Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI

ANALISIS CASE BAIDU


KELOMPOK 6

SELVIA EKA A.

041113123

LESHA MASDA E.

041113127

DIANDRA SARAH A.

041113172

NIMATUS SHOLIHA

041113213

RIZKI KURNIA R. H.

041113255

ESTU PUTRI WIRA SAYEKTI

041113322

CRISTANTI KARINA PUTRI

041113351

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2014

ANALISIS CASE BAIDU

1. Latar Belakang/sejarah
Fakta bahwa Cina merupakan Negara dengan penduduk dunia terbesar, yaitu 1,3
miliar dengan pengguna Internet sebanyak 420 juta, membuat Li bisa melihat potensi pasar
dalam negeri. Pada tahun 1999, setelah Li merasa frustasi bekerja di sebuah mesin pencari
Infoseek, ia bersama rekannya Eric Xu mendirikan perusahaan mesin pencari bernama Baidu
dengan sokongan dana US$ 1,2 juta dari sebuah firmat Integrity Partners and Peninsula
Capital setahun kemudian, tambahan dana US $ 10 juga mengalir dari Jurverson and IDG
Technology Ventures. Mesin pencari ini dikhususkan untuk user yang menggunakan
karakater kanji sebagai karakter dalam komunikasi sehari-hari. Tampilan utama dari
Baidu.com adalah tampilan dengan menggunakan karakter kanji.
Awalnya, Baidu merupakan layanan portal yang berbayar, yang bukannya
mendapatkan profit, namun malah merugi. Li segera mengubah strateginya pada tahun 2001
dengan menjadikan Baidu sebagai situs independen. Pada akhir tahun 2002, Baidu berhasil
melakukan pengindeksan kata kunci jauh lebih banyak dari para kompetitornya dan di tahun
2003, mesin pencari paling popular di Cina.
Dengan popularitas Baidu sebagai mesin pencari berbasis karakter kanji. Li terus
meningkatkan berbagai fiturnya. Saat ini, Baidu diklaim telah mengindeks lebih dari 740 juta
halaman web, 80 juta citra digital, dan 10 juta file multimedia. Li juga memperkenalkan
fonetik atau pin-yin, yaitu pencarian yang memungkinkan para pengguna untuk mengetik
kata kunci dalam bahasa Cina dengan menggunakan abjad Inggris

2. Analisis Lingkungan Umum


a. Faktor sosial, Baidu berperan dipasar Cinadan mereka menggunakan strategi dengan
cara Cina untuk memenuhi kebutuhan massa, menjadi lokal dan berpikir lokal. China
memiliki populasi terbesar di dunia, jadi dengan kata lain, Baidu memiliki basis pasar
yang sangatbesar di Cina.
b. Faktor ekonomi, Cina adalah negara ekonomi terbesar kedua di dunia dan negara
dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dengan tingkat pertumbuhan ratarata10% selama 30 tahun terakhir. Komputer populer di sebagian besar Cina

sekarang. Selain itu, saat ini orang ingin melakukan belanja online lebih sering. Jadi,
mesin pencari seperti Baidu akan mendapatkan keuntungan lebih dari belanja online
dan iklan.
c. Faktor lingkungan, meskipun proses globalisasi memicu beberapa masalah seperti
kompetisi dan substitusi dari pesaing asing utama seperti Google danYahoo, ini
benar-benar tidak mempengaruhi pangsa pasar Baidu di China. Karena Baidu
bertujuan untuk menarik pelanggan Cina lebih dari orang asing, sehingga masih akan
memiliki pertumbuhan yang stabil di pasar Cina.
d. Faktor politik, pemerintah mengontrol segala sesuatu di China yang merupakan
jeniskhusus, termasuk situs. Baidu harus menahan kebijakan tersebut dan seluruh
strategi bisnis Baidu disesuaikan dengan budaya pemerintah hukum, dan etika lokal
Cina.

3. Analisis Industri
Jika dilihat menggunakan sudut pandang Porter five forces, maka kondisi industri
search engine adalah sebagai berikut:
a. Threat of new entrant: Dalam hal ini, ancaman yang datang dari para pemain baru
amatlah kecil bahkan cenderung tidak mungkin. Dikarenakan, kondisi pasar yang
sudah saturated, dimana para pelaku-pelaku dalam industri tersebut seperti Google,
Microsoft dan Yahoo telah menguasai pasar search engine ini. Selain itu alasan
kecilnya kemungkinan pesaing baru bagi Baidu adalah karena mereka merupakan
searchengine domestik yang dimiliki oleh Tiongkok, dengan dukungan penuh dari
pemerintahannya dan ditekannya Google di Tiongkok, maka Baidu adalah satusatunya search engine yang dapat berkembang di Tiongkok.
b. Bargaining power of buyer: Dalam hal ini, posisi tawar pembeli sangatlah kecil. Ini
merupakan faktor yang paling lemah jika dibandingkan dengan faktor yang lain.
Baidu sebagai perusahaan yang awalnya bergerak di bidang search engine guna
mengorganisir data di internet, telah berkembang menjadi suatu perusahaan yang
sepenuhnya bergerak di bidang teknologi informasi, sehingga Baidu banyak
mengembangkan banyak inovasi yang menghasilkan teknologi aplikasi yang begitu
banyak dan dapat membantu dari individu hingga organisasi besar seperti perusahaan
multinasional.

c. Bargaining power of supplier: Baidu Union merupakan pemasok dari Baidu dimana
tidak lain merupakan salah satu bagian dari Baidu. Meski Baidu Union mendukung
penuh akan kelangsungan proses bisnis Baidu, namun ada beberapa anggota Baidu
Union yang melakukan negoisasi perkara biaya yang harus dikeluarkan Baidu untuk
memenuhi kebutuhannya.
d. Threat of substitute product or services: Dalam hal ini, ancaman dari produk
maupun jasa

pengganti adalah rendah. Pertama, seperti telah disampaikan

sebelumnya, pasar yang sudah saturated menyebabkan hampir tidak ada pengganti.
Bahkan masuknya Google ke pangsa pasar Cina tetap tidak dapat menggeser posisi
Baidu sebagai search engine nomor satu di negaranya. Meski Google telah
memperkenalkan versi baru dari search enginenya yang dikhususkan untuk pangsa
pasar Cina, sempat pihak pemerintah Cina tetap tidak menyetujui atau menolak
Google masuk di Cina. Hal ini membuktikan bahwa konsumen masih memegang
Baidu sebagai produk utama untuk search engine mereka.
e. Rivalry among existing competitors: Hal ini menjadi faktor yang paling kuat jika
dibandingkan dengan faktor yang lain. Untuk menjaga keunggulan dari pesaingpesaingnya, hal ini yang terus mendorong Baidu

untuk selalu berinovasi dan

berkembang ke ranah teknologi informasi yang lebih luas. Dikarenakan pasar yang
sudah saturated seperti telah disampaikan sebelumnya, persaingan berjalan begitu
sengit. Pesaing-pesaing pun melakukan segala cara agar Google terhambat
perkembangannya. Dalam hal Baidu, pemerintah Tiongkok sampai harus mempersulit
perkembangan Google dengan menggunakan peraturan-peraturan agar mereka tidak
dapat berkembang di negara tersebut.
Secara keseluruhan, industri ini sangat menarik karena persaingan yang begitu ketat
banyak muncul cara memanfaatkan teknologi baru yang ditawarkan oleh para pelaku-pelaku
utamanya. Selain itu, pemain baru jika tidak memiliki modal yang kuat dan teknologi yang
benar -benar baru, maka perkembangan mereka dijamin akan sangat sulit

4. Analisis Kompetitor
Baidu bersaing dengan Google China , Yahoo! Cina , Microsoft 's Bing dan MSN
Messenger , Sina , Sohu 's Sogou,
Wikipedia, NetEase 's Youdao , Tencent 's Soso.com dan PaiPai , Alibaba 's Taobao , TOM
Online , Xunlei 's Gougou (kemudian Sogou ) dan EachNet. Baidu adalah mesin pencari No 1

di Cina, mengendalikan 63 persen dari pangsa pasar China pada Januari 2010, menurut
iResearch. Para jumlah pengguna internet di China telah mencapai 513 juta pada akhir
Desember 2011, menurut sebuah laporan oleh Pusat Informasi Jaringan Internet Cina.
Dalam sebuah artikel Agustus 2010 Wall Street Journal, Baidu mengecilkan
manfaatnya dari Google 's setelah pindah nya layanan pencarian Cina ke Hong Kong , tetapi
pangsa Baidu pendapatan di pasar pencarian iklan China tumbuh enam persen pada kuartal
kedua sampai 70%, menurut perusahaan riset berbasis di Beijing Analisa Internasional.
Tujuan dari Baidu
Meningkatkan hasil pencarian di Internet dan fungsi komputasi lain dengan melatih
komputer bekerja lebih seperti otak manusia.
Strategi Baidu
Hal ini juga jelas bahwa Baidu mencoba untuk memasuki Internet pasar jaringan
sosial. Seperti tahun 2011, itu membahas kemungkinan bekerja sama dengan Facebook, yang
akan mengarah pada versi Cina jaringan sosial internasional, dikelola oleh Baidu. Rencana
ini, jika dijalankan, akan menghadapi off Baidu dengan persaingan dari tiga jaringan populer
Cina sosial pengyou.com, Renren dan Kaixin001 serta mendorong persaingan dengan raksasa
instant-messaging, Tencent QQ .
Pada tanggal 22 Februari 2012, Hudong mengajukan keluhan ke Administrasi Negara
untuk Industri dan Perdagangan meminta peninjauan perilaku Baidu, menuduhnya menjadi
monopoli. Pada tanggal 9 Januari 2013, Baidu masih nomor satu di pasar, dengan 64,5% dari
pengguna, pesaing terdekat, 360, yang meluncurkan mesin pencari sendiri pada bulan
Agustus, telah mengambil memegang 10,2% pengguna. Berikut ini adalah Google dan
Sogou.
Reaksi pesaing
Di awal tahun 2010, saat Google memutuskan untuk keluar dari China, pangsa pasar
Baidu meningkat hingga lebih dari 60%. Karena Baidu, maka China menjadi satu-satunya
negara dimana supremasi Google bisa dipatahkan dengan telak. China boleh saja berbangga
karena jumlah penduduknya terbanyak di dunia, begitu juga dengan jumlah pengguna
internetnya yang mencapai 360 juta user, dan juga menempati peringkat pertama pengguna
internet terbanyak di dunia. Tidak heran situs pencari informasi terbesar Google begitu
bernafsu melebarkan sayapnya ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

Namun besarnya jumlah penggunana internet disana, tidak serta merta membuat
Google mampu berjaya dengan mudah, pada kenyataannya konflik begitu banyak menyertai
usaha Google untuk menjadi yang terbaik di sana. Masih hangat dalam ingatan bagaimana
pemerintah China pernah memberikan applause kepada Google karena telah memblokir
peredaran situs porno di China, dari situ banyak pihak yang memprediksi rasa terima kasih
yang diberikan pemerintah China sebagai sinyal kerjasama yang baik diantara keduanya.
Akan tetapi tidak demikian rupanya, banyak pemberitaan dari media baru-baru ini
menyoroti bagaimana Google menyatakan akan menarik diri dari China. Apa yang
menyebabkan hal itu terjadi? Bisa dibilang ini adalah konflik antara dunia informasi dengan
pemerintahan di negara tersebut, ketatnya peraturan sensor yang diterapkan membuat Google
tidak leluasa untuk mengembangkan bisnisnya.
Rupanya segala kebijakan yang diterapkan disana justru membuat Google merasa
bisnis mereka berjalan tidak sebagaimana mestinya. Sebagai situs yang terkenal karena
menyediakan jasa dan layanan gratis, Google memang terkadang mendapat kecaman terkait
dengan hak cipta, seperti yang terjadi pada tahun 2008 lalu dimana mereka terpaksa
berurusan dengan para penerbit dan juga pemilik hak cipta bahkan mengeluarkan uang
sejumlah US$ 125 juta sebagai bentuk pembayaran ganti rugi atas apa yang mereka lakukan.
Sistem penyedian jasa dan layanan gratis itu pula yang kini dirasa malah
mengkhawatirkan sejumlah perusahaan dan bisnis di China, ekspansi Google yang
dijalankan dengan sistem free itu pada akhirnya membuat pemerintah China melakukan
pembatasan akses dengan menyensor berbagai informasi yang mampu diberikan oleh situs
tersebut. Sayangnya tidak demikian pendapat Google, mereka justru merasa sikap berlebihan
yang ditunjukan pemerintah China malah merugikan, karena pada kenyatannya banyak pula
situs yang menyajikan informasi biasa-biasa saja justru ikut tersensor.
Sepertinya tidak bisa pula kita menyalahkan salah satu pihak, karena pada dasarnya
keduanya memiliki kepentingan masing-masing, bila pemerintah China merasa bergerak
dilatarbelakangi peran mereka untuk melindungi kepentingan negara, maka Google merasa
bergerak dalam koridor yang tepat selain juga mereka mengusung dan menjunjung tinggi
kebebasan dalam berinternet yang oleh beberapa pihak dikatakan sejajar dengan HAM.
Google dengan paham yang mereka anut dan juga keputusan yang mereka ambil
untuk meninggalkan China sepertinya mendapat dukungan dari beberapa media di luar sana.
Nyatanya beberapa pihak mengungkapkan bahwa langkah yang diambil oleh Google adalah

langkah cemerlang untuk memoles reputasi perusahaan mereka menjadi lebih cemerlang
sekaligus menjauh dari pesaing utama mereka, dukungan ini terutama didasari atas nilai-nilai
kebebasan berbicara dan mendapatkan informasi yang menjadi visi dan misi perusahaan dan
dirasa masih sedikit dirasakan di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Google pergi, Baidu diuntungkan.
Hikmah dari perginya Google dari China salah satunya adalah makin leluasanya
Baidu melenggang dan menguasai pasar negeri tersebut. Baidu Inc, mungkin belum dikenal
di luar China, tapi 60% pencarian informasi di China nyatanya dikuasai oleh situs pencari
informasi asli dari negeri tersebut. Ini jelas sebuah kesempatan potensial nyata bagi Baidu.
Pada titik ini, mereka tidak butuh berbuat banyak, kecuali berdiri di sana dan terus menjadi
perusahaan pencarian kuat. Absennya Google dari pasar akan menciptkan ruang vakum yang
justru menjadi kekuatan bagi Baidu. Ini juga memberi kesempatan bagi yang lain untuk
memotong, papar Hadley Reynolds, wakil presiden dan analis utama perusahaan analisa
Gartner Inc.
Sebelumnya Google dilaporkan hanya mampu meraih 35% pangsa pasar di sana,
namun angka tersebut diraih dalam waktu relatif cepat, hal ini berarti perkembangan Google
di China memang sempat mengganggu upaya Baidu memperluas pasar. Namun sekarang
dengan kosongnya pasar, jelas Baidu dengan senang hati akan mengambil porsi yang
ditinggalkan oleh Google.
Persaingan keduanya memang sempat menimbulkan tudingan adanya kerjasama
Baidu dengan pemerintah China. Baidu dituding telah melakukan manipulasi hasil pencarian
disitusnya untuk kepentingan komersil dan pemerintah, pada kenyatannya Baidu memang
sangat pro dengan kehendak pemerintah China, ya salah satunya masalah penyensoran isi
informasi yang diberikan lewat situs mereka.
Memilih pesaing
Dalam memilih pesaing, baidu memilih pesaing berdasarkan produk yang hamper sama
seperti google hong kong dan yahoo! China

5. Analisis Internal
Analisis Keuangan
Pada tahun 1999, setelah Li merasa frustasi bekerja di sebuah mesin pencari Infoseek,
ia bersama rekannya Eric Xu mendirikan perusahaan mesin pencari bernama Baidu dengan

sokongan dana US$ 1,2 juta dari sebuah firmat Integrity Partners and Peninsula Capital
setahun kemudian, tambahan dana US $ 10 juga mengalir dari Jurverson and IDG
Technology Ventures. Mesin pencari ini dikhususkan untuk user yang menggunakan
karakater kanji sebagai karakter dalam komunikasi sehari-hari. Tampilan utama dari
Baidu.com adalah tampilan dengan menggunakan karakter kanji. Baidu ini pernah mengalami
kebangkrutan hingga perusahaan tidak dapat membayar gaji para karyawannya. Kemudian
pemilik Baidu memberikan sahamnya kepada hampir 500 orang karyawannya masing-masing
1000 lembar, mulai dari manager hingga bagian cleaning service. Hingga akhirnya Baidu
berkembang lagi dan beberapa kali dilakukan stock split pada sahamnya dan semua karyawan
Baidu kini telah menjadi jutawan baru. Karena harga saham Baidu awalnya hanya $0,5
setelah listing di NASDAQ tahun 2005 menjadi $66 sehingga saat itu semua karyawan Baidu
menjadi jutawan. Fakta kian berkembangnya populasi pengguna smartphone China, Baidu
Inc yang merupakan perusahaan raksasa pencarian internet, membeli toko aplikasi mobile
seharga US$1,9 miliar. Itu menjadi strategi Baidu untuk merangsek ke pasar aplikasi. Kinerja
Baidu sangat moncer. Saat ini Baidu menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar search
engine di China. Pada kuartal I-2014, pendapatan Baidu mencapai US$ 1,5 miliar, tumbuh 59
persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba operasional naik 7 persen
menjadi US$ 381 juta dan laba bersih naik 24 persen menjadi US$ 408 juta.
Analisis Inovasi
Baidu merupakan search engine yang berasala dari cina yang memiliki ciri khas
bahwa tampilannya menggunakan huruf kanji. Ini merupakan inovasi baru, dimana di China
sendiri mereka (penduduk) lebih senang menggunakan bahasa China dan huruf kanji
dibanding dengan bahasa Inggris dan huruf latin. Baidu terus mengembangkan produknya
sehingga tidak kalah hebat dengan pesaingnya yang lain yang lebih global seperti Google.
Saat ini, Baidu diklaim telah mengindeks lebih dari 740 juta halaman web, 80 juta citra
digital, dan 10 juta file multimedia. Li juga memperkenalkan fonetik atau pin-yin, yaitu
pencarian yang memungkinkan para pengguna untuk mengetik kata kunci dalam bahasa Cina
dengan menggunakan abjad Inggris. Baidu selalu berinovasi dalam memberikan layanan,
tidak hanya sebagai search engine saja namun Baidu sekarang mengeluarkan beberapa
aplikasi baru yang siap dipasarkan di pasar internasional termasuk Indonesia. Beberapa
aplikasi tersebut bisa dipakai di PC dan ada untuk mobile juga. Untuk PC, Baidu
mengeluarkan beberapa aplikasi seperti Baidu PC Faster, Baidu Antivirus, Hao123, Baidu
Spark Browser, Baidu IME. Baidu tidak ingin ketinggalan dalam merambah pasar mobile,

dalam inovasinya Baidu meluncurkan versi baru browser mobile yang dikhususkan untuk
sistem operasi Android yang diberi nama Baidu Explorer. Selain itu ada pula beberapa
inovasi lain yang diperuntukan bagi mobile seperti Du Battery Saver, PhotoWonder, Hao123
Reader & Site, Baidu Browser, Simeji.
Analisis Marketing
Awalnya, Baidu merupakan layanan portal yang berbayar, yang bukannya
mendapatkan profit, namun malah merugi. Li segera mengubah strateginya pada tahun 2001
dengan menjadikan Baidu sebagai situs independen. Pada akhir tahun 2002, Baidu berhasil
melakukan pengindeksan kata kunci jauh lebih banyak dari para kompetitornya dan di tahun
2003, mesin pencari paling popular di Cina. Mesin pencari ini dikhususkan untuk user yang
menggunakan karakater kanji sebagai karakter dalam komunikasi sehari-hari. Tampilan
utama dari Baidu.com adalah tampilan dengan menggunakan karakter kanji. Dengan
popularitas Baidu sebagai mesin pencari berbasis karakter kanji. Li terus meningkatkan
berbagai fiturnya. Keunggulan dari produk Baidu adalah sangat mudah digunakan oleh
masyarakat Indonesia. Selain mudah, Baidu juga memiliki keunggulan dalam teknologi
seperti Box Computing, Box Learning, Big Data dan Cloud Computing. Semua keunggulan
tersebut tak lain untuk meningkatkan performa yang lebih baik dalam pelayanan PC. Semua
keunggulan tersebut sejalan dengan misi Baidu yaitu 'Memberikan Layanan Terbaik bagi
Kebutuhan Pengguna'. Ditambah lagi semua aplikasi di Baidu baik di PC maupun aplikasi
mobile gratis.
Analisis Operasional
Baidu adalah perusahaan mesin pencari terbesar di China, ibarat mesin pencari
setingkat Google untuk pemakai Internet di Amerika. Kalau Google mengambil dua-per-tiga
pangsa pasar pencarian di Amerika, Baidu mendominasi 80% pangsa pencarian Internet
melalui komputer pribadi jenis desktop dan laptop di China, sedangkan pencarian Internet
melalui ponsel pintar dan tablet, Baidu mengambil pasar dibawah 40%. Kalau Google
memegang kendali pasar ponsel dengan sistem operasi Android di Amerika, sedangkan untuk
urusan sistem operasi mobile, Baidu sama sekali masih nol. Demikian juga dengan urusan
pangsa pasar perangkat lunak berupa browser yang digunakan untuk mengakses Internet
lewat ponsel pintar dan tablet, Baidu baru memulainya. Baidu memulai banyak kerja sama
industri dengan berbagai industri, contohnya di Indonesia baidu menjalin kerja sama dengan

Lazzada dan Evercross. Baidu juga menjalankan kegiatan operasionalnya dengan membuka
kantor cabang diberbagai negara, di Indonedia sendiri baidu sudah membuka.
6.

Analisis SWOT
Kekuatan (Strength) Baidu:
a. Semua aplikasi yang ditawarkan adalah gratis secara permanen, tanpa ada biaya
apapun yang dibebankan pada pengguna.
b. Simpel dan mudah digunakan untuk semua pengguna (user friendly).
c. Menawarkan teknologi terbaru, baik untuk aplikasi berbasis PC maupun mobile.
d. Konten lokal yang selalu terupdate.
e. Terintegrasi langsung dengan social media.
f. Baidu menyediakan penggunanya untuk dapat mengunduh lagu dan musik China.
g. Penyediaan ensiklopedia China yang sangat lengkap dan tidak dimiliki oleh pesaing
lainnya.
Kelemahan (Weakness) Baidu:
a. Untuk pencarian tdk secepat google /yahoo
b. Bahasa didominan oleh bahasa mandarin
c. Jangkauan artikel/ berita yang dimuat lebih sedikit ditimbang dengan google
Opportunity (Peluang) Baidu:
a. RRC sudah memiliki populasi pengguna internet (online) terbesar di dunia dengan
angka 513 juta penduduk.
b. Kemampuan ekonomi penduduk RRC bertambah.
c. Baidu menerima lebih dari 1 milyar permintaan pencarian setiap hari, 4 kali lebih
banyak dari pesaing terdekatnya.
d. 60% pencarian informasi di China dikuasai Baidu.
Threats (Tantangan) Baidu:
Persaingan yang ketat antara Baidu dengan Google dan beberapa search engine
lainnya.

7. Strategy Implementation]
Business Level Strategy
Perusahaan Baidu berkembang pesat di Tiongkok pada khususnya.Hal ini
disebabkan oleh peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menghambat
perkembangan Google di Tiongkok.Dengan peluang ini Baidu secara cermat mampu
melakukan inovasi yang ternyata mampu mengambil hati pelanggan situs internet yang
semula bergantung pada Google sehingga beralih ke Baidu. Dengan banyaknya peraturan dari
pemerintah Tiongkok terhadap kelangsungan search engine luar, baidu sebagai produk
domestic dapat dengan gencar memberikan layanan sebagai pengganti Google di Tiongkok.
Sehigga Baidu menerapkan system Differensiasi yang manaiamem berlakukan huruf kanji
maupun abjad dalam keyword sehingga memudahkan pelanggan di Tiongkok.
Corporate Level Strategy
Baidu secara mutlak memenangkan persaingan di Negara RRT. Kembali pada
peraturan yang diterapkan oleh pemerintah setempat, hal ini menjadi alas an utama Baidu
agar mampu meminimalkan risiko disamping inovasi yang dikembangkan berdasarkan
kebutuhan masyarakat

Tiongkok pada khususnya. Baidu menerapkan low level

diversification yakni single business yang bergerak pada industry teknologi informasi yang
mana penghasilan perusahaan lebih dari 95% dihasilkan melalui ini.
Global Strategy
Baidu secara cermat menggunakan kemampuan serta peluang yang didapat dari
pemerintah untuk menghasilkan bisinis yang lebih baik. Pelan namun pasti Baidu telah
mengembangkan bisnisnya secara kuat dan mengakar di wilayah domestic mereka. Dengan
mengembangkan pasar yang kuat tersebut Baidu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk
menumbuhkan pasar di pasar internasional dengan hanya mengembangkan dan menaikkan
ukuran pasar. Baidu dengan mudah mendapatkan manfaat lokasi di RRT yang memiliki
penduduk terbesar di dunia sehingga untuk menjadi perusahaan besar sekalipun sudah
memadaidengan melayani pelanggan dalam negeri.
Corporate Strategy
Baidu sebagai perusahaan yang bergerak di industry teknologi informasi memiliki
barrier to entry yang relative rendah memungkinkan persaingan yang rendah terhadap antar
pemainnya. Persaingan pasar yang rendah membuat Baidu begitu popular di wilayah

domestic negaranya. Denganinovasi yang diharapkan mampu membuat pelanggan tidak


berpaling pada situs search engine lain, Baidu dirasa telah menguasai pangsa pasar di wilayah
Tiongkok pada khususnya dana akan berkembang di kancah internasional.