Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Disusun oleh kelompok :


Hariyati Husain

JURUSAN BIDAN PENDIDIK


FAKULTAS ILMU KESEHATAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselesaikannya
makalah yang berjudul Interpersonal Skill. Makalah yang masih perlu dikembangkan lebih
jauh ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Komunikasi
Interpersonal pada prodi Pendidikan IPS di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas
Negeri Yogyakarta. Secara garis besar makalah ini membahas pentingnya interpersonal skill
dalam komunikasi.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Saliman, M.Pd selaku dosen
pengampu mata kuliah Komunikasi Interpersonal. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
memiliki kekurangan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
konstruktif, terutama dari pembimbing dan teman-teman.

Yogyakarta, 9 April 2011

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...........................................................................

Daftar Isi........

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.... 4
B. Rumusan Masalah..... 4

C. Tujuan

D. Manfaat..

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi.....

B. Komunikasi Interpersonal
1.Pengertian Komunikasi Interpersonal............................ 6
2.Komponen Komunikasi Interpersonal.......................................................

3.Klasifikasi Komunikasi Interpersonal.......................................................

C. Hubungan Interpersonal yang Efektif...............................................................

D. Kekuatan Pengaruh Komunikasi Interpersonal................................................ 10


E. Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi................................................... 11
BAB III PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................

14
15

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Komunikasi ada di mana-mana, bisa di rumah ketika berkumpul bersama di ruang
keluarga, di kampus ketika membicarakan tugas kelompok, di masjid ketika khutbah Jumat, di
kantor ketika manager memberikan tugas dan di manapun di belahan dunia ini. Ada sebuah

penelitian yang mengungkapkan bahwa 70 % waktu bangun kita digunakan untuk


berkomunikasi. Dengan komunikasi kita menciptakan hal-hal positif di sekitar kita. Yaitu
membentuk rasa saling pengertian menumbuhkan persahabatan, memelihara kasih sayang,
menyebarkan pengetahuan dan melestarikan peradaban. Namun dengan komunikasi juga
menciptakan hal-hal negatif di sekitar kita. Misalnya menyuburkan perpecahan, menumbuhkan
permusuhan, menanamkan kebencian, merintangi kemajuan hingga menghambat pemikiran.
Salah satu

tatanan komunikasi

adalah komunikasi

interpersonal.

Komunikasi

interpersonal membutuhkan keterampilan dalam mengkomunikasikannya. Oleh karena itu dalam


makalah ini penulis ingin menyajikan mengenai seberapa pentingnya interpersonal skill dalam
komunikasi.

B. Rumusan Masalah
a. Apakah definisi komunikasi?
b. Apakah definisi, komponen, dan klasifikasi komunikasi interpersonal?
c. Seperti apakah hubungan interpersonal yang efektif?
d. Seberapa kuatkah pengaruh komunikasi interpersonal?
e. Seberapa pentingkah keterampilan interpersonal (interpersonal skill) dalam
komunikasi?

C. Tujuan
a. Untuk memahami definisi komunikasi
b. Untuk mengetahui definisi, komponen, dan klasifikasi komunikasi interpersonal
c. Untuk mengetahui hubungan interpersonal yang efektif
d. Untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal
e.

Untuk mengetahui pentingnya keterampilan interpersonal (interpersonal skill) dalam


komunikasi

D. Manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini antara lain:
a.

Dapat memahami pengertian definisi komunikasi

b.

Dapat mengetahui definisi, komponen, dan klasifikasi komunikasi interpersonal

c.

Dapat mengetahui hubungan interpersonal yang efektif

d.
e.

Dapat mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal


Dapat mengetahui pentingnya keterampilan interpersonal (interpersonal skill) dalam
komunikasi

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi
Komunikasi dapat didefinisikan sebagai penyampaian informasi antara dua orang atau
lebih. Komunikasi dapat juga meliputi pertukaran informasi antara manusia dan mesin.
Komunikasi merupakan suatu proses yang vital dalam organisasi karena komunikasi diperlukan

bagi efektivitas kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manajemen


konflik, serta proses-proses organisasi lainnya. Studi-studi tentang perilaku manajerial
menunjukkan bahwa bagian terbesar waktu manajer dalam kerja digunakan untuk komunikasi
dengan orang lain (Burns, 1954; Kelly, 1964).

B. Komunikasi Interpersonal
1.

Pengertian Komunikasi Interpersonal


Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) didefinisikan oleh Joseph A. Devito
dalam bukunya The Interpersonal Communication Book. (Devito, 1989 : 4) sebagai:
Proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang, atau di antara sekelompok
kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.
(the process of sending and receiving messages between two persons, or among a small group of
persons, with some effect and some immediate feedback).

2.

Komponen Komunikasi Interpersonal


Setiap kali episode komunikasi terjadi, terdapat beberapa komponen, yaitu:

1.

Komunikator

2.

Pesan (message)

3.

Encode

4.

Bahasa

5.

Penerima pesan (recipients)

6.

Decode
Prosesnya adalah sebagai berikut:
Terdapat seorang komunikator yang ingin menyampaikan pesannya (message). Pesan
tersebut diekspresikan (encoded) melalui berbagai lambang dalam bahasa. Bahasa tersebut
mungkin berupa simbol kata-kata, simbol-simbol matematik, diagram, sentuhan dan seterusnya.
Pesan disampaikan melalui perantaraan. Berbagai media komunikasi digunakan dalam organisasi
meliputi: percakapan tatap muka, percakapan telepon, memo-memo tertulis, sistem alamat
umum, dewan bulletin serta banyak media lainnya. Terdapat satu atau lebih penerima pesan
(recipients). Bilamana seorang penerima menerima pesan, maka pesannya ditafsirkan (decoded).

3.

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal

Redding mengembangkan klasifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim,


percakapan sosial, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.
a.

Interaksi intim
Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, pasangan yang sudah menikah,
anggota famili, dan orang-orang yang mempunyai ikatan emosional yang kuat. Kekuatan dari
hubungan menentukan iklim interaksi yang terjadi. Di dalam organisasi, hubungan ini
dikembangkan dalam sistem komunikasi informal. Misalnya, hubungan yang terlibat di antara
kedua orang teman baik dalam organisasi, yang mempunyai interaksi interpersonal mungkin di
luar peranan dan fungsinya dalam organisasi.

b. Percakapan sosial
Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sederhana dengan
sedikit berbicara. Percakapan biasanya tidak begitu terlibat secara mendalam. Tipe komunikasi
tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Jika dua orang
atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi seperti famili,
sport, isu politik, ini adalah merupakan contoh percakapan sosial.

c.

Interogasi atau pemeriksaan


Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam kontrol, yang
meminta atau bahkan menuntut informasi daripada yang lain. Misalnya seorang pengacara
memeriksa seorang saksi atau seorang pelaksana hukum menanyai seorang tersangka.
Perdebatan dan pertengkaran secara verbal adalah bentuk interogasi di mana kedua pihak
menuntut satu sama lain dan kontrol sebentar-bentar bertukar. Pertengkaran verbal sering
ditandai dengan isu benar atau salah. Debat diatur oleh sejumlah aturan dan umumnya lebih
formal daripada perkelahian. Meskipun bentuk komunikasi ini tidaklah selalu diingini tetapi ada
dalam organisasi. Misalnya bila seseorang karyawan dituduh mengambil barang-barang
organisasi untuk kepentingan pribadinya biasanya karyawan tersebut diinterogasi oleh atasannya
untuk mengetahui benar atau tidaknya tuduhan itu.

d. Wawancara

Wawancara adalah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua orang terlibat dalam
percakapan yang berupa tanya jawab. Salah seorang mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan
informasi dan yang lainnya mendengarkan dengan baik kemudian memberikan jawaban yang
dikehendaki sampai tujuan wawancara tercapai. Misalnya, seorang dosen penasehat akademis
mewawancarai mahasiswa yang dibimbingnya untuk mendapatkan informasi yang lebih jauh
mengenai mahasiswa tersebut.

C. Hubungan Interpersonal yang Efektif


Mc.Crosky, Larson dan Knapp dalam bukunya An Introduction to Interpersonal
Communication mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan
mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan
komunikan dalam setiap situasi. Ketiga pengarang tersebut memilih istilah ketepatan yang lebih
besar (greater accuracy) daripada ketepatan yang menyeluruh (total accuracy), karena
memperoleh ketepatan 100% antara komunikator dan komunikan tidaklah mungkin, dan tidak
akan pernah terjadi. Total accuracy dalam komunikasi menghendaki komunikator dan
komunikan mempunyai pengalaman yang benar-benar sama dalam semua hal yang dibicarakan.
Hanya kalau demikianlah, mereka akan mempunyai pengertian yang benar-benar sama mengenai
suatu pesan; dan hanya jika demikianlah mereka akan mempunyai ketepatan yang menyeluruh,
pengertian yang menyeluruh atau komunikasi yang sempurna. Selama orang-orang berbeda tidak
akan pernah bisa membangkitkan idea yang benar-benar sama dalam benak komunikan sebagai
yang dikontribusikan dalam benak komunikator.
Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan berada dalam
keadaan homophily. Homophily adalah sebuah istilah yang menggambarkan derajat pasangan
perorangan yang berinteraksi yang memiliki kesamaan dalam sifatnya (attribute), seperti
kepercayaan, nilai, pendidikan, status sosial, dan sebagainya. Homophily terjadi karena orangorang yang sama lebih mungkin termasuk kelompok yang sama, berdiam lebih berdekatan satu
sama lain, dan tertarik oleh kepentingan yang sama. Hal ini berdasarkan penelitian Homans. Dia
berpendapat bahwa lebih dekat kesamaannya sejumlah orang dalam tingkatan sosial, lebih sering
mereka berinteraksi satu sama lain.
Menurut Roger, hubungan interpersonal akan terjadi secara efektif apabila kedua belah pihak
memenuhi kondisi berikut:

a.

Bertemu satu sama lain secara personal.

b.

Empati secara tepat terhadap pribadi yang lain dan berkomunikasi yang dapat dipahami satu
sama lain secara berarti.

c.

Menghargai satu sama lain, bersifat positif dan wajar tanpa menilai atau keberatan.

d.

Menghayati pengalaman satu sama lain dengan sungguh-sungguh, bersikap menerima dan
empati satu sama lain.

e.

Merasa bahwa saling menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung dan mengurangi
kecenderungan gangguan arti.

f.

Memperlihatkan tingkah laku yang percaya penuh dan memperkuat perasaan aman terhadap
yang lain.

Pace dan Boren (1973) mengusulkan cara-cara untuk menyempurnakan hubungan


interpersonal. Hubungan interpersonal cenderung menjadi sempurna bila kedua belah pihak
mengenal standar berikut.
a.

Mengembangkan suatu pertemuan personal yang langsung satu sama lain mengkomunikasikan
perasaan secara langsung.

b.

Mengkomunikasikan suatu pemahaman empati secara tepat dengan pribadi orang lain melalui
keterbukaan diri.

c.

Mengkomunikasikan suatu kehangatan, pemahaman yang positif mengenai orang lain dengan
gaya mendengarkan dan berespons.

d.

Mengkomunikasikan keaslian dan penerimaan satu sama lain dengan ekspresi penerimaan
secara verbal dan nonverbal.

e.

Berkomunikasi dengan ramah tamah, wajar, menghargai secara positif satu sama lain melalui
respons yang tidak bersifat menilai.

f.

Mengkomunikasikan satu keterbukaan dan iklim yang mendukung melalui konfrontasi yang
bersifat membangun.

g.

Berkomunikasi untuk menciptakan kesamaan arti dengan negosiasi arti dan memberikan
respons yang relevan.

Dari pernyataan yang dikemukakan oleh ketiga ahli di atas terdapat satu kesamaan yaitu
iklim yang mendukung harus ada agar hubungan interpersonal dapat dijaga dan disempurnakan.

Yang dimaksud lingkungan yang mendukung menurut Liker adalah apabila atasan mereka
menurut persepsi bawahannya sebagai berikut; Mendukung, ramah tamah, bersifat membantu,
baik dan tegas, tidak pernah mengancam, memperhatikan sungguh-sungguh keadaan
bawahannya dan berusaha keras memperlakukan orang secara sensitif dan penuh pertimbangan,
berusaha keras melayani perhatian yang baik dari karyawannya, menunjukkan kepercayaan dan
memotivasi bawahannya. Sedangkan menurut Jack Gibb iklim yang mendukung bila mempunyai
karakteristik sebagai berikut:
a.

Menguraikan sesuatu apa adanya.


Tidak ada berpraduga, menanyakan pertanyaan untuk informasi, mengemukakan perasaan,
kejadian, persepsi atau proses tanpa menyatakan secara tidak langsung perubahan kepada
penerima.

b.

Berorientasi kepada masalah.


Menentukan masalah bersama dan mencari penyelesaiannya tanpa menghambat tujuan penerima,
keputusan dan kemajuan.

c.

Spontan.
Bebas dari tipuan, tidak mempunyai motif yang tersembunyi, jujur dan lurus.

d.

Kesamaan.
Saling percaya dan menghargai, terlibat dalam pembuatan perencanaan tanpa mempengaruhi
kekuasaan, status atau penampilan.

e.

Empati.
Menghargai pendengar, mengidentifikasi saling berbagi dan menerima masalahnya, perasaan dan
nilai-nilai.

f.

Bersifat sementara.
Ingin melakukan percobaan dengan tingkah laku sendiri, sikap dan ide-ide.

D. Kekuatan Pengaruh Komunikasi Interpersonal


Dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi lainnya, komunikasi antarpribadi paling ampuh
dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan. Alasannya adalah
sebagai berikut:
Komunikasi antarpribadi umumnya berlangsung secara tatap muka (face-to-face)
sehingga terjadilah kontak pribadi (personal contact): pribadi komunikator menyentuh pribadi

komunikan. Ketika komunikator menyampaikan pesan, umpan balik berlangsung seketika


(immediate feedback); komunikator mengetahui pada saat itu tanggapan komunikan terhadap
pesan yang komunikator lontarkan, ekspresi wajah komunikator dan gaya bicara komunikator.
Apabila umpan baliknya positif, artinya tanggapan komunikan itu menyenangkan komunikator,
komunikator sudah tentu akan mempertahankan gaya komunikasinya; sebaliknya jika tanggapan
komunikan negatif, komunikator harus mengubah gaya komunikasi sampai komunikasi berhasil.
Oleh karena keampuhan dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini, dan perilaku
komunikan maka bentuk komunikasi antarpribadi acapkali dipergunakan untuk melancarkan
komunikasi persuasif (persuasive communication) yakni suatu teknik komunikasi secara
psikologis manusiawi yang sifatnya halus, luwes berupa ajakan, bujukan atau rayuan. Tetapi
komunikasi persuasif antarpribadi seperti itu hanya digunakan kepada komunikan yang potensial
saja, artinya tokoh yang mempunyai jajaran dengan pengikutnya atau anak buahnya dalam
jumlah yang sangat banyak, sehingga apabila ia berhasil diubah sikapnya atau ideloginya, maka
seluruh jajaran mengikutinya.

E. Keterampilan Interpersonal (Interpersonal Skill) dan Komunikasi


Keterampilan interpersonal mengacu pada mental dan komunikatif yang diterapkan
selama komunikasi sosial dan interaksi untuk mencapai efek-efek tertentu atau hasil. Istilah
"interpersonal skill" yang sering digunakan dalam konteks bisnis adalah untuk merujuk pada
mengukur kemampuan seseorang untuk beroperasi dalam bisnis organisasi melalui komunikasi
dan interaksi sosial. Keterampilan interpersonal adalah bagaimana orang berhubungan satu sama
lain.
Mereka yang piawai dalam keterampilan interpersonal biasanya dicirikan oleh
kemampuannya dalam mengarahkan, memotivasi, dan bekerjasama secara efektif dengan orang
lain. Selain itu mampu memahami pemikiran orang lain dengan jelas. Semuanya berbasis pada
kesadaran diri. Jadi orang seperti itu, sebelum mampu memahami orang lain, seharusnya mampu
memahami dirinya, perasaannya, keyakinannya, nilai pribadinya, sikap, persepsi tentang
lingkungan, dan motivasi untuk memperoleh sesuatu yang patut dikerjakannya. Hal demikian
membantunya untuk menerima kenyataan bahwa tiap orang adalah berbeda dalam hal
ketrampilan dan kemampuan, keyakinan, nilai, dan keinginannya.

Keterampilan interpersonal dan komunikasi berhubungan erat satu sama lain. Keduanya
saling mendorong dalam peningkatan kinerja seorang profesional, di bagian apapun tempatnya
atau posisi apapun yang dipegangnya. Keterampilan interpersonal sangat dibutuhkan dalam
komunikasi untuk membina hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal yang baik akan
memudahkan penyelesaian tugas sehari-hari terlebih tugas dalam teamwork. Akan sulit
membangun teamwork yang tangguh bila keterampilan interpersonal dan komunikasi ini tidak
dimiliki oleh salah seorang anggotanya, karena dalam teamwork dibutuhkan kerjasama dan
kekompakan antar anggota. Dengan kata lain seseorang yang tidak memiliki keterampilan
interpersonal dalam komunikasi akan sulit bekerja dalam satu kelompok kerja secara baik.
Akibatnya tugas tidak akan terselesaikan tepat waktu dan hasilnya kurang optimal.
Di sisi lain kemampuan interpersonal dan komunikasi akan tercermin dari penampilan
sehari-hari seseorang dan perkembangan karirnya. Hardjana (2003) mengatakan dari kepribadian
seseorang, ada dua hal utama yang mempengaruhi mutu komunikasi interpersonal yaitu:
a.

Sikap terhadap orang yang berkomunikasi

1.

Menerima mereka apa adanya

2.

Menghargai keunikan mereka, peran hidup yang mereka pegang dan laksanakan.

3.

Menghormati mereka sebagai pribadi dan bukan menghina atas dasar ideologi, keyakinan,
kepercayaan, dan agama.

4.

Memperlakukan mereka sebagai pribadi yang mempunyai tujuan sendiri dan tidak
memperlakukan mereka sebagai alat untuk mencapai apapun, atau objek untuk dipermainkan
sesuka hati.
b. Sikap terhadap diri sendiri
1) Gambaran diri (self-image) kita
2) Penilaian diri (self-evaluation)
3) Setiap orang mempunyai cita-cita diri (self-ideal).
Sebagai ilustrasi, umumnya dipahami bahwa berkomunikasi adalah menghormati orang
lain atau jika telah profesional dalam berkomunikasi akan memungkinkan untuk mengurangi
konflik dan meningkatkan partisipasi atau bantuan dalam memperoleh informasi atau
menyelesaikan tugas. Misalnya, untuk mengganggu seseorang yang sedang sibuk dengan tugas
untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan segera, disarankan menggunakan pendekatan
hormat dengan bahasa seperti, "Maaf, apakah Anda sibuk? Aku punya masalah mendesak untuk

mendiskusikan dengan Anda jika Anda memiliki waktu saat ini. " Hal ini memungkinkan
penerima profesional untuk membuat penilaian sendiri tentang pentingnya tugas mereka saat ini
versus memasuki diskusi dengan rekan mereka. Meskipun umumnya dipahami bahwa menyela
seseorang dengan permintaan "mendesak" akan sering mengambil prioritas, yang memungkinkan
penerima mengutamakan permintaan tersebut dan setuju untuk mendiskusikan masalah tersebut
sehingga kemungkinan akan menghasilkan interaksi kualitas yang lebih tinggi.
Memiliki kemampuan interpersonal yang positif akan meningkatkan produktivitas dalam
organisasi karena jumlah konflik berkurang. Dalam situasi informal, memungkinkan komunikasi
menjadi mudah dan nyaman. Orang dengan kemampuan interpersonal yang baik umumnya dapat
mengendalikan perasaan yang muncul dalam situasi sulit dan dapat menentukan jawaban yang
benar, bukannya kewalahan oleh emosi.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
1.

Komunikasi adalah penyampaian informasi antara dua orang atau lebih.

2.

Komunikasi interpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua
orang, atau di antara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan
balik seketika.

3.

Setiap kali episode komunikasi terjadi, terdapat beberapa komponen, yaitu: komunikator, pesan
(message), encode, bahasa, penerima pesan (recipients), dan decode.

4.

Klasifikasi komunikasi interpersonal yaitu interaksi intim, percakapan sosial, interogasi atau
pemeriksaan, dan wawancara.

5.

Komunikasi interpersonal sangat kuat pengaruhnya karena keampuhan dalam mengubah sikap,
kepercayaan, opini, dan perilaku komunikan.

6.

Interpersonal skill dalam komunikasi sangat penting karena keduanya saling mendorong dalam
peningkatan kinerja seseorang. Keterampilan interpersonal sangat dibutuhkan dalam komunikasi
untuk membina hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal yang baik akan memudahkan
penyelesaian tugas sehari-hari terlebih tugas dalam teamwork. Seseorang yang tidak memiliki
keterampilan interpersonal dalam komunikasi akan sulit bekerja dalam satu kelompok kerja
secara baik.

DAFTAR PUSTAKA
Effendy,Onong Uchjana.Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi.Bandung: PT.Citra Aditya Bakti.
Muhammad,Arni.1995.Komunikasi Organisasi.Jakarta: Bumi Aksara.

N.Wexley,Kenneth,dkk.2003.Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia.Jakarta:Rineka


Cipta.
http://zulfindrajuliant.blogspot.com/2010/10/perdalam-keterampilan-softskill.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_skills
http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/20/ketrampilan-komunikasi-antarpersonal-2/

http://inndori.blogspot.sg/2013/06/makalah-komunikasi-interpersonal.html

Anda mungkin juga menyukai