Anda di halaman 1dari 4

Kimia Fisika II/10/2001

30

IV. ELEKTROKIMIA
Elektrokimia adalah bagian dari kimia fisika yang mempelajari hubungan antara
gejala-gejala kimia dengan kelistrikan.
4.1. Daya Hantar Listrik
Kekuatan listrik mengalir melalui suatu penghantar, jadi jumlah listrik yang mengalir
perdetik, ditentukan oleh beda potensial dan tahanannya. Aliran listrik mengalir dari kutup
negatif ke kutup positif melalui hubungan konduktor. Konduktor dibagi menjadi konduktor
elektronik, aliran listrik dibawa oleh elektron (logam, logam lebur, garam CuS dan CdS), dan
konduktor elektrolit, aliran listrik dibawa oleh ion-ion (elektrolit kuat/lemah, garam lebur)..
Menurut hukum Ohm:
E
R

I=

dan

l
A

(ohm)

dan

k=l/A

(4.1)

Di mana I = kuat arus (ampere), R = tahanan (ohm), E = beda potensial (volt), k = konstanta
sel, l = panjang penghantar, A = luas penampang penghantar dan = tahanan jenis, yakni
tahanan zat per satuan panjang. Makin kecil makin baik sifat konduksinya. Daya hantar
larutan elektrolit (L) dinyatakan:
L

l
1 A
A
. LS .
R
l
l

(ohm-1 atau mho)

(4.2)

Jumlah listrik dinyatakan dengan Coulomb (Q) yaitu jumlah listrik yang dialirkan oleh kuat
arus 1 ampere selama 1 detik. Daya hantar jenis (L S,) adalah daya hantar 1 cm3 larutan antara
dua elektroda yang luasnya 1 cm2. Satuan tenaga listrik adalah joule atau watt-detik (J).
Q=I.t

dan

J=Q.E = I.t.E

(4.3)

4.2 Reaksi Elektroda


Hantaran listrik dalam larutan elektrolit diikuti dengan reaksi kimia, peristiwa ini
disebut elektrolisis
e
_
_ Katoda
H2

Misal: elektrolisis NaCl


e
+

NaCl(aq)
H2O

Anoda +

Cl2

elektrolit

e
+

Na

OHCl-

Anoda:

Cl2 Cl

Na+ + ClH+ + OHCl + e


Cl2

(reaksi oksidasi)

Katoda:
H+ + e
H
(reaksi reduksi)
2H
H2
NaCl + H2O
H2 + Na+ + OH- + Cl2
katoda
anoda

Saifullah Ramli/Teknik Kimia UNSYIAH

(SFR)

Kimia Fisika II/10/2001

31

Elektrode yang dihubungkan dengan kutup negatif disebut katoda dan yang
dihubungkan dengan kutup positif disebut anoda. Ion positif ditarik oleh katoda dan ion
negatif ditarik ke anoda dari hasil raksi kimia (elektrolisis). Jumlah arus yang diangkut oleh
ion positif dan negatif dalam larutan tidak sama. Misal larutan MgSO 4: 0,38 bagian muatan
yang diangkut oleh Mg2+ (t+ kation) dan 0,62 bagian oleh SO 42- (t- anion). Jumlah bagian
muatan listrik yang diangkut oleh kation dan anion (t + + t- = 1). Ion SO42- mengangkut lebih
banyak arus, karena ion ini bergerak lebih cepat. Peristiwa ini disebut bilangan angkutan
(bilangan transpor).
4.3 Hukum Faraday
4.3.1 Hukum Faraday I
Massa zat (W) yang terjadi akibat reaksi kimia pada elektroda, berbanding lurus
dengan jumlah listrik yang lewat larutan selama elektrolisis.
W=

BA
.I .t
nF

(4.4)

Di mana F = bilangan Faraday, BA = berat atom dan n = valensi ion. Satu Faraday ialah
jumlah listrik yang pada elektrolisis menghasilkan 1 gram ekivalen zat. Pada elektrolisis ion
Ag+ 1 coulomb listrik dapat mengendapkan 0,001118 gr Ag. Untuk mengendapkan 1 grek Ag
atau 107,88 gr Ag diperlukan: 107,88/0,00118 = 96.000 coulomb. 1 F = 1 grek listrik.
4.3.2 Hukum Faraday II
Massa berbagai zat yang terjadi selama elektrolisis, berbanding lurus dengan berat
ekivalennya. Jadi jika arus 1 A selama 1 detik dialirkan ke dalam larutan CuSO 4, AgNO3 dan
NiSO4 maka berat maas yang terjadi: Massa Cu : Ag : Ni = BECu : BEAg : BENi
i

CuSO4

AgNO3

NiSO4

Menurut Millikan, muatan 1 e = 1,602E-19 coulomb, jadi jumlah elektron dalam 1 Faraday:
96.500 / 1,602E-19 = 6,023E23 (merupakan bilangan Avogadro).
Contoh: Arus 50 A dari beterai 8 V dialirkan selama 1 jam melalui larutan NaCl, AgNO 3 dan
FeBr3. Bagaimana perbandingan berat yang terjadi.
Jawab:
Q = (50 x 3.600) coulomb / 96.500 = 1,87 Faraday

Saifullah Ramli/Teknik Kimia UNSYIAH

(SFR)

Kimia Fisika II/10/2001

32

Yang terjadi

H2
= 1,87 grek = 1,87 x 1,01 gr
= 1,89 gr
Cl2
= 1,87 grek = 1,87 x 35,45 gr
= 66,29 gr
Ag
= 1,87 grek = 1,87 x 107,87 gr
= 201,7 gr
Br2
= 1,87 grek = 1,87 x 79,9 gr
= 149,4 gr
Fe (III) = 1,87 grek = 1,87 x 55,85 gr
= 104,4 gr

Gas H2 yang timbul = 1,87 x 11,2 l = 20,9 liter


Tenaga yang dipakai : 8 volt x 50 A x 3.600 menit = 0,4 kW-jam.
Contoh: hitung gas O2 yang dibebaskan pada anoda bila arus 2 A selama 30 menit dialirkan
dalam air murni.
Jawab:
reaksi : H2O

O2 + H + + e -

Jumlah muatan = 2 x 30 x 60 = 3.600 coulomb


Gas O2 yang terjadi = 3.600/96.500 x mole = 0,0093 mole O2 = 0,298 gr O2
Contoh: Jika arus 0,05 amp dilewatkan melalui coulometer tembaga selama 60 menit.
Berapa jumlah tembaga yang diendapkan.
Jawab: Q = 0,05 A x 3.600 detik = 180 Coulomb
Cu2+ + 2 e

Cu(S)

Karena ada 2 elektron terlibat dalam mengendapkan 1 mole Cu, maka 2 F akan mengendapkan 1 mole tembaga, yaitu: Tembaga mengendap = 80 x 63,5 / (2 x 96.500) = 0,118 gram
Contoh: Suatu sel A mengandung larutan CuSO4 dan elektroda tembaga. Sel B terdiri dari
larutan Ag2SO4 dan elektroda platina. Kedua elektroda ini dihubungkan dan arus
listrik searah dilewatkan sampai 4 gr O2 terkumpul pada sel B. hitung jumlah zat
yang terendapkan.
Jawab: reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda
Sel A :

Cu(s)
Cu2+ + 2 e-

2 e- + Cu2+
Cu(s)

Sel B :

2 H2O(l)
Ag+ + e-

O2(g) + 4 H+ + 4 eAg(s)

Dari reaksi bahwa 4 F memberikan 32 g O2, maka 4 g O2 memerlukan:


(4)(96.500 C)(4 g)/32 g = 0,5F
jumlah Ag terendapkan dalam sel B = (0.5 F)(108 g F-1) = 54 g
jumlah Cu terendapkan dalam sel A = (63,5 g0)(0,5 F)/(2 F) = 15,875 g
4.4 Pengukuran Daya Hantar Listrik (Konduktansi)
Selain daya hantar (L) dan daya hantar jenis (LS) dikenal pula daya hantar ekivalen
(). Daya hantar ekivalen ialah daya hantar larutan elektrolit sebanyak 1 grek di antara 2
elektroda dengan jarak 1 cm. Daya hantar ekivalen () dicari:
Saifullah Ramli/Teknik Kimia UNSYIAH

(SFR)

Kimia Fisika II/10/2001

33

1000
LS (mho cm2 mol-1)
C

di mana C = konsentrasi (mol ml-1)

(4.5)

Untuk mengukur tahanan larutan elektrolit, dipakai jembatan Wheastone dengan arus bolakbalik dengan frekwensi tinggi (1000 2500 siklus tiap detik).
Tahanan dari suatu sistem yang tidak diketahui (RS) diperoleh dari hubungan:

RSel
R3

RSel = R3 (R1/R2)
G

(4.6)

apabila aliran yang mengalir melalui Galvanometer (G)


Adalah nol dan harga R1, R2 dan R3 diketahui.

R1

R2
Daya hantar larutan
+

Daya hantar jenis

E 60 Hz atau 1000 Hz
osilator

L = R2 / (R1.R3)

(4.7)

LS = L . k (mho cm-1)
k = konstanta sel (tetap)

(4.8)

Pada penegenceran tak terhingga, masing-masing ion dari elektrolit bergerak bebas
sehingga mencapai maksimal (0). Dengan kata lain daya hantar ekivalen elektrolit adalah
jumlah daya hantar ekivalen ion-ion (I0), yaitu 0 = I0+ + I0- peristiwa ini disebut hukum
Kohlrausch.Menurut Debye-Hckel turunya daya hantar ekivalen dengan naiknya konsentrasi
disebabkan oleh relaksasi atmosfir ion dan efek elektrophoretik. Ion-ion selalu dikerumuni
oleh ion-ion lawan dan bentuknya sheris tetapi oleh adanya beda potensial, bentuknya tidak
lagi spheris. Gerakan dari ion diperlambat dengan adanya atmosfir ion ini. Adanya ion lawan
dalam larutan dapat menghambat gerak ion yang bersangkutan. Menurut Arrhenius turunnya
karena bertambahnya konsentrasi disebabkan karena bertambah kecilnya derajat ionisasi
maka = / 0. pada pengenceran tak terhingga , maka = 0 dan = 1.

(4.9)

Pengunaan daya hantar listrik mempunyai arti penting dalam proses-proses kimia.
Pada pembuatan aquades, efisiensi zat terlarut, kelarutan garam-garam, menentukan titik akhir
titrasi, derajat ionisasi elektrolit, dan sebagainya. Pada titrasi asam HCl dengan basa NaOH.
Pada penambahan basa sebagian asam dinetralkan: HCl + NaOH

NaCl + H2O.

Daya hantar terus menerus turun, karena ioh H+


diganti ion Na+ yang lebih lambat. Setelah titik ekivalen,
kelebihan OH- sangat memperbesar daya hantar. Titik

L = 1/R

ekivalen dapat ditentukan dengan menggambarkan grafik


daya hantar (L) terhadap volume (ml) larutan basa.

TE
ml, basa

Saifullah Ramli/Teknik Kimia UNSYIAH

(SFR)