Anda di halaman 1dari 6

gizi pada pasien penyakit jantung

PENGERTIAN
Penyakit jantung yaitu Keadaan jantung tidak dapat melakukan fungsi secara normal, disebut
dalam keadaan tidak terkompensasi , sirkulasi darah tidak normal menyebabkan sesak napas
(dyspnea), rasa lelah, rasa sakit di daerah jantung. Terjadi kelainan fungsi ginjal, hati toak,
serta tekanan darah, dan terjadi resorpsi natrium, shg terjadi odema.
Penyakit koroner merupakan penyakit yang insidensinya semakin meningkat dalam
masyarakat modern dengan adanya perubahan pada pola makan dan aktivitas sehari-hari.
Penyakit ini terjadi ketika plak yang berisikan lipoprotein,kolesterol,debris jaringan dan
kalsium terbentuk dalam permukaan interior pembuluh darah koroner sehingga terjadi
pengerasan dan penyempitan pembuluh koroner yang memperdarahi otot jantung
tersebut.plak tersebut mungkin bisa di samakan dengan polisi tidur yang ada di jalan untuk
memperlambat arus kendaraan. Biasanya plak yang disebutkan di atas terbungkus oleh
jaringan ikat yang di namakan fibrous cap. Jika jaringan ikatnya tipis dan kemudian
pecah,maka timbunan unsur-unsur di atas akan telepas ke dalam aliran darah.karena sel-sel
darah merah tidak bisa di kurangi kecepatannya pada saat berjalan di dalam pembuluh darah,
maka polisi tudur atau plak tersebut akan menimbulkan aliran turbulensi yang membuat selsel darah merah saling berbenturan.sel-sel darah merah yang pecah karena benturan akan
membentuk bekuan darah (embolus) yang turut mengalir dalam sirkulasi darah.timbunan
yang terlepas ini bersama bekuan darah akan menyumbat pembuluh darah di sebelah distal
yang kemudian akan menyebabkan iskemia dan kematian otot jantung (infark miokard).
Penanganan gagal jantung kongestif meliputi penanganan penyebabnya. Istirahat fisik
maupun mental diperlukan untuk mengurangi beban kerja jantung. Kebanyakan obat yang
digunakan untuk hipertensi dapat juga diberikan dalam pengobatan gagal jantung kongestif.
Obat inhibitor ACE dan vasodilator lainnya serta diuretik( untuk mengurangi volume air
tubuh yang berlebihan agar beban preload pada jantung dapat dikurangi ) acap kali digunakan
dalam pengobatan gagal jantung kongestif. Digitalis diresepkan doyer untu mengurangi
frekuensi jantung dan memperkuat kerjaotot jantung. Terapi oksigen mungkin diperlukan ,
sedangkan preskripsi diet digunakan terutama untuk mengurangi retensi cairan serta natrium
dan meminimalkan beban kerja jantung.
Pada anak anak yang menderita gagal jantung kongestif sering terjadi ganguan tumbuh
kembang dan berat badan nya tidak mau naik. Keadaan ini dapat disebabkan sejumlah seperti
serangan sesak , gangguan absropsi makanan karena penurunan perfusi darah ke usus dan
infeksi yang menyertai gagal jantung kongestif.
Penyakit digolongkan menjadi 2:
1. Kelainan jantung bawaan:
Yaitu penyakit jantung yang dialami sejak lahir artinya kelainan yang didapat sejak lahir.
Etiologi
Terjadi Gangguan sejak masa embrio Penyebab: Rubela/ virus lain pada masa kehamilan,
faktor genetik.
2.Penyakit jantung didapat:

Yaitu penyakit jantung yang Disebabkan Demam rematik, penyakit jantung rematik,
miokarditis.
Etiologi:
- Interaksi individu terhadap penyakit lain dan faktor lingkungan (pen.jantung rematik dan
peny lain).
- Infeksi saluran napas atau oleh beta streptokokus dan hemolitikus.
GEJALA-GEJALA
1. Gangguan pertumbuhan. } jntg. bwaan
2.Demam, artritis, karditis}jntg. Bawaan.
3.Odema, hipertensi: jantung didapat.
Tindakan:
1.Bedah (jntg bawaan).
2. Istirahat
3. Diet.
Peranan gizi pada penyakit jantung
-------------------------------------------1.Prinsip diet
Terapi gizi bagi pasien pasien gagal jantung kongestif (decompensasi jantung) harus
berfokos pada keseimbangan status cairan dan elektrolit :
1. Pemantauan status kalium jika pasien mendapatkan terapi deuretik; pada hipokalemia,
kalium dapat diberikan dalam bentuk makanan yang banyak mengandung kalium seperti
kacang hijau atau suplemen kalium.
2. Pembatasan asupan garam (natrium) hingga 2-3 g natrium perhari (konsumsi garam yang
berlebihan dapat menyebabkan retensi cairansehingga menambah berat gejala edema yang
biasa terjadi pada decompensasi jantung ). Diet rendah natrium merupakan kontraindikasi
pada salt-depleting renal diseases seperti pielenofritis yang menggangu fungsi tubulus ginjal
dalam menyerap natrium.
3. Penyusuain pembatasan cairan dilakukan menurut :
a) Respons pasien terhadap pengobatan
b) Kepatuhan terhadap pembatasan natrium
c) Intensitas / prorestifitas penyakit
Pasien gagal jantung kongestif harus dianjurkan untuk membaca label pada kemasan
makanan sehingga mengetahui adanya natrium yang tersembunyi dlam bentuk bahan bahan
aditif / pengawet makanan. Daftar makanan yang tinggi natrium dan kalium dapat ditemukan
masing masing dalam tabel 3-14 dan 3-15. Obat obatan juga dapat mengandung natrium
dalam jumlah yang berarti ( barbiturat, antibiotik, alkalires lambung, dll ) dan dengan
demikian pasien harus berkonsultasi dengan dokter tentang kandungan natrium dalam obat
obatan yang digunakan .
Pasien gagal jantung kongestif yang lanjut dapat menderita kakeksia ( cardiac cahexia ) berat
dan penurunan masa lemak maupun otot. Etiologi kakeksia jantung ini mencakup anoreksia,
hipermetabolisme yang berhubungan dengan kargiomegali, dan kehilangan nitrogen yang

berhubungan dengan hipoksia / malabsorpsi. Terapi kakeksia jantung memerlukan dukungan


gizi yang agresif yang umumnya mencakup enteral feeding untuk membantu asupan oral.
Kalau perlu , furmula enteral bagi keperluan ini mengandung unsur unsur gizi elemental
seperti peptida , maltodekstrin dan minyak rantai sedang (MCT) agar kalori yang cukup dapat
diberikan tanpa memboroskan banyak energi untuk menyerap unsur unsur tersebut.
2. Nutrisi preventif
Untuk mencegah penyakit koroner/ kardiovaskuler,kita perlu memperhatikan beberapa hal
berikut ini:
Mempertahankan kadar kolestrol total <200 mg/dL rasio kolesterol total:HDL kolesterol <4,5
LDL-kolesterol <100 mg/dL (bila pasien pernah mengalami serangan jantung koroner atau
menderita penyakit diabetes)
Mempertahankan IMT agar kurang dari 23 dan lingkaran perut kurang dari 80cm (pada
wanita) serta kurang dari 90cm (pada laki-laki) jika hal ini di mungkinkan (lihat Bab 5)
Mengurangi asupan lemak penuh hingga kurang dari 5% dari total kalori atau gunakan hanya
2-3 sendok makan minyak( khususnya minyak nabati yang mengandung asam lemak takjenuh) per hari.hindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh seperti tercantum
dalam tabel 3-2. cara memasak yang baik untuk mengurangi asupan lemak ini adalah
merebus,mengukus, menanak,menumis,memanggang,membakar dan memepes.
Tingkatkan asupan lemak tak-jenuh tunggal (MUFA),seperti minyak zaitun,minyak
kanola,minyak kacang dan alpukat,hingga sekitar 20% dari total kalori per hari. Makan
makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan laut (lihat tabel 3-3) dan
minyak tak jenuh-ganda (PUFA) dalam jumlah sekitar 10% dari total kalori per hari. Dalam
penelitian diet jantung di Lyon (Lyon Diet Heart Study),prancis,terhadap 600 orang
responden dengan riwayat serangan jantung koroner ternyata diet mediteranian yang terdiri
atas menu sayuran,buah,sereal utuh,ikan dan minyak zaitun atau kanola sebagai sumber
ternyata menghasilkan angka insidensi serangan jantung ulang yang lebih kecil bila di
bandingkan dengan kelompok sama yang makan biasa(Lorgeril M.et al,1999).
Jika kadar trigliserida tinggi,kurang konsumsi hidratarang sederhana seperti gula pasir,gula
aren,madu,dan makanan manis lainnya.perbanyak konsumsi hidratarang kompleks seperti
sayuran,buah,dan sereal/ bijian yang utuh serta makanan berserat lainnya (agar-agar,kolangkaling,selasih,rumput laut,cincau).
Jika kadar homosistein dalam darah tinggi,diet yang dapat di lakukan untuk menurunkannya
adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan nabati yang kaya akan asam folat dan
vitamin B6 seperti sayuran hijau serta biji-bijian atau kacang-kacangan yang utuh.
Tingkatkan asupan serat pangan hingga 35 gram/ hari dengan konsumsi jenis-jenis makanan
seperti di sebutkan di atas (lihat pula tabel 3-19)
Makan makanan yang banyak mengandung nutrient antioksidan seperti vitamin E,C dan betakaroten (tabel 3-4,3-7,3-13,dan 3-18) yang akan mengurangi kadar LDL teroksidasi. LDL
teroksidasi lebih sukar difagositosis oleh sel-sel fagosit seperti makrofag dari pada LDL biasa
sehingga bentuk teroksidasi ini lebih bertahan dalam serum.
Pertimbangkan suplementasi 500 mg vitamin C dan 200 IU vitamin E per hari.
Lakukan olahraga aerobic selama 30 menit per hari.
3. Nutrisi Kuratif
Terapi nutrisi harus di tujukan kepada hal-hal berikut ini:

1. Lakukan penimbangan berat badan dengan memperhatikan lingkaran perut (Bab 5).
2. Kurangi asupan kolesterol hingga <300 mg/dL. Pada pasien diabetes dengan dislipidemia,
asupan kolesterolnya harus dikurangi hingga di bawah 200 mg/ hari.
3. Kurangi asupan total lemak hingga kurang-lebih 20% dari total kalori.
4. Kurangi asupan lemak jenuh hingga di bawah 5% dari total kalori.
5. Tingkatkan asupan serat, khususnya serat larut,hingga 25-35 gram per hari untuk mengikat
kolesterol yang di hasilkan oleh tubuh sendiri dalam bentuk garam empedu sehingga
kolesterol ini tidak di serap kembali oleh usus.
6.Tingkatkan konsumsi ikan,khususnya ikan laut yang kaya akan asam lemak omega-3,paling
tidak 2-3 kali seminggu.
7. Ganti konsumsi daging merah dengan daging putih seperti ayam kampung dan ikan atau
dengan protein nabati seperti tempe atau tahu (kedelai mengandung soya-lecithine dan
isoflavon yang dapat menurunkan kadar LDL kolesterol.)
8. Terapi diet dan olahraga harus di coba terlebih dahulu sebelum menggunakan obat-obat
penurun kolesterol
4. Syarat diet
1. Energi sesuai dengan kebutuhan, bila kegemukan diturunkan.
2. Lemak: <30%. Perhatikan konsumsi Lemak jenuh antara 7-10% dari energi total.
3. Protein 10-20% kebutuhan total energi.
4. Kolesterol <300mg.
5. KH sedang 50-60% kebutuhan total energi.
6. Vitamin dan mineral cukup. Perlu suplemen vitamin bila konsumsi makanan 1200
kkal/hari
Bahan makanan yang tidak dianjurkan
1. Produk makanan jadi: cake, pie, pastries, biskuit, kue-kue berlemak.
2. Daging berlemak, kambing, babi, jerohan, otak, sosis, sardin, kuning telur 3 butir/minggu,
susu whole, keju, es krim.
3. Nabati dimasak dengan santan, minyak, sayuran dan buah diawet
4.Mayones, salad dressing dari telur, mentega dll.
TUJUAN DIET
1.Memberikan makanan secukupnya tanpa memeberatkan kerja jantung.
2.Menurunkan berat badan bila terlalu gemuk.
3.Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air.
A) Syarat diet
1. Energi cukup
2. Protein cukup, 0,8 g/kg BB
3. Lemak sedang, 25-30% kebutuhan energi total, 10% lemak jenuh, 10-15% lemak tidak
jenuh.
4. Kolesterol rendah, jika diserta dislipidemia.
5. Vitamin dan mineral cukup.
6. Garam rendah, 2-3 g/hari, jika diserta hipertensi atau odema.
7. Serat cukup untuk hindari konstipasi.

B) Jenis Diet
1. Diet jantung I: unt ps jantung akut spt MCI ( Myocardium infarc) atau dekompensasi
kordis berat. Bentuk makanan berupa cairan 1-1,5 l/hari. Diberikan beberapa hari.
2. Diet jantung II: bentuk makanan saring atau bubur. Setelah masa akut terlewati. Bila ada
odema diberikan rendah garam.
3. Diet jantung III: bentuk makanan lunak atau biasa. Kondisi tidak berat. RG bila ada odema
dan hipertensi.
4. Diet jantung IV: bentuk makanan biasa. Perpindahan dari DJ III. Keadaan baik. RG bila
ada odema dan hipertensi.
5. Manajemen diet
6. Diet stroke I: bentuk cair unt keadaan akut. Biasanya cair kental dan cair bening.
Pemberian peroral atau perNGT.
7. Diet stroke II: peralihan dari diet stroke I bentuk cair jernihm kental, saring, lunak dan
biasa. Disesuaikan dengan penyakitnya.
Preskripsi diet
1. Sering mengonsumsi buah dan sayuran; simpanlah buah dalam lemari es, lemari makan
atau laci mobil anda,khususnya buah yang dapat di makan bersama kulitnya seperti
apel,jambu,belimbing,peach.
2. Sering memakan lalapan atau tambahkan sayuran seperti tomat,ketimun,bawang
bomby,selada pada hamburger/sandwich yang anda makan. Buatlah minuman dari rumput
laut,kolang-kaling,selasih,cincau,dll. Tanpa menggunakan sirup yang berlebihan (kalau
perlu,gunakan sirup diet seperti Tropikana Slim).ingat konsumsi secara berlebihan gula pasir
(sirup,softdrink) dan bahkan pula gula diet yang mengandung fruktosa dapat meningkatkan
kadar trigliserida.
3. Gunakan roti dari biji gandum yang utuh (whole wheatbread).
4. Makan makanan sereal berserat tinggi seperti havermout pada waktu sarapan.
5. Tentukan hari-hari saat anda sekeluarga dapat melakukan pesta ikan. Pilih jenis-jenis ikan
yang kaya akan asam lemak omega-3 (tabel 3-3)
6. Ganti daging merah dengan daging putih seperti ayam kampung. Jangan mengonsumsi
bagian kepala,ekor,dan kulit. Kaldu ayam yang berminyak sebaiknya disaring dengan
menggunakan saringan halus yang kalau perlu alasnya bisa di lapisi dengan kapas steril untuk
menahan minyak tersebut.
7. Jangan menggoreng makanan dengan banyak minyak atau dengan jelantah.minyak takjenuh seperti minyak jagung atau kedelai akan berubah menjadi minyak jenuh jika dimasak
dengan panas yang tinggi atau jika dipakai berkali-kali untuk menggoreng. Gunakan minyak
dalam jumlah sedikit sekali pakai (misalnya,satu sendok minyak untuk menumis). Kalau
dapat,pilih minyak tak-jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan minyak kacang yang di
konsumsi sebagai dressing salad atau steak.
8. Gunakan susu skim,susu kedelai,atau yogurt non-fat dari pada susu fullcream.
9. Gunakan bumbu kacang/mete yang disangrai (jangan digoreng dengan minyak) jika anda
ingin membuat gado-gado.
10. Lebih baik gunakan bumbu seperti kunyit, bawang putih,dll. Untuk memepes ikan dari
pada menggorengnya dengan mentega atau margarine.
11. Bagilah makanan sehari menjadi 5 hingga 6 kali makan dengan porsi kecil. Makan
dengan porsi kecil lebih dapat ditolerir oleh pasien yang sesak. Usakan agar asupan kalori
sesuai dengan kebutuhan pasien (yang ditentukan oleh dokter). Pasien kegemukan harus
diturunkan berat badanya secara bertahap. Sebaliknya pada pasien dengan cardiac cachexia

harus diberikan formola enteral yang memberikan energi 1,5 kcal / ml seperti Nutren 2.0
(lazimnya formola enteral memberikan 1kcal / ml ).
12. Gunakan sayuran yang segar dan bukan sayuran dalam kaleng.
13. Jika dipaksa memakai sayuran kaleng atau sayuran yang diasinkan , rendam dahulu
sayuran tersebut selama 2 menit didalam air mengalir sebelum dimasak.
14. Sekali seminggu cobalah makan makanan alternatif yang rendah seperti kecap Tropicana
Slim, sup tanpa garam, krekers diet yang baik mengandung garam, dll.
15. Gunakan botol air minum dengan ukuran menurut kebutuhan cairan yang sudah
ditentukan selama sehari. Anda harus menuang air dalam botol tersebut dengan jumlah yang
sama dengan jumlah air minum atau makanan cair yang diminum / dimakan. Botol air yang
kosong menunjukkan bahwa pasien sudah mengonsumsi cairan dengan jumlah yang telah
ditentukan untuk hari ini. Mulailah setiap hari dengan botol yang berisi air yang baru.
16. Makanlah buah buahan yang banyak mengandung kalium 1-2 kali / hari.
17. Kurangi asupan natrium hingga 2 gram per hari bagi orang dewasa dan 45-70 mg / BB /
hari untuk anak anak. Pengurangan natrium dapat pula dilakukan menggunakan garam diet
yang terbuat dari kalium klorida sebagai pengganti garam dapur ( jika fungsi ginjalnya
normal).
18. Pada gagal jantung akut diperlukan diet rendah sisa / serat agar pasien tidak sampai
mengalami buang air besar yang membuatnya mengejan. Jika fase akut sudah terlampaui ,
preparat laksan dan pelunak feses kadang kadang diresepkan dokter untuk mencegah
sembelit dan defikasi yang sulit.
Biasakan jalan kaki dari pada naik kendaraan, menggunakan tangga dari pada lift/elevator
dan biasakan melakukan olahraga aerobik secara teratur seperti berenang,bersepeda,berlari
kecil (jogging),senam,dll.