Anda di halaman 1dari 6

Nama

NIM

: Muhammad Yunus
: P051140261

KUIS 2 ANALISIS STATISTIKA STK511


Jumat 19 Desember 2014

Suatu percobaan dilakukan untuk evaluasi pengaruh naungan terhadap pertumbuhan tanaman. Tiga
taraf naungan dicobakan dalam evaluasi ini, yaitu 10%, 30%, dan 40%. Selain faktor naungan, dicobakan
juga 4 varietas tanaman (katakanlah varietas A, B, C, dan D) untuk dibandingkan tingkat
pertumbuhannya. Tiga ulangan dicobakan untuk keperluan percobaan ini. Respon yang diamati salah
satunya adalah tinggi tanaman (cm) yang diamati rutin tiap minggu. Berikut ini adalah sajian keluaran
MINITAB analisis data hasil percobaan tersebut pada salah satu minggu pengamatan.

ANOVA: Tinggi tanaman versus Naungan, Varietas, Ulangan


Factor
Naungan
Varietas
Ulangan

Type
fixed
fixed
fixed

Levels
3
4
3

Values
10, 30, 40
A, B, C, D
1, 2, 3

Analysis of Variance for Tinggi tanaman


Source
Naungan
Varietas
Naungan*Varietas
Ulangan
Error
Total
S = 3.49234

DF
2
3
6
2
22
35

SS
136.33
96.46
48.17
276.68
268.32
825.95

R-Sq = 67.51%

MS
68.16
32.15
8.03
138.34
12.20

F
5.59
2.64
0.66
11.34

P
.....
.....
.....
.....

R-Sq(adj) = 48.32%

Berdasarkan penjelasan percobaan dan keluaran MINITAB tersebut jawablah pertanyaan-pertanyaan


berikut ini.
1. [15] Dalam percobaan tersebut, jelaskan mana saja yang menjadi:
a. Faktor
b. Perlakuan
c. Satuan percobaan
d. Ulangan
2. [10] Tuliskan model linier bagi percobaan ini lengkap dengan keterangannya!
3. [10] Tergolong pada jenis pengaruh apakah masing-masing faktor yang dicobakan pada percobaan
ini, tetap ataukah acak? Mengapa demikian?
4. [25] Pada penerapan perlakuan terhadap satuan percobaan,
a. Rancangan lingkungan apa yang digunakan pada percobaan di atas?
b. Jelaskan alasan mengapa rancangan ini yang digunakan?
c. Bagaimana mekanisme pengacakan pemberian perlakuan terhadap satuan percobaan
menggunakan rancangan ini?
d. Berikan ilustrasi layout hasil pengacakan rancangan ini menggunakan percobaan di atas
sebagai dasar ilustrasi Anda! Gunakan angka acak berikut ini dalam proses pengacakan ini!

Nama
NIM

0.511
0.627
0.023

: Muhammad Yunus
: P051140261

0.913
0.531
0.365

0.090
0.176
0.601

0.763
0.977
0.580

0.821
0.395
0.434

0.069
0.757
0.780

0.871
0.185
0.439

0.414
0.310
0.058

0.546
0.537
0.222

0.003
0.806
0.504

0.938
0.197
0.790

0.434
0.814
0.408

5. [40] Bagi masing-masing komponen sumber keragaman yang diuji pengaruhnya terhadap respon
tinggi tanaman,
a. hitunglah nilai-p bagi masing-masing statistik uji F pada tabel ANOVA di atas! Gunakan tabel
sebaran F berikut untuk membantu Anda menghitung nilai-p!

db1

db2

2
3
6

22
22
22

10
2.561
2.351
2.060

Alpha (%)
5
1
3.443
5.719
3.049
4.817
2.549
3.758

0.1
9.612
7.796
5.758

b. Apakah interaksi faktor-faktor yang dicobakan berpengaruh nyata?


c. Apabila interaksi berpengaruh nyata, dapatkah kita menguji dan memaknai pengaruh masingmasing faktor secara terpisah? Mengapa?
d. Apakah ada perbedaan tinggi tanaman antara keempat varietas yang dicobakan?
e. Apakah faktor naungan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman?
f. Apabila ingin ditelusuri perbedaan antar taraf naungan menggunakan perbandingan
berpasangan,
i. uji lanjut apa yang sebaiknya digunakan? Jelaskan jawaban Anda disertai dengan
beberapa fakta dari hasil percobaan ini yang mendukung jawaban Anda!
ii. Terapkan uji lanjut yang Anda sarankan pada data percobaan ini dan berikan penjelasan
hasil uji lanjut tersebut. Bila diperlukan, gunakan informasi deskripsi rataan tinggi
tanaman berikut ini pada penghitungan Anda.

Naungan (%)

A
17.7
18.0
16.3
17.3

10
30
40
Rataan

Rataan Tinggi tanaman (cm)


Varietas
B
C
22.2
16.4
20.7
14.6
14.4
12.6
19.1
14.5

D
20.0
15.8
14.1
16.7

NILAI MAKSIMUM = 15 + 10 + 10 + 25 + 40 =100

&&&

SELAMAT MENGERJAKAN -- FMA

&&&

Kejujuran itu menyelesaikan masalah sebelum masalah itu datang -- MT

Rataan
19.1
17.3
14.4
16.9

Nama
NIM

: Muhammad Yunus
: P051140261

Jawaban soal kuis 2 Anstat


1. A. Faktor: Berbagai jenis naungan dan berbagai jenis varietas tanaman
B. Perlakuan: Pemberian berbagai jenis naungan pada berbagai jenis varietas tanaman
C. Satuan Percobaan: 1 jenis varietas tanaman
D. Ulangan: Naungan 10%, 30%, 40% dan varietas tanaman A, B, C, D

2. Yijk = + i + j + ()ij + k + ijk


Keterangan:
Yijk: Pengamatan pada kadar naungan ke 10%, 30%, 40%, jenis varietas tanaman ke A, B,
C, D, dan ulangan ke 1, 2, 3
: rataan umum
i: Pengaruh kadar naungan ke 10%, 30%, 40%
j: Pengaruh jenis varietas tanaman ke A, B, C ,D
()ij: Pengaruh komponen interaksi dari kadar naungan ke 10%, 30%, 40% dan jenis
varietas tanaman ke A, B, C, D
k: Pengaruh aditif dari ulangan ke 1, 2, 3
ijk: Pengaruh acak dari kadar naungan ke 10%, 30%, 40%, jenis varietas tanaman ke A,
B, C, D, dan ulangan ke 1, 2, 3

3. Kedua faktor yang dicobakan merupakan jenis faktor tetap. Hal ini disebabkan pada
percobaan tersebut tidak diketahui populasi keseluruhan dari faktor yang ingin
dicobakan, sehingga faktor yang dicobakan bersifat terpilih. Selain itu, dari percobaan ini
juga hanya ingin pengaruh dari masing-masing taraf dari masing-masing faktor yang
ingin diujikan.

4. A. Rancangan yang dicobakan pada percobaan ini adalah rancangan faktorial RAK
B. Rancangan faktorial RAK dipilih karena dalam tabel anova yang disediakan, ulangan
merupakan faktor yang berpengaruh juga pada percobaan ini. Hal ini membuat
faktorial RAK digunakan karena kondisi unit percobaan lahan yang tidak seragam
C. Mekanisme pengacakan pada percobaan ini dapat dilakukan dengan:
a. Memberikan nomor setiap kombinasi perlakuan. Dalam kasus ini adalah 1-12.
Nomor 1 untuk 10%A dan nomor 12 untuk 40%D
b. Memberikan nomor petak lahan yang akan digunakan
c. Memilih bilangan acak kemudian memetakan nomor perlakuan (1-12) dengan
diulangi sebanyak 3 kali sampai ke nomor petak 36.
d. Petakan perlakuan-perlakuan pada bagan petak lahan sesuai dengan peringkat
bilangan acak.

Nama
NIM

: Muhammad Yunus
: P051140261

D.

0.511
1
0.627
1
0.023
1

0.913
2
0.531
2
0.365
2

0.090
3
0.176
3
0.601
3

1. 10%A

5. 30%A

9. 40%A

2. 10%B

6. 30%B

10. 40%B

3. 10%C

7. 30%C

11. 40%C

4. 10%D

8. 30%D

12. 40%D

0.763
4
0.977
4
0.580
4

0.821
5
0.395
5
0.434
5

0.069
6
0.757
6
0.780
6

0.871
7
0.185
7
0.439
7

0.414
8
0.310
8
0.058
8

0.546
9
0.537
9
0.222
9

0.003
10
0.806
10
0.504
10

0.938
11
0.197
11
0.790
11

0.434
12
0.814
12
0.408
12

Blok 1
1. 40%B

10.
30%C

11.
10%B

12.
40%C

9. 30%B

10.
40%B

11.
40%D

12.
10%D

9. 10%D

10.
10%C

11.
30%B

12.
40%C

2. 30%B

3. 10%C

4. 30%D

5. 40%D

6. 10%A

7. 40%A

8. 10%D

9. 30%A

2. 30%C

3. 40%C

4. 30%D

5. 30%A

6. 10%B

7. 40%A

8. 10%A

2. 30%D

3. 40%A

4. 10%B

5. 40%D

6. 30%A

7. 30%C

8. 40%B

Blok 2
1. 10%C

Blok 3
1. 10%A

5.

A.


=


=

Keterangan:

Fx = 5.59
a = 0.01
b = 0.05
Fa = 5.719
Fb = 3.443
p-value Naungan = 0.01088953
p-value varietas = 0.07476841
p-value interaksi = 0.68228339
p-value ulangan = 0.00041248
B. Berdasarkan p-value yang didapatkan, p-value interaksi memiliki nilai yang lebih
besar dari nilai yang digunakan yaitu 5%, hal ini memberikan kesimpulan untuk menerima H 0,

Nama
NIM

: Muhammad Yunus
: P051140261

sehingga diketahui bahwa komponen interaksi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pertumbuhan tanaman
C. Ketika perlakuan interaksi berpengaruh nyata, maka kita tidak lagi memperdulikan
pengujian pengaruh mandiri secara terpisah. Hal ini disebebkan oleh pengaruh nyata interaksi
itulah yang mencerminkan keadaan sebenarnya dari percobaan, sedangkan pengaruh mandiri
tidak mencerminkan keadaan sebenarnya dari percobaan yang dilakukan.
D. Berdasarkan hasil p-value yang didapatkan, p-value faktor varietas memiliki nilai
yang lebih besar dari nilai yang digunakan yaitu 5%, hal ini memberikan kesimpulan untuk
menerima H0, sehingga diketahui bahwa komponen varietas tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini membuat tidak ada perbedaan tinggi tanaman
antar berbagai varietas tanaman yang digunakan.
E. Faktor naungan memiliki pengaruh yang berbeda secara signifikan pada pertumbuhan
tinggi tanaman. Hal ini diketahui karena p-value yang didapatkan nilainya lebih rendah dari nilai
yang digunakan yaitu 5%.
Fi: Berdasarkan data yang terdapat pada percobaan ini, uji lanjut yang baik digunakan
adalah menggunakan uji lanjut BNT. Hal ini disebabkan pada taraf naungan, perbedaan taraf
yang diujikan tidak terlalu berbeda signifikan sehingga dibutuhkan uji lanjut yang memiliki
tingakt kesensitivitasan yang tinggi. Selain itu, karena taraf varietas yang digunakan hanya 3
jenis, sehingga galat jenis 1 yang dihasilkan dengan metode uji lanjut ini relatif tidak besar
nilainya.
Fii:
Uji LSD =
S10%30% = t 2 , dbgalat

KTG

1 1
+
4 4

= 2,405 2,4698 = 5,9399


S10%30% = S10%40% =S30%40%
10% Vs 30% = Y30% Y10% = 17,3 19,1 = 1.8
= 1,8 < S10%30% tidak berbeda
10% Vs 40% = Y40% Y10% = 14,4 19,1 = 4,7
= 4,7 < S10%30% tidak berbeda
30% Vs 40% = Y40% Y30% = 14,4 17,3 = 2,9
= 2,9 < S10%30% tidak berbeda
Kesimpulan: dari hasil uji lanjut diketahui bahwa setiap faktor naungan justru tidak
menghasilkan perbedaan yang signifikan pada taraf nyata 5%

Nama
NIM

: Muhammad Yunus
: P051140261