Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut WHO remaja adalah periode usia antara 10 sampai 19 tahun,sedangkan
perserikatan bangsa- bangsa (PBB) menyebut kaum muda (youth) untuk usia antara 15
sampai 24

tahun. Sementara itu, menurut the health Resources and services

administration Guidelines Amerika Serikat, rentang usia remaja adalah 11-21 tahun dan
terbagi menjadi tiga tahap, yaitu remaja awal ( 11-14 tahun ),remaja menengah (15-17
tahun),dan remaja akhir (18-21 tahun).
Anak-anak yang berusia 12 atau 13 tahun sampai 19 tahun sedang berada dalam
pertumbuhan yang mengalami masa remaja atau sering disebut dengan Masa Pubertas.
Masa ini masa yang sangat menentukan karena pada masa ini anak-anak mengalami
banayak perubahan pada intelektualnya. Terjadinya perubahan kejiwaan menimbulkan
kebingungan dikalangan remaja sehingga masa ini disebut oleh orang Barat sebagai
periode Sturm Und Drang. Sebabnya karena mereka mengalami penuh gejolak emosi dan
tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang
berlaku dikalangan masyarakat. (http://harisbahasa.blogspot.com)/)
Menurut data Departemen Kesehatan (Depkes) Republik Indonesia tahun 2006,
remaja Indonesia (usia 10-19 tahun) berjumlah sekitar 43 juta jiwa atau 19,61% dari
jumlah penduduk. Pada tahun 2008, jumlah remaja di Indonesia diperikirakan sudah
mencapai 62 juta jiwa.

Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah


remaja di Indonesia mencapai 30 % dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini
tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang
positif namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku
yang negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja.
(http://ntb.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/AllItems.aspx)
Menurut data propinsi sumatra selatan,dilihat dari segi penduduk 73,4 % sebagian
penduduk didunia adalah remaja. Dengan remaja sebagai bagian dari penduduk yang
ada. Propinsi sumatra selatan pada tahun 2000 dihuni oleh 6,654 juta jiwa dengan jumlah
remaja usia 10-15 tahun sebanyak 652,322 jiwa.
Kota palembang sebagai ibu kota propinsi sumatra selatan berdasarkan data terakhir
dari badan pusat statistik tahun 2007 penduduk kota palembang berjumlah 2.083.156 jiwa
yang terdiri atas 10929.786 laki-laki dan 1053.374 perempuan. Jumlah penduduk menurut
kelompok umur dan jenis kelamin 2007, didapatkan golongan umur 10-14 tahun pada lakilaki sebanyak 713,6 jiwa dan perempuan sebanyak 695,5 jiwa. Golongan umur 15-19
tahun sebnayak 706,6 jiwa dan perempuan 682,6 jiwa. ( BPS prop sumsel,2007).
Secara psikologis, remaja merupakan masa dimana individu mengalami perubahanperubahan dalam aspek kognitif,emosi, sosial,intelegensi dan moral, diantara masa anakanak menuju masa dewasa.(Eny kusmiran,2014).
Dari uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul
Hubungan Masa Pubertas dengan Perubahan psikologi pada remaja kelas X Di MA
Darussalam Prabumulih Tahun 2015.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan data dalam latar belakang maka didapat rumusan masalah sebagai
berikut: Apakah ada Hubungan Masa Pubertas dengan Perubahan psikologi pada
Remaja kelas X Di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015?
1.3 Pertanyaan Penelitian
Adakah Hubungan Masa Pubertas dengan Perubahan psikologi pada Remaja kelas X Di
MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015?
1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan Perubahan psikologi
pada Remaja kelas X Di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015.
1.4.2 Tujuan Khusus
a. Untuk Mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan perkembangan
kepribadian pada remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015
b. Untuk Mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan perkembangan Sosial
pada remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015
c. Untuk Mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan perubahan emosi pada
remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015
d. Untuk Mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan perubahan kognitif
pada remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015
e. Untuk Mengetahui Hubungan Masa Pubertas dengan perkembangan
intelegensi pada remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015

f.

Untuk mengetahui hubungan masa pubertas dengan Perubahan psikologi


pada Remaja kelas X di MA Darussalam Prabumulih Tahun 2015.

1.5 Manfaat Penelitian


1.5.1

Manfaat bagi peneliti


Penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan bagi peneliti dalam
melakukan penelitian mengenai Hubungan Masa Pubertas dengan Perubahan
psikologi kelas X Di MA Daussalam Cambai Prabumulih Tahun 2015.

1.5.2

Manfaat bagi akademi


a. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber bacaan untuk
akademi.
b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menambah pengetahuan
bagi mahasiswa.