjadi dua ion H+
* Air murni adalah elektrolit yang sangat lemah
Tabel 4.1 merupakan daftar contoh elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan
nonelektrolit. Senyawa ionik, seperti natrium klorida, kalium iodida (KI), dan kalsium
nitrat [Ca(NO3)2], merupakan elektrolit kuat. Sangat menarik untuk dicatat bahwa
cairan tubuh manusia mengandung banyak elektrolit kuat dan lemah.
Air adalah pelarut yang sangat efektif untuk senyawa ionik. Meskipun air adalah
molekul netral, memiliki ujung positif (atom H) dan ujung negatif (atom O), atau
"kutub" positif dan negatif, karena alasan ini, air sering disebut sebagai pelarut polar.
Ketika suatu senyawa ionik seperti natrium klorida larut dalam air, jaringan tiga
dimensi dari ion-ion dalam padatan ini hancur, dan ion Na+ dan Cl terpisah satu sama
lain. Dalam larutan, masing-masing ion Na+ dikelilingi oleh sejumlah molekul air
dengan ujung negatif berorientasi pada kation. Demikian pula, setiap ion Cl dikelilingi
oleh molekul air dengan ujung positif berorientasi pada anion (Gambar 4.2). Proses
dimana ion dikelilingi oleh molekul air yang tersusun secara spesifik disebut hidrasi.

K i m i a D a s a r 1 | 108
Hidrasi membantu untuk menstabilkan ion dalam larutan dan mencegah kation
bergabung dengan anion.
Asam dan basa juga elektrolit. Beberapa asam, termasuk asam klorida (HCl) dan
asam nitrat (HNO3), adalah elektrolit kuat. Asam terionisasi sepenuhnya dalam air,
misalnya, ketika gas hidrogen klorida larut dalam air, membentuk ion H+ dan Cl
terhidrasi:
H2O

HCl(g)

H+(aq) + Cl(aq)

Dengan kata lain, semua molekul HCl terlarut terpisah menjadi ion H+ dan Cl
terhidrasi
dalam larutan. Jadi, ketika kita menulis HCl(aq), dipahami bahwa itu adalah larutan
dari ion H+(aq) dan Cl(aq) saja dan tidak ada molekul HCl terhidrasi. Di sisi lain,
asam-asam tertentu, seperti asam asetat (CH3COOH), yang ditemukan dalam cuka,
terionisasi dalam tingkat yang jauh lebih rendah. Ionisasi asam asetat
CH3COOH(aq)

CH3COO(aq) + H+(aq)

Gambar 4.2
Ion Na+ dan Cl terhidrasi.
dimana CH3COO disebut ion asetat. (Dalam teks ini kita akan menggunakan istilah
disosiasi untuk senyawa ionik dan ionisasi untuk asam dan basa). Dengan menulis.
rumus asam asetat CH3COOH kita mengindikasikan bahwa proton yang terionisasi
berada pada gugus COOH.
Panah ganda

dalam suatu persamaan berarti bahwa reaksi reversibel;

reaksi dapat terjadi di kedua arah. Awalnya, sejumlah molekul CH3COOH putus untuk
menghasilkan ion CH3COO dan H+. Dengan berjalannya waktu, beberapa ion

K i m i a D a s a r 1 | 109

CH3COO dan H+ bergabung kembali untuk membentuk molekul CH3COOH.


Akhirnya, tercapai keadaan dimana molekul asam putus secepat ion bergabung kembali.
Pada kondisi ini terjadi kesetimbangan kimia, dimana tidak ada perubahan yang dapat
diamati (tetapi aktivitas terus menerus berlangsung pada tingkat molekuler). Asam
asetat adalah elektrolit lemah karena ionisasi dalam air tidak lengkap. Sebaliknya,
dalam larutan asam klorida, ion H+ dan Cl tidak memiliki kecenderungan untuk
bergabung kembali untuk membentuk molekul HCl. Panah tunggal digunakan untuk
mewakili proses ionisasi lengkap.
Dalam Bagian 4.2-4.4 kita akan mempelajari tiga tipe reaksi dalam media
larutan (pengendapan, asam-basa, dan oksidasi-reduksi) yang penting bagi industri,
proses lingkungan, dan biologi. Reaksi-reaksi tersebut juga memainkan peran dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Review Konsep
Diagram di bawah ini menunjukkan tiga senyawa (a) AB2, (b) AC2, dan (c) AD2 yang
dilarutkan dalam air. Manakah yang merupakan elektrolit kuat dan elektrolit yang
paling lemah? (Untuk mempermudah, molekul air tidak ditampilkan).

4. 2 Reaksi Pengendapan
Salah satu jenis reaksi umum yang terjadi dalam larutan adalah reaksi pengendapan,
yang menghasilkan pembentukan produk yang tidak larut, atau endapan. Endapan
adalah zat padat tidak larut yang terpisah dari larutan. Reaksi pengendapan biasanya
melibatkan senyawa ionik. Sebagai contoh, ketika larutan timbal(II) nitrat [Pb(NO3)2]
ditambahkan ke larutan kalium iodida (KI), akan terbentuk endapan kuning iodida
timbal (PbI2):
Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) PbI2(s) + 2KNO3(aq)

K i m i a D a s a r 1 | 110
Kalium nitrat tetap dalam larutan. Gambar 4.3 menunjukkan proses reaksi ini
berlangsung.
Reaksi sebelumnya adalah contoh reaksi metatesis (juga disebut reaksi
perpindahan ganda), reaksi yang melibatkan pertukaran antara dua senyawa. (Dalam hal
ini, senyawa menukar ion NO3 dan I). Reaksi pengendapan yang dibahas dalam bab
ini adalah contoh reaksi metatesis.

Gambar 4.3
Pembentukan endapan PbI2 dari larutan Pb(NO3)2 yang ditambahkan dalam larutan KI
Kelarutan
Bagaimana kita bisa memprediksi apakah endapan akan terbentuk ketika senyawa
ditambahkan ke dalam larutan atau ketika dua larutan dicampur? Hal ini tergantung
pada kelarutan zat terlarut, yang didefinisikan sebagai jumlah maksimum zat terlarut
yang akan larut dalam jumlah tertentu pelarut pada suhu yang spesifik. Kimiawan
menyebutkan zat sebagai zat larut, sedikit larut, atau tidak larut dalam arti kualitatif.
Suatu zat dikatakan larut jika cukup banyak dari zat tersebut tampak larut bila

K i m i a D a s a r 1 | 111

ditambahkan ke dalam air. Jika tidak, zat tersebut digambarkan sebagai sedikit larut
atau tidak larut. Semua senyawa ionik elektrolit kuat, tetapi tidak selalu larut.
Tabel 4.2 menunjukkan klasifikasi sejumlah senyawa ionik umum yang larut
atau tidak larut. Perlu diingat bahwa senyawa tidak larut akan tetap larut sampai batas
tertentu. Gambar 4.4 menunjukkan beberapa endapan.

Tabel 4.2 Kelarutan Senyawa Ionik dalam Air pada 25C


Senyawa Larut

Pengecualian (Tidak Larut)

Kandungan senyawa
ion logam alkali (Li+, Na+, K+, Rb+,
Cs+) dan ion amonium (NH4+)
Nitrat (NO3), bikarbonat (HCO3), dan
klorat (ClO3)
Halida (Cl, Br, I)

Halida dari Ag+, Hg22+, dan Pb2+

Sulfat (SO42)

Sulfat dari Ag+, Ca2+, Ba2+, Hg22+, dan Pb2+

Senyawa Tidak Larut

Pengecualian (Larut)

Karbonat (CO32), fosfat (PO43),

Senyawa yang mengandung ion logam

kromat (CrO42), dan sulfida (S2)

alkali dan ion amonium

Hidroksida (OH)

Senyawa yang mengandung ion logam alkali


dan ion Ba2+

K i m i a D a s a r 1 | 112

Gambar 4.4
Penampakan dari beberapa endapan. Dari kiri ke kanan: CdS, PbS, Ni(OH)2, Al(OH)3.
Contoh 4.1
Klasifikasikan kelarutan (larut atau tidak larut) senyawa ion berikut: (a) timbal sulfat
(PbSO4), (b) barium karbonat (BaCO3), (c) litium fosfat (Li3PO4).
Strategi: Meskipun tidak perlu menghafal kelarutan senyawa, kalian harus mengingat
aturan berikut: semua senyawa yang mengandung kation logam alkali, amonium, nitrat,
bikarbonat, dan klorat dapat larut. Untuk senyawa lain, kita perlu mengacu pada Tabel
4.2.
Penyelesaian:
(a) Menurut Tabel 4.2, PbSO4 tidak larut.
(b) Anion senyawa ini adalah karbonat dan kationnya Ba, yang merupakan logam
golongan 2A. Oleh karena itu, BaCO3 dapat larut.
(c) Litium adalah logam alkali (golongan 1A) sehingga Li3PO4 larut.
Latihan: Klasifikasikan kelarutan (larut atau tidak larut) senyawa ion berikut:
(a) FeS, (b) Ca(OH)2, (c) Co(NO3)3.
Persamaan Molekul, Persamaan Ion, dan Persamaan Ion Bersih
Persamaan pada halaman 100 menjelaskan pengendapan iodida yang disebut persamaan
molekul, karena rumus dari senyawa ditulis seolah-olah semua spesies ada sebagai

K i m i a D a s a r 1 | 113

molekul atau unit keseluruhan. Sebuah persamaan molekul berguna karena dapat
mengidentifikasi reagen (yaitu, timbal nitrat dan kalium iodida). Jika kita ingin
membawa reaksi tersebut ke laboratorium, kita akan menggunakan persamaan molekul.
Namun, persamaan molekul tidak menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi
dalam larutan secara mikroskopis.
Seperti dijelaskan sebelumnya, ketika senyawa ion larut dalam air, senyawa
tersebut pecah menjadi komponen kation dan anion. Agar lebih realistis, persamaan
harus menunjukkan pemisahan senyawa ion terlarut menjadi ion. Oleh karena itu,
kembali ke reaksi antara kalium iodida dan timbal nitrat, ditulis
Pb2+(aq) + 2NO3(aq) + 2K+(aq) + 2I(aq) PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3(aq)
Persamaan sebelumnya adalah contoh dari persamaan ion, yang menunjukkan
spesies terlarut sebagai ion bebas. Untuk melihat apakah endapan mungkin terbentuk
dari larutan ini, pertama-tama kita menggabungkan kation dan anion dari senyawa yang
berbeda, yaitu, PbI2 dan KNO3. Mengacu pada Tabel 4.2, kita melihat bahwa PbI2
merupakan senyawa yang tidak larut sedangkan KNO3 merupakan senyawa yang larut.
Oleh karena itu, KNO3 terlarut tetap berada dalam larutan sebagai ion K+ dan NO3
yang terpisah, yang disebut ion penonton, atau ion yang tidak terlibat dalam reaksi
keseluruhan. Karena ion penonton muncul di kedua sisi persamaan, ion penonton dapat
dihilangkan dari persamaan ionik
Pb2+(aq) + 2NO3(aq) + 2K+(aq) + 2I(aq) PbI2(s) + 2K+(aq) + 2NO3(aq)
Akhirnya, didapatkan persamaan ion bersih yang hanya menunjukkan spesies yang
benar-benar mengambil bagian dalam reaksi:
Pb2+(aq)) + 2I(aq) PbI2(s)
Contoh lain, ketika larutan barium klorida (BaCl2) ditambahkan dalam larutan natrium
sulfat (Na2SO4), endapan putih terbentuk (Gambar 4.5). Perlakuan ini disebut sebagai
reaksi metatesis, produk yang terbentuk adalah BaSO4 dan NaCl. Dari Tabel 4.2 kita
melihat bahwa BaSO4 tidak dapat larut. Oleh karena itu, kita menulis persamaan
molekul sebagai
BaCl2(aq) + Na2SO4(aq) BaSO4(s) + 2NaCl(aq)
Persamaan ion untuk reaksi adalah

K i m i a D a s a r 1 | 114
Ba2+(aq) + 2Cl(aq)+ 2Na+(aq) + SO42(aq) BaSO4(s) + 2Na+(aq) + 2Cl(aq)
Penghilangan ion penonton (Na+ dan Cl) pada kedua sisi persamaan menunjukkan
persamaan ion bersih
Ba2+(aq) + SO42(aq) BaSO4(s)

Gambar 4.5 Pembentukan endapan BaSO4


Empat langkah berikut merupakan ringkasan prosedur untuk menulis persamaan ionik
dan persamaan ion bersih:
1. Tuliskan persamaan molekul yang setara untuk reaksi, menggunakan rumus yang
benar untuk reaktan dan produk senyawa ionik. Lihat Tabel 4.2 untuk memutuskan
mana dari produk yang tidak larut dan akan muncul sebagai endapan.
2. Tuliskan persamaan ion untuk reaksi. Senyawa yang tidak muncul sebagai endapan
harus ditampilkan sebagai ion bebas.
3. Identifikasi dan hilangkan ion penonton di kedua sisi persamaan. Tuliskan
persamaan ion bersih untuk reaksi.
4. Periksa bahwa muatan dan jumlah atom dalam persamaan ion bersih sudah setara.
Contoh 4.2
Perkirakan apa yang terjadi ketika larutan kalium fosfat (K3PO4) dicampur dengan
larutan kalsium nitrat [Ca(NO3)2]. Tulis persamaan ion bersih untuk reaksi ini.
Strategi: Informasi yang diberikan berguna untuk menuliskan persamaan reaksi yang
tidak setara terlebih dahulu.
K3PO4(aq) + Ca(NO3)2(aq) ?

K i m i a D a s a r 1 | 115

Apa yang terjadi ketika senyawa ion larut dalam air? Ion apa yang terbentuk dari
pemisahan K3PO4 dan Ca(NO3)2? Apa yang terjadi ketika kation bertemu anion dalam
larutan?
Penyelesaian: Dalam larutan, K3PO4 terdisosiasi menjadi ion K+ dan PO43 dan
Ca(NO3)2 terdisosiasi menjadi ion Ca2+ dan NO3. Menurut Tabel 4.2, ion kalsium
(Ca2+) dan ion fosfat (PO43) akan membentuk senyawa yang tidak larut, kalsium fosfat
[Ca3(PO4)2], sedangkan produk lainnya, KNO3, dapat larut dan tetap dalam larutan.
Oleh karena itu, reaksi ini adalah reaksi pengendapan. Langkah-langkahnya diuraikan
sebagai berikut.
Langkah 1: Persamaan molekul setara untuk reaksi ini adalah
2K3PO4(aq) + 3Ca(NO3)2(aq) Ca3(PO4)2(s) + 6KNO3(aq)
Langkah 2: Untuk menulis persamaan ion, senyawa yang dapat larut akan dituliskan
sebagai ion yang terdisosiasi:
6K+(aq) + 2PO43(aq) + 3Ca2+(aq) + 6NO3(aq) 6K+(aq) + 6NO3(aq) +
Ca3(PO4)2(s)
Langkah 3: Menghilangkan ion penonton (K+ dan NO3) di setiap sisi persamaan, kita
memperoleh persamaan ion bersih:
3Ca2+(aq) + 2PO43(aq) Ca3(PO4)2(s)
Langkah 4: Perhatikan bahwa karena persamaan molekul telah disetarakan terlebih
dahulu, maka persamaan ioniknya juga harus disetarakan sehingga jumlah muatan atom
pada sisi positif (+6) dan sisi negatif (6) sehingga muatan di sisi kiri-kanan sama.
Latihan: Perkirakan endapan yang dihasilkan apabila larutan Al(NO3)3 dicampur
dengan larutan NaOH. Tuliskan persamaan ion bersih untuk reaksi ini.
Review Konsep
Manakah dari diagram berikut yang akurat untuk menggambarkan reaksi antara
Ca(NO3)2 (aq) dan Na2CO3(aq)? Untuk mempermudah, hanya ion Ca2+(kuning) dan
CO32(biru) yang ditampilkan.

K i m i a D a s a r 1 | 116

4.3 Reaksi Asam-Basa


Asam dan basa dikenal sebagai aspirin dan susu magnesium, meskipun banyak orang
tidak tahu nama kimianyaasam asetilsalisilat (aspirin) dan magnesium hidroksida
(susu magnesium). Selain menjadi dasar dari kebanyakan obat dan produk rumah
tangga, asam-basa kimia penting dalam proses industri dan penting dalam
mempertahankan sistem biologi. Sebelum kita mendiskusikan reaksi asam-basa, kita
perlu tahu lebih banyak tentang asam dan basa itu sendiri.
Sifat Umum Asam dan Basa
Dalam Bagian 2.7 kita mendefinisikan asam sebagai zat yang terionisasi dalam air
untuk menghasilkan ion H+ dan basa sebagai zat yang terionisasi dalam air untuk
menghasilkan ion OH. Definisi ini dirumuskan pada abad kesembilan belas oleh
kimiawan Swedia Svante Arrhenius untuk mengelompokkan sifat zat yang berada
dalam larutan yang dikenal.
Asam
Asam memiliki rasa asam, misalnya cuka terasa asam karena mengandung asam
asetat, lemon dan buah jeruk lainnya mengandung asam sitrat.
Asam menyebabkan perubahan warna pada pewarna alami (berasal dari tumbuhan),
misalnya, asam mengubah warna lakmus dari biru menjadi merah.
Asam bereaksi dengan logam tertentu, seperti seng, magnesium, dan besi, untuk
menghasilkan gas hidrogen. Reaksi yang khas terjadi antara asam klorida dan
magnesium:
2HCl(aq) + Mg(s) MgCl2(aq) + H2(g)
Asam bereaksi dengan karbonat dan bikarbonat, seperti Na2CO3, CaCO3, dan
NaHCO3, untuk menghasilkan gas karbon dioksida (Gambar 4.6). Misalnya,
2HCl(aq) + CaCO3(s) CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
HCl(aq) + NaHCO3(s) NaCl(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Larutan asam dapat menghantarkan listrik.

K i m i a D a s a r 1 | 117

Gambar 4.6 Potongan kapur tulis, yang mengandung CaCO3, bereaksi dengan asam
klorida untuk menghasilkan gas karbon dioksida.
Basa

Basa memiliki rasa pahit.

Basa terasa licin, misalnya, sabun yang mengandung basa, menunjukkan sifat ini.

Basa menyebabkan perubahan warna pada pewarna alami (berasal dari tumbuhan),
misalnya, basa mengubah warna lakmus dari merah ke biru.

Larutan basa dapat menghantarkan listrik.

Asam dan Basa Brnsted


Arrhenius mendefinisikan tentang asam dan basa hanya terbatas dalam larutan. Definisi
lebih luas diusulkan oleh kimiawan Denmark Johannes Brnsted pada tahun 1932, asam
Brnsted adalah donor proton, dan basa Brnsted adalah akseptor proton. Perhatikan
bahwa definisi asam dan basaBrnsted ini tidak memerlukan larutan. Asam klorida
adalah asam Brnsted karena menyumbangkan (donor) proton dalam air:

K i m i a D a s a r 1 | 118

Gambar 4.7 Ionisasi HCl dalam air membentuk ion H3O+ dan ion Cl.
Perhatikan bahwa ion H+ adalah atom hidrogen yang telah kehilangan elektronnya,
yang disebut proton telanjang. Ukuran proton adalah sekitar 1015 m, dibandingkan
dengan diameter rata-rata 1010 m untuk ion atau atom. Ion H+ merupakan partikel
bermuatan sangat kecil yang tidak bisa eksis sebagai entitas yang terpisah dalam larutan
karena adanya daya tarik yang kuat pada kutub negatif (atom O) dalam H2O.
Akibatnya, proton ada dalam bentuk terhidrasi, seperti yang ditunjukkan pada Gambar
4.7. Oleh karena itu, ionisasi dari asam klorida harus ditulis sebagai
HCl(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl(aq)
Proton terhidrasi, H3O+, disebut ion hidronium. Persamaan ini menunjukkan reaksi
dimana asam Brnsted (HCl) menyumbangkan proton ke basa Brnsted (H2O).
Percobaan menunjukkan bahwa ion hidronium lebih terhidrasi sehingga proton
mungkin memiliki beberapa molekul air yang terkait dengannya. Karena sifat asam dari
proton tidak terpengaruh oleh tingkat hidrasi, dalam teks ini kita umumnya akan
menggunakan H+(aq) untuk mewakili proton terhidrasi. Notasi ini untuk kenyamanan,
akan tetapi H3O+ lebih mendekati kenyataan. Perlu diketahui bahwa kedua notasi
mewakili spesies yang sama dalam larutan.
Asam yang umum digunakan di laboratorium meliputi asam klorida (HCl), asam
nitrat (HNO3), asam asetat (CH3COOH), asam sulfat (H2SO4), dan asam fosfat (H3PO4).
Tiga pertama adalah asam monoprotik, yaitu, setiap unit asam menghasilkan satu ion
hidrogen pada ionisasi:
HCl(aq) H+(aq) + Cl(aq)
HNO3(aq) H+(aq) + NO3(aq)
CH3COOH(aq)
CH3COO(aq) + H+(aq)
Seperti disebutkan sebelumnya, karena ionisasi asam asetat tidak lengkap
(perhatikan panah ganda), maka asam asetat adalah elektrolit lemah. Untuk alasan ini,
asam asetat disebut asam lemah (lihat Tabel 4.1). Di sisi lain, HCl dan HNO3 adalah

K i m i a D a s a r 1 | 119

asam kuat karena mereka adalah elektrolit yang kuat, sehingga benar-benar terionisasi
dalam larutan (perhatikan penggunaan panah tunggal).
Asam sulfat (H2SO4) adalah asam diprotik karena setiap unit asam menyerahkan
dua ion H+, dalam dua langkah terpisah:
H2SO4(aq) H+(aq) + HSO4(aq)
HSO4(aq)
H+(aq) + SO42(aq)
H2SO4 adalah elektrolit kuat atau asam kuat (langkah pertama ionisasi selesai),
tapi HSO4 merupakan asam lemah atau elektrolit lemah, dan kita perlu panah ganda
untuk mewakili ionisasi lengkapnya.
Asam triprotik, yang menghasilkan tiga ion H+, relatif sedikit jumlahnya. Asam
triprotik dikenal adalah asam fosfat, ionisasinya
H+(aq) + H2PO4(aq)
H+(aq) + HPO42(aq)
H+(aq) + PO43(aq)

H3PO4(aq)
H2PO4(aq)
HPO42(aq)

Ketiga spesies (H3PO4, H2PO4, dan HPO42) dalam hal ini adalah asam lemah,
sehingga digunakan panah ganda untuk mewakili setiap langkah ionisasi. Anion seperti
H2PO4 dan HPO42 ditemukan dalam larutan fosfat seperti NaH2PO4 dan Na2HPO4.
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa natrium hidroksida (NaOH) dan barium
hidroksida [Ba(OH)2] adalah elektrolit kuat. Ini berarti bahwa zat tersebut benar-benar
terionisasi dalam larutan:
H2O

NaOH(s)

H2O

Ba(OH)2(s)

Na+(aq) + OH(aq)
Ba2+(aq) + 2OH(aq)

Ion OH dapat menerima proton sebagai berikut:


H+(aq) + OH(aq) H2O(l)
Dengan demikian, OH adalah basa Brnsted. Amonia (NH3) diklasifikasikan sebagai
basa Brnsted karena dapat menerima ion H+ (Gambar 4.8):
NH3(aq) + H2O(l)

NH4+(aq) + OH(aq)

K i m i a D a s a r 1 | 120

Gambar 4.8 Ionisasi amonia dalam air menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida
Amonia adalah elektrolit lemah (dan karena itu basa lemah) karena hanya sebagian
kecil dari molekul NH3 terlarut bereaksi dengan air untuk membentuk ion NH4+ dan ion
OH.
Basa kuat yang paling umum digunakan di laboratorium adalah natrium
hidroksida. Karena NaOH murah dan dapat larut (semua hidroksida logam alkali dapat
larut). Basa lemah yang paling umum digunakan adalah larutan amonia, yang kadangkadang keliru disebut amonium hidroksida, tidak ada bukti bahwa spesies NH4OH
benar-benar ada dalam larutan selain ion NH4+ dan ion OH. Semua unsur Golongan 2A
membentuk hidroksida dari tipe M(OH)2 dimana M menunjukkan logam alkali tanah.
Dari hidroksida tersebut, hanya Ba(OH)2 yang larut. Magnesium dan kalsium
hidroksida digunakan dalam dunia kedokteran dan industri. Hidroksida logam lainnya,
seperti Al(OH)3 dan Zn(OH)2 tidak larut dan tidak digunakan sebagai basa. Contoh 4.3
mengklasifikasikan zat yang termasuk asam Brnsted atau basa Brnsted.
Contoh 4.3
Klasifikasikan setiap spesies berikut dalam larutan sebagai asam atau basa Brnsted:
(a) HBr, (b) NO2, (c) HCO32.
Strategi: Apakah karakteristik dari asam Brnsted? Apakah asam Brnsted
mengandung setidaknya atom H? Dengan pengecualian dari amonia, basa Brnsted
yang akan Anda hadapi pada tahap ini adalah anion.
Penyelesaian:
(a) Kita tahu bahwa HCl adalah asam. Karena Br dan Cl keduanya halogen (Golongan
7A), sehingga HBr seperti HCl, yang terionisasi dalam air sebagai berikut:
H+(aq) + Br(aq) HBr(aq)
Oleh karena itu, HBr merupakan asam Brnsted.

K i m i a D a s a r 1 | 121

(b) Dalam larutan, ion nitrit dapat menerima proton dari air untuk membentuk asam
nitrit:
NO2(aq) + H+(aq) HNO2(aq)
Sifat ini membuat NO2 merupakan basa Brnsted.
(c) Ion bikarbonat adalah asam Brnsted karena terionisasi dalam larutan sebagai
berikut:
HCO3(aq)

H+(aq) + CO32(aq)

Ion bikarbonat juga merupakan basa Brnsted karena dapat menerima sebuah proton
untuk membentuk asam karbonat:
HCO3(aq) + H+(aq)

H2CO3(aq)

Periksa: HCO3 dikatakan amfoter karena memiliki sifat asam maupun sifat basa.
Tanda panah ganda menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi reversibel.
Latihan: Klasifikasikan masing-masing spesies berikut sebagai asam atau basa
Brnsted: (a) SO42, (b) HI, (c) H2PO4.
Netralisasi Asam-Basa
Reaksi netralisasi adalah reaksi antara asam dan basa. Umumnya, reaksi larutan asambasa menghasilkan air dan garam, yang merupakan senyawa ionik terdiri dari kation
selain H+ dan anion selain OH atau O2:
asam + basa garam + air
Sebagai contoh, ketika larutan HCl dicampur dengan larutan NaOH, reaksi berikut
terjadi:
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
Namun, karena baik asam dan basa adalah elektrolit yang kuat, mereka benar-benar
terionisasi dalam larutan. Persamaan ionnnya adalah
H+(aq) + Cl(aq)+ Na+(aq) + OH(aq) Na+(aq) + Cl(aq) + H2O(l)
Oleh karena itu, reaksi dapat diwakili oleh persamaan ion bersih
H+(aq) + OH(aq) H2O(l)
Ion Na+ dan Cl adalah ion penonton.

K i m i a D a s a r 1 | 122
Sekarang perhatikan reaksi antara NaOH dengan asam sianida (HCN), yang adalah
asam lemah:
HCN(aq) + NaOH(aq) NaCN(aq) + H2O(l)
Dalam hal ini, persamaan ion adalah
HCN(aq) + Na+(aq) + OH(aq) Na+(aq) + CN(aq) + H2O(l)
dan persamaan ion bersihnya:
HCN(aq)+ OH(aq) CN(aq) + H2O(l)
Berikut ini juga contoh reaksi netralisasi asam-basa yang diwakili oleh persamaan
molekul:
HF(aq) + KOH(aq) KF(aq) + H2O(l)
H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l)
Ba(OH)2(aq) + 2HNO3(aq) Ba(NO3)2(aq) + 2H2O(l)
Reaksi Asam-Basa yang Menghasilkan Gas
Garam tertentu seperti karbonat (mengandung ion CO32), bikarbonat (mengandung ion
HCO3), sulfida (mengandung ion SO32), dan sulfida (mengandung ion S2) bereaksi
dengan asam untuk membentuk gas. Sebagai contoh, persamaan molekul untuk reaksi
antara natrium karbonat (Na2CO3) dan HCl(aq) adalah
Na2CO3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2CO3(aq)
Asam karbonat tidak stabil dan jika ada dalam larutan dalam konsentrasi yang cukup
terurai sebagai berikut:
H2CO3(aq) H2O(l)+ CO2(g)
Reaksi serupa yang melibatkan garam antara lain
NaHCO3(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)+ CO2(g)
Na2SO3(aq) + 2HCl(aq) 2NaCl(aq) + H2O(l)+ CO2(g)
K2S(aq) + 2HCl(aq) 2KCl(aq) + H2S(g)
Review Konsep
Manakah dari diagram berikut ini yang merupakan asam kuat? Yang merupakan asam
lemah? Yang merupakan asam yang sangat lemah? Proton ada dalam air sebagai ion

K i m i a D a s a r 1 | 123

hidronium. Semua asam monoprotik. (Untuk mempermudah, molekul air tidak


ditampilkan.)

4.4 Reaksi Oksidasi-Reduksi


Reaksi asam-basa dapat dicirikan sebagai proses transfer proton, sedangkan golongan
reaksi ini disebut oksidasi-reduksi, atau redoks, dianggap reaksi transfer elektron.
Sangat banyak reaksi oksidasi-reduksi yang menjadi bagian dari dunia di sekitar kita.
Diantaranya pembakaran bahan bakar fosil untuk tindakan rumah tangga, pemutih.
Selain itu, unsur logam dan bukan logam diperoleh dari bijihnya dengan proses oksidasi
atau reduksi.
Banyak reaksi redoks yang penting terjadi dalam larutan, tetapi tidak semua
reaksi redoks terjadi dalam larutan. Reaksi redoks bukan dalam larutan tidak rumit
untuk ditangani, jadi kita akan mulai diskusi kita dengan reaksi dimana dua unsur
bergabung untuk membentuk senyawa. Pertimbangkan pembentukan magnesium oksida
(MgO) dari magnesium dan oksigen (Gambar 4.9):
2Mg(s) + O2(g) 2MgO(s)

K i m i a D a s a r 1 | 124

Gambar 4.9 Magnesium dibakar dalam oksigen menghasilkan magnesium oksida


Magnesium oksida (MgO) merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion Mg2+ dan O2
. Dalam reaksi ini, dua atom Mg menyerahkan atau mentransfer empat elektron untuk
dua atom O (dalam O2). Untuk kenyamanan, kita bisa memikirkan proses ini sebagai
dua langkah yang terpisah, yang melibatkan hilangnya empat elektron oleh dua atom
Mg dan lainnya adalah penagkapan empat elektron oleh sebuah molekul O2:
2Mg 2Mg2+ + 4e
O2 + 4e 2O2
Masing-masing langkah ini disebut setengah-reaksi, yang secara eksplisit menunjukkan
elektron yang terlibat dalam reaksi redoks. Jumlah setengah-reaksi memberikan reaksi
keseluruhan:
2Mg + O2 + 4e 2Mg2+ + 2O2 + 4e
atau, jika elektron yang muncul pada kedua sisi persamaan dihilangkan,
2Mg + O2 2Mg2+ + 2O2
Akhirnya, ion Mg2+ dan O2 bergabung untuk membentuk MgO:
2Mg2+ + 2O2 MgO
Reaksi oksidasi merujuk pada setengah-reaksi yang melibatkan hilangnya
elektron. Kimiawan awalnya menggunakan "oksidasi" untuk menunjukkan kombinasi
dari unsur-unsur dengan oksigen. Namun, sekarang memiliki makna yang lebih luas
yang mencakup reaksi yang tidak hanya melibatkan oksigen. Reaksi reduksi adalah
setengah-reaksi yang melibatkan penangkapan elektron. Dalam pembentukan

K i m i a D a s a r 1 | 125

magnesium oksida, magnesium teroksidasi. Magnesium dikatakan sebagai agen


pereduksi karena menyumbangkan elektron ke oksigen dan menyebabkan oksigen
tereduksi. Oksigen tereduksi dan bertindak sebagai agen pengoksidasi karena menerima
elektron dari magnesium, menyebabkan magnesium teroksidasi. Perhatikan bahwa
tingkat oksidasi dalam reaksi redoks harus sama dengan tingkat reduksi, yaitu, jumlah
elektron yang hilang oleh agen pereduksi
harus sama dengan jumlah elektron yang diperoleh oleh agen pengoksidasi.
Agen pegoksidasi selalu tereduksi, dan agen pereduksi selalu teroksidasi. Pernyataan ini
mungkin agak membingungkan, tapi itu hanyalah sebuah konsekuensi sederhana dari
definisi yang terjadi pada dua proses.
Bilangan Oksidasi
Arti dari oksidasi dan reduksi dalam hal pelepasan dan penagkapan elektron berlaku
untuk pembentukan senyawa ionik seperti MgO. Namun, definisi ini tidak akurat untuk
memjelaskan pembentukan hidrogen klorida (HCl) dan sulfur dioksida (SO2):
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
S(s) + O2(g) SO2(g)
Karena HCl dan SO2 bukan senyawa ionik tetapi molekul, tidak ada elektron yang
ditransfer dalam pembentukan senyawa ini, seperti yang terjadi dalam kasus MgO.
Namun demikian, kimiawan menemukan cara untuk membuat reaksi ini sebagai reaksi
redoks karena pengukuran eksperimental menunjukkan bahwa ada transfer elektron
parsial (dari H ke Cl dalam HCl dan dari S ke O pada SO2).
Untuk melacak elektron dalam reaksi redoks, dapat digunakan bilangan oksidasi
pada reaktan dan produk. Bilangan oksidasi atom, disebut juga keadaan oksidasi
(oxidation state), menunjukkan jumlah muatan atom yang akan dimiliki dalam molekul
(atau suatu senyawa ionik) jika elektron telah ditransfer sepenuhnya. Sebagai contoh,
kita dapat menulis ulang persamaan sebelumnya untuk pembentukan HCl dan SO2
sebagai berikut:
0
0
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
0
0
S(s) + O2(g) SO2(g)

+11
+42

K i m i a D a s a r 1 | 126
Angka-angka di atas simbol unsur adalah bilangan oksidasi. Dalam kedua reaksi yang
ditunjukkan, tidak ada muatan pada atom dalam molekul reaktan. Dengan demikian,
bilangan oksidasinya adalah nol. Untuk molekul produk, bagaimanapun, diasumsikan
bahwa transfer elektron secara lengkap telah terjadi dan bahwa atom telah menerima
atau melepas elektron. Bilangan oksidasi menggambarkan jumlah elektron yang
ditrasfer.
Bilangan oksidasi memungkinkan kita untuk mengidentifikasi sekilas unsurunsur yang teroksidasi dan tereduksi. Unsur-unsur yang menunjukkan peningkatan
bilangan oksidasihidrogen dan sulfur dalam contoh sebelumnyateroksidasi. Klorin
dan oksigen tereduksi, sehingga bilangan oksidasinya menunjukkan penurunan dari
nilai awal. Perhatikan bahwa jumlah bilangan oksidasi H dan Cl dalam HCl (+1 dan 1)
adalah nol. Demikian juga, jika kita menambahkan muatan pada S (+4) dengan dua
atom O [2 (2)], jumlahnya adalah nol. Alasannya adalah bahwa molekul HCl dan
SO2 netral, sehingga muatan harus dihilangkan.
Aturan berikut digunakan untuk menetapkan bilangan oksidasi:
1.

Dalam unsur bebas (yaitu, dalam keadaan tidak terkombinasi), setiap atom
memiliki jumlah bilangan oksidasi nol. Dengan demikian, setiap atom dalam H2,
Br2, Na, Be, K, O2, dan P4 memiliki bilangan oksidasi sama: nol.

2.

Untuk ion yang terdiri dari hanya satu atom (yaitu, ion monoatomik), jumlah
bilangan oksidasinya sama dengan muatan ion. Dengan demikian, ion Li+ memiliki
bilangan oksidasi +1; ion Ba2+, +2; ion Fe3+, +3; ion I, 1; ion O2, 2, dan
seterusnya. Semua logam alkali memiliki bilangan oksidasi +1 dan semua logam
alkali tanah memiliki bilangan oksidasi +2 dalam senyawanya. Aluminium
memiliki bilangan oksidasi +3 dalam semua senyawanya.

3.

Jumlah bilangan oksidasi oksigen dalam senyawa (misalnya, MgO dan H2O)
adalah 2, tetapi dalam hidrogen peroksida (H2O2) dan ion peroksida (O22), adalah
1.

4.

Jumlah bilangan oksidasi hidrogen adalah +1, kecuali bila terikat pada logam
dalam senyawa biner. Dalam kasus ini (misalnya, LiH, NaH, CaH2), bilangan
oksidasinya adalah 1.

5.

Fluorin memiliki bilangan oksidasi dari 1 dalam semua senyawanya. Halogen


lainnya (Cl, Br, dan I) memiliki bilangan oksidasi negatif ketika mereka sebagai
ion halida dalam senyawanya. Ketika dikombinasikan dengan oksigen-misalnya

K i m i a D a s a r 1 | 127

dalam asam okso dan okso anion (lihat Bagian 2.7)-mereka memiliki bilangan
oksidasi positif.
6.

Dalam molekul netral, jumlah dari bilangan oksidasi dari semua atom harus
menjadi nol. Dalam ion poliatomik, jumlah bilangan oksidasi dari semua unsur
dalam ion harus sama dengan muatan total dari ion. Misalnya, dalam ion amonium,
NH4+, jumlah bilangan oksidasi N adalah 3 dan H adalah +1. Dengan demikian,
jumlah dari bilangan oksidasi adalah 3 + 4 (+1) = +1, yang sama dengan muatan
ion.

7.

Bilangan oksidasi tidak harus bilangan bulat. Sebagai contoh, bilangan oksidasi O
1

dalam ion superoksida, O2, adalah 2.


Contoh 4.4
Tetapkan bilangan oksidasi untuk semua unsur dalam senyawa dan ion berikut:
(a) Na2O, (b) HNO2, (c) Cr2O72.
Strategi: Secara umum, kita mengikuti aturan dalam penentuan bilangan oksidasi. Ingat
bahwa semua logam alkali memiliki bilangan oksidasi +1, dan dalam kebanyakan
kasus, hidrogen memiliki bilangan oksidasi +1 dan oksigen memiliki bilangan oksidasi
dari 2 dalam senyawanya.
Penyelesaian:
(a) Dengan aturan 2, kita melihat bahwa natrium memiliki bilangan oksidasi dari +1
(Na+) dan bilangan oksidasi oksigen adalah 2 (O2).
(b) Ini adalah rumus untuk asam nitrit, yang menghasilkan ion H+ dan ion NO2 dalam
larutan. Dari aturan 4, kita melihat bahwa H memiliki bilangan oksidasi +1.
Dengan demikian, kelompok lain (ion nitrit) harus memiliki bilangan oksidasi
bersih 1. Oksigen memiliki bilangan oksidasi dari 2, dan jika kita menggunakan
x untuk mewakili bilangan oksidasi nitrogen, maka ion nitrit dapat ditulis sebagai
[N(x)O2(2)]
sehingga

x + 2(2) = 1

atau

x = +3

(c) Dari aturan 6, kita melihat bahwa jumlah dari bilangan oksidasi dalam ion dikromat
Cr2O72 harus 2. Kita tahu bahwa jumlah bilangan oksidasi O adalah 2, sehingga
semua yang tersisa adalah untuk menentukan bilangan oksidasi Cr, yang kita sebut
y. Ion dikromat dapat ditulis sebagai

K i m i a D a s a r 1 | 128
[Cr2(y)O7(2)]2sehingga
atau

2(y) + 7(2) = 2
y = +6

Periksa: Dalam setiap kasus, apakah jumlah dari bilangan oksidasi dari semua atom
sama dengan muatan total pada spesies?
Latihan: Tetapkan bilangan oksidasi untuk semua unsur dalam senyawa dan ion
berikut:
(a) PF3, (b) MnO4.
Gambar 4.10 menunjukkan bilangan oksidasi yang diketahui dari unsur-unsur
yang dikenal, diatur sesuai dengan posisi mereka dalam tabel periodik. Kita dapat
meringkas isi
gambar tersebut sebagai berikut:
Unsur logam hanya memiliki bilangan oksidasi positif, sedangkan unsur nonlogam
kemungkinan memiliki bilangan oksidasi positif atau negatif.
Jumlah bilangan oksidasi tertinggi yang dimiliki suatu unsur dalam Golongan 1A-7A
dapat sesuai dengan golongannya. Sebagai contoh, halogen berada dalam Golongan
7A, sehingga bilangan oksidasi tertingginya adalah +7.
Logam transisi (Golongan 1B, 3B-8B) biasanya memiliki beberapa kemungkinan
bilangan oksidasi.

K i m i a D a s a r 1 | 129

Gambar 4.10 Bilangan oksidasi unsur dalam senyawanya. Bilangan oksidasi yang
umum digunakan adalah bilangan yang berwarna merah.
Beberapa Reaksi Oksidasi-Reduksi Umum
Di antara reaksi oksidasi-reduksi yang paling umum adalah reaksi kombinasi, reaksi
dekomposisi, reaksi pembakaran, dan reaksi perpindahan.
Reaksi Kombinasi (Combination Reaction)
Reaksi kombinasi adalah reaksi dimana dua atau lebih zat bergabung untuk
membentuk satu produk. Misalnya,
0
0
S(s) + O2(g) SO2(g)
0
0
3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s)
Reaksi Dekomposisi (Decomposition Reaction)

+42
+2

K i m i a D a s a r 1 | 130
Reaksi dekomposisi adalah kebalikan dari reaksi kombinasi. Secara khusus, reaksi
dekomposisi adalah pemecahan senyawa menjadi dua atau lebih komponen. Misalnya,
+22
0
2HgO(s) 2Hg(l) + O2(g)
+52
1
2KClO3(s) 2KCl(s) + 3O2(g)
+11
0
2NaH(s) 2Na(s) + H2(g)

0
0
0

Perhatikan bahwa bilangan oksidasi hanya ditunjukkan untuk unsur-unsur yang


teroksidasi atau tereduksi.
Reaksi Pembakaran (Combustion Reaction)
Reaksi pembakaran adalah reaksi dimana zat bereaksi dengan oksigen, biasanya
dengan pelepasan panas dan cahaya untuk menghasilkan api. Reaksi antara magnesium
dan belerang dengan oksigen yang dijelaskan sebelumnya adalah reaksi pembakaran.
Contoh lain adalah pembakaran propana (C3H8), sebuah komponen dari gas alam yang
digunakan untuk pemanasan domestik dan memasak:
C3H8(g) + 5O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l)
Semua reaksi pembakaran merupakan reaksi redoks.
Reaksi Perpindahan (Displacement Reaction)
Dalam reaksi perpindahan, ion (atau atom) dalam senyawa diganti dengan ion (atau
atom) dari unsur lain: Reaksi perpindahan dapat menjadi salah satu dari tiga
subkategori: perpindahan hidrogen, perpindahan logam, atau perpindahan halogen.
1.

Perpindahan Hidrogen. Semua logam alkali dan beberapa logam alkali tanah (Ca,
Sr, dan Ba), yang paling reaktif dari unsur-unsur logam, akan menggantikan
hidrogen dari air dingin (Gambar 4.11):
0
+1
+1 +1
2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g)
0
+1
+2 +1
Ca(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g)

0
0

K i m i a D a s a r 1 | 131

Gambar 4.11 Reaksi: (a) natrium (Na) (b) kalsium (Ca) dengan air dingin. Perhatikan
bahwa reaksi dengan Na lebih dahsyat dibandingan reaksi dengan Ca.
Banyak logam, termasuk logam yang tidak bereaksi dengan air, mampu
menggantikan hidrogen dari asam. Misalnya, seng (Zn) dan magnesium (Mg) tidak
bereaksi dengan air dingin tetapi bereaksi dengan asam klorida, sebagai berikut:
0
+1
+2
Zn(s) + 2HCl(aq) ZnCl2(aq) + H2(g)
0
+1
+2
Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + H2(g)

0
0

Gambar 4.12 menunjukkan reaksi antara asam klorida (HCl) dengan besi (Fe), seng
(Zn), dan magnesium (Mg). Reaksi-reaksi ini digunakan untuk menyiapkan gas
hidrogen di laboratorium.

K i m i a D a s a r 1 | 132
Gambar 4.12 Dari kiri ke kanan: Reaksi besi (Fe), seng (Zn), magnesium (Mg) dengan
asam klorida untuk menghasilkan gas hidrogen dan logam klorida (FeCl2, ZnCl2,
MgCl2). Kereaktifan dari logam-logam ini ditunjukkan dengan kecepatan pembentukan
gas hidrogen, dimana yang paling lambat adalah logam yang kurang reaktif, Fe, dan
yang paling cepat adalah logam yang paling reaktif, Mg.

Batangan Zn
berada dalam
larutan CuSO4

(a)

Ion Cu2+ berubah menjadi


atom Cu. Atom Zn masuk
ke dalam larutan menjadi
ion Zn2+

Ketika potongan kawat tembaga


dimasukkan dalam larutan AgNO3,
atom Cu masuk ke dalam larutan
menjadi ion Cu2+ dan ion Ag+
berubah menjadi atom Ag.

(b)

Gambar 4.13 Reaksi perpindahan logam dalam air.


2.

Perpindahan logam. Sebuah logam dalam senyawa dapat digantikan oleh logam
lain dalam keadaan terpisah. Misalnya, ketika logam seng ditambahkan ke dalam
larutan yang mengandung tembaga sulfat (CuSO4), logam Zn akan menggantikan
ion Cu2+ dari larutan (Gambar 4.13):
0
+2
+2
Zn(s) + CuSO4(aq) ZnSO4(aq) + Cu(s)
Persamaan ion bersih
0
+2
+2
2+
2+
Zn(s) + Cu (aq) Zn (aq) + Cu(s)

K i m i a D a s a r 1 | 133

Demikian pula, logam tembaga menggantikan ion perak dari larutan yang
mengandung perak nitrat (AgNO3) (juga ditunjukkan dalam Gambar 4.13):
0
+1
+2
Cu(s) + 2AgNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) + Ag(s)
Persamaan ion bersih
0
+1
+2
+
2+
Cu(s) + 2Ag (aq) Cu (aq) + Ag(s)

K
e
k
u
a
t
a
n
R
e
d
u
k
s
i
M
e
n
i
n
g
k
a
t

Bereaksi dengan air


dingin
untuk
meghasilkan gas H2

Bereaksi dengan uap


air
panas
untuk
menghasilkan gas H2

Bereaksi dengan asam


untuk menghasilkan gas H2

Tidak bereaksi dengan air


dan
asam
untuk
menghasilkan gas H2

Gambar 4.14 Rangkaian aktivitas (activity series) untuk logam. Logam disusun
berdasarkan

kemampuannya untuk menggantikan hidrogen dari asam atau air. Li

(litium) adalah logam yang

paling reaktif dan Au (emas) adalah logam yang paling

tidak reaktif.
Membalikkan peranan logam akan mengakibatkan tidak adanya reaksi. Dengan kata
lain, logam tembaga tidak akan menggantikan ion seng dari seng sulfat, dan logam
perak tidak akan menggantikan ion tembaga dari tembaga nitrat.
Cara mudah untuk memprediksi apakah terjadi reaksi perpindahan logam
atau hidrogen akan benar-benar terjadi adalah dengan merujuk pada suatu rangkaian
aktivitas (activity series), kadang-kadang disebut rangkaian elektrokimia, ditunjukkan
pada Gambar 4.14. Pada dasarnya, suatu rangkaian aktivitas (activity series) adalah

K i m i a D a s a r 1 | 134
ringkasan hasil dari banyak reaksi perpindahan yang mungkin mirip dengan reaksi yang
sudah dibahas. Menurut rangkaian ini, setiap logam di atas hidrogen akan
menggantikan hidrogen dari air atau dari asam, namun logam di bawah hidrogen tidak
akan bereaksi dengan air atau asam. Bahkan, setiap logam yang tercantum dalam
rangkaian akan bereaksi dengan logam (dalam senyawa) di bawahnya. Misalnya, Zn di
atas Cu, sehingga logam seng akan menggantikan ion tembaga dari tembaga sulfat.
3.

Perpindahan Halogen. Rangkaian aktivitas (activity series) lain merangkum


perilaku halogen dalam reaksi perpindahan halogen:
F2 > Cl2 > Br2 > I2
Kekuatan dari unsur-unsur Golongan 7A sebagai agen pengoksidasi menurun dari
fluorin ke iodin, sehingga molekul fluorin dapat menggantikan ion klorida,

bromida,
juga

dan iodida dalam larutan. Faktanya, molekul fluorin begitu reaktif yang

menyerang air; dengan demikian, reaksi-reaksi ini tidak dapat dilakukan dalam
larutan. Di sisi lain, molekul klorin dapat menggantikan ion bromida dan iodida

dalam larutan . Persamaan perpindahannya adalah


0
1
Cl2(g) + 2KBr(aq) 2KCl(aq) + Br2(l)
0
1
Cl2(g) + 2NaI(aq) 2NaCl(aq) + I2(s)

Persamaan ionnya adalah


0
1

Cl2(g) + 2Br (aq) 2Cl (aq) + Br2(l)


0
1
Cl2(g) + 2I(aq) 2Cl(aq) + I2(s)

Molekul bromin, pada akhirnya, dapat menggantikan ion iodida dalam larutan:
0
1
1

Br2(l) + 2I (aq) 2Br (aq) + I2(s)

Membalikkan peranan halogen tidak dapat menghasilkan reaksi. Dengan demikian,


bromin tidak dapat menggantikan ion klorida, dan iodin tidak dapat menggantikan
ion klorida dan bromida.

K i m i a D a s a r 1 | 135

Review Konsep
Manakah dari reaksi kombinasi berikut bukan merupakan reaksi redoks?
(a) 2Mg(s) + O2(g) 2MgO(s)
(b) H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
(c) NH3(g) + HCl(g) NH4Cl(s)
(d) 2Na(s) + S(s) Na2S(s)
4.5 Konsentrasi Larutan
Untuk mempelajari stoikiometri larutan, kita harus tahu berapa banyak reaktan yang
hadir dalam larutan dan juga bagaimana untuk mengontrol jumlah reaktan yang
digunakan untuk menghasilkan reaksi dalam larutan.
Konsentrasi suatu larutan merupakan jumlah zat terlarut dalam jumlah tertentu
pelarut, atau jumlah yang diberikan larutan. (Untuk diskusi ini, kita akan
mengasumsikan
zat terlarut adalah cairan atau padatan dan pelarut adalah cairan) Konsentrasi larutan
dapat dinyatakan dalam berbagai cara, seperti yang akan kita lihat di Bab 13. Di sini
kita akan mempertimbangkan salah satu satuan yang paling umum digunakan dalam
kimia, molaritas (M), atau konsentrasi molar, yang merupakan jumlah mol zat terlarut
per liter larutan. Molaritas didefinisikan sebagai
molaritas =

mol zat terlarut


liter larutan

(4.1)

Persamaan (4.1) juga dapat dinyatakan sebagai aljabar

M=
(4.2)
dimana n menunjukkan jumlah mol zat terlarut dan V adalah volume larutan
dalam liter. Dengan demikian, larutan glukosa (C6H12O6) 1,46 molar, ditulis 1,46 M
C6H12O6, mengandung 1,46 mol zat terlarut (C6H12O6) dalam 1 L larutan; larutan urea
0,52 molar [(NH2)2CO], ditulis 0,52 M (NH2)2CO, mengandung 0,52 mol (NH2)2CO
(zat terlarut) dalam 1 L larutan, dan sebagainya.

K i m i a D a s a r 1 | 136

Meniskus
Tanda ini menunjukkan
volume larutan yang
diketahui

Gambar 4.15 Mempersiapkan larutan dengan molaritas diketahui. (a) Zat terlarut padat
yang diketahui jumlahnya dimsukkan ke dalam labu volumetrik, kemudian air
ditambahkan melalui corong. (b) Zat padat secara perlahan dilarutkan dengan memutar
labu dengan hati-hati. (c) Setelah zat padat telah benar-benar larut, air ditambahkan lagi
hingga mencapai tanda volume. Untuk mengetahui volume larutan dan jumlah zat
terlarut di dalamnya, kita dapat menghitung molaritas larutan yang akan disiapkan.
Tentu saja, kita tidak selalu bekerja dengan volume larutan tepat 1 L. Ini tidak
masalah selama kita ingat untuk mengubah volume larutan ke liter. Dengan demikian,
500 mL larutan mengandung 0,730 mol C6H12O6 juga memiliki konsentrasi 1,46 M:
M= molaritas =

0,730 mol
0,500 L

= 1,46 mol/L = 1,46 M


Seperti yang Anda lihat, satuan molaritas adalah mol per liter, sehingga 500 mL larutan
mengandung 0,730 mol C6H12O6 setara dengan 1,46 mol/L atau 1,46 M. Perlu dicatat
bahwa konsentrasi, seperti kepadatan, adalah sifat yang intensif, sehingga nilainya tidak
tergantung pada banyaknya larutan.

K i m i a D a s a r 1 | 137

Prosedur untuk menyiapkan larutan molaritas dikenal adalah sebagai berikut.


Pertama, zat terlarut ditimbang secara akurat dan dipindahkan ke labu ukur melalui
corong (Gambar 4.15). Selanjutnya, air ditambahkan ke labu dengan hati-hati diaduk
untuk melarutkan zat padat. Setelah semua zat padat telah larut, air ditambahkan lagi
secara perlahan hingga mencapai tanda volume. Untuk mengetahui volume larutan
dalam labu dan kuantitas senyawa (jumlah mol) dilarutkan, kita dapat menghitung
molaritas larutan menggunakan Persamaan (4.1). Perhatikan bahwa jumlah air yang
ditambahkan dalam prosedur ini tidak perlu diketahui, asalkan volume akhir larutan
diketahui.
Contoh 4.5
Berapa gram kalium dikromat (K2Cr2O7) yang dibutuhkan untuk membuat 125 mL
larutan yang konsentrasinya 1,83 M?
Strategi: Berapa banyak mol K2Cr2O7 yang terkandung dalam 1L (atau 1000 mL)
larutan K2Cr2O7 1,83 M? 125 mL larutan? Bagaimana Anda mengkonversi gram ke
mol?
Penyelesaian: Langkah pertama adalah untuk menentukan jumlah mol K2Cr2O7 dalam
125 mL atau 0,125 L larutan 1,83 M:
mol K2Cr2O7 = 0,125 L larutan

1,83 mol K2Cr2O7


1 L larutan

= 0,229 mol K2Cr2O7


massa molar K2Cr2O7 adalah 294,2 g, sehingga
gram K2Cr2O7 yang dibutuhkan = 0,229 mol K2Cr2O7

294,2 g K2Cr2O7
1 mol K2Cr2O7

= 67,4 g K2Cr2O7
Periksa: Sebagai perkiraan, massa harus diberikan oleh [molaritas (mol/L) Volume
(L) massa molar (g/mol)] atau [2 mol/L 0,125 L 300 g/mol] = 75 g.
Jadi jawabannya adalah wajar.
Latihan: Berapa molaritas dari larutan etanol 85,0 mL (C2H5OH) yang mengandung
1,77 g etanol?
Contoh 4.6
Dalam uji biokimia, ahli kimia perlu menambahkan 4,07 g glukosa ke campuran reaksi.

K i m i a D a s a r 1 | 138
Hitung volume larutan glukosa 3,16 M dalam mililiter yang harus digunakan dalam
penambahan.
Strategi: Petama kita harus menentukan jumlah mol yang terkandung dalam 4,07 g
glukosa dan kemudian menggunakan Persamaan (4.2) untuk menghitung volume.
Penyelesaian: Dari massa molar glukosa, kita menulis
4,07 g C6H12O6

1 mol C6H12O6
180,2 g C6H12O6

= 2,259 102 mol C6H12O6

Selanjutnya, kita menghitung volume larutan yang mengandung 2,259 102 mol zat
terlarut. Tata ulang persamaan (4.2) memberikan

V=
= 2,259 102 mol C6H12O6 1000 ml larutan
3,16 mol C6H12O6/L larutan

1 L larutan

= 7,15 ml larutan
Periksa: Satu liter larutan mengandung 3,16 mol C6H12O6. Oleh karena itu, jumlah mol
dalam 7,15 mL atau 7,15 103 L adalah (3,16 mol 7.15 103) atau 2,26 102 mol.
Perbedaan kecil terjadi karena perbedaan pembulatan.
Latihan: Berapa volume (dalam mililiter) dari larutan NaOH 0,315 M yang
mengandung 6,22 g NaOH?
Pengenceran Larutan
Larutan pekat sering disimpan dalam gudang laboratorium untuk digunakan saat
dibutuhkan. Larutan digunakan sebagai larutan "stok" yang dapat diencerkan sesuai
dengan kebutuhan. Pengenceran adalah prosedur untuk mempersiapkan larutan kurang
pekat dari larutan lain yang lebih pekat.

K i m i a D a s a r 1 | 139

Gambar 4.16 Pengenceran larutan yang lebih pekat (a) ke yang kurang pekat (b) tidak
mengubah jumlah partikel terlarut (18).
Misalkan kita ingin mempersiapkan 1 L larutan KMnO4 0,400 M dari larutan
KMnO4 1,00 M. Untuk tujuan ini, kita perlu 0,400 mol KMnO4. Karena ada 1,00 mol
KMnO4 dalam 1 L larutan KMnO4 1,00 M, terdapat 0,400 mol KMnO4 dalam 0,400 L
dari larutan yang sama:
1,00 mol
1 L larutan

0,400 mol

= 0,400 L larutan

Oleh karena itu, kita harus menarik 400 mL dari larutan KMnO4 1,00 M dan
mengencerkan
ke 1000 mL dengan menambahkan air (dalam labu volumetri 1-L). Metode ini memberi
kita 1 L larutan KMnO4 0,400 M. Dalam proses pengenceran, kita perlu mengingat
bahwa penambahan pelarut untuk jumlah tertentu larutan stok mengakibatkan
penurunan konsentrasi larutan tanpa mengubah jumlah mol zat terlarut dalam larutan
(Gambar 4.16). Dengan kata lain,
mol zat terlarut sebelum pengenceran = mol zat terlarut setelah pengenceran
Karena molaritas didefinisikan sebagai mol zat terlarut dalam satu liter larutan, kita
melihat bahwa jumlah mol zat terlarut diberikan oleh
mol zat terlarut
liter larutan

volume larutan (dalam liter) = mol zat terlarut

M
atau

MV = mol zat terlarut

Karena semua zat terlarut berasal dari larutan stok asli, kita dapat menyimpulkan bahwa
Mi Vi

Mf Vf

(4.3)
mol larutan
sebelum pengenceran

mol larutan
setelah pengenceran

dimana Mi dan Mf adalah konsentrasi awal dan akhir dari larutan dalam molaritas dan
Vi dan Vf adalah volume awal dan akhir dari larutan. Tentu saja satuan Vi dan Vf harus
sama (mL atau L) dalam perhitungan. Untuk memeriksa hasil Anda, pastikan bahwa Mi
> Mf dan Vf > Vi.

K i m i a D a s a r 1 | 140

Contoh 4.7
Jelaskan bagaimana Anda akan mempersiapkan 2,50 102 mL larutan H2SO4 2,25 M
dari larutan stok H2SO4 7,41 M.
Strategi: Karena konsentrasi larutan akhir kurang dari larutan yang asli, ini adalah
proses pengenceran. Perlu diketahui bahwa dalam pengenceran, konsentrasi larutan
menurun tetapi jumlah mol zat terlarut tetap sama.
Penyelesaian: Diketahui :
Mi

= 7,41 M

Mf

= 2,25 M

Vi

=?

Vf

= 2,50 102 mL

Substitusi ke Persamaan (4.3),


(7,41 M) (Vi) = (2,25 M) (2,50 102 mL)
Vi = (2,25 M) (2,50 102 mL)
7,41 M
Vi = 75,9 ml
Dengan demikian, kita harus mengencerkan 75,9 mL larutan H2SO4 7,41 M dengan air
yang cukup untuk memberikan volume akhir 2,50 102 mL dalam labu volumetri 250
mL untuk mendapatkan konsentrasi yang diinginkan.
Periksa: Volume awal kurang dari volume akhir, sehingga jawabannya adalah wajar.
Latihan: Bagaimana Anda mempersiapkan 2,00 102 mL larutan KOH 0,866 M,
dimulai dengan larutan stok 5,07 M?

Review Konsep
Berapa konsentrasi akhir dari larutan NaCl 0,6 M jika volumenya dua kali lipat dan
jumlah mol zat terlarutnya tiga kali lipat?
4.6 Stoikiometri Larutan
Dalam Bab 3 kita mempelajari perhitungan stoikiometri dalam hal metode mol,
yang melibatkan koefisien dalam persamaan yang setara sebagai jumlah mol reaktan
dan produk. Dalam bekerja dengan molaritas dari larutan yang diketahui, kita harus
menggunakan hubungan MV = mol zat terlarut. Dua jenis stoikiometri larutan umum
yang akan dibahas dalam teks ini: analisis gravimetri dan titrasi asam-basa.

K i m i a D a s a r 1 | 141

Analisis Gravimetri
Gravimetri adalah teknik analisis berdasarkan pengukuran massa. Salah satu jenis
percobaan analisis gravimetri melibatkan pembentukan, isolasi, dan penentuan massa
endapan. Umumnya, prosedur ini diterapkan untuk senyawa ionik. Sebuah substansi
sampel dengan komposisi yang tidak diketahui dilarutkan dalam air dan dibiarkan
bereaksi dengan zat lain untuk membentuk endapan. Endapan disaring, dikeringkan,
dan ditimbang. Dengan mengetahui rumus massa dan rumus kimia dari endapan
terbentuk, kita dapat menghitung massa komponen bahan kimia tertentu (yaitu, anion
atau kation) dari sampel asli. Dari massa komponen dan massa sampel asli, kita dapat
menentukan komposisi persen massa dari komponen dalam kompleks aslinya.
Reaksi yang sering dipelajari dalam analisis gravimetri, karena reaktan dapat
diperoleh dalam bentuk murni, adalah
AgNO3(aq) + NaCl(aq) NaNO3(aq) + AgCl(s)
Persamaan ion bersih
Ag+(aq) + Cl(aq) AgCl(s)
Endapan ini AgCl (lihat Tabel 4.2). Sebagai contoh, kita ingin mengetahui kemurnian
sampel NaCl yang diperoleh dari air laut. Untuk melakukannya kita perlu menentukan
persen eksperimental massa Cl dalam NaCl. Pertama, kita akan menimbang sampel
dari NaCl secara akurat dan melarutkannya dalam air. Selanjutnya, kita akan
menambahkan larutan AgNO3 yang cukup untuk larutan NaCl sehingga mengendapkan
semua ion Cl yang ada dalam larutan sebagai AgCl. Dalam prosedur ini, NaCl adalah
reagen pembatas dan AgNO3 adalah reagen berlebih. Endapan AgCl dipisahkan dari
larutan dengan penyaringan, dikeringkan, dan ditimbang. Dari massa AgCl yang diukur,
kita dapat menghitung massa Cl menggunakan persen massa Cl dalam AgCl. Karena
jumlah Cl yang sama ada dalam sampel NaCl asli, kita dapat menghitung persen massa
Cl dalam NaCl dan karenanya kita dapat menyimpulkan kemurniannya. Gambar 4.17
menunjukkan bagaimana prosedur ini dilakukan.
Gravimetri adalah teknik yang sangat akurat, karena massa sampel dapat diukur
secara akurat. Namun, prosedur ini hanya berlaku untuk reaksi yang sempurna, atau
memberikan hasil hampir 100 persen. Dengan demikian, jika AgCl sedikit larut (bukan

K i m i a D a s a r 1 | 142
larut), tidak mungkin dapat mengendapkan semua ion Cl dari larutan NaCl sehingga
akan terjadi kesalahan pada perhitungan selanjutnya.

Gambar 4.17 Beberapa langkah dasar untuk analisis gravimetri. (a) Suatu larutan yang
mengandung NaCl dengan jumlah yang diketahui dalam gelas kimia. (b) Pengendapan
AgCl pada penambahan larutan AgNO3 dari sebuah silinder ukur. Dalam reaksi ini,
AgNO3 adalah reagen berlebih dan NaCl adalah reagen pembatas. (c) Sebelum
ditimbang, larutan yang mengandung endapan AgCl disaring dengan krusibel yang
dapat dilewati cairan (bukan endapan). Krusibel tersebut kemudian diambil,
dikeringkan dalam oven, dan ditimbang lagi. Perbedaan antara massa krusibel kosong
dan krusibel dengan endapan dapat memberikan massa endapan AgCl.
Contoh 4.8
Sebuah 0,7077 g sampel senyawa ionik yang mengandung ion klorida dan logam yang
tidak diketahui dilarutkan dalam air dan diperlakukan dengan AgNO3 berlebih. Jika
terbentuk endapan AgCl 1,3602 g, berapa persen massa Cl dalam senyawa aslinya?
Strategi: Hitung persen massa Cl dalam sampel yang tidak diketahui,
massa Cl

%Cl = 0,7077 g sampel 100%


Satu-satunya sumber ion Cl adalah senyawa yang asli. Ion-ion klorida pada akhirnya
ada dalam endapan AgCl. Bisakah kita menghitung massa ion Cl jika kita tahu persen
massa Cl dalam AgCl?
Penyelesaian: massa molar Cl dan AgCl masing-masing adalah 35,45 g dan 143,4 g.
Oleh karena itu, persen massa Cl di AgCl diberikan oleh
%Cl =

35,45 g Cl
143,4 g AgCl

100%

K i m i a D a s a r 1 | 143

= 24,72%
Selanjutnya, kita menghitung massa Cl dalam 1,3602 g AgCl. Untuk melakukannya kita
mengkonversi 24,72 persen menjadi 0,2472
massa Cl = 0,2472 1,3602
= 0,3362 g
Karena senyawa asli juga mengandung ion Cl sejumlah ini, persen massa Cl dalam
senyawa ini
%Cl =

0,3362 g
0,7077 g

100%

= 47,51%
Periksa: Ingatlah bahwa persen massa unsur dalam senyawa tidak dapat lebih besar
dari 100%. Dengan demikian, jawaban ini tampaknya masuk akal.
Latihan: Sampel dari 0,3220 g senyawa ion yang berisi ion bromida (Br) dilarutkan
dalam air dan diperlakukan dengan AgNO3 berlebih. Jika massa endapan AgBr yang
terbentuk adalah 0,6964 g, berapa persen massa Br dalam kompleks aslinya?

Titrasi Asam-Basa
Studi kuantitatif reaksi netralisasi asam-basa paling mudah dilakukan dengan prosedur
yang dikenal sebagai titrasi. Dalam sebuah percobaan titrasi, larutan dengan konsentrasi
akurat yang diketahui, disebut larutan standar, ditambahkan secara bertahap ke larutan
lain dengan konsentrasi yang tidak diketahui, sampai reaksi kimia antara dua larutan
selesai. Jika kita mengetahui volume larutan standar, volume larutan yang tidak
diketahui, serta konsentrasi larutan standar yang akan digunakan dalam titrasi, kita
dapat menghitung konsentrasi larutan yang tidak diketahui.
Natrium hidroksida merupakan salah satu basa yang umum digunakan di
laboratorium. Namun, karena sulit untuk mendapatkan padatan natrium hidroksida
dalam bentuk murni, larutan natrium hidroksida harus distandarisasi sebelum dapat
digunakan dalam pengerjaan analisis yang akurat. Larutan natrium hidroksida dapat
distandarisasi dengan mentitrasi larutan tersebut dengan larutan asam dengan
konsentrasi yang diketahui secara akurat. Asam sering digunakan adalah asam
monoprotik yang disebut kalium hidrogen ftalat (KHP), dengan rumus molekul

K i m i a D a s a r 1 | 144
KHC8H4O4. KHP berupa padatan putih larut yang tersedia secara komersial dalam
bentuk yang sangat murni. Reaksi antara KHP dan natrium hidroksida adalah
KHC8H4O4(aq) + NaOH(aq) KNaC8H4O4(aq) + H2O(l)
Persamaan ion bersih
HC8H4O4(aq) + OH(aq) C8H4O42 (aq) + H2O(l)
Prosedur untuk titrasi ditunjukkan pada Gambar 4.18. Pertama, KHP dengan jumlah
yang diketahui dimasukkan ke labu Erlenmeyer dan ditambah air suling untuk membuat
larutan. Selanjutnya, larutan NaOH dengan hati-hati ditambahkan ke dalam larutan
KHP dari buret hingga tercapai titik ekivalen, yaitu titik dimana asam telah sepenuhnya
bereaksi atau telah dinetralisir oleh basa. Titik ekivalen biasanya ditandai dengan
perubahan tajam warna indikator dalam larutan asam. Dalam titrasi asam-basa,
indikator adalah zat yang memiliki warna khas yang berbeda dalam media asam dan
basa. Salah satu indikator yang umum digunakan adalah fenolftalein, yang tidak
berwarna dalam larutan asam dan netral tetapi merah muda kemerahan dalam larutan
basa. Pada titik ekivalen, semua KHP yang ada telah dinetralisir oleh NaOH yang
ditambahkan, akan tetapi larutannya tetap tidak berwarna. Namun, jika kita
menambahkan lagi satu tetes larutan NaOH dari buret, larutan tersebut akan berubah
warna menjadi merah muda karena larutannya basa.

K i m i a D a s a r 1 | 145

Gambar 4.18 (a) Paralatan untuk titrasi asam-basa. Larutan NaOH ditambahkan dari
burret ke larutan KHP dalam labu Erlenmeyer. (b) Warna pink kemerahan muncul
ketika titik ekivalen tercapai. Warna dalam gambar ini telah dilakukan secara intensif
untuk tampilan visual.
Contoh 4.9
Dalam sebuah percobaan titrasi, seorang mahasiswa menemukan bahwa 25,46 mL
larutan NaOH diperlukan untuk menetralisir 0,6092 g KHP. Berapa konsentrasi (dalam
molaritas) larutan NaOH?
Strategi: Menentukan molaritas larutan NaOH. Apa definisi molaritas?
molaritas NaOH =

mol NaOH

perlu ditemukan

L larutan

akan dihitung

diberikan

Volume NaOH diberikan dalam soal. Oleh karena itu, kita perlu menemukan jumlah
mol NaOH untuk menemukan molaritas. Dari persamaan sebelumnya untuk reaksi
antara KHP dan NaOH yang ditunjukkan dalam teks, kita melihat bahwa 1 mol KHP
menetralkan 1 mol NaOH. Berapa banyak mol KHP yang terkandung dalam 0,6092 g
KHP?
Penyelesaian: Pertama, kita menghitung jumlah mol KHP yang dipakai dalam titrasi:
1 mol KHP

mol KHP = 0,6092 g KHP 204,2 g KHP

K i m i a D a s a r 1 | 146
= 2,983 103 mol KHP
Karena 1 mol KHP 1 mol NaOH, harus ada 2,983 103 mol NaOH dalam 25,46 mL
larutan NaOH. Akhirnya, kita menghitung jumlah mol NaOH dalam 1 L larutan atau
molaritas sebagai berikut:
molaritan larutan NaOH = 2,983 103 mol NaOH 1000 ml larutan
25,46 mL NaOH

L larutan

Latihan: Berapa gram KHP yang diperlukan untuk menetralkan 18,64 mL larutan
NaOH 0,1004 M?
Reaksi netralisasi antara NaOH dan KHP adalah salah satu reaksi paling
sederhana dari reaksi netralisasi asam-basa yang dikenal. Selain KHP, kita juga dapat
menggunakan asam diprotik seperti H2SO4 untuk titrasi. Reaksi diwakili oleh
2NaOH(aq) + H2SO4(aq) Na2SO4(aq) + 2H2O(l)
Karena 2 mol NaOH 1 mol H2SO4, kita perlu NaOH dua kali lebih banyak untuk
bereaksi
sepenuhnya dengan larutan H2SO4 yang memiliki konsentrasi molar dan volume yang
sama dengan asam monoprotik seperti HCl. Di sisi lain, kita perlu dua kali jumlah HCl
untuk menetralisir larutan Ba(OH)2 dibandingkan dengan larutan NaOH yang memiliki
konsentrasi dan volume yang sama karena 1 mol Ba(OH)2 menghasilkan 2 mol ion OH
:
2HCl(aq) + Ba(OH)2(aq) BaCl2(aq) + 2H2O(l)
Dalam perhitungan yang melibatkan titrasi asam-basa, terlepas dari asam atau basa
yang terjadi dalam reaksi, perlu diingat bahwa jumlah total mol ion H+ yang bereaksi
pada titik ekivalen harus sama dengan jumlah mol ion OH yang bereaksi.

Contoh 4.10
Berapa mililiter (mL) larutan NaOH 0,836 M yang diperlukan untuk menetralisir 25,0
mL
larutan H2SO4 0,355 M?

K i m i a D a s a r 1 | 147

Strategi: Menghitung volume larutan NaOH. Dari definisi molaritas [lihat rumus
(4.1)], kita menulis
L larutan =

mol NaOH

perlu ditemukan

molaritas

akan dihitung

diberikan

Dari persamaan untuk reaksi netralisasi yang dituliskan, kita melihat bahwa 1 mol
H2SO4 menetralkan 2 mol NaOH. Berapa banyak mol H2SO4 yang terkandung dalam
25,0 mL larutan H2SO4 0,355 M? Berapa banyak mol NaOH yang akan menetralisir
H2SO4?
Penyelesaian: Pertama, kita menghitung jumlah mol H2SO4 dalam larutan 25,0 mL:
mol H2SO4=

0,355 mol H2SO4


1000 ml larutan

25,0 ml larutan

= 8,88 103 mol H2SO4


Dari stoikiometri kita melihat bahwa 1 mol H2SO4 2 mol NaOH. Oleh karena itu,
jumlah mol NaOH bereaksi harus 2 8,88 103 mol, atau 1,78 102 mol. Dari
definisi molaritas [lihat rumus (4.1)], kita memiliki
L larutan =

volume NaOH

mol zat terlarut


molaritas

= 1,78 102 mol


0,836 mol/L larutan
= 0,0213 L atau 21,3 ml

Latihan: Berapa mililiter larutan H2SO4 1,28 M diperlukan untuk menetralkan 60,2 mL
larutan KOH 0.427 M?
Review Konsep
Larutan NaOH awalnya dicampur dengan larutan asam ditunjukkan dalam (a).
Manakah dari diagram ditunjukkan pada (b) - (d) sesuai dengan salah satu asam berikut:
HCl, H2SO4, H3PO4? Kode warna: biru bola (ion OH), bola merah (molekul asam),
bola hijau (anion dari asam). Asumsikan semua reaksi netralisasi asam-basa selesai.

K i m i a D a s a r 1 | 148

Ringkasan
1.

Larutan dapat menghantarkan listrik apabila zat terlarutnya adalah elektrolit. Jika
zat terlarutnya adalah nonelektrolit, larutan tidak menghantarkan listrik.

2.

Tiga kategori utama dari reaksi kimia yang terjadi dalam larutan adalah reaksi
pengendapan, reaksi asam-basa, dan reaksi oksidasi-reduksi.

3.

Dari aturan umum tentang kelarutan senyawa ionik, kita bisa memprediksi apakah
akan terbentuk endapan dalam reaksi.

4.

Asam Arrhenius terionisasi dalam air untuk menghasilkan ion H+, dan Basa
Arrhenius terionisasi dalam air untuk menghasilkan ion OH. Asam Brnsted
menyumbangkan proton, dan basa Brnsted menerima proton. Reaksi asam dan
basa disebut netralisasi.

5.

Dalam reaksi redoks, oksidasi dan reduksi selalu terjadi secara bersamaan. Oksidasi
ditandai dengan hilangnya elektron, reduksi dengan penambahan elektron.
Bilangan oksidasi membantu melacak distribusi muatan dan ditempatkan di semua
atom dalam suatu senyawa atau ion sesuai aturan spesifik. Oksidasi dapat
didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, reduksi dapat didefinisikan
sebagai penurunan bilangan oksidasi.

6.

Konsentrasi suatu larutan merupakan jumlah zat terlarut yang ada dalam sejumlah
larutan. Molaritas menunjukkan konsentrasi sebagai jumlah mol zat terlarut dalam
1 L larutan. Menambahkan pelarut dalam larutan, dikenal sebagai pengenceran,
mengurangi konsentrasi (molaritas) dari larutan tanpa mengubah jumlah mol zat
terlarut yang ada dalam larutan.

7.

Gravimetri adalah teknik untuk menentukan identitas suatu senyawa dan/ atau
konsentrasi dari larutan dengan mengukur massa. Percobaan gravimetri sering
melibatkan reaksi pengendapan.

K i m i a D a s a r 1 | 149

8.

Dalam titrasi asam-basa, larutan dengan konsentrasi yang diketahui (katakanlah,


basa) ditambahkan secara bertahap ke dalam larutan dengan konsentrasi yang tidak
diketahui (misalnya, asam) dengan tujuan menentukan konsentrasi larutan yang
tidak diketahui. Titik di mana reaksi dalam titrasi telah berakhir disebut titik
ekivalen.

Soal-Soal
Sifat Larutan
4.1 Definisikan zat terlarut, pelarut, dan larutan dengan menggambarkan proses
pelarutan zat padat dalam zat cair.
4.2 Apa perbedaan antara nonelektrolit dan elektrolit? Antara elektrolit lemah dan
elektrolit yang kuat?
4.3 Jelaskan hidrasi. Apa sifat air yang memungkinkan molekul untuk berinteraksi
dengan ion dalam larutan?
4.4 Apa perbedaan antara simbol berikut dalam persamaan kimia: dan

4.5 Air merupakan elektrolit yang sangat lemah dan karena itu tidak dapat
menghantarkan listrik. Mengapa kita sering memperingatkan untuk tidak
mengoperasikan peralatan listrik ketika kita tangan basah?
4.6 Lithium fluorida (LiF) adalah elektrolit yang kuat. Apa spesies yang hadir dalam
LiF (aq)?
4.7 Larutan dari tiga senyawa yang ditampilkan dalam diagram. Identifikasi setiap
senyawa sebagai nonelektrolit, elektrolit lemah, dan elektrolit yang kuat.

4.8 Manakah dari diagram berikut ini yang paling mewakili hidrasi NaCl bila
dilarutkan dalam air? Ukuran ion Cl lebih besar dari ion Na+.

K i m i a D a s a r 1 | 150

4.9 Identifikasi masing-masing zat berikut sebagai elektrolit kuat, elektrolit lemah,
atau nonelektrolit: (a) H2O, (b) KCl, (c) HNO3, (d) CH3COOH, (e) C12H22O11.
4.10 Identifikasi masing-masing zat berikut sebagai elektrolit kuat, elektrolit lemah,
atau nonelektrolit: (a)Ba (NO3)2, (b) Ne, (c) NH3, (d) NaOH.
4.11 Bagian listrik melalui larutan elektrolit disebabkan oleh pergerakan (a) elektron
saja, (b) kation saja, (c) anion saja, (d) baik kation dan anion.
4.12 Prediksi dan jelaskan mana dari sistem berikut yang dapat menghantarkan
listrik: (a) NaCl padat, (b) NaCl cair, (c) larutan NaCl.
4.13 Anda diberi larut dalam air senyawa X. Jelaskan bagaimana Anda akan
menentukan apakah itu adalah elektrolit atau nonelektrolit. Jika itu adalah
elektrolit, bagaimana Anda menentukan apakah itu kuat atau lemah?
4.14 Jelaskan mengapa larutan HCl dalam benzena tidak menghantarkan listrik
sedangkan dalam air menghantarkan listrik.
Reaksi Pengendapan
4.15 Apa perbedaan antara persamaan ionik dan persamaan molekul?
4.16 Apa keuntungan dari menulis persamaan ion bersih?
4.17 Dua larutan dari AgNO3 dan NaCl dicampur. Manakah dari berikut ini yang
paling mewakili diagram campuran? (Ag+ = abu-abu; Cl = oranye; Na+ = hijau;
NO3 = biru) (Untuk mempermudah, molekul air tidak ditampilkan).

K i m i a D a s a r 1 | 151

4.18 Dua larutan dari KOH dan MgCl2 dicampur. Manakah dari diagram berikut ini
yang paling mewakili campuran? (K+= ungu; OH = merah; Mg2+ = biru; Cl=
oranye) (Untuk mempermudah, molekul air tidak ditampilkan.)

4.19 Karakterisasi senyawa berikut dapat larut atau tidak dalam air: (a) Ca3(PO4)2, (b)
Mn(OH)2, (c) AgClO3, (d) K2S.
4.20 Karakterisasi senyawa berikut dapat larut atau tidak dalam air: (a) CaCO3, (b)
ZnSO4, (c) Hg(NO3)2, (d) HgSO4, (e) NH4ClO4.
4.21 Tulis persamaan ionik dan persamaan ion bersih untuk reaksi berikut:

4.22 Tulis persamaan ionik dan persamaan ion bersih untuk reaksi berikut:

4.23 Manakah dari proses berikut kemungkinan akan menghasilkan reaksi


pengendapan? (a) Pencampuran larutan NaNO3 dengan larutan CuSO4. (b)
Pencampuran larutan BaCl2 dengan larutan K2SO4. Tuliskan persamaan ionik
bersih untuk reaksi pengendapan tersebut.
4.24 Dengan mengacu pada Tabel 4.2, sarankan satu metode yang mungkin
memisahkan (a) K+ dari Ag+, (b) Ba2+ dari Pb2+, (c) NH4+ dari Ca2+, (d) Ba2+

K i m i a D a s a r 1 | 152
dari Cu2+. Semua kation diasumsikan dalam larutan, dan anion umum adalah ion
nitrat.
Reaksi Asam Basa
4.25 Sebutkan sifat-sifat umum dari asam dan basa.
4.26 Berikan definisi Arrhenius definisi Brnsted tentang suatu asam dan basa.
Mengapa definisi Brnsted yang lebih berguna dalam menggambarkan sifat
asam-basa?
4.27 Berikan contoh asam monoprotik, yang asam diprotik, dan asam triprotik.
4.28 Apa karakteristik dari netralisasi reaksi asam-basa?
4.29 Faktor-faktor apa yang menyebabkan suatu senyawa disebut garam? Tentukan
mana dari senyawa berikut yang termasuka garam: CH4, NaF, NaOH, CaO,
BaSO4, HNO3, NH3, KBr?
4.30 Identifikasi senyawa berikut sebagai asam atau basa (lemah atau kuat): (a) NH3,
(b) H3PO4, (c) LiOH, (d) HCOOH (asam format), (e) H2SO4, (f) HF, (g)
Ba(OH)2.
4.31 Identifikasi setiap spesies berikut sebagai Brnsted asam, basa, atau keduanya:
(a) HI, (b) CH3COO, (c) H2PO4, (d) HSO4.
4.32 Identifikasi setiap spesies berikut sebagai Brnsted asam, basa, atau keduanya:
(a) PO43, (b) ClO2, (c) NH4+, (d) HCO3.
4.33 Setarakan persamaan berikut dan tuliskan persamaan ionik dan persamaan ion
bersih yang sesuai (jika sesuai):

4.34 Setarakan persamaan berikut dan tuliskan persamaan ionik dan persamaan ion
bersih yang sesuai (jika sesuai):

Reaksi Oksidasi-Reduksi

K i m i a D a s a r 1 | 153

4.35 Definisikan istilah-istilah berikut: setengah reaksi, reaksi oksidasi, reaksi


reduksi, agen pereduksi, agen pengoksidasi, reaksi redoks.
4.36 Apakah yang dimaksud dengan bilangan oksidasi? Bagaimana bilangan oksidasi
digunakan untuk mengidentifikasi reaksi redoks? Jelaskan mengapa, kecuali
untuk senyawa ion, bilangan oksidasi tidak memiliki physical significance.
4.37 (a) Tanpa mengacu pada Gambar 4.10, berikan bilangan oksidasi logam alkali
dan alkali tanah dalam senyawanya. (b) Berikan bilangan oksidasi tertinggi yang
dapat dimiliki unsur Golongan 3A-7A.
4.38 Apakah mungkin dalam suatu reaksi hanya terjadi oksidasi dan tidak mengalami
reduksi? Jelaskan.
4.39 Untuk reaksi redoks lengkap ini, (i) uraikan setiap reaksi menjadi setengah
reaksi, (ii) identifikasi agen pengoksidasinya, (iii) identifikasi agen
pereduksinya.

4.40 Untuk reaksi redoks lengkap ini, tulis setengah reaksi dan identifikasi agen
pengoksidasi dan pereduksinya:

4.41 Susun spesies berikut menurut peningkatan bilangan oksidasi atom belerang: (a)
H2S, (b) S8, (c) H2SO4, (d) S2, (e) HS, (f) SO2, (g) SO3.
4.42 Fosfor dapat membentuk banyak asam okso. Tunjukkan bilangan oksidasi fosfor
dalam masing-masing asam berikut: (a) HPO3, (b) H3PO2, (c) H3PO3, (d)
H3PO4, (e) H4P2O7, (f) H5P3O10.
4.43 Berikan bilangan oksidasi atom yang digarisbawahi dalam molekul dan ion
berikut: (a) ClF, (b) IF7, (c) CH4, (d) C2H2, (e) C2H4, (f) K2CrO4, (g) K2Cr2O7,
(h) KMnO4, (i) NaHCO3, (j) Li2, (k) NaIO3, (l) KO2, (m) PF6 , (n) KAuCl4.
4.44 Berikan bilangan oksidasi untuk spesies berikut: H2, Se8, P4, O, U, As4, B12.

K i m i a D a s a r 1 | 154
4.45 Berikan bilangan oksidasi atom digarisbawahi dalam molekul dan ion berikut:
(a) Cs2O, (b) CaI2, (c) Al2O3, (d) H3AsO3, (e) TiO2, (f) MoO42, (g) PtCl42, (h)
PtCl62, (i) SnF2, (j) ClF3, (k) SbF6.
4.46 Berikan bilangan oksidasi atom digarisbawahi dalam molekul dan ion berikut:
(a) Mg3N2, (b) CsO2, (c) CaC2, (d) CO32, (e) C2O42, (f) ZnO22, (g) NaBH4, (h)
WO42.
4.47 Asam nitrat merupakan oksidator kuat. Kondisi mana dari spesies berikut ini
paling tidak mungkin dihasilkan ketika asam nitrat bereaksi dengan reduktor
kuat seperti logam seng, dan jelaskan mengapa: N2O, NO, NO2, N2O4, N2O5,
NH4+.
4.48 Manakah dari logam berikut dapat bereaksi dengan air? (a) Au, (b) Li, (c) Hg,
(d) Ca, (e) Pt.
4.49 Atas dasar pertimbangan bilangan oksidasi, satu dari oksida berikut tidak akan
bereaksi dengan molekul oksigen: NO, N2O, SO2, SO3, P4O6. Oksida yang
manakah itu? Mengapa?
4.50 Prediksi hasil dari reaksi yang diwakili oleh persamaan reaksi dengan
menggunakan rangkaian aktivitas (activity reaction), dan setarakan
persamaannya.

Konsentrasi Larutan
4.51 Tuliskan persamaan untuk menghitung molaritas. Mengapa molaritas sesuai
untuk satuan konsentrasi dalam kimia?
4.52 Jelaskan langkah-langkah dalam mempersiapkan larutan dengan konsentrasi
molar diketahui menggunakan labu volumetrik.
4.53 Hitung massa KI dalam gram yang dibutuhkan untuk mempersiapkan 5.00 102
mL larutan 2,80 M.
4.54 Jelaskan bagaimana Anda akan mempersiapkan 250 mL larutan NaNO3 0,707
M.
4.55 Berapa banyak mol MgCl2 yang ada dalam 60,0 mL larutan MgCl2 0.100 M?

K i m i a D a s a r 1 | 155

4.56 Berapa gram KOH yang ada dalam 35,0 mL larutan 5,50 M?
4.57 Hitunglah molaritas dari masing-masing larutan berikut: (a) 29,0 g etanol
(C2H5OH) dalam 545 mL larutan, (b) 15,4 g sukrosa (C12H22O11) dalam 74,0
mL larutan, (c) 9.00 g natrium klorida (NaCl) dalam 86,4 mL larutan.
4.58 Hitunglah molaritas dari masing-masing solusi berikut: (a) 6,57 g metanol
(CH3OH) dalam 1,50 102 mL larutan, (b) 10,4 g kalsium klorida (CaCl2)
dalam 2,20 102 mL larutan, (c) 7,82 g naftalena (C10H8) dalam 85,2 mL
larutan benzena.
4.59 Hitung volume dalam mL larutan yang dibutuhkan untuk menyediakan: (a) 2,14
g natrium klorida dari larutan 0.270 M, (b) 4,30 g etanol dari larutan 1,50 M, (c)
0,85 g asam asetat (CH3COOH) dari larutan 0,30 M.
4.60 Tentukan berapa gram masing-masing zat terlarut berikut akan diperlukan untuk
membuat 2,50 102 mL 0.100 M larutan: (a) cesium iodida (CsI), (b) asam
sulfat (H2SO4), (c) natrium karbonat (Na2CO3), (d) kalium dikromat (K2Cr2O7),
(e) kalium permanganat (KMnO4).
Pengenceran Larutan
4.61 Jelaskan langkah-langkah dalam mengencerkan larutan dengan konsentrasi
diketahui.
4.62 Tuliskan persamaan yang memungkinkan kita untuk menghitung konsentrasi
larutan yang diencerkan. Berikan satuan untuk semua istilah.
4.63 Jelaskan bagaimana mempersiapkan 1,00 L larutan HCl 0,646 M, dimulai
dengan larutan 2,00 M HCl.
4.64 Air ditambahkan ke 25,0 mL larutan KNO3 0,866 M sampai volume larutan
tepat 500 mL. Berapa konsentrasi akhir larutan?
4.65 Bagaimana Anda mempersiapkan 60,0 mL larutan HNO3 0,200 M dari larutan
stok HNO3 4,00 M?
4.66 Anda memiliki 505 mL larutan HCl 0,125 M dan Anda ingin mencairkan ke
0,100 M. Berapa banyak air harus Anda tambahkan? Asumsikan volume bersifat
tambahan.
4.67 35,2 mL larutan KMnO4 1,66 M dicampur dengan 16,7 mL larutan KMnO4
0.892 M. Hitung konsentrasi larutan akhir.

K i m i a D a s a r 1 | 156
4.68 46.2 mL larutan kalsium nitrat [Ca(NO3)2]0.568 M dicampur dengan 80,5 mL
larutan kalsium nitrat 1,396 M. Hitung konsentrasi akhir larutan.
Analisis Gravimetri
4.69 Jelaskan langkah-langkah dasar dalam analisis gravimetri. Bagaimana prosedur
ini membantu kita menentukan identitas suatu senyawa atau kemurnian suatu
senyawa jika rumus senyawanya diketahui?
4.70 Air suling harus digunakan dalam analisis gravimetri klorida. Mengapa?
4.71 Jika 30,0 mL CaCl2 0,150 M ditambahkan ke 15,0 mL AgNO3 0.100 M, berapa
gram massa endapan AgCl?
4.72 Sebuah sampel dari 0,6760 g senyawa yang tidak diketahui mengandung ion
barium (Ba2+) dilarutkan dalam air dan diperlakukan dengan Na2SO4 berlebih.
Jika massa endapan BaSO4 yang terbentuk adalah 0,4105 g, berapa persen
massa dari Ba dalam senyawa awal yang diketahui?
4.73 Berapa gram NaCl yang diperlukan untuk mengendapkan sebagian besar ion
Ag+ dari 2,50 102 mL larutan AgNO3 0,0113 M? Tuliskan persamaan ion
bersih untuk reaksi tersebut.
4.74 Konsentrasi ion Cu2+ dalam air (yang juga mengandung ion sulfat) diambil dari
suatu pabrik industri ditentukan dengan menambahkan larutan natrium sulfida
(Na2S) berlebih untuk 0,800 L dari air. Persamaan molekul
Na2S(aq) + CuSO4(aq) Na2SO4(aq) + CuS(s)
Tuliskan persamaan ion bersih dan hitung konsentrasi molar Cu2+ dalam sampel air jika
0,0177 g CuS padat terbentuk.
Titrasi Asam Basa
4.75 Jelaskan langkah-langkah dasar dalam titrasi asam basa. Mengapa teknik ini
dinilai praktis?
4.76 Bagaimana indikator asam basa bekerja?
4.77 18,68 mL larutan KOH yang diperlukan untuk menetralkan 0,4218 g KHP.
Berapa konsentrasi (dalam molaritas) larutan KOH?
4.78 Hitunglah konsentrasi (dalam molaritas) dari larutan NaOH jika 25,0 mL larutan
tersebut diperlukan untuk menetralkan 17,4 mL larutan HCl 0,312 M.
4.79 Hitung volume dalam mL larutan NaOH 1.420 M yang dibutuhkan untuk titrasi
larutan berikut:

K i m i a D a s a r 1 | 157

(a) 25,00 mL larutan HCl 2,430 M


(b) 25,00 mL larutan 4.500 M H2SO4
(c) 25,00 mL larutan 1.500 M H3PO4
4.80 Berapa volume larutan HCl 0,500 M yang diperlukan untuk menetralisir
masing-masing sebagai berikut:
(a) 10,0 mL larutan NaOH 0,300 M
(b) 10,0 mL larutan Ba(OH)2 0,200 M
Soal-Soal Tambahan
4.81 Klasifikasikan reaksi berikut sesuai dengan jenis reaksi yang dibahas dalam bab
ini:
(a) Cl2 + 2OH Cl + ClO + H2O
(b) Ca2+ + CO32 CaCO3
(c) NH3 + H+ NH4+
(d) 2CCl4 + CrO42 2COCl2 + CrO2Cl2 + 2Cl
(e) Ca + F2 CaF2
(f) 2Li + H2 2LiH
(g) Ba(NO3)2 + Na2SO4 2NaNO3 + BaSO4
(h) CuO + H2 Cu + H2O
(i) Zn + 2HCl ZnCl2 + H2
(j) 2FeCl2 + Cl2 2FeCl3
4.82 Menggunakan peralatan yang ditunjukkan pada Gambar 4.1, mahasiswa
menemukan bahwa bola lampu itu menyala terang saat elektroda direndam
dalam larutan asam sulfat. Namun, setelah penambahan sejumlah larutan barium
hidroksida [Ba(OH)2], cahaya mulai untuk meredup meskipun Ba(OH)2 juga
merupakan elektrolit kuat. Jelaskan.
4.83 Seseorang memberi Anda cairan berwarna. Jelaskan tiga tes kimia yang akan
Anda lakukan pada cairan yang menunjukkan bahwa cairan itu adalah air.
4.84 Anda diberi dua larutan tidak berwarna, satu berisi NaCl dan lainnya berisi
sukrosa (C12H22O11). Sarankan tes kimia dan tes fisik yang dapat membedakan
kedua larutan.
4.85 Klorin (Cl2) digunakan untuk memurnikan air minum. Terlalu banyak klorin
berbahaya bagi manusia. Kelebihan klorin sering dihapus oleh pengobatan

K i m i a D a s a r 1 | 158
dengan sulfur dioksida (SO2). Setarakan persamaan reaksi yang terjadi dalam
prosedur ini:
Cl2 + SO2 + H2O Cl2 + SO42 + H+
4.86 Sebelum aluminium diperoleh dengan reduksi listrik dari bijih (Al2O3), logam
aluminium diproduksi dengan reduksi kimia AlCl3. Logam apa yang akan Anda
gunakan untuk mereduksi Al3+ menjadi Al?
4.87 Oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) adalah gas yang tidak berwarna dan
tidak berbau. Sarankan dua tes kimia yang memungkinkan Anda untuk
membedakan kedua gas tersebut.
4.88 Berdasarkan bilangan oksidasi, jelaskan mengapa karbon monoksida (CO)
mudah terbakar tetapi karbon dioksida (CO2) tidak.
4.89 Manakah dari larutan berikut yang menurut Anda dapat menjadi konduktor
listrik terbaik pada 25 C? Jelaskan jawaban Anda.
(a) 0,20 M NaCl
(b) 0,60 M CH3COOH
(c) 0,25 M HCl
(d) 0,20 M Mg(NO3)2
4.90 5,00 102 mL sampel larutan HCl 2,00 M adalah diperlakukan dengan 4,47 g
magnesium. Hitung konsentrasi larutan asam setelah semua logam telah
bereaksi. Asumsikan bahwa volume tetap tidak berubah.
4.91 Hitung volume (dalam liter) dari larutan CuSO4 0,156 M yang akan bereaksi
dengan 7,89 g seng.
4.92 Natrium karbonat (Na2CO3) dapat diperoleh dalam bentuk sangat murni dan
dapat digunakan untuk standarisasi larutan asam. Berapa molaritas larutan HCl
jika 28,3 mL larutan diperlukan untuk bereaksi dengan 0,256 g Na2CO3?
4.93 3,664 g sampel dari asam monoprotik dilarutkan dalam air dan diperlukan 20,27
mL larutan NaOH 0,1578 M untuk netralisasi. Hitung massa molar asam.
4.94 Asam asetat (CH3COOH) adalah unsur penting cuka. Sebuah sampel dari 50,0
mL cuka komersial dititrasi terhadap larutan NaOH 1,00 M. Berapa konsentrasi
(dalam M) dari asam asetat yang ada dalam cuka jika 5,75 mL basa diperlukan
untuk titrasi?
4.95 Hitung massa endapan yang terbentuk ketika 2,27 L Ba(OH)2 0,0820 M
dicampur dengan 3,06 L Na2SO4 0,0664 M.

K i m i a D a s a r 1 | 159

4.96 Susu magnesia adalah suspensi larutan magnesium hidroksida [Mg(OH)2] yang
digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan asam. Hitung volume larutan
HCl 0,035 M (konsentrasi asam yang khas dalam perut) diperlukan untuk
bereaksi dengan dua sendok susu magnesia [sekitar 10,0 mL pada 0,080 g
Mg(OH)2/mL].
4.97 1,00 g sampel logam X (yang dikenal untuk membentuk Ion X2+) ditambahkan
ke 0,100 L larutan H2SO4 0,500 M. Setelah semua logam bereaksi, diperlukan
asam sisa untuk netralisasi 0,0334 L larutan NaOH 0,500 M. Hitung massa
molar dari logam dan identifikasi unsur tersebut.
4.98 60.0 mL larutan glukosa (C6H12O6) 0,513 M dicampur dengan 120,0 mL larutan
glukosa 2,33 M. Berapa konsentrasi akhir larutan? Asumsikan volume bersifat
tambahan.
4.99 Anda diberi senyawa larut yang tidak diketahui rumus molekulnya. (a) Jelaskan
tiga tes yang akan lakukan untuk menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah
asam. (b) Setelah Anda telah menetapkan bahwa senyawa tersebut adalah asam,
gambarkan bagaimana Anda akan menentukan massa molar dengan
menggunakan suatu larutan NaOH dengan konsentrasi diketahui. (Asumsikan
asam adalah asam monoprotik.) (c) Bagaimana Anda menemukan apakah asam
tersebut lemah atau kuat? Disediakan sampel NaCl dan sebuah alat seperti
ditunjukkan pada Gambar 4.1 untuk perbandingan.
4.100 Seseorang menumpahkan asam sulfat pekat pada lantai laboratorium kimia.
Untuk menetralisir asam tersebut, cara mana yang lebih baik? Menuangkan
natrium hidroksida pekat atau menyemprotkan padatan natrium bikarbonat pada
asam? Jelaskan pilihan Anda.
4.101 Berikut adalah senyawa rumah tangga biasa: garam meja (NaCl), gula meja
(sukrosa), cuka (mengandung asam asetat), baking soda (NaHCO3), soda cuci
(Na2CO3.10H2O), asam borat (H3BO3, yang digunakan dalam obat cuci mata),
garam epsom (MgSO4.7H2O), natrium hidroksida (digunakan dalam pembuka
pipa saluran), amonia, susu magnesium [Mg(OH)2], dan kalsium karbonat.
Berdasarkan pada apa yang Anda telah pelajari dalam bab ini, gambarkan tes
yang memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi masing-masing senyawa.

K i m i a D a s a r 1 | 160
4.102 0,8870 g sampel dari campuran NaCl dan KCl dilarutkan dalam air, dan larutan
ini kemudian direaksikan dengan AgNO3 berlebih untuk menghasilkan 1,913 g
AgCl. Hitung persen massa dari masing-masing senyawa dalam campuran.
4.103 Asam fosfat (H3PO4) merupakan industri kimia yang penting yang digunakan
dalam industri pupuk, deterjen, dan makanan. Asam fosfat ini dihasilkan dengan
dua metode yang berbeda. Dalam metode tungku listrik (electric furnace
method), fosfor (P4) dibakar di udara untuk membentuk P4O10, yang kemudian
bereaksi dengan air untuk menghasilkan H3PO4. Dalam proses basah (wet
process), mineral fosfat alam [Ca5(PO4)3F] direaksikan dengan asam sulfat
untuk menghasilkan H3PO4 (dan HF dan CaSO4). Tulis persamaan reaksi untuk
proses ini dan klasifikasikan setiap langkah sebagai reaksi pengendapan, reaksi
asam-basa, atau reaksi redoks.
4.104 Berikan penjelasan kimia untuk masing-masing: (a) Ketika logam kalsium
ditambahkan ke dalam larutan asam sulfat, dihasilkan gas hidrogen. Setelah
beberapa menit, reaksi melambat dan akhirnya berhenti meskipun tidak ada
reaktan. Jelaskan. (b) Dalam rangkaian aktivitas (activity series) aluminium
terletak di atas hidrogen, namun logam ini tampaknya tidak reaktif terhadap uap
dan asam klorida. Mengapa? (c) Dalam rangkaian aktivitas (activity series)
natrium dan kalium terletak diatas tembaga. Jelaskan mengapa ion Cu2+ dalam
larutan CuSO4 tidak dikonversi menjadi logam tembaga pada penambahan
logam ini. (d) logam M bereaksi perlahan dengan uap. Tidak ada perubahan
yang terlihat ketika logam diletakkan dalam larutan hijau pucat besi(II) sulfat.
Dimana kita harus menempatkan M dalam rangkaian aktivitas (activity series)?
4.105 Sejumlah logam terlibat dalam reaksi redoks dalam sistem biologi dimana
terjadi perubahan keadaan oksidasi logam. Manakah dari logam berikut yang
paling mungkin untuk mengambil bagian dalam reaksi ini: Na, K, Mg, Ca, Mn,
Fe, Co, Cu, Zn? Jelaskan.
4.106 Prosedur yang direkomendasikan untuk mempersiapkan larutan yang sangat
encer bukan dengan menimbang massa yang sangat kecil atau mengukur volume
yang sangat kecil dari larutan stok. Sebaliknya, hal itu dilakukan dengan
pengenceran. 0,8214 g sampel KMnO4 dilarutkan dalam air sampai dengan
volume 500 mL dalam labu volumetrik. 2,000 mL sampel dari larutan ini
dipindahkan ke labu volumetrik 1000 mL dan diencerkan sampai dengan air.

K i m i a D a s a r 1 | 161

Selanjutnya, 10,00 mL larutan encer dipindahkan ke labu 250 mL dan


diencerkan dengan air. (a) Hitung konsentrasi (dalam molaritas) dari larutan
akhir. (b) Hitung massa KMnO4 yang diperlukan untuk langsung
mempersiapkan larutan akhir.
4.107 325-mL sampel larutan mengandung 25,3 g CaCl2. (a) Hitung konsentrasi molar
Cl dalam larutan ini. (b) Berapa gram Cl dalam 0,100 L larutan ini?
4.108 Asam asetilsalisilat (C9H8O4) adalah asam monoprotik yang umumnya dikenal
sebagai "aspirin." Sebuah tablet aspirin biasa hanya mengandung sejumlah kecil
asam. Dalam suatu eksperimen untuk menentukan komposisinya, tablet aspirin
dihancurkan dan dilarutkan dalam air. Butuh 12.25 mL NaOH 0,1466 M untuk
menetralkan larutan. Hitung jumlah butir aspirin dalam tablet. (Satu butir =
0,0648 g.)
4.109 Percobaan "siklus tembaga" ini dilakukan di beberapa laboratorium kimia
umum. Rangkaian reaksi dimulai dengan tembaga dan berakhir dengan logam
tembaga. Langkah-langkahnya adalah: (1) Sepotong kawat tembaga dengan
massa yang diketahui direaksikan dengan asam nitrat pekat [produk adalah
tembaga(II) nitrat, nitrogen dioksida, dan air]. (2) Tembaga(II) nitrat direaksikan
dengan larutan natrium hidroksida untuk membentuk endapan tembaga(II)
hidroksida. (3) Pada pemanasan, tembaga(II) hidroksida terurai menghasilkan
tembaga(II) oksida. (4) Tembaga(II) oksida bereaksi dengan asam sulfat pekat
untuk menghasilkan tembaga(II) sulfat. (5) Tembaga(II) sulfat direaksikan
dengan logam seng berlebih untuk membentuk logam tembaga. (6) Sisa logam
dihilangkan dengan mereaksikannya dengan asam klorida, dan logam tembaga
kemudian disaring, dikeringkan, dan ditimbang. (a) Tulis persamaan yang setara
untuk setiap langkah dan klasifikasikan reaksinya. (b) Dengan asumsi bahwa
seorang siswa memulai dengan 65,6 g tembaga, hitung massa teoritis yang
dihasilkan dalam setiap langkah. (c) Mengingat sifat dari langkah-langkah,
jelaskan mengapa mungkin untuk mengembalikan massa dari tembaga yang
digunakan di awal.
4.110 Amonium nitrat (NH4NO3) merupakan salah satu nitrogen yang paling penting
ada dalam pupuk. Kemurniannya bisa dianalisis dengan mentitrasi larutan
NH4NO3 dengan larutan standar NaOH. Dalam satu eksperimen 0,2041 g
sampel NH4NO3 industri yang disiapkan memerlukan 24,42 mL NaOH 0,1023

K i m i a D a s a r 1 | 162
M untuk netralisasi. (a) Tulis persamaan ion bersih untuk reaksi. (b) Berapa
persen kemurnian dari sampel?
4.111 Hidrogen halida (HF, HCl, HBr, HI) merupakan senyawa yang sangat reaktif
dan banyak digunakan dalam industri dan laboratorium. (a) Dalam laboratorium,
HF dan HCl dapat dihasilkan dengan mereaksikan CaF2 dan NaCl dengan asam
sulfat pekat. Tulis persamaan yang sesuai untuk reaksi. (Petunjuk: Ini bukan
reaksi redoks.) (b) Mengapa HBr dan HI tidak bisa dibuat dengan cara yang
sama, yaitu dengan mereaksikan NaBr dan NaI dengan asam sulfat pekat?
(Petunjuk: H2SO4 adalah agen pengoksidasi yang lebih kuat dari Br2 dan I2.) (c)
HBr dapat dibuat dengan mereaksikan fosfor tribromida (PBr3) dengan air. Tulis
persamaan untuk reaksi ini.
4.112 Mengacu pada Gambar 4.14, jelaskan mengapa seseorang harus melarutkan
semua zat padat sebelum membuat larutan dengan volume yang benar.
Soal-Soal Khusus
4.113 Magnesium adalah logam yang ringan. Magnesium digunakan sebagai logam
struktural dalam paduan (alloy), dalam baterai, dan dalam sintesis kimia.
Meskipun magnesium berlimpah di kerak bumi, lebih murah untuk
"menambang" logam mgnesium dari air laut. Jumlah kation magnesium adalah
jumlah kation terbanyak kedua di laut (setelah natrium), ada sekitar 1,3 g
magnesium dalam 1 kg air laut. Metode untuk mendapatkan magnesium dari air
laut menggunakan ketiga jenis reaksi yang dibahas dalam bab ini: reaksi
pengendapan, reaksi asam-basa, dan reaksi redoks. Pada tahap pertama dalam
pembuatan magnesium, batu kapur (CaCO3) dipanaskan pada suhu tinggi untuk
menghasilkan kapur tohor, atau kalsium oksida (CaO):
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
Bila kalsium oksida direaksikan dengan air laut, membentuk kalsium hidroksida
[Ca(OH)2], yang sedikit larut dan terionisasi menjadi ion Ca2+ dan ion OH:
CaO(s) + H2O(l) Ca2+(aq) + 2OH(aq)
Kelebihan ion hidroksida ini menyebabkan sedikit magnesium hidroksida yang
mengendap, untuk mengendapkan:
Mg2+(aq) + 2OH(aq) Mg(OH)2(s)

K i m i a D a s a r 1 | 163

magnesium hidroksida padat disaring dan bereaksi dengan asam klorida untuk
membentuk magnesium klorida (MgCl2):
Mg(OH)2(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) + 2H2O(l)
Setelah air menguap, magnesium klorisda padat dilebur dalam sel baja.
Magnesium

klorida cair mengandung ion Mg2+ dan Cl. Dalam proses yang disebut

elektrolisis,

arus listrik melewati sel untuk mereduksi ion Mg2+ dan mengoksidasi ion

Cl.

Setengah-reaksi:
Mg2+ + 2e Mg
2Cl Cl2 + 2e
Reaksi keseluruhan
MgCl2(l) Mg(s) + Cl2(g)
Cara ini adalah bagaimana logam magnesium diproduksi. Gas klorin yang

dihasilkan

dapat dikonversi ke asam klorida asam dan melaui proses daur ulang.

(a) Identifikasi reaksi pengendapan, reaksi asam-basa, dan reaksi redoks dalam
proses tersebut.
(b) Sebagai ganti kalsium oksida, kenapa tidak kita tambahkan natrium
hidroksida untuk mengendapkan magnesium hidroksida?
(c) Kadang-kadang mineral yang disebut dolomit (kombinasi dari CaCO3 dan
MgCO3) digantikan dengan kapur (CaCO3) untuk menghasilkan endapan
magnesium hidroksida. Apa keuntungan menggunakan dolomit?
(d) Apa keuntungan dari pertambangan magnesium dari laut dan bukan dari
kerak bumi?

K i m i a D a s a r 1 | 164

Magnesium hidroksida diendapkan dari oalahan air laut olahan di kolam


penampungan The Dow

Chemical Company pernah dioperasikan.

4.114 5,012 g sampel dari hidrat besi klorida dikeringkan dalam oven. Massa senyawa
anhidrat adalah 3,195 g. Senyawa ini dilarutkan dalam air dan bereaksi dengan
AgNO3 berlebih. Endapan AgCl yang terbentuk ditimbang 7,225 g. Apa rumus
senyawa aslinya?
4.115 22,02 mL larutan mengandung 1.615 g Mg(NO3)2 dicampur dengan 28.64 mL
larutan yang mengandung 1,073 g NaOH. Hitung konsentrasi ion yang tersisa
dalam larutan setelah reaksi selesai. Asumsikan volume bersifat tambahan.

K i m i a D a s a r 1 | 165

BAB 5.
GAS
DESKRIPSI
Sifat Gas Gas memiliki volume dan bentuk sesuai dengan wadahnya; dapat dengan
mudah ditekan/dimampatkan, bercampur dengan segera dan merata; dan memiliki
kerapatan yang jauh lebih rendah daripada cairan dan padatan.
Tekanan Gas Tekanan adalah salah satu sifat gas yang paling mudah diukur.
Barometer mengukur tekanan atmosfer dan manometer mengukur tekanan gas di
laboratorium.
Hukum Gas Selama bertahun-tahun, sejumlah hukum telah dikembangkan untuk
menjelaskan perilaku fisik gas. Hukum-hukum ini menunjukkan hubungan antara
tekanan, temperatur, volume, dan jumlah gas.
Persamaan Gas Ideal Molekul-molekul gas ideal tidak memiliki volume dan tidak
saling mendesak satu sama lain. Pada tekanan rendah dan temperatur tinggi, sebagian
besar gas dapat diasumsikan berperilaku dengan ideal; perilaku fisiknya digambarkan
dengan persamaan gas ideal.
Teori Kinetik Molekul Gas Sifat makroskopik seperti tekanan dan temperatur gas
dapat dihubungkan dengan gerak kinetik molekul. Teori kinetik molekul gas
mengasumsikan bahwa molekul gas bersifat ideal, jumlah molekul sangat besar, dan
gerakannya benar-benar acak. Difusi (perambatan) gas dan efusi (penyebaran) gas
menunjukkan gerak molekuler acak dan diatur oleh hukum matematika yang sama.
Perilaku nonideal Gas Untuk menjelaskan perilaku gas nyata, persamaan gas ideal
dimodifikasi dengan menyertakan volume tertentu molekul dan gaya tarik menarik di
antara gas-gas.
Kompetensi
Memahami sifat-sifat gas yang memiliki volume dan bentuk sesuai dengan wadahnya;
dapat dengan mudah ditekan/dimampatkan, bercampur dengan segera dan merata; dan
memiliki kerapatan yang jauh lebih rendah daripada cairan dan padatan.
Memahami tekanan gas sebagai salah satu sifat gas yang paling mudah diukur, dengan
menggunakan barometer dan manometer.
Memahami hukum-hukum gas yang menunjukkan hubungan antara tekanan,
temperatur, volume, dan jumlah gas.
Memahami persamaan gas ideal yang pada tekanan rendah dan temperatur tinggi.
Memahami teori kinetik molekul gas yang mengasumsikan bahwa molekul gas bersifat
ideal, jumlah molekul sangat besar, dan gerakannya benar-benar acak.
Memahami perilaku nonideal gas dengan melakukan modifikasi persamaan gas ideal
yang menyertakan volume tertentu molekul dan gaya tarik menarik di antara gas-gas.

K i m i a D a s a r 1 | 166

Tujuan
Memahami sifat-sifat gas.
Memahami tekanan gas.
Memahami hukum-hukum gas.
Memahami persamaan gas ideal.
Memahami teori kinetik molekular.
Memahami perilaku nonideal gas.
5.1 Zat-zat yang Berwujud Gas
Kita hidup di dasar lautan udara yang memiliki komposisi volume dengan kira-kira 78
persen N2, 21 persen O2, dan 1 persen gas-gas lainnya, termasuk CO2. Pada tahun 1990an, kimia tentang campuran gas-gas penting ini menjadi perhatian besar, disebabkan
oleh efek merugikan dari pencemaran lingkungan. Di sini secara umum kita akan fokus
pada perilaku zat-zat yang berwujud gas di bawah kondisi atmosfer normal, yang
didefinisikan pada temperatur 25C dan tekanan 1 atmosfer (atm) (lihat Bagian 5.2).
Hanya 11 unsur yang berwujud gas dalam kondisi atmosfer normal. Tabel 5.1 memuat
daftar tentang hal tersebut, serta sejumlah senyawa gasnya. Perhatikan bahwa unsur
hidrogen, nitrogen, oksigen, fluor, dan klor berwujud molekul gas diatomik. Bentuk lain
dari oksigen adalah ozon (O3), yang juga berwujud gas pada temperatur kamar. Semua
unsur Golongan 18 (VIIIA), gas mulia, merupakan gas monoatomik: He, Ne, Ar, Kr,
Xe, dan Rn.
Dari gas-gas yang tercantum dalam Tabel 5.1, hanya O2 yang sangat penting untuk
kelangsungan hidup kita. Hidrogen sianida (HCN) merupakan racun mematikan.
Karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), nitrogen dioksida (NO2), O3, dan
sulfur dioksida (SO2) agak kurang beracun. Gas He dan Ne secara kimiawi bersifat
inert; yaitu, tidak bereaksi dengan zat lain. Kebanyakan gas tidak berwarna. Kecuali F2,
Cl2, dan NO2. Warna cokelat gelap NO2 kadang-kadang terlihat dalam udara yang
tercemar. Semua gas memiliki karakteristik fisik berikut:
Gas memiliki volume dan bentuk sesuai wadahnya.
Gas merupakan wujud materi yang paling mudah dimampatkan/ditekan.
Gas akan segera bercampur merata dan sempurna jika ditempatkan dalam wadah
yang sama.
Gas memiliki kerapatan yang jauh lebih rendah daripada cairan dan padatan.

K i m i a D a s a r 1 | 167

Gas NO2

Tabel 5.1 Beberapa Zat yang Berwujud Gas pada 1 atm dan 25C
Unsur

Senyawa

H2 (molekul hidrogen)

HF (hidrogen florida)

N2 (molekul nitrogen)

HCl (hidrogen klorida)

O2 (molekul oksigen)

HBr (hidrogen bromida)

O3 (ozon)

HI (hidrogen iodida)

F2 (molekul florin)

CO (karbon monoksida)

Cl2 (molekul klorin)

CO2 (karbon dioksida)

He (helium)

NH3 (amoniak)

Ne (neon)

NO (nitrit oksida)

Ar (argon)

NO2 (nitrogen dioksida)

Kr (kripton)

N2O (dinitrogen oksida)

Xe (xenon)

SO2 (sulfur dioksida)

Rn (radon)

H2S (hidrogen sulfida)


HCN (hidrogen sianida)*

* Titik didih HCN adalah 26C, yang mendekati untuk mengkualifikasinya sebagai gas pada kondisi atmosfer

5.1 Tekanan Gas


Gas mengerahkan tekanan pada setiap permukaan yang bersentuhan dengannya, karena
molekul gas terus bergerak. Kita manusia secara fisiologis telah beradaptasi dengan
baik terhadap tekanan udara di sekitar kita yang biasanya tidak kita sadari, mungkin
seperti ikan yang tidak sadar terhadap tekanan air pada dirinya.
Sangat mudah untuk menunjukkan tekanan atmosfer. Salah satu contoh dalam
kehidupan sehari-hari adalah kemampuan untuk minum cairan melalui sedotan. Udara
yang terhisap mengurangi tekanan di dalam sedotan. Tekanan atmosfer yang lebih besar
pada cairan akan mendorong cairan untuk menggantikan udara yang telah tersedot
keluar.
Satuan Tekanan menurut SI
Tekanan adalah salah satu sifat gas yang paling mudah terukur. Untuk memahami
bagaimana kita mengukur tekanan gas, akan sangat membantu untuk mengetahui

K i m i a D a s a r 1 | 168
bagaimana satuan pengukuran ini diturunkan. Kita mulai dengan kecepatan dan
percepatan.
Kecepatan didefinisikan sebagai perubahan jarak per satuan waktu; yaitu,
kecepatan =

perubahan jarak
waktu

Satuan SI untuk kecepatan adalah m/s, meskipun kita juga menggunakan cm/s.
Percepatan adalah perubahan kecepatan per satuan waktu, atau
percepatan =

perubahan kecepatan
waktu

Percepatan diukur dalam m/s2 (atau cm/s2).


Hukum kedua gerak, dirumuskan oleh Sir Isaac Newton pada akhir abad ketujuh belas,
mendefinisikan istilah lain, darimana satuan tekanan diturunkan, yaitu gaya; Menurut
hukum ini,
gaya = massa percepatan
Dalam konteks ini, satuan SI untuk gaya adalah newton (N), di mana
1 N = 1 kg m/s2
Akhirnya, kita mendefinisikan tekanan sebagai gaya yang dikenakan per satuan luas:
tekanan =

gaya
luas

Satuan SI dari tekanan adalah pascal (Pa), didefinisikan sebagai satu newton per meter
persegi:
1 Pa = 1 N/m2
Tekanan Atmosfer
Atom-atom dan molekul-molekul gas dalam atmosfer, seperti semua materi lainnya,
dipengaruhi oleh tarikan gravitasi Bumi. Akibatnya, atmosfer jauh lebih rapat di dekat
permukaan bumi dibandingkan dengan daerah yang memiliki ketinggian jauh di atas
permukaan bumi. (Udara luar di kabin dari sebuah pesawat bertekanan 9 km terlalu tipis
untuk dihirup.) Bahkan, kerapatan udara menurun sangat cepat dengan meningkatnya
jarak dari Bumi. Pengukuran menunjukkan bahwa sekitar 50 persen atmosfer
menempati daerah hingga ketinggian 6,4 km dari permukaan bumi, 90 persen
menempati hingga 16 km, dan 99 persen menempati hingga 32 km. Tidak
mengherankan, semakin rapat udara, semakin besar tekanan yang diberikannya. Gaya
yang dialami oleh area yang terkena atmosfer bumi sama dengan berat kolom udara di
atasnya. Tekanan atmosfer adalah tekanan yang diberikan oleh atmosfer bumi

K i m i a D a s a r 1 | 169

(Gambar 5.1). Nilai aktual dari tekanan atmosfer tergantung pada lokasi, temperatur,
dan kondisi cuaca.

Kolom
Udara

Gambar 5.1 Sebuah kolom udara membentang dari permukaan laut ke atas atmosfer.

Apakah tekanan atmosfer hanya bertindak ke bawah, seperti yang mungkin Anda
simpulkan dari definisinya? Bayangkan apa yang akan terjadi kemudian, jika Anda
memegang erat selembar kertas dengan kedua tangan di atas kepala Anda. Anda
mungkin berharap kertas menekuk karena tekanan udara yang bekerja padanya, tapi ini
tidak terjadi. Alasannya adalah bahwa udara, seperti air, adalah fluida. Tekanan yang
diberikan pada objek fluida datang dari segala penjuru-bawah dan ke atas, serta dari kiri
dan dari kanan. Pada tingkat molekuler, tekanan udara dihasilkan dari tumbukan antara
molekul-molekul udara dan setiap permukaan apapun yang bersentuhan dengannya.
Besarnya tekanan tergantung pada seberapa sering dan seberapa kuat molekul menabrak
permukaan. Ternyata molekul yang menabrak kertas dari atas sama dengan yang dari
bawah, sehingga kertas tetap datar.
Bagaimana tekanan atmosfer diukur? Barometer adalah instrumen yang mungkin
paling familier untuk mengukur tekanan atmosfer. Barometer sederhana terdiri dari
sebuah tabung kaca panjang, ditutup pada salah satu ujungnya dan diisi dengan merkuri.
Jika tabung dengan hati-hati dibalik dalam wadah merkuri sehingga tidak ada udara
yang masuk tabung, beberapa merkuri akan mengalir keluar dari tabung ke dalam
piringan, menciptakan kekosongan di bagian atas (Gambar 5.2). Berat dari merkuri
yang tersisa di dalam tabung didukung oleh tekanan atmosfer bekerja pada permukaan
air raksa dalam piringan. Tekanan atmosfer standar (1 atm) sama dengan tekanan
yang mendukung kolom merkuri tepatnya setinggi 760 mm (atau 76 cm) pada 0C di
atas permukaan laut. Dengan kata lain, atmosfer standar sama dengan tekanan 760
mmHg, di mana mmHg merupakan tekanan yang diberikan oleh kolom air raksa
setinggi 1 mm. Satuan mmHg juga disebut torr, setelah ilmuwan Italia Evangelista
Torricelli, yang menemukan barometer. Maka,
1 torr = 1 mmHg
dan
1 atm = 760 mmHg (tepat)
= 760 torr
Hubungan antara atmosfer dan pascal adalah

K i m i a D a s a r 1 | 170
1 atm = 101.325 Pa
= 1,01325 105 Pa
dan karena 1000 Pa = 1kPa (kilopascal)
1 atm = 1,01325 102 kPa

Gambar 5.2 Sebuah barometer untuk mengukur tekanan atmosfer. Di atas merkuri dalam tabung adalah
ruang hampa. (Ruang sebenarnya mengandung jumlah yang sangat kecil dari merkuri uap.) Kolom
merkuri didukung oleh tekanan atmosfer.

CONTOH 5.1
Tekanan di luar pesawat jet terbang yang sedang terbang tinggi, jatuh secara tiba-tiba di bawah
tekanan atmosfer standar. Oleh karena itu, udara di dalam kabin harus ditekan untuk melindungi
penumpang. Berapa tekanan di atmosfer dalam kabin jika pembacaan barometer menunjukkan 672
mmHg?

Strategi Karena 1 atm = 760 mmHg , faktor konversi berikut ini diperlukan untuk mendapatkan
tekanan di atmosfer
1 atm
760 mmHg

Solusi Tekanan di dalam kabin adalah

tekanan = 672 mmHg

1 atm
= ,
760 mmHg

Manometer
adalah alat
yang kurang
digunakan
tekanan
gas kurang
selaindaridi1
Cek Karena pembacaan
barometer
dari 760untuk
mmHg,mengukur
maka tekanan
seharusnya
atm.
atmosfer.
Prinsip kerjanya mirip dengan barometer. Ada dua jenis manometer,
ditunjukkan pada Gambar 5.3. Manometer tabung tertutup biasanya digunakan untuk
Latihan Konversikan 749 mmHg ke atmosfer

K i m i a D a s a r 1 | 171

mengukur tekanan di bawah tekanan atmosfer [Gambar 5.3 (a)], sedangkan manometer
tabung terbuka lebih cocok untuk mengukur tekanan yang sama dengan atau lebih besar
dari tekanan atmosfer [Gambar 5.3 (b)].
Hampir semua barometer dan kebanyakan manometer menggunakan merkuri sebagai
fluida kerja, meskipun faktanya merkuri adalah zat beracun dengan uap berbahaya.
Alasan penggunaan merkuri karena merkuri memiliki kerapatan sangat tinggi (13,6
g/mL) dibandingkan dengan kebanyakan cairan lainnya. Karena ketinggian cairan
dalam kolom berbanding terbalik dengan kerapatan cairannya, sifat ini memungkinkan
membuat barometer dan manometer yang berukuran kecil.
REVIEW KONSEP
Urutkan ukuran tekanan berikut dari yang paling rendah ke yang paling tinggi: (a) 735 mmHg (b)
1,06 105 Pa, (c) 678 torr, (d) 0,926 atm.

Gambar 5.3 Dua jenis manometer yang digunakan untuk mengukur tekanan gas. (a) Tekanan gas yang
lebih kecil dari tekanan atmosfer, (b) Tekanan gas yang lebih besar dari tekanan atmosfer.

5.1 Hukum-hukum Gas


Hukum gas yang akan kita pelajari dalam bab ini adalah hasil dari percobaan yang tak
terhitung jumlahnya pada sifat fisik gas yang dilakukan selama beberapa abad. Masingmasing generalisasi mengenai perilaku makroskopik gas merupakan tonggak dalam
sejarah ilmu pengetahuan. Bersama-sama mereka telah memainkan peran penting dalam
pengembangan banyak ide dalam kimia.
Hubungan Tekanan-Volume: Hukum Boyle
Pada abad ketujuhbelas, kimiawan Inggris Robert Boyle mempelajari perilaku gas
secara sistematis dan kuantitatif. Dari serangkaian percobaannya, Boyle menyelidiki

K i m i a D a s a r 1 | 172
hubungan tekanan-volume dari sampel gas menggunakan alat seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 5.4. Pada Gambar 5.4 (a) tekanan yang diberikan pada gas oleh merkuri
yang ditambahkan ke tabung sama dengan tekanan atmosfer. Pada Gambar 5.4 (b)
kenaikan tekanan akibat penambahan lebih lanjut sejumlah merkuri mengakibatkan
penurunan volume gas dan ketinggian yang tidak merata di dalam tabung. Boyle
menyadari bahwa ketika temperatur konstan, volume (V) dari jumlah gas yang
diberikan menurun sejalan tekanan total yang dikenakan (P)--tekanan atmosfer
ditambah dengan tekanan akibat penambahan merkuri--meningkat. Hubungan antara
tekanan dan volume nampak sekali dalam Gambar 5.4. Sebaliknya, jika tekanan yang
dikenakan menurun, volume gas menjadi lebih besar.
Pernyataan matematika yang menunjukkan hubungan terbalik antara tekanan dan
volume adalah
P

1
V

dimana simbol berarti sebanding dengan. Untuk mengubah menjadi tanda sama
dengan, kita harus menuliskan
P = k1

1
V

(5.1a)

Gambar 5.4 Instrumen untuk mempelajari hubungan antara tekanan dan volume gas. (a) Tinggi merkuri
adalah sama dan tekanan gas sama dengan tekanan atmosfer (760 mmHg). Volume gas 100 mL. (b)
Menggandakan tekanan dengan menambahkan merkuri berlebih mengurangi volume gas menjadi 50 mL.
(c) tiga kali lipat tekanan gas mengurangi volume gas menjadi sepertiga dari volume aslinya.
Temperatur dan jumlah gas dijaga konstan.

K i m i a D a s a r 1 | 173
Kenaikan atau penurunan volume gas pada temperatur konstan

Volume turun

Volume naik

(Tekanan naik)

(Tekanan turun)

Hukum Boyle

Hukum Boyle
= ()

konstan

Pemanasan atau pendinginan pada tekanan konstan

Hukum Charles
=

Hukum Charles

konstan

Pemanasan atau pendinginan pada volume konstan

Hukum Charles

=
T

konstan

Ketergantungan volume pada jumlah gas pada temperatur dan tekanan konstan

Hukum Avogadro

= ( )

konstan

Gambar 5.5 Skema ilustrasi hukum Boyle, hukum Charles, dan hukum Avogadro.

K i m i a D a s a r 1 | 174
dimana k1 adalah konstanta yang disebut konstanta kesebandingan. Persamaan (5.1a)
adalah pernyataan dari Hukum Boyle, yang menyatakan bahwa tekanan dari sejumlah
campuran gas yang dipertahankan pada temperatur konstan berbanding terbalik
dengan volume gas. Kita dapat mengatur ulang Persamaan (5.1a) dan memperoleh
= 1

(5.1b)

Bentuk hukum Boyle mengatakan bahwa produk dari tekanan dan volume gas pada
temperatur konstan dan jumlah gas adalah konstan. Gambar 5.5 adalah representasi
skematis dari hukum Boyle. Besaran n adalah jumlah mol gas dan R adalah konstanta
yang didefinisikan dalam Bagian 5.4. Dengan demikian, konstanta kesebandingan k1
dalam Persamaan (5.1) sama dengan nRT.
Konsep dari satu besaran yang sebanding dengan lainnya dan penggunaan konstanta
kesebandingan dapat dijelaskan melalui analogi berikut. Pendapatan harian bioskop
tergantung pada harga tiket (dalam dolar per tiket) dan jumlah tiket yang terjual.
Dengan asumsi bahwa biaya bioskop adalah satu harga untuk semua tiket, dapat kita
tulis
pendapatan = (dolar/tiket) jumlah tiket yang terjual
Karena jumlah tiket yang terjual bervariasi dari hari ke hari, pendapatan pada hari
tertentu dikatakan sebanding dengan jumlah tiket yang dijual:
pendapatan jumlah tiket yang terjual
= C jumlah tiket yang terjual
di mana C, konstanta kesebandingan, adalah harga per tiket.
Gambar 5.6 menunjukkan dua cara konvensional dalam mengungkapkan temuan Boyle
secara grafik. Gambar 5.6 (a) adalah grafik dari persamaan PV = k1; Gambar 5.6 (b)
adalah grafik dari persamaan setara P = k1 1/V. Perhatikan bahwa yang terakhir
adalah persamaan linear dalam bentuk y = mx + b, di mana m = k1 dengan b = 0.
Meskipun nilai masing-masing dari tekanan dan volume dapat bervariasi untuk sampel
gas yang diberikan, asalkan temperatur tetap konstan dan jumlah gas tidak berubah, P
dikali V selalu sama dengan konstanta yang sama. Oleh karena itu, untuk sampel gas
yang diberikan di bawah dua keadaan yang berbeda dari kondisi pada temperatur
konstan, kita peroleh
P1V1 = k1 = P2V2
atau
P1V1 = P2V2
dimana V1 dan V2 masing-masing adalah volume pada tekanan P1 dan P2.

(5.2)

K i m i a D a s a r 1 | 175

Gambar 5.6 Grafik yang menunjukkan variasi volume gas terhadap tekanan pada gas, pada temperatur
konstan. (a) P terhadap V. Perhatikan bahwa volume gas menjadi dua kali lipat. (b) P terhadap 1/V.

Hubungan Temperatur-Volume: Hukum Charles dan Gay-Lussac


Hukum Boyle tergantung pada temperatur sistem yang konstan. Tapi andaikan
temperatur berubah: Bagaimana perubahan temperatur mempengaruhi volume dan
tekanan gas? Pertama mari kita lihat pengaruh temperatur pada volume gas. Para
peneliti sebelumnya dari hubungan ini adalah ilmuwan Prancis, Jacques Charles dan
Joseph Gay-Lussac. Penelitian mereka menunjukkan bahwa, pada tekanan konstan,
volume sampel gas mengembang ketika dipanaskan dan menyusut bila didinginkan
(Gambar 5.7). Hubungan kuantitatif yang terlibat dalam perubahan temperatur dan
volume gas menjadi sangat konsisten. Misalnya, kita mengamati sebuah fenomena
menarik ketika kita mempelajari hubungan temperatur-volume pada berbagai tekanan.
Pada setiap tekanan yang diberikan, plot volume terhadap temperatur menghasilkan
garis lurus. Dengan memperpanjang baris ke volume nol, kita menemukan perpotongan
pada sumbu temperatur dengan nilai -273,15C. Pada tekanan lainnya, kita memperoleh
garis lurus yang berbeda untuk plot volume-temperatur, tapi didapatkan temperatur
dengan volume nol yang berpotongan sama pada -273,15C. (Gambar 5.8). (Dalam
prakteknya, kita dapat mengukur volume gas di atas hanya pada rentang temperatur
yang terbatas, karena semua gas menguap pada temperatur rendah membentuk cairan.)

Gambar 5.7 Variasi volume sampel gas dan temperatur, pada tekanan konstan. Tekanan yang diberikan
pada gas adalah jumlah tekanan atmosfer dan tekanan karena berat merkuri.

K i m i a D a s a r 1 | 176
Pada tahun 1848 fisikawan Skotlandia Lord Kelvin menyadari pentingnya fenomena
ini. Dia mengidentifikasi -273,15 Csebagai nol mutlak, secara teoritis merupakan
temperatur terendah yang bisa mencapai. Selanjutnya, dia menetapkan sebuah skala
temperatur mutlak, yang sekarang disebut skala temperatur Kelvin, dengan nol mutlak
sebagai titik awalnya. Pada skala Kelvin, satu kelvin (K) sama besarnya dengan satu
derajat Celcius. Satu-satunya perbedaan antara skala temperatur mutlak dan skala
Celcius adalah posisi nol yang digeser. Titik penting pada kedua skala itu disusun
sebagai berikut:

Nol mutlak
Titik beku air
Titik didih air

Skala Kelvin
0K
273,15 K
373,15 K

Skala Celsius
-273,15C
0C
100C

Konversi antara C dan K diberikan pada Bagian 1.5:


? K = (C + 273,15C)

1K
1 C

Dalam kebanyakan perhitungan kita akan menggunakan 273 bukannya 273,15 sebagai
istilah yang menghubungkan dengan K dan C. Dengan konvensi, kita menggunakan T
untuk menunjukkan temperatur mutlak (Kelvin) dan t untuk menunjukkan temperatur
pada skala Celcius.

Gambar 5.8 Variasi volume sampel gas dengan temperatur, pada tekanan konstan. Setiap baris
mewakili variasi pada tekanan tertentu. Tekanan meningkat dari P 1 ke P4. Semua gas akhirnya menguap
(menjadi cairan) jika didinginkan sampai temperatur yang cukup rendah, bagian padat dari garis
mewakili wilayah temperatur di atas titik kondensasi. Ketika garis ini diekstrapolasi, atau diperpanjang
(bagian putus-putus), mereka semua berpotongan di titik nol mewakili volume dan temperatur 273,15C.

Ketergantungan volume gas terhadap temperatur diberikan oleh

K i m i a D a s a r 1 | 177

VT
V = k2T
atau

= 2

(5.3)

dimana k2 adalah konstanta kesebandingan. Persamaan (5.3) dikenal sebagai Hukum


Charles dan Gay-Lussac, atau cukup hukum Charles, yang menyatakan bahwa volume
campuran gas yang dipertahankan pada tekanan konstan berbanding lurus dengan
temperatur mutlak gas. Hukum Charles juga diilustrasikan dalam Gambar 5.5. Kita
lihat bahwa konstanta kesebandingan k2 dalam Persamaan (5.3) sama dengan nR/P.
Sama seperti yang kita lakukan untuk tekanan-volume hubungan pada temperatur
konstan, kita dapat membandingkan dua kondisi volume-temperatur untuk sampel gas
yang diberikan pada tekanan konstan. Dari Persamaan (5.3) dapat kita tulis
1
2
= 2 =
1
2
atau
1
1

2
2

(5.4)

di mana V1 dan V2 adalah volume gas pada temperatur T1 dan T2 (keduanya dalam
kelvin), masing-masing.
Bentuk lain dari hukum Charles menunjukkan bahwa pada jumlah dan volume gas yang
konstan, tekanan gas sebanding dengan temperatur
PT
P = k3T
atau

= 3

(5.5)

Dari Gambar 5.5 kita lihat bahwa k3 = nR/V. Seperti Persamaan (5.5), kita peroleh
1
2
= 3 =
1
2
atau
1
1

2
2

(5.6)

K i m i a D a s a r 1 | 178
di mana P1 dan P2 adalah tekanan gas pada temperatur T1 dan T2 (keduanya dalam
kelvin), masing-masing.
Hubungan Volume-Jumlah: Hukum Avogadro
Karya dari ilmuwan Italia Amedeo Avogadro melengkapi studi Boyle, Charles, dan
Gay-Lussac. Pada 1811, ia mempublikasikan sebuah hipotesis yang menyatakan bahwa
pada temperatur dan tekanan yang sama, sejumlah volume yang sama dari gas yang
berbeda mengandung jumlah molekul yang sama (atau atom jika gasnya adalah
monoatomik). Oleh karena itu, volume gas yang diberikan harus sebanding dengan
jumlah mol molekul yang ada, yaitu,
Vn
V = k4n

(5.7)

dimana n merupakan jumlah mol dan k4 adalah konstanta kesebandingan. Persamaan


(5.7) adalah pernyataan matematika dari hukum Avogadro, yang menyatakan bahwa
pada tekanan dan temperatur konstan, volume gas berbanding lurus dengan jumlah
mol gas yang ada. Dari Gambar 5.5 kita lihat bahwa k4 = RT/P.

Gambar 5.9 Hubungan volume gas dalam reaksi kimia. Perbandingan volume molekul hidrogen dengan
molekul nitrogen 3:1, dan amonia (produk) dengan gabungan molekul hidrogen dan molekul nitrogen
(reaktan) adalah 2:4, atau 1:2.

Menurut hukum Avogadro dapat kita lihat bahwa ketika dua gas bereaksi satu sama
lain, volume reaksinya memiliki perbandingan sederhana satu sama lain. Jika
produknya adalah gas, volumenya terkait dengan volume reaktan dengan perbandingan
yang sederhana (fakta ditunjukkan sebelumnya oleh Gay-Lussac). Sebagai contoh,
perhatikan sintesis amonia dari molekul hidrogen dan nitrogen molekul:
3H2(g) + N2(g) 2NH3(g)
3 mol

1 mol

2 mol

Karena, pada temperatur dan tekanan yang sama, volume gas berbanding lurus dengan
jumlah mol gas yang ada, sekarang dapat kita tulis

K i m i a D a s a r 1 | 179

3H2(g) + N2(g) 2NH3(g)


3 volume 1 volume

2 volume

Perbandingan volume molekul hidrogen dengan molekul nitrogen adalah 3:1, dan
perbandingan amonia (produk) dengan gabungan molekul hidrogen dan molekul
nitrogen (reaktan) adalah 2:4, atau 1:2 (Gambar 5.9).
Contoh kerja yang menggambarkan hukum gas disajikan dalam Bagian 5.4.
REVIEW KONSEP
Jika temperatur mutlak dari suatu sampel gas meningkat sementara volumenya konstan, apakah
tekanan sampel gas meningkat, menurun, atau tetap sama?

5.4 Persamaan Gas Ideal


Mari kita ringkas hukum gas yang telah kita bahas sejauh ini:
Hukum Boyle : V 1/P (pada n dan T konstan)
Hukum Charles
: V T (pada n dan P konstan)
Hukum Avogadro: V n (pada P dan T konstan)
Kita dapat menggabungkan ketiga pernyataan tersebut untuk membentuk satu
persamaan induk untuk perilaku gas:

atau
PV = nRT

(5.8)

dimana R, konstanta kesebandingan, disebut konstanta gas. Persamaan (5.8), yang


disebut persamaan gas ideal, menggambarkan hubungan antara empat variabel P, V,
T, dan n. Gas ideal adalah gas hipotetis yang perilaku tekanan-volume-temperaturnya
dapat dijelaskan sepenuhnya oleh persamaan gas ideal. Molekul-molekul gas ideal
tidak saling menarik atau menolak satu sama lain, dan volumenya dapat diabaikan
terhadap volume wadahnya. Meskipun tidak ada hal seperti itu di alam sebagai gas
ideal, perbedaan perilaku gas nyata pada temperatur dan rentang tekanan wajar tidak
signifikan mempengaruhi perhitungan. Dengan demikian, kita dapat menggunakan
persamaan gas ideal untuk memecahkan soal-soal gas.
Sebelum kita dapat menerapkan persamaan gas ideal untuk sebuah sistem nyata, kita
harus mengevaluasi konstanta gas R. Pada 0C (273,15 K) dan tekanan 1 atm, banyak
gas nyata berperilaku seperti gas ideal. Percobaan menunjukkan bahwa di bawah
kondisi ini, 1 mol gas ideal menempati 22,414 L, yang agak lebih besar dari volume

K i m i a D a s a r 1 | 180
bola basket, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.10. Kondisi 0C dan 1 atm disebut
temperatur dan tekanan standar, sering disingkat STP. Dari Persamaan (5.8) dapat
kita tulis
=

(1 atm)(22,414 L)
(1 mol)(273,25 K)

= 0,082057

L . atm
K . atm

= 0,082057 L .

atm
. mol
K

Gambar 5.10 Perbandingan volume molar pada STP (yang sekitar 22,4 L) dengan bola basket.

Titik antara L dan atm dan antara K dan mol mengingatkan kita bahwa baik L dan atm
berada di pembilang sedangkan K dan mol dalam penyebut. Untuk kebanyakan
perhitungan, kita akan membulatkan nilai R menjadi tiga angka penting (0,0821 L .
atm/K . mol) dan menggunakan 22,4 L untuk volume molar gas pada STP.

K i m i a D a s a r 1 | 181
CONTOH 5.2
Belerang heksaflorida (SF6) adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, sangat reaktif. Hitung tekanan
(dalam atm) yang dikenakan oleh 1,39 mol gas dalam kapal baja dengan volume 6,09 L pada 55C.
Strategi Masalahnya diberikan sejumlah gas beserta volume dan temperaturnya. Apakah gas
mengalami perubahan dalam sifat-sifatnya? Apa persamaan yang harus kita gunakan untuk
memecahkan
tekanan?
Apa
satuan
temperatur
yang
harus
kita
gunakan?
Solusi Karena tidak ada perubahan sifat gas terjadi, kita bisa menggunakan persamaan gas ideal untuk
menghitung tekanan. Dengan mengatur ulang Persamaan (5.8), diperoleh:

P=

nRT
V

(1,39 mol) (0,0821 L .

atm
K

. mol) (55 + 273)K

6,09 L

= ,

CONTOH 5.3
Latihan Hitung volume (dalam liter) yang ditempati oleh 2,12 mol nitrat oksida (NO) pada 6,54 atm
dan 76C. volume
Hitung
(dalam
liter)
yang
ditempati
oleh
5,58
g
NH3
pada
STP.
Strategi Berapa volume satu mol gas ideal pada STP? Berapa banyak mol yang ada dalam 5,58 g NH3?
Solusi Perhatikan bahwa 1 mol gas ideal menempati 22,4 L pada STP dan gunakan massa molar NH3
(17,03 g), Dapat dituliskan urutan konversi sebagai berikut:

Gram NH3 mol NH3 liter NH3 pada STP

Sehingga volume NH3 yang diberikan:

V = 5,58 g NH3

1 mol NH3
22,4 L

17,03 g NH3
1 mol NH3

= ,

Hal ini sering berlaku dalam kimia, terutama dalam perhitungan hukum gas, bahwa soal bisa
diselesaikan dengan lebih dari satu cara. Di sini soal juga bisa diselesaikan dengan mengkonversi lebih
dulu 5,58 g NH3 ke jumlah mol NH3, kemudian menerapkan persamaan gas ideal (V = nRT/P). Cobalah.

Persamaan gas ideal berguna untuk Soal-soal yang tidak melibatkan perubahan dalam
CekT,Karena
g NHsampel
massa molar, volume
tersebut padakita
STPperlu
harus berurusan
lebih kecil dari
3 lebih kecil
P, V,
dan n5,58
untuk
gas.dari
Kadang-kadang,
bagaimanapun,
22,4 L. Oleh karena itu, jawabannya adalah wajar.
dengan perubahan tekanan, volume, dan temperatur, atau bahkan dengan jumlah gas.
Ketika kondisi berubah, kita harus menggunakan bentuk modifikasi dari persamaan gas
Latihan Berapakah volume (dalam liter) yang ditempati oleh 49,8 g HCl pada STP?

K i m i a D a s a r 1 | 182
ideal yang memperhitungkan kondisi awal dan akhir. Kita turunkan persamaan
modifikasi sebagai berikut. Dari Persamaan (5.8),
=

1 1
2 2
(sebelum perubahan) and =
(sesudah perubahan)
1 1
2 2

Sehingga,
1 1
2 2
==
1 1
2 2

(5.9)

Jika n1 = n2, seperti yang biasanya terjadi karena jumlah gas normalnya tidak berubah,
persamaan kemudian menjadi:
1 1
2 2
=
1
2

(5.10)

K i m i a D a s a r 1 | 183

CONTOH 5.4
Sebuah gelembung kecil naik dari dasar danau, di mana temperatur dan tekanannya adalah 8C dan 6,4
atm, ke permukaan air, di mana temperaturnya 25C dan tekanannya adalah 1,0 atm. Hitung volume
akhir (dalam mL) dari gelembung jika volume awalnya 2,1 mL.

Strategi Dalam memecahkan masalah seperti ini, di mana banyak informasi yang diberikan, maka
kadang-kadang membantu untuk membuat sketsa situasi, seperti yang ditunjukkan di sini:

Apa

satuan

temperatur

yang

harus

digunakan

dalam

perhitungan?

Solusi Menurut Persamaan (5.9)

1 1
2 2
=
1 1
2 2
Kita asumsikan bahwa jumlah udara dalam gelembung tetap konstan, yaitu, n1 = n2 sehingga

1 1
2 2
=
1
2
Kondisi Awal
P1 = 6,4 atm
V1 = 2,1 mL
T1 = (8 +273) K = 281 K

Kondiai Akhir
P2 = 1,0 atm
V2 = ?
T2 = (25 + 273) K = 298 K

Dengan mengatur ulang Persamaan (5.10) diperoleh


2 = 1

= 2,1 mL

1
2

2
1

6,4 atm
298 K

1,0 atm
281 K

Cek Kita lihat bahwa volume akhir melibatkan perkalian volume awal dengan perbandingan tekanan
(P1/P2) dan perbandingan temperatur (T2/T1). Ingat volume yang berbanding terbalik dengan tekanan,
dan volume berbanding lurus dengan temperatur. Karena tekanan turun dan temperatur naik sebagai
gelembung naik, kita harap volume gelembung ini meningkat. Bahkan, di sini perubahan tekanan
memainkan
peran
yang
lebih
besar
dalam
perubahan
volume.
Latihan Suatu gas awalnya pada 4,0 L, 1,2 atm, dan 66C mengalami perubahan sehingga volume akhir
dan
temperaturnya
adalah
1,7
L
dan
42C.
Berapa
tekanan
akhirnya?
Asumsikan jumlah mol tetap tidak berubah.

K i m i a D a s a r 1 | 184
Kerapatan dan Massa Molar Gas
Persamaan gas ideal dapat diterapkan untuk menentukan kerapatan atau massa molar
suatu gas. Dengan mengatur ulang Persamaan (5.8), dapat kita tulis

Jumlah mol gas, n, diberikan oleh


=

di mana m adalah massa gas dalam gram dan Mr adalah massa molarnya. Sehingga,

Karena kerapatan, d, adalah massa per satuan volume, kita dapat menulis
=

(5.11)

Persamaan (5.11) memungkinkan kita untuk menghitung kerapatan gas (diberikan


dalam satuan gram per liter). Seringkali, kerapatan gas dapat diukur, sehingga
persamaan ini dapat disusun kembali bagi kita untuk menghitung massa molar zat gas:
=

(5.12)

Dalam sebuah percobaan yang khas, sebuah bola lampu dengan volume diketahui diisi
dengan gas yang sedanga diteliti. Temperatur dan tekanan dari sampel gas dicatat, dan
massa total dari bola lampu sampel gas ditentukan (Gambar 5.11). Bola tersebut
kemudian dievakuasi (dikosongkan) dan ditimbang lagi. Perbedaan massa ini adalah
massa gas. Kerapatan gas sama dengan massa dibagi dengan volume bola lampu.
Kemudian kita dapat menghitung massa molar zat menggunakan Persamaan (5.12).

Gambar 5.11 Sebuah alat untuk mengukur kerapatan gas. Sebuah bola dengan volume yang diketahui
diisi dengan gas yang sedang diteliti pada temperatur dan tekanan tertentu. Pertama, bola lampu
ditimbang, kemudian dikosongkan (dievakuasi) dan ditimbang lagi. Perbedaan massa memberikan massa
gas. Dengan mengetahui volume bola lampu, kita dapat menghitung kerapatan gas.

K i m i a D a s a r 1 | 185
CONTOH 5.5
Seorang ahli kimia telah mensintesis senyawa gas kuning kehijauan yang terdiri dari klorin dan oksigen
dan menemukan bahwa kerapatannya adalah 8.14 g/L pada 47C dan 3,15 atm. Hitung massa molar
senyawa dan tentukan rumus molekulnya.
Strategi Karena Persamaan (5.11) dan (5.12) adalah penyusunan ulang satu sama lain, kita dapat
menghitung massa molar gas jika kita tahu kerapatan, temperatur, dan tekanannya. Rumus molekul
dari senyawa tersebut harusnya konsisten dengan massa molarnya. Apa satuan temperatur yang harus
kita gunakan?
Solusi Dari Persamaan (5.12)

(8,14) (0,0821 L.

atm
K

. mol) (47 + 273)K

3,15 atm

= , /

Kita bisa menentukan rumus molekul dari senyawa dengan cara trial and error, hanya menggunakan
pengetahuan massa molar klorin (35,45 g) dan oksigen (16,00 g). Kita tahu bahwa senyawa yang
mengandung satu atom Cl dan satu atom O akan memiliki massa molar 51.45 g, yang paling rendah,
sementara massa molar senyawa terdiri dari dua atom Cl dan satu atom O adalah 86,90 g, yang paling
tinggi. Dengan demikian, senyawa tersebut harus berisi satu atom Cl dan dua atom O dan memiliki
rumus ClO2, yang memiliki massa molar 67.45 g.

Stoikiometri Gas
Dalam Bab 3 kita menggunakan hubungan antara jumlah (dalam mol) dan massa
Latihan Kerapatan gas senyawa organik adalah 3,38 g/L pada 40C dan 1,97 atm. Berapa massa molar
(dalam
nya? gram) dari reaktan dan produk untuk memecahkan masalah stoikiometri. Ketika
reaktan dan/atau menghasilkan gas, kita juga dapat menggunakan hubungan antara
jumlah (mol, n) dan volume (V) untuk memecahkan masalah tersebut (Gambar 5.12).
Jumlah reaktan
(gram atau
volume

Mol
reaktan

Mol
produk

Jumlah produk
(gram atau
volume

Gambar 5.12 Perhitungan stoikiometri yang melibatkan gas.

K i m i a D a s a r 1 | 186
CONTOH 5.6
Natrium azida (NaN3) digunakan dalam beberapa kantong udara mobil. Dampak dari tabrakan memicu
dekomposisi NaN3 sebagai berikut:
2NaN3(s) 2Na(s) + 3N2(g)
Gas nitrogen diproduksi dengan cepat mengembangkan tas antara pengemudi dan kaca depan dan
dashboard. Hitung volume N2 yang dihasilkan pada 85C dan 812 mmHg oleh dekomposisi 50,0 g NaN3.
Strategi Dari persamaan setara kita lihat bahwa 2 mol NaN3 3 mol N2 sehingga faktor konversi antara
NaN3 dan N2 adalah
3 mol N2
2 mol NaN3

Karena massa NaN3 diberikan, kita dapat menghitung jumlah mol NaN 3 dan selanjutnya jumlah mol N2
yang dihasilkan. Akhirnya, kita dapat menghitung volume N 2 menggunakan persamaan gas ideal.
Solusi Urutan konversinya adalah sebagai berikut:
gram NaN3 mol NaN3 mol N2 volume N2

Pertama, kita hitung jumlah mol N2 yang dihasilkan oleh 50,0 g NaN3:

mol N2 = 50,0 g NaN3

1 mol NaN3
3 mol N2

65,02 g NaN3
2 mol NaN3

= ,
REVIEW KONSEP
Latihan
Persamaan
atas kerusakan
metabolisme
(C6Hberikut
samamemiliki
dengan volume
persamaan
12O6) adalah
Mengasumsikan
perilaku
gas ideal, manakah
dari glukosa
sampel gas
yang akan
untuk
pembakaran
glukosa
di
udara:
terbesar pada STP? Manakah dari gas ini yang akan memiliki kerapatan terbesar pada STP? (a) 0,82
mol He, (b) 24 g N2, (c) 5,0 10C236H
molekul
Cl2
12O6 (s) + 6O2 (g) 6CO2 (g) + 6H2O (l)
Hitung volume CO2 yang dihasilkan pada temperatur 37C dan 1,00 atm saat 5,60 g glukosa digunakan
dalam reaksi.

5.7 Hukum Dalton tentang Tekanan Parsial

Sejauh ini kita telah berkonsentrasi pada perilaku zat gas murni, namun studi
eksperimental sangat sering melibatkan campuran gas. Misalnya, untuk studi polusi
udara, kita mungkin tertarik hubungan tekanan-volume-temperatur dalam sampel udara,
yang berisi beberapa gas. Dalam kasus ini, dan semua kasus yang melibatkan campuran
gas, tekanan total gas berkaitan dengan tekanan parsial, yaitu, tekanan dari masingmasing komponen gas dalam campuran. Pada tahun 1801, Dalton merumuskan hukum,
sekarang dikenal sebagai hukum Dalton tantang tekanan parsial, yang menyatakan

K i m i a D a s a r 1 | 187

tekanan total campuran gas adalah jumlah dari tekanan masing-masing gas itu sendiri.
Gambar 5.13 mengilustrasikan hukum Dalton.
Volume dan temperatur konstan

Kombinasi
gas

P1

P2

PT = P1 + P2

Gambar 5.13 Skema ilustrasi hukum Dalton tentang tekanan parsial.


+

Perhatikan kasus di mana dua gas, A dan B, berada dalam sebuah wadah dengan
volume V. Tekanan yang diberikan oleh gas A, sesuai dengan persamaan gas ideal,
yaitu
=

dimana nA adalah jumlah mol A. Demikian pula, tekanan yang diberikan oleh gas B
adalah
=

Dalam campuran gas A dan B, tekanan total PT adalah hasil dari tumbukan kedua jenis
molekul, A dan B, dengan dinding-dinding wadah. Dengan demikian, menurut hukum
Dalton,
PT = PA + PB

=
+

=
( + )

dimana n, jumlah total mol gas yang ada, ditentukan dengan n = nA + nB, dan PA dan
PB masing-masing adalah tekanan parsial gas A dan B. Untuk campuran gas,
selanjutnya, PT hanya bergantung pada jumlah mol gas yang ada, bukan pada sifat
molekul gas.
Secara umum, tekanan total campuran gas diberikan dengan
PT = P1 + P2 + P3 + ...

K i m i a D a s a r 1 | 188
di mana P1, P2, P3,. . . adalah tekanan parsial dari komponen 1, 2, 3,. . . . Untuk melihat
berapa setiap tekanan parsial berkaitan dengan tekanan total, perhatikan lagi kasus
campuran dari dua gas A dan B. Pembagian PA oleh PT, kita memperoleh

=
+
=

( + )

di mana XA disebut fraksi mol A. Fraksi mol adalah kuantitas yang tidak berdimensi
yang mengungkapkan perbandingan jumlah mol salah satu komponen dengan jumlah
mol semua komponen yang ada. Secara umum, fraksi mol komponen i dalam campuran
diberikan dengan
(5.13)

dimana ni dan nT adalah jumlah mol komponen i dan jumlah mol total. Fraksi mol selalu
lebih kecil dari 1. Sekarang dapat dinyatakan tekanan parsial A sebagai
PA = XAPT
Demikian pula,
PB = XBPT
Perhatikan bahwa jumlah fraksi mol untuk campuran gas harus sama dengan satu. Jika
hanya ada dua komponen, maka
XA + XB =

nA
nB
+
=1
nA + nB nA + nB

Jika sistem berisi lebih dari dua gas, maka tekanan parsial dari komponen i
dihubungkan dengan tekanan total
(5.14)
Pi = XiPT
Bagaimana tekanan parsial ditentukan? Sebuah manometer hanya dapat mengukur
tekanan total campuran gas. Untuk mendapatkan tekanan parsial, kita perlu mengetahui
fraksi mol komponen, yang akan melibatkan analisis kimia rumit. Kebanyakan metode
yang langsung mengukur tekanan parsial menggunakan spektrometer massa. Intensitas
relatif dari puncak dalam spektrum massa berbanding lurus dengan jumlah, dan dalam
hal ini adalah fraksi mol dari gas-gas yang ada.

K i m i a D a s a r 1 | 189
CONTOH 5.7
Campuran gas mengandung 3,85 mol neon (Ne), 0,92 mol argon (Ar), dan 2,59 mol xenon (Xe). Hitung
tekanan parsial gas jika tekanan totalnya adalah
2,50 atm pada temperatur tertentu.
Strategi Apa hubungan antara tekanan parsial gas dan tekanan total gas? Bagaimana kita menghitung
fraksi mol gas?

Solusi Menurut Persamaan (5.14), tekanan parsial Ne (PNe) sama dengan produk fraksi molnya (XNe) dan
tekanan total (PT)
PNe = XNePT

Menggunakan persamaan (5.13), kita hitung fraksi mol Ne sebagai berikut:

3,85 mol
=
+ + 3,85 mol + 0,92 mol + 2,59 mol
= 0,523

Sehingga,
PNe = XNePT
= 0,523 2,50 atm
= 1,31 atm
Demikian pula, kita dapat menghitung fraksi mol argon dan tekanan parsialnya:
PAr = XArPT
= 0,125 2,50 atm
= 0,313 atm
Akhirnya, kita menghitung fraksi mol xenon dan tekanan parsialnya:

Hukum
tentang tekanan parsial berguna untuk menghitung volume kumpulan
PNe = XDalton
NePT
gas di =atas
permukaan air. Misalnya, ketika potasium klorat (KClO3) dipanaskan, maka
0,352 2,50 atm
terdekomposisi menjadi KCl dan O2:
= 0,880 atm

Cek Tekanan parsial masing-masing


2KClOgas
2KCl(s)
kurang dari
+ 3O
tekanan
3(s)harus
2(g) total dan pastikan bahwa jumlah
dari tekanan parsial sama dengan tekanan total, yaitu (1,31 + 0,313 + 0,880) atm = 2,50 atm.
GasLatihan
oksigen
dapat
dikumpulkan
di atas permukaan
air, (CH
seperti
yang
pada
Suatu
sampel
gas alam mengandung
8,24 mol metana
molditunjukkan
etana (C2H6), dan
0.116
4), 0,421
mol propana
gas adalah 1,37
atm, berapa
parsial
3H8). Jika tekanan
Gambar
5.14. (CAwalnya,
botoltotal
benar-benar
terbalik
penuhtekanan
dengan
air.gas?
Setelah gas

oksigen dihasilkan, gelembung-gelembung gas naik ke atas dan menggantikan air


dalam botol. Metode pengumpulan gas didasarkan pada asumsi bahwa gas tidak
bereaksi dengan air dan tidak lumayan larut di dalamnya. Asumsi ini berlaku untuk gas
oksigen, tetapi tidak untuk gas seperti NH3, yang mudah larut dalam air. Gas oksigen
yang dikumpulkan dengan cara ini tidak murni, karena uap air juga ada dalam botol.

K i m i a D a s a r 1 | 190
Tekanan total gas adalah sama dengan jumlah dari tekanan yang diberikan oleh gas
oksigen dan uap air:
= 2 + 2
Botol yang terisi gas oksigen
KClO3 dan MnO2

Botol yang terisi air yang siap


dipindahkan dalam wadah
plastik

Botol terisi penuh


oksigen dan uap air

gas

Gambar 5.14 Suatu peralatan untuk mengumpulkan gas di atas permukaan air. Oksigen yang dihasilkan
oleh pemanasan potasium klorat (KClO3) dengan adanya sejumlah kecil mangan dioksida (MnO2), yang
mempercepat reaksi, ditiupkan melalui air dan dikumpulkan dalam botol seperti yang ditunjukkan. Air
yang awalnya ada dalam botol didorong keluar oleh gas oksigen.

Sebagai akibatnya, kita harus mengetahui tekanan yang disebabkan oleh adanya uap air
ketika kita menghitung jumlah O2 yang dihasilkan. Tabel 5.2 menunjukkan tekanan uap
air pada berbagai temperatur.
Tabel 5.2 Tekanan uap Air pada Temperatur yang Bervariasi
Temperatur Tekanan Uap Air
Tekanan Uap Air
Temperatur (C)
(mmHg)
(mmHg)
(C)
0
4,58
55
118,04
5

6,54

60

149,38

10

9,21

65

187,54

15

12,79

70

233,7

20

17,54

75

289,1

25

23,76

80

355,1

30

31,82

85

433,6

35

42,18

90

525,76

40

55,32

95

633,90

45

71,88

100

760,00

50

92,51

K i m i a D a s a r 1 | 191
CONTOH 5.8
Gas oksigen yang dihasilkan oleh dekomposisi potasium klorat dikumpulkan seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 5.14. Volume oksigen dikumpulkan pada 26C dan tekanan atmosfer 771 mmHg adalah
141 mL. Hitung massa (dalam gram) dari gas oksigen yang diperoleh. Tekanan uap air pada 26C adalah
25,2
mmHg.
Strategi Untuk mencari massa O2 yang dihasilkan, pertama-tama kita harus menghitung tekanan parsial
O2 dalam campuran. Apa hukum gas yang kita butuhkan? Bagaimana kita mengubah tekanan gas O 2 ke
dalam
massa
O2
dalam
gram?
Solusi Dari Hukum Dalton tentang tekanan parsial kita tahu bahwa

= 2 + 2
Sehingga,

2 = 2
= 771 25,2
= 746
Dari persamaan gas ideal kita tuliskan
= =

di mana m dan Mr, masing-masing adalah massa O2 yang dikumpulkan dan massa molar O2. Dengan
mengatur ulang persamaan diperoleh

746

( ) atm (0,141 L)(32,00 )


PVMr
760
mol
m=
=
= ,
atm
RT
(0,0821 L.
. mol) (273 + 26)K
K

REVIEW KONSEP
Latihanbola
Gasberwarna
hidrogen merupakan
yang dihasilkan
ketika
kalsium bereaksi
dengan air
dikumpulkan
seperti
Setiap
molekul
gaslogam
yang berbeda.
Hitung tekanan
parsial
gas jika tekanan
yang
ditunjukkan
pada
Gambar
5.14.
Volume
gas
yang
dikumpulkan
pada
30C
dan
tekanan
988
mmHg
total nya 2,4 atm.
adalah 641 mL. Berapakah massa (dalam gram) dari gas hidrogen yang diperoleh? Tekanan uap air pada
30C adalah 31,82 mmHg.

K i m i a D a s a r 1 | 192
5.6 Teori Kinetik Molekul Gas
Hukum gas membantu kita untuk memprediksi perilaku gas, tetapi tidak menjelaskan
apa yang terjadi pada tingkat molekuler yang menyebabkan perubahan yang kita amati
dalam skala makroskopik. Misalnya, mengapa gas memuai pada pemanasan?
Pada abad kesembilan belas, sejumlah fisikawan, terutama fisikawan Austria Ludwig
Boltzmann dan fisikawan Skotlandia James Clerk Maxwell, menemukan bahwa sifat
fisik gas dapat dijelaskan dalam hal gerakan masing-masing molekul. Gerakan molekul
ini adalah salah satu bentuk energi, yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk
melakukan kerja atau untuk menghasilkan perubahan. Dalam mekanika, kerja
didefinisikan sebagai gaya dikali jarak. Karena energi dapat diukur sebagai kerja, kita
dapat menuliskan
energi = kerja = gaya jarak
Joule (J) adalah satuan SI dari energi
1 J = 1 kg m2/s2 = 1 Nm
atau, energi dapat dinyatakan dalam kilojoule (kJ):
1kJ = 1000 J
Seperti yang akan kita lihat dalam Bab 6, ada banyak jenis energi. Energi kinetik (EK)
adalah jenis energi yang dikeluarkan oleh benda yang bergerak, atau energi gerak.
Penemuan Maxwell, Boltzmann, dan lain-lain mengakibatkan sejumlah generalisasi
tentang perilaku gas yang telah dikenal sebagai teori kinetik molekular gas, atau hanya
teori kinetik gas. Inti dari teori kinetik gas adalah asumsi-asumsi berikut:
1. Suatu gas terdiri dari molekul yang terpisah satu sama lain dengan jarak yang jauh
lebih besar daripada dimensinya sendiri. Molekul-molekul dapat dianggap sebagai
"titik-titik", yang memiliki massa namun memiliki volume yang dapat diabaikan.
2. Molekul gas berada dalam gerakan konstan dalam arah yang acak, dan sering
bertumbukan satu sama lain. Tumbukan antar molekul adalah elastis sempurna.
Dengan kata lain, energi dapat ditransfer dari satu molekul ke yang lain sebagai
hasil dari tumbukan. Namun demikian, energi total semua molekul dalam sistem
tetap sama.
3. Molekul gas tidak mengalami baik gaya tarik menarik maupun gaya tolak menolak
satu sama lain.
4. Energi kinetik rata-rata molekul sebanding dengan temperatur gas dalam kelvin.
Setiap dua gas pada temperatur yang sama akan memiliki energi kinetik yang sama
rata. Energi kinetik rata-rata molekul diberikan dengan
EK = m2
di mana m adalah massa molekul dan u adalah kecepatan. Garis horisontal tebal
menunjukkan nilai rata-rata. Besaran 2 disebut kecepatan rata-rata kuadrat, yang
merupakan rata-rata dari kuadrat kecepatan semua molekul:

K i m i a D a s a r 1 | 193

2 =

1 2 + 2 2 + + 2

dimana N adalah jumlah molekul.


Asumsi 4 membuat kita dapat menuliskan
EK T
mu2 T
Oleh karenanya,
EK = m2 = CT

(5.15)

dimana C adalah konstanta kesebandingan dan T adalah temperatur mutlak.


Menurut teori kinetik molekular, tekanan gas adalah hasil dari tumbukan antara molekul
dan dinding dari wadahnya. Hal ini tergantung pada frekuensi tumbukan per satuan luas
dan seberapa "keras" molekul menabrak dinding. Teori ini juga menyediakan
interpretasi temperatur molekul. Menurut Persamaan (5.15), temperatur mutlak gas
adalah ukuran energi kinetik rata-rata molekul. Dengan kata lain, temperatur mutlak
adalah ukuran gerak acak dari molekul--semakin tinggi temperatur, semakin energik
molekul tersebut. Karena berkaitan dengan temperatur sampel gas, gerak acak
molekuler kadang-kadang disebut sebagai gerakan termal.
Aplikasi Hukum Gas
Meskipun teori kinetik gas didasarkan pada model yang agak sederhana, rincian
matematika yang terlibat sangat kompleks. Namun, secara kualitatif, dimungkinkan
untuk menggunakan teori dalam menjelaskan sifat-sifat umum zat dalam bentuk gas.
Contoh ilustrasi berikut menggambarkan berbagai kegunaannya:
Kompresibilitas Gas (mudah tidaknya dimampatkan). Karena molekul dalam fase
gas dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh (asumsi 1), maka gas dapat
dikompresi/ditekan dengan mudah untuk menempati volume yang lebih kecil.
Hukum Boyle. Tekanan yang diberikan oleh gas merupakan hasil dari tumbukan
molekul-molekulnya dengan dinding wadah. Laju tumbukan, atau jumlah tumbukan
molekuler dengan dinding per detik, sebanding dengan besar kerapatan (yaitu,
jumlah molekul per satuan volume) dari gas. Penurunan volume gas dengan jumlah
tertentu meningkatkan besar kerapatan dan selanjutnya laju tumbukannya. Untuk
alasan ini, tekanan gas berbanding terbalik dengan volume yang didudukinya;
sebagai penurunan volume, tekanan meningkat dan sebaliknya.
Hukum Charles. Karena energi kinetik rata-rata molekul gas sebanding dengan
temperatur mutlak sampel (asumsi 4), kenaikan temperatur akan meningkatkan
energi kinetik rata-rata. Akibatnya, molekul akan bertumbukan dengan dinding
wadah lebih sering dan dengan dampak yang lebih besar jika gas dipanaskan,
dengan demikian tekanan akan meningkat. Volume gas akan mengembang hingga
tekanan gas seimbang dengan tekanan eksternal konstan (lihat Gambar 5.7).

K i m i a D a s a r 1 | 194

Hukum Avogadro. Kita sudah ditunjukkan bahwa tekanan gas secara langsung
sebanding dengan kerapatan dan temperaturnya. Karena massa gas berbanding lurus
dengan jumlah mol (n) gas, maka dapat dinyatakan kerapatan dengan n/V. Sehingga,

Untuk dua gas, 1 dan 2, kita tuliskan


1

1 1
1 1
=
1
1

2 2
2 2
=
2
2

di mana C adalah konstanta kesebandingan. Dengan demikian, untuk dua gas di bawah
kondisi tekanan, volume, dan temperatur yang sama (yaitu, bila P1 = P2, T1 = T2, dan V1
= V2), maka n1 = n2, yang merupakan pernyataan matematika hukum Avogadro.
Hukum Dalton tentang Tekanan parsial. Jika molekul tidak menarik atau
menolak satu sama lain (asumsi 3), maka tekanan yang diberikan oleh salah satu
jenis molekul tidak dipengaruhi oleh kehadiran gas lain. Akibatnya, tekanan total
yang diberikan adalah jumlah tekanan masing-masing gas.
Distribusi Kecepatan Molekul
Teori kinetik gas memungkinkan kita untuk menyelidiki gerak molekul secara lebih
rinci. Andaikan kita memiliki sejumlah besar molekul gas, katakanlah, 1 mol, dalam
sebuah wadah. Selama kita menjaga temperatur tetap konstan, energi kinetik rata-rata
dan kecepatan kuadrat rata-rata akan tetap tidak berubah seiring berjalannya waktu.
Seperti yang Anda duga, gerakan molekul benar-benar acak dan tak terduga. Pada suatu
saat tertentu, berapa banyak molekul yang bergerak pada kecepatan tertentu? Untuk
menjawab pertanyaan ini Maxwell menganalisis perilaku molekul gas pada temperatur
yang berbeda.
Gambar 5.15 (a) menunjukkan kurva distribusi kecepatan Maxwell untuk gas nitrogen
pada tiga temperatur yang berbeda. Pada temperatur tertentu, kurva distribusi
memberitahu kita jumlah molekul yang bergerak pada kecepatan tertentu. Puncak dari
setiap kurva mewakili kecepatan yang paling mungkin, yaitu, kecepatan molekul
dengan jumlah terbesar. Perhatikan bahwa kecepatan yang paling mungkin semakin
meningkat dengan meningkatnya temperatur (pergeseran puncak ke arah kanan). Selain
itu, kurva juga mulai datar dengan meningkatnya temperatur, yang menunjukkan bahwa
semakin banyaknya jumlah molekul yang bergerak dengan kecepatan yang lebih besar.
Gambar 5.15 (b) menunjukkan distribusi kecepatan dari tiga gas pada temperatur yang
sama. Perbedaan dalam kurva dapat dijelaskan dengan mencatat bahwa rata-rata
molekul ringan bergerak lebih cepat daripada yang lebih berat.

K i m i a D a s a r 1 | 195

Gambar 5.15 (a) Distribusi kecepatan untuk gas nitrogen pada tiga temperatur yang berbeda. Pada
temperatur yang lebih tinggi, lebih banyak molekul yang bergerak pada kecepatan yang lebih cepat. (b)
Distribusi kecepatan untuk tiga gas pada 300 K. Pada temperatur tertentu, rata-rata molekul ringan
bergerak lebih cepat.

Kecepatan Akar Rata-rata Kuadrat


Rata-rata seberapa cepat molekul bergerak pada temperatur T? Salah satu cara untuk
memperkirakan kecepatan molekul adalah menghitung kecepatan akar rata-rata
kuadrat (urms), yang merupakan kecepatan molekul rata-rata. Salah satu hasil dari teori
kinetik gas adalah bahwa energi kinetik total satu mol gas apapun sama dengan 3/2RT.
Sebelumnya, kita melihat bahwa energi kinetik rata-rata satu molekul adalah 1/2mu2
sehingga kita dapat menuliskan
NA(m2) = 3/2RT
dimana NA adalah bilangan Avogadro dan m adalah massa satu molekul. Karena NAm =
Mr, dimana Mr adalah massa molar, persamaan ini dapat disusun kembali untuk
memberikan
3
2 =

Dengan mengambil akar kuadrat dari kedua sisi memberikan


3

2 = =

(5.16)

Persamaan (5.16) menunjukkan bahwa kecepatan akar rata-rata kuadrat dari gas
meningkat dengan akar kuadrat dari temperatur (dalam kelvin). Karena Mr muncul
dalam penyebut, maka semakin berat gas, semakin lambat gerakan molekulnya. Jika
kita mengganti 8,314 J/K.mol untuk R (lihat Lampiran 1) dan mengkonversi massa
molar ke kg/mol, maka urms akan dihitung dalam meter per detik (m/s).

K i m i a D a s a r 1 | 196
CONTOH 5.9
Hitung kecepatan akar rata-rata kuadrat atom helium dan molekul nitrogen dalam m/s pada 25C.
Strategi Untuk menghitung kecepatan akar rata-rata kuadrat kita perlu Persamaan (5.16). Apa satuan
yang harus kita gunakan untuk R dan Mr supaya urms akan dinyatakan dalam m/s?
Solusi Untuk menghitung urms, satuan R harus 8,314 J/K.mol dan, karena 1 J = 1 kg m2/s2, massa molar
harus dalam kg/mol. Massa molar He adalah 4,003 g/mol, atau 4,003 10-3 kg/ mol. Dari Persamaan
(5.16),
3RT
=
Mr
J

3 (8,314 . mol) (298 K)


K

4,003 103 kg/mol

= 1,86 106 J/kg

Menggunakan faktor konversi 1 J = 1 kg m2/s2 kita mendapatkan

= 1,86 106 kg. m2 kg 1 s 2


= 1,86 106 m2 s 2
= , /
Prosedurnya sama untuk N2, dimana massa molarnya 28,02 g/mol, atau 2,802 10-2 kg/mol sehingga
kita tulis
J

3 (8,314 . mol) (298 K)


K

2,802 102 kg/mol

= 2,65 105 m2 s 2
= /

Cek Karena pada


He adalah
gas yang
ringan, hubungan
kita harap akan
lebihdengan
cepat dibandingkan
Perhitungan
Contoh
5.9 lebih
memiliki
yangbergerak
menarik
komposisi N2.
Sebuah
cara
cepat
untuk
memeriksa
jawaban
adalah
catat
bahwa
perbandingan
dari
nilai urms
atmosfer bumi. Tidak seperti Jupiter, bumi tidak memiliki jumlah yang cukupdua
banyak
3
(1,36 atau
10 helium
/515 ~ 2,6)
harus sama Mengapa
dengan akar
dari Sebuah
perbandingan
hidrogen
di atmosfernya.
halkuadrat
ini terjadi?
planetmassa
yang molar
lebih N2
terhadap
He, yaitu,
~ 2,6. gaya tarik gravitasi yang lebih lemah untuk molekul28/4
kecil
dari Jupiter,
bumi
memiliki
molekul
Sebuahakar
perhitungan
cukup
sederhana
menunjukkan
bahwa untuk
Latihanringan.
Hitung kecepatan
rata-rata kuadrat
molekul
klorin dalam
m/s pada 20C.
melarikan diri medan gravitasi bumi, molekul harus memiliki suatu kecepatan
melarikan diri sama atau lebih besar dari 1,1 104 m/s. Karena kecepatan rata-rata
helium jauh lebih besar dari molekul molekul nitrogen atau oksigen, atom helium lebih

K i m i a D a s a r 1 | 197

cepat melarikan diri dari atmosfer bumi ke angkasa luar. Akibatnya, hanya sejumlah
kecil helium yang ada di atmosfer kita. Di sisi lain, Jupiter, dengan massa sekitar 320
kali lebih besar daripada bumi, mempertahankan gas berat maupun ringan di
atmosfernya.
Difusi dan Efusi Gas
Difusi Gas
Gambaran langsung dari gerakan acak diperlihatkan oleh difusi, campuran bertahap
dari satu molekul gas dengan molekul lain berdasarkan sifat kinetiknya. Terlepas dari
kenyataan bahwa kecepatan molekul yang sangat besar, proses difusi memakan waktu
yang relatif lama hingga selesai. Sebagai contoh, ketika botol larutan amonia pekat
dibuka di salah satu ujung bangku lab, dibutuhkan beberapa waktu sebelum seseorang
di ujung bangku bisa mencium baunya. Alasannya adalah bahwa molekul mengalami
banyak tumbukan sambil bergerak dari satu ujung bangku ke ujung yang lain, seperti
yang ditunjukkan pada Gambar 5.16. Dengan demikian, difusi gas selalu terjadi secara
bertahap, dan tidak langsung seperti kecepatan molekul yang diperkirakan. Selain itu,
karena kecepatan akar rata-rata kuadrat gas cahaya lebih besar dari gas yang lebih berat
(lihat Contoh 5.9), gas yang lebih ringan akan menyebar melalui ruang tertentu lebih
cepat daripada gas yang lebih berat. Gambar 5.17 menggambarkan difusi gas.
Pada tahun 1832 ahli kimia Skotlandia Thomas Graham menemukan bahwa di bawah
kondisi temperatur dan tekanan yang sama, laju difusi untuk gas berbanding terbalik
dengan akar kuadrat massa molarnya. Pernyataan ini, sekarang dikenal sebagai hukum
difusi Graham, dinyatakan secara matematis sebagai
1
2

= 2

(5.17)

dimana r1 dan r2 adalah tingkat difusi gas 1 dan 2, dan 1 dan 2 masing-masing
adalah massa molar mereka.

Gambar 5.16 Jalan yang ditempuh oleh molekul gas tunggal. Setiap perubahan arah merupakan
tabrakan dengan molekul lain.

K i m i a D a s a r 1 | 198

Gambar 5.17 Sebuah gambaran difusi gas. Gas NH3 (dari botol yang mengandung amonia berair) yang
bergabung dengan gas HCl (dari botol yang mengandung asam klorida) untuk membentuk NH 4Cl padat.
Karena NH3 lebih ringan maka akan berdifusi lebih cepat, padatan NH4Cl pertama kali muncul dekat
botol HCl (di sebelah kanan).

Efusi gas
Sedangkan difusi adalah suatu proses dimana satu gas secara bertahap bercampur
dengan gas lainnya, efusi adalah proses dimana gas di bawah tekanan lolos dari satu
kompartemen wadah lain dengan melewati lubang kecil. Gambar 5.18 menunjukkan
efusi gas ke dalam ruang hampa. Meskipun efusi berbeda dari difusi di alam, tingkat
efusi gas memiliki bentuk yang sama seperti hukum difusi Graham [lihat persamaan
(5.17)]. Sebuah balon karet helium mengempis cepat daripada satu udara penuh karena
laju efusi melalui pori-pori karet lebih cepat untuk atom helium yang lebih ringan
daripada molekul udara. Secara industri, efusi gas digunakan untuk memisahkan isotop
uranium dalam bentuk 235UF6 gas dan 238UF6. Dengan menundukkan gas ke banyak
tahap efusi, para ilmuwan dapat memperoleh isotop 235U yang sangat tinggi, yang
digunakan dalam pembuatan bom atom selama Perang Dunia II.

Gambar 5.18 Efusi gas. Molekul gas bergerak dari daerah bertekanan tinggi (kiri) ke tekanan rendahsatu melalui lubang jarum.

K i m i a D a s a r 1 | 199
CONTOH 5.10
Suatu gas yang mudah terbakar hanya terdiri dari karbon dan hidrogen ditemukan keluar melalui
penghalang berpori dalam 3,50 menit. Di bawah kondisi temperatur dan tekanan yang sama,
dibutuhkan volume yang sama dari gas klorin dalam 7,34 menit untuk keluar melalui penghalang yang
sama. Hitung massa molar gas yang tidak diketahui, dan perkirakan kemungkinan gas ini.
Strategi Tingkat difusi adalah jumlah molekul melewati penghalang berpori dalam waktu tertentu.
Semakin lama waktu yang dibutuhkan, semakin lambat lajunya. Oleh karena itu, angka ini berbanding
terbalik dengan waktu yang dibutuhkan untuk difusi. Persamaan (5.17) sekarang dapat ditulis sebagai
1 /2 = 2 /1 = 2 / 1 , dimana t1 dan t2 adalah waktu masing-masing untuk efusi gas 1 dan 2.
Solusi Dari massa molar Cl2, kita menulis
3,50 menit

=
7,34 menit
70,90 g/mol

di mana Mr adalah massa molar gas yang diketahui. Pemecahan untuk Mr, kita memperoleh

3,50 menit

= (

7,34 menit

) 70,90 g/mol = , /

Karena massa molar karbon adalah 12,01 g dan hidrogen adalah 1,008 g, maka gas tersebut adalah gas
metana
(CH4).
Cek Karena gas lebih ringan keluar lebih cepat dari gas berat, massa molar gas yang tidak diketahui
harus lebih kecil dibandingkan dengan gas klor. Memang, massa molar dari metana (16,04 g) kurang
dari
massa
molar
gas
klor
(70,90
g).
REVIEW KONSEP
Jika
0,50Dibutuhkan
mol H2 (g) 192
dans1,0
molgas
Heyang
(g) dibandingkan
temperatur
dan tekanan
Latihan
untuk
tidak diketahuipada
keluar
melalui dinding
berporistandar,
dan 84 syang
untuk
mana dari jumlah berikut akan sama satu sama lain? (a) laju efusi, (b) kecepatan molekul rata-rata, (c)
volume yang sama gas N2 keluar pada temperatur dan tekanan yang sama. Berapakah massa molar gas
energi kinetik rata-rata, (d) volume.
yang tidak diketahui?

5.7 Penyimpangan Perilaku Ideal


Hukum gas dan teori kinetik molekul menganggap bahwa molekul dalam keadaan gas
tidak melakukan gaya, baik menarik atau menolak, satu sama lain. Asumsi lainnya
adalah bahwa volume molekul yang kecil diabaikan dibandingkan dengan wadahnya.
Suatu gas yang memenuhi kedua kondisi tersebut dikatakan menunjukkan perilaku yang
ideal.
Meskipun kita dapat mengasumsikan bahwa gas nyata berperilaku seperti gas ideal, kita
tidak bisa mengharapkan mereka untuk melakukannya dalam semua kondisi. Sebagai

K i m i a D a s a r 1 | 200
contoh, tanpa gaya antarmolekul, gas tidak bisa mengembun untuk membentuk cairan.
Pertanyaan penting adalah: Dalam kondisi apa gas kemungkinan besar akan
menunjukkan perilaku tak ideal?
Gambar 5.19 menunjukkan PV/RT diplot terhadap P untuk tiga gas nyata dan gas ideal
pada temperatur tertentu. Grafik ini menyediakan pengujian terhadap perilaku gas ideal.
Menurut persamaan gas ideal (untuk 1 mol gas), PV/RT sama dengan 1, terlepas dari
tekanan gas yang sebenarnya. (Ketika n = 1, PV = nRT menjadi PV = RT, atau PV/RT =
1) Untuk gas nyata, ini benar hanya pada tekanan yang cukup rendah ( 5 atm);
penyimpangan yang signifikan terjadi sejalan dengan peningkatan tekanan. Gaya tarik
menarik antara molekul berkerja pada jarak yang relatif pendek. Pada tekanan atmosfer,
molekul-molekul dalam gas terpisah jauh dan gaya tarik menariknya diabaikan. Pada
tekanan tinggi, kerapatan gas meningkat; molekul lebih dekat satu sama lain. Gaya
antarmolekul kemudian cukup signifikan untuk mempengaruhi gerakan molekul, dan
gas tidak akan berperilaku ideal.

Gambar 5.19 Plot dari PV/RT terhadap P dari 1 mol gas pada 0C. Untuk 1 mol gas ideal, PV/RT
adalah sama dengan 1, tidak peduli berapa tekanan dari gas. Untuk gas nyata, kita amati berbagai
penyimpangan dari idealitas pada tekanan tinggi. Pada tekanan yang sangat rendah, semua gas
menunjukkan perilaku yang ideal, yaitu, harga PV/RT-nya mendekati 1 saat P mendekati nol.

Cara lain untuk mengamati perilaku tak ideal gas adalah dengan penurunan temperatur.
Pendinginan gas menurunkan energi kinetik rata-rata molekul, yang dapat dimengerti
bahwa molekul yang gerakannya terhalang, memerluka upaya untuk meloloskan diri
dari saling tarik-menarik di antara mereka sendiri.
Untuk mempelajari gas nyata secara seksama, maka, kita perlu memodifikasi
persamaan gas ideal, dengan mempertimbangkan perhitungan gaya antarmolekul dan
volume molekul tertentu. Seperti analisis pertama yang dibuat oleh fisikawan Belanda
JD van der Waals pada tahun 1873. Selain secara matematis sederhana, perlakuan van
der Waals yang memberikan kita interpretasi perilaku gas nyata pada tingkat molekuler.
Perhatikan pendekatan molekul tertentu ke arah dinding wadah (Gambar 5.20). Gaya
tarik menarik antarmolekul yang diberikan oleh tetangganya cenderung melemahkan
dampak yang dibuat oleh molekul ke dinding. Efek keseluruhan adalah tekanan gas
menjadi rendah dari yang kita harapkan untuk gas ideal. Van der Waals menyarankan

K i m i a D a s a r 1 | 201

bahwa tekanan yang dikenakan oleh gas ideal, Pideal, berkaitan dengan pengukuran
secara eksperimen; yaitu, tekanan yang diamati, Pobs, oleh persamaan
= +

tekanan
teramati

2
2
suku
koreksi

di mana a adalah konstanta dan n dan V masing-masing adalah jumlah mol dan volume
gas. Syarat koreksi untuk tekanan (an2/V2) dapat dipahami sebagai berikut. Gaya
antarmolekul yang menimbulkan perilaku nonideal tergantung pada seberapa sering
setiap dua molekul saling berdekatan. Jumlah "pertemuan" tersebut meningkat seiring
dengan kuadrat dari jumlah molekul per satuan volume, (n/V)2, karena kehadiran
masing-masing dua molekul di wilayah tertentu sebanding dengan n/V sehingga a
adalah hanya konstanta kesebandingan. Kuantitas Pideal adalah tekanan yang akan kita
mengukur jika tidak ada gaya tarik menarik antarmolekul.

Gambar 5.20 Pengaruh gaya antarmolekul pada tekanan yang diberikan oleh gas. Kecepatan molekul
yang bergerak menuju dinding wadah (bola merah) berkurang oleh gaya tarik menarik yang diberikan
oleh tetangganya (bidang abu-abu). Akibatnya, dampak dari molekul ini membuat dinding tidak sama
besar seperti jika tidak ada gaya antarmolekul yang hadir. Secara umum, tekanan gas yang diukur lebih
rendah dari tekanan gas yang dikenakan jika berperilaku secara ideal.

Koreksi lain menyangkut volume yang ditempati oleh molekul gas. Dalam persamaan
gas ideal, V merupakan volume wadah. Namun, setiap molekul menempati volume
intrinsik tertentu, meskipun kecil, sehingga volume efektif gas menjadi (V - nb), dimana
n adalah jumlah mol gas dan b adalah sebuah konstanta. Suku nb menyatakan volume
yang ditempati oleh mol n gas.
Setelah diperhitungkan koreksi untuk tekanan dan volume, kita dapat menulis ulang
persamaan gas ideal sebagai berikut:

K i m i a D a s a r 1 | 202
( +

2
2

) ( ) =

tekanan
terkoreksi

(5.18)

volume
terkoreksi

Persamaan (5.18), mengaitkan P, V, T, dan n untuk gas non ideal, dikenal sebagai
persamaan van der Waals. Konstanta Van der Waals a dan b dipilih untuk memberikan
kemungkinan kesesuaian terbaik antara Persamaan (5.18) dan perilaku yang diamati
dari gas tertentu.
Tabel 5.3 merinci nilai dari a dan b untuk sejumlah gas. Nilai a menunjukkan seberapa
kuat molekul dari suatu jenis gas menarik satu sama lain. Kita melihat bahwa atom
helium memiliki daya tarik terlemah satu sama lain, karena helium memiliki nilai a
terkecil. Ada juga hubungan yang kasar antara ukuran molekul dan b. Umumnya,
semakin besar molekul (atau atom), b lebih besar, tetapi hubungan antara b dan ukuran
molekul (atau atom) tidaklah sederhana.
Tabel 5.3
Gas
He

Konstanta van der Waals pada Beberapa


Gas
a
b
0,034
0,0237

Ne

0,211

0,0171

Ar

1,34

0,0322

Kr

2,32

0,0398

Xe

4,19

0,0266

H2

0,244

0,0266

N2

1,39

0,0391

O2

1,36

0,0318

Cl2

6,49

0,0562

CO2

3,59

CH4

2,25

0,0427
0,0428

CCl4

20,4

0,138

NH3

4,17

0,0371

H 2O

5,46

0,0305

K i m i a D a s a r 1 | 203
CONTOH 5.11
Diberikan 2,75 mol CO2 yang menempati 4,70 L pada 53C, hitung tekanan gas (dalam atm)
menggunakan (a) persamaan gas ideal dan
(b) persamaan van
der Waals.
Strategi Untuk menghitung tekanan CO2 gunakan persamaan gas ideal, kita lanjutkan seperti pada
Contoh 5.2. Apa koreksi yang dibuat dengan persyaratan tekanan dan volume dalam persamaan van
der Waals?

Solusi
a) Kita memiliki data berikut:
V = 4,70 L
T = (53 + 273) K = 326 K
n = 2,75 mol
R = 0,0821 L.atm/K.mol
Substitusikan nilai tersebut ke dalam persamaan gas ideal, kita menulis

(2,75 mol)(0,0821 L. atm/K. mol)(326 K)


=
4,70
= ,
b) Kita perlu Persamaan (5.18). Hal ini pertama untuk menghitung istilah koreksi dalam Persamaan
(5.18) secara terpisah. Dari Tabel 5.3, kita memiliki
a = 3,59 atm.L2/mol2
b = 0,0427 L/mol
sehingga suku koreksi untuk tekanan dan volume adalah
(3,59 atm. L2 /mol2 )(2,75 mol)2
2
=
= 1,23 atm
2

(4,70 L)2
nb = (2,75 mol)(0,0427 L/mol) = 0,117 L

Akhirnya, substitusikan nilai tersebut dalam persamaan van der Waals, kita memiliki
(P + 1,23 atm)(4,70 L 0,117 L) = (2,72 mol)(0,0821 L.atm/K.mol)(326 K)
P = 14,8 atm
REVIEW KONSEP
Cek Berdasarkan pemahaman Anda tentang perilaku gas non ideal, adalah masuk akal bahwa tekanan
dihitung
menggunakan
van der yang
Waalsmenyebabkan
harus lebih kecil
dari yang menggunakan
persamaan
Berapa kondisi
tekananpersamaan
dan temperatur
penyimpangan
besar dari perilaku
gas
ideal?
Kenapa?
ideal?
Latihan Menggunakan data yang ditampilkan pada Tabel 5.3, Hitung tekanan yang diberikan oleh 4,37
mol gas klor dalam volume 2,45 L pada 38C. Bandingkan tekanan dengan yang dihitung dengan
menggunakan persamaan gas ideal.

K i m i a D a s a r 1 | 204
PERSAMAAN KUNCI
P1V1 = P2V2

(5.2)

Hukum Boyle, untuk perhitungan perubahan tekanan atau


volume

1
2
=
1
2

(5.4)

Hukum Charles, untuk perhitungan perubahan temperature atau


volume

1
2
=
1
2

(5.6)

Hukum Charles, untuk perhitungan perubahan temperature atau


tekanan

V = k4n

(5.7)

Hukum Avogadro, P dan T konstan

PV = nRT

(5.8)

Persamaan gas ideal

1 1
2 2
=
1 1
2 2

(5.9)

Kombinasi persamaan gas ideal untuk keadaan awal dan akhir

1 1
2 2
=
1
2

(5.10)

Untuk perhitungan perubahan tekanan, temperature, atau


volume saat n konstan

(5.11)

Untuk perhitungan kerapatan atau massa molar

(5.13)

Definisi fraksi mol

Pi = XiPT

(5.14)

Hukum Dalton tentang tekanan parsial. Untuk perhitungan


tekanan parsial

(5.16)

Untuk perhitungan kecepatan akar rata-rata kuadrat molekul gas

(5.17)

Hukum difusi dan efusi Graham

(5.18)

Persamaan van der Waals. Untuk perhitungan tekanan gas


nonideal

1
= 2
2
1
( +

2
) ( ) =
2

K i m i a D a s a r 1 | 205

RINGKASAN FAKTA DAN KONSEP

K i m i a D a s a r 1 | 206
1. Dalam kondisi atmosfer, sejumlah unsur
berwujud gas: H2, N2, O2, O3, F2, Cl2, dan
unsur golongan VIIIA (gas mulia).
2. Gas mengerahkan tekanan karena
molekulnya bergerak bebas dan
bertumbukan dengan permukaan jalannya.
Satuan tekanan gas termasuk milimeter air
raksa (mmHg), torr, pascal, dan atmosfer.
Satu atmosfer sama dengan 760 mmHg,
atau 760 torr.
3. Hubungan tekanan-volume gas ideal diatur
oleh hukum Boyle: Volume berbanding
terbalik terhadap tekanan (pada T dan n
konstan). Hubungan temperatur-volume
gas ideal digambarkan oleh Charles dan
hukum Gay-Lussac: Volume sebanding
dengan temperatur (pada P dan n konstan).
Nol mutlak (-273,15C) adalah temperatur
terendah yang dicapai secara teoritis. Pada
skala temperatur Kelvin, 0 K adalah nol
mutlak. Dalam semua perhitungan hukum
gas, temperatur harus dinyatakan dalam
kelvin. Hubungan jumlah-volume gas ideal
dijelaskan oleh hukum Avogadro: Dengan
volume gas sama mengandung jumlah mol
gas yang sama (pada T dan P tetap).
4. Persamaan gas ideal, PV = nRT,
menggabungkan hukum Boyle, Charles,
dan Avogadro. Persamaan ini
menggambarkan perilaku gas ideal.
5. Hukum Dalton tentang tekanan parsial
menyatakan bahwa dalam campuran gas
masing-masing gas mengerahkan tekanan
yang sama karena sendiri dan menduduki
volume yang sama.
6. Teori kinetik molekular, cara matematis
menggambarkan perilaku molekul gas,
didasarkan pada asumsi sebagai berikut:
Molekul gas dipisahkan oleh jarak yang
jauh lebih besar daripada dimensi mereka
sendiri, memiliki massa namun volumenya
diabaikan, berada dalam gerakan konstan,
dan sering betumbukan satu sama lain.
Molekul-molekulnya tidak menarik atau
menolak satu sama lainn. Kurva distribusi
kecepatan Maxwell menunjukkan seberapa
banyak molekul gas bergerak pada

berbagai kecepatan pada temperatur


tertentu. Seiring dengan peningkatan
temperatur, lebih banyak molekul bergerak
dengan kecepatan yang lebih besar.
7. Dalam difusi, dua gas secara bertahap
bercampur satu sama lain. Pada efusi,
molekul gas bergerak melalui lubang kecil
di bawah tekanan. Kedua proses tersebut
diatur oleh hukum matematika yang sama.
8. Persamaan Van der Waals merupakan
modifikasi dari persamaan gas ideal yang
memperhitungkan prilaku non ideal gas
nyata. Ini mengoreksi dua fakta: molekul
gas nyata mengerahkan gaya satu sama
lain dan memiliki volume. Konstanta Van
der Waals ditentukan secara eksperimental
untuk masing-masing gas.

Kimia Dasar 1 |1

KATA KUNCI
Barometer
Difusi
Efusi
Energi kinetik
Fraksi mol
Hukum Avogadro
Hukum Charles dan
Gay-Lussac

Hukum Dalton tentang


tekanan parsial
Joule (J)
Kecepatan akar ratarata kuadrat (urms)
Konstanta gas
Manometer
Newton (N)
Nol mutlak

Pascal (Pa)
Persamaan gas ideal
Persamaan van der Waals
Skala temperatur Kelvin
Skala temperatur mutlak
Tekanan
Tekanan atmosfer

Tekanan atmosfer
standar (1 atm)
Tekanan dan
temperatur standar
(STP)
Tekanan parsial
Teori kinetik molekul

Kimia Dasar 1 |2
PERTANYAAN DAN SOAL
Zat yang Berwujud Gas
Pertanyaan Mengulang
5.1 Sebutkan lima unsur dan lima senyawa yang berwujud gas pada temperatur
kamar.
5.2 Terangkan karakteristik fisik gas.
Tekanan Gas
Pertanyaan Mengulang
5.3 Definisikan tekanan dan satuan umum untuk tekanan.
5.4 Jelaskan bagaimana barometer dan manometer dapat digunakan untuk mengukur
tekanan gas.
5.5 Mengapa merkuri lebih cocok digunakan dalam barometer daripada air?
5.6 Jelaskan mengapa ketinggian merkuri dalam barometer tidak tergantung pada
luas penampang tabung. Apakah barometer masih bekerja jika tabung itu miring
dengan sudut tertentu, katakanlah 15 (lihat Gambar 5.2)?
5.7 Manakah yang lebih mudah, minum air dengan sedotan di puncak atau di kaki
Mt. Everest? Jelaskan.
5.8 Apakah tekanan atmosfer di pertambangan yang terletak 500 m di bawah
permukaan laut lebih besar atau lebih kecil dari 1 atm?
5.9 Apa perbedaan antara gas dan uap? Pada 25C, manakah dari zat berikut dalam
fasa gas yang lebih tepat disebut gas dan yang lebih tepat disebut uap: molekul
nitrogen (N2) ataukah merkuri?
5.10 Jika jarak maksimum air yang mungkin terbawa dengan baik oleh pompa hisap
adalah 34 kaki (10,3 m), bagaimana kemungkinan untuk mendapatkan air dan
minyak dari ratusan meter di bawah permukaan bumi?
5.11 Mengapa jika pembacaan barometer di satu bagian dunia, menjadi naik di tempat
lain?
5.12 Mengapa astronot harus memakai pakaian pelindung ketika mereka berada di
permukaan bulan?
Soal
5.13 Konversikan 634 mmHg menjadi atm, torr, dan kPa.
5.14 Tekanan atmosfer di puncak Mt. McKinley adalah 606 mmHg pada hari tertentu.
Berapa tekanan dalam atm dan kPa?
Hukum Gas
Pertanyaan Mengulang
5.15 Nyatakan hukum gas dalam bentuk kata-kata dan juga dalam bentuk persamaan:
hukum Boyle, hukum Charles, hukum Avogadro. Dalam setiap kasus, tunjukkan
kondisi dimana hukum berlaku, dan berikan satuan untuk setiap besaran dalam
persamaan.

Kimia Dasar 1 |3

5.16 Jelaskan mengapa helium mengembang dalam balon dan naik di udara.
Asumsikan bahwa temperatur tetap konstan.
Soal
5.17 Suatu sampel gas dari zat yang didinginkan pada tekanan konstan. Manakah dari
diagram berikut ini yang paling menujukkan situasi tersebut jika temperatur:
(a) di atas titik didih zat, dan
(b) di bawah titik didih tetapi di atas titik beku zat?

(a)

(b)

(c)

(d)

5.18 Perhatikan sampel gas berikut dalam silinder yang dilengkapi dengan piston
bergerak. Awalnya ada mol n gas pada temperatur T, tekanan P, dan volume V.

Pilih silinder yang ditunjukkan berikut yang menyatakan dengan benar gas setelah
setiap perubahan berikut. (1) Tekanan pada piston adalah tiga kali lipat pada n dan T
konstan. (2) Temperatur dua kali lipat pada n dan P konstan. (3) n mol gas lain yang
ditambahkan pada T dan P konstan. (4) T adalah dibelah dua dan tekanan pada piston
dikurangi menjadi seperempat dari nilai aslinya.

(a)

(b)

(c)

5.19 Suatu gas yang menempati volume 725 mL pada tekanan 0,970 atm
mengembang pada temperatur konstan sampai tekanannya mencapai 0,541 atm.
Berapa volume akhirnya?
5.20 Pada 46C sampel gas amonia memberikan tekanan sebesar 5,3 atm. Berapa
tekanannya ketika volume gas dikurangi menjadi sepersepuluh (0,10) dari nilai
aslinya pada temperatur yang sama?
5.21 Volume gas adalah 5,80 L, diukur pada 1,00 atm. Berapa tekanan gas dalam
mmHg jika volume diubah menjadi 9,65 L? (Temperatur tetap konstan.)

Kimia Dasar 1 |4
5.22 Sebuah sampel udara menempati 3,8 L saat tekanan 1,2 atm. (a) Berapakah
volume yang ditempati pada 6,6 atm? (b) Berapa tekanan yang diperlukan dalam
rangka memampatkannya menjadi 0,075 L? (Temperatur dijaga konstan.)
5.23 36,4 L gas metana dipanaskan dari 25C menjadi 88C pada tekanan konstan.
berapa volume akhir gas?
5.24 Di bawah kondisi tekanan konstan sampel gas hidrogen awalnya pada 88C dan
9,6 L didinginkan sampai volume akhirnya 3,4 L. Berapa temperatur akhirnya?
5.25 Amoniak terbakat dalam gas oksigen membentuk oksida nitrat (NO) dan uap air.
Berapa volume NO yang diperoleh dari satu volume amoniak pada temperatur
dan tekanan yang sama?
5.26 Molekul klorin dan molekul florin bergabung membentuk produk gas. Di bawah
kondisi temperatur dan tekanan yang sama ditemukan bahwa satu volume Cl2
bereaksi dengan tiga volume F2 menghasilkan dua volume produk. Apa rumus
produk tersebut?
Persamaan Gas Ideal
Pertanyaan Mengulang
5.27 Rincilah karakteristik gas ideal.
5.28 Tuliskan persamaan gas ideal dan juga nyatakan dalam kata-kata. Berikan satuan
untuk setiap istilah dalam persamaan.
5.29 Berapa temperatur dan tekanan standar (STP)? Apa arti penting dari STP
sehubungan dengan volume 1 mol gas ideal?
5.30 Mengapa kerapatan gas jauh lebih rendah dibandingkan dengan cairan atau
padatan di bawah kondisi atmosfer? Apa satuan yang biasanya digunakan untuk
menyatakan kerapatan gas?
Soal
5.31 Suatu sampel gas nitrogen disimpan dalam wadah bervolume 2,3 L dan pada
temperatur 32C memberikan tekanan 4,7 atm. Hitung jumlah mol gas yang
hadir.
5.32 Diberikan 6,9 mol gas karbon monoksida dalam wadah bervolume 30,4 L, berapa
tekanan gas (dalam atm) jika temperaturnya 62C?
5.33 Berapa volume 5,6 mol gas sulfur heksafluorida (SF6) yang akan ditempati jika
temperatur dan tekanan gas adalah 128C dan 9,4 atm?
5.34 Sejumlah gas tertentu pada 25C dan pada tekanan 0,800 atm berada dalam
wadah kaca. Misalkan kapal dapat menahan tekanan sebesar 2,00 atm. Seberapa
tinggi Anda bisa menaikkan temperatur gas tanpa meledakkan kapal?
5.35 Sebuah balon berisi gas yang memiliki volume 2,50 L pada 1,2 atm dan 25C
diperbolehkan naik ke stratosfer (sekitar 30 km di atas permukaan bumi), di
mana temperatur dan tekanan masing-masing adalah 223C dan 3,00 10-3 atm.
Hitung volume akhir balon.
5.36 Temperatur 2,5 L gas yang awalnya pada STP meningkat menjadi 250C pada
volume konstan. Hitung tekanan akhirl gas dalam atm.

Kimia Dasar 1 |5

5.37 Tekanan dari 6,0 L gas ideal dalam wadah fleksibel menurun menjadi sepertiga
dari tekanan aslinya, dan temperatur mutlaknya menurun satu-setengahnya.
Berapa volume akhir gas?
5.38 Suatu gas berevolusi selama fermentasi glukosa (pembuatan anggur) memiliki
volume 0,78 L ketika diukur pada 20,1C dan 1,00 atm. berapa volume gas ini
pada temperatur fermentasi 36,5C dan tekanan 1,00 atm?
5.39 Suatu gas ideal pada awalnya 0,85 atm dan 66 C dapat mengembang sampai
volume, tekanan, dan temperatur akhirnya masing-masing adalah 94 mL, 0,60
atm, dan 45C. Berapa volume awalnya?
5.40 Volume gas pada STP adalah 488 mL. Hitung volumenya pada 22,5 atm dan
150C.
5.41 Suatu gas pada 772 mmHg dan 35,0C menempati volume 6,85 L. Hitung
volumenya pada STP.
5.42 Es kering adalah karbon dioksida padat. 0.050 g es kering ditempatkan dalam 4,6
L bejana kosong pada 30C. Hitung tekanan di dalam bejana setelah semua es
kering telah berubah menjadi gas CO2.
5.43 Gas bervolume 0,280 L pada STP dan memiliki berat 0,400 g. Hitung massa
molar gas.
5.44 Sejumlah gas seberat 7,10 g pada 741 torr dan 44C menempati volume 5,40 L.
Berapa massa molarnya?
5.45 Molekul-molekul ozon ada di stratosfer menyerap banyak radiasi berbahaya dari
matahari. Biasanya, temperatur dan tekanan ozon di stratosfer masing-masing
adalah 250 K dan 1,0 10-3 atm. Berapa banyak molekul ozon yang hadir dalam
1,0 L udara pada kondisi ini?
5.46 Dengan mengasumsikan udara mengandung 78 persen N2, 21 persen O2, dan 1
persen Ar, yang semuanya dalam volume, berapa banyak molekul dari setiap
jenis gas yang ada dalam 1,0 L udara pada STP?
5.47 Sebuah bejana 2,10L mengandung 4,65 g gas pada 1,00 atm dan 27,0C. (a)
Hitung kerapatan gas dalam gram per liter. (b) Berapakah massa molar gas?
5.48 Hitung kerapatan gas hidrogen bromida (HBr) dalam gram per liter pada 733
mmHg dan 46C.
5.49 Sebuah anestesi tertentu mengandung persen massa, 64,9 persen C, 13,5 persen
H, dan 21,6 persen O. Pada 120C dan 750 mmHg, 1,00 L senyawa gas memiliki
berat 2,30 g. Apa rumus molekul senyawa tersebut?
5.50 Suatu senyawa memiliki rumus empiris SF4. Pada 20C, 0.100 g senyawa gas
menempati volume 22,1 mL dan memberikan tekanan 1,02 atm. Apa rumus
molekul nya?
5.51 Pelarutan 3,00 g sampel murni kalsium karbonat dalam asam klorida
menghasilkan 0,656 L karbon dioksida (diukur pada 20,0C dan 792 mmHg).
Hitung persen massa kalsium karbonat dalam sampel. Nyatakan beberapa asumsi
yang digunakan.
5.52 Hitung massa dalam gram hidrogen klorida yang dihasilkan ketika 5,6 L molekul
hidrogen diukur pada STP bereaksi dengan molekul gas klorin berlebih.

Kimia Dasar 1 |6
5.53 Sejumlah 0,225 g logam M (massa molar = 27,0 g/mol) membebaskan 0,303 L
molekul hidrogen (diukur pada 17C dan 741 mmHg) dari kelebihan asam
klorida. Simpulkan dari data ini persamaan yang sesuai dan tuliskan rumus untuk
oksida dan sulfat dari M.
5.54 Senyawa P dan F dianalisis sebagai berikut: Pemanasan 0,2324 g senyawa dalam
wadah 378 cm3 berubah seluruhnya menjadi gas, yang memiliki tekanan 97,3
mmHg pada 77C. Kemudian gas dicampur dengan larutan kalsium klorida, yang
ternyata mengubah seluruh F menjadi 0,2631 g CaF2. Tentukan rumus molekul
dari senyawa tersebut.
Hukum Dalton tentang Tekanan Parsial
Pertanyaan Mengulang
5.55 Definisikan hukum Dalton tentang tekanan parsial dan fraksi mol. Apakah fraksi
mol memiliki satuan?
5.56 Suatu sampel udara hanya berisi gas nitrogen dan gas oksigen yang masingmasing tekanan parsialnya adalah 0,80 atm dan 0,20 atm. Hitung tekanan total
dan fraksi mol gas.
Soal
5.57 Campuran gas mengandung CH4, C2H6, dan C3H8. Jika tekanan totalnya 1,50 atm
dan jumlah mol gas saat ini adalah 0,31 mol untuk CH4, 0,25 mol untuk C2H6,
dan 0,29 mol untuk C3H8, Hitung tekanan parsial akhir gas.
5.58 Sebuah labu 2,5 L pada 15 C mengandung campuran dari tiga gas, N2, He, dan
Ne, pada tekanan parsial 0,32 atm untuk N2, 0,15 atm untuk He, dan 0,42 atm
untuk Ne. (a) Hitung tekanan total campuran. (b) Hitung volume dalam liter pada
STP yang ditempati oleh He dan Ne jika N2 akan dihapus secara selektif.
5.59 Udara kering di dekat permukaan laut memiliki komposisi volume berikut: N2,
78.08 persen; O2, 20,94 persen; Ar, 0,93 persen; CO2, 0,05 persen. Tekanan
atmosfer adalah 1,00 atm. Hitung (a) tekanan parsial masing-masing gas dalam
atm dan (b) konsentrasi masing-masing gas dalam mol per liter pada 0C.
(Petunjuk: Karena volume sebanding dengan jumlah mol yang hadir, fraksi mol
gas dapat dinyatakan sebagai perbandingan volume pada temperatur dan tekanan
yang sama.)
5.60 Campuran gas helium dan neon dikumpulkan dia atas air pada 28,0C dan 745
mmHg. Jika tekanan parsialyakin helium adalah 368 mmHg, berapa tekanan
parsial neon? (Tekanan uap air pada 28C = 28,3 mmHg.)
5.61 Perhatikan tiga wadah gas berikut. Semuanya memiliki volume yang sama dan
pada temperatur yang sama. (a) Wadah mana yang memiliki fraksi mol terkecil
dari gas A (bola biru)? (b) Wadah mana yang memiliki tekanan parsial tertinggi
dari gas B (bola hijau)?

Kimia Dasar 1 |7

(i)

(ii)

(iii)

5.62 Volume kotak di sebelah kanan adalah dua kali lipat dari kotak di sebelah kiri.
Kotak-kotak mengandung atom helium (merah) dan molekul hidrogen (hijau)
pada temperatur yang sama. (a) Kotak mana yang memiliki tekanan total lebih
tinggi? (b) Kotak mana yang memiliki tekanan parsial helium yang lebih rendah?

5.63 Sepotong logam natrium bereaksi sempurna dengan air sebagai berikut:
2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g)
Gas hidrogen yang dihasilkan dikumpulkan di atas permukaan air pada 25,0C. Volume
gas adalah 246 mL diukur pada 1,00 atm. Hitung jumlah gram natrium yang digunakan
dalam reaksi. (Tekanan uap air pada 25C = 0,0313 atm.)
5.64 Sampel logam seng dibiarkan bereaksi sepenuhnya dengan asam klorida
berlebih:
Zn(s) + 2HCl(aq) 2ZnCl2(aq) + H2(g)
Gas hidrogen yang dihasilkan dikumpulkan di atas permukaan air pada 25,0C dengan
menggunakan pengaturan yang sama dengan yang ditunjukkan dalam Gambar 5.14.
Volume gas adalah 7.80 L, dan tekanan atmosfer adalah 0,980 atm. Hitung jumlah
logam seng dalam gram yang dikonsumsi dalam reaksi. (Tekanan uap air pada 25C =
23,8 mmHg.)
5.65 Helium dicampur dengan gas oksigen untuk penyelam laut dalam. Hitung persen
volume gas oksigen dalam campuran jika penyelam harus menenggelamkannya
hingga kedalaman di mana tekanan totalnya 4,2 atm. Tekanan parsial oksigen
dipertahankan pada 0,20 atm pada kedalaman ini.
5.66 Sampel gas amonia (NH3) terdekomposisi sempurna menjadi gas nitrogen dan
gas hidrogen di atas wol besi yang dipanaskan. Jika tekanan totalnya 866 mmHg,
hitung tekanan parsial N2 dan H2.
Teori Kinetik Molekul Gas
Pertanyaan Mengulang
5.67 Apa asumsi dasar teori kinetik molekul gas?
5.68 Apakah gerak termal?
5.69 Apa yang kurva distribusi kecepatan Maxwell ceritakan pada kita? Apakah teori
Maxwell berlaku untuk sampel yang terdiri dari 200 molekul? Jelaskan.

Kimia Dasar 1 |8
5.70 Tuliskan pernyataan untuk kecepatan akar rata-rata kuadrat untuk gas pada
temperatur T. Definisikan setiap istilah dalam persamaan dan tunjukkan satuan
yang digunakan dalam perhitungan.
5.71 Manakah dari dua pernyataan berikut yang benar? (a) Panas dihasilkan oleh
tumbukan molekul gas terhadap satu sama lain. (b) Bila gas dipanaskan, molekul
akan lebih sering bertumbukan satu sama lain.
5.72 Tiga senyawa gas yang mengandung florin diilustrasikan berikut. Manakah dari
tiga gas yang akan memiliki kecepatan akar rata-rata kuadrat tertinggi? Manakah
dari tiga gas yang akan memiliki energi kinetik rata-rata tertinggi pada
temperatur tertentu?

(a)

(b)

(c)

Soal
5.73 Bandingkan kecepatan akar rata-rata kuadrat O2 dan UF6 pada 65C.
5.74 Temperatur di stratosfer adalah -23C. Hitung kecepatan root-mean-square N2,
O2, dan molekul O3 di wilayah ini.
5.75 Jarak rata-rata yang dilalui oleh suatu molekul yang bertumbukan beruntun
disebut jarak bebas rata-rata. Untuk sejumlah tertentu gas, bagaimana jarak bebas
rata-rata gas tergantung pada (a) kerapatan, (b) temperatur pada volume konstan,
(c) tekanan pada temperatur konstan, (d) volume pada temperatur konstan, dan
(e) ukuran atom?
5.76 Pada temperatur tertentu kecepatan enam molekul gas dalam sebuah wadah
adalah 2,0 m/s, 2,2 m/s, 2,6 m/s, 2,7 m/s, 3,3 m/s, dan 3,5 m/s. Hitung kecepatan
akar rata-rata kuadrat dan kecepatan rata-rata molekul. Kedua nilai rata-rata
dekat satu sama lain, tetapi nilai akar rata-rata kuadratnya selalu lebih besar.
Mengapa?
Penyimpangan Perilaku Ideal
Pertanyaan Mengulang
5.77 Berikan dua bukti yang menunjukkan bahwa gas tidak berperilaku ideal dalam
semua kondisi.
5.78 Di bawah keadaan apa saja yang membuat gas diharapkan untuk berperilaku
paling ideal? (a) temperatur tinggi dan tekanan rendah, (b) temperatur tinggi dan
tekanan tinggi, (c) temperatur rendah dan tekanan tinggi, (d) temperatur rendah
dan tekanan rendah.
5.79 Tuliskan persamaan van der Waals untuk gas nyata. Jelaskan dengan jelas makna
istilah korektif untuk tekanan dan volume.

Kimia Dasar 1 |9

5.80 Temperatur gas nyata yang diperbolehkan mengembang ke ruang hampa


biasanya turun. Jelaskan.
Soal
5.81 Gunakan data yang ditampilkan pada Tabel 5.3, tekanan parsial yang diberikan
oleh 2,50 mol CO2 dalam 5,00 L volume pada 450 K. Bandingkan tekanannya
dengan yang dihitung menggunakan persamaan gas ideal.
5.82 Pada 27C, 10,0 mol gas dalam wadah 1,50 L mengerahkan tekanan sebesar 130
atm. Apakah ini suatu gas ideal?
SOAL TAMBAHAN
5.83 Diskusikan fenomena berikut tentang hukum gas: (a) tekanan dalam ban mobil
meningkat di hari yang panas, (b) "letusan kecil" dari kantong kertas, (c)
pengembangan balon udara karena naik di udara, (d) suara keras terdengar ketika
bola lampu dihancurkan.
5.84 Nitrogliserin, sebuah peledak, terurai menurut persamaan:
4C3H5(NO3)3(s) 12CO2(g) + 10H2O(g) + 6N2(g) + O2(g)
Hitung volume total gas yang dihasilkan ketika dikumpulkan pada 1,2 atm dan 25C
dari 2,6 102 g nitrogliserin. Berapa tekanan parsial gas pada kondisi ini?
5.85 Rumus empiris suatu senyawa adalah CH. Pada 200C, 0,145 g senyawa ini
menempati 97,2 mL pada tekanan 0,74 atm. Apa rumus molekul senyawa
tersebut?
5.86 Ketika amonium nitrit (NH4NO2) dipanaskan, maka terdekomposisi membentuk
gas nitrogen. Sifat ini digunakan untuk mengembangkan beberapa bola tenis. (a)
Tulis persamaan setara untuk reaksi. (b) Hitung jumlah (dalam gram) dari
NH4NO2 yang diperlukan untuk mengembang bola tenis ke volume 86,2 mL
pada 1,20 atm dan 22C.
5.87 Persen massa bikarbonat (HCO3-) dalam produk Alka-Seltzer adalah 32,5 persen.
Hitung volume CO2 yang dihasilkan (dalam mililiter) pada 37C dan 1,00 atm
ketika seseorang memakan 3,29 g tablet. (Petunjuk:. Reaksi antara HCO3- dan
asam HCl terjadi di lambung)
5.88 Titik didih nitrogen cair adalah -196C. Atas dasar informasi ini sendiri, menurut
Anda apakah nitrogen termasuk gas ideal?
5.89 Dalam proses metalurgi pemurnian nikel, logam pertama kali dikombinasikan
dengan karbon monoksida untuk membentuk tetracarbonylnickel, yang
merupakan gas pada 43C:
Ni(s) + 4CO(g) Ni(CO)4(g)
Reaksi ini memisahkan nikel dari padatan lainnya. (a) Mulai dengan 86,4 g Ni, hitung
tekanan Ni(CO)4 dalam wadah bervolume 4,00 L. (Asumsikan reaksi di atas
berlangsung sempurna.) (b) Pada pemanasan sampel lebih lanjut di atas 43C, diamati
bahwa tekanan gas meningkat jauh lebih cepat dari yang diperkirakan berdasarkan
persamaan gas ideal. Jelaskan.

K i m i a D a s a r 1 | 10
5.90 Tekanan parsial karbon dioksida bervariasi tergantung pada musim. Dapatkah
tekanan parsial di belahan bumi utara lebih tinggi di musim panas atau musim
dingin? Jelaskan.
5.91 Seorang dewasa yang sehat mengembuskan napas sekitar 5,0 102 mL campuran
gas setiap bernafas. Hitung jumlah molekul dalam volume ini pada 37C dan 1,1
atm. Sebutkan komponen utama dari campuran gas tersebut.
5.92 Natrium bikarbonat (NaHCO3) disebut baking soda karena ketika dipanaskan, ia
melepaskan gas karbon dioksida, yang menyebabkan mengembangnya kue,
adonan kacang, dan roti. (a) Hitung volume (dalam liter) dari CO2 yang
dihasilkan dengan memanaskan 5,0 g NaHCO3 pada 180C dan 1,3 atm. (b)
Amonium bikarbonat (NH4HCO3) juga telah digunakan untuk tujuan yang sama.
Sarankan satu keuntungan dan salah satu kelemahan dari menggunakan
NH4HCO3 bukan NaHCO3 untuk pembuatan kue.
5.93 Sebuah barometer yang memiliki luas penampang sebesar 1,00 cm2 di
permukaan laut mengukur tekanan 76,0 cm air raksa. Tekanan yang diberikan
oleh kolom air raksa adalah sama dengan tekanan yang diberikan oleh semua
udara pada 1 cm2 dari permukaan bumi. Mengingat bahwa kerapatan raksa
adalah 13,6 g/mL, dan jari-jari rata-rata bumi adalah 6371 km, Hitung massa
total atmosfer bumi dalam kilogram. (Petunjuk: Luas permukaan bola adalah
4r2, di mana r adalah jari-jari bola.)
5.94 Beberapa pembersih saluran komersial mengandung dua komponen: natrium
hidroksida dan serbuk aluminium. Bila campuran tersebut dituangkan pada
saluran yang tersumbat, reaksi berikut yang terjadi:
2NaOH(aq) + 2Al(s) + 6H2O(l) 2NaAl(OH)4(aq) + 3H2(g)
Panas yang dihasilkan dalam reaksi ini membantu mencairkan hambatan seperti
minyak, dan gas hidrogen yang dilepaskan melonggarkan padatan yang menyumbat
saluran pembuangan. Hitung volume akhir H2 yang terbentuk pada STP jika 3,12 g Al
diperlakukan dengan NaOH berlebih.
5.95 Volume sampel gas HCl murni adalah 189 mL pada 25C dan 108 mmHg.
Jumlah itu terlarut sempurna dalam sekitar 60 mL air dan dititrasi dengan larutan
NaOH, 15,7 mL larutan NaOH dibutuhkan untuk menetralkan HCl. Hitung
molaritas larutan NaOH.
5.96 Propana (C3H8) terbakar dalam oksigen menghasilkan gas karbon dioksida dan
uap air. (a) Tulis persamaan setara untuk reaksi ini. (b) Hitung jumlah liter
karbon dioksida diukur pada STP yang bisa dihasilkan dari 7,45 g propana.
5.97 Perhatikan peralatan berikut. Ketika sejumlah kecil air dimasukkan ke dalam
termos dengan menekan bola dari penetes obat-obatan, air disemprotkan keluar
ke atas dari tabung kaca panjang. Jelaskan pengamatan ini. (Petunjuk: Gas
hidrogen klorida larut dalam air.)

K i m i a D a s a r 1 | 11
Gas HCl
H2O

Rubber bulb
H2O

5.98 Nitrat oksida (NO) bereaksi dengan molekul oksigen sebagai berikut:
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Awalnya NO dan O2 dipisahkan seperti yang ditunjukkan pada gambar. Bila katup
dibuka, reaksi sempurna cepat terjadi. Tentukan sisa gas akhir dan hitung tekanan
parsialnya. Asumsikan bahwa temperatur tetap konstan pada 25C.

NO

4,00 L pada
0,500 atm

O2

2,00 L pada
1,00 atm

5.99 Alat yang ditunjukkan dalam diagram dapat digunakan untuk mengukur
kecepatan atom dan molekul. Andaikan seberkas atom logam diarahkan pada
sebuah silinder berputar dalam ruang hampa. Sebuah lubang kecil di silinder
memungkinkan atom untuk menyerang daerah sasaran. Karena silinder berputar,
atom bergerak dengan kecepatan berbeda yang akan menyerang target di posisi
yang berbeda pula. Pda suatu saat, suatu lapisan logam akan mengendap di
daerah sasaran, dan variasi ketebalan ditemukan sesuai dengan distribusi
kecepatan Maxwell. Dalam satu eksperimen ditemukan bahwa pada temperatur
850C beberapa atom bismuth (Bi) menghantam target pada 2,80 cm dari bintik
tempat tepat di seberang celah. Diameter silinder adalah 15,0 cm dan berputar
pada 130 putaran per detik. (a) Hitung kecepatan (m/s) di mana target bergerak.
(Petunjuk:. Keliling lingkaran diberikan oleh 2r, di mana r adalah jari-jari) (b)
Hitunglah waktu (dalam detik) yang diperlukan target untuk bergerak 2,80 cm.
(c) Tentukan kecepatan atom Bi. Bandingkan hasil Anda pada (c) dengan urms
dari Bi pada 850C. Berikan komentar terhadap perbedaan ini.

K i m i a D a s a r 1 | 12

5.100 Oksida asam seperti karbon dioksida bereaksi dengan oksida basa seperti kalsium
oksida (CaO) dan barium oksida (BaO) untuk membentuk garam (karbonat
logam). (a) Tulis persamaan yang menyatakan kedua reaksi tersebut. (b) seorang
siswa menempatkan 4,88 g gabungan campuran BaO dan CaO dalam labu 1,46 L
yang mengandung gas karbon dioksida pada 35C dan 746 mmHg. Setelah reaksi
selesai, ia menemukan bahwa tekanan CO2 telah turun menjadi 252 mmHg.
Hitung komposisi persen campuran.
5.101 Mesin menjalankan mobil menghasilkan karbon monoksida (CO), gas beracun,
pada laju sekitar 188 g CO per jam. Sebuah mobil dibiarkan menganggur pada
20C di garasi berventilasi buruk dengan panjang 6,0 m, lebar 4,0 m, dan tinggi
2,2 m. (a) Hitung laju produksi CO dalam mol per menit. (b) Berapa lama waktu
yang dibutuhkan untuk membangun konsentrasi mematikan CO 1000 ppmv
(parts per million by volume)?
5.102 Air memasuki paru-paru berakhir di kantung-kantung kecil yang disebut alveoli.
Dari alveoli oksigen berdifusi ke dalam darah. Jari-jari rata-rata alveoli adalah
0,0050 cm dan udara di dalamnya mengandung 14 persen oksigen. Dengan
asumsi bahwa tekanan di alveoli adalah 1,0 atm dan temperatur 37C, hitung
jumlah molekul oksigen di salah satu alveoli. (Petunjuk: Volume bola berjari-jari
r adalah 4/3r3.)
5.103 Dikatakan bahwa setiap napas yang kita ambil, rata-rata, menagandung molekul
yang pernah dihembuskan oleh Wolfgang Amadeus Mozart (1.756-1.791).
Perhitungan ini menunjukkan validitas dari pernyataan ini. (a) Hitung jumlah
molekul di atmosfer. (Petunjuk: Gunakan hasil pada Soal 5.93 dan 29,0 g/mol
sebagai massa molar udara.) (b) Dengan asumsi volume setiap bernafas (masuk
atau keluar) adalah 500 mL, hitung jumlah molekul yang dihembuskan napas
pada 37C, yang merupakan temperatur tubuh manusia. (c) Jika jangka hidup
Mozart adalah persis 35 tahun, berapa jumlah molekul yang dihembuskan pada
periode tersebut? (Mengingat bahwa rata-rata orang bernafas 12 kali per menit.)
(d) Hitung fraksi di atmosfer dihembuskan oleh Mozart. Berapa banyak molekul
Mozart yang kita hirup dengan setiap menghirup udara? Bulatkan jawaban Anda
hingga satu angka penting. (e) Rincilah tiga asumsi penting dalam perhitungan
ini.
5.104 Di bawah kondisi temperatur dan tekanan yang sama, manakah gas-gas yang
akan berperilaku paling ideal: Ne, N2, atau CH4? Jelaskan.
5.105 Berdasarkan pengetahuan Anda tentang teori kinetik gas, turunkan hukum difusi
Graham [Persamaan (5.17)].

K i m i a D a s a r 1 | 13

5.106 6.11 g sampel dari paduan Cu-Zn bereaksi dengan asam HCl menghasilkan gas
hidrogen. Jika gas hidrogen memiliki volume 1,26 L pada 22C dan 728 mmHg,
berapa persen Zn dalam paduan? (Petunjuk: Cu tidak bereaksi dengan HCl.)
5.107 Perkirakan jarak (dalam nanometer) antara molekul uap air pada 100C dan 1,0
atm. Asumsikan perilaku ideal. Ulangi perhitungan untuk air cair pada 100C,
mengingat bahwa kerapatan air adalah 0,96 g/cm3 pada temperatur tersebut.
Komentari hasil Anda. (Asumsikan molekul air menjadi bola dengan diameter
0,3 nm.) (Petunjuk: Pertama hitung kerapatan molekul air Selanjutnya, konversi
kerapatan jumlah kerapatan linear, yaitu, jumlah molekul dalam satu arah.)
5.108 Seorang supervisor gudang mengukur isi drum 25,0 galon aseton yang sebagian
diisi pada hari ketika temperatur 18,0C dan tekanan atmosfer 750 mmHg, dan
menemukan bahwa 15,4 galon pelarut tersisa. Setelah menyegel erat drum,
asisten menjatuhkan drum sambil membawa ke lantai atas laboratorium organik.
Drum itu penyok dan volume internal menurun menjadi 20,4 galon. Berapa
tekanan total di dalam drum setelah kecelakaan itu? Tekanan uap aseton pada
18,0C adalah 400 mmHg. (Petunjuk: Saat drum itu disegel, tekanan di dalam
drum sama dengan jumlah tekanan udara dan aseton, adalah sama dengan
tekanan atmosfer)
5.109 Litium hidrida bereaksi dengan air sebagai berikut:
LiH(s) + H2O(l) LiOH(aq) + H2(g)
Selama Perang Dunia II, pilot AS membawa tablet LiH. Ketika terjadi pendaratan
darurat di laut, LiH akan bereaksi dengan air laut dan memenuhi pelampung mereka
dengan gas hidrogen. Berapa gram yang LiH diperlukan untuk mengisi 4,1-L
pelampung pada 0,97 atm dan 12C?
5.110 Suatu sampel gas yang dibahas dalam Soal 5.38 ditemukan keluar melalui
penghalang berpori dalam 15,0 menit. Di bawah kondisi temperatur dan tekanan
yang sama, dibutuhkan N2 12,0 menit untuk efusi melalui penghalang yang sama.
Hitung massa molar gas dan perkirakan kemungkinan apa gas itu.
5.111 Nikel membentuk senyawa gas dari rumus Ni(CO)x. Berapa nilai x yang
diberikan di bawah kondisi temperatur dan tekanan yang sama untuk metana
(CH4) berefusi 3,3 kali lebih cepat daripada senyawa tersebut?
SOAL KHUSUS
5.112 Terapkan pengetahuan Anda tentang teori kinetik gas untuk situasi ini:
a) Apakah sebuah molekul tunggal memiliki temperatur?
b) Dua labu ukur V1 dan V2 (V2 > V1) berisi sejumlah atom helium yang sama
pada temperatur yang sama. (i) Bandingkan kecepatan akar rata-rata kuadrat
(rms) dan kecepatan rata-rata kinetik dari atom helium (He) dalam botol. (ii)
Bandingkan frekuensi dan gaya manakah dari atom He yang bertumbukan
dengan dinding wadah.
c) Sejumlah atom He yang sama ditempatkan dalam dua botol volume yang
sama pada temperatur T1 dan T2 (T2 > T1). (i) Bandingkan kecepatan rms dari

K i m i a D a s a r 1 | 14
atom dalam dua botol. (ii) Bandingkan frekuensi dan gaya manakah dari atom
He yang bertumbukan dengan dinding wadah.
d) Dengan jumlah yang sama, atom He dan neon (Ne) ditempatkan dalam dua
labu dengan volume yang sama dan temperaturnya adalah 74C. Komentari
validitas dari pernyataan berikut:
(i) Kecepatan rms He adalah sama dengan Ne.
(ii) energi kinetik rata-rata dari dua gas adalah sama.
(iii) kecepatan rms dari setiap atom He adalah 1,47 103 m/s.
5.113 Mengacu pada plot pada Gambar 5.19, (a) mengapa plot gas tercelup sebelum
naik? (b) Mengapa semua gas berkumpul menjadi 1 pada P sangat rendah? (c)
apakah maksud dari intersep pada garis gas ideal? Berapakah intersep berarti
bahwa gas telah menjadi gas ideal?
5.114 Mengacu pada Gambar 5.15, kita melihat bahwa kecepatan maksimum masingmasing pada plot distribusi kecepatan disebut kecepatan propbabilitas (Ump)
karena itu adalah kecepatan yang dimiliki dengan jumlah terbesar dari molekul.
Diberikan = 2/ . (a) Bandingkan ump dengan urms untuk nitrogen
pada 25C. (b) Diagram berikut menunjukkan kurva distribusi kecepatan
Maxwell untuk gas ideal pada dua temperatur T1 dan T2 yang berbeda. Hitung
nilai T2.

5.115 Gunakan teori kinetik gas untuk menjelaskan mengapa udara panas naik.
5.116 Salah satu cara untuk mendapatkan pemahaman fisik tentang b dalam persamaan
van der Waals adalah untuk menghitung excluded volume. Asumsikan jarak
terdekat antara dua atom berdekatan yang mirip adalah jumlah jari-jarinya (2r).
(a) Hitung volume di sekitar setiap atom di mana pusat atom lain tidak dapat
terserap. (b) Dari hasil Anda pada (a), hitung excluded volume untuk 1 mol
atom, dengan b konstan. Bagaimana volumenya jika dibandingkan dengan
jumlah volume dari 1 mol atom?
5.117 5,00 mol sampel gas NH3 disimpan dalam wadah 1,92 L pada 300 K. Jika
persamaan van der Waals diasumsikan untuk memberikan jawaban yang benar
untuk tekanan gas, hitung persen kesalahan yang dibuat dalam penggunaan
persamaan gas ideal untuk menghitung tekanan.

K i m i a D a s a r 1 | 15

5.118 Kecepatan akar rata-rata kuadrat oksida gas tertentu adalah 493 m/s pada 20C.
Apa rumus molekul senyawa tersebut?
5.119 Dalam 2,00 menit, 29,7 mL He berefusi melalui lubang kecil. Di bawah kondisi
tekanan dan temperatur yang sama, 10,0 mL campuran CO dan CO2 berefusi
melalui lubang dalam jumlah waktu yang sama. Hitung komposisi persen volume
campuran.