Anda di halaman 1dari 4

8/6/13

Makna dan Energi Sholat yang Maha Dahsyat

MudWarz - Getting Dirty 6


4x4 truck mud bog action Over 70 mins of mudding action
oleh carwarz di YouTube

Kom pasiana

Kom pas.com

Berita

Home

Politik

Humaniora

Cetak

Humaniora

ePaper

Filsafat

Ekonomi

Kom pas TV

Hiburan

Bola

Olahraga

Entertainm ent

Lifestyle

Tekno

Wisata

Otom otif

Kesehatan

Fem ale

Tekno

Health

Media

Properti

Muda

Urbanesia

Green

Im ages

Jakarta

More

Fiksiana

Freez

REGISTRASI | MASUK

Artikel

Filsafat
Gusti Yan

TERVERIFIKASI

Jadikan Tem an | Kirim Pesan

Pangeran Bumi

Makna dan Energi Sholat yang Maha


Dahsyat
OPINI | 26 February 2010 | 09:24

Dibaca: 1077

Komentar: 18

Mohon maaf sebelumnya, saya ingin berbagi pemahaman dan keyakinan yang telah
membuat saya menjadi khusyu dalam menjalankan ibadah Sholat, penghadapan
menjadi jelas terarah, tidak mengambang, dan merasakan energi alam yang maha
dahsyat di saat saya menjalankan ibadah sholat. Bagi anda yang meyakini, silahkan
mengamalkannya, bagi yang tidak sependapat dengan pemahaman saya silahkan
cukup dijadikan perbendaharaan pengetahuan.
Dimana saya memaknakan Illahi adalah Wujud dari Energi Bumi alam semesta raya
Alief = Sifat Api = Tegak lurus
Penyelarasan Diri dengan Sifat Api adalah Takbiratul Ikhram dalam Sholat
Dimana pada saat saya melakukan Takbiratul Ikhram, dengan tenang dan konsentrasi,
kemudian menarik napas secara halus dan perlahan, dan menahan napas di ulu hati,
dengan niat menyelaraskan diri dengan sifat Api, selama membaca surat dalam posisi
takbiratul ikhram tetap dengan tarik napas dan menahan napas di ulu hati, sehingga
betul-betul merasakan kehangatan mengalir ke seluruh tubuh.
Lam ke1 = Sifat Angin = Bergerak ke kanan & ke kiri, ke depan & ke belakang, kecuali
angin ribut atau angin puting beliung.
Penyelarasan Diri dengan Sifat Angin adalah Ruku dalam Sholat
Pada saat saya melakukan ruku, saya pun menarik napas dengan halus dan perlahan,
dengan niat menyelaraskan diri dengan sifat angin, sampai betul-betul merasakan
desiran angin di seluruh tubuh. Selanjutnya kembali berdiri, saya melakukan hal yang
sama seperti pada saat takbiratul ikhram, hanya berbeda bacaan.
Lam ke2 = Sifat Air = Bergerak dari atas ke bawah mencari titik terendah, huruf Lam
ke2 langsung terhubung dengan huruf (Ha = Sifat Tanah)
Penyelarasan Diri dengan Sifat Air adalah Sujud dalam Sholat
Pada saat saya melakukan sujud, saya pun menarik napas dengan halus dan perlahan,
dengan niat menyelaraskan diri dengan sifat Air, sampai betul-betul merasakan hawa
sejuk mengalir ke seluruh tubuh. Kemudian duduk antara 2 (dua) sujud, saya pun
menarik napas dengan halus dan perlahan dengan niat menyelaraskan diri dengan
sifat tanah (bumi), sampai betul-betul terasa tenang dan hening.

FEATURED ARTICLE
THR Orang Kaya dan Orang
Miskin
Mugito Guido

TRENDING ARTICLES
Sisca Yovie dan Pembunuhan
Sadis di Bandung
Pakde Kartono| 2 jam yang lalu

Ha = Sifat Tanah = Diam atau tenang


Penyelarasan Diri dengan Sifat Tanah adalah Duduk/Tahyat dalam Sholat
filsafat.kompasiana.com/2010/02/26/makna-dan-energi-sholat-yang-maha-dahsyat-82119.html

Air Kaleng Jadi Daya Tarik


Mudik Lebaran

1/4

8/6/13

Makna dan Energi Sholat yang Maha Dahsyat

Pada saat saya melakukan duduk tahyat, saya menarik napas dengan halus dan
perlahan, sama seperti pada saat melakukan duduk diantara 2 (dua) sujud, hanya
berbeda bacaan.

Kebiasaan Kecil yang Melukai


Hati di Hari

Tasjid = Nyawa = Energi Rasa, Rasio dan Raga


Keempat methode dalam Sholat benar-benar dilakukan dengan konsentrasi Rasa,
Rasio dan Raga dengan Niat Penghadapan pada Penguasa dan Pengendali Energi
Alam Semesta raya, sehingga saya pun betul-betul merasakan kenikmatan sholat yang
luar biasa.
Selanjutnya upayakan dalam setiap desah napas untuk senantiasa mengingat
kedahsyatan energi illahi, dengan cara pada saat menarik napas niatkan untuk
menarik energi illahi dengan lembut, halus dan perlahan dan menahannya di ulu hati,
biarkan energi berkolaborasi di dalam jiwa raga ini, kemudian pada saat melepas
napas maka niatkan untuk mengeluarkan segala energi negatif yang ada di dalam jiwa
raga kita, yaitu energi negatif yang menyebabkan diri kita menjadi resah, gelisah,
susah, sedih, sulit, sakit, pailit, emosi, amarah, dendam, benci, tidak percaya diri, dan
bentuk dosa-dosa diri yang lainnya.
Jika kita mengamalkan methode ini dengan istiqomah, maka silahkan rasakan
ketenangan, kebahagiaan dan kenikmatan lahir dan bathin. Dan dipastikan anda pun
mendapatkan kecerdasan rasa, rasio dan raga dalam menyikapi berbagai situasi dan
kondisi yang ada di dalam diri dan yang ada di sekitar diri. Sehingga kita pun pasti
akan bijak dan arif dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada.
Jadi ibadah Sholat yang sesungguhnya menurut saya adalah metode mensinergikan
rasa, rasio dan raga diri dengan Energi Alam (4 Unsur = Air, Api, Tanah & Angin),
dimana di dalam diri manusia pun terdiri dari 4 Unsur Alam dan Nyawa diri. Bukan
sekedar menjalankan kewajiban atau perintah agama, namun bagaimana diri kita bisa
sinergi alam.
Tw eet

Recommend

Kherjuli| 7 jam yang lalu

Laporkan Tanggapi

Fajar Z| 9 jam yang lalu

Nyanyian Nazaruddin, Sejauh


Mana
Oom Istikom ariah| 9 jam yang lalu

Elektabilitas: Tirani Lembaga


Survei dalam
Fajarbaru| 11 jam yang lalu

INFO & PENGUMUMAN

KONTAK KOMPASIANA
INDEX

FREEZ: Apa Makna Mudik Lebaran bagi


Pemenang Kompasiana-World Vision Blog
FREEZ: Apa Persiapanmu untuk Masa

TERAKTUAL
INSPIRATIF
Jokowi dan Doa Seorang Ibu
Jika Murtad, Janganlah Menghujat Agama yang
Lama!
Doa Ibu dan Doa Ibunya Ibu
40 Tahun Sekolah, Adakah Hasilnya?

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana


menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang
menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas
dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.

Pada Sepotong Subuh


Kebiasaan Kecil yang Melukai Hati di Hari Fitri
Angin dan Matahari
Lebih Respek Kepada Ateis Daripada Sekuleris
Beragama
Pada Kidung Lalu

Siapa yang menilai tulisan ini?

Aku Sangat Mencintaimu

Artikel ini belum ada yang menilai.

BERMANFAAT
MENARIK
Subscribe and Follow Kompasiana:

KOMENTAR BERDASARKAN : TANGGAL

26 February 2010 16:51:24

Patut dicoba tidak ada salahnya meditasi lewat sholat


Hendro

Nice post

26 February 2010 16:58:22

Silahkan Pak Hendro,,,


Gusti Yan

Laporkan Komentar
0

Balas

Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 16:52:59


Cepot
Riow

Sholat artinya berdzikir ingat tuhan jadi apa2 yang mengingat tuhan itunamanya sholat. 4
unsur alam pada manusia adalah
Air jadi tulang
Tanah jadi daging
Udara jadi nafas
Api jadi Nyawa
jadi buat apalagi mengingat iru toh udah ada dalam diri
Laporkan Komentar
0

26 February 2010 16:57:34

kesadaran dan sinergi alam yg belum, mungkin yaa,,,,?


Gusti Yan

Balas

Laporkan Komentar
0

Balas

filsafat.kompasiana.com/2010/02/26/makna-dan-energi-sholat-yang-maha-dahsyat-82119.html

2/4

8/6/13

Makna dan Energi Sholat yang Maha Dahsyat


26 February 2010 17:04:24
Cepot
Riow

dalam sholat yang terpenting hadir hati, sudah bentuk sinergi yang amat d ahsyat,
alam yang akan dituju adalah alam malakut dan alam jabarut bukan lagi alam
mitsal. itu teorinya cuman insan kamil mukamil yang dapat. kalau insan tengil
seperti saya yang inget uang didompet tinggal diamana Ya? any way good posting
tak ada salahnya buat berbagi
Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 17:11:34


Gusti Yan

Di alam mitsal ada alam malakut dan alam jabarut, dan keduanya masih berupa
unsur, belum pada Inti,,,, terima kasih,,,
Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 16:59:48


34rs

Sholat = sinergi diri dengan alam, kok rasanya kurang pas, karena sholat itu adalah
komunikasi dg Allah Tuhan Semesta Alam jadi bukan dengan alam ciptaannya.
Apatah lagi anda tidak menunjukkan Ayat Al Quran dan hadis mana yang anda jadikan
dasar pemikiran anda
Mohon maaf kalau kita berbeda pendapat, Salam 34rs
Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 17:06:53


Gusti Yan

Silahkan Pak, kalo menurut saya bukan sekedar berkomunikasi tapi sinergi atau
menyatukan diri dengan Dzatnya, alam sebagai tajaliNya,,,
Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 17:20:24


34rs

Menyatukan diri dg zat Allah, saya rasa bukan itu tujuan sholat dan tak mungkin
kita menyatukan diri dengan zat Nya Allah, Sebagai hamba kita hanya bisa
berkomunikasi, meminta, berharap bermohon, jangankan menyatu melihat Nya
saja Nabi Musa tak mampu. ada dlm Al Quran
Laporkan Komentar
0

Balas

26 February 2010 20:28:25


Gusti Yan

hehehe, sebetulnya Dzat illahi telah menyatu dalam setiap diri, sebagaimana
disebutkan bahwa Dia lebih dekat dari urat nadi, namun paradigma dan
keyakinan manusia yg telah membatasi dirinya, sehingga merasa jauh,,,
Laporkan Komentar
0

Balas

Komentar Berikutnya

Tulis Tanggapan Anda

Submit

Cancel

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar
2008-2011

filsafat.kompasiana.com/2010/02/26/makna-dan-energi-sholat-yang-maha-dahsyat-82119.html

3/4

8/6/13

Makna dan Energi Sholat yang Maha Dahsyat

filsafat.kompasiana.com/2010/02/26/makna-dan-energi-sholat-yang-maha-dahsyat-82119.html

4/4