Anda di halaman 1dari 4

Nama

: SUMINO

NPM

: 0310060911

Makul

: Parasit dan Penyakit Ikan

PENYAKIT UDANG
Ada beberapa jenis penyakit biotik yang dapat menyerang pada udang, antara lain
penyakit bakterial, penyakit protozoa, microsporadia, danakibat blooming plankton. Di
bawah ini di uraikan beberapa jenis penyakit yang sering menyerang udang tersebut.
1.

Penyakit Bakterial
Penyakit bacterial pada udang sangat banyak. Sedangkan pada umumnya
penyakit ini dapat ini dapat di obati asal diketaui secara dini dan belum terjadi
komplikasi. Sedangkan gejala syimptom dan pathology untuk penyakit bakterial pada
udang dapat di kelompokkan sebagai berikut:

Penyakit kulit dan luka-luka pada kulit (shell disease and shell trauma),

Ekor gripis (tail not),

Perubahan warna pada tubuh, ekor, otot, hepatopankreas dan lain-lain (color
change in the body, tail, muscle, hepatopancreas, etc),

Perubahan warna pada insang, kuning, coklat, merahdan hitam (color change in
the gill),

Pengikisan/erosi pada rostrum, sungut, dan ekor (erosion at tip of head, appendage
and uropod),

Lesi-lesi granulla pada kulit dan otot (grainlomatous lesion in the shel and
muscle),

Beberapa kerusakan pada jaringan organ tubuh (several damage in any organ).
Sedangkan pendekatan digonosis dapat di lakukan dengan cara:

Pengecatan atau pewarnaan bakteri dan melihat dalam mikroskup perbesaran


tinggi,

2.

Melakukan isolasi bakteri,

Melihat kerusakan organ dan membuat preparat histopathology.

Penyakit Protozoa
Penyakit udang yang di sebabkan oleh infeksi protozoa sangat umum di
jumpai, yaitu zoothamnium sp, vorticella sp, Epistylis sp, carchesium sp, dan
eupheelota sp. Gejala yang mudah untuk di lihat adalah udang lumutan dan insang
pada udang keruh agak kotor, kulit licin berlendir. Apabila di lihatdi bawah
mikroskup dengan pembesaran udang akan tampak gambar-gambar yang jelas dan

mudah untuk di bedakan antara spesies protozoa yang satu dengan yang lainya.
Pengujian dengan mikroskop dapat di ambil contoh dari kulit udang,rahang bawah
(mandibula), kaki maxilapeid pertama atau insang pada udang yang terinfeksi oleh
penyakit tersebut. Penyakit ini mudah untuk di obati dengan menggunakan formalin
10-15 ppm selama 30-60 menit dan kemdian dilakukan ganti air, tetapi apabila terjadi
infeksi ikutan dengan bakteri berfilamen maka kondisi ini akan menjadi parah dan
sulit di untuk obati, karena bakteri tersebut menyerang jaringan kulit tubuh udang dan
terjadilah penyakit yang disebut dengan penyakit kulit pada tubuh udang (surface
fouling).
3.

Microsporadia
Penyakit udang yang disebabkan di sebabkan microsporida atau jamur,banyak
di jumpai di lapangan. Misalnya infeksi oleh Agmosoma sp umumnya banyak di
dapat di lapangan, sedangkan daur hidup dari Agmosoma sp masih belum di ketahui.
Beberapa ahli berpendapat bahwa udang windu adalah induk sementara dari
Agmosoma sp, tetapi kenyataanya akibat dari infeksi Agmosoma sp pada udang
windu, tampak terlihat pada jaringan otot tubuh udang, sehingga menimbulkan luka
yang melintang dan kerusakan jaringan yang mengakibatkan jaringan otot udang
seperti kapas (cottonshrimp disease) atau milk shrimp disease atau white back shrimp
disease. Pengobatan sangat sederhana dengan menggunakan preparat kimia Nystatine,
tetapi sangat di sayangkan harga preparat kimia tersebut sangat mahal sehingga jarang
di gunakan.
Pencegahan penyakit ini sangat sederhana, yaitu dengan jalan sering
melakukan ganti air dan menggunakan air yang bersih sehat serta tidak tercemar
sajalah, sebagai sumber air yan akan dipasok kedalam tambak. Sehingga penggunaan
reservoir atau tandon dapat di gunakan sebagai sarana pencegahan penyakit udang
yang berperan besar dengan biaya yang murah.
Hakikatnya plankton sangat di butuhkan oleh udang, terutama untuk
menciptakan situasi dan kondisi kehidupan habitat udang yang ideal. Hal ini di
sebabkan karena udang adalah binatang nocturnal yang artinya binatang yang hidup
takut dan peka terhadap cahaya.
Sehingga dalam tambak di butuhkan kepekatan plankton sehingga mencapai
kecerahan (treansparasi) sedalam 25-30 cm, tetapi apabila kepekatan plankton
menjadi pekat (blooming) dan transparancy mencapai < 20 cm maka di dalam tambak
akan timbul banyak masalah yang sulit diatasi.
Apalagi apabila dalam perairan tambak sudah tercemar dengan jenis plankton
biru (blue green algae atau cyanophyse),maka keadaan tambak akan rawan, karena
plankton tersebut dapat mengikat nitrogen dari udara yang kemudian dapat

mengganggu siklus nitrogen perairan tambak dan tentunya hal ini akan berakibat fatal
dan negative bagi pertumbuhan udang.
Selain itu, apabila jumlah phytoplankton yang mempunyai hijaudaun
(clorophyl A) dalm jumlah banyak, menyebabkan fluktuasinya kandungan oksigen
perairan pada malam dan siang hari, sehingga dalam hal ini di perlukan perhatian
yang

lebih

rinci

terhadap

jumlah

kincir

dan

tata

letaknya.

Sedangkan jenis zooplankton misalnya kelompok diatomaae, terkadang dapat


menyumbat insang udang, hal ini sering terjadi kasus blooming plankton.
Sedangkan jenis Coscinodiscus dan Nitzschia sering di jumpai pada perairan tambak
dan menyebabkan pertumbuhan udang menjadi lambat karena jenis itu tidak dapat
berenang dan berkulit silica.
Selain itu, di jumpai jenis plankton tertentu yang bisa di sebut denagn
dinoflagellata yang pada stadium tertentu dari daur hidupnya melepaskan flagellflagell yang dapat berenag sesuai dengan aliran air dan melepaskan racun-racun
tertentu yang membahayakan kehidupan udang. Hal ini terjadi dalam perairan yang
mempunyai tingkat salinitas yang tinggi dan dapat menyebabkan pasang merah (red
tide),

sedangkan

jenis

tersebut

adalah:

Pyrodinium

sp, Alexandrium sp,

Protogonyulax sp, Protoperindinim sp, dan Gymnodinium sp.


Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah ;
1. Bintik Putih
Penyakit
inilah
yang
menjadi
penyebab
sebagian
besar
kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic
Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam
beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya
: jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak
tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka
terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar
lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat
untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada
kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem
tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga
walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar
untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu
dipupuk dengan TON.
2. Bintik Hitam/Black Spot
Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang
nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti
dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan

alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan
kebersihan dasar tambak.
3. Kotoran Putih/mencret
Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam
tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok
tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga
dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga
kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
4. Insang Merah
Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan
tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran
kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan
kualitasnya.
5. Nekrosis
Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala
yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh,
terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyakbanyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang
dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian
saponen atau dengan pengapuran.
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas
kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat
pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.