Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keadaan pasar global yang sedang berkembang pesat menimbulkan persaingan bagi
hampir semua sektor industri, termasuk industri hulu minyak dan gas (migas). Sekarang ini,
di sekitar kita banyak perusahaan-perusahaan mitra multinasional seperti Exxon Mobil,
Petrochina, Chevron, Total EP, Shell, BP, dan PT Elnusa Tbk. Mereka menawarkan
keunggulan dan karakteristik perusahaan masing-masing. Sementara itu, karena tuntutan
perkembangan pangsa pasar, masalah yang dihadapi oleh industri hulu migas semakin
meningkat. Mereka harus meningkatkan kapasitas produksi di mana secara tidak langsung
akan menimbulkan permasalahan misalnya dalam hal kualitas produk yang dihasilkan.
Elnusa hadir di tengah perkembangan bisnis migas Indonesia pada tahun 1969. Elnusa
mengawali kiprahnya sebagai penyedia jasa peralatan komunikasi elektronik, navigasi
perkapalan dan sistem radar kapal pengangkut migas di Indonesia. Pada Oktober 2007,
Elnusa mereposisi diri dengan menggabungkan empat anak perusahaan yang menjadi tulang
punggung bisnis jasa migas digabung ke dalam induk. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan
Elnusa sebagai pelaku bisnis yang fokus pada kegiatan bisnis jasa hulu migas reintegrasi
(upstream integrated oil &gas services).
Dari permasalahan mengenai kualitas produk yang dihasilkan oleh PT Elnusa, maka
dilakukan analisa pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas adalah teknik menyelesaikan
masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, mengelola, dan
memperbaiki produk dan proses (Dorothea Ariani, 2004).

1.2 Identifikasi Masalah

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Batasan Masalah

1.5 Asumsi

1.6 Tujuan Penelitian

1.7 Manfaat