Anda di halaman 1dari 21

DINAS PEKERJAAN UMUM

CIPTA KARYA DAN PERUMAHAN


KOTA PALEMBANG
JALAN SLAMET RIYADI NO. 212 PALEMBANG

LAPORAN
PENDAHULUAN

PENYUSUNAN DED
REVITALISASI AREAL PARKIR BAWAH JEMBATAN AMPERA

Oleh :

KATA PENGANTAR

Laporan Pendahuluan ini merupakan kegiatan awal dari Konsultan


Perencana untuk Pekerjaan Perencanaan Revitalisasi Areal Parkir Bawah
Jembatan Ampera.
Secara garis besar Laporan Pendahuluan ini mencakup beberapa hal pokok
antara lain Pendahuluan, Pemahaman Terhadap KAK, Gambaran Umum Kawasan
Perencanaan, Pendekatan dan Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan, dan Rencana
Pelaksanaan Pekerjaan.
Kami sebagai Konsultan Perencana dengan senang hati akan menerima
sumbang saran dan koreksi untuk perbaikan penyusunan laporan ini, demi
kelancaran pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.

Palembang,

November 2014

TIM PENYUSUN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................


DAFTAR ISI ............................................................................................................
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................
DAFTAR DIAGRAM DAN TABEL ......................................................................
BAB I

i
ii
iii
iv

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................
1.2. Tujuan .............................................................................................
1.3. Ruang Lingkup Kegiatan ................................................................
1.4. Metode Pembahasan .......................................................................

1
1
2
3

BAB II PEMAHAMAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


2.1. Ruang Lingkup Pekerjaan ...............................................................
2.2. Kriteria Perancangan .......................................................................
2.3. Pengumpulan Data Dan Informasi ..................................................
2.4. Keluaran Konsultan Perencana .......................................................

6
7
8
8

BAB III GAMBARAN UMUM KAWASAN PERENCANAAN


3.1. Kondisi Eksisting Kawasan Perencanaan .......................................

10

BAB IV PENDEKATAN DAN METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN 12


BAB V RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN
5.1 Pekerjaan Persiapan ........................................................................
5.2 Pekerjaan Teknis Lapangan ............................................................
5.3 Konsultasi .......................................................................................
5.4 Laporan ...........................................................................................
5.5 Dokumen .........................................................................................

14
14
15
15
15

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Site Eksisting Kawasan ...............................................................................


Foto Kondisi Eksisting Areal Parkir Bawah Jembatan Ampera ...............................

10
11

iii

DAFTAR DIAGRAM DAN TABEL

Diagram Lingkup Pekerjaan ....................................................................................


Diagram Tahapan Pekerjaan DalamKegiatan Perancangan ....................................
Tabel Jadwal Kegiatan .............................................................................................

2
3
16

iv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Perkembangan kota Palembang sebagai kota metropolitan terlihat dari

giatnya pembangunan di berbagai sektor. Peningkatan seluruh aspek kegiatan


diikuti dengan pertumbuhan kota yang semakin hari semakin pesat yang ditandai
dengan makin tersebarnya pusat-pusat kegiatan sosial-ekonomi. Pertumbuhan
kegiatan sosial-ekonomi ini menyebabkan pergerakan arus lalu lintas yang
semakin padat yang mempengaruhi tingkat kenyamanan tiap penggunanya.
Dampaknya akan mengubah keseimbangan lingkungan kota.
Kawasan bawah Jembatan Ampera merupakan kawasan CBD Kota
Palembang yang memiliki ruang terbuka, trotoar, median jalan yang dapat
dirancang menjadi areal parkir sekaligus menjadi RTH dan penyediaan fasilitas
lainnya. Ketersedian Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan perwujudan dari
pelaksanaan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 yang
mensyaratkan penyediaan RTH publik min 20% dari luas wilayah kota.
Diperlukan perencanaan pembangunan yang dapat meningkatkan nilai
fungsi lahan untuk mendukung keindahan kota. Bercampurnya pedagang kaki
lima, kendaraan bermotor roda empat/roda dua, kendaraan tidak bermotor maupun
kendaraan yang parkir menyebabkan kawasan bawah Jembatan Ampera
semberawut. Sehingga sangat perlu dibuat suatu perencaaan penaataan pada
kawasan ini sehingga kawasan dapat mengakomodir segala kegiatan dan tertata
dengan baik.

1.2.

Tujuan
Areal Parkir Bawah Jembatan Ampera menjadi lebih hijau dan teratur,

memenuhi kriteria teknis yang layak dari segi mutu, biaya, serta memberi
kontribusi positif bagi Lingkungan Pusat Kota Palembang.

1.3.

Lingkup Pekerjaan
Lingkup tugas yang dikerjakan oleh konsultan perencanaan adalah

menyusun DED Revitalisasi Areal Parkir Bawah Jembatan Ampera, melalui :


A. Penataaan Arus Kendaraan
B. Penataaan Parkir Kendaraan
C. Penataan Ruang Terbuka Hijau
D. Penataan Fasilitas Penunjang Lainnya (WC, TPS, Musholla)
Sedangkan alur pekerjaan Revitalisasi Areal Parkir Bawah Jembatan
Ampera meliputi :
STUDI
KELAYAKAN

KONSEP
DESAIN

PERANCANGAN

Dokumen
Pelaksanaan
(DED)

Tahapan pelaksanaan pekerjaan penyusunan DED disebutkan bahwa


pekerjaan perancangan akan dibagi dalam 4 tahap pekerjaan yaitu konsep
perancangan, pra-rancangan, rancangan pelaksanaan, dan dokumen pelaksanaan
(DED). Urutan pentahapan pekerjaan disajikan pada tabel berikut:

Tahapan Pekerjaan dalam Kegiatan Perancangan

Konsep Perancangan
Membuat dan menganalisa alternatif, menyusun konsepsi
perancangan, membuat sketsa gagasan

Pra Rancangan
Mencari konsepsi desain terbaik, memilih sub sistem
bangunan yang akan digunakan

Rancangan Pelaksanaan
Mematangkan konsep desain, memastikan dan
menguraikan ukuran, menentukan sub sistem bangunan
dan material yang akan digunakan

Dokumen Pelaksanaan (DED)


Penerjemahan konsepsi desain yang terkandung dalam
rancangan tetap ke dalam gambar-gambar dan uraianuraian teknis yang terinci (gambar kerja, RAB, RKS)

1.5.

Metode Pembahasan
Metode

pembahasan

dilakukan

dengan

metode

deskriptif,

yaitu

menguraikan dan menjelaskan data kualitatif, kemudian dianalisa untuk


memperoleh suatu kesimpulan.

Pengumpulan data diperoleh dengan cara :


1.

Observasi Lapangan
Observasi lapangan dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan
pendataan langsung di lokasi.

2.

Studi Literatur
Berupa data sekunder yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan
perancangan.

3.

Wawancara
Dialog langsung dengan pelaku aktifitas dan pengelola. Hal ini dilakukan
untuk menggali data mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan topik.

4.

Serta produk konsultan antara lain :

Laporan Pendahuluan
-

Membuat rencana kerja konsultan secara menyuluruh;

Mengadakan mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;

Membuat jadwal kegiatan konsultan;

Mengadakan inventarisasi elevasi geometrik dan foto dokumentasi


survey awal.

Mengadakan inventarisasi sumber material disekitar lokasi proyek.

Mengumpulkan data perhitungan, peta lokasi dan lain-lain.

Laporan Antara (Interim Report)


Laporan Antara ini berupa hasil sementara pelaksanaan pekerjaan berupa
konsep konsep perancangan arsitektural hasil dari survey dan studi
literatur.

Laporan Akhir (Final Report)


-

Membuat

perhitungan

dan

perencanaan

desain

yang

telah

direncanakan dari konsep perancangan arsitektural.


-

Menentukan volume pekerjaan dan perkiraan biaya berupa Rencana


Anggaran Biaya (RAB) dan Bill Of Quantity (BQ).

Membuat gambar-gambar standar khusus berupa Detail Engineering


Design (DED).

Tahapan penyusunan pembuatan dokumen lelang berupa Rencana


Kerja dan Syarat-Syarat (RKS).

Menyusun ketentuan-ketentuan yang akan diterapkan baik dalam


proses pelelangan maupun dalam proses pelaksanaan.

Dokumentasi foto kegiatan.

BAB II
PEMAHAMAN TERHADAP
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Setelah kami mempelajari Kerangka acuan Kerja (KAK) Revitalisasi Areal


Parkir Bawah Jembatan Ampera, kami dapat memahami keinginan pihak Dinas
Pu Cipta Karya terhadap jasa yang harus disediakan oleh Konsultan Perencana.
Pemahaman kami terhadap KAK tersebut dapat kami uraikan sebagai berikut :

2.1. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan oleh konsultan perencana
meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan, site kawasan dan perencanaan fisik
kawasan yang terdiri dari :
1.

Kegiatan Persiapan
Meliputi pembuatan interprestasi secara garis besar terhadap KAK,
pengumpulan data/informasi lapangan dan konsultansi dengan Instansi
pemerintah mengenai peraturan daerah.

2.

Penyusunan Pra Rencana


Meliputi rencana tapak dan konsep ruang, perkiraan biaya, dan keterangan
rencana kota, persyaratan bangunan dan lingkungan dari pemerintah
setempat.

3.

Penyusunan Pengembangan Rencana


Meliputi Rancangan kawasan beserta Uraian Konsep dan Visualisasi,
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), Rincian Volume Pelaksanaan
Pekerjaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Laporan Perencanaan.

4.

Penyusunan Rencana Detail


Meliputi membuat gambar-gambar detail arsitektur yang sesuai dengan
gambar rencana yang telah disetujui, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS),
rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan
konstruksi, laporan akhir perencanaan.

2.2. KRITERIA PERANCANGAN


Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana akan
memperhatikan kriteria kawasan disesuaikan fungsi dan kompleksitas kawasan,
yaitu :
1.

Persyaratan peruntukan dan Intensitas


Revitalisasi areal parkir bawah Jembatan Ampera berdasarkan ketentuan tata
ruang yang ditetapkan, fasilitas penunjang dimanfaatkan sesuai dengan
fungsinya dan menjamin keselamatan pengguna, masyarakat, dan lingkungan.

2.

Persyaratan Arsitektur dan lingkungan


Revitalisasi kawasan berdasarkan karakteristik lingkungan sehingga
seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan
budaya),
Terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan
keserasian kawasan terhadap lingkungannya,
Menjamin revitalisasi areal parkir bawah Jembatan Ampera ini dapat
dimanfatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan.

3.

Persyaratan Teknis lain


Menjamin terwujudnya areal parkir yang mempunyai sirkulasi dan akses
yang layak, aman dan nyaman ke dalam dan luar kawasan dan fasilitas
serta layanan di dalamnya.
Mencegah gangguan faktor lingkungan yang tidak diinginkan, serta
mengendalikan dampak negatif dari faktor lingkungan tersebut yang
berasal dari kawasan itu sendiri agar tidak mencemari lingkungan di
sekitarnya.

2.3. PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI


Informasi yang diperlukan dan akan dicari

untuk bahan perencanaan

diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut :


1.

Informasi tentang Kondisi Tapak


Meliputi: Kondisi fisik lahan, seperti

luasan, eksisting parkir,

eksisting sirkulasi kendaraan, eksisting perkerasan, eksisting


penghijauan, dll. Untuk itu akan dilakukan kunjungan lapangan,
pengukuran situasi di lapangan.
3.

Kebijakan dan Peraturan


Informasi tentang Rencana Tata Ruang, Peraturan Tata Bangunan,
dan studi terkait yang pernah dilakukan. Untuk itu tim konsultan
akan melakukan kegiatan konsultansi dengan PPTK dan Tim Teknis.

2.4. KELUARAN KONSULTAN PERENCANA


Keluaran yang akan dihasilkan oleh Konsultan Perencana dalam kegiatan
ini diantaranya meliputi :
1) Usulan Teknis
Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk metoda pelaksanaan, dan
waktu perencanaan.
Konsep skematik rencana teknis.
Laporan data dan informasi lapangan.
2) Tahap Pra-rencana Teknis
Gambar-gambar rancangan tapak, gambar-gambar pra-rencana kawasan.
Perkiraan biaya pembangunan.
Garis besar Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
Hasil konsultansi rencana dengan Pemda setempat.
3) Tahapan Pengembangan Rencana
Gambar pengembangan rencana.
Konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan.
Draft rencana anggaran biaya.
Draft rencana kerja dan syarat-syarat

4) Tahap Rencana Detail


Gambar rencana teknis kawasan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ).

Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Laporan perencanaan.

BAB III
GAMBARAN UMUM
KAWASAN PERENCANAAN

3.1. KONDISI EKSISTING KAWASAN PERENCANAAN


Site eksisting merupakan kawasan berada di bawah Jembatan Ampera.
Adapun hasil survey lokasi berdasarkan kondisi eksisting adalah sebagai berikut :

Site Eksisting Kawasan Bawah


Jembatan Ampera
Sumber : Survey Lapangan, 2014

Secara administratif, kawasan Areal Parkir Bawah Jembatan Ampera ini


dibatasi oleh wilayah-wilayah administrasi :

Utara

: Masjid Agung Palembang

Timur

: Kawasan Pasar 16 Ilir Palembang

Selatan

: Sungai Musi

Barat

: Benteng Kuto Besak

Kawasan bawah Jembatan Ampera merupakan kawasan CBD Kota


Palembang. Sebagai salah satu pusat kegiatan sosial-ekonomi di kota Palembang,

10

kawasan ini termasuk dalam kawasan yang sangat padat setiap harinya. Tinjauan
eksisting ini dilakukan pada areal parkir. Terdapat aktivitas perdagangan dari
pedagang kaki lima yang berjualan di taman kota hingga memakai bahu jalan
yang berada tepat di bawah jembatan Ampera. Seringkali para pedagang
melakukan aktivitas bongkar muat di tengah jalan sehingga menyebabkan
kemacetan lalu lintas yang cukup parah. Pada gambar juga terlihat parkir
kendaraan bermotor roda dua/ roda empat yang tidak berada pada posisi
sebenarnya. Kondisi inilah yang membuat kawasan bawah jembatan Ampera
semakin tidak teratur dan semrawut.

Foto Kondisi Eksisting Areal Parkir


Bawah Jembatan Ampera
Sumber : Survey Lapangan, 2014

11

BAB IV
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pendekatan dan metodologi yang akan dilaksanakan oleh Konsultan


terhadap lingkup pekerjaan/jasa layanan yang diminta dalam KAK, pemahaman
atas sasaran/tujuan, kualitas metodologi dan hasil kerja yang secara rinci dapat
diuraikan sebagai berikut :
1.

Pemahaman atas jasa layanan yang tercantum dalam KAK meliputi :


pengertian terhadap tujuan Satuan Kerja, lingkup serta jasa konsultansi yang
diperlukan dan pengenalan lapangan.

2.

Kualitas metodologi meliputi ketepatan menganalisa dan langkah pemecahan


yang diusulkan dengan tetap mengacu pada persyaratan KAK, konsisten
antara metodologi dan rencana kerja.

3.

Tanggapan terhadap KAK, khususnya mengenai data yang tersedia, orang


bulan (man-month) tenaga ahli, uraian tugas, jangka waktu pelaksanaan,
laporan-laporan yang disyaratkan, jenis keahlian serta jumlah tenaga ahli
yang diperlukan, program kerja, jadwal pekerjaan, jadwal penugasan,
organisasi, kebutuhan jumlah orang bulan dan kebutuhan fasilitas penunjang.

4.

Hasil kerja (Deliverable) meliputi : analisis, gambar-gambar kerja, spesifikasi


teknis, perhitungan teknis, dan laporan-laporan.

5.

Fasilitas pendukung yang kemungkinan diajukan oleh konsultan dalam


melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam KAK.

6.

Organisasi Konsultan harus menggambarkan juga hubungan kerja Konsultan


dengan Organisasi Kegiatan Pengawasan.

Pendekatan Revitalisasi Areal Parkir Bawah Jembatan Ampera adalah


bahwa kawasan ini dapat menjadi lebih hijau dan teratur, memenuhi kriteria teknis
yang layak dari segi mutu dan , biaya, serta memberi kontribusi positif bagi
masyarakat kota Palembang.

12

Metode yang akan dipakai dalam perencanaan ini adalah merevitalsisasi


areal parkir bawah Jembatan Ampera yang sudah ada, dengan menata secara
maksimal arus kendaraan, parkir kendaraan, memaksimalkan potensi ruang
terbuka hijau yang ada di dalam kawasan.

13

BAB V
RENCANA PELAKSANAAN PEKERJAAN

Konsultan harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai


dengan setiap bagian pekerjaan pada pelaksanaan yang dihadapi di lapangan, yang
secara garis besar adalah sebagai berikut:

5.1. PEKERJAAN PERSIAPAN


a. Menyusun program kerja, alokasi tenaga ahli, dan konsepsi pekerjaan.
b. Koordinasi dengan Pihak Pelaksana Kegiatan mengenai program kerja
konsultan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal.

5.2. PEKERJAAN TEKNIS LAPANGAN


a. Melaksanakan

survey,

koordinasi

dan

inpeksi

kegiatan-kegiatan

pembangunan agar pelaksanaan pekerjaan secara teknis yang dilakukan


dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan dalam
bentuk laporan.
b. Mendata dan menginventarisir meliputi tupoksi, organisasi, sumber daya
manusia, tata laksana, dukungan prasarana dan sarana.
c. Mendata dan menginventarisir mekanisme pengawasan, meliputi
perijinan, pengecekan kelaikan fungsi dan keandalan bangunan yang ada.
d. Mendata

dan

profesi/usaha

menginventarisir
setempat,

meliputi

peran
antara

masyarakat
lain

dan

asosiasi

pengawasan

oleh

masyarakat.
e. Membuat laporan kegiatan DED

14

5.3. KONSULTASI
a. Melakukan konsultasi kepada PPTK Dinas PU Cipta Karya untuk
membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa
pekerjaan berlangsung.
b. Mengadakan rapat-rapat/pembahasan secara berkala dengan PPTK Dinas
PU Cipta Karya dan Tim Teknis.
c. Mengadakan rapat di luar jadwal rutin tersebut apabila dianggap perlu.

5.4. LAPORAN
a. Memberikan laporan dan pendapat teknis setiap bulan kepada PPTK.
Dinas PU Cipta Karya mengenai proses pekerjaan tersebut.
b. Melaporkan

kemajuan

pekerjaan

yang

nyata

dilaksanakan

dan

dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui.


c. Membuat tahapan laporan. Rencana tahapan pelaporan kegiatan ini dapat
disampaikan sebagai berikut :
Laporan Pendahuluan, memuat tanggapan terhadap KAK, kegiatan
survey lapangan (observasi dan indentifikasi) yang merupakan data
primer, metode pelaksanaan kegiatan, jadwal pelaksanaan.
Laporan Akhir, memuat : Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Teknis
(RKS), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Dokumen Tender dan
Gambar Kerja (Site Plan, Tampak dan Detail).

5.5. DOKUMEN
Dokumen yang disiapkan pihak konsultan antara lain menerima dan
menyiapkan berita acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan
serta untuk keperluan pembayaran angsuran.

15

Tabel 5.5. Jadwal Kegiatan


BULAN
No.

KEGIATAN

I
1

1
2
3
4
5
6

II
3

Persiapan
Pengumpulan Data
Pengolahan Data dan Analisa
Penyusunan Rencana
Koordinasi dan Konsultasi
Pembuatan Laporan
a. Laporan Pendahuluan
b. Laporan Akhir

16

Anda mungkin juga menyukai