Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di zaman global seperti sekarang
ini berakibat makin kompleks kebutuhan masyarakat. Industrialisasi dan urbanisasi
makin lekat pada masyarakat. Ini berakibat makin banyaknya masalah pada
kehidupan tidak terkecuali problem sosial. Kurangnya adaptasi untuk mengikuti trend
itu menjadi masalah baru dalam kehidupan masyarakat.
Ketidakmampuan dalam beradaptasi tersebut berdampak pada kebingungan,
kecemasan dan frustrasi pada sebagian masyarakat, konflik batin dan gangguan
emosional menjadi ladang subur bagi tumbuhnya penyakit mental. Pada tahun 1955
di Indonesia didapatkan banyak yang mengalami gangguan jiwa, jumlahnya yaitu dari
1000 anggota rumah tangga terdapat 246 anggota rumah tangga mengalami gangguan
jiwa. Menurut
meliputi

Prof. Dr. Azrul Azwar masalah kesehatan mental yang dialami

depresi,

strees,

penyalahgunaan

obat,

sampai

skizofrenia

http://www.masarie. wordpress.com/2007/12/04/kesehatan jiwa/ tanggal 14 juni


2008).
Di dalam hidup di masyarakat manusia harus dapat mengembangkan dan
melaksanakan hubungan yang harmonis baik dengan individu lain maupun
lingkungan sosialnya. Tapi dalam kenyataannya individu sering mengalami hambatan
bahkan kegagalan yang menyebabkan individu tersebut sulit mempertahankan
kestabilan dan identitas diri, sehingga konsep diri menjadi negatif. Jika individu

sering mengalami kegagalan maka gangguan jiwa yang sering muncul adalah
gangguan konsep diri misal harga diri rendah.
Faktor psikososial merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam
kehidupan seseorang (anak, remaja, dan dewasa). Yang mana akan menyebabkan
perubahan dalam kehidupan sehingga memaksakan untuk mengikuti dan mengadakan
adaptasi untuk menanggulangi stresor yang timbul. Ketidakmampuan menanggulangi
stresor

itulah

yang

akan

memunculkan

gangguan

kejiwaan

(Faperta.UGM.ac.id/articles/kesehatan jiwa.pdf.http/22 maret 2008)


Salah satu gangguan jiwa yang ditemukan adalah gangguan konsep harga diri
rendah, yang mana harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif
terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal
mencapai keinginan (Keliat, 1999). Perawat akan mengetahui jika perilaku seperti ini
tidak segera ditanggulangi, sudah tentu berdampak pada gangguan jiwa yang lebih
berat. Beberapa tanda-tanda harga diri rendah adalah rasa bersalah terhadap diri
sendiri, merendahkan martabat sendiri, merasa tidak mampu, gangguan hubungan
sosial seperti menarik diri, percaya diri kurang, kadang sampai mencederai diri
(Townsend, 1998).
Menurut studi pendahuluan di ruang IV (Dewa Ruci) Rumah Sakit Jiwa
Daerah Dr. Aminogondohutomo dari 24 klien, yang mengalami harga diri rendah
mencapai 3 orang. Rata-rata dari mereka berkisar antara usia 30-40 tahun. Tandatanda harga diri rendah yang ditemukan pada klien diantaranya rasa bersalah dan
khawatir pada diri sendiri, menarik diri dari realitas serta gangguan berhubungan

yang disebabkan oleh perasaan tidak berharga. Masalah rumah tangga dan ekonomi
menduduki prosentase 67%.
Atas dasar fenomena di atas penulis tertarik untuk mengangkat judul
"Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri
Rendah Pada Tn. N di Ruang IV (Dewa Ruci) Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.
Aminogondohutomo Semarang".

B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Tujuan umum
Perawat mampu mendiskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan
gangguan konsep diri : harga diri rendah.
2. Tujuan khusus
a. Untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul pada klien selama
memberikan asuhan keperawatan gangguan konsep diri : harga diri rendah dan
berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut.
b. Menggambarkan hasil pengkajian keperawatan pada Tn. N dengan gangguan
konsep diri: harga diri rendah.
c. Mendiskripsikan

hasil analisa data yang diperoleh pada Tn. N dengan

gangguan konsep diri: harga diri rendah.


d. Mendiskripsikan diagnosa keperawatan yang muncul pada Tn. N dengan
gangguan konsep diri: harga diri rendah.
e. Mendiskripsikan intervensi yang dilakukan pada Tn. N dengan gangguan
konsep diri: harga diri rendah.

f. Mendiskripsikan implementasi yang telah dilakukan pada Tn. N dengan


gangguan konsep diri: harga diri rendah.

C. Metode Penulisan
Metode yang dipakai adalah dengan pendekatan proses keperawatan yang
terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan
evaluasi. Adapun teknik penulisan adalah deskriptif. Deskriptif merupakan gambaran
kasus yang dikelola dengan cara pengumpulan data yang diperoleh saat pengkajian.
Pengumpulan data diperoleh dengan cara:
1. Wawancara
Mengadakan tanya jawab dengan pihak yang terkait : klien maupun tim kesehatan
mengenai data klien gangguan konsep diri : harga diri rendah. Wawancara
dilakukan selama proses keperawatan berlangsung.
2. Observasi partisipasi
Dengan mengadakan pengamatan dan melaksanakan asuhan keperawatan secara
langsung pada klien selama di rumah sakit jiwa Dr. Amino Gondohutomo
Semarang.
3. Studi dokumentasi
Dokumentasi ini diambil dan dipelajari dari catatan medis, catatan perawatan
untuk mendapatkan data-data mengenai perawatan maupun pengobatan.
4. Studi kepustakaan
Menggunakan dan mempelajari literatur medis maupun perawatan yang
menunjang sebagai tinjauan teori untuk menegakkan diagnosa dan perencanaan
keperawatan.

D. Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai karya tulis ilmiah ini,
penulis menggunakan sistematika penulisan yang terdiri dan lima bab yaitu:
Bab I

: Berisi tentang pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan penulisan,


metode, dan teknik penulisan dan sistematika penulisan.

Bab II : Berisi tentang konsep dasar yang meliputi: pengertian, rentang respon,
penyebab, faktor predisposisi, faktor presipitasi, tanda dan gejala, proses
terjadinya masalah, mekanisme koping, akibat, pohon masalah, masalah
keperawatan dan data yang perlu dikaji, diagnosa keperawatan, dan
rencana tindakan.
Bab III : Berisi tentang tinjauan kasus yang membahas kasus pasien meliputi
pengkajian,

pohon

masalah,

diagnosa

keperawatan,

perencanaan,

implementasi dan evaluasi.


Bab IV : Berisi tentang pembahasan kasus yang bertujuan untuk menemukan
kesenjangan antara teori dan fakta yang ada mulai dari

pengkajian,

diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.


Bab V : Berisi kesimpulan dan saran-saran tentang kasus yang dibahas dan dapat
menjadi pemikiran selanjutnya.
Daftar Pustaka