Anda di halaman 1dari 19

Keseimbangan

Umum dalam
Ekonomi Islam
Oleh :
Riska Ayu Setiawati 3112731
Fresisca Wulandari 3113213

Keseimbangan Umum Ekonomi Islam

Analisis keseimbangan adalah analasis ekonomi makro tentang terbentuknya tingkat harga
dan jumlah output sebesar asumsi bahwa pada setiap pasar (barang dan jasa, tenaga kerja
dan uang) permintaan telah sama dengan penawaran, sehingga permintaan agregat telah
sama dengan penawaran agregat. Dalam beraktivitas di dunia kerja dan bisnis, islam
mengharuskan untuk berbuat adil, tak terkecuali pada pihak yang tidak disukai.

Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman,hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu


menegakkan (kebenaran) karena Allah,menjadi saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali
kebencianmu terhadap suatu kaum,mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adilah karena adil itu lebih dekat dengan taqwa (Al-Maidah :8).

...maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil ( Al-Anaam:152)

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca
(keseimbangan) itu. (ar-Rahman:9)

Konsep IS-LM

Dalam
Ekonomi
Konvensional
dikenal kurva IS dan LM

IS

menyatakan Investasi dan


Tabungan, sedangkan kurva IS
menyatakan apa yang terjadi pada
pasar barang dan jasa.

LM

menyatakan Likuiditas dan


Uang,
serta
kurva
LM
menunjukkan apa yang terjadi pada
penawaran
dan
permintaan
terhadap uang.

Konsep Pasar Barang dan Kurva IS Konvensional

Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.

Keseimbangan pasar barang dan jasa berarti :


Y = AE
C+S =C+I
S=I
f(Y) = f(r)

Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat


pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa.

Konsep IS-LM dalam Islam

Pada sistem ekonomi Islam bunga tidak diberlakukan, sehingga keseimbangan di


pasar barang pada ekonomi Islam ini sangat berbeda dengan keseimbangan pasar
barang pada system ekonomi konvensional. Hal ini karena system bunga
dihapuskan dan diganti dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (r).

Investasi perusahaan dalam ekonomi Islam tergantung dari tingkat keuntungan


yang diharapkan dan biaya asset yang kurang produktif. Makin tinggi keuntungan
yang diharapkan, dan makin besar biaya asset yang kurang produktif maka semakin
besar investasi yang dilaksanakan dan sebaliknya.

Dalam analisis keseimbangan sektot riil, kondisi keseimbangan perekonomian


dapat digambarkan kedalam sebuah kurva yang disebutkan kurva ISI. Kurva ISI
adalah tempat kedudukan titik-titik yang menghubungkan tingkat keuntungan yang
diharapkan ( R) dan pendaptan nasional (Y), yang dimana pasar barang berada
dalam kondisi keseimbangan .

Konsep Uang, Investasi dan Kurva LM


Konvensional

Pasar uang (bahasa Inggris: money market) merupakan pertemuan dalam suatu
pasar yang abstrak untuk memperoleh demand dan supply dana jangka pendek.
Dalam pasar uang, valuta asing diperlukan untuk membayar kegiatan ekspor
impor, hutang luar negeri.

Keynes dalam teori Preferensi Likuidasi menjelaskan bahwa motif masyarakat


dalam memegang uang ada 3 macam . Formulasi dari ketiga motif tersebut adalah

Teori Preferensi Likuidasi

Motif Transaksi

Motif Berjaga-jaga
Motif Spekulasi

Konsep IS-LM dalam Islam

Sistem ekonomi Islam membatasi fungsi uang, dimana fungsi


uang hanya sebagai alat bantu transaksi produktif barang dan
jasa, uang itu sendiri tidak diperkenankan menjadi komoditas
yang kemudian memiliki pasanya yang khas.

Dalam prespektif Islam tidak dikenal


adanya pasar uang dikarenakan rentan
penipuan, kezaliman, unsur riba, insider
trading, window dressing dan segala
transaksi yang tidak jujur lainnya

Konsep IS-LM dalam Islam

Spekulasi tidak ada dalam ekonomi islam, yang ada hanyalah motive
transaksi dan berjaga-jaga. sehingga permintaan uang dalam
ekonomi islam berhubungan dengan tingkat pendapatan.

Besarnya persediaan uang tunai akan berhubungan dengan tingkat


pendapatan, dan frekuensi pengeluaran. Jumlah uang yang
diperlukan dalama ekonomi islam hanya memenuhi kedua motiv
tersebut.

Konsep IS-LM dalam Islam


Pada tingkat tertentu diatas yang telah ditentukan akan dikenakan zakat
atas asset yang kurang produktif. Sesuatu hal yang penting disini adalah
bahwa pemerintah, memelihara keseimbangan, tidak dengan
meningkatkan penawaran uang tetapi justru dengan menaikan biaya atas
uang menganggur.
Ini akan menjamin bahwa penawaran uang tidak akan sampai ke tingkat
rawan inflasi, sebagai reaksi atas peningkatan permintaan uang yang
kemungkinan akan terbelanjakan kemudian tanpa mempengaruhi
peningkatan akan barang dan jasa. Juga penting disinggung bahwa yang
dimaksud dengan biaya atas uang menganggur adalah pajak yang dapat
dibebankan negara bila mengalami tingkat inflasi.

Konsep IS-LM dalam Islam


Jadi, dapat dikatakan bahwa
perekonomian Islam tidak memiliki
konsep keseimbangan umum riil dan
moneterdua sektoral (konsep IS-LM).
Konsep keseimbangan umum dalam
Islam lebih sebagai sebuah
keseimbangan satu sektoral,dimana
keseimbangan umumnya identik
dengan keseimbangan pasar rill atau
barang dan jasa (konsep IS)

Aktivitas Investasi

Perumusan model aktifitas investasi, baik pada sisi permintaan maupun sisi
penawaran, merujuk pada nilai nilai moral Islam yang diyakini mempengaruhi
prilaku ekonomi seseorang serta segala ketentuan hukum syariah yang memang
menjadi pedoman dalam berprilaku dan berinteraksi secara Islam. Dengan
asumsi bahwa yang menjadi objek dalam aktifitas investasi adalah projek
projek investasi, maka aktifitas permintaan dan penawaran investasi akan
menentukan besar kecilnya tingkat ekspektasi keuntungan di pasar investasi.

KASUS:
Bagaimana Investasi Menurut Hukum Islam?

REPUBLIKA.CO.ID

Saya mau tanya, investasi yang sudah ditentukan hasilnya tiap


bulannya dengan jangka waktu tertentu apakah halal? Tetapi
kalau rugi kita tidak dapat keuntungan. Hanya uang modal
kembali. Namun apabila kita ambil modal kita sebelum jangka
waktu perjanjian maka dikenakan/dikurangin dari modal kita.
Bagaimana menurut hukum Islam?
Dari Dimas

Aktivitas Uang Beredar

Sistem konvensional memandang uang tidak sekedar hanya sebagai alat


bantu transaksi ekonomi, uang bahkan dapat menjadi objek transaksi
ekonomi itu sendiri. Dengan demikian konsekwensi perspektif ini membuat
perekonomian menjadi meluas ruang lingkup aktifitasnya, ia tidak hanya
terbatas pada transaksi transaksi produktif penciptaan barang dan jasa,
tetapi juga mencakup segala transaksi transaksi keuangan berikut
transaksi transaksi turunannya.

Aktivitas Uang Beredar

Kesimpulan yang dapat dikemukakan pada kondisi keseimbangan umum


adalah bahwa peningkatan volume transaksi barang dan jasa disektor riil
sama dengan peningkatan volume investasi di pasar investasi dan
peningkatan uang beredar yang ada di pasar uang beredar (Q = I = M).
Kesimpulan ini mendukung keyakinan teori ekonomi Islam yang
menyebutkan bahwa uang tercipta di pasar uang beredar ketika barang dan
jasa juga tercipta di pasar riil. Dinamika penciptaan uang tidak berdiri
sendiri layaknya yang terjadi di sistem ekonomi konvensional.

Aktivitas Uang Beredar

Disini juga terlihat bahwa ide pemadanan dua pasar; riil (barang
dan jasa) dan moneter (keuangan), tidak berlaku dalam ekonomi
Islam, karena memang pasar keuangan tidak eksis akibat
mekanisme bunga (interest rate) tidak ada dalam ekonomi Islam.

Keberadaan pasar investasi merupakan konsekwensi dalam


perkembangan aktifitas ekonomi riil. Begitu juga posisi pasar
uang beredar. Pasar ini hanyalah menggambarkan bagaimana
dan seberapa besar sepatutnya sejumlah uang disediakan dalam
rangka mendukung aktifitas ekonomi riil.

Mengenal Tiga Produk Investasi di Perbankan Syariah

Berikut adalah beberapa produk unggulan investasi di


perbankan syariah :
1.

Deposito Mudharabah

2.

Asuransi Syariah

3.

Reksadana Syariah

KESIMPULAN

Keseimbangan dalam konsep kejayaan dunia dan akhirat hanya dapat


dipenuhi jika keseluruhan aktifitas yang dilakukan manusia bertujuan untuk
beribadah kepada Allah SWT. Kesejahteraan dan kemakmuran tidak
dijadikan sebagai tujuan hidup, namun ditujukan sebagai wasilah atau
perantara untuk mewujudkan perintah Allah SWT.

Tujuan hidup yang hakiki berpedoman nilai-nilai Islam. Kesemuanya untuk


merealisasikan perintah Allah SWT. QS. Al-Anaam ayat 162 menyatakan
bahwa

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan


matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada tujuan lain,
semua berujung pada ridho Allah SWT.

Referensi

http://mysharing.co/mengenal-tiga-produk-investasi-di-perbankansyariah/

http://www.islamcendekia.com/2014/03/pasar-modal-dan-pasaruang-syariah.html

http://ennouchuul.blogspot.com/2011/02/motif-memegang-uang.html

http://stiebanten.blogspot.com/2011/06/keseimbangan-ekonomidalam-islam.html

http://abiaqsa.blogspot.com/2007/07/keseimbangan-umum-ekonomiislam.html

Anda mungkin juga menyukai