Anda di halaman 1dari 22

NUTRISI PASIEN JANTUNG

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada kenyataannya, sepanjang rentang usia manusia rata rata, jantung berkontraksi sekitar
tiga miliar kali, tidak pernah beristirahat, kecuali sepersekian detik diantara denyutan. Dalam
sekitar tiga minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum ibu dapat memastikan bahwa ia
hamil, jantung mudigah yang sedang berkembang sudah mulai berfungsi. Diyakini bahwa
jantung merupakan organ pertama yang berfungsi.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang jantung, ada baiknya kita mengerti dahulu apa
pengertian dari jantung itu sendiri. Jantung adalah bagian lambung yang langsung menempel
pada dan mengelilingi ostium cardiacum antara esofagus dan bagian lambung yang
menempel langsung pada dan mengelilingi ostium. ( Sumber : Kamus Kedokteran Dorland).
Fungsi jantung adalah sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah untuk
menimbulkan gradien tekanan yang diperlukan agar darah dapat mengalir ke jaringan. Darah,
seperti cairan lain, mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan
rendah sesuai penurunan gradien tekanan. (Sumber : Fisiologi Sherwood)
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui kebutuhan nutisi pada pasien yang
mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular atau jantung. Dimana nutisi yang
dibutuhkan berbeda dengan pasien yang mengalami gangguan pada sistem yang lain, karena
ditakutkan nutrisi yang masuk justru memperburuk kondisi pasien itu sendiri.

1.2 Manfaat
1

Apa saja macam-macam penyakit jantung?

Bagaimana asupan nutisi pada pasien dengan penyakit jantung?

1.3 Tujuan
Tujuan Umum : Menjelaskan asupan nutrisi pada pasien dengan penyakit jantung
Tujuan Khusus :

1. Mengetahui definisi nutrisi


2. Mengetahui penyakit penyakit pada jantung
3. Mengetahui perbedaan asupan nutrisi pasien jantung dengan pasien lainnya
4. Mengetahui asupan nutisi yang tepat pada pasien jantung

1.4 Manfaat
1

Mahasiswa mampu memahami tentang definisi nutrisi

Mahasiswa mampu memahami tentang asupan nutisi pasien jantung

Mahasiswa mampu memahami tentang ciri khas asupan nutrisi pasien jantung

4
Mahasiswa mampu memahami menerapkan kebutuhan nutisi pada pasien, teutama
pasien jantung

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Nutrien
2.1.1 Definisi
Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer Konstantinides).
Nutrisi adalah jumlah dari seluruh interaksi antara organisme dan makanan yang
dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985). Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang manusia
makan dan bagaimana tubuh menggunakannya. Masyarakat memperoleh makanan atau
nutrien esensial untuk pertumbuhan dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan
menormalkan fungsi dari semua proses tubuh.. Nutrien adalah zat kimia organik dan
anorganik yang ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
2.1.2 Jenis-jenis Nutrien
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen.
Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam
tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal
dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran)

karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsifungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai
aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja
Karbohidrat dibagi atas :
1. Karbohidrat sederhana (gula) ; bisa berupa monosakarida (molekul tunggal yang
terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul
ganda), contoh sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa), laktosa
(glukosa + galaktosa).
2. Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena disusun banyak
molekul glukosa.
3. Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, tidak dapat
dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau tidak menghasilkan kalori tetapi dapat
meningkatkan volume feses.
Di dalam sistem pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat ang dikonsumsi
kan terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah dan
ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. Molekul glukosa hasil konversi berbagai
macam jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar bagi
pembentukan energi di dalam tubuh.
Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh
dapat mengoksidasi glukosa menjadi CO2 & H2O, dimana proses ini juga akan disertai
dengan produksi energi. Proses metabolisme glukosa yang terjadi di dalam tubuh ini akan
memberikan kontribusi hampir lebih dari 50% bagi ketersediaan energi. Di dalam tubuh,
karbohidrat yang telah terkonversi menjadi glukosa tidak hanya akan berfungsi sebagai
sumber energi utama bagi kontraksi otot atau aktifitas fisik tubuh, namun glukosa juga akan
berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem syaraf pusat termasuk juga untuk kerja otak.
Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi juga dapat tersimpan sebagai cadangan energi dalam
bentuk glikogen di dalam otot dan hati. Glikogen otot merupakan salah satu sumber energi
tubuh saat sedang berolahraga sedangkan glikogen hati dapat berfungsi untuk membantu
menjaga ketersediaan glukosa di dalam sel darah dan sistem pusat syaraf.
1. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri atas gabungan
gliserol dengan asam-asam lemak.
Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Lipid sederhana :

lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),

ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi

Lipid majemuk : fosfolipid, lipoprotein

1. Lipid turunan

asam lemak

sterol (kolesterol, ergosterol,dsb)

Secara klinis, lemak yang penting adalah :


1. Kolesterol
2. Trigliserida (lemak netral)
3. Fosfolipid
4. Asam Lemak
Fungsi lemak :
1. Sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan
memberikan 9 kal/gr.
2. Ikut serta membangun jaringan tubuh.
3. Perlindungan.
4. Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.
5. Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan mencegah
timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.
6. Vitamin larut dalam lemak.
Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak
mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain
dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu,
lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh
dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat
berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon
seks.
Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator
untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat
memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain
itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi
organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.
Sedangkan fungsi lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih, memberikan
kualitas renyah (terutama pada makanan yang digoreng), serta memberikan sifat empuk pada
kue. Lemak yang terdapat dalam bahan makanan sekitar 90%nya merupakan lemak dalam
bentuk trigliserida, sedangkan sisanya 10% adalah dalam bentuk kolesterol dan fosfolipid.
Lemak yang berasal dari produk hewani umumnya mengandung sejumlah besar asam lemak
jenuh. Sebaliknya produk makanan nabati, kecuali minyak kelapa, mengandung sejumlah
besar asam lemak tidak jenuh berantai panjang. Perlu diketahui, semakin banyak lemak jenuh
yang kita konsumsi, maka akan semakin tinggi pula kadar kolesterol dalam darah kita.

1. Protein
Protein disusun atas unsure karbon (C ), hydrogen (H), oksigen dan kadang-kadang ada
unsure phosphor (P) dan sulfur (S).
1. Pembentuk protein
Protein dibentuk dari asam amino yaitu :
1. Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh yang
berjumlah 8 yaitu isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, triptofan, tronin dan
fenilanin.
2. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh yaitu
alanin, asparagin, glisin, glutamine dan prolin.
3. Fungsi Protein
Dalam tubuh kita protein mempunyai beberapa fungsi antara lain :
1. Bahan enzim untuk mengkatalisi reaksi-reaksi biokimia misalnya tripsin
2. Protein cadangan disimpan dalam beberapa bahan sebagai cadangan makanan
misalnya da;am lapisan aleuron (biji jagung) , ovalbumin (putih telur).
3. Protein transport , mentransfer zat-zat atau unsure-unsur tertentu misalnya
hemoglobin untuk mengikat O2
4. Protein kontraktil , untuk kontraksi jaringan tertentu, misalnya myosin untuk
kontraksi otot.
5. Protein pelindung, melindungi tubuh terhadap zat-zat asing, misalnya antibody yang
mengadakan perlawanan terhadap masuknya molekul asing (antigen) ke dalam tubuh.
6. Toksin , merupakan racun yang berasal dari hewan, tumbuhan, misalnya bisa ular.
7. Hormon merupakan protein yang berfungsi sebagai pengatur proses dalam tubuh,
misalnya hormon insulin, pada hewan hormon auksin dan gibberellins pada
tumbuhan.
8. Protein structural, merupakan protein yang menyusun struktur sel, jaringan dan tubuh
organism hidup misalnya glikoprotein untuk dinding sel, keratin untuk rambut dan
bulu.

1. Sumber Protein
Berdasarkan sumbernya, protein ada dua macam yatu :
1. Protein hewani , yaitu protein yang berasal dari hewan contohnya daging, ikan, telur.
2. Protein nabati , yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan contohnya kacangkacangnya.

3. Vitamin
Vitamin adalah bahan organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
Ada 2 jenis vitamin :

Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K.


Vitamin larut air yaitu vitamin B dan C (tidak disimpan dalam tubuh jadi harus ada
didalam diet setiap harinya).

1. Mineral dan Air


Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim, dan sangat penting
dalam pengendalian system cairan tubuh. Mineral merupakan konstituen esensial pada
jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak
dapat mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan.
Tiga fungsi mineral :
1. Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.
2. Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh ;
contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P (intraseluler).
3. Bahan dasar enzim dan protein.

2.1.3
Macam-Macam sumber Nutrisi yang perlu diperhatikan oleh pasien dengan
penyakit jantung
1. Snacks dan makanan pencuci mulut
Buah-buahan dan es buah dapat dibuat snack dan makanan pencuci mulut yang baik. Keripik
goring dan crackers tinggi lemak harus dihindari. Penukar yang sesuai meliputi melba toast,
Ry Krips, graham crackers, bagels, English muufins dan sayuran. Sherbert, angel food cake,
fruit flavored gelatin, kue-kue rendah lemak seperti ginger snaps, newton cookies dan
kadang-kadang yogurt beku atau es susu rendah lemak dapat diterima. Cakes, pie, kue-kue
yang terbuat dari putih telur, pengganti telur, susu skim, dan minyak tak jenuh dapat
digunakan sekali-kali.
1. Makanan di luar/di restaurant
Hindari makan goring-gorengan, pada restaurant fast food, pilih dari salad bar atau makanan
yang dibakar. Pesan makanan tanpa saus, mentega dan sour cream. Gunakan margarine
daripada mentega dan gunakan hanya dalam jumlah kecil. Mintalah salad dressing disajikan
disamping dan digunakan dalam jumlah terbatas. Hindari topping tinggi lemak seperti bacon,
telur potong, dan keju,makanlah sedikit biji matahari dan zaitun.

1. Makanan yang menyenangkan.


Umumnya makanan yang menyenangkan tinggi lemak jenuh atau kolesterol. Salah satu cara
mengatsai ini yaitu menyediakan terdahulu casseroles, roti dan makanan pencuci mulut
rendah lemak, komposisi rendah kolesterol lalu bekukan untuk suatu acara ketika waktu
penyiapan singkat. Saat ini beberapa pabrik sudah membuat makanan beku rendah
lemak,rendah kalori.
1. Makanan tinggi serat.
Serat yang larut termasuk pectin, permen karet dan beberapa hemiselulosa adalah agen
hipokolesterolemik. Ini ditemui dalam oat bran, bar ley, leguminosa dan banyak buah-buahan
dan sayuran. Serat yang tidak larut seperti selulose, dijumpai dalam wheat bran, tidak
mempunyai efek seperti itu. Pemasukan serat makanan yang diinginkan adalah sekitar 2530g/hari. Lampiran C memberikan daftar serat makanan yang terdapat dalam makanan.

2.2Management nutrisi untuk pasien dengan jantung koroner


2.2.1 Penatalaksanaan diet
1. Kenali kebutuhan untuk perubahan permanen dan gaya hidup untuk mengurangi
resiko
2. Kurangi lemak dan kolesterol dalam diet
3. Tingkatkan pemasukan tinggi serat
4. Ambil langkah-langkah untuk menurunkan trigliserida (bila memungkinkan)
5. Capai dan pertahankan berat badan ideal
6. Lakukan olahraga aerobik secara teratur
2.2.2 Tujuan pemberian diet
1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
2. Menurunkan BB bila penderita terlalu gemuk
3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air
4. Menurunkan kadar kolesterol LDL di bawah 130 mg/dl dan kadar kolesterol total di
bawah 200 mg/dl
5. Mengubah jenis dan asupan lemak makanan
6. Menurunkan asupan kolesterol makanan
7. Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat
sederhana
2.2.3 Syarat diet

1. Energi yang dibutuhkan disesuaikan menurut BB dan aktivitas fisik. Bila kegemukan,
penurunan BB dapat dicapai dengan asupan energi yang rendah dan meningkatkan
aktivitas fisik. Penurunan BB biasanya menghasilkan penurunan kadar trigliserida
darah yang cepat.
2. Lemak sedang <30% dari kebutuhan energi total batas konsumsi lemak jenuh
1. < 10 % Diet Dislipidemia Tahap I
2. < 7 % Diet Dislipidemia Tahap II
3. <300 mg Diet Dislipidemia Tahap I
4. < 200 mg Diet Dislipidemia Tahap II
1. Untuk lemak tak jenuh ganda dan tunggal dianjurkan : 10 15 % dari kebutuhan
energi total dengan kadar kolesterol dalam bahan makanan
1. Protein cukup, yaitu 10 20 % dari kebutuhan enrgi total
2. Karbohidrat sedang, yaitu 50 60 % dari kebutuhan energi total
3. Serat tinggi, terutama serta larut air yang terdapat dalam apel, beras tumbuk, beras
merah, havermout dan kacang-kacangan
4. Vitamin dan mineral cukup
5. Jenis diet dan indikasi pemberian
Ada 2 jenis tipe diet :
1. Diet Dislipidemia Tahap I mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih tinggi
2. Diet Dislipidemia Tahap II, mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih rendah
1. Apabila pasien ternyata sudah sesuai dengan diet tahap I, maka langsung diberikan
tahap II, bila tidak diet dimulai dengan Tahap II
2. Keberhasilan diet dimulai dengan mengukur kadar kolesterol darah setelah 3 bulan,
perlu dinilai penerimaan dan kepatuhan pasien terhadap diet ini
3. Apabila tujuan pengobatan tidak tercapai pada waktu yang ditentukan, pasien perlu
berkonsultasi lagi dengan dokter.

2.2.4 Ciri Khas Diet Pasien Jantung


2.2.4.1. Pembatasan natrium
Sumber-sumber natrium dalam makanan

1. Natrium merupakan unsur alami yang terdapat pada semua bahan pangan. Daging,
ikan, susu dan telur mengandung lebih bnayak natrium daripada buah-buahan, sereal
dan sayur mayor.
2. Natrium merupakan konstituen dalam garam dapur (natrium klorida) yang lazim
digunakan untuk memasak dan disediakan dimeja makan sebagai penambah rasa.
Natrium juga menjadi komponen beberapa bahan penyedap makanan dan aditif
seperti bumbu masak (monosodium glutamat), soda kue (natrium bikarbonat). Unsur
ini juga terdapat dalam bahan pengawet makanan seperti natrium benzoate dan
natrium sulfit (sendawa).
3. Kandungan natrium dalam makanan semakin meningkat dengan diterapkannya
berbagai cara pengawetan seperti menambah garam dalam pembuatan ikan asin, ebi,
ham, lidah asap dan keju. Demikian pula, buah-buahan dan sayuran yang diasinkan,
acar dan sayur yang disimpan dalam botol atau kaleng, berbagai jenis saus seperti
taoco, saus tomat, sambal dan lain-lain.
4. Roti dan kue yang dikembangkan dengan soda kue atau natrium bikarbonat juga turut
menambah konsumsi natrium bagi mereka yang memiliki kebiasaan makan roti atau
kue sebagai camilan (snack).
2.2.4.2 Diet rendah garam
Pada sebagian besar kasus, derajat pembatasan yang moderat seperti yang digambarkan
secara garis besaroleh contoh diet rendah garam dibawah ini sudah cukup memadai. Diet ini
dapat dipakai untuk mengatasi hipertensi primer, khususnya hipertensi ringan. Pada sebagian
orang, penyakit hipertensi timbul bersamaan dengan konsumsi garam yang tinggi.
Sebagian besar preparat diuretic akan menorong ekskresi kalium disamping ekskresi natrium.
Untuk mencegah terjadinya deplesi klasium selama pengobatan dengan preparat diuretic
diperlukan suplementasi unsur tersebut (misalnya dengan pemberian tablet kalium, seperti
aspar K, atau pemberian serbuk KCl).
Modifikasi berikut ini dilakukan pada diet yang normal :
1. Garam digunakan dalam jumlah minimal (tidak lebih dari sendok the atau 2 gram
garam dapur sehari) pada waktu memasak.
2. Dimeja makan tidak boleh ditambahkan lagi garam dapur atau pun bahan penyedap
yang mengandung natrium, seperti bumbu masak, kecap, saus tomat dan lain-lain.
3. Konsumsi susu sapi harus dibatasi tidak boleh lebih dari 500 ml per hari. Kalau
mungkin, susu sapi diganti dengan susu nabati (susu kedelai) yang kandungan
natriumnya sangat sedikit.
4. Makanan berikut ini harus dihindari :
Makanan asin : ham, lidah asap, ikan asin, ebi, telur asin, keju, dendeng, abon, korned,
sardencis, dan sebagainya.
Berbagai penyedap dari aditif : garam dapur, bumbu masak, vetsin, soda kue, kecap, saus
tomat, tauco, petis, terasi dan lain-lain.

Makanan camilan : roti, kue, biscuit dan lain-lain yang diolah dengan soda kue atau garam
dapur.
Makanan nabati yang diasinkan : pindakas (mentega kacang), kacang asin, margari biasa dan
lain-lain.
1. Untuk mengatasi rasa hambar pada diet rendah garam, dianjurkan penggunaan bumbu
yang tidak mengandung natrium seperti gula, cuka, bawang merah, bawang putih,
jahe, kunyit, laos, salam dan lain-lain. Di took swalayan juga tersedia garam kalsium
khusus diet (Slim and Fit) yang terutama mengandung kalsium klorida.
2.2.4.1 Diet Rendah Kolesterol Lemak Terbatas
Sejumlah penelitian yang membandingkan berbagai populasi pada berbagai bagian dunia
telah memperlihatkan bahwa kadar kolesterol darah yang tinggi merupakan salah satu
diantara sejumlah factor yang berkaitan dengan peningkatan inidensi penyakit jantung
koroner. Keadaan ini juga behubuingan dengan konsumsi lemak jenuh dalam berbagai produk
susu, telur dan daging, sementara konsumsi lemak takj jenuh yang terdapat didalam minyak
nabati seperti minyak jagung dan minyak kedelai, relative lebih sedikit.
Penurunan kadar kolesterol darah dimungkinkan dengan cara mengurangi konsumsi lemak
hewan. Makanan yang mengandung lemak mempunyai nilai kalori yang tinggi. Masulan
kalori sehingga terjadi penurunan berat badan. Apabila keadaan obesitas tidak terdapat, ke
dalam diet harus disertakan makanan ekstra yang mengandung hidratarang kompleks.
Misalnya, ekstra roti tanpa dibubuhi mentega.
Pada beberapa keadaan juga diperlukan pengurangan konsumsi kolesterol. Kolesterol
ditemukan hganya pada lemak hewani. Beberapa bukti menunjukkan bahwa peningkatan
konsumsi lemak, yang kaya akan asam-asam lemak tak-jenuh ganda, memberikan efek yang
menguntungkan dalam penurunan kadar kolesterol darah. (Contoh-contoh asam lemak
omega-3 yag banyak terdapat dalam lemak ikan trout, hering, salmon dan lemutu).
Berikut ini Diet Rendah Kolesterol dan Lemak Terbatas (RKLT) :
Diet RKLT : kaya akan asam-asam lemak tak-jenuh dan rendah kolesterol.
1. Penggunaan susu skim atau susu kedelai untk menggantikan susu fullcream atau susu
penuh (whole milk).
2. Mentega, margarine dan minyak goring yang lazim dipakai harus dihindari.
Sebaiknya digunakan minyak jagung atau minyak kedelai untuk menumis atau
memeasak. Untuk keperluan makan roti dapat digunakan margarine khusus yang kaya
akan asam lemak tak-jenuh. Contoh-contoh margarine ini adalah flora (Van dan
Berghs). Golden Corn (Kraft Foods Ltd), remia (Remia Ltd, Holland) yang dapat
dibeli di took swalayan.
3. (a) Sedapat mungkin memilih daging yang kurus, seperti daging ayam kampong dan
daging sapi yang kurus, dan gajih yang terlihat harus dibuang (kulit ayam, brutu,
kepala ayamn jangan dimakan).

(b) Ikan dapat dimakan sebagai pengganti daging bila anda menyukainya. Ikan yang
dagingnya putih memiliki kandungan lemak yang rendah, sedangkan minyak yang terdapat
dalam jaringan ikan yang gemuk atau berdaging gelap sebagian besar mengandung lemak
tak-jenuh.
(c) kuning atau merah telur, khususnya ayam negeri (broiler) mempunyai kandungan
kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi. Sebaiknya memilih telur ayam kampung dan jumlah
merah telur yang dimakan tidak melampaui dua butir/minggu. Putih telur dapat dimakan
bebas.
(d) Keju seharusnya dihindari, kecuali cottage cheese yang dapat dimakan tanpa bebas.

BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Hipertensi
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal.
Batas tekanan darah normal bervariasi sesuai dengan usia. Berbagai factor dapat memicu
terjadinya hipertensi, walaupun sebagian besar (90%) penyebab hipertensi tidak diketahui
(hipertensi essential). Penyebab tekanan darah meningkat adalah peningkatan kecepatan
denyut jantung, peningkatan resistensi (tahanan) dari pembuluh darah tepi dan peningkatan
volume aliran darah. Faktor gizi yang sangat berhubungan dengan terjadinya hipertensi
melalui beberapa mekanisme. Aterosklerosis merupakan penyebab utama terjadinya
hipertensi yang berhubungan dengan diet seseorang, walaupun faktor usia juga berperan,
karena pada usia lanjut (usila) pembuluh darah cenderung menjadi kaku dan elastisitasnya
berkurang.
3.1.1

Nutrisi Preventif Hipertensi

Faktor penyebab utama terjadinya hipertensi adalah asteroklerosis yang didasari dengan
konsumsi lemak berlebih, oleh karena untuk mencegah timbulnya hipertensi adalah
mengurangi konsumsi lemak yang berlebih disamping pemberian obat-obatan bilamana
diperlukan.
1. Pembatasan konsumsi lemak sebaiknya dimulai sejak dini sebelum hipertensi muncul,
terutama pada orang-orang yang mempunyai riwayat keturunan hipertensi dan pada
orang menjelang usia. Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah:
1. Capai dan Pertahankan Berat Badan Ideal
1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa,gajih).
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik
dan makanan kering yang asin).

3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buahbuahan dalam kaleng, soft drink).
4.

Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang,
udang kering, telur asin, selai kacang).

5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani
yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta
bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.
Pola makan sehat bertujuan untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan ideal,
sehingga dianjurkan untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan kebutuhan energi total
dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi dan atau makanan
yang kandungan gula dan lemaknya tinggi. Sehingga kebutuhan kalori harus dikurangi 500
1000 KKal/hari. Dianjurkan untuk meningkatkan penggunaan sayuran, buah-buahan, kacangkacangan dan produk biji-bijian serta mengurangi bahan makanan hewani (daging merah),
lemak atau minyak jenuh (mentega atau santan), karbohidrat murni (gula, tepungtepungan)
dan yang mengandung alkohol. Dalam menjalankan diet rendah kalori, agar berhati-hati
terjadinya kekurangan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Oleh karena itu, dianjurkan
banyak makan sayuran dan buah-buahan
1.

Capai dan Pertahankan Kadar Kolesterol

Asam lemak ini terdapat pada produk makanan jadi yang mengandung minyak tumbuhan
yang terhidrogenasi sebagian seperti kue kering, kraker, makanan yang dipanggang dan
digoreng. Minyak yang digunakan pada makanan yang digoreng di kebanyakan restoran
kemungkinan mengandung asam lemak trans yang tinggi. Disamping itu juga harus
menurunkan konsumsi bahan makanan tinggi kolesterol, peningkatan penggunaan serat untuk
setiap gram dapat menurunkan kolesterol LDL rata-rata 2,2 mg/dl. Sehingga dianjurkan diet
tinggi serat yang diperoleh dari sumber karbohidrat seperti nasi, jagung, ubi, gandum,
kentang, talas, oat.
1. Pertahankan Tekanan Darah Normal
Asupan garam (Natrium Chlorida) dapat meningkatkan tekanan darah. Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata penurunan asupan natrium 1,8 gram/hari dapat menurunkan
tekanan darah sistolik 4 mmHg dan diastolik 2 mmHg pada penderita hipertensi. Disarankan
asupan garam < 6 gram sehari atau kurang dari 1 sendok teh penuh. Dianjurkan untuk tidak
mengkonsumsi alkohol atau bahan makanan yang mengandung alkohol karena dapat
meningkatkan tekanan darah. pemberian suplemen kalium dapat menurunkan tekanan darah.
Dengan suplementasi diet kalium 60-120 mmol/hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik
dan diastolik 4,4 dan 2,5 mmHg pada penderita hipertensi dan 1,8 serta 1,0 mmHg pada
orang normal.

Pembagian Makanan Sehari


Bahan Makanan
Pagi : Nasi Telor ayam/susu skim
Tempe/tahu Sayuran Jam 10.00 :
Buah Siang : Nasi Daging/ayam
Tempe/tahu Sayuran Buah Minyak
utk menggoreng Jam 16.00 : Buah
Malam : Nasi Ikan Tempe/tahu
Sayuran Buah Catatan :konsumsi
garam dapur tidak lebih dari -
sendok teh/hari

Berat(Gram)
100 55/30 25 50 100
100 25 25 50 100 15
100 100 25 25 50
100

Urt
gls 1 btr/2 sdk mkn
ptg gls 1 ptg bsr
gls ptg 1 ptg
gls 1 ptg bsr 1 sdm
1 ptg bsr gls
ptg ptg gls 1 ptg
bsr

3.1.2 Nutrisi Kuratif Hipertensi


3.1.2.1 Penatalaksanaan Gizi
Tujuan dari penatalaksanaan gizi adalah untuk mempertahankan dan membuat tensi normal.
3.1.2.2 Intervensi dan pendidikan pasien
Intervensi dan pendidikan termasuk tindakan sebagai berikut:
1. Penentuan kebutuhan untuk mengubah diet dan cara hidup
Pasien harus berpatisipasi dalam penilaian pola diet pribadi dan olahraga, serta berat dan
strategi dalam perencanaan perubhan yang permanen. Perubahan bertahap mungkin lebih
berhasil daripda perubahan yang tiba-tiba.
1. Pengurangan pemasukan natrium
Pembatasan natrium dapat membantu menurunkan tekanan darah pada beberapa indivdu
dengan hipertensi. Dokter biasanya menetukan kadar pembatsan natrium dengan melihat
seberapa berat hipertensinya. Kotak di bawah ini menggambarkan tingkat pembatasan
natrium. Pasien harus dianjurkan untuk memilih rasa lainnya untuk menurunkan garam
setelah 3 bulan dengan diet pembatsan natrium.
Pembatasan natrium dapat pula diaplikasikan dengan penggunaan bumbu-bumbu rendah
natrium. Daun-daunan dan bumbu (kecuali yang tinggi natium spt : biji seledri, bawang putih,
bawang merah atau garam seledri) dan aroma seperti juz lemon dapat digunakan sebagai
pengganti garam
The american Health association memberikan resep-resep makanan rendah natrium termasuk
untuk campuran bumbu yang digunakan sebagai pengganti natrium. Garam pengganti
biasanya mengandung kalium klorida daripada natrium klorida. Hal ini merupakan resep
dokter apabila pasien tidak mengalami gangguan ginjal.

Makanan yang harus dihindari pada diet pembatasan natrium


Pembatasan Ringan ( 2-3g/hari ) Jangan gunakan : Garam di meja
( gunakan sedikit garam pada waktu masak; 1sdt garam = 2300mg natrium )
Makanan yang diasap, atau diawetkan atau diawetkan dengan garam
seperti ikan asin, ham, bacon, sosis, cold cuts, kornet sapi , kosher meats,
sauerkraut, minyak zaitun. Makanan snack asin, seperti chips,
pretzel, popcorn, crackers, kacang. Bumbu-bumbu seperti bawang,
bawang putih dan garam seledri dan monosodium glutamate, boulin,
pelunak daging, saus seperti saus tomat, mustard, relishes, kecap
Worcestershire sause dan acar. Keju dan kacang. Pembatasan
sedang/moderat ( 1g/hari ) Jangan gunakan : Garam pada masakan
dan dikonsumsi tanpa olahan Semua makanan yang sudah dilarang
pada Pembatasan Ringan
Pembatasan Sedang/Moderat (1 g/hari) Jangan gunakan: Makanan
kaleng seperti daging, ikan, sayuran, jus buah (kecuali rendah natrium)
Makanan yang dibekukan seperti ikan fillet Lebih dari satu
sajian per hari Buttermilk Roti Sereal kering Instant oatmeal dan bubur jagung Kerang (kecuali tiram) Mentega dan margarin, salas dressing dan mayonaise Baking Powder
Air yang diberi obat untuk melunakkan air Air botolan
(kevuali diinformasikan rendah natrium) Soft drink biasa atau diet
(kevuali diberi keterangan rendah natrium)
Pembatasan Keras (0,5 g/hari) Jangan gunakan: Semua makanan
yang tercantum pada pembatasan ringan dan sedang Lebih dari 2
gelas susu per hari Makanan komersial yang terbuat dari susu
Perlu Diperhatikan bahwa : Konsumsi garam dapur tidak lebih dari -
sendok teh/hari atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium.

1. Diet kosher
Daging kosher mengandung 2-3 kali lebih banyak mengandung natrium lebih banyak
daripada yang bukan dagin kosher. Daging kosher adalah daging yang direndam dengan air
bersih mengalir (air ledeng) selama 1 jam, lalu dibuang airnya dan dimasak. Pengolahan
Daging ini efektif untuk menurunkan kandungan natrium.
1. Hindari minum alkohol
Minum alkohl dapat meningkatkan tekanan darah
1. Tingkatkan pemasukan kalium
Memasukkan kalium tinggi (4,5-7 g atau 120-175 mEq/hari) dapat memberikan efek
penurunan tekanan darah. Ini juga membantu mengganti kehilangan kalium akibat
penggunaan diuretik. Buah-buahan dan sayuran segar biasanya tinggi kalium dan rendah
natrium. Kadar kalium pada beberapa makanan yang umum digunakan adalah : apel mentah
dan lain sebagainya.

1. Tingkatkan pemasukan kalsium


Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim
atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi kebutuhan kalsium 250
mg/hari. Sedangkan kebutuhan kalsium perhari rata-rata 808 mg.
3.2 Penyakit Jantung Koroner
Jantung koroner merupakan salah satu penyakit pembunuh yang paling ditakuti di seluruh
dunia. Biasanya penyakit ini dialami oleh orang berusia produktif dan menyerang secara
mendadak hingga menimbulkan kematian.
Penyakit jantung koroner (PJK) terjadi bila ada timbunan (plak) yang mengandung
lipoprotein, kolesterol, sisa-sisa jaringan, dan terbentuknya kalsium pada intima, atau
permukaan bagian dalam pembuluh darah. Plak ini membuat intima menjadi kasar, dan
trombosis tertarik ke daerah yang kasar, membentuk gumpalan. Bila plak cukup besar untuk
menyumbat aliran darah, jaringan akan kekurangan oksigen dan zat gizi sehingga
menimbulkan daerah infark. PJK menunjukkan gejala bila terjadi infark miokard (MI) atau
bila terjadi iskemia miokard seperti angina pektoris.
Kolesterol serum dibawa oleh beberapa lipoprotein yang diklasifikasikan menurut
densitasnya. Lipoprotein dalam urutan densitas yang meningkat adalah: kilomokron, VLDL
(very low density lipoprotein), LDL(low density lipoprotein), dan HDL (high density
lipopropotein). LDL membawa hampir semua kolesterol dan merupakan yang paling
aterogenik. HDL menurunkan risiko dari PJK dengan memindahkan kolesterol dari jaringan
ke hati, tempat kolesterol dimetabolisme dan diekskresikan. Orang dewasa dapat
diklasifikasikan sebagai berisiko PJK berdasarkan jumlah total dan kadar kolesterol LDLnya.
Faktor risiko bagi penyakit jantung koroner:
1. jenis kelamin pria
2. PJK pada orang tua atau keluarga sebelum umur 55 tahun
3. merokok lebih dari 10 batang per hari
4. hipertensi
5. konsentrasi HDL di bawah 35mg/dl
6. diabetes melitus
7. riwayat penyakit serebrovaskuler atau vaskuler perifer
8. kelebihan berat badan lebih dari 30%

Tabel 1 Klasifikasi kadar kolesterol serum

Klasifikasi
Kolesterol total Diinginkan Batas-tinggi
Tinggi Kolesterol LDL* Diinginkan Batasrisiko tinggi Resiko tinggi

Kolesterol serum (mg/dl)


<200 200-239 >240 <130 130-159 >160

Kolesterol LDL dapat dihitung dengan rumus :

Kolesterol LDL = kolesterol total kolesterol HDL (trigliserida/5)


3.2.1 Nutrisi Preventif Penyakit Jantung Koroner
Untuk mencegah terjadinya Jantung koroner, para penderita kolesterol darah yang tinggi
harus melakukan terapi diet untuk menjaga kestabilan kolesterol, seperti tabel berikut:
Tabel 2 Terapi diet untuk kolesterol darah yang tinggi

Zat gizi
Lemak total Asam lemak
jenuh Asam lemak
polyunsaturated Asam
lemak monounsaturated
Karbohidrat Protein
Kolesterol Kalori total

Konsumsi yang Dianjurkan


Diet Tahap Pertama
Diet Tahap Kedua
Kurang dari 30% dari Kalori Total Kurang dari 10% kalori
total
Kurang dari 7% kalori total Sampai 10%
kalori total 10-15% kalori total 50-60% kalori total 10-20%
kalori total Kurang dari 300mg/hari
Kurang dari 200mg/hari Sampai mencapai dan
mempertahankan berat yang diinginkan

3.2.2 Nutrisi Kuratif Penyakit Jantung Koroner


Modifikasi diet merupakan bagian pengobatan untuk semua individu dengan PJK, karena
pengurangan pemasukan lemak jenuh dan kolesterol membantu mengurangi kolesterol serum.
Pada kasus-kasus berat, terapi obat-obatan mungkin diperlukan. Obat-obatan yang umum
digunakan adalah asam empedu sekuestrans kolestiramin dan kolestipol; asam nikotinat, yang
menurunkan total kolesterol dan LDL serta trigliserida; inhibitor sintesis kolesterol, seperti
lovastatin; turunan asam fibrat seperti gemfibrozil dan klofibrat, yang menurunkan
trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL; dan prubocol, yang menurunkan kolesterol
LDL dan juga kolesterol HDL.
3.2.2.1 Penatalaksanaan Gizi
Tujuan penatalaksanaan gizi adalah untuk menurunkan risiko PJK pada orang dewasa dengan
kadar LDL kolesterol tinggi dengan:
1. Menurunkan kadar kolesterol LDL di bawah 130mg/dl pada individu dengan PJK
definitif atau dua fktor risiko tinggi kolesterol LDL.
2. Menurunkan kadar kolesterol LDL di bawah 160mg/dl pada individu yang tidak
mempunyai PJK definitif ataupun dua faktor risiko PJK selain tingkat risiko tinggi
kolesterol LDL.

Penurunan pemasukan lemak jenuh dan kolesterol, bersamaan dengan penurunan berat badan
jika individu terebut mempunyai kelebihan berat, adalah cara untuk mencapai tujuan ini.
Walaupun pemantauan kadar kolesterol pada anak-anak juga diperlukan tetapi tujuan khusus
bagi mereka belum lagi dipublikasikan.
3.2.2.2 Intervensi dan pendidikan pasien
1. Mengenali kebutuhan untuk perubahan permanent pada diet dan gaya hidup untuk
mengurangi risiko
Perubahan diet dan gaya hidup yang permanen termasuk pencapaian pegaturan berat badan,
penurunan lemak dan kolesterol diet, tidak merokok, dan mengembangkan cara-cara
membangun dalam menghadapi stress. Perubahan ini mungkin lebih dapat diterima dan
kurang mengecewakan jika pasien dikonsultasikan untuk membuat perubahan secara
perlahan. Mislnya, mereka dapat dituntu untuk memilih satu atau dua kebiasaan, seperti
merokok atau makan daging 250gram setiap hari, dan membuat rencana untuk mengubahnya.
Ketika perubahan awal ini dibuat, pasien dapat memilih beberapa kebiasaan lainnya untuk
dikerjakan.
1. Mengurangi lemak dan kolesterol dalam diet
National Cholesterol Education Program (suatu badan di Amerika Serikat) telah
mengkampanyekan bahwa individu dengan kolesterol LDL lebih besar dari atau sama dengan
160mg/dl dan mereka dengan batas-risiko tinggi kolesterol LDL yang juga memiliki PJK
definitive atau dua faktor risiko lainnya harus mendapat terapi diet intensif. Program diet dua
tahap untuk mengurangi pemasukan lemak jenuh dan kolesterol telah dikembangan.
Pemasukan lemak total juga dibatasi untuk membantu menurunkan berat badan. Pada
awalnya, pasien mendapat konseling tentang Tahap Pertama, yang mengurangi sumbersumber paling umum dan sangat nyata dari asam lemak jenuh dan kolesterol dalam diet dan
dapat dilaksanakan tanpa perubahan drastis pada diet dan gaya hidup untuk hampir seluruh
pasien. Jika, setelah melaksakan diet tersebut selama tiga bulan, pasien tidak berhasil daam
menurunkan kolesterol LDL ke kadar yang diinginkan, dia boleh dipindah ke Diet Tahap
Dua. Sementara dokter dan perawat dapat sering menyediakan pendidikan tentng Diet Tahap
Pertama, pengiriman konsul ke ahli gizi sangat berharga bagi pasien yang mempunyai
kesulitan dalam mempertahankan dietnya atau mendapat respons diet yang mengecewakan.
Bantun ahli gizi terutama diperlukan oleh pasien yang berpindah ke Diet Tahap Kedua.
Pendidikan diet harus menekankan fakta bahwa perubahan tidak harus berkibat pada
makanan yang sangat ketat atau tidak enak dimakan. Makanan yang enak dan menarik dapat
disiapkan dalam pedoman yang telah ditetapkan. Tabel 3 menggariskan modifikasi Diet
Tahap Pertama yang digunakan untuk pendidikan diberikan di bawah ini. American Heart
Association telah menerbitkan manual rinci bagi pasien yang memerlukan pedoman khusus
terhadap Diet Tahap Pertama dan Kedua.
Informasi khusus tentang setiap kelompok makanan
1. Daging: Tidak lebih dari 150g daging tanpa lemak, ayam, kalkun, dan ikan setiap
harinya. Sajian 75g daging kira-kira sebesar dek kartu bridge. Potong dan buang
semua bentuk lemak yang terlihat sebelum memasaknya, kemudian tuang dan buang
semua lemak yang meleleh setelah dagingnya matang. Kulit dan semua lemak yang

terdapat di antara jaringan daging ayam harus dibuang sebelum dimasak. Bagian
anggota daging, termasuk otak, hati, jantung, daging kelenjar perut dan kerongkongan
adalah bagian yang kaya akan kolesterol dan karenanya harus dihindari. Daging
olahan seperti hot dog dan sosis kaya akan lemak dan harus dihindari. Udang secara
relatif kaya akan kolesterol tetapi rendah lemak dan dapat dimakan sesekali.
Beberapa jenis ikan (misal: salmon, sardine, tuna/tongkol, dn ikan pedang) adalah sumber
dari asam lemak omega 3 yang baik. Asam-asam lemak ini telah dilaporkan dapat
menurunkan trigeliserida serum dan menghambat penggumpalan trombosit dan peradangan,
yang mempunyai kontribusi terhadap PJK, walaupun mereka tidak mempuyai pengaruh
terhadap kolesterol LDL. Tidak ada bukti bahwa suplemen minyak ikan mempunyai nilai
dalam menurunkan risiko PJK. Walaupun demikian, pada studi epidemiologi, konsumsi ikan
yang sering, apakah itu jenis yang kaya akan asam lemak omega 3 ataupun bukan, berkaitan
dengan penurunan risiko PJK.
Untuk menghindari sajian tampaknya kurang banyak dan untuk menekankan pentingnya
pergesaran perencanaan makanan sekitar daging, kombinasikan sejumlah kecil daging dengan
sejumlah besar nasi, pasta, atau sayuran untuk memenuhkan sajian. Kacang-kacangan kering
dan kapri dan tahu rendah lemak dan tinggi protein, dan bebas kolesterol dan dapat
digunakan untuk menggantikan daging.
1. Bahan olahan dari susu: Sedikitnya dua sajian susu skim atau ekuivalennya setiap
hari. Lemak susu pada umumnya jenuh, dan karena itu bahan olahan dari susu harus
direkomendasikan dibuat dari susu skim. Keju alami dan olahan pada umumnya kaya
akan lemak. Keju cottage yang rendah atau bebas lemak yang terbuat dari susu skim,
keju sintetik yang dibuat dari minyak nabati merupakan pilihan yang baik. Keju
cottage rendah lemak atau yogurt dapat disubstitusikan ke sour cream untuk saos
celupan camilan dan kuah salad atau pada kentang.
2. Telur: Batasi kuning telur sampai tiga per minggu pada Diet Tahap Pertama dan satu
per minggu pada Diet Tahap Kedua. Kuning telur kaya akan lemak dan kolesterol.
Putih telur bebas lemak dan kolesterol dan dapat sering digunakan. Pengganti telur
bebas kolesterol juga telah tersedia.
3. Buah-buahan dan sayuran: Gunakan secara bebas. Buah-buahan dan sayuran
memberikan warna, tekstur, vitamin, mineral, dan serat dan harus digunakan sebagai
bagian dari makanan setiap bersantap. Bahan nabati tidak mengandung kolesterol, dan
hampir semua buah-buahan dan sayuran rendah lemak. Terkecuali buah alpukat dan
zaitun, yang didiskusikan pada lemak dan minyak. Gorengan atau penambahan
mentega, krim, atau saos keju meningkatkan kandungan lemak buah-buahan dan
sayuran sampai kadar yang tidak diinginkan.
4. Sereal dan roti: Tingkatkan penggunaannya untuk menggantikan daging dalam diet.
Roti dan sereal merupakan sumber yang baik dari vitamin, mineral dan biji-bijian
utuh (whole grain) juga menyediakan serat. Walaupun demikian roti-rotian yang
dijual dan bahkan beberapa sereal sering tinggi lemak. Selain itu pisang dan buah
lainnya atau roti kacang, roti jagung, pancakes, dan waffles mengandung sejumlah
telur yang bermakna. Bahan yang dibuat di rumah dengan putih telur atau pengganti
telur dan lemak ataupun minyak dapat diberikan.
5. Lemak dan minyak: Batasi sampai 6-8 sendok teh per hari. Lemak dan minyak yang
tinggi akan lemak jenuh dan/atau kolesterol harus sebanyak mungkin dihindari.

Mentega dan lemak hewan lainnya kaya akan lemak jenuh dan kolesterol. Lemak
nabati bebas kolesterol, kecuali minyak kelapa, kelapa sawit, dan minyak tempurung
kelapa sawit tinggi lemak jenuh. Minyak ini sering digunakan dalam roti-rotian dan
makanan olahan.
Lemak tak jenuh adalah lemak yang mengandung satu (monounsaturated) atau lebih
(polyunsaturated) ikatan rangkap. Lemak ini tidak meningkatkan kolesterol darah, tetapi
mereka tinggi kalori dan rendah dalam zat gizi lainnya. Margarin yang dibuat dari lemak
tidak jenuh lebih disenangi daripada mentega. Walaupun demikian, baik margarin maupun
shortening sebagian dihidrogenisasi dan karenanya mengandung asam lemak trans, yang
tidak terjadi secara alami dan tidak boleh dimakan berlebihan (pada Diet Tahap Pertama,
shortening harus dihindari sama sekali).
Hampir semua biji-biijian dan kacang-kacangan mengandung lemak tidak jenuh, tetapi
mereka tinggi dalam kandungan lemak sehingga membuatnya tinggi kalori. Jadi satu sendok
makan kacang-kacangan atau 2 sendok teh keju kacang (peanut butter) ekuivalen dengan satu
sendok teh lemak. Makanan lain yang ekuivalen dengan 1 sendok teh lemak adalah: 1 sendok
makan salad dressing yang regular, 2 sendok teh mayonnaise atau margarin diet, 5 buah
zaitun besar atau 10 buah zaitun kecil, dan seperdelapan alpukat yang besarnya sedang.
1. Metode Mengolah Masakan
Metode memasak yang menambah sedikit atau tanpa lemak ini lebih disenangi. Mengukus,
membakar, merebus, menggoreng pada wajan tidak lengket, memasak dengan microwave,
atau tumis dengan sedikit minyak, semuanya dapat diterima. Sup, rebusan, dan kuah daging
harus disiapkan Terlebih dahulu sehingga dapat diinginkan setelah masak, dan lemak yang
mengapung dapat diangkat dan dibuang.
1. Ambil langkah-langkah untuk menurunkan kolesterol
1. Hipertriseridemia ( jika memungkinkan )
Hipertrigliseridema dapat didefinisikan sebagai kadar trigliserida puasa plasma lebih besar
dari 500mg/dl. Kadar batas hipertrigliseridema antara 250-500mg/dl. Walupun
hipertrigliseridemia telah ditemui mempunyai hubungan positif dengan penyakit jantung
koroner namun tidak setinggi factor lain dalam memprediksi PJK. Walaupun demikian kadar
trigliserida yang sangat tinggi dikaitkan dengan nyeri abdomen dan pancreatitis dengan
morbiditas dan bahkan mortalitas yang bermakna.
1. Penurunan berat dan peningkatan aktifitas fisik akan membantu memperbaiki
hipertrigliseridemia perbatasan. Diet langkah pertamam dapat digunakan untuk
mengurangi pemasukan lemak sampai 30% kalori total, yang membantu penurunana
berat badan. Pembatsan minum alcohol juga membantu menurunkan kadar serum
trigliserida.
Untuk individu dengan kadar trigliserida yang lebih tinggi, terutama bila lebih besar dari
1000mg/fl, diet rendah lemak ( 10-20% ) akan membantu menurunkan risiko pancreatitis.
Pada pasien diabetes, pengontrolan yang baik akan glisemia biasanya dapat menurunkan
hipertrigliseridemia. Menghindari minum minuman beralkohol juga akan menguntungkan.
1. Lakukan olahraga yang teratur

Kadar HDL sering meningkatkan dengan olahraga yang teratur dan olahraga merupakan alat
untuk membantu program penurunan berat badan. Individu dengan riwayat PJK dan mereka
yang berusia lebih dari 40 tahun memerlukan evaluasi dokter sebelum memulai program
olahraga.
1. Buat fasilitas untuk henti jantung pada pasien dengan infark miokard akut.
Jika pasien PJK mengalami infark miokard ( IM ), usaha dilakukan untuk menghindari stress
pada jantung sebanyak mungkin selama periode penyembuhan awal. Biasanya, diet rendah
kalori ( 1200-1500 ) dengan porsi kecil digunakan untuk menghindari kebutuhan metabolism
akibat porsi yang lebih besar. Diet harus rendah lemak jenuh dan kolesterol dan biasanya
rendah garam untuk mengontrol kecenderungan edema dan terjadinya gagal jantung
kongestif. Makanan dengan temperature ekstrem biasanya harus dihindari. Penelitian terbaru
menyatakan bahwa pasien dapat menertima cairan dingin ( air es ) dengan baik, tapi pasien
dengan yang sedang dipasang EKG menglami perubahan setelah minum air es.

3.3 Gagal Jantung Kongestif


Gagal jantung Kongestif terjadi akibat menurunnya efisiensi miocard yang disebabkan oleh
infark miokard, penyakit katub jantung, hipertensi, defisiensi tiamin dan kondisi lainnya.
Laju darah menurun dengan gangguan eksresi natrium dan air. Sering sebagai akibatnya
adalah edema perifer dan edema paru dan asites.
3.3.1 Nutrisi Preventif
.......................................
3.3.2 Nutrisi Kuratif
1. Pengurangan natrium pada diet untuk mengurangi retensi cairan
2. Jumlah natrium yang diijinkan berkisar 45-70 mg/kg/hari pada bayi, dan 2 g untuk
orang dewasa. Kotak pembatasan natrium memberikan petunjuk untuk mencapai
batasan natrium. Biasanya dibutuhkan untuk jangka panjang, sehingga pasien dan
keluarga nya perlu endapatkan instruksi tentang pembatasa natrium
3. Pengurangan untuk pemasukan cairan untuk membantu mengurangi volume
peredaran darah
4. Jumlah cairan yang dianjurkan berkisar 80-160 ml/kg/hari pada bayi dan 1,5-2 liter
perhari untuk orang dewasa. Ini termasuk makanan yang berasal dari makanan serta
cairan yangdiberikan bersama obat. Beberapa makanan padat pada suhu ruangan dan
cair pada suhu tubuh. Gelatin dapat dihitung 100% air, es krim 33% air, es buah da
sherbet 50% dan custard 75 %. Zat-zat gizi bila mungkin harus dienuhi dalam volume
kecil. Bila perlu diberikan makanan parenteral, 20% emulsi lemak (2kkal/ml) dapat
digunakan sebagai sumber lemak.
5. Tingkatkan pemasukan kalium menjadi 4,-7 g/hari, kecuali bila ada gangguan ginjal

6. Diuretik meningkatka kehilangan kalium dan terjadi hipokalemia sebagai predisposisi


dari toksisitas digitalis.
7. Bagi makanan yang akan dimakan dalam sehari dalam bentuk porsi kecil
8. Bagi pasien jantung dengan sesak napas, makan dalam 5-6 porsi kecil sehari lebih
dapat diterima dengan baik daripada 3 porsi besar sehari.
3.4 Trombosis Vena dalam
Trombosis vena dalam adalah suatu keadaan terjadinya gumpalan darah (trombus) pada
pembuluh darah balik (vena) dalam di daerah tungkai bawah.
Trombus yang terbentuk di tungkai bawah tersebut dapat lepas dari tempatnya dan berjalan
mengikuti aliran darah, disebut dengan emboli. Emboli yang terbentuk dapat mengikuti aliran
darah hingga ke jantung dan paru. Biasanya emboli tersebut akan menyumbat di salah satu
atau lebih pembuluh darah paru, menimbulkan suatu keadaan yang disebut dengan
embolisme paru.
Tingkat keparahan dari embolisme paru tergantung dari jumlah dan ukuran dari emboli
tersebut. Jika ukuran dari emboli kecil, maka akan terjadi penyumbatan pada pembuluh darah
paru yang kecil, sehingga menyebabkan kematian jaringan paru (pulmonary infarction).
Namun jika ukuran emboli besar maka dapat terjadi penyumbatan pada sebagian atau seluruh
darah dari jantung kanan ke paru, sehingga menyebabkan kematian.

a. Nutrisi Preventif Trombosis Vena Dalam


( sama dengan penatalaksanaan di atas )
b. Nutrisi Kuratif Trombosis Vena Dalam
Selain terapi di atas, trombosis vena dalam juga dapat diatasi dengan terapi komplemen dan
alternatif. Salah satu pengobatan komplemen dan alternatif yang efektif dan aman untuk
trombosis vena dalam adalah dengan nattokinase.
Nattokinase adalah salah satu jenis pangan fungsional yang dibuat dari natto, suatu makanan
hasil dari fermentasi kedelai dengan bantuan bakteri Bacillus subtilis natto. Natto merupakan
makanan populer di Jepang, dan sudah dikonsumsi selama lebih dari 1000 tahun. Dari suatu
penelitian yang dilakukan oleh Dr. Hiroyuki Sumi dari Department of Physiology, Miyazaki
Medical College, Jepang, ternyata lendir dari natto mengandung enzim nattokinase, yang
dapat meningkatkan kemampuan tubuh secara natural untuk memecah bekuan darah.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.fortunestar.co.id/penyakit-kardiovaskular/53-kanker-vena-dalam.html

ilmu gizi dan diet: Hubungannya dengan Penyakit-penyakit untuk Perawat dan Dokter.. mary
e.beck.. Nutrition and Dietetics for nurses..2000.. yogyakarta:yayasan essentia medica...
editor: kristiani
terapi diet dan nutrisi.. pocket guide to nutrition and diet therapy.. mary courtney moore..
editor: melfiawati.. alih bahasa: liniyanti d. Oswari.. 1997.. jakarta:hipokrates