Anda di halaman 1dari 14

PEMBUATAN ARANG AKTIF DENGAN

MEMANFAATKAN TEMPURUNG KELAPA


KARYA TULIS ILMIAH
dibuat untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah bahasa indonesia

Oleh
Sifa Fuzi Allawiyah
NIM 131411027

PROGRAM STUDI D-3 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
yang berjudul "Pembuatan Arang Aktif dengan Memanfaatkan Tempurung
Kelapa" dengan baik, untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah Bahasa
Indonesia.
Dalam menyelesaikan karya ilmiah ini, penulis mendapat banyak
bimbingan dan bantuan. Untuk itu dengan segenap ketulusan hati penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan karya ilmiah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk
itu penulis mengaharapkan kritik dan saran demi terciptanya karya ilmiah yang
lebih baik dilain kesempatan. Akhir kata penulis mohon maaf apabila terdapat
kesalah dan kekurangan, semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca
maupun penulis sendiri.

Bandung, Desember 2013

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar... i
Daftar Isi ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.1 Latar Belakang Masalah.....1
1.2 Rumusan Masalah...... 1
1.3 Tujuan.... 2
1.4 Cara Memperoleh Data..... 2

BAB II LANDASAN TEORI 3


2.1 Pengertian Arang Aktif.. 3
2.2 Fungsi Arang Aktif............ 3

BAB III PEMBAHASAN..... 6


3.1 Pembuatan Arang Aktif..................6
3.2 Prosedur Pembuatan Arang Aktif dengan Memanfaatkan
Tempurung Kelapa.............................................................................8

BAB IV PENUTUP..... 10
4.1 Simpulan.... 10
4.2 Saran.. 10

Daftar Pustaka 11

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Arang aktif adalah bahan penyerap, penjernih, dan bisa juga
dipakai sebagai katalisator. Industri kimia, farmasi, makanan dan
minuman sering menggunakan arang aktif. Selain dalam industri, arang
aktif

juga

bisa

digunakan

dalam

kehidupan

sehari-hari

seperti

menjernihkan air, menghilangkan bau dan warna pada air.

Arang aktif dapat dibuat dari bahan baku sederhana seperti tulang,
sekam padi, tongkol jagung, tempurung kelapa, sabut kelapa, cangkang
kelapa sawit, kayu lunak, kayu jati dsb. Bahan-bahan di atas merupakan
bahan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jika bahanbahan tersebut diproses kemudian diaktifkan, akan dihasilkan produk yang
bernilai ekonomis dan lebih bermanfaat.

Tempurung kelapa merupakan bahan hasil ikutan (limbah dari hasil


pengolahan kopra) yang dalam pemanfaatanya belum optimal karena
hanya sebagai bahan bakar, padahal dapat diolah menjadi arang aktif yang
lebih bernilai ekonomis. Arang aktif dari bahan baku tempurung kelapa
memiliki keunggulan dibanding dari bahan lain (kayu, sekam padi) yaitu
kemampuannya dalam menyerap warna maupun aroma. Oleh karena itu,
penulis tertarik untruk membahas pembuatan arang aktif dengan
memanfaatkan tempurung kelapa lebih dalam, agar penulis maupun
pembaca dapat mengetahui secara lebih detail mengenai pembuatan arang
aktif, serta dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

1.2 Rumusan Masalah


Beberapa masalah yang mendasari dibuatnya karya ilmiah ini adalah :

1. metode apa saja yang dapat digunakan dalam pembuatan arang


aktif?
2. bagaimana prosedur pembuatan arang aktif dengan memanfaatkan
tempurung kelapa?

1.3 Tujuan Penulisan


Beberapa tujuan dibuatnya karya ilmiah ini adalah :
1. untuk mengetahui metode pembuatan arang aktif
2. untuk mengetahui prosedur pembuatan arang aktif dengan
memanfaatkan tempurung kelapa

1.4 Cara Memperoleh Data


Dalam penyusunan karya ilmiah dapat digunakan beberapa metode
penelitian, seperti wawancara, angket, observesi dan studi kepustakaan.
Adapun metode yang digunakan penulis dalam penyusunan karya ilmiah
ini adalah studi kepustakaan.
Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan
mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, litertur-literatur,
catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan
masalah yang dipecahkan, (Nazir dalam Agung, 2011).

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Arang Aktif
Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung (85
95) % karbon dan dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon
dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung,
diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruang pemanasan
sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi
dan tidak teroksidasi. Arang aktif adalah arang yang sudah dipanaskan
selama beberapa jam dengan menggunakan uap atau udara panas.

Arang aktif atau sering disebut karbon aktif merupakan material


yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari bahan-bahan yang
mengandung karbon dengan proses aktifasi seperti perlakuan dengan
tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh arang aktif yang memiliki
permukaan yang luas. Luas permukaan arang aktif berkisar antara 3003500 m2/gram dan ini berhubungan dengan struktur pori internal. Arang
aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau
sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan
luas permukaan. Daya serap arang aktif sangat besar, yaitu 251000%
terhadap berat arang aktif, (Sembiring dalam Albarra, 2013).

2.2 Fungsi Arang Aktif


Arang aktif banyak digunakan oleh berbagai kalangan industri.
Hampir 60% produksi arang aktif di didunia ini dimanfaatkan oleh
industri-industri gula, pembersihan minyak dan lemak, kimia dan farmasi,
juga sebagai penjernih air. Adapun kegunaan arang aktif secara umum
adalah sebagai berikut:

4
1. Industri obat dan makanan untuk menyaring dan menghilangkan bau
dan rasa pada obat dan makanan
2. Industri gula untuk penghilangan zat-zat warna dan menyerap proses
penyaringan menjadi lebih sempurna
3. Industri minuman keras dan ringan untuk menghilangkan bau dan warna
pada minuman
4. Pembersih air untuk penghilangan bau, warna dan resin
5. Katalisator untuk reaksi katalisator vinil chloride dan vinil acetate
6. Budi daya udang untuk pemurnian, penghilangan amonia dan logam
berat
7. Kimia perminyakan untuk penyulingan bahan mentah
8. Pemurnian gas untuk menghilangkan sulfur, gas beracun dan bau asap
9. Pelarut yang digunakan kembali untuk penarikan kembali berbagai
pelarut
10. Pengolahan pupuk untuk pemurnian dan penghilangan bau.
Penggunaan Arang Aktif
Hampir 60 % produksi arang aktif di dunia digunakan pada industriindustri gula dan pembersih minyak dan lemak, kimia dan farmasi.
Penggunaan arang aktif secara umum dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Industri Gula
Pemakaian arang aktif pada industri gula dimulai pada tahun 1974 di
Inggris. Selain itu menghilangkan zat-zat warna, arang aktif juga dapat
menyerap senyawa-senyawa nitrogen, sehingga proses penyaringan
menjadi lebih sempurna. Basa yang timbul pada proses penguapan akan
berkurang serta akan mempercepat proses kristalisasi. Pada industri gula
bit dan glukosa, ternyata pemakaian arang aktif memberikan hasil lebih
memuaskan dan operasionalnya lebih fleksibel.
2. Industri Minyak dan Lemak
Pada pengolahan minyak nabati, hasil yang lebih ekonomis akan diperoleh
bila pada proses pemurniannya digunakan campuran arang aktif. Dalam

5
hal ini fungsi arang aktif adalah menghilangkan zat-zat warna dan
feroksid. Untuk minyak yang mengalami hidrolisa, pemakaian arang aktif
berfungsi untuk menghilangkan katalis yang masih tersisa pada minyak.
Pada umumnya pemurnian dengan arang aktif dilaksanakan pada
temperatur 70 120 0C.
3. Industri Kimia dan Farmasi
Arang aktif digunakan untuk menyerap kotoran-kotoran yang tidak
diingikan yang berupa koloid, arang aktif dapat juga berfungsi sebagai
filter sehingga proses kristalisasi dapat dipercepat. Penggunaan karbon
aktif dalam industri kimia dan farmasi sering dijumpai dalam pembuatan
kafein, asam sitrat, gliserin, asam laktat, dan antibiotika penisilin dan
streptomysin.
4. Penjernih Air
Pemakaian

klorin

sebagai

disinfektan

pada

penjernih

air

akan

menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak, ini ditimbulkan oleh reaksi
antara klorin dengan mikro organisme. Untuk mencegah hal ini maka pada
tahapan proses yang terakhir dapat digunakan karbon aktif sebagai
adsorben dari reaksi yang ditimbulkan klorin dengan mikro organisme,
(Sihite dalam Albarra, 2013)

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pembuatan Arang Aktif
Bahan baku yang berasal dari hewan, tumbuh-tumbuhan, limbah ataupun
mineral yang mengandung karbon dapat dibuat menjadi arang aktif. Bahan
baku tersebut antara lain tulang, sekam padi, tongkol jagung, tempurung
kelapa, sabut kelapa, cangkang kelapa sawit, cangkang kopi, cangkang
kemiri, ampas tebu, kulit durian, serbuk gergaji, kayu keras, kayu campuran,
kayu lunak, kayu jati, kayu karet dan sebagainya. Dengan pemanfaatan
limbah tersebut, maka akan dihasilkan produk yang bernilai ekonomis dalam
bentuk arang yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi arang aktif.
Menurut Sembiring (1998), ada berbagai macam metode pembuatan arang
aktif yang telah diperbaharui yaitu :

1. Metode Tradisional
Metode pembuatan arang aktif tradisional dapat dibuat dengan
menggunakan drum. Bahan yang akan dibakar dimasukkan kedalam drum
yang terbuat dari plat besi. Kemudian dinyalakan sehingga bahan baku
tersebut terbakar. Pada saat pembakaran, drum tersebut ditutup rapat dan
hanya ventilasi yang dibiarkan terbuka sebagai jalan keluarnya asap.
Ketika asap yang keluar berwarna kebiru-biruan, ventilasi ditutup dan
dibiarkan selama kurang lebih 8 jam atau satu malam. Dengan hati-hati
tutup drum dibuka dan dicek apakah masih ada bara yang menyala. Jika
masih ada bara yang menyala, drum ditutup kembali.
Perlu diperhatikan tidak dibenarkan mematikan bara yang sedang
menyala dengan menggunakan air karena dapat menurunkan kualitas
arang tersebut.
2. Metode yang Telah Diperbaharui

a. Dehidrasi : proses penghilangan air dimana bahan baku dipanaskan


sampai temperatur 170C.
b. Karbonisasi : pemecahan bahan-bahan organik menjadi karbon. Suhu
diatas 170C akan menghasilkan CO dan CO2. Pada suhu 275C,
dekomposisi menghasilkan tar, methanol dan hasil samping lainnya.
Pembentukan karbon terjadi pada temperatur 400-600C.
c. Aktifasi : dekomposisi tar dan perluasan pori-pori. Dapat dilakukan
dengan uap atau CO2 sebagai aktifator.
Yang dimaksud dengan aktifasi disini merupakan suatu perlakuan
terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori dengan cara
memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul
permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun
kimia, yaitu luas permukaannya bertambah besar dan berpengaruh
terhadap daya adsorpsi.
Arang aktif umumnya memiliki warna hitam, tidak berasa dan
tidak berbau, serta berbentuk bubuk dan granular, yang mempunyai daya
serap yang jauh lebih besar dibandingkan dengan arang yang belum
mengalami proses aktifasi, mempunyai bentuk amorf yang terdiri dari platplat dasar dan disusun oleh atom-atom karbon C yang terikat secara
kovalen dalam suatu kisi yang heksagon. Plat-plat ini bertumpuk satu sama
lain membentuk kristal-kristal dengan sisa-sisa hidrokarbon yang
tertinggal pada permukaan. Dengan menghilangkan hidrokarbon tersebut
melalui proses aktifasi, akan didapatkan suatu arang atau karbon yang
membentuk struktur jaringan yang sangat halus atau porous sehingga
permukaan adsorpsi atau penyerapan yang besar dimana luas permukaan
adsorpsi dapat mencapai 300-3500 cm2/gram.
Proses pembuatan arang aktif dibagi menjadi 2, yaitu :
1) Proses Kimia
Pertama Bahan baku dicampur dengan bahan-bahan kimia tertentu,
kemudian dibuat padatan . Yang Selanjutnya padatan tersebut dibentuk

8
menjadi batangan dan dikeringkan serta dipotong-potong. Proses Aktifasi
ini dilakukan pada temperatur 100C. Arang aktif yang dihasilkan
selanjutnya dicuci dengan air dan dikeringkan pada temperatur 300C.
Dengan proses kimia, bahan baku dapat dikarbonisasi terlebih dahulu,
kemudian dicampur dengan bahan-bahan kimia.
2) Proses Fisika
Sedangkan proses fisika Bahan baku terlebih dahulu dibuat arang.
Selanjutnya arang tersebut digiling, dan diayak untuk selanjutnya
diaktifasi dengan cara pemanasan pada temperatur 1000C yang disertai
pengaliran uap.

3.2 Prosedur Pembuatan Arang Aktif dengan Memanfaatkan Tempurung


Kelapa
1. Bahan dan Peralatan

Tempurung kelapa

Drum/bak pembakaran

Oven

Ember

Kayu/besi penumbuk

Rak Penirisan

Zn Cl atau Ca Cl

Ayakan (ukuran gula pasir)

2. Cara Pembuatan

Bersihkan tempurung kelapa dari bahan-bahan lain seperti sabut dan tanah

Keringkan dibawah sinar matahari

Selanjutnya bakarlah tempurung kering pada drum/bak pembakaran


dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam.

Arang hasil pembakaran rendam pada bahan kimia Ca Cl atau Zn Cl kadar


25 %) selama 12 sampai 18 jam untuk menjadi arang aktif.

Selanjutnya lakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran


atau bahan ikutan dapat dipisahkan

Hamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan

Keringkan dalam oven pada suhu 110 0C selama 3 jam

Arang aktif selanjutnya ditumbuk atau dihaluskan dengan kayu/besi


penumbuk sehingga tercapai ukuran sebesar gula pasir

Arang aktif siap dikemas dalam plastik untuk diperdagangkan

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan arang
aktif dapat dilakukan dengan dua metode yaitu, metode sederhana dan metode
yang telah diperbaharui. Pada dasarnya kedua metode tersebut memiliki tahapan
yang sama yaitu dehidrasi, karbonisasi dan aktifasi. Yang membedakan kedua
metode tersebut adalah proses dalam melakukan tahapan-tahapannya. Sebagai
contoh, pada metode sederhana saat tahap aktifasi arang diaktifkan dengan
diuapakan selama kurang lebih 8 jam. Sedangkan, pada metode yang telah
diperbaharui arang diaktifkan dengan menambahkan aktifator.

4.2 Saran
Dari pembahasan dan simpulan diatas pembaca telah mengetahui manfaat
arang aktif dan manfaat tempurung kelapa sebagai bahan baku untuk pembuatan
arang aktif. Sebaiknya jika pembaca memiliki limbah tempurung kelapa, dapat
dimanfaatkan dan diolah seperti yang tertera dalam pembahasan agar limbah
tempurung kelapa ini dapat lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis serta tidak
menjadi limbah buangan semata.

10

DAFTAR PUSTAKA
Agung. 2011. Pengertian Studi Kepustakaan. http://teoriilmupemerintahan.blogspot.com/2011/06/pengertian-studi-kepustakaan.html. Diunduh 12
Desember 2013.
Harahap, Albarra. 2013. Arang Aktif.

http://www.sharemyeyes.com/2013/06/arang-aktif.html#ixzz2ldzxAG8I. Diunduh
12 Desember 2013.
Trireski, queen. 2013. Penjernihan Air Menggunakan Arang Aktif sebagai
Adsorben. http://queen-tri.blogspot.com/2013/07/penjernihan-air-menggunakanarang-aktif_5.html. Diunduh 12 Desember 2013.

11