Anda di halaman 1dari 26

Forensik Serologi : Saliva

Oleh :
Raissa Safitry C11109346
Frinidya C11109364

Pembimbing :
dr. Roni Tobo
Supervisior :
dr. Gunawan Arsyadi, Sp.PA (K), DFM, Sp.F

Forensik Serologi
Forensik serologi adalah studi dan
pemeriksaan yang bertujuan untuk
menganalisis darah dan cairan tubuh
lainnya dalam berbagai tindak pidana.

Forensic Serology, Available At Www.Nlada.Org

Forensik Serologi
Identifikasi dari berbagai tipe cairan tubuh

Mendeteksi golongan darah korban dan pelaku

darah kering pada


kasus perlukaan

semen pada kasus


pemerkosaan

Forensic Serology, Available At Www.Nlada.Org

saliva pada kasus


gigitan

Salivary Trace Evidence ?


Salivary Trace Evidence atau pelacakan dari
jejak air liur identifikasi melalui sediaan ulas
dari air liur yang masih basah di sekitar bekas
gigitan (bite mark), maupun bercak air liur
yang sudah mengering. Selanjutnya sediaan
ulas tersebut dikirim ke laboratorium serologis,
apabila saliva berasal dari individu sekretor,
maka golongan darahnya dapat diketahui.

Forensic Serology, Available At Www.Nlada.Org

Anatomi Kelenjar Saliva

Christoper FH, Bui DT. Anatomy, Function and Evaluation of The Salivary Glands.

Histologi Kelenjar Saliva

Christoper FH, Bui DT. Anatomy, Function and Evaluation of The Salivary Glands.

Fisiologi Kelenjar Saliva

Christoper FH, Bui DT. Anatomy, Function and Evaluation of The Salivary Glands.

Sample Saliva

Bekas
Gigitan

Mukosa
Oral
Bercak
Liur
Kering
Motghare P, Efficacy And Accuracy Of Abo Blood Group Determination From Saliva. Department Of Oral Medicine And Radiology

Bekas Gigitan
Metode : Double swabbing.
Alat Dan Bahan : Dua cotton bud steril dan 3 ml air salin.
Prosedurnya :
Basahi satu ujung cotton bud dengan air
Aplikasikan ujung cotton bud ini ke daerah dimana terdapat saliva
dengan gerakan memutar dan tekanan ringan
Biarkan cotton bud pertama ini mengering di lingkungan bebas
kontaminasi
Segera setelah swab pertama diambil, aplikasikan ujung cotton bud
kedua yang kering ke daerah bekas saliva yang sudah dibasahi oleh
cotton bud pertama. Gunakan gerakan memutar dan tekanan ringan
Biarkan cotton bud kedua ini mengering di lingkungan bebas
kontaminasi selama paling tidak 30 menit
Setelah kering, kedua cotton bud dimasukkan ke satu tempat, ditutup
dan ditandai
Sampel bisa dikirim ke laboratorium untuk diuji
Motghare P, Efficacy And Accuracy Of Abo Blood Group Determination From Saliva. Department Of Oral Medicine And Radiology

Bercak Liur Kering


Prosedur pengambilan sample saliva dari air liur yang telah mengering
sebagai berikut :
Ambil sepotong bahan dari benda yang terkena noda air liur, lalu simpan
di dalam tabung tes
Masukkan 3-4 ml air salin, lalu rendam selama kurang lebih 12 jam. Lalu
beri label sebagai 'Extract'.
Dari ekstrak, 0,5 ml diambil lalu disimpan dalam tabung reaksi yang lain
dan sisanya 3,5 ml disimpan dalam inkubator di 37oC selama setengah
jam.
Setelah keluar dari incubator, 0,5 ml ekstrak ditambahkan
Lalu tambahkan 0,75 ml asam sulfat (H2SO4) dan 0,25 ml natrium tungstat
Larutan ini disentrifus selama 10 menit.
Lalu 2 ml tembaga sulfat (CuSO4) basa ditambahkan
Larutan ini disimpan selama 10 menit dalam air mandi mendidih.
Larutan siap untuk di periksa3
Motghare P, Efficacy And Accuracy Of Abo Blood Group Determination From Saliva. Department Of Oral Medicine And Radiology

Mukosa Oral
Metode : Buccal Swab.
Alat dan bahan : Cotton bud steril.
Minta donor untuk berkumur dengan air
Aplikasikan ujung cotton bud dengan mantap di daerah
mukosa 10 kali, dengan sedikit memutar ujung cotton bud
setiap kali melakukan swab
Ulangi langkahnya dari awal pada mukosa bukal di
kontralateral
Biarkan kedua swab mengering di lingkungan bebas
kontaminasi selama paling tidak 30 menit
Masukkan kedua swab di pembungkus, kemudian
masukkan ke container yang sejuk, kering, bebas sinar UV.
Sampel siap dikirim ke laboratorium4
How To Collect A Buccal Swab Sample For Forensic Analysis. Available At Www.Puritanmedproducts.Com

Pemeriksaan Serologi Saliva

Penentuan cairan/
bercak liur yang
ditemukan di tkp
adalah saliva atau
bukan?

Penentuan cairan/
bercak liur yang
ditemukan di tkp
berasal dari manusia
atau hewan?

Agus I Made, Pengantar Menuju Ilmu Forensik

Pendeteksian
golongan darah ABO
dari cairan/ bercak
air liur tersebut

Saliva atau bukan saliva?


Phadebas
Forensic Press
test

Phadebas
Forensic Tube
Test

Starch Iodine
Radial Diffusion
Gel Test

SALIGaE Test

Forensic Examination Of Items For The Presence Of Saliva. Available At Www.Phadebas.Com


Dna Analyst Training : Laboratory Training Manual, Saliva Stain Indication. Available At Www.Nfstc.Org

Phadebas Forensic Press test

Tempatkan pada permukaan datar.


Basahi benda dengan air.

Ambil objek glass yang bersih, letakkan


di atas kertas phadebas dan letakkan
pemberat di atas kaca.

Tempatkan selembar kertas Phadebas, sisi


reagen biru kontak dengan item.
Sisi non-reagen, identitas sample

Mulai jalankan timer.

Forensic Examination Of Items For The Presence Of Saliva. Available At Www.Phadebas.Com

Phadebas Forensic Tube Test


Jika noda yang diperiksa adalah air liur yang kandungannya lemah
atau air liur dari swab, maka digunakan Phadebas tube test yang
hasilnya lebih sensitif dibandingkan kertas Phadebas.
Langkah-langkah pemeriksaan Phadebas Forensic Tube :

1. Siapkan 1 tabung untuk saliva dan 1 tabung untuk control.


2. Ekstraksi sampel:
Bercak Air liur: Potong sebagian kecil dari bercak dan
pindahkan ke tabung steril (kira-kira 3x3 mm.)
Tambahkan 0,5-1 ml air salin dan rendam selama 1 menit.
Biarkan di dalam shaker selama 30 detik.

Forensic Examination Of Items For The Presence Of Saliva. Available At Www.Phadebas.Com

Phadebas Forensic Tube Test


3. Tambahkan 1 (satu) tablet Phadebas untuk masing-masing
tabung.
5. Tambahkan 1 ml air salin steril ke sampel dan kontrol tabung
lalu masukkan kembali kedalam shaker.
6. Inkubasi tabung pada suhu 37 C selama 30 menit.
7. Centrifus selama 1 menit.
8. Reaksi amilase positif akan menghasilkan cairan berwarna
biru, kepekekatan warna tergantung pada konsentrasi
amilase. Reaksi negatif akan menghasilkan cairan yang jernih.

Forensic Examination Of Items For The Presence Of Saliva. Available At Www.Phadebas.Com

Starch Iodine Radial Diffusion Gel Test


Persiapan :
a. Kontrol Positif : Air liur segar / cairan amylase
b. Kontrol Negatif : Air Salin
Langkah langkah pemeriksaan :
Buat sumur bebentuk lingkaran di cawan petri menggunakan pipet,
dengan jarak 1,5 cm antar sumur sampel (sample kontrol positif, sample
kontrol negatif dan sample yang diperiksa)
Teteskan sampel yang akan diperiksa sebanyak 4 ml dalam cawan petri
dengan menggunakan pipet.
Tutup cawan petri dan masukkan dalam inkubator pada suhu 37 C selama
6 jam.
Tetesi larutan yodium yang telah diencerkan 1:50 ke masing-masing sumur
sampel. Kemudian bilas dengan air.
Lingkaran jelas di sekitar sumur menunjukkan reaksi amilase
Dna Analyst Training : Laboratory Training Manual, Saliva Stain Indication. Available At Www.Nfstc.Org

Interpretasi :
- Sebuah tes positif jika :
Ukuran cincin sama atau lebih besar
dibanding ukuran kontrol positif.
Ukuran cincin kurang dari kontrol positif
tapi lebih besar dari kontrol negatif.
- Sebuah hasil negatif adalah tidak adanya
cincin yang jelas.

SALIGaE Tes
Prosedur SALIGaE Tes sebagai berikut :
Tempatkan sekitar 5 mm2 potongan atau 1/2 dari swab yang di ambil di
TKP kedalam 1,5 ml tabung microcentrifuge steril.
Masukkan 30 - 50 ml air deionisasi steril ke dalam tabung.
Inkubasi selama 30 menit pada suhu kamar.
Biarkan botol hangat pada suhu kamar.
Hapus gelembung dari tabung test dengan menekan botol secara lembut.
Tambahkan 8 ml sampel ke botol uji.
Mix lembut.
Baca hasil setelah 10 menit.
Perubahan warna kuning menunjukkan hasil yang positif.
Tidak ada perubahan warna menunjukkan hasil negatif.
Hasil negatif menunjukkan bahwa tidak ada air liur saat ini
atau di bawah batas deteksi tes

Dna Analyst Training : Laboratory Training Manual, Saliva Stain Indication. Available At Www.Nfstc.Org

Apakah Cairan Tersebut Berasal Dari


Manusia Atau Hewan?
Enzim -amylase,
yang dihasilkan
oleh kelenjar air
liur dalam jumlah
besar pada
manusia

The Rapid Stain


Identification Test
immunochromatographic
assay yang menggunakan
dua antibody monoclonal
yang spesifik khusus
untuk -amylase pada
saliva manusia

pH saliva manusia
berkisar antara 6.5 7.5
pH saliva hewan
lainnya seperti anjing
yang berkisar 8.5 8.65

Old Jennifer,DR , Schweers Brett,DR, dkk. Developmental Validation Studies of RSIDTM-SalivaLateral Flow Immunochromatographic Strip test for
the forensic detection of Saliva. 2010
Lavy. E, Goldberger. D, Friedman and Steinberg. D. pH Values and Mineral Content of Saliva in Different Breeds of Dogs. Israel Journal of
Veterinary Medicine Vol. 67. December 2012

Pendeteksian Golongan Darah ABO


melalui Saliva
Sekretorik

Non sekretorik

Terdapat pada 80% dari


populasi
Individu yang memiliki gen
SeSe, yang dapat
mensekresikan antigen
golongan darahnya pada
sekresi dan cairan tubuhnya
selain pada sel darah merah

Terdapat pada 20% dari


populasi
Genotip sese, hanya
mensekresikan sedikit
sekali atau tidak sama sekali
antigen golongan darahnya
ke cairan tubuhnya
sehingga cairan tubuhnya
tidak mengandung antigen
tersebut.

Forensic Serology, Available At Www.Nlada.Org


S Akhter1, dkk. ABO and Lewis Blood Grouping with ABH Secretor and Non-secretor Status: A Cross Sectional Study in Dhaka.
Faridpur Med. Coll. J. 2011

Penentuan Status Sekretor


(Secretory Test)
Antibody Neutralization
Saliva dicampur dengan antiserum (Anti-A,
Anti-B), kemudian biarkan untuk beberapa
waktu agar keduanya bereaksi.
Sekretor antigen golongan darah yang larut
dalam saliva akan bereaksi dan menetralkan
antibodi dalam antiserum.
S Akhter1, dkk. ABO and Lewis Blood Grouping with ABH Secretor and Non-secretor Status: A Cross Sectional Study in Dhaka.
Faridpur Med. Coll. J. 2011

Aglutinasi-inhibisi
Ditambahkan sel darah merah sesuai dengan golongan
darah yang akan dites ke dalam campuran tersebut.
Sekretor Tidak terjadi aglutinasi sebab tidak ada lagi
antibodi yang tersisa untuk menggumpalkan sel darah
merah, karena sebelumnya telah bereaksi dengan
antigen golongan darah di dalam saliva.
Reaksi aglutinasi negatif status sekretornya positif.
Non-sekretor tidak ada antigen golongan darah di dalam
saliva antibodi di dalam antiserum tidak akan
dinetralkan dan akan bebas bereaksi dengan sel darah
merah yang ditambahkan.
Schroede, P. AABB Technical Manual, 11th Edition, 1993.
Peter D'adamo, Nd. Secretor Determination: Saliva Versus Lewis Typing. Available At www.Dadamo.Com

Aglutinasi Inhibisi

Schroede, P. AABB Technical Manual, 11th Edition, 1993.


Peter D'adamo, Nd. Secretor Determination: Saliva Versus Lewis Typing. Available At www.Dadamo.Com

Penyimpanan dan Preservasi


Spesimen Saliva
Cairan tubuh seperti
saliva rentan terhadap
perubahan kimiawi,
dikarenakan kandungan
organik utama pada
saliva adalah protein
yang sensitif tehadap
perubahan misalnya
pH, pertumbuhan
bakterial, atau terjadi
denaturasi protein
akibat proses kimia,
biologis, dan enzimatik.

Pemeriksaan
menggunakan spesimen
saliva sebaiknya
dilakukan segera atau
harus dilakukan
penyimpanan dan
preservasi sampel

Analisis sering tidak


dilakukan secara
langsung setelah
pengumpulan,
terkadang sampel
diperlukan untuk
penyimpanan dalam
jangka waktu yang lama
(specimen banking),
serta sampel mungkin
masih diperlukan untuk
dilakukan analisis
kembali

Pramanik R, Carpenter G.H, Silver N, and Proctor G.B. Preservation of Saliva for Diagnostic. NIHR Biomedical Research Centre &
Salivary Research Unit, London, United Kingdom. 2008
Sample Collection, Stroge, And Charecterization. Available at http://booksite.elsevier.com/

Temperatur
Penyimpanan
Temperatur yang biasa digunakan
untuk penyimpanan spesimen
adalah 4C (lemari
pendingin/kulkas) dan -5C sampai
-20C (freezer). Setelah itu
spesimen harus dikembalikan ke
temperatur 25C sebelum
dilakukan analisis. Temperatur
tersebut merupakan temperatur
yang optimal untuk berjalannya
suatu reaksi kimia.

Durasi Penyimpanan
Idealnya, disarankan untuk
menjaga waktu penyimpanan
sesingkat mungkin. Paling lambat
30 menit.
Saliva dibiarkan kandungan CO2
di dalamnya akan hilang pH
presipitasi komponen saliva :
garam Ca dan glikoprotein.
Enzim dalam saliva merubah
konstitensi saliva, perubahan ini
akibat hilangnya CO2 atau adanya
degradasi enzimatik.

Pramanik R, Carpenter G.H, Silver N, and Proctor G.B. Preservation of Saliva for Diagnostic. NIHR Biomedical Research Centre &
Salivary Research Unit, London, United Kingdom. 2008
Sample Collection, Stroge, And Charecterization. Available at http://booksite.elsevier.com/