Anda di halaman 1dari 13

TUGAS TAKE HOME PENGGANTI UTS

MATA KULIAH KS KWU


KELAS KWU A

Disusun Oleh:
Harinda Bonita
115090607111017

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER
MALANG
2014

BAB 1
PENTINGNYA WIRAUSAHA
Di era abad 21 ini, perkembangan jumlah populasi manusia di dunia semakin
meningkat. termasuk juga di indonesia, jumlah manusia di indonesia pada sensus penduduk
2010, mencapai lebih dari 400 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan populasi yang
semakin tumbuh dengan pesatnya, semakin tinggi pula tingkat pengangguran manusia pada
usia produktif karena kesulitan mencari lapangan pekerjaan.
Sebagai masyarakat yang modern, apalagi seorang yang berpendidikan kita
seharusnya jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi kita juga harus bisa menciptakan lapangan
pekerjaan dengan berwirausaha. Negara-negara maju di dunia, diantaranya Amerika,
Singapura dan beberapa negara-negara maju lainnya mereka bisa maju karena masyarakat
negara tersebut banyak yang berwirausaha.
Pentingnya wirausaha bagi kesejahteraan suatu bangsa tidak lagi diragukan
kebenarannya. Sehingga menambah jumlah wirausaha di sebuah negara termasuk Indonesia
menjadi kunci untuk bangsa yang sejahtera. Indonesia merupakan negara yang kaya akan
Sumber Daya Alam (SDA). Sumber Daya Alam yang melimpah ruah di tanah air ini mampu
dijadikan sebagai tempat yang ideal untuk berwirausaha. Tidak dapat dipungkiri bahawa
dimasa yang akan datang Indonesia akan mampu meningkatkan taraf ekonomi dan
kesejahteraan masyarakatnya dengan melakukan kegiatan wirausaha dalam berbagai sektor
mikro maupun makro seiring dengan mulai meratanya pendidikan di Indonesia dan aksesakses lainnya yang mendukung kesadaran masayarakat dalam berwirausaha.
Saat ini mulai bermunculan para printis kewirausahawan Indonesia yang mau bekerja
keras untuk menigkatkan keejahteraan masyarakat dan membantu dalam mengurangi tingkat
pengangguran. Kewirausahaan khusunya dalam sektor mikro kini telah mulai berkembang.
Potensi-potensi kewirausahaan dalam lingkup lokal telah menjamur ke berbagai wilayah.

BAB II
KREATIVITAS DAN INOVASI
Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam
berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan
kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam
kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan
sesuatu yang baru (creative), kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), keberanian
untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide.
Kemauan dan kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk :
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).
Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda,
sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.
Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan
bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang
diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah
(value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah
sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha "look at old and
think something new or different".
Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang
baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing
in new way) (Zimmer, 1996:51)
Menurut Sumarno (1984) pengertian kreativitas dibagi menjadi dua yakni:
a). Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi atau melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel, yang sudah ada sebelumnya.
b). Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru,
baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada
sebelumnya.

Seorang wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk
mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap
gagasan-gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya.
Seorang wirausaha yang kreatif akan membuat hidup akan lebih menyenangkan, lebih
menarik serta akan menyediakan kerangka kerja dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
Secara umum cirri cirri pemikiran kreatif yaitu :
a. sensitif terhadap masalah-masalah
b. mampu menghasilkan sejumlah ide besar
c. fleksibel
d. keaslian
e. mau mendengarkan perasaan
f. keterbukaan pada gejala bawah sadar
g. mempunyai motivasi
h. bebas dari rasa takut gagal
i. mampu berkonsentrasi,
Untuk menjadi kreatif, seseorang tidak dapat melakukannya begitu saja. Ada proses
yang harus dilalui. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak
terduga tetapi dapat diimplementasikan. Tahap yang biasa dilalui dalam suatu kreativitas yaitu
a. Persiapan (Preparation)
Meletakkan dasar pemikiran, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan
problematikanya.
b. Penyelidikan (Investigation)
Melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang akan dikembangkan.
c. Transformasi (Transformation)
Berkaitan dengan proses konversi/perubahan dari data sumber ke data tujuan.
d. Penetasan (Incubation)
Mengeluarkan atau mendapatkan ide, gagasan baru, pemecahan masalah, penyelesaian, cara
kerja, jawaban baru dan lain-lain.
e. Penerangan (Illumination)
Memberikan uraian yang jelas pada persoalan yang ada sehingga menjadi semakin terang
pokok persolan dan pemecahannya.
f. Pengujian (Verification)
Melakukan pengujian kecil maupun besar dengan alat bantu uji statistik, matematik, historis,
maupun diskriptif.

g. Implementasi (Implementation)
Mengimplementasikan semua yang telah diperoleh agar semakin menunjukkan hasil yang
semakin baik dan sempurna.
Dari beberapa poin di atas tentunya kreativitas itu sangat penting dan modal utama
yang harus dimiliki seorang wirausahawan . Karena tanpa kreativitas produk yang dihasilkan
akan kalah saing dan tidak mampu bertahan untuk menghadapi persaingan pasar.
BAB III
MOTIVASI
Motivasi didefinisikan sebagai keadaan dalam diri individu yang menyebabkan
mereka berperilaku dengan cara yang menjamin tercapainya suatu tujuan. Motivasi
menerangkan mengapa orang-orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Semakin
wirausahawan mengerti perilaku anggota organisasi, semakin mampu mereka mempengaruhi
perilaku tersebut dan membuatnya lebih konsisten dengan pencapaian tujuan organisasional.
Karena produktivitas dalam semua organisasi adalah hasil dari perilaku anggota organisasi,
mempengaruhi perilaku ini adalah kunci bagi wirausahawan untuk meningkatkan
produktivitas.
Model-Model Motivasi
1. Model motivasi kebutuhan-tujuan
Model motivasi kebutuhan dan tujuan dimulai dengan perasaan kebutuhan individu.
Kebutuhan ini kemudian ditransformasi menjadi perilaku yang diarahkan untuk mendukung
pelaksanaan perilaku tujuan.
2. Model ekspektasi motivasi Vroom
Model ekspektasi Vroom mengatasi beberapa kerumitan tambahan, model ekspektasi Vroom
mengungkapkan isu kekuatan motivasi. Kekuatan motivasi adalah tingkatan keinginan
individu untuk menjalankan suatu perilaku. Ketika keinginan meningkat atu menurun,
kekuatan motivasi dikatakan berfluktuasi.
3. Model motivasi Porter-Lawler
Portel dan Lawler telah mengembangkan suatu model motivasi yang menggambarkan uraian
proses motivasi yang lebih lengkap dibanding model kebutuhan-tujuan atau model ekspektasi
Vroom. Model motivasi Porter-Lawler ini konsisten dengan dua model sebelumnya dimana
model ini menerima premis bahwa
a. kebutuhan yang dirasakan akan menyebabkan perilaku kemanusiaan, dan
b. usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tugas ditentukan oleh nilai balas jasa

BAB IV
ETIKA WIRAUSAHA
Dalam arti luas etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lain. Etika sering disebut
sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat. Tingkah
laku perlu diatur agar tidak melanggar norma-norma atau kebiasaan yang berlaku di
masyarakat, karena norma-norma atau kebiasaan masyarakat disetiap daerah negara berbedabeda.
Dalam etika berwriausaha perlu ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya, yaitu:
1. Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku
2. Penampilan yang ditunjukan seorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama
dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3. Cara berpakaian pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu
yang berlaku.
4. Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata
karma, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5. Gerak-gerik seorang pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan
gerak-gerik yang dapat mencurigakan.
Etika atau norma yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusa adalah sebagai berikut:
1. Kejujuran
2. Bertanggung jawab
3. Menepati janji
4. Disiplin
5. Taat hukum
6. Suka membantu
7. Komitmen dan menghormati
8. Mengejar prestasi
Tujuan dan manfaat etika wirausaha
Tujuan etika harus sejalan dengan tujuan perusahaan, ada beberapa tujuan etika yang selalu
ingin dicapai oleh perusahaan, yaitu:
1.

Untuk persahabatan dan pergaulan

2.

Menyenangkan orang lain

3.

Membujuk pelanggan

4.

Mempertahankan pelanggan

5.

Membina dan menjaga hubungan

BAB V
KEPEMIMPINAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian
suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak
dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan
pemimpin yang memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan
berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat
dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.
Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama :
1. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dan mencapai
sasaran.
2. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi.
Ada tiga variabel utama yang tercakup dalam kepemimpinan:
1. Kepemimpinan melibatkan orang lain seperti bawahan atau para pengikut .
2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan.
3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para
bawahan.
Orientasi tugas pemimpin
Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut :
1. Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya.
2. Menetapkan tujuan yang sukar tapi dapat dicapai, dan memberitahukan orang-orang
apa yang diharapkan dari mereka.
3. Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk
mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumusakan secara jelas dan khas.
4. Melaksanakan

peranan

kepemimpinan

secara

aktif

dalam

merencanakan,

mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi


pada tujuan.
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM adalah potensi yang
terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang
adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang
terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang
seimbang dan berkelanjutan. Sedangkan dalam hubungannya denagan kewirausahaan, SDM
merupakan Individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan
kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka

pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan. Tugas penyediaan sumber
daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada
semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia
berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Faktorfaktor seperti latar belakang, umur, pengalaman yang berhubungan dengan jabatan, dan
tingkat pendidikan formal kesemuanya mempunyai peranan di dalam menentukan tingkat
ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
1. Perekrutan karyawan
2. Seleksi calon karyawan
3. Pusat Penilaian
4. Pelatihan karyawan
5. Penilaian hasil kerja
BAB VI
KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan berasal dari enterpreneurship yang berarti prilaku dinamis, berani
mengambil resiko,

reaktif, dan berkembang. Menurut; menurut Impres No. 4 Tahun 1995

tentang GNMMK yaitu Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan


Kewirausahaan disebutkan bahwa kewirausahaan adalah sikap, semangat, perilaku, dan
kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya
kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Kewirausahaan adalah suatu
proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan
melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Menurut Robin,
1996). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kewirauasahaan adalah
suatu proses menciptakan sesuatu dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal,
jasa dan resiko serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.
Tujuan Kewirausahaan
Dalam pendidikan kewirausahaan diajarkan dan ditanamkan mengenai sikap dan perilaku
untuk membuka bisnis, agar mereka di kemudian hari menjadi seorang wirausaha yang
berbakat dan berhasil. Adapun tujuan kewirausahaan adalah :

a. Untuk mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng hasilkan
kemajuan dan kesejahtraan masyarakat.
b. Untuk membudayakan semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan kewirausahaan di
kalangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
c. Untuk meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
Manfaat Wirausaha
a. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b. Memberi contoh bagaiamana harus bekerja keras, tekun, tetapi tidak melupakan perintah
agama.
c. Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, ekonomis, tidak berfoya-foya
dan tidak boros.
d. Menjadi contoh bagi anggota masyarakat sebagai pribadi unggul yang patut diteladani.
e. Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan
kemampuannya.
Keuntungan dan Kelemahan Berwirausaha
a. Keuntungan berwirausaha
1. Terbuka peluang untuk memperoleh peluang manfaat dan keuntungan secara maksimal.
2. Terbuka peluang untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh.
3. Terbuka peluang untuk membantu masyarakat di dalam usaha.
4. Terbuka peluang untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki.
b. Kelemahan berwirausaha
1. Bekerja keras dan waktunya sangat panjang.
2. Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan resiko yang sangat besar.
3. Tanggung jawabnya sangat besar.
c. Sasaran dan Asas Kewirasahaan
Para generasi muda pada umumnya, anak-anak putus sekolah dan para calon wirausaha.
1. Para pelaku ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil.
2. Organisasi profesi dan kelompok-kelompok masyarakat.
d. Asas kewirausahaan adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
2. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian.
3. Kemampuan berpikir, bertindak kreatif, dan inovatif.
4. Kemampuan bekerja secara tekun, teliti, dan produktif.

e. Ruang lingkup lewirausahaan


1. Lapangan pemberi jasa
2. Lapangan perdagangan :
3. Lapangan agraris perkebunan, dan kehutanan.
4. Lapangan perikanan
BAB VII
INTRAPRENEURSHIP VS ENTREPRENEURSHIP
Intrapreneurship
Intrapreneurship

adalah

kewirausahaan

(entrepreneurship)

dalam

perusahaan

(enterprenership inside of the organization) atau dapat dikatakan bahwa intrapreneurship


adalah entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan. Konsep intrapreneurship pertama
muncul pada tahun 1973 oleh Susbauer dalam tulisannya yang berjudul Intracoporate
Enterpreneurship : Programs in American Industry, dan kemudian dipopulerkan oleh
Pinchott (1985) dan Burgelman (2007) dalam disertasinya.
Princhott (1985) mendefinisikan seorang intrapreneur adalah seorang yang
memfokuskan pada inovasi dan kreativitas dan yang mentransformasi suatu mimpi atau
gagasan menjadi usaha yang menguntungkan yang dioperasikannya dalam lingkup
lingkungan

perusahaan.

Oleh

karena

itu,

agar

sukses

intrapreneurship

harus

diimplementasikan dalam strategi perusahaan (Dalam Budiharjo, 2011:152).


Asef Karimi, dkk (2011) menyebutkan bahwa Intrapreneurship berakar pada
kewirausahaan (Amo dan Kolvereid, 2005; Antoncic, 2001; Davis, 1999; Honig, 2001), ada
beberapa perbedaan antara intrapreneurship dan kewirausahaan. Pertama semua, intrapreneur
membuat keputusan berisiko menggunakan sumber daya perusahaan. untuk melakukannya,
pengusaha menggunakan sumber daya mereka sendiri (Antoncic dan Hisrich, 2001;
Luchsinger dan Bagby, 1987; Morris et al, 2008). Kedua, intrapreneurship terjadi di antara
karyawan dari dalam organisasi mereka, sedangkan kewirausahaan cenderung terutama secara
eksternal terfokus (Amo dan Kolvereid, 2005; Antoncic, 2001; Antoncic dan Hisrich, 2001;
Davis, 1999; Luchsinger dan Bagby, 1987).
Lebih lanjut Asef Karimi, dkk (2011) menyebutkan bahwa sepertiga dari semua,
pengusaha lebih memilih untuk mengembangkan pengetahuan tacit dalam organisasi baru
daripada menggunakan prosedur atau mekanisme dari perusahaan lain. Di sisi lain,
intrapreneur bekerja dalam organisasi yang sudah memiliki politik mereka sendiri, bahasa,

prosedur, dan birokrasi (Antoncic, 2001; Antoncic dan Hisrich, 2001; Davis, 1999; Honig,
2001).
Meskipun kewirausahaan dan intrapreneurship memiliki perbedaan penting, mereka
juga memiliki beberapa koneksi karena intrapreneurship secara konsisten diposisikan sebagai
kewirausahaan dalam organisasi (Antoncic, 2001; Davis, 1999, dalam Asef Karimi, dkk,
2011).
Faktor Pendorong Intrapreneurship
Antonic

(2007)

yang

dikutip

Budiharjo

(2011)

menyebutkan

antesenden

intrapreneurship dibagi menjadi dua yaitu lingkungan (environment) dan organisasi


(organization).
1. Faktor lingkungan yang positif meliputi dinamisme peluang teknologi, pertumbuhan
industry, dan permintaan untuk produk baru, sedangkan antesenden untuk lingkungan
yang tidak dikehendaki meliputi perubahan yang tidak dikehendaki dan persaingan yang
tinggi.
2. Dari sisi organisasi, karakteristik organisasi yang dapat mendorong intrapreneurship
adalah system terbuka, kendali formal pada aktivitas intrapreneurship, pemindahan
intensif pada lingkungan, dukungan organisasional, dan nilai-nilai perusahaan. Dalam
penelitiannya, Antonic (2007) membuktikan bahwa intrapreneurship berkorelasi secara
positif dengan pertumbuhan (company growth), dan dibuktikan pula bahwa dimensi
lingkungan dan karakteristik organanisasi (organization characteristics) berkorelasi
positif dengan intrapreneurship.
Faktor Penghambat Intrapreneurship
Eesley dan Longenecker (2006, dikutip oleh Budiharjo, 2011) mengemukakan 10 hambatan
utama dalam intrepreneurship meliputi :
1. Menghukum kesalahan yang disebabkan oleh tindakan risk taking
2. Gagasan-gasasan tanpa tindak lanjut
3. Tidak ada dorongan intrapreneurship
4. Unhealthy politicking dalam organisasi
5. Komunikasi yang buruk antar karyawan dan juga pada pelanggan
6. Karyawan tidak didorong berpikir untuk mencari peluang
7. Misi, sasaran perusahaan tidak jelas
8. Kurang dukungan manajemen
9. Penghasilan keputusan beresiko yang tidak diberi reward
10.

Keterbatasan waktu dan sumber daya

Enterpreneurship adalah kemampuan dan kemauan nyata seorang individu, yang


berasal dari diri mereka sendiri, dalam tim di dalam maupun luar organisasi yang ada, untuk
menemukan dan menciptakan peluang ekonomi baru.[ Wennekers dan Thurik (1999)]
Mengapa orang mengambil tantangan menjadi wirausaha/entrepreneur
1.

Opportunity/kesempatan

2.

Profit/ keuntungan

3.

Independence/Kebebasan

4.

Challenge/Tantangan

Apa yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha/entrepreneur


1. Self-directed
2. Self-nurturing
3. Action-oriented
4. Highly energetic
5. Tolerant of uncertainty

DAFTAR PUSTAKA
Ria Agustina, 2009, Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Kreativitas Karyawan:
Analisis Pengaruh Mediasi Pemikiran Kreatif dan Motivasi Intrinsik pada Karyawan di
Industri Media.
Timpe, Dale, 2002, Seri Manajemen Sumber Daya Manusia Kepemimpinan, PT Elex Media
Komputindo, Jakarta
Andreas Budiharjo. 2011. Organisasi : Menuju Pencapaian Kinerja Optimal. Jakarta: Prasetya
Mulya Publishing
Bygrave, W & Zacharakis, A, Entrepreneurship, John Wiley & Sons
Greene, CL, Entrepreneurship: Ideas in Action, South-Western,
Kuratko, DF, Entrepreneurship: Theory, Process and Practice, South-Western
Meredith, GG, Nelson, RE & Neck, PA, The Practice of Entrepreneurship, ILO