Anda di halaman 1dari 2

Asistensi 2

Perhitungan Awal
1.

Penentuan Trase Alinemen Horizontal


Trase dibuat dengan menarik garis pada peta kontur yang
menghubungkan 2 titik ujung jalan (titik A dan B) dan membentuk 2
buah tikungan yang berbeda arah.

3.

Jenis medan notasi


datar
D
perbukitan
B
pegunungan
G

Contoh sketsa trase jalan


2.

Penentuan Koordinat, Jarak, Azimuth, dan Sudut Tikungan


a. Penentuan koordinat titik-titik utama trase
b. Perhitungan jarak antar titik utama
c. Perhitungan azimuth
Azimuth merupakan sudut yang dibentuk suatu garis disebuah titik
yang menuju ke utara.
U
Rumus Azimuth :

x j xi

y y
i
j

ij tan 1

Dimana :
ij
= azimuth
Xi
Xj
Yi
Yj

A (xi, yi)

= absis titik i
= absis titik j
= absis titik i
= absis titik j

Klasifikasi Medan
Identifikasi medan dilakukan dengan cara membuat garis tegak lurus
pada trase setiap 50 meter dan pada masing-masing garis dihitung
kemiringan tanah aslinya.

sumber : Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota

4.

Klasifikasi Jalan dan Kecepatan Rencana


a. Klasifikasi Jalan
klasifikasi jalan dalam standar desain (baik untuk jalan dalam kota
maupun jalan luar kota) didasarkan kepada klasifikasi jalan menurut
undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.
b. Kecepatan Rencana
Kecepatan rencana merupakan fungsi dari fungsi jalan dan klasifikasi
medan.

Fungsi Jalan
B (xj, yj)

kemiringan medan (%)


<3
3 - 25
> 25

Arteri
Kolektor
Lokal

Kecepatan (VR) (km/jam)


Datar
70 - 120
60 - 90
40 -70

Perbukitan
60 - 80
50 - 60
30 - 50

Pegunungan
40 - 70
30 - 50
20 - 30

sumber : Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota

d. Perhitungan sudut tikungan

5.

Jarak Pandang Henti dan Jarak Pandang Menyusul


a. Jarak Pandang Henti
Jarak pandang henti merupakan jarak yang diperlukan untuk
menghentikan kendaraan bila ada suatu halangan di tengah jalan.
Jarak pandang henti dapat dihitung menggunakan rumus
berikut:

JH

V R

3,6
VR

T
3,6
2 gf

Dimana:
JH

= Jarak pandang henti

VR

= kecepatan rencana (km/jam)

= waktu tanggap (2,5 detik)

= percepatan (9,8 m/det2)

= koefisien gesek memanjang perkerasan jalan aspal (0,35

- 0,55)
b. Jarak Pandang Menyusul
Jarak pandang menyusul (JD) merupakan jarak pandang yang cukup
untuk mendahului suatu kendaraan lain yang bergerak dalam arah
yang sama pada jalansatu lajur.
VR
120 100 80 60 50 40 30 20
(km/jam)
JD (m)
800 670 550 350 250 200 150 100
Sumber : Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota