Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit Candidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur
Candida kebanyakan Candida albicans. Candida albicans merupakan jamur mirip ragi
dan selalu ada dalam tubuh kita, dalam jumlah sedikit. Dalam keadaan normal jamur
ini hidup di rongga mulut, vagina dan usus tanpa menimbulkan gangguan atau
penyakit. Walaupun demikian jamur tersebut dapat menjadi patogen dalam kondisi
tertentu atau pada orangorang yang mempunyai penyakit penyakit yang
melemahkan daya tahan tubuh sehingga menimbulkan suatu penyakit.
Pada awalnya diklasifikasikan sporotrichium oleh Ghubby, suatu organisme
yang ditempatkan pada genus Oidium (O. albicans) oleh Robin 1874. Kemudian, hal
ini membingungkan dengan monela candida, suatu jamur yang diisolasi dari ruang
vegetasi. Istilah candidiasis digunakan di USA, meskipun istilah candidiasis lebih
sering digunakan di Kanada, Inggris, Prancis, dan Italy. Tahun 1853, pertama kali
Robin menggambarkan candidiasis sistemik. Sebaliknya candidiasis kutaneus dan
candidiasis mokokutaneus kronik dideskripsikan pada tahun 1907 dan 1909.Genus
candida dilaporkan pada tahun 1923 dan sesudah itu Martin mengklasifikasikan
beberapa spesies jamur kedalam genus.
Pada keadaan akut kandidiasis dapat menimbulkan keluhan seperti rasa
terbakar (burning sensation), rasa sakit biasanya pada lidah, mukosa bukal, atau
labial dan rasa kering atau serostomia. Umumnya infeksi tersebut dapat di tanggulangi
dengan menggunakan obat anti jamur baik secara topikal atau sistemik dengan
mempertimbangkan kondisi atau penyakit penyakit yang menyertainya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi candidiasis ?
2. Bagaimana klasifikasi dan gambaran klinis candidiasis?
3. Apa saja etiologi candidiasis?
4. Apa saja manifestasi klinis candidiasis?
5. Bagaimana patofisiologi candidiasis ?
1

6. Apa saja komplikasi pada penyakit candidiasis?


7. Apa pemeriksaan candidiasis?
8. Bagaimana cara penularan dan cara pencegahan candidiasis?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam
mata kuliah Sistem Integumen dan menambah wawasan Mahasiswa tentang penyakit
Candidiasis.

D. Metode Penulisan
Dalam memperoleh data atau informasi yang akan digunakan untuk penulisan
makalah ini, penulis menggunakan metode studi kepustakaan yakni dilakukan dengan
mengambil referensi dari buku-buku dengan topik penulisan makalah ini sebagai
dasar untuk mengetahui dan memperkuat teori yang digunakan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Candidiasis
Candidiasis adalah penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut disebabkan
oleh spesies Candida, biasanya oleh Candida albicans dan dapat mengenai mulut,
vagina, kulit, kuku, bronki, atau paru. Kadang-kadang dapat menyebabkan
septikemia, endokarditis, atau meningitis. Penyakit ini juga sering disebut candidosis,
moniliasis

oidiomycosisthrush,

dermatocandidiasis,

bronchomycosis,

mycotic

vulvovaginitis, muguet.

B. Klasifikasi dan Gambaran Klinis Candidiasis


Berdasarkan tempat yang terkena, candidiasis dibagi sebagai berikut:
a. Candidosis Selaput Lendir
Thrush / Candidosis oral
Thrush merupakan infeksi jamur di dalam mulut berupa bercak berwarna
putih menempel pada lidah dan pinggiran mulut, sering menimbulkan nyeri.
Bercak ini bisa dilepas dengan mudah oleh jari tangan atau sendok. Thrush pada
dewasa bisa merupakan pertanda adanya gangguan kekebalan, kemungkinan
akibat diabetes atau AIDS. Pemakaian antibiotik yang membunuh bakteri
saingan jamur akan meningkatkan kemungkinan terjadinya thrush.

Perleche
Infeksi jamur ini merupakan suatu infeksi Candida di sudut mulut yang
menyebabkan retakan dan sayatan kecil. Bisa berasal dari gigi palsu yang
letaknya bergeser dan menyebabkan kelembaban di sudut mulut sehingga
tumbuh jamur.
Infeksi vagina (vulvovaginitis)
Vulvovaginitis sering berupa keluarnya cairan putih atau kuning dari
vagina disertai rasa panas ditemukan pada wanita hamil, penderita diabetes atau
pemakai antibiotik. Gejalanya, gatal dan kemerahan di sepanjang dinding dan
daerah luar vagina.
Balanitis atau balanopostitis
Balanopostitis adalah peradangan menyeluruh pada kepala penis (glans
penis) dan kulitnya. Penis menjadi nyeri, gatal-gatal, kemerahan dan
membengkak, serta bisa menyebabkan terjadinya penyempitan uretra. Lelaki
yang berhubungan intim dengan perempuan yang mengidap jamur berpotensi
terkena penyakit ini. Peradangan biasanya terjadi akibat infeksi jamur atau
bakteri di bawah kulit pada penis yang tidak disunat.
Kandidosis mukokutan kronik
Kandidiasis mukokutan kronis (CMC) mengacu pada sekelompok
gangguan heterogen yang ditandai oleh infeksi superfisial berulang atau
persisten pada kulit, membran mukosa, dan kuku yang disebabkan oleh Candida
albicans. Penyakit ini timbul karena adanya kekurangan fungsi leukosit atau
sistem hormonal, biasanya terdapat pada penderita dengan bermacam-macam
defisiensi yang bersifat genetik, umumnya terdapat pada anak-anak. Gambaran
klinisnya mirip dengan penderita dengan defek poliendokrin.
b. Candidosis kutis
Candidiasis intertriginosa
Kelainan ini sering terjadi pada orang-orang gemuk, menyerang lipatanlipatan kulit yang besar. Lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha,
intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan atau kaki, glans penis dan
umbilikalis, berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan eritematosa.
Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul

kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosif dengan pinggir
yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.
Kandidiasis perianal
Lesi berupa maserasi seperti infeksi dermatofit tipe basah. Penyakit ini
menimbulkan pruritus ani.
Kandidiasis kutis generalisata
Lesi terdapat pada glabrous skin, biasanya juga pada lipat payudara,
intergluteal dan umbilikus. Sering disertai glositis, stomatitis dan paronikia.
Lesi berupa ekzematoid, dengan vesikel-vesikel dan pustul-pustul. Penyakit
ini sering terdapat pada bayi, mungkin karena ibunya menderita kandidiasis
vagina atau mungkin karena gangguan imunologik.
Kandidisiasis kutis granulomatosa
Kelainan ini merupakan bentuk yang jarang dijumpai. Manifestasi kulit
berupa pembentukan granuloma yang terjadi akibat penumpukan krusta serta
hipertrofi setempat. Kelainan ini banyak menyerang anak-anak, lesi berupa
papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan
melekat erat pada dasarnya. Krusta ini dapat menimbulkan tanduk sepanjang 2
cm, lokasinya sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, tungkai, dan
faring.
Paronikia dan onikomikosis
Infeksi jamur ini terjadi

pada kuku dan jaringan sekitarnya ini

menyebabkan rasa nyeri dan peradangan sekitar kuku. Kadang-kadang kuku


rusak dan menebal. Hal ini sering diderita oleh orang-orang yang
pekerjaannya berhubungan dengan air.

c. Candidosis Sistemik
Endokarditis
Infeksi ini sering disebabkan oleh penumpukan dan pertumbuhan ragi
dan pseudohifa /vegetasi pada katub jantung buatan juga pada morfinis
sebagai akibat penyuntikan sendiri.
Meningitis
Gejala sama dengan meningitis TB atau karena bakteri lain
Pielonefritis
Pielonefritis adalah radang pada ginjal dan saluran kemih bagian atas.
Sebagian besar kasus pielonefritis adalah komplikasi dari infeksi kandung
kemih (sistitis). Pielonefritis dapat bersifat akut atau kronik. Pielonefritis akut
biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih asendens. Pielonefritis akut
juga dapat terjadi melalui infeksi hematogen. Pielonefritis kronik dapat
terjadi akibat infeksi berulang, dan biasanya dijumpai pada individu yang
mengidap batu, obstruksi lain, atau refluks vesikoureter. Pada pielonefritis
kronik, terjadi pembentukan jaringan parut dan obstruksi tubulus yang luas.
Septikemia/ blood poisoning
Septikemia adalah suatu keadaan dimana terdapatnya multiplikasi
mikroorganisme dalam darah. Septikemia merupakan suatu kondisi infeksi
serius yang mengancam jiwa, dan cepat memburuk. Sumber infeksinya
berasal dari paru-paru, saluran kencing, tulang radang otak dll. Gejalanya
dimulai dengan demam tinggi, menggigil, nafas cepat dan denyut jantung
cepat. Penderita kelihatan sangat sakit. Gejala berkembang menjadi syok,
dengan penurunan suhu (hypothermia), penurunan tekanan darah, perubahan
mental (bengong), dan gangguan bekuan darah sehingga timbul bercak
perdarahan di kulit (petechiae dan ecchymosis). Bisa ditemukan penurunan
jumlah urin. Kematian biasanya disebabkan septik syok atau ARDS (Adult
Respiratory Distress Syndrome).
d. Reaksi id (kandidid)
Reaksi ini terjadi karena adanya metabolit Candida. Klinisnya
berupa vesikel vesikel yang bergerombol ,terdapat pada sela jari tangan
atau bagian badan yang lain ,mirip dermatofitid. Di tempat tersebut tidak ada
elemen jamur. Bila lesi candidosis diobati , kandidid akan sembuh. Jika
dilakukan uji kulit dengan kandidin (antigen kandida) memberi hasil positif.
6

C. Etiologi
Faktor predisposisi terjadinya infeksi Candida meliputi faktor endogen maupun
eksogen, antara lain :
1. Faktor endogen :
a.

Perubahan fisiologik

Kehamilan, karena perubahan pH dalam vagina

Kegemukan, karena banyak keringat

Debilitas

Iatrogenik

Endokrinopati, gangguan gula darah kulit

Penyakit kronik : tuberkulosis, lupus eritematosus dengan keadaan


umum yang buruk.

b.

Umur : orang tua dan bayi lebih sering terkena infeksi karena status
imunologiknya tidak sempurna.

c.

Imunologik : penyakit genetik.

2. Faktor eksogen :
a. Iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat
b. Kebersihan kulit
c. Kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama menimbulkan maserasi
dan memudahkan masuknya jamur.
d. Kontak dengan penderita, misalnya pada thrush, balanopostitis.

D. Manifestasi Klinis
1. Pada bayi
-

Timbul bercak putih pada lidah dan sekitar mulut

Menimbulkan nyeri

Infeksi mulut (peradangan)

2. Pada anak-anak dan dewasa


-

Lesi putih atau krem di lidah, pipi bagian dalam, langit-langit mulut gusi dan
amandel (tonsil)

Lesi menyerupai keju

Nyeri

Sedikit perdarahan jika lesi digosok atau tergores

Pecah-pecah dan kemerahan pada sudut mulut


7

Sensasi seperti terdapat kapas pada mulut

Kehilangan selera makan

E. Patofisiologi
Kandidiasis oral ini sering disebabkan oleh candida albicans, atau kadang oleh
candida glabrata dan candida tropicalis. Jamur candida albicans umumnya memang
terdapat di dalam rongga mulut sebagai saprofit sampai terjadi perubahan
keseimbangan flora mulut atau perubahan mekanisme pertahanan lokal dan sistemik,
yang menurunkan daya tahan tubuh. Baru pada keadaan ini jamur akan berpoliferasi
dan menyerang jaringan. Hal ini merupakan infeksi jamur rongga mulut yang paling
sering ditemukan. Penyakit yang disebabkan jamur candida albicans ini yang
pertumbuhannya dipelihara dibawah pengaturan keseimbangan bakteri yang normal.
Tidak terkontrolnya pertumbuhan candida karena penggunaan kortikosteroid dalam
jangka waktu yang lama dan penggunaan obat-obatan yang menekan sistem imun
serta penyakit yang menyerang sistem imun seperti Aquired Immunodeficiency
Sindrome (AIDS). Namun bisa juga karena gangguan keseimbangan mikroorganisme
dalam mulut yang biasanya dihubungkan dengan penggunaan antibiotik yang tidak
terkontrol. Sehingga, ketika pertahanan tubuh/antibodi dalam keadaan lemah, jamur
candida albicans yang dalam keadaan normal tidak memberikan reaksi apapun pada
tubuh berubah tumbuh tak terkontrol dan menyerang sistem imun manusia itu sendiri
yang menimbulkan penyakit disebut candidiasis oral atau moniliasis.

F. Komplikasi Pada Penyakit Candidiasis


Adapun komplikasi kandidiasis yang bisa terjadi, antara lain :
1. Rekurens atau infeksi berulang kandida pada kulit.
2. Infeksi pada kuku yang mungkin berubah menjadi bentuk yang aneh dan mungkin
menginfeksi daerah di sekitar kuku.
3. Candidiasis tersebar pada tubuh yang kekebalan tubuhnya kurang
4. Candida albicans yang bermetastase dapat menjalar ke esofagus, usus halus, usus
besar dan anus. Infeksi sistemik lainnya berupa abses hati dan otak.

G. Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium : ditemukan adanya jamur candida albicans pada swab mukosa
2. Pemeriksaan endoskopi : hanya diindikasikan jika tidak terdapat perbaikan dengan

pemberian flukonazol.
3. Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin biru 1% topikal dengan swab atau

kumur.
H. Cara Penularan
1. Penyebab penyakit
Spesies yang biasanya menyebabkan penyakit yaitu: Candida albicans,
Candidatropicalis, Candida dubliniensis dan kadang-kadang spesies lain dari
Candida. Candida (Torulopsis) glabrata dibedakan dari candida lain penyebab
candidiasis, yaitu infeksi dengan C. Torulopsis kurang membentuk pseudohyphae
pada jaringan.
2. Distribusi penyakit
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia. Jamur Candida albicans kadang-kadang
merupakan flora normal pada tubuh manusia.
3. Cara penularan
Cara Penularan melalui kontak sekret atau ekskret dari mulut, kulit, vagina dan
tinja, dari penderita ataupun carrier, atau tertulari melalui jalan lahir pada saat
bayi dilahirkan, penularan endogen.
4. Masa inkubasi
Masa inkubasinya bervariasi, 2 5 hari untuk lesi mulut pada anak.
5. Masa penularan
Diasumsikan menular ketika ditemukan lesi.
6. Kekebalan dan kerentanan
Hampir selalu ditemukan spesies Candida didalam dahak, tenggorokan, tinja dan
urin tanpa ada gejala klinis sebagai bukti rendahnya patogenisitas candida dan
sebagai bukti adanya imunitas yang luas di kalangan masyarakat. Lesi mulut
banyak ditemukan, biasanya ringan dan muncul pada minggu-minggu pertama
sesudah kelahiran. Gejala klinis muncul pada saat daya tahan tubuh hospes
rendah.

I. Cara Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan pada klien dengan candidiasis oral antara lain :
1. Oral hygiene yang baik
2. Utamakan ASI daripada susu formula karena ASI mengandung banyak
immunoglobulin yang berguna bagi kekebalan tubuh bayi. Selain itu, payudara ibu
juga jauh lebih terjamin kebersihannya daripada botol dot bayi
3. Bila menggunakan susu formula sebagai tambahan ASI, pastikan kebersihan botol
dan dotnya, jangan lupa untuk mencucinya dengan air panas
4. Beri bayi minum 2-5 sendok air hangat untuk membilas mulut bayi setelah minum
susu
5. Pastikan bayi beristirahat yang cukup
6. Berikan bayi makanan yang mengandung nutrisi yang lengkap

10

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
a. AKTIVITAS / ISTIRAHAT
Gejala

: Perubahan pola tidur

Tanda

:Tidur kurang, mata tampak mengantuk, sklera berwarna putih


kemerahan, garis hitam dibawah mata

b. SIRKULASI
Tanda

: Pembentukan edema, kemerahan pada kulit yang terinfeksi, ulkus


yang dangkal

c. ELIMINASI
Tanda

: Nyeri setelah BAK

d. INTEGRITAS EGO
Gejala

: Perasaan cemas dan takut. Putus asa dan tidak berdaya

Tanda

: Ansietas, murung, menarik diri

e. MAKANAN / CAIRAN
Gejala : Ketidakmampuan mengkonsumsi makanan secara adekuat, Anorexia,
Makan yang banyak
Tanda

: Kurus, penurunan berat badan, Turgor kulit buruk. Terlalu gemuk /


kegemukan

f. NYERI / KETIDAKNYAMANAN
Gejala

: Gatal - gatal didaerah yang terinfeksi. Terasa panas dan nyeri sesudah
BAK

g. KEAMANAN
Gejala : Riwayat defisiensi imun, Kulit lecet / kemerahan, Lesi kulit / ulkus
pada kulit, Riwayat berulangnya infeksi jamur.
h. HYGIENE
Tanda

: Memperlihatkan penampilan yang tidak rapi, kurangnya perawatan


diri, bau badan.

i. INTOLERANSI SOSIAL
Tanda

: Kerusakan interaksi dengan keluarga ; isolasi, Menarik diri dari


pergaulan.

11

j. SEKSUALITAS
Gejala

: Pruritus perineal, Menurunnya libido, gangguan untuk melakukan


aktivitas seksual.

Tanda

: Edema labiya minora, Keluarnya fluor albus, Gatal dan perih


didaerah vagina, Kemerahan sekitar gentalia.

B. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses infeksi yang menghasilkan bentukan
berwarna merah dan mengandung eksudat
2. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan nafsu
makan
4. Ganggauan rasa nyaman (gatal-gatal) berhubungan dengan inferksi candida
albicans, ditandai dengan gatal gatal di daerah terinfeksi, kemerahan pada kulit
terinfeksi, adanya ulkus / lesi yang dangkal.

C. Intervensi
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses infeksi yang menghasilkan bentukan
berwarna merah dan mengandung eksudat
Tujuan

: Nyeri berkurang

Kriteria hasil

: tidak terjadi nyeri, ekspresi wajah rileks

Intervensi :
1. Anjurkan orang tua pasien (ibu) untuk menggendong dan menenangkan si
anak misalnya mengelus-elus kepalanya
2. Ajarkan teknik distraksi pada orang tua misalnya dengan memberikan anak
mainan
3. Beri analgesik sesuai indikasi
4. Evaluasi status nyeri, catat lokasi, karakteristik, frekuensi, waktu dan
beratnya (skala 0-10)

2. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi


Tujuan

: Suhu tubuh kembali normal

Kriteria hasil

: - Anak tidak menangis


- Suhu tubuh normal : 36,5 - 37,5oC
12

Intervensi :
1. Kaji nyeri, catat lokasi dan intensitas nyeri
2. Berikan kompres dingin di sekitar lipatan misalnya ketiak, lipatan paha
3. Beri anak banyak minum air putih atau susu lebih dari 1000 cc/hari
4. Ciptakan suasana yang nyaman (atur ventilasi)
5. Anjurkan keluarga untuk tidak memakaikan selimut dan pakaian yang tebal
pada anak
6. Kolaborasi : pemberian obat anti mikroba, antipiretik pemberian cairan
parenteral

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan nafsu


makan
Tujuan

: Nafsu makan anak kembali normal

Kriteria hasil

: -Anak mau minum ASI


-Anak tidak menangis
-Nutrisi terpenuhi 1000 kkal

Intervensi :
1. Beri nutrisi dalam keadaan lunak, porsi sedikit tapi sering
2. Menghindari makanan dan obat-obatan atau zat yang dapat menimbulkan
reaksi alergi pada rongga mulut
3. Anjurkan pada ibu untuk terus berusaha memberikan ASI untuk anak
4. Kolaborasi pemasangan NGT jika anak tidak dapat makan dan minum
peroral

4. Ganggauan rasa nyaman ( gatal-gatal ) berhubungan dengan inferksi candida


albicans, ditandai dengan gatal gatal di daerah terinfeksi, kemerahan pada kulit
terinfeksi, adanya ulkus / lesi yang dangkal.
Tujuan

: - Klien dapat mengatasi rasa gatal secara mandiri, infeksi sembuh.


- Rasa gatal hilang / berkurang.

Kriteria hasil : - status lingkungan yang nyaman


- kualitas tidur dan istirahat adekuat
Intervensi :
1. Anjurkan klien untuk menjaga agar daerah lipat paha tetap kering.
2. Anjurkan untuk ganti pakaian dalam 3 4 jam atau setiap habis BAK.
13

3. Jelaskan dan dorong untuk segera mengeringkan daerah genetalia dan


perineal sehabis BAB dan sebaiknya dengan tissue / lap sekali pakai.
4. Kolaborasi dengan medis.

14

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Candidiasis adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh spesies Candida,
biasanya oleh Candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku,
bronki, atau paru.Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia, dapat menyerang semua
umur, baik laki-laki maupun perempuan.
Penyakit ini dapat menunjukkan gejala berupa bercak berwarna putih
menempel pada lidah dan pinggiran mulut,

menimbulkan nyeri,keluarnya cairan

putih atau kuning dari vagina disertai rasa panas ditemukan pada wanita hamil,
penderita diabetes atau pemakai antibiotik. Pada sistemik tubuh dapat menimbulkan
meningitis , endokarditis ,pielonefritis dan septicemia. Infeksi jamur ini juga dapat
menyerang lipatan lipatan kulit dan menimbulkan lesi , juga dapat menyerang
daerah kuku .
Bahan /spesimen yang sering digunakan untuk pemeriksaan candidiasis bisa
berupa kerokan kulit, kuku , sputum , urine , usap / swab vagina dan sebgainya.
Spesimen spesimen diatas kemudian diperlakukan sesuai jenisnya dan digunakan
untuk pemeriksaan Candidiasis. Pemeriksaan Candidiasis dapat dilakukan secara
langsung yaitu pembuatan preparat dengan KOH 10 % atau dengan menggunakan
pengecatan. Pemeriksaan candidiasis juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan
dulu jamur pada media, misalnya media SDA (Sabouraud Dextrosa Agar) baru
dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis .

B. Saran
Dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa ada begitu banyak hal yang
harus dilengkapi demi perkembangan kemampuan penulis dan para pembaca. Oleh
karena itu, segala bentuk masukan atau saran dan usulan yang sifatnya mendukung
penulisan ini sangat diharapkan.

15

DAFTAR PUSTAKA

http://nuzulul-fkp09.web.unair.ac.id/artikel_detail-35555-Kep%20Sensori%20dan%20PersepsiAskep%20Candidiasis.html

Louise B. Hauley. 2003. Mikroorganisme Penyakit Infeksi. Jakarta : Hipokrates


Siregar. 2004. Penyakit Jamur Kulit. Jakarta : EGC

16