Anda di halaman 1dari 10

32

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain dalam penelitian ini mengunakan Korelasional, Jenis pendekatan yang
digunakan adalah cross sectional Jenis penelitian ini berusaha mempelajari dinamika
hubungan hubungan atau korelasi antara faktor-faktor risiko dengan dampak atau efeknya.
Faktor risiko dan dampak atau efeknya diobservasi pada saat yang sama, artinya setiap
subyek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor risiko serta dampak diukur
menurut keadaan atau status pada saat observasi. Hubungan Adaptasi Masa Pubertas Dengan
Tingkat KecemasanPada Siswi Di Smp Negeri 01 Dau Kabupaten Malang

Angka rasio prevalensi memberi gambaran tentang prevalensi suatu penyakit di


dalam populasi yang berkaitan dengan faktor risiko yang dipelajari atau yang timbul
akibat faktor-faktor risiko tertentu.

32

33

3.2 kerangka Kerja Penelitian


Populasi
Siswi kelas VII di SMP Negeri 01 Dau Kabupaten Malang yang mengalami kecemasan
dalam menghadapi masa pubertas yang berjumlah 97 orang

Sampling
Purposive sampling

Sampel
49 responden (pubertas) sesuai Kriteria inklusi

Identifikasi variabel

Variabel I Independen: adaptasi

Variabel II dependen:kecemasan

kuisioner

Pengolahan data
Editing, Coding, Tabulating, Entry data, Cleaning
Analisis data
Pengolahan data dan analisis data
Spearman Rank

Kesimpulan

Gambar 3.1 Kerangka kerja penelitian hubungan adaptasi masa pubertas dengan tingkat
kecemasan pada siswi kelas VII SMP Negeri 01 Dau Kabupaten Malang

34

3.3 Populasi, Sampel dan sampling


3.3.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti (Natoatmojo, 2002:79). Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII di SMP Negeri 01 Dau
Kabupaten Malang yaitu berjumlah 97 orang.

3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dilakukan penelitian
(Arikunto,2003 : 109). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswi kelas
VII di SMP Negeri 01 Dau Malang Tahun 2013 yang berjumlah 49 orang.
Rumus menurut (Nursalam 2008)
N
n=

97
=

1 + N (d)2

97
=

1+ 97 (0,1)2

= 49
1,97

Keterangan :
N = Besar populasi
n = Besar sampel
d = Tingkat ketepatan yang diinginkan (10%)
a. Kriteria responden
1. Kriteria inklusi
Kriteria inkulasi dalam penelitian ini adalah
a)

Siswi kelas VII SMP Negeri 01 Dau yang masuk masa pubertas

b) Siswi kelas VII SMP Negeri 01 Dau yang bersedia menjadi responden dalam
penelitian

35

3.3.3 Sampling
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive
sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja. Maksudnya, peneliti
menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu. Jadi,
sampel diambil tidak secara acak, tetapi ditentukan sendiri oleh peneliti.
Pengambilan sampel yang berjumlah 49 orang dilakukan dengan memilih
responden yang berjenis kelamin perempuan. Hal ini dilakukan dengan sengaja oleh
peneliti dikarenakan fakus tema yang diambil lebih kepada siswi kelas VII SMP
Negeri 01 Dau Kabupaten Malang. (Sugiono, 2009)

3.4 Variabel penelitian


variabel independent dan variabel dependent dalam penelitian ini yaitu, variabel
independen dalam penelitian ini perubahan fisik, sedangkan variabel dependent adalah
kecemasan .
3.4.1 Variabel independen (bebas)
Variabel independen adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain
(Nursalam, 2003 :102). Dalam penelitian ini variabel independennya adalah
hubunagan adaptasi masa pubertas
3.4.2 Variabel Dependen (Tergantung)
Variabel dependen adalah variabel yang yang nilainya ditentukan oleh nilai
variabel lain (Nursalam, 2003 :102). Dalam penelitian ini variabel dependen adalah
kecemasan menghadap masa pubertas.

36

3.5 Definisi Operasional


Tabel 3.1 Definisi Operasional Penelitian hubungan adaptasi masa pubertas dengan tingkat
kecemasan pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Dau Kabupaten Malang
No
1

Variabel
Adaptasi
masa
pubertas

Kecemasa
n

Definisi Operasional
Adaptasi masa
pubertas merupg
akan suatu proses
perubahan yang
menyertai individu
dalam merespon
terhadap perubahan
yang ada pada remaja
dan dapat
mempengaruhi
keutuhan tubuh baik
secara fisiologis
maupun psikologis
siswi di kelas VII di
SMP Dau Kabupaten
Malang

suatu perasaan takut


yang tidak
menyenangkan yang
disertai dengan
meningkatnya
ketegangan fisiologis
yang dirasakan oleh
siswi di kelas VII di
SMP Dau Kabupaten
Malang

Parameter
1. kemampuan
menyesuaikan
tugas
perkembangan
biopsikologi
yang
berkenaan
dengan
aspek-aspek kebutuhan
lingkungan
2. kemampuan
untuk
melakukan koordinasi
terhadap penggunaan
fungsi-fungsi pikiran,
perasaan,
dan
psikologi motorik
3. kemampuan mereduksi
setiap konflik diri
tanpa
mengabaikan
mekanisme pertahanan
diri
4. kemampuan membuka
diri terhadap setiap
perubahan stimulusstimulus baru, seperti
sikap penerimaan pada
perubahan tubuh
Tingkat kecemasan :
1. Perasaan cemas
2. Ketegangan
3. Ketakutan
4. Gangguan tidur
5. Gangguan kecerdasan
6. Perasaan depresi
(murung)
7. Gejala somatik/ fisik
(otot)
8. Gejala somatik/ fisik
(sensorik)
9. Gejala kardiovaskuler
10. Gejala respiratori
(pernafasan)
11. Gejala gastrointestinal
(pencernaan)
12. Gejala urogenital
13. Gejala autonomy

Alat ukur
Kuesioner

Skala data
Ordinal

Skor
Jika jawaban
Ya : 1
Tidak : 0
Skor Penilaian:
1. Adaptasi sangat baik
: 16 - 20
2. Adaptasi baik
:11 - 15
3. Adaptasi buruk
: 6 - 10
4. Adaptasi sangat
buruk : 0 - 5

Kuesioner

Ordinal

Penilaian derajat
kecemasan :
1. Nilai 0 : tidak ada
gejala atau keluhan
sama sekali
2. Nilai 1 : satu gejala
dari pilihan yang ada
3. Nilai 2 : setengah
dari gejala yang ada
4. Nilai 3 : lebih dari
setengah gejala yang
ada
5. Nilai 4 : semua gejala
ada.

Penentuan
derajat kecemasan:
Skor < 6= tidak ada
kecemasan.
Skor 7-14= kecemasan
ringan.
Skor 15-27=
kecemasan sedang.
Skor 28-41=
kecemasan berat.
Skor 42-56=
kecemasan berat sekali

38

3.6 Instrumen penelitian


Kuisoner data yang digunakan yaitu Closed-ended berjumlah 20 pertanyaan
pertanyaan adaptasi ,dan 14 pertanyaan tingkat kecemasan dalam menghadapi masa
pubertas.

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 01 Dau Kabupaten Malang, waktu
pelaksanaan dimulai pada tanggal 26-27 juli 2013

3.8 Teknik Pengumpulan Data & Pengolahan Data


3.8.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini secara langsung dengan
menggunakan metode kuesioner. Didalam penyataan tentang adaptasi masa pubertas
dan pertanyaan tentang tingkat kecemasan. Peneliti memberikan pernyataan yang
nantinya responden di beri opsi jawaban ya atau tidak kemudian peneliti juga
memberikan pertanyaan dengan bemberikan tanda () selanjutnya peneliti juga
mencantumkan tingkat kecemasan yang telah baku dan tanpa di uji validitas dan
rehabilitas dimana responden memilih skala intensitas cemas berdasarkan cemas
ringan ,sedang dan berat.
Langkah pengumpulan data
1.

Peneliti mendapatkan izin dari dinas pendidikan

2.

Peneliti mendapatkan izin dari kepala sekolah

3.

Persiapan administrasi, (pernyataan kesediaan menjadi sampel, menyiapkan


questioner,

4.

Menentukan sampel sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan peneliti.

39

5.

Penyebaran kuesioner.

6.

Kuesioner berisi identitas dan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.

3.8.2 Pengolahan Data


1. Editing
Editing ini dilakukan dengan cara mengoreksi data yang telah diproses yang
meliputi kebenaran pengisian, kelengkapan jawaban, dan releansi jawaban.
2. Coding
Penelitian melakukan pemberian kode pada data untuk mempermudah
mengolah data, semua variabel diberikan kode dengan kata lain coding adalah
kegiatan merubah bentuk data yang lebih ringkas dengan menggunakan kode-kode
tertentu.
3. Tabulating
Data sebelum diklasifikasi, data terlebih dahulu dikelompokkn menurut
kategori yang telah ditentukan, selanjutnya data ditabulasikan sehingga diperoleh
frekuensi dari massing-masing variabel,
4. Entry data
Merupakan suatu proses memasukkan data kedalam computer yang
selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan Statistical Programe for
Sosial Science (SPSS)
5. Cleaning
Memeriksa kembali apakah data yang dimasukkan ada kesalahan atau tidak.

40

3.9 Analisia data & Etika Penelitian


3.9.1 Analisa Data
a.

Analisa Variabel Independen


Alat ukur adaptasi yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji validitas
dan reabilitasnya yang terdiri dari 20 pertanyaan. Masing-masing jawaban dari
pertanyaan diberi penilaian sebagai berikut:
1. Ya= 1
2. Tidak= 0
Dari perolehan skor analisanya dicari rata-rata atau diklasifikasikan sebagai
berikut:
1. Adaptasi sangat baik : 16 - 20
2. Adaptasi baik

: 11 - 15

3. Adaptasi buruk

: 6 - 10

4. Adaptasi sangat buruk : 0 - 5


b. Analisa Variabel Dependen
Alat ukur kecemasan dengan observasi menggunakan HRS-A (Hamilton
Rating Scale for Anxiety) yang terdiri dari 14 kelompok gejala, masing-masing
kelompok gejala diberi penilaian antara 0 - 4 dengan penilaian :
1. Nilai 0

: tidak ada gejala atau keluhan sama sekali

2. Nilai 1

: satu gejala dari pilihan yang ada

3. Nilai 2

: setengah dari gejala yang ada

4. Nilai 3

: lebih dari setengah gejala yang ada

5. Nilai 4

: semua gejala ada

Penentuan derajat kecemasan dengan cara menjumlah nilai skor dan item 1-14
dengan hasil:

41

1. Skor kurang dari 14 = tidak ada kecemasan


2. Skor 14 sampai dengan 20 = kecemasan ringan
3. Skor 21 sampai dengan 27 = kecemasan sedang
4. Skor 28 sampai dengan 41 = kecemasan berat
5. Skor 42 sampai dengan 58 = kecemasan berat sekali (panik)
Menggunakan skala ordinal dengan skala interval yakni Skala Likert (Hidayat,
2009).
c.

Analisa Hubungan antar Variabel


Variabel Adaptasi diukur dengan skala Nominal, variable tingkat kecemasan
diukur dengan skala ordinal. Skala data ordinal termasuk ke dalam statistic non
parametric. Karena penelitiannya memakai desain studi korelasional, maka data
penelitian dianalisis dengan Spearman Rank (Nursalam, 2008).

3.9.2 Uji Hipotesis


Untuk mengetahui hubungan tersebut, maka dilakukan uji statistik berupa
Spearman Rank apabila tingkat signifikan (P) 0.05, maka H0 ditolak berarti ada
hubungan yang bermakna antar variabel, jika tingkat signifikan (P) > 0,05 maka H0
diterima berarti tidak ada hubungan antar variabel.
3.9.3 Etika Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti tida terlepas dari etika penelitian diantaranya
meliputi:
1. Infromed Consent
Objek peneliti mendapat informasi secara lengkap tentang penelitian yang
akan dilaksanakan, baik berupa tujuan, manfaat, prosedur intervensi, kemungkinan
dampak yang terjadi selama penelitian dan mempunyai hak untuk bebas
berpartisipasi.

42

2. Contfidentality
Kerahasiaan informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya
oleh peneliti.
3. Anonimity
Responden tidak perlu mencatat nama pada lembar jawaban, cukup hanya
memberikan inisial pada lembar yang terkumpul.