Anda di halaman 1dari 17

Makalah Farmasi Fisika I

ADSORPSI
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Farmasi Fisika I

Oleh :
No

Nama

NPM

Wulan Tresnawati

260110130009

Ika Khumairoh

260110130010

Leni Rahmawati

260110130012

Dewi Setiyowati

260110130016

Liza Fauziyyah K

260110130018

Amalia Octa P

260110130032

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014
KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmatNya kami dapat menyelesaikan Tugas Farmasi Fisika I ini. Shalawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para
sahabatnya, dan umatnya hingga akhir zaman. Aamiin.
Tugas Farmasi Fisika I ini tentunya bertujuan agar mahasiswa lebih mengenal
lagi mata kuliah Farmasi Fisika I. Terutama mahasiswa juga tentunya akan
mengetahui lebih dalam mengenai Adsorpsi dan hubungannya dalam bidang
kefarmasian, sesuai yang akan kami bahas dalam makalah ini.
Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Farmasi Fisika I
yang sudah membimbing kami. Penulis juga menyadari dalam pembuatan tugas ini
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis meminta maaf dan mengharapkan
kritik dan saran yang membangun supaya lebih baik. Semoga tugas ini bermanfaat
bagi kita semua dalam menambah pengetahuan tentang Adsorpsi.

Jatinangor, 5 Juli 2014

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmatNya kami dapat menyelesaikan Tugas Farmasi Fisika I ini. Shalawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para
sahabatnya, dan umatnya hingga akhir zaman. Aamiin.
Tugas Farmasi Fisika I ini tentunya bertujuan agar mahasiswa lebih mengenal
lagi mata kuliah Farmasi Fisika I. Terutama mahasiswa juga tentunya akan
mengetahui lebih dalam mengenai Adsorpsi dan hubungannya dalam bidang
kefarmasian, sesuai yang akan kami bahas dalam makalah ini.
Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Farmasi Fisika I
yang sudah membimbing kami. Penulis juga menyadari dalam pembuatan tugas ini
jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis meminta maaf dan mengharapkan
kritik dan saran yang membangun supaya lebih baik. Semoga tugas ini bermanfaat
bagi kita semua dalam menambah pengetahuan tentang Adsorpsi.

Jatinangor, 5 Juli 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................i
Daftar Isi................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN...................................................................................1
1.1
1.2
1.3

Latar Belakang........................................................................................1
Rumusan Masalah...................................................................................2
Tujuan......................................................................................................2

BAB II. PEMBAHASAN.....................................................................................3


2.1
2.2
2.3
2.4
2.5
2.6

Pengertian Adsorpsi.........................................................................................3
Jenis-Jenis Adsorpsi.........................................................................................4
Mekanisme Adsorpsi........................................................................................
Faktor yang Mempengaruhi Adsorpsi..............................................................8
Kegunaan atau Aplikasi Adsorpsi.....................................................................9
Equilibria Adsorpsi..........................................................................................10

BAB III PENUTUP...............................................................................................13


3.1 Kesimpulan .............................................................................................13
Daftar Pustaka.......................................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Dalam dunia farmasi erat hubungannya dengan fenomena antarmuka,
karena setiap partikel dari zat, apakah itu sel, bakteri koloid, granul, atau
manusia, mempunyai suatu antarmuka pada batas sekelilingnya. Adsorpsi
merupakan salah satu fenomena antarmuka, maka jelas adsopsi ada kaitannya
dalam bidang farmasi. Sebagai contoh,factor-faktor yang mempengaruhi
adsorpsi obat pada bahan pembantu padat dalam bentuk sediaan, penetrasi
(penembusan)molekul melalui membrane biologis , pembentukan dan
kestabilan emulsi, dan dispersi (penyebar-rataan) dari partikel yang tidak larut
dalam media cair untuk membentuk suspense.
Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan suatu zat pada permukaan zat
lain. Zat yang diserap disebut fase terserap (adsorbat), sedangkan zat yang
menyerap disebut adsorben. Kecuali zat padat, adsorben dapat pula zat cair.
Karena itu adsorpsi dapat terjadi antara : zat padat dan zat cair, zat padat dan
gas, zat cair dan zat cair atau gas dan zat cair.
Adsorpsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut
yang ada dalam larutan oleh permukaan benda atau zat penyerap. Adsorpsi
adalah masuknya bahan yang mengumpul dalam suatu zat padat. Keduanya
sering muncul bersamaan dengan suatu proses maka ada yang menyebutnya
sorpsi. Baik adsorpsi maupun absorpsi sebagai sorpsi terjadi pada tanah liat
maupun padatan lainnya, namun unit operasinya dikenal sebagai adsorpsi.
(Giyatmi, 2008: 101).
Menurut Sukardjo bahwa molekul-molekul pada permukaan zat padat
atau zat cair, mempunyai gaya tarik ke arah dalam, karena tidak ada gaya-gaya
yang mengimbangi. Adanya gaya-gaya ini menyebabkan zat padat dan zat cair,
mempunyai gaya adsorpsi. Adsorpsi berbeda dengan absorpsi. Pada absorpsi zat

yang diserap masuk ke dalam adsorben sedang pada adsorpsi, zat yang diserap
hanya pada permukaan (Sukardjo, 2002:190).
Adsorben ialah zat yang melakukan penyerapan terhadap zat lain (baik
cairan maupun gas) pada proses adsorpsi. Adsorben yang paling banyak dipakai
untuk menyerap zat-zat dalam larutan adalah arang. Zat ini banyak dipakai di
pabrik untuk menghilangkan zat-zat warna dalam larutan. Penyerapan bersifat
selektif, yang diserap hanya zat terlarut atau pelarut sangat mirip dengan
penyerapan gas oleh zat padat. Ketika pelarut yang mengandung zat terlarut
tersebut kontak dengan adsorben, terjadi perpindahan massa zat terlarut dari
pelarut ke permukaan adsorben, sehingga konsentrasi zat terlarut di dalam
cairan dan di dalam padatan akan berubah terhadap waktu dan posisinya dalam
kolom adsorpsi. Berdasarkan latar belakang tersebut kami akan membahas lebih
lanjut mengenai adsorpsi untuk mengetahui lebih dalam tentang adsorpsi.
1.2

Rumusan Masalah
2. Apa yang dimaksud dengan adsorpsi?
3. Apa saja jenis-jenis adsorpsi?
4. Bagaimana mekanisme adsorpsi terjadi?
5. Mengapa adsorpsi dapat terjadi?
6. Apa saja kegunaan atau aplikasi adsorpsi dalam bidang farmasi?
7. Apa yang dimaksud Adsorpsi equilibria?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian adsorpsi
2. Mengetahui jenis-jenis adsorpsi
3. Mendeskripsikan mekanisme terjadinya adsorpsi
4. Mengetahui penyebab atau faktor adsorpsi dapat terjadi
5. Menjelaskan kegunaan atau aplikasi adsorpsi dalam bidang farmasi
6. Mengetahui maksud dari adsorpsi equilibria.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Adsorpsi
Molekul-molekul dan ion-ion tertentu apabila terdispersi dalam cairan
akan bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri ke antar muka. Konsentrasi
pada antarmuka jadinya melebihi konsentrasinya dalam bulk cairan tersebut.
Jelaslah , energi bebas permukaan dan tegangan permukaan dari system
tersebut secara otomatis dikurangi. Gejala seperti itu dimana molekul-molekul
membagi diri kearah antarmuka di katakan adsorbsi.
Adsorbsi berbeda dengan absorbsi. Pada absorbsi zat yang diserap masuk
kedalam adsorben sedangkan adsorbsi zat yang diserapnya hanya terdapat pada
permukaan. Daya serap zat padat pada gas tergantung dari jenis adsorben
tertentu, yaitu jenis gas, luas permukaan adsorbsi, temperature gas, dan tekanan
gas. Untuk suatu adsorben tertentu, banyaknya gas yang dapat diserap makin
besar bila temperatur kritis makin besar atau gas makin mudah dicampurkan.
Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair mempunyai
gaya tarik menarik ke arah dalam. Karena tidak ada gaya lain yang
mengimbangi. Adanya gaya-gaya ini menyebabkan zat padat atau zat cair
mempunyai gaya adsorsi. Adsorbsi adalah fenomena yang berkaitan erat dengan
permukaan dimana terlihat interaksi antara molekul yang bergerak (cairan/gas)
dengan molekul yang relative diam yang mempunyai permukaan atau
antarpermukaan.

Fenomena yang berkaitan dengan permukaan dimana terlibat interaksi


antara molekul yang bergerak (cair atau gas) dengan molekul yang relative
diam pada permukaan atau antar permukaan atau akumulasi berkumpulnya
partikel adsorbat pada permukaan adsorben. Adsorbat adalah materi yang
berada dalam keadaan teradsorb. Sedangkan adsorben adalah zat dimana proses
adsorbsi terjadi.
2.2

Jenis-jenis Adsorpsi
Jenis adsorpsi dibedakan berdasarkan fase :
a.
Interaksi antara solven dan solute (hidrofobisitas surfaktan)
emulsion
Interaksi antara solida dan solute suspension
Jenis adsorpsi dibedakan berdasarkan energy ikatan :
a. Adsorpsi fisik terjadi akibat adanya perbedaan energi atau gaya tarik
b.

bermuatan listrik (gaya van derWalls). Molekul adsorbat mulai diikat


secara fisik menuju molekul adsorbent. Tipe adsorpsi ini multilayer, karena
masing-masing molekul membentuk lapisan diatas lapisan sebelumnya.
Adsorpsi ini tidak spesifik dan mirip dengan proses kondensasi. Adsorpsi
Fisika ini terjadi pada zat-zat yang bersuhu rendah dengan adsorpsi relatif
rendah. Dalam hal ini perubahan panas adsorpsi mempunyai derajat yang
sama dengan panas kondensasi dari gas menjadi cair, sehinga gaya yang
menahan adsorpsi molekul-molekul fluida biasanya cepat tercapai dan
bersifat reversibel, karena kebutuhan energi yang sangat kecil.

b. Adsorpsi kimia bersifat specifik dan terjadi berdasarkan ikatan kimia antara
adsorbent dengan zat yangteradsorpsi (adsorbat), sehingga dibandingkan
dengan adsorpsi fisik, kerja yang terjadi jauh lebih besar selain itu adsorpsi
kimia terjadi pada suhu yang tingi. Karena terjadinya ikatan kimia, maka
pada permukaan adsorbent dapat berbentuk suatu lapisan dan apabila hal ini
berlanjut maka adsorbent tidak akan mampu lagi menyerap zat lainnya. Dan
proses adsorpsi secara kimia ini bersifat irreversible.
Perbedaan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia adalah :
Adsorpsi Fisik

Adsorpsi Kimia

Molekul terikat pada adsorben Molekul terikat pada adsorben


oleh gaya van der Waals

oleh ikatan kimia

Mempunyai entalpi reaksi -4 Mempunyai entalpi reaksi -40


sampai -40 kJ/mol

sampai -800 kJ/mol

Dapat membentuk lapisan

Membentuk lapisan monolayer

multilayer
Adsorpsi hanya terjadi pada suhu Adsorpsi dapat terjadi pada suhu
di bawah titik didih adsorbat

tinggi

Jumlah adsorpsi pada permukaan Jumlah adsorpsi pada permukaan


merupakan fungsi adsorbat

merupakan karakteristik adsorben


dan adsorbat

Tidak melibatkan energi aktifasi Melibatkan

energi

tertentu

tertentu

Bersifat tidak spesifik

Bersifat sangat spesifik

Adsorpsi Fisik vs Adsorpsi Kimia

aktifasi

Physisorption :
no activation barrier, fast, reversible, surface symmetry insensitive,
multilayer formation
possible, Tsurface < Tcondensation
Chemisorption :
activation barrier possible (b), variable uptake kinetics, covalent /
ionic / metallic bonding, often irreversible, surface symmetry
specific, limited to monolayer, wide range of Tsurface
2.3

Mekanisme Adsorpsi
Secara garis besar, mekanisme proses adsorpsi dapat berlangsung
berdasarkan tahapan sebagai berikut :
Transfer molekul-molekul adsorbat

menuju

lapisan

mengelilingi adsorbent
Difusi adsorbat melalui lapisan film
Difusi adsorbat melalui kapiler atau pori-pori dalam adsorbent

film

yang

Adsorpsi adsorbat pada dinding kapiler atau permukaan adsorbent.

Termodinamika pada adsorpsi berlangsung secara eksotermis atau


berlangsung secara spontan. Pada saat proses adsorpsi, energy entropi
mengalami penurunan. Termodinamika adsorpsi dibedakan menjadi 2, yaitu
fenomena bahan hidrofob dan fenomena bahan hidrofil.
Fenomena bahan hidrofob dalam air
Air memilih mengumpulkan bahan hidrofob pada permukaan, karena
energi ikatan dan afinitas diantara mereka sangat lemah sehingga air
menempatkannya di permukaan agar lebih sedikit energinya.
tegangan permukaan pelarut menurun
Fenomena bahan hidrofil dalam air
Air akan bergabung dengan bahan hidrofil, karena energi ikatan dan
afinitas keduanya sangat kuat sehingga air melarutkannya. Kondisi ini akan
meningkatkan kekuatan air di permukaan.
tegangan permukaan pelarut meningkat
2.4

Faktor yang mempengaruhi adsorpsi


Adsorpsi dapat terjadi karena beberapa factor yang mempengaruhi yaitu :

1. Konsentrasi
Proses adsorpsi sangat sesuai untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi
yang rendah, dari campuran yang mengandung bahan lain dengan
konsentrasi tinggi
2. Luas permukaan
Jika semakin luas permukaan adsorben maka adsorsbsi akan semakin cepat
3. Suhu
Adsorbsi akan lebih cepat berlangsung pada suhu rendah. Namun demikian
pengaruh suhu adsorpsi zat cair tidak seperti pada adsorspsi gas
4. Ukuran partikel/jenis adsorbat
Semakin kecil ukuran partikel yang di adsorpsi nya akan berlangsung lebih
cepat
5. Waktu kontak
Waktu kontak untuk mencapai keadaan setimbang pada proses serapan
logam oleh adsorben berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam
6. Afinitas adsorbent terhadap adsorbate, yang dipengaruhi oleh ukuran dan
bentuk pori, polaritas dan reaktivitas
7. Karakteristik adsorbate, yang meliputi :
- Densitas dan berat molekul
- Ukuran dan bentuk molekul
- Tekanan uap
- Konsentrasi
- Adanya senyawa lain sebagai competitor
- Polaritas
- Reaktivitas adsorbate
2.5

Kegunaan atau Aplikasi Adsorpsi


Adsorpsi memiliki kegunaan dan aplikasi dalam beragai bidang,
khususnya dalam bidang farmasi contohnya :
1.
Pengawetan makanan dengan silica gel
2.
Adsorpsi obat di dalam tubuh
3.
Penyerapan antibakteri pada kulit dan selaput lender
4.
Pembuatan sediaan tablet, painting, teknik kromatografi, detergen dan
5.
6.
7.
8.
9.

proofing
Penggunaan norit untuk mengobati sakit perut
Pemutihan gula pasir
Pewarnaan serat wol, kapas atau sutera
Penjernihan air sol Al(OH)3 atau tawas
Pembersihan dengan sabun

10.
2.6

Penyerapan Humus oleh Tanah liat

Equilibria Adsorpsi
1.
Persamaan Langmuir
Pendekatan Langmuir meliputi lima asumsi mutlak, yaitu:
1) Gas yang teradsorpsi berkelakuan ideal dalam fasa uap.
2) Gas yang teradsorpsi dibatasi sampai lapisan monolayer.
3) Permukaan adsorbat homogen, artinya afinitas setiap kedudukan
ikatan untuk molekul gas sama.
4) Tidak ada antaraksi lateral antar molekul adsorbat.
5) Molekul gas yang teradsorpsi terlokalisasi, artinya mereka tidak
bergerak pada permukaan.

Dimana persamaan Langmuir ditulis sebagai berikut:

C merupakan konsentrasi adsorbat dalam larutan, x/m adalah


konsentrasi adsorbat yang terjerap per gram adsorben, k adalah
konstanta yang berhubungan dengan afinitas adsorpsi dan (x/m)mak
adalah kapasitas adsorpsi maksimum dari adsorben.
Kurva isotherm Langmuir:

2.

Persamaan Freundlich
Persamaan Freundlich sangat tepat dipergunakan untuk adsorpsi secara
fisik. Persamaan Freundlich sangat tepat dipergunakan bila :
a. Tidak ada assosiasi atau dissosiasi dari molekulsetelah teradsorp pada
permukaan adsorbent.
b. Tidak terjadi adsorpsi kimia.
Menurut Freundlich, jika y adalah berat zat terlarut per gram adsorben
dan c adalah konsentrasi zat terlarut dalam larutan. Dari konsep tersebut
dapat diturunkan persamaan sebagai berikut:
Xm / m = k.C1/n
Log ( Xm / m ) = log k + 1 /n . log C
dimana:
Xm = berat zat yang diadsorbsi
m = berat adsorben (zeolit)
C = konsentrasi zat
Kemudian k dan n adalah konstanta asdsorbsi yang nilainya bergantung
pada jenis adsorben dan suhu adsorbsi. Bila dibuat kurva log (Xm /m)
terhadap log C akan diperoleh persamaan linear dengan intersep log k dan
kemiringan 1/n, sehingga nilai k dan n dapat dihitung.
Kurva isotherm Freundlich:

3.

Isoterm Branauer, Emmet, and Teller (BET)


Isotherm ini berdasar asumsi bahwa adsorben mempunyai nilai
permukaan yang homogeny. Perbedaan isotherm ini dengan Langmuir
adalah BET berasumsi bahwa molekul-molekul adsorbat bisa membentuk
lebih dari satu lapisan adsorbat dipermukaan berbeda-beda. Mekanisme
yang diajukan dalam isotherm ini adalah :
Isotherm Langmuir biasanya lebih baik apabila diterapkan untuk adsorpsi
kimia. Sedangkan isotherm BET akan lebih baik daripada isotherm
Langmuir bila diterapkan untuk adsorpsi fisik.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adsorpsi adalah proses penyerapan molekul oleh permukaan. Adsorbsi
berbeda dengan absorbsi. Pada absorbsi zat yang diserap masuk kedalam
adsorben sedangkan adsorbsi zat yang diserapnya hanya terdapat pada
permukaan. Jenis jenis adsorpsi dibedakan berdasarkan perbedaan fase dan
energy ikatannya. Jenis adsropsi berdasarkan perbedaan fase ada dua, yaitu
interaksi antara solvent dan solute, dan interaksia antara solida dan solute.
Sedangkan jenis adsorpsi berdasarkan energy ikatannya dibedakan menjadi
adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia.
Secara garis besar, mekanisme proses adsorpsi dapat berlangsung dengan
mentransfer molekul-molekul adsorbat menuju lapisan film yang mengelilingi
adsorbent, difusi adsorbat melalui lapisan film, difusi adsorbat melalui kapiler
atau pori-pori dalam adsorbent, dan adsorpsi adsorbat pada dinding kapiler atau
permukaan adsorbent.
Adsorpsi dapat terjadi karena beberapa factor yang mempengaruhi,
seperti konsentrasi, luas permukaan, suhu, ukuran partikel/jenis adsorbat, waktu
kontak, afinitas adsorbent terhadap adsorbate, karakteristik adsorbate.
Adsorpsi memiliki banyak kegunaan dalam bidang farmasi contohnya
pengawetan makanan dengan silica gel dan adsorpsi obat di dalam tubuh.
Dalam adsopsi, ada beberapa persamaan kesetimbangan adsorpsi, diantaranya
adalah persamaan Langmuir, persamaan Freundlich, Isoterm Branauer, Emmet,
danTeller (BET)

DAFTAR PUSTAKA
Annisa,

Redda.

2011.

ADSORPSI.

Available

online

at

https://docs.google.com/document/d/1Mbo4yO0hovOcNlcstziasE1uVaBrI3Pq
HP2ZWlndUw/preview?markAsViewed=false [Diakses tanggal 5 Juli 2014]
Handayani, Murni. 2009. UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH
PADA PENYERAPAN LIMBAH CHROM (VI) OLEH ZEOLIT. Available
online

at

http://digilib.batan.go.id/ppin/katalog/index.php/searchkatalog/downloadDatab
yId/1347/1858-3601-2009-130.pdf [Diakses tanggal 5 Juli 2014]
Hermana,Joni. 2011. ADSORPSI. Available online at http://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0CBsQFjAA&url=http%3A
%2F%2Foc.its.ac.id%2Fambilfile.php%3Fidp
%3D1809&ei=ZdG4U4bAIM61uATMyICgBA&usg=AFQjCNHp0JBkk5_Kvm12gtPyk029i871Q [Diakses tanggal 5 Juli 2014]
Ingga,Luy.2013.

Isotherm

adsorpsi.

Available

online

at

http://www.academia.edu/5561384/Isotherm_adsorbsi [Diakses tanggal 5 Juli


2014]
Martin,Alfred,dkk. 2008. Farmasi Fisik Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta: UI Press
Sukardjo. 2002. Kimia Fisika. Yogyakarta: Rineka Cipta