Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TUBERCULOSIS PARU DI RUANG GEULIMA 2 RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012


Bpk. Z
(35 tahun)

Tuberkulosis
Paru

RPD:

RPK:

RPS:

Pasien mengatakan dia tidak memiliki


riwayat hipertensi, diabetes mellitus, ginjal
maupun yang lainnya. Pasien memiliki
riwayat merokok dari 23 tahun yang lalu
sampai sekarang dan berhenti semenjak
dirawat. Pada tahun 1991 beliau pernah
mengalami batuk dahak disertai darah.
Namun, beliau hanya membiarkannya.

Pasien mengatakan tidak ada anggota


keluarga yang mengalami penyakit yang
sama dengan pasien.

Pasien datang ke RSUDZA pada tanggal 18


Desember 2012 dengan keluhan sesak setelah
5 hari dirawat di RSU Sigli. Selain itu, pasien
juga cepat mengalami kelelahan ketika
beraktivitas. Pasien batuk mengeluarkan
sputum namun tanpa darah. Pasien juga
mengeluarkan banyak keringat di malam hari.

Pengkajian

Primer
Airway: Pasien bernafas menggunakan
kanula nasal dengan konsentrasi O2: 3 L,
pasien batuk, berdahak tanpa disertai darah.
Breathing: Pursed lips breathing (+),
sesak, RR: 21 x/i, Ekspansi dada sama,
TFka=TFki, perkusi sonor, ronkhi (+) di
pulmo dextra.
Circulation: TD: 120/60 mmHg.
Dissability: Lemah, kesadaran kompos
mentis, kekuatan otot: 5, skala
ketergantungan: 1
Exposure: pasien sulit tidur di malam hari,
pasien terpasang IVFD, ditemukan gatalgatal di badan pasien. Pasien tampak
gelisah dan bertanya-tanya mengenai
kesembuhannya.
Heart rate: N: 87 x/i.

Sekunder
1. Pemeriksaan lab: 23 Desember 2012
a. Hematokrit: 35%
b. Hemoglobin: 12,4 gr/dl
c. Leukosit: 7,1 x 10/ul
d. Thrombosit: 216
2. Pemeriksaan radiologi: 18 Desember
2012

Terapi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

IVFD KAEN
Ceftriaxone
Paracetamol
Codein
Aminophilin
Ventolin
Flixotide
O2: 3 L

Diagnosa
Keperawatan

Kurang pengetahuan mengenai


kondisi, aturan tindakan, dan
pencegahan b.d. kurang terpajan
dengan informasi, keterbatasan
kognitif

Bersihan jalan nafas


takefektif b.d. sekret
kental atau sekret darah.

Kerusakan
pertukaran gas b.d.
kerusakan membran
alveolar.

Perubahan pola tidur b.d.


perubahan pada
pernafasan, tekanan
psikologis.

Ansietas b.d.
ancaman/perubahan status
kesehatan.

Tujuan: Bersihan jalan


nafas efektif
Kriteria hasil:
Mempertahan jalan nafas,
mengeluarkan sekret tanpa
bantuan

Tujuan: tidak terjadi


kerusakan pertukaran
gas
Kriteria hasil: Tak
adanya dispnea, bebas
gejala distres
pernafasan

Tujuan: Pola tidur


adekuat
Kriteria hasil: Penurunan
terhadap pikiran yang
melayang-layang,
melaporkan dapat
beristirahat dengan cukup
Intervensi:

Tujuan: Tidak terjadi


ansietas.
Kriteria hasil:
Melaporkan
takut/ansietas
hilang/menurun.

Tujuan: Kebutuhan akan


pengetahuan terpenuhi
Kriteria hasil: Menyatakan
pemahaman mengenai prognosis
dan kebutuhan pengobatan

Intervensi:

Intervensi:

1. Anjurkan latihan di
siang hari
2. Evaluasi tingkat stress
3. Lengkapi jadwal tidur
dan ritual secara teratur
4. Berikan makanan kecil
di sore hari, susu
hangat, mandi, dan
massase.
5. Turunkan jumlah
minum di sore hari
6. Putarkan musik yang
lembut
7. Obat sesuai indikasi

1. Catat derajat
ansietas/takut.
2. Jelaskan proses
penyakit dan prosedur
3. Anjurkan keluarga
untuk sering
menemani pasien
4. Berikan tindakan
kenyamanan
5. Bantu pasien
mengidentifikasi
perilaku yang nyaman
6. Dukung pasien
menerima realita

1. Kaji kemampuan belajar


pasien
2. Identifikasi gejala yang harus
dilapor pada perawatan
3. Tekankan pentingnya
mempertahankan protein
tinggi
4. Berikan instruksi dan
informasi tertulis mengenai
jadwal obat
5. Jelaskan dosis obat, frek., dan
kerja obat.
6. Kaji potensial efek samping
7. Tidak minum alkohol/rokok

Intervensi:
1. Kaji fungsi pernafasan
2. Catat kemampuan
batuk efektif
3. Berikan posisi
semifowler
4. Bersihkan sekret dari
mulut dan trakea
5. Pertahankan masukan
cairan min. 2500
ml/hari
6. Oksigen dan obat
sesuai indikasi

Intervensi:
1. Kaji
dispnea/takipnea
2. Evaluasi perubahan
tingkat kesadaran
3. Dorong nafas bibir
saat ekshalasi
4. Tingkatkan tirah
baring
5. Awasi GDA
6. Oksigen sesuai
indikasi

Evaluasi

Dx 2
(25 Des12)

Dx 3
(25 Des12)

Dx 4
(25 Des12)

S : Pasien mengatakan
mengalami kelelahan
saat bernafas

S : Pasien mengeluhkan tidur


tidak nyenyak karena dada
panas

S : Pasien mengatakan cemas,


takut penyakitnya tidak
sembuh

O : adanya retraksi iga


saat bernafas

O : Pasien lemah

O: Pasien terus bertanya


mengenai kesembuhannya

Dx 1
(25 Des12)
S : Pasien mengatakan sulit
bernafas karena ada
sekret, dan terasa panas di
bagian dada
O : Pasien batuk dan
mengeluarkan sekret,
bunyi paru Creckel kasar

A : Perubahan pola tidur


A : Kerusakan pertukaran
gas
P : Sesuai intervensi awal

P : Sesuai intervensi awal

: mengkaji fungsi
pernafasan
mencatat kemampuan
batuk efektif
memberikan posisi
semifowler
mempertahankan
masukan cairan min. 2500
ml/hari
Oksigen dan obat sesuai
indikasi

E : Bunyi nafas krekel, RR:


22 x/i, dalam dan
menggunakan otot
aksesori

S : O : Pasien banyak bertanya tentang


penyakitnya
A : Kurang pengetahuan mengenai
kondisi, prognosis, dan tindakan

A: Ansietas
P : Sesuai intervensi awal

P : Sesuai intervensi awal


P: Sesuai intervensi awal

A : Bersihan jalan nafas


takefektif

Dx 5
(25 Des12)

: mengkaji
dispnea/takipnea
mengevaluasi
perubahan tingkat
kesadaran
mendorong nafas bibir
saat ekshalasi
meningkatkan tirah
baring
Oksigen sesuai
indikasi

E : Adanya tanda distres


pernafasan (retraksi
iga dan cuping
hidung), kesadaran
kompos mentis

: Menganjurkan latihan di
siang hari
Melengkapi jadwal tidur
dan ritual secara teratur
Menurunkan jumlah
minum di sore hari
Obat sesuai indikasi

E : Pasien tidur dengan


melakukan ritual

I
I: Mencatat derajat
ansietas/takut.
Menjelaskan proses
penyakit dan prosedur
Menganjurkan keluarga
untuk sering menemani
pasien
Mendukung pasien
menerima realita
E: Derajat ringan, pasien bisa
menerima penyakitnya.

: Mengkaji kemampuan belajar


pasien
Mengidentifikasi gejala yang
harus dilapor pada perawatan
Menekankan pentingnya
mempertahankan protein tinggi
Menekankan agar tidak minum
alkohol/rokok

E : Pasien melakukan diet tinggi


protein dan berhenti merokok