Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Bpk.

T DENGAN TUMOR PARU DI RUANG GEULIMA 2 RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2012

Pengkajian primer
Airway: Pasien bernafas menggunakan kanula nasal
dengan konsentrasi 4 L, pasien batuk.
Breathing: Pursed lips breathing (+), retraksi iga (+)

RPD:
Bpk. T menderita Diabetes Mellitus 4 tahun
yang lalu, dan juga pernah dirawat sekitar
sebulan yang lau dengan keluhan yang sama
seperti sekarang ini.

Bpk. T (65
tahun)

Tumor Paru

Pengkajian Sekunder
Pemeriksaan laboratorium: 20 Desember 2012
Hb 11,1 gr/dl, leukosit 11,4 x 105/ul, LED 17
mm/jam, trombosit 155 x 103/ul, Ht 30%,
kreatinin 2,0 mg/dl, ureum 50 mg/dl.
Pemeriksaan radiologik: 19 Desember 2012
Foto thoraks:
Terapi
IVFD NaCl, Metil prednisolon, Ranintidin,
Levofloxacin, Allupurinol, laxadine

RPK:
Pasien mengatakan tidak ada anggota
keluarga yang mengalami sakit seperti
beliau. Namun beliau memiliki riwayat
DM dari keluarganya.

RPS:
Pasien datang ke RSUDZA pada tanggal 10
Desember 2012 dengan keluhan sesak naps
sekitar 4 bulan yang lalu, semakin lama semakin
berat, sering kambuh dan waktunya tidak tentu,
sering nyeri dada dibagian kanan atas dan
menjalar ke punggung sekitar 2 bulan yang lalu,
susah menelan, lemas, nafsu makan berkurang.

Diagnosa Keperawatan

Kerusakan pertukaran gas b.d. Penurunan


kapasitas pembawa oksigen darah.
Tujuan: Tidak terjadinya kerusakan
pertukaran gas
Kriteria hasil: menunjukkan perbaikan
ventilasi dan oksigenasi, bebas gejala distres
pernafasan

Intervensi:
Mandiri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Catat frek. dan kedalaman pernafasan


Auskultasi paru
Kaji perubahan tingkat kesadaran
Berikan posisi nyaman
Ubah posisi dengan sering
Bantu latihan nafas dalam dan napas bibir
Dorong periode istirahat

Kolaborasi
1. Berikan oksigen sesuai indikasi
2. Buat gambaran GDA

Bersihan jalan nafas takefektif b.d.


keterbatasan gerakan dada.
Tujuan: Bersihan jalan nafas efektif
Kriteria hasil: menunjukkan patensi jalan
napas, cairan sekret mudah dikeluarkan.

Nyeri berhubungan dengan invasi tumor.


Tujuan:Nyeri hilang atau terkontrol
Kriteria hasil: melaporkan dapat rileks dan
istirahat dengan baik, dapat berpartisipasi dalam
aktivitas yang diinginkan

Intervensi:
Mandiri

Intervensi:
Mandiri

1.
2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Auskultasi dada untuk karakter bunyi napas


Bantu pasien untuk napas dalam
Observasi jumlah dan karakter sputum
Penghisapan bila batuk lemah
Dorong masukan cairan per oral (2500
ml/hari)
6. Kaji nyeri dan ketidaknyamanan
Kolaborasi
1. Berikan oksigen sesuai indikasi
2. Berikan bronkodilator

Kaji intensitas nyeri


Kaji pernyataan verbal dan nonverbal
Evaluasi keefektifan pemberian obat
Dorong menyatakan perasaan tentang nyeri
Berikan tindakan kenyamanan
Jadwalkan periode istirahat

Kolaborasi
1. Berikan analgesik rutin

Evaluasi

Dx 1 (24 Des12)
S : Pasien mengatakan merasa lemah dan lelah ketika
bernapas.

Dx 2 (24 Des12)
S : Pasien mengatakan sesak dan terasa sulit bernapas.

Dx 3 (24 Des12)
S : Pasien mengatakan nyeri di bagian dada, dan terasa
seperti panas

O: terdapat sputum
O: Pernapasan cuping hidung, retraksi iga.

O: wajah pasien meringis dan sulit diajak bicara


A: Bersihan jalan napas tak efektif

A: Kerusakan pertukaran gas

A: Nyeri
P : Sesuai intervensi awal

P : Sesuai intervensi awal


I : Mencatat frek. dan kedalaman pernafasan
mengauskultasi paru
Mengkaji perubahan tingkat kesadaran
Memberikan posisi nyaman
Mengubah posisi dengan sering
Membantu latihan nafas dalam dan napas bibir
Mendorong periode istirahat
Meberikan oksigen sesuai indikasi
E : RR: 26 x/i, bunyi paru, kesadaran kompos mentis,
pasien melakukan napas dalam, oksigen terpasang 4
L.

P : Sesuai intervensi awal


I : Menauskultasi dada untuk karakter bunyi napas
Membantu pasien untuk napas dalam
Mengobservasi jumlah dan karakter sputum
Mendorong masukan cairan per oral (2500 ml/hari)
Memberikan oksigen sesuai indikasi
E : Bunyi napas, Pasien melakukan napas dalam,
Oksigen terpasang 4 L.

I : Mengkaji intensitas nyeri


Mengkaji pernyataan verbal dan nonverbal
Mendorong pasien menyatakan perasaan tentang nyeri
Memerikan tindakan kenyamanan
Memberikan analgesik rutin
E : Intensitas nyeri 7, pernyatan verbal dan non-verbal
sama.

Dx 2 (25 Des12)

Dx 1 (25 Des12)
S : Pasien mengatakan merasa lemah dan lelah ketika
bernapas.

S : Pasien mengatakan sesak dan terasa sulit bernapas.

Dx 3 (25 Des12)
S : Pasien mengatakan nyeri di bagian dada sedikit
berkurang, dan terasa seperti panas

O: terdapat sputum
O :Pernapasan cuping hidung, retraksi iga.

O: wajah pasien meringis dan sulit diajak bicara


A: Bersihan jalan napas tak efektif

A :Kerusakan pertukaran gas

A: Nyeri
P : Sesuai intervensi awal

P : Sesuai intervensi awal


I : Mencatat frek. dan kedalaman pernafasan
mengauskultasi paru
Mengkaji perubahan tingkat kesadaran
Memberikan posisi nyaman
Mengubah posisi dengan sering
Membantu latihan nafas dalam dan napas bibir
Mendorong periode istirahat
Meberikan oksigen sesuai indikasi
E : RR: 27 x/i, bunyi paru, kesadaran kompos mentis,
pasien melakukan napas dalam, oksigen terpasang 4
L.

P : Sesuai intervensi awal


I : Menauskultasi dada untuk karakter bunyi napas
Membantu pasien untuk napas dalam
Mengobservasi jumlah dan karakter sputum
Mendorong masukan cairan per oral (2500 ml/hari)
Memberikan oksigen sesuai indikasi
E : Bunyi napas, Pasien melakukan napas dalam,
Oksigen terpasang 4 L.

I : Mengkaji intensitas nyeri


Mengkaji pernyataan verbal dan nonverbal
Mendorong pasien menyatakan perasaan tentang nyeri
Memerikan tindakan kenyamanan
Memberikan analgesik rutin
E : Intensitas nyeri 6, pernyatan verbal dan non-verbal
asma.

Dx 1 (26 Des12)
S : Pasien mengatakan merasa lemah dan lelah ketika
bernapas.

Dx 2 (26 Des12)
S : Pasien mengatakan sesak dan terasa sulit bernapas.

Dx 3 (26 Des12)
S : Pasien mengatakan nyeri di bagian dada masih sma
seperti kemarin, dan terasa seperti panas

O: terdapat sputum
O :Pernapasan cuping hidung, retraksi iga.

O: wajah pasien meringis dan sulit diajak bicara


A: Bersihan jalan napas tak efektif

A :Kerusakan pertukaran gas

A: Nyeri
P : Sesuai intervensi awal

P : Sesuai intervensi awal


I : Mencatat frek. dan kedalaman pernafasan
mengauskultasi paru
Mengkaji perubahan tingkat kesadaran
Memberikan posisi nyaman
Mengubah posisi dengan sering
Membantu latihan nafas dalam dan napas bibir
Mendorong periode istirahat
Meberikan oksigen sesuai indikasi
E : RR: 27 x/i, bunyi paru, kesadaran kompos mentis,
pasien melakukan napas dalam, oksigen terpasang 4
L.

P : Sesuai intervensi awal


I : Menauskultasi dada untuk karakter bunyi napas
Membantu pasien untuk napas dalam
Mengobservasi jumlah dan karakter sputum
Mendorong masukan cairan per oral (2500 ml/hari)
Memberikan oksigen sesuai indikasi
E : Bunyi napas, Pasien melakukan napas dalam,
Oksigen terpasang 4 L.

I : Mengkaji intensitas nyeri


Mengkaji pernyataan verbal dan nonverbal
Mendorong pasien menyatakan perasaan tentang nyeri
Memerikan tindakan kenyamanan
Memberikan analgesik rutin
E : Intensitas nyeri 6, pernyatan verbal dan non-verbal
sama.