Anda di halaman 1dari 30

Hip Replacement

Apa Itu Hip Replacement ?

Penggantian pinggul adalah prosedur bedah di mana sendi panggul digantikan oleh implan palsu.
Operasi penggantian pinggul dapat dilakukan sebagai pengganti total atau pengganti hemi
(setengah).
Seperti bedah ortopedi penggantian sendi umumnya dilakukan untuk meringankan arthritis sakit
atau memperbaiki kerusakan fisik bersama sebagai bagian dari perawatan patah tulang pinggul.
Total penggantian pinggul (total hip artroplasti) terdiri dari menggantikan acetabulum dan kepala
femoralis sementara hemiarthroplasty umumnya hanya menggantikan kepala femoralis.
Penggantian pinggul saat ini paling sukses dan dapat diandalkan ortopedi operasi dengan 97%
dari pasien laporan hasil perbaikan.
Total penggantian pinggul umumnya digunakan untuk mengobati bersama kegagalan yang
disebabkan oleh osteoarthritis.
Indikasi lain termasuk rheumatoid arthritis, nekrosis avascular, arthritis traumatis, protrusio
acetabuli, tertentu fraktur panggul, tumor jinak dan ganas tulang, arthritis yang terkait dengan
penyakit Paget, spondilitis ankilosa dan juvenile rheumatoid arthritis.
Tujuan prosedur adalah nyeri dan perbaikan dalam fungsi pinggul.
Penggantian pinggul biasanya dianggap hanya sekali terapi lain, seperti terapi fisik dan obat
sakit, telah gagal.

Apa yang dimaksud dengan penggantian panggul total?


Sebuah penggantian panggul total adalah prosedur bedah dimana tulang rawan sakit dan tulang
sendi pinggul pembedahan diganti dengan bahan buatan. Sendi panggul yang normal adalah
sendi bola dan socket. Soket adalah "berbentuk cangkir" tulang panggul disebut acetabulum.
Bola adalah kepala tulang paha (femur). Penggantian pinggul total sendi melibatkan operasi
pengangkatan bola berpenyakit dan soket dan menggantinya dengan logam (atau keramik) bola
dan batang dimasukkan ke dalam tulang femur dan plastik buatan (atau keramik) cangkir socket.
Bola buatan logam dan batang disebut sebagai "prostesis." Setelah memasukkan prosthesis ke

dalam inti pusat femur, itu adalah tetap dengan semen tulang disebut metilmetakrilat. Atau,
"cementless" prosthesis digunakan yang memiliki pori-pori mikroskopis yang memungkinkan
ingrowth tulang dari tulang paha yang normal ke dalam batang prostesis. Ini "cementless"
pinggul dirasakan memiliki durasi yang lebih lama dan dianggap terutama untuk pasien yang
lebih muda.

2. TRAUMA PANGGUL
1. Fracture pelvic ring (808)
Batasan : pelvic girdle dibentuk oleh 2 tulang innominate (os coxae) yang berartikulasi di bagian
anterior yang disebut symphisis pubis dan di bagian posterior dengan os. Sacrum (sacro illiac joint)
Pelvic ring dibentuk oleh 2 arcus yang penting dalam menahan weight bearing forces yaitu femoro
sacral arch dan ischio sacral arch.
Klasifikasi :
Menurut Marvin Tile disruption of pelvic ring dibagi :
1. Stable
2. Unstable
3. Miscellaneous
- Complex
- Associated Acetabular disruption
- Bilateral sacrao illiac dislocation with intact anterior arch
Menurut Marvin Tile symphiasialis dibagi 3 grade :
I. Symphisis open < 2,5 cm
II. Symphisis open > 2,5 cm
III. Symphisis open > 2,5 cm with peroneal wound
Diagnose :
1. Klinis
2. Radiographic
- Pelvic AP
- Inlet & outlet view
- Internal & eksternal oblique view
b. CT scan
Management fracture pelvic :
Prosedur tetap :
Indikasi pemasangan eksternal fiksasi pelvic :
1. Stable pelvic fracture dengan severe pelvic hemorrhage
2. Stable pelvic fracture yang memerlukan early mobilization
3. Poly trauma
4. Unstable pelvic (vertical shear injuries)
Indikasi pemasangan C-clamp
- Unstable pelvic (vertical shear injuries)/rupture posterior sacro illiac lig.
Indikasi pemasangan internal fiksasi :
1. Rupture post sacro illiac lig. 1-2 hari setelah pemasangan C-clamp dan keadaan stabil

2. Symphiasialis Gr. II & III


Komplikasi
Awal :
1. Loss of reduction
2. Sepsis
3. Thrombo phletis
Lanjut :
1. Leg length discreparancy
2. Low back pain
3. Pelvic oblique
4. Lumbo sacral plexus palsy
5. Sacro illiac arthritis
MANAGEMENET HEMORHAGIC SHOCK PADA UNSTABLE PELVIC FRACTURE

2. Fracture pelvic wing


- Tidak mempengaruhi stabilitas pelvis
- Terapi konservatif, kecuali pada :
* open fractur
* multiple fraktur dengan terapi operatif
3. Fracture acetabulum :
Biomekanik : fraktur yang disebabkan gerakan cepat femur ke pelvis, misal pada dashboard injury
Evaluasi cedera :
- caput femur
- patella, posterior cruciatum ligament
- fracture pelvis dan acetabulum
Posisi caput femur sangat penting :
- Flexi : fracture posterior wall dan atau dislokasi past hip
- External rotasi : fraktur anteroir wall
- Internal rotasi : fraktur posterior wall
- Abduksi : fraktur infero medial wall
- Adduksi : fraktur superolateral
a. Klasifikasi (Letourel) :
1. Tipe posterior dengan/tanpa dislokasi posterior
- Fraktur posterior column
* Tampak pada alar dan obturator view

* ORIF plating
- Fraktur posterior wall
* fraktur permukaan sendi posterior
* jika fragmen besar ORIF plating
- Fraktur posterior wall dan posterior collumn
* ORIF plating
- Posterior wall dengan fraktur transverse
* sering : 20 % khusus
* ORIF plating
* identifikasi cedera posterior, n. ischiadicus dan avascular necrosis
2. Tipe anterior dengan/tanpa dislokasi anterior
- Fraktur collumn anterior
* melalui rumus pubis uperior
* prognose baik karena buka weight bearing
* jika sampai Dome superior, harus ORIF
- Fraktur anterior wall : jarang
- Fraktur anterior collumn, anterior wall dan fraktur transverse
3. Tipe transverse dengan / tanpa dislokasi central
- Fraktur transverse
* membelah kedua collumn
* displacement dapat ringan sampai komlit dislokasi central caput femur ke pelvis
- T. frakture
* bersama fraktur transverse, biasanya membelah acetabulum secara vertikal
* komponen vertikal dapat ke anterior / posterior ke foramen abturator
* trauma yang lebih kuat dibanding tipe transverse
* komponen T sangat bermakna, karena reduksi 1 collumn tak akan mereduksi yang lain seperti
pada tipe transverse
- Fraktur transverse dan acetabular wall
- Fraktur double collumn
* floating acetabulum tidak melekat dengan rangka tubuh
* fraktur membelah kedua collumn diatas level acetabulum
* spur sign sangat karakteristik
* reduksi ilium merupakan kunci keberhasilan
b. X-ray
- Pelvis - AP
- Alar dan abturator
- CT scan :
* bila terdapat : - fraktur dinding acetabulum
- fragmen dalam sendi
* mengetahui derajat kominutif

Indikasi operasi :
- Inkongruitas sendi
- Fraktur Dome Superior
- Instabilitas hip
- Lesi n. ischiadicus post reposisi
- Disertai fraktur femur ipsilateral
- Politrauma
Kontra Indikasi :
- Keadaan umum tidak stabil
- Communicatif fraktur
Non operatif :
Fraktur undisplaced dan stable
4. Fraktur collumn femur
a. Klasifikasi : yang sering dipakai adalah berdasarkan :
1. Lokasi anatomi fraktur :
- intrakapsular : * subcapital type
* transcervical type
- extrakapsular : * basecervical type
2. Sudut fraktur (Pauwell)
- Tipe I adalah fraktur 300 dari horisontal (stabil)
- Tipe II adalah fraktur 500 dari horisontal (tidak stabil)
- Tipe III adalah fraktur 700 dari horisontal (sangat tidak stabil)
3. Displacement fragmen fraktur :
- Garden I : adalah fraktur inkomplit atau impacted
- Garden II : adalah fraktur komplit tanpa displacement
- Garden III : adalah fraktur komplit dengan partial displacement
- Garden IV : adalah fraktur komplit dengan total dispalecement
b. Standard diagnosis :
Pemeriksaan fisik :
- tidak memberikan deformitas yang jelas
- perkusi pada trokhanter major, nyeri
X-Ray :
- rutin dengan AP & lateral view
- bila tidak jelas diulang 10-14 hari
c. Terapi :
Garden I :
- Internal fiksasi dengan multiple pins atau screwing
Garden II :
- Internal fiksasi dengan pinning/ screwing
- konservatif dapat mengakibatkan displacement
Garden III dan IV (displaced)

- non operatif :
* traksi dilanjutkan spica cepat
* pinning perkutan dengan lokal anesthesi
* closed reduction dan spica cast dalam abduksi
- Operatif :
* dilakukan operasi urgent namun penderita statusnya seoptimal mungkin
Pada orang muda OMPG (osteomuscular pedicle graft)
Pada orang tua hemiarthroplasty dengan Austin Moore Prosthesis (AMP) atau bipolar prostesis
d. Rehabilitasi :
Muda : non weight bearing 8 12 minggu
Tua : full weight bearing
e. Komplikasi
Trombo embolic disease : sebagai penyebab utama kematian post operatif. Insiden venous
thrombosis adalah 40% mungkin memerlukan terapi pencegahan dengan heparin, dettuan, aspikin
atau anti koagulan yang lain. Infeksi :
1. Infeksi dapat lebih kuat dengan adanya deep sepsis, terapi antibiotika peroperatif selama
signifikan memerlukan insidens
2. non union
- sekarang terjadi hanya kurang dari 5 %
- jika caput femur viabel, maka :
* bila collumn femur adekuat osteotomi + bone graft (Ditonss osteotomy)
* bila collumn femur tak adekuat brachett atau colona procedure
3. jika caput femur non viabel arthroplasty
Aseptic necuosin insiden sangat bervariasi :
- Menurut Massic, bila operasi dilakukan dalam 12 jam trauma, insiden adalah 25 %. Bila ditunda
13-24 jam insiden naik menjadi 30%. Antara 24-48 jam insiden 40% dan menjadi 100 % setelah 1
minggu. Terapi alternatif antara lain simptomatis, osteotomi, bone grafting, endo prosthesis dan
total hip arthroplasty
5. Fraktur intertrochanter
a. Definisi :
adalah fraktur yang terjadi dalam sepanjang garis antara trochanter major dan minor
b. Klasifikasi :
Menurut Boyd dan Grivin (berdasarkan mudahnya dalam memperoleh dan mempertahakan
reduksi)
Tipe 1 : fraktur di sepanjang garis intertrochanter non displaced
Tipe 2 : fraktur komunitif dengan multiple fraktur pada korteks
Tipe 3 : pada dasarnya fraktur subtrochanter, dengan paling sedikit satu fraktur
Tipe 4 : fraktur trochanter dan shaft proksimal dengan paling sedikit dua bidang
c. Standar diagnosis
Pemeriksaan klinis :
- shortening

- deformitas eksternal rotasi


- nyeri
Radiologis
- AP view dalam internal rotasi
- lateral view
d. Terapi
Non operatif :
- dianjurkan bila tidak dapat distabilisasi dengan adekuat dengan open reduction
- cara yang sering dipakai adalah skeletal traksi, untuk mempertahankan alignment dan
menghindari varus, shortening dan eksternal rotasi. Setelah 6 8 minggu, pasang hemispica dan
lepas hemispica setelah 10 12 minggu kemudian partial weight bearing
Operatif :
Adalah merupakan terapi pilihan untuk tercapainya stabilitas dan mobilisasi dini.
Stabilisasi ditentukan oleh :
1. kualitas tulang
2. geometri fragmen
3. reduksi
4. design implant
5. penempatan implant
Macam-macam pilihan operasi antara lain :
- nail plate (dynamic hip screws), jewett
- osteotomy (Dimon & Hunghston, Sarmiento valgus osteotomy)
- hemiarthroplasty pada orang tua, penderita debil
e. Rehabilitasi :
- Full weight bearing segera (pada penderita tua) kecuali pada type IV dan usia muda
f. Komplikasi :
- Mortalitas : angka mortalitas 10% di rumah sakit menurut Sherk, mortalitas adalah 52% pada
penderita operasi dan 55 % pada penderita non operasi
- Infeksi : insiden infeksi luka post operasi 1,7 16,9 %
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
1. Penderita tua
2. Operasi lama
3. Penderita disorientasi
4. Dekat perineus
- Varus deformity: relatif sering terjadi menyebabkan nyeri, lemah, shortening
- Rotational deformity
- Penetrasi nail : terjadi pada sepertiga dari kegagalan terapi, hanya 1,3 % yang memerlukan
pengambilan nail
- Non union : jarang terjadi dan insiden kurang dari 2%
- Aseptic necrosis jarang, insiden 0,8 %
- Fraktur colum femur
6. Fraktur subtrochater

a. Definisi : adalah fraktur yang terjadi diantara trochanter minor sampai 5 cm ke distal
b. Klasifikasi : menurut Seinsheimer
Tipe I : non displaced (displacement < 2 mm)
Tipe II : two-part fractures :
Tipe II A : fr. transfersal
Tipe II B : fr. spinal, trochanter minor di fragmen proksimal
Tipe II C : fr. spinal, trochanter minor di fragmen distal
Tipe III : three-part fractures
Tipe III A : fr. spinal, trochanter minor merupakan fragmen sendiri
Tipe III B : fr. spinal, fragmen ketiga adalah butterfly
Tipe IV : fr. komunitif dengan empat atau lebih fragmen
Tipe V : fr. subtrochanter-intertrochanter
c. Standard diagnosis :
Pemeriksaan klinis :
- Shortening
- deformitas eksternal rotasi
- nyeri
Radiologis :
- AP view dalam internal rotasi
- lateral view
d. Terapi :
Non operatif :
- dilakukan pada fraktur yang sangat komunitif, dimana internal fiksasi sabil tak dapat dicapai
- traksi dan hemispica atau cast brace
- sering berakibat deformitas varus dan rotasi

Operatif :
- pilihan tercapai asalkan dapat dicapai osteosintesis yang stabil
- macam implant :
* fixed-angle nail plate (Jewett type)
* angled blade plate (ABP)
* DHS
* intramedulary nail
e. Rehabilitasi :
- Mobilisasi segera dengan kruk 1 hari post op
- Type A dan B : PWB 10 15 kg segera
- Type C : PWB setelah 8 10 minggu atau setelah adanya bridging callus di sisi medial
f. Komplikasi
- yang sering adalah :
* non union
* mal union
* kegagalan implant

7. Dislokasi panggul
a. Dislokasi psoterior
- Merupakan jenis tersering
- Tungkai memendek, endrotasi dan adduksi
- 10 % komplikasi n.ischiadicus dan < 15 % avascular necrosis caput femur
Klasifikasi :
- Type I : tanpa atau hanya fraktur minimal
- Type II : fraktur tepi posterior acetabulum yang besar
- Type III : fraktur communicative tepi posterior dengan atau tanpa fragmen besar
- Type IV : fraktur tepi acetabulum dan dasar
- Type V : fraktur caput femur atau tanpa fragmen lain
Terapi :
- Reposisi segera, adduksi, flexi, fiksasi lalu adduksi, dan external rotasi dengan sedatif atau anestesi
umum, diikuti dengan ambulasi 10 hari dan weight bearing bertahap
- Reduksi terbuka jika reduksi tertutup tidak mungkin atau dislokasi setelah 3 mingu, kapsul atau
m.pyriformis menghalangi reposisi
- Arthrotomy jika terdapat fragmen yang lepas di dalam sendi
Reposisi :
1. Aliis :
- Posisi supinasi, pelvis distabilkan pada kedua SIAS oleh asisten
- Traksi sesuai arah deformitas
- Flexi hip 900, gerakan internal dan eksternal rotasi dengan traksi longitudinal sampai tercapai
reposisi
2. Bigelow :
- Flexi panggul
- Abduksi
- External rotasi
- Extensi
- Posisi netral
3. Stomson :
- Posisi telungkup
- Panggul di tepi meja operasi
- Tungkai yang sehat extensi
- Flexi panggul yang sakit, tekan dari posterior
- Lutut flexi, pegang pergelangan kaku dalam posisi netral
- Bila femur distal, tekan ke bawah pada betis
b. Dislokasi anterior :
- 10 % insiden dislokasi panggul
- 4 % mengalami avascular necrosis
- Identasi fraktur caput femur : identasi 4 masing-masing atau lebih dengan prognosis buruk
- Tipe :
* superior (pubis atau illiac) : panggul abduksi, external rotasi, flexi
* inferior (obturator) : panggul abduksi, external rotasi dan extensi

- Terapi :
* reduksi tertutup : traksi, extensi dan internal rotasi (tambahan adduksi untuk tipe obturator)
* reduksi terbuka : jika fragmen lepas atau nonconcentric reduksi
Kepustakaan
1. Buchol, ZRW, et.all : orthopaedic pacision Making, p. 28-29, BC. Dekker Inc. Toronto, Philadelphia,
1984
2. Scatzker J ; Tile Mirza : The Rationale of Operative Fracture Care, p. 133 172, Springer-Verlag,
Berlag Heidelberg, 1987

3. Sebuah Pasiens Guide untuk Hemiarthroplasty Hip tersebut


Pengantar
hemiarthroplasty adalah sebuah operasi yang paling sering digunakan untuk mengobati pinggul
retak. Operasi ini mirip dengan penggantian panggul total, tetapi hanya melibatkan setengah dari
pinggul. (Hemi berarti setengah, dan artroplasti berarti penggantian sendi.) Hemiarthroplasty
yang menggantikan hanya bagian bola dari sendi panggul, bukan bagian soket. Dalam
penggantian panggul total, soket juga diganti.
Panduan ini akan membantu Anda memahami
apa dokter bedah Anda berharap untuk mencapai
apa yang terjadi selama operasi
apa yang akan terjadi setelah prosedur
Anatomi
Bagaimana hip kerja bersama?
Sendi pinggul adalah salah satu sendi bola-dan-socket benar tubuh. Soket pinggul disebut
acetabulum dan bentuk cangkir yang mendalam yang mengelilingi bola tulang paha atas, yang
dikenal sebagai kepala femoralis. Otot-otot tebal dari pantat di belakang dan otot-otot tebal paha
di depan sekitar pinggul.
Permukaan kepala femoral dan bagian dalam acetabulum tersebut ditutupi dengan kartilago
artikular. Materi ini adalah tentang satu-seperempat inci tebal sendi yang paling besar. tulang
rawan artikular adalah material, sulit licin yang memungkinkan permukaan untuk meluncur
terhadap satu sama lain tanpa kerusakan.
Semua suplai darah ke kepala femoralis (bagian bola pinggul) datang melalui leher tulang paha
(femoralis leher), bagian tipis dari tulang paha yang menghubungkan bola ke poros utama tulang.

Jika ini suplai darah rusak, ada cadangan ada. Salah satu masalah dengan pinggul patah tulang
adalah kerusakan yang dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah ketika istirahat pinggul.
Hal ini dapat mengakibatkan tulang kepala femoralis benar-benar sekarat. Setelah ini terjadi,
tulang tidak lagi mampu mempertahankan dirinya. Hal ini dapat mengakibatkan salah satu
komplikasi patah tulang pinggul yang disebut nekrosis avaskular (AVN). Kondisi ini terjadi
ketika suplai darah ke daerah kepala femoralis rusak. Tulang mati akhirnya akan runtuh,
menyebabkan rasa sakit di pinggul.
Alasan
Apa harapan untuk mencapai ahli bedah dengan operasi?
Fraktur pinggul sering melibatkan leher femoralis. Dalam banyak kasus, risiko mengembangkan
AVN begitu tinggi sehingga ahli bedah Anda mungkin menyarankan tidak mencoba untuk
memperbaiki fraktur. Sebaliknya, kepala femoralis dapat dilepas dan diganti dengan sepotong
buatan, atau prostesis. Hal ini disarankan karena memperbaiki fraktur membawa kemungkinan
besar bahwa Anda akan memerlukan beberapa bulan operasi kedua nanti jika kepala femoralis
meninggal karena AVN.
Ketika pinggul retak, bagian soket (acetabulum) adalah biasanya tidak terluka. Jika tulang rawan
artikular dari soket pinggul dalam kondisi baik, bola logam dari prosthesis hemiarthroplasty
dapat meluncur terhadap tulang rawan tanpa merusak permukaan. Prosedur ini lebih mudah
dilakukan daripada mengganti kedua bola dan soket, dan memungkinkan pasien untuk mulai
bergerak segera setelah operasi. Awal gerakan membantu mencegah komplikasi yang berbahaya
yang berasal dari yang bergerak di tempat tidur.
Sebuah fraktur panggul di dewasa penuaan bukan hanya patah tulang, itu adalah penyakit yang
mengancam jiwa. Mengganti bagian yang rusak pinggul dengan hemiarthroplasty dengan cepat
bisa mendapatkan rawat jalan dari tempat tidur dan bergerak untuk mengurangi risiko
komplikasi.
Persiapan
Bagaimana saya harus mempersiapkan untuk operasi?
Prosedur ini biasanya merupakan operasi darurat, sehingga kemungkinan Anda mungkin tidak
memiliki waktu untuk merencanakan dan mempersiapkan. Idealnya, seorang pengasuh, seperti
anggota keluarga atau teman, akan membantu membuat pengaturan untuk Anda saat Anda
berada di rumah sakit.
Tim ahli bedah dan perawatan akan berkomunikasi dengan wali Anda untuk membantu dengan
persiapan tersebut. pengasuh Anda akan membantu mengkoordinasikan pulang Anda, siapkan
rumah Anda untuk kedatangan Anda, pastikan Anda memiliki persediaan yang diperlukan, dan
mengikuti jadwal-up janji dengan dokter bedah Anda, dokter, dan terapis fisik.

Prosedur Bedah
Apa yang terjadi selama operasi?
Sebelum kita meninjau prosedur, mari kita lihat prosthesis yang dimasukkan ke pinggul anda
selama operasi.
The prosthesis Hemiarthroplasty
Seperti dijelaskan sebelumnya, prosthesis hemiarthroplasty menggantikan kepala femoralis.
prostesis ini terdiri dari sebuah batang logam yang cocok dengan ruang kosong dari sumsum
tulang paha (femur). Ini juga memiliki bola logam yang cocok ke dalam soket dari sendi pinggul
(acetabulum itu).
Kepala femoralis yang melekat pada batang mungkin menjadi bagian yang terpisah. Dua tipe
yang umum digunakan oleh ahli bedah. Beberapa ahli bedah lebih suka bola metal yang solid
untuk menggantikan kepala femoralis. Jenis prosthesis disebut tipe unipolar. ahli bedah lain lebih
memilih untuk menggunakan tipe bipolar dari prostesis. Jenis bipolar memiliki kepala femoralis
yang memutar di mana ia menempel ke batang. Prosthesis bipolar dirancang untuk mencoba
mengurangi memakai dan air mata pada tulang rawan artikular dalam acetabulum tersebut. Tidak
jelas apakah swivel ini menawarkan suatu keuntungan yang signifikan. Kedua jenis tampaknya
bekerja dengan baik.
Sebuah prostesis disemen diadakan di tempat oleh jenis semen epoxy yang melekat logam ke
tulang. Sebuah prostesis mesh uncemented dikenakan denda lubang pada permukaan yang
memungkinkan tulang untuk tumbuh menjadi mesh dan melampirkan protesa untuk tulang.
Kedua metode tersebut masih digunakan secara luas. Keputusan tentang apakah akan
menggunakan semen atau prosthesis uncemented biasanya dibuat oleh ahli bedah berdasarkan
usia anda, kondisi tulang Anda, gaya hidup Anda, dan pengalaman dokter bedah.
Operasi
Untuk memulai, ahli bedah membuat sayatan di sisi paha untuk memungkinkan akses ke sendi
pinggul. Beberapa pendekatan yang berbeda digunakan untuk membuat insisi. Pilihan ini
biasanya didasarkan pada pelatihan dokter bedah dan preferensi.
Setelah sendi pinggul dimasukkan, ahli bedah menghilangkan kepala femoral dari acetabulum
tersebut.
parut Khusus (file kasar) digunakan untuk membentuk tulang paha berongga dengan bentuk yang
tepat dari logam tangkai protesa. Setelah ukuran dan bentuk yang memuaskan, batang
dimasukkan ke dalam kanal femoral. Sekali lagi, dalam berbagai komponen femur uncemented
batang diadakan di tempat oleh ketatnya fit ke dalam tulang (mirip dengan gesekan yang
memegang sebuah paku didorong ke dalam lubang sedikit lebih kecil dari diameter kuku). Dalam
berbagai disemen, saluran femoralis diperbesar sampai ukuran sedikit lebih besar dari batang

femoralis, dan semen epoxy-jenis digunakan untuk ikatan logam batang sampai ke tulang. Bola
logam yang membentuk kepala femoralis kemudian dilampirkan.
Setelah implan di tempat, pinggul buatan baru pindahan (atau dikurangi) ke stopkontak pinggul.
Dokter bedah memastikan bahwa hip bekerja dengan baik dan bergerak bersama dengan mudah.
Ahli bedah kemudian menutup irisan dengan beberapa lapisan jahitan di bawah kulit dan
menggunakan jahitan atau logam staples untuk menutup kulit. Sebuah perban besar ditempatkan
pada insisi, dan Anda kemudian kembali ke ruang pemulihan.
Komplikasi
Apa yang mungkin salah?
Seperti dengan semua prosedur bedah besar, komplikasi dapat terjadi. Dokumen ini tidak
memberikan daftar lengkap dari komplikasi yang mungkin, tapi tidak menyorot beberapa
masalah yang paling umum. Beberapa komplikasi yang paling umum hemiarthroplasty berikut
pinggul termasuk
komplikasi anestesi
tromboflebitis
infeksi
dislokasi
melonggarkan
lanjutan sakit
Komplikasi Anestesi
Kebanyakan prosedur bedah mengharuskan beberapa jenis anestesi yang dilakukan sebelum
operasi. Sebuah jumlah yang sangat kecil pasien memiliki masalah dengan anestesi. Masalah ini
dapat reaksi terhadap obat yang digunakan, masalah yang berhubungan dengan komplikasi medis
lainnya, dan masalah karena anestesi. Pastikan untuk membahas risiko dan keprihatinan Anda
dengan anestesi Anda.
Tromboflebitis (Gumpalan Darah)
Tromboflebitis, kadang-kadang disebut trombosis vena dalam (DVT), dapat terjadi setelah
operasi apapun, tapi lebih cenderung terjadi operasi berikut di pinggul, panggul, atau lutut. DVT
terjadi ketika gumpalan darah terbentuk dalam pembuluh darah besar kaki. Hal ini dapat
menyebabkan kaki membengkak dan menjadi hangat dengan sentuhan dan menyakitkan. Jika
bekuan darah di pembuluh darah pecah, mereka dapat melakukan perjalanan ke paru-paru, di
mana mereka menginap di pembuluh kapiler dan memotong suplai darah ke sebagian dari paruparu. Ini disebut pulmonary embolism. (Paru berarti paru-paru, dan emboli mengacu pada sebuah
fragmen dari sesuatu perjalanan melalui sistem vaskular.) Kebanyakan ahli bedah mengambil
mencegah DVT sangat serius. Ada banyak cara untuk mengurangi risiko DVT, tapi mungkin
yang paling efektif semakin Anda bergerak sesegera mungkin setelah operasi. Dua lainnya
langkah-langkah pencegahan yang umum digunakan termasuk

stocking untuk menjaga tekanan darah di kaki bergerak


obat-obat yang tipis darah dan mencegah penggumpalan darah dari pembentukan
Infeksi
Infeksi dapat menjadi komplikasi yang sangat serius mengikuti setiap operasi penggantian sendi,
seperti hemiarthroplasty. Peluang mendapatkan hemiarthroplasty infeksi berikut ini mungkin
sekitar satu persen. Beberapa infeksi mungkin muncul sangat awal, bahkan sebelum Anda
meninggalkan rumah sakit. Lain mungkin tidak menjadi jelas selama berbulan-bulan, atau
bahkan bertahun-tahun, setelah operasi. Infeksi dapat menyebar ke dalam sendi buatan dari
daerah tertular lain. Dokter bedah Anda mungkin ingin memastikan bahwa Anda minum
antibiotik ketika Anda telah bekerja gigi atau prosedur bedah pada kandung kemih atau usus
besar untuk mengurangi resiko penyebaran kuman ke sendi.
Dislokasi
Operasi membutuhkan ahli bedah untuk membuka sendi pinggul. Hal ini menempatkan pinggul
berisiko sampai cacat jika bola keluar dari soket. Ada risiko yang lebih besar hanya setelah
operasi, sebelum jaringan telah sembuh sekitar sendi, tetapi selalu ada risiko. terapi fisik Anda
akan menginstruksikan Anda bagaimana untuk menghindari kegiatan dan posisi yang mungkin
memiliki kecenderungan untuk menyebabkan dislokasi hip. Sebuah pinggul yang dislocates lebih
dari sekali mungkin harus direvisi (yang berarti operasi lain) untuk membuatnya lebih stabil.
Pasien dengan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer berada pada risiko yang lebih tinggi
sampai cacat pinggul mereka.
Melonggarkan
Alasan utama yang implan bersama akhirnya gagal terus menjadi melonggarnya logam atau
semen dari tulang. Kemajuan besar telah dilakukan dalam memperluas berapa lama komponen
pengganti buatan akan berlangsung, tetapi sebagian besar akhirnya akan melonggarkan dan
memerlukan revisi. Mudah-mudahan, Anda dapat mengharapkan 12 sampai 15 tahun layanan
dari suku cadang untuk pinggul, tetapi dalam beberapa kasus pinggul akan mengendurkan lebih
awal dari itu. Sebuah pinggul longgar menjadi masalah karena menyebabkan sakit. Setelah
sakitnya menjadi tak tertahankan, operasi lain mungkin akan diminta untuk merevisi pinggul.
Lanjutan Sakit
hemiarthroplasty A hanya mengganti bagian bola dari sendi pinggul. Ini berarti bahwa bola
logam terus bergesekan dengan tulang rawan artikular dalam soket pinggul alami Anda. soket
tersebut dapat menjadi rematik tulang rawan seperti habis dipakai dari waktu ke waktu. Jika hal
ini terjadi, pinggul akan menjadi menyakitkan sama seperti sendi rematik lainnya. Jika rasa sakit
menjadi tak tertahankan, hemiarthroplasty mungkin perlu dikonversi ke sendi buatan lengkap. Ini
berarti bahwa soket akan diganti dengan soket buatan baru. Batang logam mungkin tidak perlu
diganti.
Setelah Operasi

Apa yang terjadi setelah operasi?


Setelah operasi, pinggul Anda akan ditutup dengan saus empuk. Khusus sepatu atau stocking
ditempatkan pada kaki Anda untuk membantu mencegah penggumpalan darah dari
pembentukan. Sebuah bantal berbentuk segitiga dapat diposisikan antara kaki Anda untuk
menjaga kaki Anda dari persimpangan atau mengalir masuk
Jika Anda ahli bedah menggunakan anestesi umum, perawat atau terapis pernafasan akan
mengunjungi kamar Anda untuk memandu Anda dalam serangkaian latihan pernapasan. Anda
akan menggunakan spirometer insentif untuk meningkatkan pernapasan dan menghindari
masalah yang mungkin dengan pneumonia.
perawatan Terapi fisik dijadwalkan satu sampai tiga kali setiap hari selama Anda berada di
rumah sakit. pengobatan pertama Anda dijadwalkan segera setelah Anda bangun dari operasi.
terapis Anda akan mulai dengan membantu Anda memindahkan dari tempat tidur rumah sakit
Anda ke kursi. Pada hari kedua, Anda akan mulai berjalan jarak lagi menggunakan kruk atau
walker. Kebanyakan pasien aman untuk meletakkan berat badan nyaman turun ketika berdiri
atau berjalan. Jika ahli bedah Anda menggunakan prosthesis noncemented, Anda mungkin
diminta untuk membatasi berat badan Anda dikenakan pada kaki Anda ketika Anda dan berjalan.
terapis Anda akan meninjau tindakan pencegahan pinggul Anda. terapis Anda juga akan pergi ke
latihan untuk mulai mengencangkan dan memperkuat otot-otot paha dan pinggul. Pergelangan
kaki dan gerakan lutut digunakan untuk membantu memompa keluar dari kaki bengkak dan
untuk mencegah pembentukan bekuan darah.
Pasien biasanya bisa pulang ke rumah setelah menghabiskan 4-7 hari di rumah sakit. Anda akan
berada di perjalanan pulang bila Anda dapat menunjukkan kemampuan aman untuk masuk dan
keluar dari tempat tidur, berjalan ke 75 kaki dengan kruk atau walker, naik dan turun tangga
aman, dan konsisten ingat untuk menggunakan tindakan pencegahan pinggul Anda. Pasien yang
masih membutuhkan perawatan ekstra dapat dikirim ke unit rumah sakit yang berbeda sampai
mereka aman dan siap untuk pulang.
Kebanyakan ahli bedah ortopedi menyarankan Anda memiliki pemeriksaan rutin setelah ini jenis
prosedur. Seberapa sering Anda perlu dilihat bervariasi dari setiap enam bulan untuk setiap lima
tahun, sesuai dengan situasi Anda dan apa yang dokter bedah Anda merekomendasikan.
Pasien yang menjalani operasi hemiarthroplasty kadang-kadang memiliki episode sakit, tetapi
bila Anda memiliki waktu yang berlangsung lebih lama dari beberapa minggu, Anda harus
berkonsultasi dengan dokter Anda. Selama pemeriksaan, ahli bedah ortopedi akan mencoba
untuk menentukan mengapa Anda merasa sakit. X-ray dapat diambil dari pinggul Anda untuk
membandingkan dengan yang diambil sebelumnya untuk melihat apakah protesa menunjukkan
bukti pelonggaran.
Rehabilitasi
Apa yang harus saya harapkan selama pemulihan saya?

Setelah Anda keluar dari rumah sakit, terapis Anda mungkin melihat Anda selama satu sampai
enam perlakuan di rumah. Hal ini untuk memastikan Anda aman dalam dan sekitar rumah dan
masuk dan keluar dari mobil. terapis Anda akan meninjau program latihan anda, terus bekerja
dengan Anda di kewaspadaan pinggul Anda, dan membuat rekomendasi tentang keselamatan
Anda.
Rekomendasi ini mungkin termasuk bahwa Anda menggunakan kursi toilet mengangkat dan
bangku bak mandi, dan bahwa Anda meningkatkan permukaan sofa dan kursi. Hal ini membuat
pinggul Anda dari membungkuk terlalu jauh saat Anda duduk. bangku Bath dan pegangan
tangan dapat meningkatkan keselamatan di kamar mandi. saran lain mungkin termasuk
penggunaan pencahayaan strategis dan penghilangan karpet longgar atau kabel listrik dari lantai.
Selama periode ini, Anda harus terus menggunakan walker atau kruk as diperintahkan. Jika Anda
memiliki prosthesis disemen, Anda akan memajukan berat badan Anda dilakukan melalui kaki
sakit Anda sebanyak yang Anda merasa nyaman. Jika protesa itu tidak disemen, dokter bedah
Anda mungkin ingin Anda menempatkan hanya ujung kaki dioperasikan bawah sampai enam
minggu setelah operasi. Sebagian besar kemajuan pasien untuk menggunakan tongkat dalam tiga
sampai empat minggu.
kokot Anda akan dihapus dua minggu setelah operasi. Pasien biasanya dapat mengarahkan dalam
waktu tiga minggu dan berjalan tanpa alat bantu berjalan enam minggu. Setelah persetujuan
dokter, pasien umumnya mampu melanjutkan aktivitas seksual satu sampai dua bulan setelah
operasi.
Kunjungan terapi Home akhir ketika Anda aman untuk keluar dari rumah, yang mungkin
memakan waktu hingga tiga minggu.
Kebutuhan untuk terapi fisik biasanya berakhir ketika perawatan rumah selesai. Sebuah
kunjungan tambahan sedikit terapi rawat jalan fisik mungkin diperlukan untuk pasien yang masih
memiliki masalah berjalan atau yang membutuhkan untuk kembali ke berat jenis pekerjaan atau
kegiatan.
terapis Anda dapat menggunakan panas, es, atau stimulasi listrik jika Anda masih mengalami
pembengkakan atau nyeri.
Terapis terkadang mengobati pasien mereka di kolam. Berolahraga di kolam renang memberi
tekanan kurang pada sendi pinggul, dan daya apung yang memungkinkan Anda lebih mudah
bergerak dan berolahraga. Setelah Anda mendapatkan latihan renang Anda ke bawah dan bagian
lain dari muka program anda rehabilitasi, Anda mungkin diperintahkan dalam program
independen.
Bila Anda aman dalam menempatkan bobot penuh melalui kaki, beberapa jenis latihan
keseimbangan dapat dipilih untuk lebih menstabilkan dan mengendalikan pinggul.

Akhirnya, sekelompok pilih latihan dapat digunakan untuk mensimulasikan kegiatan sehari-hari,
seperti naik turun tangga, jongkok, dan berjalan di medan tidak rata. latihan khusus kemudian
dapat dipilih untuk mensimulasikan tuntutan pekerjaan atau hobi.
Banyak pasien mengalami sakit kurang dan mobilitas yang lebih baik setelah menjalani operasi
penggantian pinggul. terapis Anda akan bekerja dengan Anda untuk membantu menjaga
kesehatan sendi pinggul Anda selama mungkin. Hal ini mungkin mengharuskan Anda
menyesuaikan pilihan aktivitas Anda untuk menjaga dari meletakkan beban terlalu banyak pada
prostesis baru Anda. Berat olahraga yang memerlukan berlari, melompat, cepat berhenti dan
mulai, dan pemotongan tidak dianjurkan. Pasien mungkin perlu mempertimbangkan pekerjaan
alternatif untuk menghindari aktivitas kerja yang membutuhkan tuntutan berat mengangkat,
merangkak, dan memanjat.
Tujuannya adalah terapis untuk membantu Anda memaksimalkan kekuatan, berjalan normal, dan
meningkatkan kemampuan Anda untuk melakukan kegiatan Anda. Ketika Anda berjalan dengan
baik, kunjungan rutin ke kantor terapis akan berakhir. terapis Anda akan terus menjadi sumber
daya, tetapi Anda akan bertanggung jawab melakukan latihan Anda sebagai bagian dari program
rumah yang sedang berlangsung.
December 13th, 2010 | Tags: acetabulum, hemiarthroplasty, inci, Leher, licin, mampu, otot-otot, paha,
pantat, patah tulang, pembuluh darah, poros, rawan, rusak, salah, selama, sendi, seperempat, tipis,
tulang pinggul | Category: Sebuah Pasien's Guide untuk Hemiarthroplasty Hip tersebut

4. Hip Anatomi dan Ujian


Dasar-dasar
Deskripsi
Tulang:
Panggul dan tulang femur
acetabulum adalah soket
Otot:
Fleksor: Iliopsoas, sartorius, rektus femoris
Ekstensor: gluteus maximus, otot hamstring
Penculik: gluteus medius, gluteus minimus
Adductors: gracilis, pectineus, adduktor longus, brevis adduktor, magnus adduktor
Saraf:
Femoralis: fleksor Hip
Obturatorium: Adductors
Superior glutealis: penculik
Ligamen:
Sacroiliac: Sacrum untuk ilium
Sacrotuberous: Sacrum untuk tuberositas iskia
Sacrospinous: Sacrum untuk tulang belakang iskiadika

Diagnosa
Tanda dan Gejala
Sejarah
Menyeluruh sejarah mekanisme cedera dan sifat nyeri
Ujian Fisik
Awal prosedur:
Apakah membuka pakaian pasien.
Perhatikan tulang belakang lumbar.
Periksa lutut.
Periksa status neurovaskular.
Berdiri inspeksi:
Bandingkan tinggi dari puncak iliaka pada bidang horisontal. (Asimetri menunjukkan perbedaan
kaki-panjang.)
Cari atrofi otot dan berkorelasi dengan pemeriksaan kiprah, jika mungkin.
Kiprah inspeksi:
Amati asimetris antara kiri dan kanan.
Antalgic kiprah: langkah lebih pendek dan sikap fase menurun di kaki yang terkena
Buat catatan rasa sakit dan daya tahan.
Trendelenburg lemas:
Evaluasi untuk memiringkan panggul selama tahap sikap kiprah.
Temuan positif terjadi ketika pasien bersandar ke sisi yang terkena, menempatkan pusat gravitasi
di atas pinggul dan efektif bongkar otot-otot penculik.
Terlentang pemeriksaan:
Carilah perbedaan kaki panjang (diukur dari tepi inferior tulang belakang iliaka anterior superior
ke tepi inferior malleolus medialis di kedua sisi).
Bandingkan ROM aktif dan pasif.
Hip fleksi: 110-120
Hip extension: 10-15
Penculikan: 45-50
Adduksi: 20-30
Internal rotasi: 15-45
Eksternal rotasi: 40-65
Extension: 30
Catatan menjaga, nyeri, dan kejang.
Antalgic kiprah mungkin disebabkan oleh pinggul, punggung, atau masalah anggota badan
lainnya lebih rendah.
Kelemahan, atrofi otot, penurunan sensasi, dan asimetris refleks tendon dalam menunjukkan
kelainan tulang belakang.
Hip osteoarthritis:
Biasanya hadir dengan start-up nyeri, kaku pagi, dan nyeri pada pangkal paha dalam
Hip fleksi dengan rotasi internal simultan mereproduksi nyeri pada pangkal paha.
Presents dengan penurunan ROM aktif dan pasif:
kontraktur fleksi Hip umum
Radiografi: Bersama penyempitan ruang dan pembentukan osteofit
Greater trokanterika bursitis:

Biasanya menyajikan sebagai nyeri pinggul lateral


Pasien indah tender untuk palpasi trokanter lebih besar.
penculikan pinggul menolak mereproduksi nyeri pinggul lateral.
Pantat dan pinggul nyeri posterior:
Menunjukkan kelainan tulang belakang lumbal sampai dibuktikan sebaliknya
sakit radikuler diproduksi oleh palpasi mendalam dari sciatica membedakan saraf siatik dari
kelainan intra-artikular.
Dengan pasien dalam posisi dekubitus lateral, flex pinggul dan lutut sampai 90 .
Palpasi di tengah-tengah saraf antara trokanter lebih besar dan iskium tersebut.
Labral air mata / tubrukan femoroacetabular:
Young atletik pasien
Biasanya menyajikan sebagai nyeri pangkal paha selama atau setelah aktivitas
Hip fleksi dengan rotasi internal simultan mereproduksi nyeri pada pangkal paha.
Radiografi mungkin normal.
MRI dapat mengkonfirmasikan diagnosis.
Periksa untuk dan menyingkirkan hernia inguinalis.
Pengujian
uji Trendelenburg (untuk mengevaluasi kekuatan otot gluteus medius):
Apakah pasien melakukan berdiri tunggal-kaki pada sisi yang terkena dan mencoba untuk
mempertahankan tingkat panggul dengan lantai.
Jika panggul yang miring untuk mempertahankan berdiri tunggal-kaki, itu adalah tanda
kelemahan penculik atau nyeri sendi pinggul, dan tes positif.
Thomas test (untuk mengevaluasi kontraktur fleksi):
Dengan terlentang pasien, meletakkan tangan Anda di bawah tulang belakang lumbar dan
membawa 1 kaki sampai ke fleksi penuh.
Apakah pasien terus di situ dengan memegang lutut dengan kedua tangan.
Bawa kaki lainnya ke ekstensi penuh.
Setiap kehilangan perpanjangan adalah fleksi kontraktur.
Bermacam-macam
FAQ
Q: Apa penyebab paling umum sakit pinggul lateral?
J: Greater bursitis trokanterika.
T: Arthritis sendi pinggul biasanya menyajikan dengan keluhan nyeri di mana daerah pinggul?
J: pangkal paha itu.

Hip dan panggul


Cedera panggul, pinggul, dan paha melibatkan struktur jaringan lunak terbesar dalam tubuh. luka
tersebut dapat sangat melumpuhkan dan seringkali memerlukan banyak waktu untuk rehabilitasi.
Ekstremitas bawah secara keseluruhan harus dipertimbangkan, bersama dengan analisis gaya
berjalan dan postur. Ketika merehabilitasi pinggul dan panggul, kegiatan proprioseptif dan
keseimbangan harus dimasukkan ke dalam program pada tahap awal.

Hip memperkuat
Setiap latihan harus dilakukan secara perlahan dan terkendali. Perlawanan dapat
ditambahkan dengan menggunakan manset beban atau pipa karet. Lakukan 2 atau 3 set
10-15 pengulangan.
penculikan Hip (gluteus minimus / maximus, tensor latae fasciae)
Berbaring di sisi tidak terlibat Anda, perlahan-lahan angkat kaki yang terlibat langsung ke
samping. Tahan selama 5 detik, perlahan-lahan lebih rendah. Ulangi.
Hip adduksi (adductors)
Berbaring di sisi yang terlibat Anda, membawa kaki tidak terlibat di belakang Anda. Angkat
kaki yang terlibat 6 in (15 cm) langsung dari lantai. Tahan selama 5 detik, kemudian
perlahan-lahan lebih rendah. Ulangi.
Hip fleksi (rektus femoris, iliopsoas)
Dalam posisi duduk, perlahan-lahan angkat kaki yang terlibat seluruh dari pinggul. Tahan
selama 5 detik, kemudian perlahan lower.Repeat.
glutealis ekstensi (gluteus maximus)
Berbaring menghadap ke bawah, tekuk lutut kaki yang terlibat sampai 90 . Angkat kaki
seluruh dari pinggul, menjaga lutut Anda di posisi 90 . Tahan selama 5 detik, kemudian
perlahan-lahan lebih rendah. Ulangi.
Hip ekstensi (paha belakang, maximus gluteus)
Berbaring menghadap ke bawah, kaki lurus. Angkat kaki melibatkan seluruh dari pinggul,
kaki tetap lurus. Tahan selama 5 detik, kemudian perlahan-lahan lebih rendah. Ulangi.
Hip rotasi internal / eksternal (internal / otot rotator eksternal)
Duduk di tepi meja atau kursi tinggi dengan kaki bagian atas didukung dan lutut tertekuk,
memutar kaki Anda dari pinggul ke luar, tahan selama 5 detik. Perlahan kembali dan
kemudian memutar ke dalam, tahan selama 5 detik, kemudian perlahan-lahan lebih rendah.
Ulangi. Sliding-papan latihan memiliki efek yang bermanfaat pada cedera pangkal paha.

Hip avaskular Necrosis


Dasar-dasar
Deskripsi
AVN adalah osteonekrosis, atau kematian tulang.

Semua sambungan utama dapat dipengaruhi.


Pada populasi anak, kondisi ini disebut Legg-Calve-Perthes penyakit dan, secara umum,
memiliki prognosis lebih baik daripada osteonekrosis pada orang dewasa.
AVN pinggul adalah osteonekrosis kepala femoralis.
Sinonim: Osteonecrosis, nekrosis aseptik; Chandler penyakit
Klasifikasi:
Ficat dan Arlet dijelaskan 4 tahap:
Tahap I: Tidak terjadi perubahan pada radiograf, perubahan dicatat pada MRI
Tahap II: sklerotik atau perubahan kistik pada radiografi di kepala femoral, tidak runtuh
Tahap III: fraktur Subchondral, tanda bulan sabit pada radiografi
Tahap IV: perubahan degeneratif di pinggul bersama dengan keterlibatan kepala femoralis
Steinberg et al. modifikasi Ficat dan klasifikasi Arlet (semua tahapan kecuali perubahan tahap
degeneratif 0 + lanjutan):
Tahap 0: radiograf Normal, normal bone scan
Tahap I: Normal radiograf, tulang abnormal scan
Tahap II: Sclerosis atau pembentukan kista di kepala femoral (A ringan =, <20%, B = sedang,
20-40%, C = berat,> 40%)
Tahap III: Subchondral runtuh (tanda bulan sabit) tanpa mendatarkan (A = ringan, <15%, B =
sedang, 15-30%, C = berat,> 30%)
Tahap IV: Kepepatan kepala tanpa penyempitan sendi atau keterlibatan acetabular (A = ringan,
<15% dari permukaan dan <2 mm depresi, B = sedang, 15-30% dari permukaan atau 2-4 mm
depresi)
Tahap V: Kepepatan kepala dengan penyempitan sendi atau keterlibatan acetabular (A = ringan,
B = sedang; C = [keterlibatan acetabular] parah)
Salah satu temuan yang paling prediktif radiografi atau MRI adalah ukuran sebenarnya dari lesi.
Pencegahan umum
Terbatas menggunakan kortikosteroid sistemik
Menghindari penyalahgunaan alkohol
Awal fiksasi fraktur leher femur atau pengurangan dislokasi hip
Epidemiologi
Paling umum pada orang dewasa muda 20-40 tahun dan pada anak-anak 6-10 tahun.
Rata-rata usia pasien dengan osteonekrosis yang memerlukan artroplasti pinggul adalah 38
tahun.
Pembagian antara pria dan wanita adalah sama.
Pasien dengan osteonekrosis atraumatic satu pinggul memiliki kesempatan 50%>
mengembangkan osteonekrosis dari sisi kontralateral.
Prevalensi
~ 2,5% dari total pinggul dilakukan untuk diagnosis AVN.
Faktor Risiko
leher fraktur femoralis
Gunakan steroid
Penyalahgunaan alkohol
Hemoglobinopathies (misalnya, anemia sel sabit)
Kelainan pembekuan
Dysbarism (lengkungan)

Radiasi pengion
Pankreatitis
Encok
Genetika
Pola genetik mungkin berkaitan dengan gangguan pembekuan dengan kekurangan protein S.
Etiologi
Osteonekrosis ini paling sering alkohol yang berhubungan atau disebabkan oleh dosis tambahan
dan kumulatif kortikosteroid (90%).
Alkohol: Batas menelan alkohol dilaporkan dikaitkan dengan osteonekrosis adalah setara dengan
400 mL atau lebih per minggu etil alkohol 100% (~ 3 bir per hari).
Kortikosteroid:
Sebuah dosis total 2.800 mg prednison oral selama 4 bulan secara signifikan meningkatkan risiko
infark tulang.
Beberapa peneliti percaya bahwa pasien yang memiliki reaksi istimewa untuk steroid, dengan
perubahan sistemik seperti berat badan akut atau bulan wajah, memiliki peningkatan risiko
osteonekrosis.
Penyebab lainnya adalah:
Trauma cedera seperti patah tulang pinggul
Subklinis gangguan pembekuan
Paparan terhadap variasi tekanan atmosfir
Asosiasi Kondisi
Patah tulang pinggul
Hemoglobinopati
Penyalahgunaan alkohol
Perthes penyakit
Diagnosa
Tanda dan Gejala
Timbulnya rasa sakit di pinggul tanpa trauma yg
Nyeri biasanya di pangkal paha.
Sejarah
Pasien sering awalnya mengeluh sakit samar-samar di selangkangan selama 4-6 bulan sebelum
evaluasi.
Nyeri meningkat dengan rotasi internal pinggul.
Sebuah indeks kecurigaan yang tinggi harus ada pada pasien muda dengan nyeri pinggul dan
faktor risiko lainnya.
Ujian Fisik
Carilah nyeri pada pangkal paha dengan ROM dari pinggul (rotasi internal), yang tidak biasanya
tender dengan palpasi langsung.
Pasien memiliki pincang tetapi pemeriksaan neurologis normal.
Kombinasi sejarah dan pemeriksaan fisik harus mengarah ke dugaan osteonekrosis pinggul.
Pengujian
Laboratorium
Hitung darah lengkap
ESR
Koagulasi profil (penelitian alat saat ini)

Imaging
Plain radiografi, termasuk AP dan proyeksi lateral pinggul
MRI pinggul adalah uji terbaik tunggal untuk mendiagnosis osteonekrosis dari pinggul
(spesifisitas, 98%).
Temuan patologis
Meskipun osteonekrosis telah menyebabkan banyak kemungkinan, jalur akhir yang umum
mengarah ke temuan patologis yang khas, termasuk kematian osteoblas dan osteocytes dengan
lacunae kosong di trabecula daerah nekrotik.
Suatu area margin sklerotik juga biasa hadir di daerah nekrosis.
Diferensial Diagnosis
Patah
Infeksi
Transien osteoporosis dari pinggul
Nyeri neurogenik
Olahraga hernia
Acetabular labral air mata
Psoas bursitis
Sinovitis atau adhesi dari kapsul
Pengobatan
Tindakan umum
Diagnosis osteonekrosis pinggul harus dilakukan sedini mungkin.
sendi lain, termasuk pinggul kontralateral, lutut, bahu, dan pergelangan kaki, harus dievaluasi.
Pasien dengan diagnosis ini harus dievaluasi oleh seorang ahli bedah ortopedi yang
berpengalaman dalam merawat osteonekrosis pinggul.
pengobatan Nonoperative biasanya tidak berhasil untuk lesi gejala.
Tingkat kegagalan ~ 80%, tergantung pada ukuran dan klasifikasi lesi.
lesi kecil memiliki tingkat yang lebih tinggi resolusi spontan dibandingkan lesi besar.
Terapi Khusus
Terapi Fisik
Terapi fisik dapat berguna untuk mempertahankan ROM tetapi biasanya adalah sedikit manfaat.
Obat
Pertama Line
Antikoagulan, antihipertensi, dan agen penurun lipid semua sedang diselidiki untuk pengobatan
penyakit tahap awal.
Saat ini, penggunaan agen-agen farmakologis harus dianggap eksperimental.
Bukti ada yang diphosphonate dapat membantu dalam mencegah runtuh.
Operasi
Operasi untuk pengobatan osteonekrosis pinggul dapat dibagi menjadi prosedur yang
melestarikan kepala femoral dan pilihan artroplasti.
Kepala-melestarikan teknik:
Core dekompresi:
Diindikasikan untuk lesi precollapse kecil dan menengah
Berat tubuh harus dilindungi selama 5 minggu setelah pembedahan untuk menghindari fraktur.
Variabel hasil memuaskan telah dilaporkan (kisaran, 40-90%).
Osteotomy: Memutar daerah yang terkena kepala dari bagian berat tubuh.

cangkokan Vascularized fibula: 1 studi menunjukkan keberhasilan 83% pada 17 tahun tindak
lanjut di pusat-pusat khusus.
cangkok tulang-Nonvascularized:
Mati tulang akan dihapus dan diganti dengan graft tulang melalui sebuah pintu jebakan di leher
femoralis.
Dilaporkan tingkat keberhasilan sebesar 80-83% pada 2,5-5 tahun tindak lanjut
Artroplasti pilihan:
Pelaburan artroplasti:
Diindikasikan untuk pasien dengan runtuhnya kepala berat femoralis dan perubahan acetabular
minimal
Variabel hasil telah dilaporkan.
Total hip artroplasti:
Diindikasikan untuk pasien dengan runtuh kepala femoral dan keterlibatan acetabular
Tingkat keberhasilan yang lebih rendah dilaporkan untuk pasien dengan osteonekrosis
dibandingkan pasien dengan osteoarthritis.
Tindak lanjut
Prognosa
<50% dari kemajuan pinggul tanpa gejala untuk stadium akhir penyakit yang membutuhkan
artroplasti pinggul.
Nonoperative pengobatan hasil lesi bergejala pada tingkat kegagalan 79%.
Pasien dengan diagnosis atau faktor risiko berpikir untuk memberikan kontribusi pada
pengembangan osteonekrosis memiliki hasil lebih buruk dengan kepala-melestarikan prosedur.
Komplikasi
runtuhnya Progresif pinggul dapat menyebabkan artritis melemahkan dan kebutuhan untuk
arthroplasties total pinggul.
Risiko fraktur ada dengan berat tubuh setelah dekompresi inti.
Risiko meningkat jika saluran inti dilakukan melalui tulang diaphyseal.
Risiko morbiditas donor situs ada dengan vascularized fibula okulasi.
artroplasti Hip pada pasien dengan osteonekrosis memiliki tingkat kegagalan yang lebih tinggi,
karena untuk melonggarkan, dibandingkan pada pasien dengan osteoarthritis (20% versus 5%,
masing-masing, di 10 tahun).
Dengan implan modern, permukaan bantalan dapat menjadi faktor pembatas pengganti pada
pasien yang lebih muda.
Pemantauan Pasien
Serial radiografi digunakan untuk mencatat setiap kemajuan bersama keterlibatan setiap 3-4
bulan.
Gejala klinis sama-sama penting, terutama jika manajemen nonoperative dipilih dengan titik
akhir artroplasti total pinggul.
Bermacam-macam
Kode
ICD9-CM
733,42 Osteonecrosis (nekrosis aseptik), kepala femoralis
Pasien Pengajaran
Pasien menasihati tentang sejarah alami penyakit dan diminta untuk menarik perhatian dokter
untuk tulang atau nyeri sendi.

FAQ
Q: Apakah osteonekrosis pinggul menjadi lebih baik?
J: resolusi spontan terjadi lebih sering pada pasien dengan lesi kecil. lesi lebih besar dan orangorang yang telah runtuh tidak mungkin untuk memperbaiki secara spontan.
Q: pasien harus memiliki penggantian panggul total?
Tutup kepala femoral dan perubahan rematik pada sendi indikasi untuk artroplasti.
December 15th, 2010 | Tags: arlet, atraumatic, bone scan, bulan sabit, ficat, fraktur, kematian,
kesempatan, kista, legg calve perthes, lesi, modifikasi, osteonecrosis, parah, penyakit, pinggul, pria dan
wanita, radiografi, subchondral, tanda | Category: Hip avaskular Necrosis

Hip Replacement
Dasar-dasar
Deskripsi
Banyak bentuk arthritis menyebabkan kerusakan dari tulang rawan artikular dari sendi pinggul,
mengakibatkan rasa sakit dan hilangnya fungsi.
Stadium akhir arthritis dapat diobati dengan bedah penggantian sendi.
Lansia pasien mungkin memiliki risiko yang lebih besar komplikasi jantung dan lebih terkait
masalah medis dari pasien yang lebih muda.
Pasien <50 tahun:
Apakah mungkin memerlukan pembedahan revisi karena harapan hidup mereka dapat melebihi
umur panjang protesa
pilihan pengobatan lain, seperti manajemen medis, fusi pinggul, dan osteotomy femoralis, harus
dipertimbangkan pada pasien, lebih muda permintaan tinggi.
penggantian mungkin Hip berlabuh ke tulang dengan semen tulang atau dengan teknik
uncemented yang memungkinkan tulang untuk tumbuh menjadi implan.
Pencegahan umum
Berat badan dan pembatasan kegiatan dapat menunda kebutuhan penggantian pinggul.
Epidemiologi
Kebanyakan pinggul dilakukan pada pasien> 65 tahun, tetapi prosedur ini sedang dilakukan lebih
sering pada pasien lebih muda daripada di masa lalu.
Insidensi
> 200.000 pinggul total dilakukan di Amerika Serikat setiap tahun.
Jumlah penggantian pinggul terus meningkat.
Faktor Risiko
osteoartritis primer mungkin lebih umum dalam permintaan tinggi atlet dan pasien obesitas.
Osteonekrosis telah dikaitkan dengan penggunaan steroid berkepanjangan, alkohol, radiasi, dan
trauma.
Osteoporosis sering menyebabkan patah tulang leher femur pada pasien usia lanjut.
Genetika
Kemungkinan keluarga kecenderungan untuk osteoarthritis primer

Tidak ada pola pewarisan Mendel


Patofisiologi
Temuan patologis
Penyebut umum di semua bentuk arthritis adalah kerusakan pada tulang rawan artikular,
kehilangan proteoglycan, dan pembubaran tulang rawan bertahap.
Etiologi
osteoartritis primer adalah penyebab paling umum dari melumpuhkan radang sendi pinggul.
arthritis traumatis, osteonekrosis, rheumatoid arthritis, anemia sel sabit, hemarthrosis berulang,
penyakit Paget, dan AS semua dapat mengakibatkan kerusakan degeneratif sendi panggul.
Perkembangan kondisi seperti SCFE, DDH, dan penyakit Legg-Calve-Perthes semua dapat
menyebabkan penyakit sendi degeneratif di kemudian hari.
Beberapa patah tulang pinggul akut juga dapat diobati dengan penggantian pinggul parsial atau
total.
Asosiasi Kondisi
penyakit degeneratif bersama pinggul kontralateral, baik lutut, tulang belakang lumbar, dan
ekstremitas atas sering terlihat pada pasien yang memerlukan penggantian pinggul.
Diagnosa
osteoartritis primer pinggul dapat menyebabkan nyeri di selangkangan, paha lateral, atau
menjalar ke lutut.
Nyeri lebih umum dengan aktivitas tapi akhirnya bisa menjadi hadir saat istirahat dan malam
hari.
Pada tahap lanjutan, nyeri dapat membatasi pasien untuk membutuhkan beristirahat setelah
berjalan <1 blok.
Batasan ROM, khususnya fleksi, ekstensi, dan rotasi internal, mungkin ada.
Dengan ambulation, penculik mungkin kesukaran jelas.
Tanda dan Gejala
Incapacitating arthritis dari pinggul sepadan dengan temuan fisik dan radiografi
Kegagalan untuk berjalan lebih dari beberapa blok tanpa henti
Sakit tak henti-hentinya dengan pengobatan arthritis standar
Nyeri setelah aktivitas
Kesulitan dengan aktivitas hidup sehari-hari, termasuk rias, perawatan, dan naik tangga
Ujian Fisik
Melakukan pemeriksaan neurovaskular dari ekstremitas yang terkena.
Catat ROM pinggul.
Bayar perhatian khusus pada kontraktur, perbedaan panjang kaki, dan kekuatan otot glutealis.
Menilai kiprah pasien.
Nyeri pada ujung gerak
Positif Trendelenburg uji
Selangkangan atau nyeri paha anterior dengan kaki aktif langsung menimbulkan
Pengujian
Laboratorium
Untuk penggantian panggul total, perintah berikut sebelum operasi:
Hitung darah lengkap
Studi kimia darah

Koagulasi kali
Elektrokardiogram, radiografi dada, dan urine harus diperoleh jika diperlukan.
Banyak pasien dapat menyumbangkan unit autologous darah 4-6 minggu sebelum operasi.
Imaging
Radiografi:
panggul AP dan radiografi katak-kaki pinggul lateral biasanya cukup untuk menilai hip joint.
Panjang, berdiri film dari bagian bawah kaki dan panggul dapat membantu.
Diferensial Diagnosis
Hip nyeri dapat disebabkan oleh stenosis tulang belakang atau lumbar disc hernia.
Rendah kembali sakit dari setiap penyebab dapat menyebar ke lateral paha dan pinggul.
bursitis trokanterika dapat mengakibatkan nyeri pinggul lateral.
Stres fraktur
neoplasma Occult, seperti penyakit tulang metastatik, multiple myeloma, dan tumor
mesenchymal utama, juga dapat menyebabkan nyeri pinggul.
Pengobatan
Terapi Khusus
Terapi Fisik
pasien pascaoperasi yang diperintahkan dalam latihan penguatan, khususnya hip fleksi, ekstensi,
dan penculikan.
Transfer dan pelatihan kiprah dengan pejalan standup ditekankan.
Obat
Pertama Line
Analgesik pada periode pasca operasi akut
pasien pascaoperasi membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk pencegahan DVT dengan
warfarin (Coumadin) atau heparin rendah molekul-berat.
Operasi
penggantian pinggul Total terdiri dari komponen logam femoralis dan kepala yang menggantikan
tulang paha proksimal.
acetabulum Yang paling sering diganti dengan shell logam yang memiliki kepadatan tinggi
memasukkan plastik polyethylene.
Komponen mungkin sudah ditetapkan untuk tulang dengan atau tanpa semen.
komponen Uncemented memiliki permukaan kasar untuk memungkinkan ingrowth kurus.
Bedah pendekatan:
Anterior (Smith-Peterson)
Superficial interval: Sartorius dan tensor fasia lata
Deep Interval: rektus femoris dan gluteus medius
Lateral saraf femoralis kutaneus berada dalam bahaya karena menembus fasia yg berkenaan dgn
penjahitan.
Anterolateral (Watson-Jones pendekatan):
Interval antara otot gluteus medius dan tensor fasia lata
Lateral (Hardinge):
1 anterior / 3 dari gluteus medius dan minimus tercermin dari trokanter lebih besar.
Saraf glutealis superior dan arteri dapat terluka dengan refleksi anterior gluteus medius.
Lambat penculik rehabilitasi
Posterior (Langenbeck / Moore):
Pemecahan maximus gluteus dengan pelepasan rotator eksternal pendek

Saraf siatik harus diidentifikasi dan dilindungi.


Dislokasi tinggi tingkat dibandingkan dengan pendekatan lain, terutama tanpa perbaikan capsular
permukaan Bearing: The liner acetabular dan bola kepala femoralis dapat dibuat dari bahan yang
berbeda untuk mencegah keausan.
Logam pada polietilena:
Opsi standar
polyethylenes baru sangat cross-linked adalah pemikiran untuk menurunkan tingkat keausan.
puing memakai Polyethylene mengarah ke melonggarkan osteolysis dan komponen.
Logam pada logam:
Mengenakan tarif sangat rendah
puing-puing ion Logam dapat menumpuk di dalam aliran darah dan organ.
Sangat ukuran kepala besar dapat menurunkan tingkat dislokasi dan ROM meningkat.
Keramik pada keramik:
Mengenakan tarif sangat rendah
Sangat rendah tingkat fraktur keramik
Tidak ada pilihan liner
Operasi invasif minimal:
Beberapa pendekatan dapat membatasi kerusakan otot.
pendekatan Multimodal untuk anestesi dan terapi telah bergegas pemulihan.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa sayatan kecil tidak bertanggung jawab untuk pemulihan
lebih cepat.
Tindak lanjut
Prognosa
artroplasti Hip memiliki hasil jangka panjang yang sangat baik, dengan banyak pasien
ambulating tanpa dukungan eksternal dan melanjutkan kegiatan sebelumnya tidak mungkin.
Sebuah studi jangka panjang menunjukkan bahwa 85% dari prostheses disemen bertahan selama
20 tahun.
komponen Uncemented juga memiliki kinerja jangka panjang yang sangat baik.
Komplikasi
Pascaoperasi medis komplikasi:
Infark miokard
Pneumonia
Retensi urin
Ileus
Kematian
Kaki-panjang ketidakcocokan
DVT dan PE
Infeksi
Revisi operasi
Polyethylene pakai
Osteolysis
Dislokasi
Periprosthetic fraktur
Heterotopic mengeras
Melonggarkan
Saraf cerebral

Pemantauan Pasien
Pentingnya radiografi pemantauan jangka panjang harus ditekankan.
Radiografi harus diambil pada interval 1-2-tahun untuk mencari memakai polietilen dan
osteolysis.
Setelah penggantian pinggul, pasien harus menerima profilaksis antibiotik sebelum bekerja gigi.
Bermacam-macam
Kode
ICD9-CM
715,95 Hip osteoarthritis
Pasien Pengajaran
Pasien harus memahami bahwa artroplasti hip adalah prosedur pembedahan besar yang
memerlukan bulan keterbatasan aktivitas yang substansial dan mungkin memerlukan satu tahun
penuh untuk mencapai manfaat penuh.
Mereka harus siap untuk mematuhi tindakan pencegahan pinggul diajarkan dalam terapi fisik dan
untuk berkontribusi pada proses rehabilitasi.
Kegiatan
Berat tubuh setelah operasi tergantung pada teknik bedah dan preferensi, tetapi sebagaiditoleransi adalah umum.
Pasien dapat diberikan pembatasan gerak untuk mencegah dislokasi; paling sering, menghindari
fleksi hip> 90 dan melintasi kaki.
FAQ
T: Kapan saya harus punya penggantian pinggul?
A: Hip pengganti memiliki peluang bagus untuk mengurangi rasa sakit dan memperbaiki fungsi.
Namun, operasi besar dengan potensi komplikasi serius, termasuk kematian. Seorang pasien
harus mengalami sakit parah dan cacat sebelum mempertimbangkan operasi.