Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM AGRONOMI UMUM

PENGARUH RESIDU PUPUK KANDANG TERHADAP


PERTUMBUHAN CAISIM (Brassica sp)
Kelompok 3
RIRIN PUJI LESTARI
J3G112103
ULFA RAFIQHA
J3G112027
WIBOWO SETIADY
J3G112029
MAY LESTARI BUTAR
J3G112003
FERDIANA AYU C.
J3G 112096
WIKA WIDANA
J3G112030

TRI HASBAYU HARY PUTRA


J3G112047
FACHMI
ANGGA
KUSUMAH
J3G212136
TRASSVAL
DANO
GULTOM
J3G112021
BUTAR HAMAMI
MAULANA
FATONI
J3G212124
SUCI PUSPA AMALIA
J3G112063

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI INDUSTRI BENIH


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................................. 2
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... 3
BAB I ........................................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 4
1. LATAR BELAKANG ............................................................................................................. 4
1.1. TUJUAN ........................................................................................................................... 4
1.2. BAHAN DAN ALAT .......................................................................................................... 4
BAB II....................................................................................................................................... 5
TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................... 5
2. KLASIFIKASI BOTANI. .................................................................................................. 5
2.1. JENIS-JENIS SAWI. ...................................................................................................... 5
2.2. SYARAT TUMBUH ...................................................................................................... 5
2.3. MANFAAT. .................................................................................................................... 6
BAB III..................................................................................................................................... 7
PENANAMAN CAISIM ........................................................................................................ 7
a. PERSIAPAN BENIH ......................................................................................................... 7
b. PENGOLAHAN TANAH ................................................................................................. 7
c. PEMBIBITAN ................................................................................................................... 7
d. PENANAMAN .................................................................................................................. 7
e. PEMELIHARAAN ............................................................................................................ 7
f. PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN ............................................................ 8
BAB IV ..................................................................................................................................... 9
HASIL PANEN ....................................................................................................................... 9
1. Hasil panen pupuk ayam .................................................................................................... 9
2. Caisim Pupuk Sapi ........................................................................................................... 16
BAB V .................................................................................................................................... 23
PEMBAHASAN .................................................................................................................... 23
BAB VI ................................................................................................................................... 24
PENUTUP.............................................................................................................................. 24
a. KESIMPULAN ................................................................................................................ 24
b. SARAN ............................................................................................................................ 24
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 25

Kata Pengantar
Segala puji syukur kepada allah swt, yang maha pemurah lagi maha penyayang.
Berkat rahmat taufik dan hidayah-nya, kami dapat menyelesaikan tugas agronomi
umum dengan lancar karena adanya bimbingan dari berbagai pihak yakni dosen
pembimbing serta teman- teman . Laporan ini berisi tentang berisi tentang teknik
budidaya tanaman kangkun dan bayam yang menggunakan pupuk kandang ayam dan
sapi. Penyusunan laporan ini diharapkan mampu menjadi bahan pembelajaran buat
kita semua walaupun masih ada kekurangan di dalamnya.
Kami ucapkan terima kasih kepada:
1. Dosen pembimbing serta jajarannya
2. Teman-teman yang sudah membantu
3. Serta orang tua yang selalu mengiringi kami dengan doa
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan,
untuk itu kami meminta maaf yang memohon maaf yang sebesa-besarnya apabila ada
kesalahan penulisan ataupun kekurangan yang lainnya. Selain itu kami juga
memohon saran agar nantinya dalam penyusunan laporan yang selanjutnya kami
dapat lebih baik lagi.

Bogor 04 Januari 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Penanaman pupuk organik ke dalam tanah sangat penting dalam memperbaiki
struktur tanah, penambahan unsur hara yang lengkap yaitu hara makro dan mikro
serta perbaikan biologi tanah. Pelepasan unsur hara pada pupuk organik terjadi
secara perlahan - kerena proses dekomposisi dulu. Oleh karena itu penambahan
pupuk organik diharapkan dapat dimanfaatkan dalam periode 2 kali tanam.
Diharapkan setelah tanah yang sudah diberikan pupuk kandang setelah
melalui proses penanaman maka unsur hara yang masih tersimpan di dalam tanah
dapat termanfaatkan oleh tanaman setelah periode tanam yang kedua.
Caisim adalah salah satu contoh tanaman yang dapat digunakan untuk
mengujian praktikum ini. caisim adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica
yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar
maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang
mirip satu sama lain.
Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi hijau (Brassica
rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso, caisim, atau caisin).
Selain itu, terdapat pula sawi putih (Brassica rapa kelompok pekinensis, disebut juga
petsai) yang biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan. Jenis lain yang kadangkadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur (untuk membedakannya
dengan caisim). Kailan (Brassica oleracea kelompok alboglabra) adalah sejenis
sayuran daun lain yang agak berbeda, karena daunnya lebih tebal dan lebih cocok
menjadi bahan campuran mi goreng. Sawi sendok (pakcoy atau bok choy) merupakan
jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai dikenal pula dalam dunia boga Indonesia.

1.1.Tujuan
Percobaan bertujuan untuk mempelajari pengeruh dosis residu pupuk kandang
metode penanaman langsung pada tanaman caisim
1.2.Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan adalah benih caisim.
Alat yang dugunakan meliputi: cangkul, kored, meteran, ember, dan timbangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2. KLASIFIKASI BOTANI.
Divisi
: Spermatophyta.
Subdivisi
: Angiospermae.
Kelas
: Dicotyledonae.
Ordo
: Rhoeadales (Brassicales).
Famili
: Cruciferae (Brassicaceae).
Genu
: Brassica.
Spesies
: Brassica Juncea.
2.1.JENIS-JENIS SAWI.
Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak
berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa
dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang
ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso.
Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen.
Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi
yang paling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang,
langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna
hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak
ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
2.2.SYARAT TUMBUH
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena
Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga
dikembangkan di Indonesia ini.
Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun
berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran
tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di
dataran
tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan
1.200 meter di atas permukaan laut.
Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang
tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara
teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang
sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi

tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman
ini
cocok
bils
di
tanam
pada
akhir
musim
penghujan.
Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung
humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang
optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
2.3.MANFAAT.
Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan pada
penderita batuk, penyembuh sakit kelapa, bahan pembersih darah, memeperbaiki
fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Sedangkan
kandungan yang terdapat pada sawi adalah lemak, protein, kerbohidrat, Ca, P, Fe,
Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C.

BAB III
PENANAMAN CAISIM
a. PERSIAPAN BENIH
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak
keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus
mempunyai kualitas yang baik. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih
harus utuh. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus
memperhatikan kualitas benih itu
b. PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan, membersihkan lahan
dari gulma, dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan
untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar
untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan
yang akan kita gunakan. Karena lahan sudah digunakan sebelumnya jadi pengolahan
hanya
berupa
mencangkul
dan
meratakan
tanah
kembali.
c. PEMBIBITAN
Pembibitan dilakukan pada tray semai dan diisi pada setiap lubang 2 biji, karena
terjadi suatu hal maka penanaman dilakukan langsung pada lahan tanam.
d. PENANAMAN
Bedengan dengan ukuran 5 x 6 m. Setelah dilakukan proses perataan dan siap
untuk dilkukan tanam maka benih langsung ditanam pada petakan dengan membuat 3
garis bagian yang sama. Kemudian membuat lubang tanam dengan jarak antar baris
30 cm. Menanam benih dengan setiap lubang 2 butir benih. Kemudian ditutup dengan
tanah dan disiram dengan air biasa.
e. PEMELIHARAAN
Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh
terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah
penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa
berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila
musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang
kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore
atau pagi hari.

Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan


penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman
yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman.
Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman.

f. PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN


Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya.
Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu
melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun. Cara panen ada 2
macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong
bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam.
Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pencucian dan pembuangan kotoran.
2. Sortasi.
3. Pengemasan.
4. Penympanan.

BAB IV
HASIL PANEN
1. Hasil panen pupuk ayam
1.1.Kelompok 1
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

31

98

28

27

28

33

74

14

25

38

19

25

140

30

21,4

50

18

25,3

54

22

32

74

23

28

34

19

10

10

32,5

102

29

Bobot keseleruhan Sample

708 gr

Bobot Keseluruhan Layak

4,7 kg

Bobot Keseluruhan Tidak Layak

6 ons

Bobot Perpetak

5,3 kg

Kelompok 2
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah Daun

28,5

38

10

29

26

30

34

25,5

34

10

29,5

52

13

26

30

23

14

27,5

34

10

23

28

11

10

10

26,5

38

Bobot perpetak (kg)

34

Kelompok 3
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

23

34

28

18

30

28

23

12

31

42

25

28

32

62

10

28

40

10

22

14

10

10

26

10

Bobot Perpetak (kg)

7
3

Kelompok 4
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

27

26

24,5

22

24,2

28

24

24

16,5

28

27

28

30

54

25

28

26

22

10

10

26,5

36

Bobot Perpetak (kg)

Kelompok 5
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

24

91

29

31

89

27

24

38

18

20

50

19

26,1

53

23

28

35

19

32

97

26

27

28

32

75

15

10

10

26

29

Bobot Perpetak (kg)

1,8 kg

Kelompok 6
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

30

64

26

22

25

26

29

64

23

18

34

92

11

37

126

12

18

12

18

12

10

10

23

26

Bobot Sample (g)

462

Kelompok 7
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

27

59

18

19

40

12

30

59

19

22

39

24

24

32

23

30

48

25

15

39

18

49

10

20

42

18

10

10

19

39

11

Bobot Perpetak (kg)

Kelompok 8
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

144

36

146

44

10

142

40

149

28

164

28

157

50

142

42

140

36

150

40

10

10

149

30

Bobot Perpetak (kg)


Kelompok 9
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

23

34

29

22

30

62

13

27

48

34

66

33

34

12

40

70

35

52

33

34

10

10

33

32

Bobot Perpetak (kg)

3,2

Kelompok 10
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

56

42

15

40

170

48

46

27

42

90

48

86

13

47

122

36

260

19

46

242

28

41

240

21

10

10

36

216

25

Bobot Perpetak (kg)

Kelompok 11

13,6

caisim pupuk ayam


tanaman ke
tinggi
bobot
29
98
1
31
121
2
32
169
3
30
180
4
29
174
5
33
182
6
30
102
7
29
90
8
33
93
9
27
118
10
bobot keseluruhan sampek
bobot keseluruhan layak
bobot keseluruhan tidak layak
bobot perpetak

jumlah daun
22
26
26
29
27
31
22
19
21
23
1327
8.5 kg
4 ons
8.9 kg

Data kelompok 12
Sampel

Jumlah
5
Daun
mekar/
Tanaman
Tinggi
38
Ratarata
bobot
sample

10

10

35

52

41

41

35

39

44

40

1,2/10 = 0,12 kg

1
0
1
0

3
9

2. Caisim Pupuk Sapi


Kelompok 1
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

27,4

34

34

24

42

42

22,4

36

36

25

30

30

22,3

16

16

24

38

20

21,4

18

30

24,3

56

11

26,4

30

20

10

10

19

18

10

Bobot Perpetak (kg)

2,1

Kelompok 2
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

23

30

23,4

18

27

18

27

30

22,5

12

28,5

18

27

26

24

18

27,7

22

10

10

25,5

22

Bobot Perpetak (kg)

1,5

Kelompok 3
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

23

26

29

16

12

17

24

20

14

22

12

21

19

10

10

16

Bobot Perpetak (kg)

Kelompok 4
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

16

13

11

12

13,5

14,5

17,5

21

14

12

12

10

10

12,5

Bobot Perpetak (kg)

0,4

Kelompok 5
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

26

32

24

34

16

23

50

40

25

40

30

22

23

37

18

20

18

31

27

30

20

20

18

20

20

45

20

10

10

20

25

20

Bobot Perpetak (kg)

1,1 kg

Kelompok 6
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

27

32

22

30

30

62

28

58

21

26

30

74

25

38

35

86

19

26

34

15

10

10

27

36

Bobot Sample (g)

476

Kelompok 7
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

25

78

16

25

34

22

46

21

27

44

21

19

30

20

28

36

22

26

38

13

27

66

18

26

48

18

10

10

25

36

Bobot Perpetak (kg)

2 kg

Kelompok 8
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

25

20

14

30

16

17

27

23

29

10

23

14

21

12

29

10

26

22

12

17

10

10

27

16

Bobot Perpetak (kg)


Kelompok 9
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

32

38

26

20

30

22

29

22

24

14

20

10

22

10

28

14

27

16

10

10

26

14

Bobot Perpetak (kg)

3,2

Kelompok 10
No

Tanaman
sample

Tinggi
(Cm)

Bobot (gr)

Jumlah
Daun

23

10

21

10

27

24

10

30

52

12

22

22

27

16

30

14

24

12

23

12

10

10

32

46

12

Bobot Perpetak (kg)

1,7

Kelompok 11
caisim pupuk sapi
tanaman ke
tinggi
bobot
27
96
1
25
90
2
28
102
3
26
93
4
29
112
5
24
84
6
21
87
7
26
90
8
27
93
9
25
89
10
bobot keseluruhan sampek
bobot keseluruhan layak
bobot keseluruhan tidak layak
bobot perpetak

jumlah daun
22
26
26
29
27
31
22
19
21
23
936
2.9 kg
6 ons
3.5 kg

Kelompok 12
Sampel
Jumlah Daun
mekar/
Tanaman
Tinggi
Rata-rata bobot

1
8

2
8

3
7

31
29
29
0,7/10 = 0,07 kg

4
7

5
9

6
9

7
7

8
7

9
6

10
5

27

35

40

32

32

35

34

BAB V
PEMBAHASAN
Dari hasil diatas dapat dilihat terdapat perbedaan yang mencolok dalam hasil
panen. Ada yang hasilnya hingga puluhan dan terdapat yang hasilnya kurang dari 1
kg, ini disebabkan karena tidak bersamaannya masa tanam setiap kelompok. Ada
beberapa yang harus tanam ulang ketika keompok lain sudah mulai menunjukan
tanda tanda hidup, sehingga tanaman yang sudah tumbuh lebih awal dan sudah siap
panen ada tanaman yang menunjukan belum siap panen dan pastinya akan
berpengaruh pada bobot tanaman itu sendiri.
Setiap pupuk organik pasti memberikan respon yang berbeda beda untuk
proses penanaman ke 2. Dari hasil diatas hasilnya sama dengan proses penanaman
pertama, bahwa pupuk kandang dari ayam lebih baik hasilnya daripada pupuk
kandang sapi.
Ternak

PO

KO

UNGGAS

1,70

1,90

1,50

SAPI

0,29

0,17

0,35

KUDA

0,44

0,17

0,35

BABI

0,60

0,41

0,130

DOMBA

0,55

0,31

0,15

Maka dapat disimpulkan bahwa unsur hara setelah dilakukan pemupukan


pertama mengandung residu yang dapat dimamnfaat kan oleh tanaman. Pada
dasarnya pupuk organik mengalami proses dekomposisi terlebih dahulu sebelum
diserap oleh tanaman sehingga dapat menjadi cadangan hara. Efek residu dari unsur
hara tersebut bisa dimanfaatkan untuk periode tanaman selanjutnya.

BAB VI
PENUTUP
a. KESIMPULAN
Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa residu dari pupuk kandang hasil
dari penanaman periode pertama dapat dimanfaatkan untuk periode tanam ke 2.
Sehingga dalam tanah dapat tersimpan unsur hara yang alami tanpa harus,
memberikan pupuk kimia pada setiap proses penanaman. Selain dapat mengurangi
penggunaan pupuk kimia yang pastinya menjadi sarana untuk praktek pertanian
organik.

b. SARAN
Untuk selalu meningkatkan tingkat kualitas dalam praktikum agar dapat
mengahasilkan hasil yang lebih memuaskan.

DAFTAR PUSTAKA
- Sunarjono, Hendro, Bertanam 30 Jenis Sayur ( Jakarta : Penebar Swadaya,
2008 )
-

Wahyudi, Tips Jitu Bertanam 16 Tanaman Buah Dan Sayuran / Redaksi


Agromedia; ( Jakarta : Agromedia Pustaka, 2010)

Kartasaopoetra, Dkk, Teknologi Konservasi Tanah Dan Air ( Jakarta : PT


Asdi Mahasatya, 2005)

Hardjowigeno, Sarwono, Ilmu Tanah ( Jakarta : Akademika Pressindo, 2007)

Harjadi, Sri Setyati, Pengantar Agronomi ( jakarta : PT Gramedia Pustaka


Utama, 1996)