Anda di halaman 1dari 2

BELLS PALSY

WAJAH PEROT SESISI

Apa itu bells palsy ?


Wajah perot sesisi atau dalam
dunia medis dikenal dengan
Bells palsy adalah: adalah nama
penyakit yg menyerang saraf
wajah
no
7
sehingga
menyebabkan kelumpuhan pada
otot wajah disalah satu sisi.

Apa penyebabnya?

Disusun oleh :
Dokter Muda
REHABILITASI MEDIK
FK UNS/RSUD DR.
MOEWARDI
24 NOV - 6 DES
2014

Ada 3 (tiga) hal utama yang


berpengaruh pada Bell palsy :
1. terpapar angin dingin disalah satu
sisi wajah secara terus menerus.
2. virus herpes yang menetap
ditubuh dan aktif kembali karena
trauma, faktor lingkungan, stres
dll.
3. belum diketahui pasti
penyebabnya.

Apa saja Gejalanya ?


Mendadak
Bangun tidur

Mengenai satu sisi wajah (perot)

Kerutan dahi menghilang.

Lipatan hidung dan sudut mulut


hilang

Salah satu sudut mulut menurun


Kelopak mata sisi yang terkena
tidak bisa dipejamkan

Air liur berlimpah.


Berkurang atau menghilangnya
rasa kecap.
Sensitive terhadap cahaya.

Jika Anda
Palsy??..

terkena

Bells

1. Segeralah berobat ke Rumah Sakit


2. Maksimal

2 hari setelah
mengalami kelainan itu

Anda

Jika tidak, syaraf yang kaku dapat


mengganggu otak yang menyebabkan

penderita lumpuh. Selain itu , wajah


yang kaku akan semakin sulit
dikembalikan ke bentuk asalnya.

Bells palsy terjadi pada?

5. Saat menjalankan pengobatan,


jangan
membiarkan
wajah
terkena angin langsung. Tutupi
wajah dengan kain atau penutup.

Semua Umur.

Bagaimana cara
pengobatannya....?

Semua jenis Kelamin.


Semua tingkat sosial ekonomi

Bagaimana cara
pencegahannya..?

1. Jika
berkendaraan
motor,
gunakan helm penutup wajah full
untuk mencegah angin mengenai
wajah.
2. Jika tidur menggunakan kipas
angin, jangan biarkan kipas angin
menerpa wajah langsung.
3. Kalau sering lembur hingga
malam, jangan mandi air dingin di
malam hari
4. bagi penggemar naik gunung,
gunakan penutup wajah / masker
dan pelindung mata.

- Prinsip pengobatannya adalah


dengan menghilangkan sumber
dari kerusakan saraf secepat
mungkin harus segera berobat
ke DOKTER.
- Istirahat yang cukup.
- menjaga daya tahan tubuh.
- Fisioterapi.

Bagian mata harus dijaga agar


tetap lembab pakai tetes mata
steril
Latihan
wajah,
dilakukan
minimal 2-3 kali sehari, Pada
fase akut dapat dimulai dengan
kompres hangat dan pemijatan
pada wajah, hal ini berguna
mengingkatkan aliran darah

pada otot-otot wajah. Gerakan


yang dapat dilakukan berupa:
- Tersenyum
- Mencucurkan mulut, kemudian
bersiul
- Mengatupkan bibir
- Mengerutkan hidung
- Mengerutkan dahi
- Gunakan telunjuk dan ibu jari
untuk menarik sudut mulut
- Mengangkat alis dengan
keempat jari.

Apakah dapat sembuh ?


Penyakit bells palsy memiliki
prognosis yang baik, hampir 80-90%
pasien dapat sembuh tanpa adanya
kelainan. Namun pada 10-15%
pasien bells palsy dapat mengalami
kekambuhan.

Terima kasih