Anda di halaman 1dari 8

MELINJO

Melinjo (Gnetum gnemon Linn) adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka
(gymnospermae) yang berbentuk pohon. Pohon ini banyak terdapat di Indonesia, sehingga diyakini
bahwa pohon melinjo adalah asli Indonesia, dugaan ini terjadi karena melinjo konon katanya hanya
bisa tumbuh di Asia Tenggara. Adapun daerah di Indonesia yang banyak membudidayakan pohon
melinjo adalah Aceh dan sumatera. Selain di Indonesia, pohon melinjo kini mulai tersebar juga di
kawasan Asia lainnya termasuk daerah Pasifik Barat. Ada banyak julukan untuk pohon melinjo.
Orang sunda menyebutnya tangkil, orang jawa menjulukinya mlinjo, orang kamboja menyebutnya
Khalte, sementara bahasa Melayu menyebut melinjo sebagai bago.

A. KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Gnetophyta

Kelas

: Gnetopsida

Ordo

: Gnetales

Famili

: Gnetaceae

Genus

: Gnetum

Spesies

: G. gnemon

B. KANDUNGAN MELINJO (gnetum gnemon)

1. Antioksidan
Antioksidan merupakan zat yang mampu meperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat
ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi
meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang
melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal
lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak
berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA
dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat
menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia
yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawasenyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan
memiliki kemampuan untuk menangkal radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada
bahan pangan, antara lain viamin E, vitamin C, dan karotenoid.
Semua bagian tanaman melinjo bersifat antioksidan. Kemampuannya berturut-turut adalah
37,27 mg, 36,66 mg, 34,08 mg, dan 32,52 mg VCEAC (Vitamin C Equivalent Antioxidant Capacity).
Pada biji melinjo mengandung antioksidan tinggi yang setara dengan vitamin C. Aktivitas antioksidan
ini diperoleh dari konsentrasi tinggi, yaitu 9-10 % dalam setiap biji melinjo. Protein utamanya
didominasi jenis berukuran 30 kilo Dalton yang efektif untuk menghabiskan radikal bebas, penyebab
berbagai macam penyakit. Potensi besar yang terkandung didalam sebutir biji melinjo (gnetum
gnemon) menjadikan melinjo sebagai sumber protein yang cocok untuk dijadikan sebagai suplemen
makanan nutraceutical, substansi yang mempunyai manfaat bagi kesehatan, termasuk mencegah
dan mengobati penyakit. Apalagi bijinya mudah diperoleh, namun sampai sekarang belum ada studi
tentang penggunaan protein biji melinjo sebagai sumber antioksidan. Jika pemanfaat peptide
antioksidan dari hidrolisis biji melinjo ini berhasil, akan tersedia suplemen nutraceutical alami yang
murah.
Jepang juga sudah melirik potensi antioksidan dari biji famili Gnetaceae ini. Melinjo
termasuk tumbuhan purba yang secara evolusi dekat dengan tanaman Ginkgo Biloba yang ada di
Jepang. Hal ini yang menjadi daya tarik bagi orang Jepang. Glinkgo adalah spesies pohon hidup
tertua, yang tumbuh selama 150-200 juta tahun dan dipercaya sebagai tonik otak karena

memperkuat daya ingat. Daun Ginkgo juga mempunyai khasiat antioksidan kuat dan berperan
penting dalam oksidasi radikal bebas penyebab penuaan dini dan pikun.
Melinjo memiliki ketahanan terhadap penyakit, baik bakteri, jamur, maupun hama. Dari
seluruh bagian tumbuhan melinjo dari daun, kulit batang, akar, sampai biji,protein paling potensial
adalah dari biji. Dari fraksi protein itu, ditemukan fungsi lain melinjo sebagai antimikroba alami. Itu
berarti protein melinjo juga dapat dipakai sebagai pengawet alami makanan sekaligus obat baru
untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Peptide Gg-AMP yang diisolasi dari biji melinjo
diindikasikan mempunyai potensi aktif menghambat beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif.
2. Purina
Purina adalah sebuah senyawa organik heterosiklik aromatik, yang terdiri dari cincin
pirimidina dan cincin immidazola yang bergandeng sebelahan. Purina merupakan salah satu dari dua
grup basa nitrogen. Purina termasuk purina-purina bersubstitusi dan berbagai tautomernya adalah
heterosiklik bernitrogen yang paling banyak tersebar di alam. Purina ditemukan dalam konsentrasi
tinggi dalam daging dan produk daging, terutama organ dalam seperti hati dan ginjal. Makanan dari
tumbuhan biasanya mengandung sedikit Purina. Contoh makanan yang mengandung banyak purina
adalah roti manis, teri, sardine, hati, ginjal sapi, otak, ekstrak daging, hering, makerel, kerang, daging
hewan liar dan gravy. Purina juga cukup banyak terdapat pada daging babi, unggas, ikan, dan
makanan laut lainnya. Sayuran yang mengandung Purina antara lain asparagus, bunga kubis, bayam,
jamur, buncis, melinjo, kangkung, rebung dan lain-lain.
Tabel 1. Kadar purin dalam berbagai makanan
Makanan
Usus
Babat
Paru
Daging Sapi
Daun Melinjo
Kangkung
Bayam
Kacang Tanah
Melinjo
Tempe

Purin
854
470
398
385
366
298
290
236
223
141

Sumber: Cahanar dan Suhandi


Melinjo memicu asam urat lantaran mengandung purin cukup tinggi. Kadar purin pada daun
melinjo 366 mg per 100 gram bahan. Sedangkan pada bijinya 223 mg per 100 gram. Konsumsi
melinjo berlebihan menyebabkan asam urat menumpuk di jaringan tubuh. Asam urat merupakan
hasil akhir metabolism purin. Tubuh menyediakan 85% purin untuk kebutuhan metabolisme setiap
hari. Itu artinya pasokan purin dari makanan hanya dibutuhkan 15%. Namun, apabila tidak
dikonsumsi secara berlebihan dan cara pengolahannya benar tidak akan menyebabkan asam urat.
Konsumsi berlebihan dan minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng emping hasil olahan
melinjo tersebut yang menyebabkan kadar asam uratnya meningkat. Jadi, bukan melinjo itu sendiri

yang menyebabkan asam urat, karena apabila disiapkan dalam bentuk makanan lain tanpa minyak
dan tidak dikonsumsi secara berlebihan tidak akan menyebabkan peningkatan asam urat. Justru
berdampak baik bagi kesehatan, sebab melinjo (gnetum gnemon) mengandung antioksidan kuat
yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Alkaloida
Dalam dunia medis, istilah alkaloid telah lama menjadi bagian penting dan tak terpisahkan
dalam penelitian yang telah dilakukan selama ini, baik untuk mencari senyawa alkaloid baru ataupun
untuk penelusuran bioaktifitas. Senyawa alkaloid merupakan senyawa organik terbanyak ditemukan
di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis
tumbuhan. Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan pahit, biasanya teridentifikasi
mengandung alkaloid. Selain daun-daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji,
ranting, dan kulit kayu.
Berdasarkan literatur, diketahui bahwa hampir semua alkaloid di alam mempunyai keaktifan
biologis dan memberikan efek fisiologis tertentu pada mahluk hidup. Sehingga tidaklah
mengherankan jika manusia dari dulu sampai sekarang selalu mencari obat-obatan dari berbagai
ekstrak tumbuhan. Fungsi alkaloid sendiri dalam tumbuhan sejauh ini belum diketahui secara pasti,
beberapa ahli pernah mengungkapkan bahwa alkaloid diperkirakan sebagai pelindung tumbuhan
dari serangan hama dan penyakit, pengatur tumbuh, atau sebagai basa mineral untuk
mempertahankan keseimbangan ion.
Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit satu buah atom nitrogen yang bersifat
basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Kebanyakan alkaloid berbentuk padatan kristal
dengan titik lebur tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Alkaloid dapat juga berbentuk
amorf atau cairan. Dewasa ini telah ribuan senyawa alkaloid yang ditemukan dan dengan berbagai
variasi struktur yang unik, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit.
Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin
dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis
isokuinolin, dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. Reaksi utama yang mendasari biosintesis
senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan
sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap
oksidatif fenol dan metilasi. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam biosintesis
alkaloid.
Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, merupakan gudang bagi tersedianya
senyawa-senyawa alkaloid yang berkhasiat. Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom
nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan. Alkaloid kebanyakan ditemukan pada
Angiospermae dan jarang pada Gymnospermae dan Cryptogamae. Senyawa ini cukup banyak
jenisnya dan terkadang memiliki struktur kimia yang sangat berbeda satu sama lain, meskipun
berada dalam satu kelompok.

4. Saponin

Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak macam tanaman. Saponin
ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu, dan dipengaruhi
oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan. Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui,
mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat, atau merupakan waste product dari
metabolisme tumbuh-tumbuhan. Kemungkinan lain adalah sebagai pelindung terhadap seranga
serangga.
Sifat-sifat Saponin adalah:
1)

Mempunyai rasa pahit

2)

Dalam larutan air membentuk busa yang stabil

3)

Menghemolisa eritrosit

4)

Merupakan racun kuat untuk ikan dan amfibi

5)

Membentuk persenyawaan dengan kolesterol dan hidroksi steroid lainnya

6)

Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi

7) Berat molekul relatif tinggi, dan analisis hanya menghasilkan formula empiris yang
mendekati.
5. Asam Folat
Folasin atau asam folat termasuh vitamin yang jarang dikenal masyarakat Indonesia
meskipun peranannya sangat penting bagi tubuh manusia. Bahan-bahan pangan yang menjadi
sumber folat masih belum banyak diketahui dan diteliti. Penentuan kandungan folat dalam makanan
merupakan masalah analitik yang sulit karena bentuk biologi aktif vitamin ini sangat beragam yang
secara alami berada dalam ikatan poliglutamat (Stokstad et al. dalam Gregory al., 1982). Folat
sensitif terhadap panas, asam kuat, oksidasi dan cahaya. Karena itu komponen ini sukar untuk
diekstrak dari makanan tanpa teroksidasi atau terdekonyugasi (Niekerk, 1982). Daun melinjo
memiliki kadar asam folat, dihidrofolat, dan asam folonik yang cukup tinggi.
C. EFEK SAMPING
Melinjo dapat memicu hiperurisemia (asam urat berlebih) karena mengandung purin cukup
tinggi, jika dikonsumsi secara berlebihan. Hiperurisemia adalah suatu keadaan kadar asam urat di
dalam darah meningkat melebihi nilai normal. Kadar asam urat normal berkisar antara 2,-6,0 mg/dL
untuk perempuan dan 3,4=7,0 mg/dL untuk laki-laki. Hiperurisemia dapat terjadi kalau purin dalam
tubuh cukup tinggi.
Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang dihasilkan oleh sel-sel yang
berbeda dalam tubuh (endogen) atau berasal dari luar tubuh kita, seperti makanan yang
mengandung purin (eksogen).
Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin yang terjadi di dalam tubuh manusia.
Semakin tinggi kadar purin maka semakin tinggi pula kadar asam urat yang terbentuk. Dari dua per
tiga dari total asam urat yang berada dalam tubuh dihasilkan secara endogen, sementara sisanya

melalui makanan yang dikonsumsi (eksogen). Sedangkan 70% dari asam urat yang terbentuk,
dikeluarkan melalui ginjal (air seni) dan sisanya melalui sistem pencernaan.
Yang terjadi jika terkena penyakit asam urat adalah adanya pembengkakan sendi karena
penumpukan kristal asam urat di sendi (artritis gout), selain itu adanya batu ginjal. Namun keadaan
ini tidak terjadi pada setiap orang yang memiliki kadar asam urat yang tinggi. Hanya sekitar 20% dari
populasi dengan hiperurisemia yang mengalami keadaan ini.
Gejala yang timbul pada penderita hiperurisemia adalah adanya rasa nyeri di daerah
pinggang dan menjalar ke arah belakang atau perut bagian bawah disertai nyeri saat buang air kecil.
Keluhan ini biasanya mengarah pada terbentuknya batu ginjal. Sementara artritis gout terjadi jika
timbul pembengkakan sendi pada ibu jari kaki disertai rasa nyeri, kemerahan dan rasa hangat bila
disentuh.
Secara umum faktor penyebab tingginya kadar asam urat dalam darah adalah :
Peningkatan produksi asam urat yang dihasilkan oleh purin.
Fungsi ginjal yang menurun sehingga tidak bisa memetabolisme dan mengeluarkan asam
urat dengan baik dari dalam tubuh.
Kondisi penyakit yang diderita sebelumnya seperti penyakit kanker, diabetes melitus dan
gagal ginjal.
Obat-obatan tertentu yang secara rutin dikonsumsi.
Untuk mencegah terjadinya hiperurisemia, yang harus dilakukan adalah memiliki pola hidup
yang sehat seperti olahraga secara teratur, menjaga berat badan seimbang, mengurangi konsumsi
kafein dan alkohol, istirahat yang cukup, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar
purin yang rendah.
Makanan yang mengandung kadar purin rendah, antara lain: susu, telur, salada, tomat,
sayuran hijau, buah-buahan.
Makanan yang mengandung kadar purin tinggi, antara lain: jeroan (hati, usus, paru), daging,
minuman beralkohol, asparagus, melinjo, bayam, kembang kol, jamur, kacang polong, ikan asin dan
ikan sarden (Makanan Kaleng / Instan).
Lalu, berapa kadar purin yang terdapat pada melinjo?
Kadar purin melinjo 50-150 mg per 100 gram bahan. Melinjo aman dikonsumsi jika
dikonsumsi tidak secara berlebihan. Konsumsi yang berlebihan dari melinjo atau dari minyak goreng
yang digunakan untuk menggoreng emping (hasil olahan melinjo) yang dapat menyebabkan kadar
asam urat meningkat. Jadi bukan melinjo itu sendiri yang menyebabkan asam urat, karena apabila
disiapkan dalam bentuk makanan lain tanpa minyak dan tidak dikonsumsi secara berlebihan tidak
akan meningkatkan asam urat.

D. MANFAAT MELINJO BAGI KESEHATAN

Beberapa daerah di Indonesia yang banyak membudidayakan pohon melinjo adalah Aceh
dan sumatera. Di Aceh, melinjo (Meuling) banyak dibudidayakan di Daerah Kabupaten Pidie, disana
melinjo dijadikan emping melinjo yang menjadi cirri khas dari kawasan ini sehingga daerah Pidie
kadang juga disebut Daerah Kerupuk Meuling (Emping Melinjo). Selain di Indonesia, pohon melinjo
kini mulai tersebar juga di kawasan Asia lainnya termasuk daerah Pasifik Barat.
Bicara melinjo orang sering mengkaitkan dengan Asam Urat, rupanya selain mungkin efek
negative bila makan melinjo dalam jumlah banyak yang mengakibatkan asam urat, rupanya melinjo
juga punya banyak Manfaat lain untuk Kesehatan. Berikut beberapa contoh Manfaat Melinjo untuk
kesehatan.
1. Peluruh Air Seni
Kukus 50 g kulit buah melinjo segar, lalu makan sekaligus.
2. Obat Digigit anjing
Cuci bersih buah melinjo muda atau daun secukupnya, 2 siung bawang putih atau bawang
merah, dan 1 jari temulawak. Tumbuk halus semua bahan hingga menjadi bubur, lalu
balurkan pada luka gigitan anjing.
3. Penyakit mata, anemia dan busur lapar
Makan daun dan buah melinjo yang telah dimasak atau disayur.

Sumber:
www.bekasiobat.com
http://id.wikipedia.org/wiki/melinjo
www.dlynalumba17.blogspot.com
www.baleobat.blogspot.com
HARI/TANGGAL :
KAMIS/18,DESEMBER 2014
JAM
Pkl. 14.00 WIB