Anda di halaman 1dari 11

http://blogs.unpad.ac.

id/tikalestari/2011/05/05/penerapan-ecommerce-pada-pt-telkom-indonesia/
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penulisan
Seiring dengan perkembangan zaman, perusahaan-perusahaan di indonesia dituntut untuk lebih
meningkatkan pendayagunaan teknologi didalam perkembangannya. PT.Telkom bergerak di bidang
telekomunikasi yang sangat memerlukan kecepatan dan keefektivan didalam melakukan programprogramnya di bidang telekomunikasi. Oleh karena itu dari sini bisa kita lihat bahwa betapa
pentingnya pendayagunaan teknologi didalam pelaksanaan aktivitas telekomunikasi yang dilakukan
oleh PT. Telkom.
Electronic Commerce(e-commerce) di definisikan sebagai proses pembelian dan penjualan
produk,jasa, dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan
computer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Electronic Commerce (Perniagaan
Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan
electronic transmission).
Pada saat ini di Indonesia salah satu ciri berkembangnya teknologi ialah dengan maraknya
perkembangan dan pertumbuhan internet dikalangan masyarakat indonesia. Sudeah jarang sekali
atau dapat dikatakan tidak ada masyarakat yang tidak mengenal intrnet bahkan tidak hanya
kalangan dewasa saja internet inipun sudah menjangkau semua kalangan termasuk anak kecil. Oleh
karena itu dapat kita lihat bahwa betapa pentingnya pengaplikasian internet didalam setiap usahausaha yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan indonesia dalam hal ini PT.Telkom didalam setiap
program-program pengembangan komunikasi.
Telkom menerapkan e-commerce ini kedalam sebuah website yaitu plasa.com. Plasa.com
merupakan bentuk strategi perluasan bisnis Telkom yang bertujuan memberikan dukungan bagi para
pelaku bisnis Indonesia dalam mengembangkan usaha mereka. Plasa.com yang dikelola oleh anak
perusahaan Telkom bernama PT. Metranet (yang juga dikenal dengan sebutan Mojopia) akan
memfokuskan usahanya pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan
Communication. Dengan diterapkannya plasa.com ini menunjukkan bahwa PT. Telkom
mengembangka usahanya dengan e-commerce.

1.2. Pembatasan Masalah


Dalam penulisan makalah ini penulis memilih judul Penerapan eCommerce pada PT. Telkom
Indonesia. Disini penulis menjabarkan mengenai bagaimana penerapan eCommerce yang dilakukan
oleh PT. Telkom Indonesia beserta manfaat dari penerapannya.
1.3. Identifikasi Masalah
Bagaimana penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia ?

Apa manfaat dari penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia ?


Apa kendala yang dihadapi dalam penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia ?

1.4. Tujuan Penulisan


Pada dasarnya tujuan penulisan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus.
Tujuan umum dalam pemyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi UTS mata kuliah Teknologi
Informasi Administrasi. Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah :
Mengetahui bagaimana penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia
Mengetahui apa saja manfaat dari penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia
Mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia

1.5. Teknik Penulisan


Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber,
seperti website internet dan buku.

1.6. Sistematika Penulisan


Sistematika penulisan makalah ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
Bagian kesatu adalah pendahuluan
Dalam bagian ini penulis memaparkan beberapa pokok permasalahan awal yang berhubungan erat
dengan permasalah utama. Pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang,
batasan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan makalah.
Bagian kedua yaitu tinjauan pustaka
Bagian ini menjelaskan literatur-literatur yang terkait dalam pembahasan makalah.
Bagian ketiga yaitu pembahasan
Pada bagian ini merupakan bagaian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan makalah.
Bagian keempat yaitu kesimpulan dan saran.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep Dasar eCommerce
Menurut Kalakota dan Whinston mendefinisikan e-commerce dari berbagai perspektif yaitu:
Dari perspektif komunikasi, e-commerce adalah pengiriman informasi,jasa/produk, atau
pembayaran melalui jaringan telepon atau jaringan komunikasi lainya.
Dari perspektif pelayanan, e-commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam
pemesanan dan pengiriman barang.
Dari perspektif bisnis, e-commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis
dan work flow.
Dari perspektif online, e-commerce adalah menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli
produk serta member informasi melalui internet atau jaringan komunikasi lainnya.
Selanjutnya Yuan gao dalam Encyclopedia of information science and technology(2005) ,
menyatakan e-commerce adalah Penggunaan jaringan computer untuk melakukan komunikasi
bisnis dan transaksi komersial . Kemudian di dalam website E-commerce Net, e-commerce di
definisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan atau jasa melalui internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur
(manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan
jaringan-jaringan komputer (computer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce
sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi
orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum,
menyebutkan bahwa: e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business
procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the
electronic exchange of goods, services, and information. Bahwa e-commerce merupakan suatu set
dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan
komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang
dilakukan secara elektronik.
Contoh kegiatan e-commerce ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang
dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim
melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Ada beberapa kategorisasi e-commerce:
Pure vs. Partial EC
tergantung dari derajat digitasi (transformasi dari fisik ke digital):
produk (jasa) yang dijual;

proses bisnis; dan


agen penyalur (dengan digital intermediary)
Perusahaan Brick & Mortar
Perusahaan ini menerapkan model ekonomi lama yang melakukan sebagian besar aktivitas
bisnisnya secara manual (off-line), menjual produk fisik melalui agen penyalur fisik.
Perusahaan Virtual (pure-play)
Perusahaan ini semua aktivitas bisnisnya dilakukan secara online.
Perusahaan Click & Mortar
Perusahaan ini melakukan aktivitas EC, tetapi aktivitas bisnis utama dilakukan di dunia fisik
Pasar elektronik (e-marketplace)
Pasar ini merupakan pasar online dimana pembeli dan penjual bertemu untuk bertukar produk, jasa,
uang, atau informasi

2.2. Karakteristik eCommerce


Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik
yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang
ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat
memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah
dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan
memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari
seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama
lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah
diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat
dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya
obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud

Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak
berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

2.3. Jenis eCommerce


eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Business to Business (B2B) dan Business to
Consumer (B2C). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang berbeda.Dalam ecommerce,
terdapat berbagai Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:
Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan
(relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut.
Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun
sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap
hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan
sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar
yang sama.
Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu
parternya.
Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat
didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Sedangkan Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:


Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh
khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan
dengan menggunakan basis Web.
Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser
harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan
sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Perkembangan Business to Business lebih pesat daripada Business to Consumer. Itulah sebabnya
banyak orang mulai bergerak di bidang Business-to-business. Meskipun demikian, Business-toConsumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tingginya PC
penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa banyak orang yang berminat untuk

melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang memiliki indikator PC penetration yang tinggi
mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih siap untuk melakukan eCommerce.

2.4. Tahapan transaksi dalam eCommerce


Tahapan-tahapan dalam transaksi elektronik melalui e-commerce dapat diurutkan sebagai berikut:
E-customer dan e-merchant bertemu dalam dunia maya melalui server yang disewa dari Internet
Server Provider (ISP) oleh e-merchant.
Transaksi melalui e-commerce disertai term of use dan sales term condition atau klausula standar,
yang pada umumnya e-merchant telah meletakkan klausula kesepakatan pada website-nya,
sedangkan e-customer jika berminat tinggal memilih tombol accept atau menerima.
Penerimaan e-customer melalui mekanisme klik tersebut sebagai perwujudan dari kesepakatan
yang tentunya mengikat pihak e-merchant.
Pada saat kedua belah pihak mencapai kesepakatan, kemudian diikuti dengan proses pembayaran,
yang melibatkan dua bank perantara dari masing-masing pihak yaitu acquiring merchant bank dan
issuing customer bank. Prosedurnya e-customer memerintahkan kepada issuing customer bank
untuk dan atas nama e-customer melakukan sejumlah pembayaran atas harga barang kepada
acquiring merchant bank yang ditujukan kepada e-merchant.
Setelah proses pembayaran selesai kemudian diikuti dengan proses pemenuhan prestasi oleh pihak
e-merchant berupa pengiriman barang sesuai dengan kesepakatan mengenai saat penyerahan dan
spesifikasi barang.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia
Penyedia layanan e-Commerce di Indonesia baru mencapai 3% meski pengguna Internet
diperkirakan telah mencapai sebanyak 31 juta orang dan 159 juta orang lainnya Internet berbasis
nirkabel. Dengan masih sedikitnya pemain di e-Commerce maka portal e-Commerce Plasa.Com yang
dikelola anak usaha Telkom PT Metranet diharapkan dapat turut menggairahkan e-commerce di
Tanah Air.
Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada
penyelenggaraan tiga layanan, yaitu e-Commerce, Content dan Communication. Portel itu
diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah)
dalam negeri serta meningkatkan enterpreneurship melalui penyediaan platform online shopping.

Dalam menyediakan layanan konten, Plasa.com mengembangkan platform sebagai penghimpun


konten (content agregator) serta memungkinkan pelanggan menikmati beragam konten, termasuk
konten hiburan. Sementara itu dalam layanan Communication, Plasa.com menyediakan berbagai
aplikasi seputar komunikasi online serta beragam fasilitas layanan iklan sebagai media komunikasi
bagi para pebisnis dengan pelanggannya. Telkom telah melakukan studi banding ke Jepang dan
Korea untuk mengembangkan e-Commerce dengan target mendorong para pelaku UKM yang
berada di bawah binaan Telkom melalui Program Kemitraan untuk bergabung dalam portal
Plasa.com.
Hingga saat ini Telkom memiliki sekitar 30.000 mitra binaan aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
Badan Usaha Milik Negara itu juga telah melakukan penandatangan Program Charter yaitu kerja
sama antara Telkom dengan Telkomsel dan Bank Internasional Indonesia (BII) sebagai mitra
penyedia gerbang pembayaran. Selain itu, kerja sama juga menggandeng Gramedia, Pasar Raya dan
Grup Ciputra mewakili para merchant yang membuka toko di Plasa.com.
Plasa.com adalah salah satu portal online tertua dan terbesar di Indonesia yang diluncurkan Telkom
pertama kali pada tahun 1998. Selama ini Plasa.com telah memberikan layanan wadah kepada
komunitas online Indonesia melalui layanan email gratis, web forum, web chat, dan blog. Plasa.com
diluncurkan kembali dengan wajah baru dan fasilitas yang diperbaharui di antaranya dengan
menyediakan fasilitas e-commerce. Melalui penyelenggaraan e-commerce, Mojopia menargetkan
untuk dapat mendorong pertumbuhan pasar e-commerce. Selain itu, layanan ini juga diharapkan
ikut membantu mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam negeri, serta
meningkatkan jiwa entrepreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Satu juta pengguna Internet telah mengandalkan internet sebagai tempat berbelanja, apalagi
didorong oleh pertumbuhan internet yang sangat pesat. Di akhir 2010, Plasa.com mempunyai target
sebanyak 1000 merchant pada akhir 2010. Dalam mengembangkan bisnis ini, Plasa.com memiliki
partner store seperti Gramedia dan Pasaraya, selain itu juga tersedia Toko Selebriti. Mojopia dan
Telkom akan memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap pengembangan UKM di
Indonesia. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet dan mobile web Indonesia yang sangat
pesat, diharapkan Plasa.com dapat mendorong semangat kewiraswastaan sebagai sentra jual beli
online terbesar di Indonesia. Brand promise Mojopia adalah educate, enrich, empower, artinya
Mojopia membuat Plasa.com sebagai platform e-commerce dengan tujuan untuk memunculkan
entrepreneur-entrepreneur Indonesia.

3.2. Manfaat dari penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia


Dalam bidang perdagangan, internet mulai banyak dimanfaatkan sebagi media aktivitas bisnis
karena lebih efisien. Aktivitas perdagangan melalui media internet ini popular dengan electronic
commerce (e-commerce). Di Indonesia, e-commerce mulai dikenal pada tahun 1996, meski belum
terlalu populer, pada tahun 1996 tersebut mulai bermunculan berbagai situs yang melakukan ecommerce. Sepanjang tahun 1997-1998 keberadaan e-commerce di Indonesia sedikit terabaikan
karena krisis ekonomi. Setelah melewati krisis ekonomi di tahun 1999 hingga sekarang e-commerce
semakin lama semakin memiliki daya tarik tersendiri karena keefisienan dan kenyamanannya.

Kenyamanan dalam artian apa yang sulit atau tidak munkin dilakukan sebelumnya menjadi mungkin
dengan e-commerce.
Di Indonesia, peluang e-commerce untuk berkembang kelihatannya cukup besar. Karena Indonesia
adalah negara berkembang, melihat kenyataan bahwa Indonesia adalah negara berkembang maka
secara logis akan terjadi persaingan besar-besaran untuk membuat sesuatu dan persaingan itu dapat
memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya manfaat bagi pengguna internet dan peluang
berkembangnya e-commerce.
Secara umumnya, E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Dengan
adanya EC ini banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dihasilkannya. Manfaat atau keuntungan
ini terbagi menjadi tiga obyek, yaitu manffat bagi konsumen, manfaat bagi masyarakat dan manfaat
bagi bisnis. Berikut ini penjelasannya.

3.2.1. Manfaat e-commerce bagi konsumen


Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain
selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
Electronic commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih
berbagai produk dari banyak vendor.
Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan
dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman
menjadi sangat cepat.
Pelanggan bisa menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau
minggi.
Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan
lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
Electronic commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon
secara substansial.

3.2.2. Manfaat e-commerce bagi masyarakat


Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak keluar
untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta
mengurangi polusi udara.

Elctronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah,
sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup
mereka.
Electronic commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan
untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC. Ini juga
termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
Electronic commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan
pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan /
atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya, bisa menajangkau
pasien di daerah pedesaan.

3.2.3 Manfaat e-commerce bagi bisnis


Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan
memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
e-commerce menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang
melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya tersebut tidak
digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan
jenis bisnis tradisional.

3.3. Kendala dalam penerapan e-commerce di PT.Telkom Indonesia


Kita tahu pada dasarnya electronic commerce (e-commerce) adalah sarana pemasaran yang
menggunakan media elektronik (internet), jadi hal yang sangat kita butuhkan adalah layanan dan
akses internet. Keterbatasan akses internet akan menghambat perkembangan e-commerce, hal yang
dulu mengakibatkan terabainya e-commerce, namun sekarang kita dapat merasakan efek
perkembangan internet di Indonesia, akses internet semakin murah dan cepat, ini terjadi karena
persaingan antar provider, dan justru hal inilah yang akan meningkatkan jumlah pengguna internet.
Kemudian beberapa hal yang juga membuat kita optimis akan berkembangnya e-commerce adalah
dukungan dari sektor perbankan yang telah menyediakan fasilitas internet banking yang akan
mempercepat proses transaksi, selanjutnya semakin murah biaya web hosting dan mudahnya
membangun situs e-commerce.
Adapun hal-hal yang menjadi permasalahan dan menghambat perkembangan e-commerce di
Indonesia adalah kebiasaan, masyarakat kita belum terbiasa untuk melakukan transaksi di dunia
maya. Kita terbiasa untuk melihat dan merasakan secara langsung apa yang akan kita beli. Padahal
kita dapat membeli benda-benda tersebut tanpa harus melihatnya secara fisik.
Masalah selanjutnya adalah dari sekian banyak pengguna internet di Indonesia kemungkinan masih
banyak yang belum pernah bertransaksi melalui internet karena belum percaya akan keamanan
transaksi. Apalagi dengan sering terjadinya penipuan di dunia nyata. Selanjutnya masalah dari belum

jelasnya hukum di dunia digital, seperti bagaimana itu uang digital, tanda tangan digital dan
bagaimana hukum yang berlaku jika terjadi kejahatan.
Jadi perkembangan e-commerce di Indonesia harus didukung juga oleh adanya peraturan yang
dapat melindungi konsumen dari kerugian yang disebabkan penipuan dan berbagai potensi kerugian
lainnya. Sehingga kegiatan e-commerce dapat dilakukan secara aman dan nyaman.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh penulis
mengenai penerapan eCommerce pada PT. Telkom Indonesia maka penulis dapat menarik
kesimpulan sebagai jawaban dari identifikasi masalah sebagai berikut:
Seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi dewasa ini, diperlukan adanya teknologi
eCommerce dalam menunjang dunia perbisnisan di Indonesia. Dengan masih sedikitnya pemain di eCommerce maka Telkom Indonesia menerapkan portal e-Commerce Plasa.Com yang diharapkan
dapat turut menggairahkan e-commerce di Tanah Air. Portal e-commerce Plasa.com yang dikelola
oleh anak perusahaan Telkom PT Metranet fokus pada penyelenggaraan tiga layanan, yaitu eCommerce, Content dan Communication. Portel itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan
pasar, mengembangkan UKM (Usaha Kecil Menengah) dalam negeri serta meningkatkan
enterpreneurship melalui penyediaan platform online shopping.
Banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh dari eCommerce. Secara ringkas manfaat /
keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :
* Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
* Bagi Pengelola bisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
* Bagi Manajemen: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
Terdapat berbagai kendala e-commerce pada PT. Telkom di Indonesia adalah permasalahan trust
(security) dan experience. Maka dari itu, untuk meyakinkan keamanan berbelanja, Plasa.com
menggandeng mitra bank terkemuka seperti Bank International Indonesia (BII). Plasa.com juga akan
menggunakan metode pembayaran yang populer di Indonesia antara lain bank transfer dan credit
card, dan dalam waktu dekat dengan T-Cash dari Telkomsel dan Flexi Cash dari Flexi. Hal ini
diharapkan dapat membantu pertumbuhan pelaku e-commerce di Indonesia. Selain itu pula,
terhambat oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang belum terbiasa bertransaksi di dunia maya
juga yang tak kalah penting adalah adanya keterbatasan akses internet.

4.2. Saran

Mengacu pada hasil pembahasan dan kesimpulan yang penulis sampaikan diatas, maka penulis
menyajikan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Diantaranya:
Hendaknya penerapan eCommerce tidak hanya dilakukan oleh PT.Telkom saja, sebaiknya
perusahaan-perusahaan BUMN lain pun mulai ikut mencanangkan program ini.
Berdasarkan manfaat-manfaat yang ada mengenai eCommerce pada PT. Telkom, membawa dampak
yang positif namun memang belum optimal. Untuk mengoptimalkannya, diperlukan pula peranperan pihak terkait agar manfaatnya dapat lebih terasa oleh seluruh pihak.
Dengan adanya masalah kepercayaan dalam penerapan eCommerce di PT.Telkom, maka sebaiknya
dilakukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan kepercayaan itu, misalnya dengan menerapkan
prinsip transparansi, agar seluruh pihak terkait dapat juga ikut mengontrol apa yang mereka lakukan.

DAFTAR PUSTAKA
http://indocashregister.com
http://www.kangnanto.com
http://www.telkom.co.id