Anda di halaman 1dari 21

MENTERI

PENPAYAGUNAAN APAR4TUR NEGARA


REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN MENTERI
PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA

TENTANG
JABATAN FUNGSIONAL RADIOGRAFER DAN ANGKA KREDITNYA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
Menimbang

: a.

bahwa dalam rangka meningkatkan m ~ ~ pelayanan


tu
radiologi dan imejing kepada masyarakat, diperlukan
adanya Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan secara
penuh untuk melakukan kegiatan pelayanan radiologi
dan imejing secara profesional pada unit pelayanan
kesehatan;

b.

bahwa untuk menjamin pembinaan karier kepangkatan,


jabatan dan peningkatan profesionalisme, dipandang
perlu menetapkan jabatan fungsional Radiografer dan
Angka kreditnya.

: 1.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999;

Mengingat

2.

Undang-undang Nomor
Kesehatan;

23

Tahun 1992

tentang

3.

Undang-undang Nomor
Pemerintahan Daerah;

22

Tahun 1999

tentang

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang


Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001;

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang


Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

6.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang


Tenaga Kesehatan;

7.

Peraturan .Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang


Wewenang
Pengangkatan,
Pemindahan
dan
Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil;

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang


Formasi Pegawai Negeri Sipil;

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang


Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12
Tahun 2002;

10. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang


Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
11. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan
- Organisasidan Tata Kerja Menteri Negara,
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden
Nomor 2 Tahun 2002;
12. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangari, Susunan
Organisasi dan Tata Kej a Departemen.
Memperhatikan : 1.

Usul Menteri Kesehatan dengan suratnya Nomor


153/Menkes/11/2002 tanggal 20 Pebruari 2002;

2.

Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara


dengan suratnya Nomor K.26-24N.28-4/87 tanggal 9
April 2002.

MEMUTUSKAN
Menetapkan

: KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR


NEGARA
TENTANG
JABATAN
FUNGSIONAL
RADIOGRAFER DAN ANGKA KREDITNYA.
BAB l
KETENTUAN UMUM

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan:


1.

Radiografer, adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi


tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara

penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan


kegiatan radiografi pada unit pelayanan kesehatan.

2.

Pelayanan Radiologi, adalah pelayanan kesehatan


profesional berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi
dalam bidang radiologi dan imejing yang memanfaatkan
radiasi pengion dan non pengion untuk diagnosa dan
terapi.

3.

Unit Pelayanan Radiologi, adalah unit kerja yang


mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan
pelayanan radiologi kepada masyarakat.

4.

Angka kredit, adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan


danlatau akumulasi butir-butir kegiatan yang harus
dicapai oleh seorang Radiografer dalam rangka
pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.

5.

Tim penilai angka kredit, adalah tim yang dibentuk dan


ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas
menilai prestasi kerja Radiografer.
BAB II

RUMPUN JABATAN, INSTANSI PEMBINA, KEDUDUKAN


DAN TUGAS POKOK

(1)

Jabatan Fungsional Radiografer


Rumpun Kesehatan;

termasuk

dalam

(2)

lnstansi pembina Jabatan Fungsional Radiografer


adalah Departemen Kesehatan.

(1) Radiografer berkedudukan sebagai pelaksana teknis


fungsional di bidang pelayanan radiologi pada unit
pelayanan kesehatan
di lingkungan Departemen
Kesehatan dan instansi lainnya.
(2)

Radiografer sebagaimana dimaksud dalam ayat (I),


adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh
seseorang yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri
Sipil.

Tugas pokok Radiografer adalah melaksanakan pelayanan


radiologi dengan menggunakan energi radiasi pengion dan
non pengion baik di bidang diagnostik maupun terapi sesuai
dengan standar profesi dan standar pelayanan radiologi.
BAB Ill

UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN

Unsur dan sub unsur kegiatan Radiografer yang dinilai angka


kreditnya terdiri dari:
a.

b.

Pendidikan, nieliputi :
1.

Mengikuti pendidikan sekolah dan mendapat


ijazahl gelar;

2.

Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di


bidang radiologi dar~imejing dan memperoleh Surat
Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL).

Pelayanan radiologi dan imejing, meliputi :

I. Merencanakan
penyelenggaraan
radiologi dan imejing;

pelayanan

2.

Melakukan tindakan teknik pemeriksaan radiologi


non kontraslpemeriksaan rutin;

3.

Melakukan tindakan prosesing film;

4.

Melaksanakan tindakan teknik


radiologi dengan bahan kontras;

5.

Melakukan pemeriksaan radiologi dengan alat


canggih;

pemeriksaan

6. Melakukan treatment planing sistem pada teknik


penyinaran radioterapi;
7.

Melakukan tindakan penyinaran pada terapi radiasi;

8.

Melakukan tindakan proteksi radiasi;

9. Melakukan pekerjaan di Mould Room;


10. Melakukan teknik pemeriksaan kedokteran nuklir;

11. Melakukan dinas jaga.


c.

d.

Pengembangan profesi, meliputi ;


1

Membuat karya tulislkarya ilmiah di


radiologi dan imejing;

bidang

2.

Menerjemahkanlrnenyadur b u k ~
dan
~ bahan lainnya
di bidang radiologi dan imejing;

3.

Membuat buku pedomanlpetunjuk pelaksanaanl


petunjuk teknis di bidang radiologi dan imejing;

4.

Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang


radiologi dan imejing.

Penunjang pelayanan radiologi dan imejing, meliputi :

1.

Mengajarlmelatih dalam bidang radiologi dan


imejing;

2.

Mengikuti kegiatan seminarllokakarya di bidang


radiologilkesehatan;

3.

Menjadi anggota organisasi profesi Radiografer;

4.

Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional


Radiografer;

5.

Memperolah gelar kesarjanaan lainnya;

6.

Mendapat penghargaanltanda jasa.

BAB IV
JENJANG JABATAN DAN PANGKAT

(1) Jenjang Jabatan Radiografer dari yang terendah sampai


dengan yang tertinggi yaitu:

a. Radiografer Pelaksana;

b. Radiografer Pelaksana Lanjutan;


c. Radiografer Penyelia.
(2)

Jenjang pangkat dan golongan ruang Radiografer


sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dari yang
terendah sampai dengan tertinggi, yaitu:
a. Radiografer Pelaksana, terdiri dari:
1. Pengatur, golongan ruang Illc;
2. Pengatur Tingkat I, golongan ruang Illd.

b. Radiografer Pelaksanan Lar~jutan,terdiri dari:


1. Penata Muda, golongan ruang Illla;

2. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang Illlb.


c. Radiografer Penyelia, terdiri dari:

1. Penata, golongan ruang Illlc;


2. Penata Tingkat I, golongan ruang Illld.

BAB V

RlNClAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DlNlLAl


DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT

(1) Rincian kegiatan Radiografer sebagai berikut:

a. Radiografer Pelaksana, yaitu:

1.

Melakukan radiografi tulang-t~llangbelakang;

2.

Melakukan radiografi thoraxlcostae;

3.

Melakukan radiografi tulang-tulang ekstrimitas;

4.

Melakukan
panoramix;

5.

Melakukan radiografi
abdomen tiga posisi;

radiografi

gigilgeligi

dengan

BNOIabdomen

dan

6. Melakukan radiografi dengan teknik soft tissue;


7.

Melakukan radiografi bone age/ bone survey;

8.

Melakukan radiografi di ruang rawat inap, kamar


bedah termasuk di poliklinik;

9.

Melakukan prosesing 'film rontgen dengan


manual maupun otomatis;

10. Melakukan pemeliharaan dan perawatan alatalat radiologi;


11. Membuat larutan prosesing film (developer dan
fixer);

12;

Mslakukanidentifikasi foto-foto rontgen;

13. Melakukan penyiapan bahan-bahan kontras


radiografi;
14. Melakukan radiografi cor analisa;

..

15. Melakukan penyinaran terapi radiasi internal;


16. Melakukan penyinaran terapi radiasi eksternal;
17. Melakukan tindakan kedokteran nuklir statik;
18. Memesanlmenel-imalmemeriksa kiriman
mempersiapkan radiofarmaka;

dan

19. Melakukan dinas jaga.


b. Radiografer Pelaksana Lanjutan, yaitu:
1.

Melakukan pengelolaan ruangan radiologi;

2.

Mengevaluasi mutu foto-rontgen;

3.

Melakukan radiografi tulang-tulang muka dan


tulang-tulang kepala;

4.

Melakukan radiografi panggullpelvimetri;

5.

Melakukan radiografi tomografi;

Melakukan radiografi mamografi;


Melakukan radiografi
(tractus urinarius);
Melakukan radiografi
(tractus digestivus);
Melakukan
sistem;
Melakukan
(HSG);

radiografi
radiografi

sistem

perkencingan

sistem

pencernaan

cholecytografilbilliari
histero

salfingografi

Melakukan persiapan pemeriksaan USG;


Melakukan
radiografi
pada
tindakan
pemasangan pace makerlkateterisasi jantung;
Melakukan
radiografi
TubeIERCPlPTCD;

PTCIAPGIRPGTT-

Membuat dokumentasi perencanaan


radiasi dengan foto terapi simulator;

terapi

Mernbuat masker untuk radioterapi;


Membuat contour organ untuk terapi radiasi;
Membuat sistem blokradiasi untuk penyinaran
terapi;
Merr~buatalat bantu penyinaran terapi radiasi;
Melakukan radioimunoassay (RIA);
Melakukan ektraksililusi radiofarmaka;
Melakukan labeling radiofarmaka;
Melakukan
isotop;

persiapan

23. Melakukan dinas jaga.

pelaksanaan

terapi

c. Radiogcafer Penyelia, yaitu:


1.

Menyusun rencana 5 tahunan;

2.

Menyusun rencana tahunan;

3.

Menyusun rencana bulanan;

4.

Mengumpulkan, menyusun, mengolah


menganalisa data pelayanan radiologi;

5.

Membuat laporan (harian, bulanan, tahunan)


pelayanan radiologi;

dan

6. Melakukan tindakan radiografi pembuluh darah


secara digital angiografi substraction (DSA);

7.

Melakukan tindakan pemeriksaan dengan alat


CT scan1CT Helical;

8.

Melakukan tindakan pemeriksaan dengan alat


Spect Gamm Camera;

9.

Melakukan tindakan pemeriksaan dengan alat


MRI;

10. Membuat rencana tekrlik penyinaran terapi


tumor;
11. Membuat kurva isodore tumor;
12. Menghitung dosis radiasi tumorlcancer;
13. Menghitunglmenetapkan waktu terapi radiasi
tumorlcancer;
14. Merencanakan
internal;

tindakan

proteksi

radiasi

15. Merencanakan
eksternal;

tindakan

proteksi

radiasi

16. Melakukan evaluasi tindakan proteksi radiasi


internalleksternal;
17. Melakukan monitor radiasi perorangan;

18. Mengukur
radioterapi;

output

(dosimetri)

19. Melakukan peqgukuran paparan


lingkungan (survey radiasi);

pesawat
radiasi

20. Melakukan tindakan kedokteran nuklir dinamik;


21. Melakukan prosesing data dari pemeriksaan
scintigrafi thallium radio nuclide ventriculografi
(RNV);
22. Melakukan
radioaktif;

tindakan

pengelolaan

limbah

23. Melakukan dinas jaga.

(2) Radiografer yang - melaksanakan


kegiatan
pengembangan profesi dan penurrjang pelayanan
radiologi dan imejing diberikan nilai angka kredit
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I.

Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Radiografer yang


sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan
kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (I),
maka Radiografer lain yang berada satu tingkat di atas atau
satu tingkat di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan
kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari
pimpinan unit kerja yang bersangkutan.

Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 8 ditetapkan sebagai berikut:
a. Radiografer yang melaksanakan tugas Radiografer di atas
jerrjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh
ditetapkan sebesar 80 % (delapan puluh persen) dari
angka kredit setiap butir kegiatan, sebagaimana
tercantum dalam Lampiran I;
b. Radiografer yang melaksanakan tugas Radiografer di
bawah jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh
ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I.

(1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka


kredit terdiri dari:
a. Unsur utama;
b. Unsur penunjang.
(2) Unsur utama terdiri dari:
a. Pendidikan;
b. Pelayanan Radiologi dan imejing;
c. Pengerr~bangan
profesi.
(3) Unsur penunjang adalah kegiatan yang mer~dukung
pelaksanaan tugas Radiografer sebagaimana tersebut
dalam Pasal 5 huruf d.
(4) Rincian kegiatan Radiografer dan angka kredit masingmasing unsur sebagaimana dimaksud datam ayat (1)
adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I.
Pasal II

( I ) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus


dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat
diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatanlpangkat
Radiografer adalah sebagaimana tercantum dalam
Lampiran II, dengan ketentuan:
a. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen)
angka kredit berasal dari unsur utama; dan
b. Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen)
angka kredit berasal dari unsur penunjang.

(2) Radiografer yang memiliki angka kredit melebihi angka


kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatanlpangkat
setingkat lebih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut
diperhitungkan untuk
kenaikan
jabatanlpangkat
berikutnya.
(3) Radiografer yang telah mencapai angka kredit untuk
kenaikan jabatanlpangkat pada tahun pertama dalam
masa jabatanlpangkat yang didudukinya, pada tahun

bel-iku,tnya. diwajibkan mengumpulkan angka kredit


sekurang-kurangnya 20 % (dua puluh persen) dari
jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan
jabatanlpangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari
kegiatan pelayanan radiologi dan imejing danlatau
pengembangan profesi.
(4) Radiografer Penyelia, pangkat Penata Tingkat I,
golongan ruang Illld, setiap tahun sejak menduduki
pangkatljabatannya diwajibkan mengumpulkan angka
kredit dari kegiatan pelayanan radiologi dan imejing
danlatau pengembangan profesi sekurang-kurangnya
10 (sepuluh) angka kredit.

(1) Radiografer yang secara bersama-sama membuat karya


tulislkarya ilmiah di bidang radiologi dan imejing,
pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut:
a. 60 % (enam puluh persen) bagi penulis utama;
b. 40 % (empat puluh persen) dibagi rata untuk semua
penulis pembantu.
(2)

Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud


dalam ayat (1) huruf b sebanyak-banyaknya terdiri dari 3
(tiga) orang.
BAB VI
PENlLAlAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT

(1) Radiografer yang menurut perhitungan sendiri telah


dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan
untuk kenaikan jabatanlpangkat, secara hirarkhi dapat
mengusulkan penilaian dan penetapan angka kredit
kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka
kredit.
(2)

Penilaian dan penetapan angka kredit Radiografer


dilakukan sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam 1
(satu) tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode
kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 14

(I)
Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit
Radiografer adalah sebagai berikut :

a. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Medik


Departemen Kesehatan bagi Radiografer Pelaksana
sampai dengan Radiografer Penyelia yang bekerja
pada unit pelaksana teknis pelayanan kesehatan
dilingkungan Departemen Kesehatan;
b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bagi Radiografer
Pelaksana sampai dengan Radiografer Penyelia
yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan tingkat
provinsi;
c. Kepala Dinas Kesehatan KabupatenlKota bagi
Radiografer Pelaksana sampai dengan Radiografer
Penyelia yang bekerja pada unit pelayanan
kesehatan tingkat kabupatenlkota;

d. Pimpinan Unit Pelayanan Kesehatan diluar


Departemen Kesehatan bagi Radiografer Pelaksana
sampai dengan Radiografer Penyelia yang bekerja
pada unit pelayanan kesehatan masing-masing;

(2) Dalam merljalankan kewenangannya, pejabat sebagaimana dimaksud dalam ayat (I)dibantu oleh :
a. Tim Penilai Jabatan Radiografer Pusat bagi
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Medik
Departemen Kesehatan, selanjutnya disebut Tim
Penilai Pusat;
b. Tim Penilai Jabatan Radiografer Provinsi bagi
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, selanjutnya
disebut Tim Penilai Provinsi;
c. Tim Penilai Jabatan Radiografer KabupatenfKota
bagi Kepala Dinas Kesehatan KabupatenIKota,
selanjutnya disebut Tim Penilai KabupatenIKota;

d. Tim Penilai Jabatan Radiografer lnstansi bagi


Pimpinan Unit Pelayanan Kesehatan yang
bersangkutan diluar Departemen Kesehatan,
selanjutnya disebut Tim Penilai Instansi.

Pasal 15
(1) Susunan keanggotaan Tim Penilai Pusat, Tim Penilai
Provinsi, Tim Penilai KabupatenIKota, dan Tim Penilai
lnstansi terdiri dari Pegawai Negeri Sipil dengan
susunan sebagai berikut:
a. Seorang Ketua merangkap anggota;
b. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota;

c. Seorang Sekretaris merangkap anggota;


d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota.
(2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai
Pusat, Tim Penilai Provinsi, Tim Penilai KabupaienIKota,
dan Tim Penilai lnstansi ditetapkan oleh :

a. Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen


Kesehatan untuk Tim Penilai Pusat;
b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk Tim Penilai
Provinsi;
c. Kepala Dinas Kesehatan KabupatenIKota untuk Tim
Penilai KabupatenIKota;
d. Pimpinan Unit Pelayanan Kesehatan diluar
Departemen Kesehatan yang bersangkutan untuk
Tim Per~ilaiInstansi.
(3) Anggota Tim Penilai Pusat, Tim Penilai Provinsi, Tim
Penilai KabupatenIKota, dan Tim Penilai lnstansi adalah
Radiografer atau pejabat lain, dengan ketentuan:

a. Jabatanlpangkat serendah rendahnya sama dengan


jabatanlpangkat Radiografer yang dinilai;
b. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai
prestasi kerja Radiografer; dan

c. Dapat aktif melakukan penilaian.


(4) Masa jabatan anggota Tim Penilai Pusat, Tim Penilai
Provinsi, Tim Penilai KabupatenIKota, dan Tim Penilai
lnstansi adalah 3 (tiga) tahun.

(5)

Apabila Tim Penilai Provinsi belum dapat dibentuk


karena belum ada Radiografer danlatau pejabat yang
memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (3),
maka penilaian dan penetapan angka kredit dilakukan
oleh Tim Penilai Pusat.

(6) Apabila Tim Penilai KabupatenlKota belum dapat


dibentuk karena belum ada Radiografer danlatau
pejabat yang memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud ayat (3), maka penilaian dan penetapan
angka kredit dilakukan oleh Tim Penilai Provinsi yang
bersangkutan.
(7) Apabila Tim Penilai lnstansi belum dapat dibentuk
karena belum ada Radiografer danlatau pejabat yang
memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (3),
maka penilaian dan penetapan angka kredit dilakukan
oleh Tim Penilai Provinsi yang bersangkutan.
Pasal 16
(1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim
Penilai Pusat, Tim Penilai Provinsi, Tim Penilai
KabupatenIKota, dan Tim Penilai lnstansi dalam 2 (dua)
masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali
setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa
jabatan.
(2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai Pusat, Tim Penilai
Provinsi, Tim Penilai KabupatenlKota, dan Tim Penilai
lnstansi yang ikut dinilai, maka Ketua Tim Penilai
sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 ayat (1) dapat
mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti.

Pasal 17

Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Pusat, Tim
Penilai Provinsi, Tim Penilai KabupatenIKota, dan Tim Penilai
lnstansi ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
Pasal 18

Usul penetapan angka kredit Radiografer diajukan oleh :


a.

Kepala Rumah Sakit atau pimpinan unit pelayanan


kesehatan lainnya dilingkungan Departemen Kesehatan
kepada Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen
Kesehatan untuk angka kredit Radiografer Pelaksana

sampai dengan Radiografer Penyelia yang bekerja pada


unit pelaksana teknis pelayanan kesehatan dilingkungan
Departemen Kesehatan;

b.

Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat lain yang


ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepada
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk angka kredit
Radiografer Pelaksana sampai dengan Radiografer
Penyelia yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan
tingkat provinsi;

c.

Kepala Bagian Tata Usaha atau pejabat lain yang


ditunjuk oleh Kepala Dinas Kesehatan KabupatenIKota
kepada Kepala Dinas Kesehatan KabupatenIKota untuk
angka kredit Radiografer Pelaksana sampai dengan
Radiografer Penyelia yang bekerja pada unit pelayanan
kesehatan tingkat kabupatenlkota;

d.

Pimpinan unit kerja yang bersangkutan kepada


pimpinan unit pelayanan kesehatan untuk angka kredit
Radiografer Pelaksana sampai dengan Radiografer
Penyelia yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan
diluar Departemen Kesehatan.

Pasal 19
(1)

Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang


berwenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat
(I), digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan
jabatanlpangkat Radiografer sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang


menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam
pasal 14 ayat (I), tidak dapat diajukan keberatan oleh
Radiografer yang bersangkutan.

BAB VII
PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN
MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARl JABATAN

Pengangkatan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil


dalam dan dari jabatan Radiografer, ditetapkan dengan
keputusan pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

BAB Vlll
SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN

(1)

Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan


Radiografer, adalah sebagai berikut:
a. Berijazah Diploma Ill bidang radiologi;
b. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur,
golongan ruang Illc;

c. Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan


fungsional dibidang radiologi dan imejing; dan
6.- Setiap unsur- Pznilaian Pelaksanaan Pekerjaan
(DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1
(satu) tahun terakhir.

(2)

Penetapan jenjang jabatan Radiografer sebagaimana


dimaksud dalam ayat (I), ditetapkan berdasarkan
jumlah angka kredit yang diperoleh dari unsur utama
dan unsur penunjang, setelah ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang menetapkan angka kredit.

Disamping persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 21,


pengangkatan dalam jabatan Radiografer harus:
a.

Sesuai dengan formasi jabatan Radiografer yang


ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara.

b.

Memenuhi angka kredit kumulatif


ditentukan untuk jenjang jabatannya.

minimal

yang

(1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke


dalam jabatan Radiografer dapat dipertimbangkan
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam
Pasal21 dan Pasal22;

b. Memiliki pengalaman dalam kegiatan di bidang


pelayanan radiologi dan imejing sekurang-kurangnya
2 (dua) tahun;
c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum batas
usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya;
dan

d. Setiap unslrr Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan


(DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1
(satu) tahun terakhir.
(2)

Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil


sebagaimana dimaksud pada ayat (I), adalah sama
dengan pangkat yang dimiliki, dan jenjang jabatannya
ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

(3)

Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (2),


ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang.
BAB IX
PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN
KEMBALI, PEMBERHENTIAN DAN
PERPINDAHAN DARl JABATAN

(1)

Radiografer Pelaksana pangkat Pengatur golongan


ruang Illc sampai dengan Radiografer Penyelia pangkat
Penata golongan ruang Illlc dibebaskan sementara dari
jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 ( lima ) tahun
sejak menduduki pangkatljabatan terakhir tidak dapat
mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk
kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

(2)

Radiografer Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan


ruang Illid dibebaskan sementara dari jabatannya
apabila
setiap
tahun
sejak diangkat
dalam
pangkatljabatannya terakhir tidak dapat mengumpulkan
angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari
kegiatan pelayanan radiologi dan imejing danlatau
pengembangan profesi.

(3)

Disamping perr~bebasan sementara sebagaimana


dimaksud ayat (1) dan ayat (2), Radiografer juga
dibebaskan sementara dari jabatannya, apabila:

a. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil


dengan tingkat hukuman disiplin sedang atau berat
berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat;
b. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri
Sipil;
c. Ditugaskan secara
Radiografer;

penuh

di

luar

jabatan

d. Menjalani cuti di luar tanggungan negara, kecuali


untuk persalinan; atau

e. Merrjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.

(1) Radiografer yang telah selesai menjalani pembebasan


sementara sebagairnana dimaksud dalam Pasal 24
dapat diangkat kembali dalam jabatan Radiografer.

(2) Pengangkatan kembali dalam jabatan .Radiografer


sebagaimana dimaksud ayat (I),
dapat menggl~nakan
angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi
dibidang pelayanan radiologi dan imejing yang diperoleh
selama tidak menduduki jabatan Radiografer setelah
ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan
angka kredit.

Radiografer diberhentikan dari jabatannya apabila:


a.

Dalam jangka waktu I (satu) tahun sejak dibebaskan


sementara dari ' jabatannya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 24 ayat (1) tidak dapat mengumpulkan
angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi;

b.

Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan


sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 24 ayat (2),tidak dapat mengump~~lkan
angka kredit yang ditentukan; atau

c.

Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan


tingkat hukuman disiplin berat dan telah mempunyai

kekuatan hukum yang tetap, kecuali . hukuman disiplin


berat berupa penurunan pangkat.

Untuk kepentingan dinas danlatau dalam rangka menambah


pengetahuan, pengalaman dan pengembangan karier,
Radiografer dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau
jabatan fungsional lain, sepanjang memenuhi persyaratan
jabatan yang ditentukan.

BAB X
PENYESUAIANIINPASSING DALAM JABATAN
DAN ANGKA KREDIT
Pasal28
--

(1) Pegawai Negeri Sipil yang pada saat ditetapkan


Keputusan ini telah melaksanakan tugas sebagai
Radiografer berdasarkan keputusan pejabat yang
berwenang, dapat disesuaikanlinpassing dalam jabatan
Radiografer dengan ketentuan:

a. Berijazah Diploma IIIIAkademi bidang radiologi atau


Diploma IllIAkademi lain sesuai kualifikasi yang
ditentukan;

b. serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur,


golongan ruang Illc; dan
c. setiap unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
sekurang-kurangya bernilai baik dalamI (satu) tahun
terakhir.
(2)

Angka kredit kumulatif untuk penyesuaianlinpassing


dalam jabatan Radiografer sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran
Ill.

(3)

Untuk menjamin perolehan angka kredit bagi Pegawai


Negeri Sipil yang disesuaikanldiinpassing sebagaimana
maka pelaksanaan penyesuaian
dimaksud pada ayat (I),
/ inpassing perlu mempertimbangkan formasi jabatan
Radiografer.

BAB XI

PENUTUP

Petunjuk pelaksanaan keputusan ini, diatur lebih lanjut


oleh Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara.

Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan


tugas pokok radiografer sehingga ketentuan dalam
keputusan ini tidak sesuai lagi, maka keputusan ini dapat
ditinjau kernbali.

Keputusan ini berlaku sejak tanggal diblapkan,


Ditetapkan
: di Jakarta
pada tanggal : 3 Desember

2002