Anda di halaman 1dari 46

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

PERSEKUTUAN:
Pembentukan dan Operasi
Oleh: M.Anwar Kadir

Pengertian Persekutuan
Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan
sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua
individu/badan atau lebih untuk memiliki dan
menyelenggarakan suatu usaha secara bersama
dengan tujuan untuk memperoleh laba
Berdasarkan luasnya tanggung jawab para
sekutunya, persekutuan dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu persekutuan firma (Fa), dan
persekutuan komanditer (CV = Comanditair
Vennotschap)
2

Persekutuan Firma
Dalam persekutuan firma, semua sekutu
ikut aktif mengelola persekutuan dan
bertanggung jawab penuh (tidak terbatas).
Yang dimaksud dengan tanggung jawab
penuh disini adalah bahwa tanggung
jawabnya tidak terbatas sebesar modal
yang ditanam di persekutuan saja,
melainkan dengan seluruh harta pribadinya

Persekutuan Komanditer

Dalam persekutuan komanditer, tidak


semua sekutu ikut aktif mengelola
perusahaan. Berdasarkan luasnya tanggung
jawab dan ikut tidaknya di dalam
pengelolaan perusahaan, maka para sekutu
persekutuan komanditer dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu sekutu aktif dan sekutu
pasif

Sekutu Aktif

Sekutu aktif atau sekutu kerja atau sekutu


komplementer adalah sekutu yang ikut aktif
mengelola perusahaan. Sekutu ini
bertanggung jawab penuh dengan seluruh
harta pribadinya (tidak terbatas)

Sekutu Pasif

Sekutu pasif atau sekutu komanditer atau


sekutu diam adalah sekutu yang tidak ikut
mengelola perusahaan. Sekutu ini
bertanggung jawab terbatas sebesar modal
yang di tanam di dalam persekutuan.
Sekutu pasif ini hanya menanam modal saja.

Unsur Pokok Persekutuan yaitu


1. Gabungan atau asosiasi para sekutu. Sebagai suatu asosiasi dari beberapa

sekutu ( individu ) maka persekutuan tidak dapat dipisahkan dengan


kesepakatan atau perjanjian, yaitu perjanjian untuk mendirikan,
memiliki, dan mengelola persekutuan.

2. Pemilikan dan pengelolaan bersama.


Didalam Persekutuan harus selalu dituntut adanya kebersamaan, yaitu :
a. Persekutuan dimiliki bersama.
b. Persekutuan dikelola bersama.
c. Kalau ada risiko ditanggung bersama.
d. Kalau memperoleh laba dibagi bersama.
3. Tujuan untuk memperoleh laba.
Laba dibagi secara adil menurut rasio atau metode pembagian
laba yang telah disepakati.

Ketentuan di dalam
Perjanjian Persekutuan
Perjanjian persekutuan akan berisi

ketentuan-ketentuan yang disepakati


oleh para sekutu mengenai segala
sesuatu yang berhubungan dengan
kehidupan persekutuan sampai
pembubarannya
8

Isi perjanjian (antara lain)


1. Ketentuan mengenai persekutuan.
2. Ketentuan mengenai sekutu.
3. Ketentuan yang berhubungan dengan modal persekutuan.
4. Ketentuan mengenai pembagian laba.
5. Ketentuan yang berhubungan dengan pembubaran persekutuan.
6. Ketentuan mengenai pertanggungan ( asuransi ) terhadap masing-masing
sekutu.

Isi perjanjian persekutuan akan dipakai sebagai :


- Dasar pencatatan setoran modal.
- Dasar perhitungan modal.
- Dasar pembagian laba.
- Dasar pencatatan transaksi-transaksi persekutuan yang menyangkut modal.
- Dasar pembagian aktiva dalam likuidasi.

Dari uraian diatas terlihat bahwa perjanjian mempunyai peranan


yang sangat penting dalam persekutuan mulai dari pendirian
hingga pembubarannya.
9

Karakteristik Utama
Persekutuan
Mutual Agency
Limited Life

Khusus untuk persekutuan firma, ditambah


Un Limited Liability
Interest In Partnership
Participating In Partnership Profit
10

Mutual Agency
Para sekutu merupakan agen dari

persekutuan, sehingga tindakan


seorang sekutu akan mengikat sekutu
yang lain. Kerugian yang ditimbulkan
oleh seorang sekutu harus
ditanggung oleh semua sekutu,
demikian pula jika memperoleh
keuntungan.
11

Limited Life
Umur persekutuan itu terbatas, sehingga sewaktuwaktu dapat bubar dan berdiri persekutuan baru.
Adapun sebab-sebab bubarnya persekutuan antara

lain, yaitu :
tujuan persekutuan telah tercapai,
jangka waktu yang diatur dalam perjanjian telah

terpenuhi (habis),
sudah tidak sesuai lagi dengan undang-undang atau
Peraturan Pemerintah,
masuknya anggota baru,
pengunduran diri (keluar) salah satu sekutu,

perubahan bentuk, misalnya diubah menjadi


Perseroan Terbatas
12

Un Limited Liability
Kewajiban tak terbatas, yaitu setiap

anggota persekutuan firma harus ikut


menanggung kewajiban keuangan
tidak terbatas hanya modal yang
disetor tetapi sampai harta pribadi
13

Ownership of an Interest in
a Partnership
Kekayaan yang telah disetor dalam

persekutuan sudah bukan lagi milik


sekutu penyetor, melainkan milik semua
sekutu.
14

Participating In
Partnership Profit
Masing-masing sekutu memiliki hak dalam

pembagian laba atau rugi persekutuan. Laba


dibagikan kepada masing-masing anggota
berdasarkan partisipasi atau aktivitas
(kontribusi) masing-masing anggota
terhadap perolehan laba. Apabila seorang
anggota merupakan pengurus, maka mereka
akan memperoleh bagian lebih besar
dibanding anggota bukan pengurus
15

Akuntansi Terhadap Penyertaan


Modal Dalam persekutuan
Masalah akuntansi spesifik dalam

persekutuan adalah masalah yang


berhubungan dengan pengukuran milik
atau penyertaan (hak) masing-masing
anggota di dalam persekutuan.
Hak-hak anggota diikhtisarkan dalam
rekening modal masing-masing yang
terdiri penanaman awal, penanaman
tambahan dan prive, serta bagian
keuntungan atau kerugian usaha. Anggota
boleh membuat persetujuan dalam mem-

16

Akuntansi Terhadap Penyertaan


Modal Dalam persekutuan
bagi keuntungan atau kerugian dalam
berbagai macam carayang sesuai dengan
hak penyertaan mereka. Apabila tidak ada
suatu persetujuan tertentu, maka
keuntungan atau kerugian harus dibagi
sama diantara para anggota.
Contoh : Tn A, B, dan C mendirikan
persekutuan dengan investasi masingmasing Rp. 75.000; Rp. 25.000 dan
Rp.50.000. Mereka setuju berbagi L/R
dengan perbandingan sama. Apabila
17

Akuntansi Terhadap Penyertaan


Modal Dalam persekutuan
persekutuan mendapat laba atau rugi
Rp. 90.000 maka rek. Modal masing-masing
anggota menjadi sbb.:
Description

Total Asset

Modal A

Modal B

Modal C

Investasi Awal

Rp. 150.000

Rp. 75.000

Rp. 25.000

Rp. 50.000

Laba bersih

Rp. 90.000

Rp. 30.000

Rp. 30.000

Rp. 30.000

Jumlah

Rp. 240.000

Rp.105.000

Rp. 55.000

Rp. 80.000

Description

Investasi Awal

Total Asset

Modal A

Modal B

Modal C

Rp. 150.000

Rp. 75.000

Rp. 25.000

Rp. 50.000

Kerugian

(Rp. 90.000)

(Rp. 30.000)

(Rp. 30.000)

(Rp. 30.000)

Jumlah

Rp. 60.000

Rp. 45.000

(Rp. 5.000)

Rp. 20.000
18

Pembentukan Persekutuan
Firma
Pada waktu firma dibentuk atau didirikan,
ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi,
yaitu :
1. Firma baru, semua anggota menyetor asset
2. Firma didirikan dari perusahaan
perseorangan, dan anggota lain tidak punya
usaha.
3. Firma didirikan dari beberapa usaha
perseorangan
19

Akuntansi Dalam Persekutuan


Pada umumnya hubungan ekonomis

antara persekutuan dan para sekutu


ditampung di dalam empat rekening,
yaitu :
Rekening Modal
Rekening prive
Rekening Utang Kepada Sekutu
Rekening Piutang Kepada Sekutu
20

Rekening Modal
Rekening modal menunjukkan besarnya hak modal sekutu

yang bersangkutan. Modal masing-masing sekutu berasal


dari setoran modal mula-mula. Selanjutnya akan bertambah
dengan setoran tambahan modal dan pembagian laba serta
berkurang dengan pengambilan modal dam pembgian rugi.
Rekening modal akan didebit apabila berkurang dan dikredit
apabila bertambah.
Aktiva- Kas
Rp. XXXX
Aktiva Non Kas
Rp. XXXX
Modal Sekutu A
Modal Sekutu B
Modal Sekutu C

Rp. XXXX
Rp. XXXX
Rp. XXXX
21

Rekening prive
Rekening prive juga diselenggarakan untuk tiap-tiap sekutu.
Rekening akan didebit apabila terjadi pengambilan harta
persekutuan untuk sekutu. Sedangkan Rekening akan
dikredit dengan bagian laba
(apabila tidak langsung ditutup ke rekening modal ).
Modal Rp. XXXX
Prive
Rp XXXX
Pada akhir periode saldo rekening prive ini akan dipindah

ke rekening modal sekutu yang bersangkutan yaitu :


Ke sisi debit, apabila rekening prive bersaldo debit.
Ke sisi kredit apabila rekening prive bersaldo kredit.
Jadi setelah tutup buku saldo rekening prive selalu nol.
22

Rekening Utang Kepada Sekutu


Rekening ini akan di debit apabila utang

kepada sekutu berkurang dan di kredit


apabila utang kepada sekutu bertambah.
Dalam hal persekutuan dilikuidasi maka saldo
rekening ini ikut dipertimbangkan di dalam
menghitung bagian kas sekutu yang
bersangkutan. Di dalam neraca saldo
disajikan pada kelompok pasiva, yaitu utang.

Kas

Rp. XXXX
Utang sekutu B
Rp. XXXX
23

Rekening Piutang Kpd Sekutu


Rekening ini didebit apabila piutang kepada sekutu
bertambah dan dikredit apabila piutang kepada
sekutu berkurang. Dalam hal persekutuan
dilikuidasi yaitu mengurangi hak sekutu yang
bersangkutan.
Didalam neraca saldo rekening disajikan dalam
kelompok aktiva, yaitu piutang.
Piutang

Rp. XXXX

Kas

Rp. XXXX

Piutang kepada pihak ketiga:


Piutang dagang
Penjualan

Rp. XXXX
Rp. XXXX
24

Pembentukan Persekutuan
Firma
Apabila firma yang didirikan sebelumnya

tidak ada usaha, maka seluruh setoran


anggota dicatat sebagai berikut :
Tgl

Uraian
Aktiva (Debit)
Modal Pesero (Kredit)

Ref Debit

Kredit

Rp. xxxxx
Rp. xxxxx

25

Misalnya..
Tgl

Uraian
Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Peralatan
Modal Ali

Ref Debit

Kredit

Rp. xxxx
Rp. Xxxx
Rp. Xxxx
Rp. xxxx
Rp. Xxxxx

26

Pembentukan Persekutuan
Firma
Apabila firma didirikan dimana salah satu atau
beberapa calon anggota sebelumnya telah
mempunyai usaha perseorangan, maka

tahapannya adalah sebagai berikut :


menilai kembali asset usaha lama
menyerahkan asset usaha lama ke firma
membentuk (mendirikan) firma
Selanjutnya perlu diperhatikan, apakah :
Buku usaha lama dilanjutkan
Buku usaha lama ditutup, dan diganti buku baru
27

Contoh :Tn. D dan E sepakat untuk membentuk


sebuah persekutuan. Tn D telah memiliki
perusahaan yang sudah berjalan.
Tn. E bermaksud menanam modal dalam
persekutuan sebanyak Rp. 100.000.
Neraca Perusahaan Tn. D sebelum Tn. E
bergabung sbb.:
Tuan D
Neraca Per 31 Desember 2010
Kas
Piutang Dag
Cad ker Piut

Rp. 64.800
Rp. 80.000
Rp. 4.800

Hutang Dagang

Rp. 96.000

Modal Tn. D

Rp.161.600

Rp. 75.200

Pers Barang Dagangan

Rp. 85.600

Supplies Kantor

Rp. 6.400

Meubel & Alat


Kantor
Rp. 48.000
Ak Peny
Rp. 22.400

Rp. 25.600
Rp.257.600

Rp.257.600

28

Tn. D dan E sepakat bahwa dalam pembentukan persekutuan


ini, Tuan D meminta beberapa syarat untuk merubah posisi
keuangan yang dilaporkan pada neraca per 31 Desember
2010, sbb.:
a. Uang Kas yang ada diambil seluruhnya oleh Tn. D.
b. Putang Dagang sebesar Rp.4.000 dianggap tidak tertagih
dan harus dihapus. Cadangan kerugian piutang ditetapkan
4% dari saldo piutqng yang baru.
c. Barang yang telah dinilainatas dasar Harga Pokok, yang
dihitung dengan metode LIFO dinilai kembali berdasar
harga pasar sehingga nilainya menjadi Rp. 106.400.
d. Mebel dan alat kantor. Nilai pengganti sebesar Rp. 60.000
terhadap aktiva ini telah disusust 50%, dan dicatat sebesar
nilai sehat sebesar Rp. 30.000.
e. Kepada Tn. D diberikan goodwill atas reputasinya
perusahaannya yang dinilai sebesar Rp. 40.000.
29

Prosedur pembukuan dalam persekutuan D & E yang baru


dibentuk dapat dipakai salah satu cara berikut ini:
1. Persekutuan yang baru dibentuk melanjutkan pembukuan
perusahaan terdahulu (Tn. D).
a. Mencatat penilaian kembali berbagai macam aktiva
perusahaan Tn. D, sesuai ketentuan yang disepakati.
Cad Ker Piutang
Rp. 1.760
Pers. Barang dagangan Rp. 20.800
Ak. Peny Mebel& alat Ktr Rp. 22.400
Goodwill
Rp. 40.000
Piutang Dagang
Rp. 4.000
Meubel & Alat Kantor
Rp. 18.000
Modal Tn. D
Rp. 62.960
b. Mencatat setoran Modal Tn. E
Kas
Rp. 100.000
Modal, Tn. E
Rp. 100.000
30

c. Mencatat pengambilan uang kas oleh Tn. D.


Modal Tn D
Rp. 64.800
Kas
Rp. 64.800
2. Persekutuan yang baru membuka buku-buku baru tersendiri.
a. Mencatat kekayaan bersiah perusahaan Tn D, sebagai
setoran modal kepada persekutuan.
Piutang Dagang
Rp. 76.000
Pers. Barang dagang Rp. 106.400
Supplies Kantor
Rp. 6.400
Meubel & alat Kantor Rp. 30.000
Goodwill
Rp. 40.000
Cadangan Kerugian Piutang
Rp. 3.040
Hutang dagang
Rp. 96.000
Modal, Tn. D
Rp. 159.760
31

b. Mencatat setoran modal Tn. E


Kas
Rp. 100.000
Modal. Tn. E
Rp. 100.000
Persekutuan D & E
Neraca Pembukaan, per 2 Januari 2011
AKTIVA

HUTANG & MODAL

Aktiva Lancar :

Hutang Lancar :

Kas
Piutang Dag
Cad Ker Piut

Rp. 100.000
Rp. 76.000
(Rp. 3.040)

Rp

72.960

Hutang Dagang

Rp. 96.000

Jlh. Hutang Lancar

Rp. 96.000

Persediaan Barang Dagang

Rp. 106.400

Modal :

Supplies kantor
Jlh. Aktiva Lancar

Rp. 6.400
Rp.285.760

Modal Tn. D
Modal Tn. E

Rp. 159.760
Rp. 100.000

Rp. 30.000
Rp. 40.000
Rp.355.760

Jlh. Hutang & Modal

Rp. 355.760

Aktiva Tetap :
Meubel & Alat Kantor
Goodwill
Jlh. Aktiva

32

Pada tanggal 31 Desember 2000, Bapak Luki dan


Ibu Lea bersepakat untuk mendirikan Firma
Luki Lea. Neraca PD Luki sesaat sebelum
dibentuknya firma adalah sebagai berikut :
PD. LukiNeraca per 31 Des 2000Kas
1.500.000Hutang
Dagang
28.000.000Piutang Dagang
22.000.000 Cad. Ker. Piutang( 1.500.000)Modal
Luki
22.000.00020.500.000 Persediaan
BarangDagang20.000.000 Perlengkapan
2.000.000 Peralatan12.000.000 Ak. Peny.
Peralatan( 6.000.000) 6.000.000 Total

aktiva50.000.000Total Hutang & Modal


50.000.000

Perjanjian antara Luki dan Lea adalah sebagai


berikut :
Seluruh kas yang ada pada PD. Luki diambil oleh Luki
Penghapusan Piutang Dagang sebesar 2.000.000

Cadangan Kerugian Piutang ditetapkan 5% dari


saldo piutang yang baru.
Persediaan dinilai kembali menjadi 24.000.000
Nilai pengganti peralatan sebesar 16.000.000 telah

disusutkan 50% dan dicatat sebesar 8.000.000

Lea menyertakan uang tunai Rp. 35.000.000


sebagai kepemilikan 50% modal persekutuan yang
baru.
Kepada Luki diberikan Goodwill sebesar 10.000.000

Diminta: (abaikan jurnal dalam buku PD Luki)

buat jurnal yang diperlukan apabila Firma melanjutkan


buku PD Luki
buat jurnal yang diperlukan apabila Firma membuka
buku baru tersendiri

Tugas 1: Tugas Kelompok

Akuntansi Terhadap Kegiatan (Usaha) Persekutuan


Masalah akuntansi yang spesifik adalah sbb.:
Penentuan jumlah hak pemilikan relatif dari para anggota di
dalam persekutuan.
Pembagian laba (rugi) persekutuan kepada para anggota
pemilik.
Penyajian laporan keuangan (Neraca, Laporan Perhitungan
Laba/Rugi dan Laporan Perubahan Modal) di dalam
persekutuan.
Karakteristik dan Jumlah Relatif Hak Pemilikan, di dalam
Persekutuan
Hak pemilikan di dalam dan kewajiban-kewajiban
para anggota kepada persekutuan harus diperlakukan
dan diperhitungkan secara konsekwen. Atas dasar
kriteria Hubungan sebagai kreditur-debitur di satu
pihak antara perusahaan dengan pemilik dan hak-hak
para pemilikatau defisit modal di dalam perusahaan di
pihak lain. Di dalam praktek sering tidak diikuti secara

37

konsekwen pembagian yang tegas terhadap hutangpiutang antara perusahaan dengan pemilik, dan hak
pemilikan (penyertaan di dalam perusahaan. Hal ini
akan mempunyai pengaruh yang materiil terhadap
laporan keuangan yang dihasilkan, dilihat dari segi
prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.
Hubungan sebagai kreditur-debitur antara Pemilik dan
Perusahaan
Apabila untuk memenuhi kebutuhan modal dalam
perusahaan para pemilik menyerahkan sejumlah uang
dalam bentuk hutang yang harus dibayar kembali oleh
perusahaan, sesuai dengan sifat transaksinya harus
diperlakukan (dicatat) sebagai Hutang kepada (pemilik)
ybs. Sebaliknya pembayaran sejumlah uang kepada
pemilik yang harus dibayar kembali kepada perusahaan
dalam waktu tertentu, harus diperlakukan sebagai
Piutang kepada ybs.. Adanya biaya bungan atau
pendapatan bunga yang berasal dari transaksihutangpiutang antara perusahaan dengan pemilik itu harus

38

diperhitungkan di dalam penentuan laba/rugi periodik


dari perusahaan.
Perlakuan akuntansi seperti itu harus didikuti sebagai
perwujudan adanya pemisahan antara perusahaan
sebagai unit usaha dengan para pemiliknya;
penggolongan (pemisahan) antara hutang dan modal
dalam perusahaan.
Hak pemilikan dan atau Defisit Modal dalam Perusahaan
Modal perusahaan diklasifikasikan menurut asal atau
sumbernya. Klasifikasi seperti itu di dalam persekutuan
dinyatakan menurut pribadi masing-masing pemilik. Hal
ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan
menyelenggarakan catatan (pembukuan) atas mutasi
yang terjadi untuk setiap anggota pemilik secara
terpisah. Untuk masing-masing anggota pemilik
diselenggarakan satu rekening Modal (Pemilik) dan satu
rekening Pribadi (Prive) Pemilik.
Rekening Modal Pemilik dipakai untuk menampung:

39

Penanaman modal (investasi) mula-mula mpada saat


persekutuan di bentuk.
Penanaman modal(investasi) tambahan dan penarikan
kembali modal yang ditanamkan di dalam persekutuan
yang bersifat relatif permanen.
Sedang rekening Pribadi (Prive) Pemilik dipergunakan
untuk menampung :
Pengambilan kas atau aktiva lain dalam jumlah yang
diperkirakan atas bagian laba dalam periode akuntansi
yang bersangkutan.
Dalam praktek sulit dibedakan antara pengambilan
prive sebagai penarikan modal yang diinvestasikan
dengan pengambilan prive atas bagian laba yang
diantisipasikan sehingga kedua transasi tersebut dicatat
dalam rekening Pribadi(PrivePemilik).

40

Firma baru, semua anggota menyetor


asset
Contoh 1 :
Pada tanggal 1 Agustus 2007 Budi dan Candra mendirikan
persekutuan firma dengan nama Firma Budi & Rekan. Budi
menyetor uang tunai sebesar Rp. 80.000.000,00 dan
kendaraan senilai Rp. 70.000.000,00. Candra menyetor
barang dagangan seharga
Rp. 30.000.000,00
peralatan kantor seharga
Rp. 50.000.000,00 dan peralatan toko seharga
Rp. 20.000.000,00
Diminta :
Buatlah jurnal pembentukan firma Budi & Rekan.
Buatlah neraca awal (1 Agustus 2007) firma Budi & Rekan

JAWAB
41

Firma didirikan dari perusahaan perseorangan, dan


anggota lain tidak
punya usaha.
Contoh 2:
Pada tanggal 1 Januari 2007 Tn. Hamid, pemilik Toko Jaya sepakat dengan Tn.
Imam untuk mendirikan firma. Posisi harta, hutang, dan modal Toko Jaya pada
awal Januari 2007 adalah sbb. :
Tn. Imam setuju menyesuaikan harta Toko Jaya sbb:
Piutang Dagang dihapus Rp. 5 000.000,00
Persediaan barang dagang dinaikkan Rp. 30.000.000,00
Dibentuk goodwill untuk Tn. Hamid Rp. 50.000.000,00
Atas pendirian firma tersebut Tn. Imam menyetor uang tunai sebesar
Rp.70.000.000,00 dan gedung senilai Rp. 500.000.000,00. Firma tersebut
dinamakan Firma Hamid dan Imam.
Diminta :
A. Buatlah jurnal yang diperlukan, jika :
(1) Buku Toko Jaya dilanjutkan
(2) Buku Toko Jaya ditutup, dan diganti buku Firma Hamid dan Imam
B. Menyusun neraca awal firma.
42

Toko Jaya
Neraca
Per. 1 Januari 2007 (dalam ribuan)
Kas
Piutang Dagang
Persediaan brng
Perlengkapan
Peralatan
Akum Penyusutan

Rp. 50.000.
Rp. 150.000.
Rp. 200.000.
Rp. 30.000.
Rp. 300.000.
(Rp. 30.000.)

Rp. 700.000.

Hutang Dagang
Modal Tn. Hamid

Rp. 100.000.
Rp. 600.000.

Rp. 700.000.

43

Jawab 2

44

Firma didirikan dari beberapa usaha perseorangan


Contoh 3:
Tn. Ali dan Tn. Budi yang selama ini berusaha sendiri-sendiri telah
sepakat untuk menggabungkan perusahaannya dalam bentuk
persekutuan firma, terhitung tanggal 1 Januari 2007. Adapun neraca Tn.
Ali dan Tn. Budi per 31 Desember 2006 masing-masing sbb
Sebelum firma terbentuk, neraca Ali dan Budi telah dinilai kembali
dengan hasil sbb:

Pembukuan Ali
Piutang Dagang dihapus sebesar Rp. 14.000.000,00
Nilai persediaan barang dagang ditetapkan Rp. 400.000.000,00
Jumlah penyusutan peralatan toko ditetapkan Rp. 50.000.000,00
Pembukuan Budi
Piutang dagang dihapus sebesar Rp. 6.000.000,00
Nilai persediaan barang dagangan ditetapkan Rp. 300.000.000,00
Jumlah penyusutan peralatan toko ditetapkan Rp. 20.000.000,00
45

Diminta :
A. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat
perubahan neraca Ali dan Budi

B. Buatlah ayat jurnal pendirian firma, jika :


(1)Dilanjutkan dengan buku-buku Tn. Budi
(2)Digunakan buku-buku baru
C. Buatlah neraca firma per 1 Januari 2007
Jawab 3
46