Anda di halaman 1dari 28

KULIAH

ITM 348 MOTOR BAKAR DAN SISTEM PROPULSI

Motor Bakar
oleh:
Dr. Ir. Agus Hermanto
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN, FTI, ITENAS
2007

Motor Bakar
Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine):

Fluida kerja (umumnya udara) mengalami reaksi pembakaran


dalam rangka mendapatkan energi kalor.
Motor Bakar Torak
seluruh proses terjadi di dalam susunan silinder - torak yang bergerak translasi.

Turbin Gas
setiap proses terjadi di dalam komponen-komponen terpisah yang disusun secara
seri.

Motor Pembakaran Luar (External Combustion Engine):

Fluida kerja mengalami pemanasan, bukan pembakaran.


Motor Uap
Bahan bakar (batu bara, minyak mentah, dll.) dipakai untuk menguapkan air yang
dapat memutar suatu mekanisme.

Motor Stirling
Dapat menggunakan beraneka ragam bahan bakar.

Skema Motor Bakar Torak


Di kepala silinder terdapat katup-katup isap dan buang
(intake & exhaust valves)
Bore, diameter silinder
Stroke, panjang langkah gerakan torak dalam satu arah
Titik Mati Atas (Top Dead Center), posisi torak dimana
volume silinder mencapai minimum
Titik Mati Bawah (Bottom Dead Center), posisi torak
dimana volume silinder mencapai maksimum
Volume langkah (displacement), volume silinder antara
TMA dan TMB = VL = VT - VS
Rasio kompresi (r) = volume maksimum / volume
minimum = VT/VS

Komponen Motor Bakar Torak


Badan Motor: kepala silinder, badan mesin, water jacket, penampung

oli.
Komponen Motor: roda daya (flywheel), poros engkol, batang
penghubung (connecting rod), torak, cincin torak, poros kam, tapet,
batang penekan (push rod), tuas, pegas katup.
Sistem Pengapian: baterai, motor stater, koil, distributor, kam, platina,
rotor, kondensor, kabel busi, busi, cut out, alternator.
Sistem Udara: saringan udara, karburator, katup choke, katup kupukupu, saluran hisap (intake manifold), katup isap, katup buang, saluran
buang (exhaust manifold), katalitik konverter, knalpon (muffler).
Sistem Pendingin: radiator, penampung air, selang air, pompa air,
termostat.
Sistem Pelumas: pompa oli, filter oli, oil pickup, dipstick, penutup oli,
drain plug, baffle, penampung oli (oil pan).

Pembagian Motor Bakar


Berdasarkan Sistem Penyalaan
Penyalaan dengan percikan api (Spark Ignition Engine: SI
Engine, Motor Bensin)
perlu busi sebagai penghasil percikan api
untuk daya kecil hingga sedang ( 225 kW)
ringan

Penyalaan dengan udara tekan (Compression Ignition

Engine: CI Engine, Motor Diesel)


perlu udara tekan (hasil langkah kompresi)
bahan bakar relatif lebih murah (tergantung subsidi)
untuk daya sedang hingga besar

Motor Bensin 4
Langkah dengan
Over Head
Camshaft (Suzuki
Motor)

Motor Diesel
(Volkswagen)

Pembagian Motor Bakar


Berdasarkan Jumlah Langkah
Empat Langkah
satu siklus (mekanika) terdiri dari dua putaran sudut
engkol atau empat gerakan torak dari titik mati
(TMA) atas ke titik mati bawah (TMB) (atau
sebaliknya)

Dua Langkah:
satu siklus (mekanika) terdiri dari satu putaran sudut
engkol atau dua gerakan torak dari titik mati atas ke
titik mati bawah (atau sebaliknya)

Proses pada Empat Langkah


Langkah Isap (Intake stroke)
katup isap dibuka

silinder mengisap campuran udara bahan bakar (motor SI) atau udara (motor CI)
Langkah Kompresi (Compression stroke)
katup-katup isap dan buang ditutup
tekanan dan temperatur silinder naik
kerja dari torak untuk isi silinder
sebelum berakhir, terjadi pembakaran (diawali oleh penyalaan busi untuk motor SI atau
injeksi bahan bakar untuk motor CI)
hasilnya berupa gas pembakaran bertekanan dan bertemperatur tinggi
Langkah Ekspansi (Expansion atau Power stroke)
gas hasil pembakaran berekspansi
torak memperoleh kerja saat bergerak menuju TMB
Langkah Buang (Exhaust stroke)
katup buang dibuka
gas sisa pembakaran dikeluarkan dari dalam silinder

Motor
Empat
Langkah
(Four
Stroke)
Empat
langkah
berbeda di
dalam silinder
selesai dalam
dua putaran
poros engkol
(crankshaft

Motor Bensin
Empat
Langkah
1
23
4
..
LL
aa
nn
gg
kk
aa
hh

Motor Diesel
Diesel Empat
Langkah

Diagram Indikator Motor


Empat Langkah

X Spark

Intake
valve
open

MEP: Mean Effective Pressure


(Tekanan Efektif Rata-Rata):
Kerja Netto per Siklus/Volume
Langkah. Digunakan untuk
membandingkan prestasi
beberapa motor per satuan
volume langkah

Motor Dua Langkah (Two Stroke)


Contoh untuk Motor 2 Langkah dengan Pembilasan Ruang Engkol

Langkah-langkah: isap, kompresi, ekspansi, dan buang


diselesaikan dalam satu putaran poros engkol (crankshaft)

Ruang engkol: pemasukan


Ruang bakar : kompresi

Ruang engkol: kompresi


Ruang bakar : kerja

Ruang engkol: pemindahan


Ruang bakar : buang & bilas

Motor Dua Langkah dengan


Pembilasan Ruang Engkol

Motor Dua Langkah

Pembagian Motor Bakar


Berdasarkan Susunan Silinder

Diesel 4 Langkah Segaris

Diesel 4 Langkah Segaris


PLTD
Pesanggaran Bali
Daya terpasang:
12,39 MW

Daya mampu: 9,5 MW

Diesel 4 Langkah Konfigurasi V

Diesel 4 Langkah Konfigurasi V


PLTD
Pesanggaran
Bali
Daya terpasang:
6,77 MW
Daya mampu:
5,2 MW

Motor V, 6 Silinder

Diesel 2 Langkah Pembilasan Tukik


Aliran Silang

Diesel 2 Langkah Pembilasan


Searah

Diesel 2 Langkah Pembilasan Searah


PLTD
Pesanggaran Bali
Daya terpasang:
12,39 MW

Daya mampu: 9,5 MW

Diesel 2 Langkah Torak


Berlawanan

Terima Kasih