Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Pikiran & Tindakan Manusia

Banyak yang menganggap bahwa hipnotis terjadi dikarenakan adanya kekuatan mistik, magis, bahkan
kekuatan dari kuasa kegelapan. Kenapa ? Karena fenomena hipnotis, yang acapkali dipopulerkan
melalui pertunjukkan hipnotis panggung (Stage Hypnotism), nyaris selalu mempertunjukkan hal-hal
yang tidak masuk di akal sehat. Bahkan sebagian orang (kelompok skeptis) menganggap bahwa
hipnotis adalah isapan jempol belaka, alias rekayasa untuk kebutuhan entertainment semata !
Pendapat-pendapat semacam ini sebenarnya sah-sah saja, alias harus dimaklumi sebagai ekspresi
logis akibat keterbatasan pengetahuan semata. Apalagi Indonesia sebagai salah satu wilayah yang
berada di belahan timur bumi, nyaris akrab dengan hal-hal yang berbau mistik, magis, sebagai
warisan dari budaya animisme dan dinamisme yang konon merupakan keyakinan asli dari penduduk
Nusantara.
Hipnotis bermain dengan pikiran ! Tidak lebih dan tidak kurang ! Oleh karena itu satu-satunya cara
untuk dapat memahami hipnotisme secara jelas, adalah dengan memperjelas pengetahuan kita
mengenai mekanisme atau cara kerja pikiran itu sendiri.
Manusia bertindak dengan dilandasi pikiran, dan salah satu model psikologi kontemporer
menjelaskan bahwa pikiran terdiri dari bagian utama, yaitu : Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan
Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind).
Pikiran Sadar merupakan bagian dari pikiran kita yang bertugas untuk melakukan analisa dan
pertimbangan-pertimbangan rasional, seringkali disetarakan dengan bagian kiri dari otak kita (Left
Brain).
Pikiran Bawah Sadar berisikan database yang mencerminkan diri kita, dimana database ini
merupakan akumulasi dari berbagai pemahaman, penalaran, pengalaman, bahkan penularan (induksi
dari pihak lain) sejak mulai kita lahir sampai dengan hari ini.
Pikiran Bawah Sadar seringkali disetarakan dengan bagian kanan dari otak kita (Right Brain), oleh
karena itu Pikiran Bawah Sadar merupakan wilayah yang didominasi oleh rasa dan emosi.
Yang paling menarik, Pikiran Bawah Sadar cenderung bersifat netral terhadap data atau informasi
yang masuk. Netral artinya tidak mengenal baik dan buruk, salah atau benar. Suatu data yang
telah berhasil memasuki Pikiran Bawah Sadar dan telah menjadi memori permanen, maka dianggap
sebagai kebenaran, walaupun mungkin sebenarnya data tersebut relatif salah berdasarkan kaidah
umum.
Contoh klasik, pada saat kita kecil, ketika orang tua kita mengatakan awas jangan main jauh-jauh,
nanti kamu diculik hantu ., maka Pikiran Bawah Sadar seorang anak tentu tidak memahami
apakah pernyataan tersebut benar atau salah, yang lebih dipahami adalah bahwa kata-kata orang
tua pasti benar adanya, maka sejak saat itu di Pikiran Bawah Sadar terdapat data, bahwa hantu itu
ada !
Hal lain yang menarik, bahwa ternyata porsi Pikiran Bawah Sadar ternyata sangat dominan dalam
menentukan tindakan seseorang, Sebuah buku yang berjudul Peace of Mind dari Sandy Mc Gregor
menyatakan bahwa kontribusi Pikiran Sadar hanyalah 12%, sedangkan kontribusi Pikiran Bawah
Sadar adalah 88%. Beberapa buku lainnya bahkan menggambarkan bahwa peranan dari Pikiran
Bawah Sadar adalah mencapai 90% dan Pikiran Sadar hanya 10%.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa pikiran rasional saja tidaklah cukup untuk mewujudkan suatu
tindakan ! Karena rasional adalah tugas dari Pikiran Sadar yang hanya berkonstribusi sebanyak 12%
terhadap mekanisme suatu tindakan.
Oleh karena itu, walaupun mungkin anda belum pernah melihat hantu, atau secara rasional
seharusnya hantu tidak perlu dianggap ada, tetapi saya yakin ketika anda melewati kamar mayat
RSCM di tengah malam pasti anda akan takut ! Artinya, rasio anda tidak cukup mampu untuk
membuat anda berani, karena Pikiran Bawah Sadar anda terlanjur mempercayai bahwa fenomena
hantu adalah benar adanya !
Dengan komposisi kontribusi Pikiran Sadar 12% vs Pikiran Bawah Sadar 88%, maka kita dapat
dikatakan nyaris merupakan mahluk bawah sadar !
Dari uraian di atas mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan, tetapi terlanjur masuk
ke pikiran bawah sadar karena banyaknya induksi dalam kehidupan ini.
Setiap orang secara alamiah pasti memiliki keinginan untuk selalu bergerak maju, tetapi di sisi lain
seringkali yang terjadi justru mereka berbelok atau ditarik ke arah yang sebaliknya oleh pikiran
bawah sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan kita, atau
sebaliknya dapat menjadi musuh kita yang paling kuat !
Dari berbagai hal yang telah dipaparkan, mungkin timbul suatu pertanyaan, dapatkah kita
membuang hal-hal yang tidak memberdayakan yang sudah terlanjur berada di pikiran bawah
sadar kita ? Dapatkah kita memasukkan hal-hal yang lebih positif ke pikiran bawah sadar sehingga
pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan kita ?
Jawabannya dapat ! Hipnotis adalah salah satu cara yang efektif untuk pemrograman dan
pemrograman ulang pikiran bawah sadar !
Dari penjelasan sederhana mengenai pemodelan pikiran ini, tentu anda sudah mulai dapat merabaraba, mengapa pertunjungan hipnotis panggung dapat mendemonstrasikan hal-hal yang tidak masuk
di akal ? Jawabannya adalah, karena terdapat bagian pikiran yang dipengaruh oleh sugesti dari Sang
Hypnotist (juru hipnotis). Bagian pikiran inilah yang dikenal dengan nama Pikiran Bawah Sadar,
yang merupakan area pikiran non kritis, tetapi memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku
manusia.
Catatan :
Pemodelan pikiran dengan membagi pikiran menjadi 2 area, yaitu : Conscious Mind (Pikiran Sadar)
dan Subconscious Mind (Pikiran Bawah Sadar) mungkin tidak akan pernah kita temui di pengetahuan
Psikologi klasik. Demikian juga pada beberapa kelas Hypnosis atau buku Hypnosis, mungkin saja
akan menggambarkan dengan pemodelan yang berbeda pula. Hal ini hendaknya tidak perlu terlalu
diperdebatkan, karena pemodelan hanyalah sekedar alat bantu untuk mempermudah penjelasan yang
lebih esensi di tingkat berikutnya. Pemodelan Conscious Subconscious merupakan salah satu
pemodelan yang paling populer dalam pembelajaran Conventional Hypnotism, kitapun pada tahap
awal akan mengacu pada pemodelan ini.