Anda di halaman 1dari 11

KEPANITERAAN KLINIK KEPERAWATAN SENIOR

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNSYIAH
2014
Created by
Zefriadi Nur, S.Kep
1307101040079

Dermatitis adalah peradangan pada


kulit ( inflamasi pada kulit ) yang
disertai dengan pengelupasan kulit ari

Jenis Dermatitis

1.

Contact Dermatitis
Dermatitis kontak adalah
dermatitis yang disebabkan oleh
bahan/substansi yang menempel
pada kulit.
a.
b.

Dermatitis Kontak Iritan


Dermatitis Kontak Alergik

2. Neurodermatitis
Peradangan kulit kronis, gatal,
sirkumstrip, ditandai dengan kulit
tebal dan garis kulit tampak lebih
menonjol(likenifikasi) menyerupai kulit
batang kayu, akibat garukan atau
gosokan yang berulang-ulang karena
berbagai ransangan pruritogenik.

3.Seborrheic Dermatitis

Kulit terasa berminyak dan licin;


melepuhnya sisi-sisi dari hidung,
antara kedua alis, belakang telinga
serta dada bagian atas.

4. Stasis Dermatitis
Merupakan dermatitis sekunder akibat
insufisiensi kronik vena(atau hipertensi
vena) tungkai bawah. Yang muncul
dengan adanya varises, menyebabkan
pergelangan kaki dan tulang kering
berubah warna menjadi memerah atau
coklat, menebal dan gatal.

5. Atopic Dermatitis
Merupakan keadaan peradangan kulit
kronis dan resitif, disertai gatal yang
umumnya sering terjadi selama masa
bayi dan anak-anak.

ETIOLOGI

Penyebab Dermatitis secara umum


dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Luar
(eksogen)
misalnya
bahan kimia (deterjen, oli,
semen, asam, basa), fisik
(sinar
matahari,
suhu),
mikroorganisme
(mikroorganisme, jamur).

b) Dalam ( endogen ) misalnya


dermatitis atopik.

MANIFESTASI KLINIS

Meskipun setiap jenis dermatitis memiliki


gejala yang berbeda, ada tanda-tanda
tertentu yang umum untuk mereka
semua, termasuk kemerahan pada kulit,
bengkak , gatal-gatal dan lesi kulit dan
kadang-kadang berdarah dan jaringan
parut.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan yang telah


dipaparkan, dapat kita ambil sebuah
kesimpulan bahwa penyakit dermatitis
merupakan peradangan kulit epidermis
dan dermis sebagai respon terhadap
pengaruh faktor eksogen atau faktor
endogen, menimbulkan kelainan klinis
pada kulit.