Anda di halaman 1dari 12

RANCANGAN PENYULUHAN

MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN


TENTANG DETEKSI DINI GANGGUAN SARAF PERIFER DI KELUARGA

MATA KULIAH : KOMUNITAS I

DISUSUN OLEH:
IRFAN HIDAYAT

I31112008

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2014/2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN MENGENAI DETEKSI DINI GANGGUAN


SARAF PERIFER (KESEMUTAN DITANGAN) DI KELUARGA

A. LATAR BELAKANG
Siapa yang tidak pernah merasakan kesemutan? Hampir semua orang pernah
merasakan yang namanya kesemutan, mulai dari anak-anak, dewasa, bahkan
orang tua sekali pun. Namun, pada anak-anak, kesemutan jarang ditemukan
karena mereka pada umumnya aktif bergerak. Kesemutan muncul pada waktu kita
duduk bersila, duduk bersimpu, jongkok, mengetik, tidur miring sehingga
menekan salah satu tangan atau kaki kita dalam waktu yang lama. Kemudian,
kesemutan itu diikuti oleh rasa kebal, mati rasa, nyeri, dan terasa seperti ada yang
merambat.
Masyarakat awam pada umumnya menganggap kesemutan merupakan suatu hal
yang sepele, karena sifatnya easy come-easy go, yang bisa dihilangkan dengan
meluruskan, meregangkan, menggerak-gerakkan perlahan bagian tubuh yang
kesemutan tadi beberapa saat, padahal kesemutan justru bisa menjadi pertanda
adanya hal-hal yang tidak biasa dan serius dalam tubuh kita.
Kesemutan dalam bahasa kedokteran adalah paresthesia (para- berarti sesisi;
esthesia berarti rasa), yang artinya sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang
tidak dibangkitkan oleh perangsangan atau stimulus khusus dari dunia luar atau
perangsangan atau stimulus yang tidak berarti.
Makna pareshtesia sendiri sebenarnya lebih luas dari kesemutan. Rasa dingin atau
panas setempat, rasa dirambati sesuatu juga masuk dalam kategori paresthesia.
Kesemutan juga bisa menjadi sebagai gejala awal akan penyakit yang lebih serius,
yang akan dijelaskan pada lampiran materi. Untuk itu diperlukan penyuluhan
mengenai deteksi dini kesemutan, agar nantinya bisa mengatasi masalah yang
lebih serius yang ditimbulkan dari gejala kesemutan ini.

B. RENCANA KEPERAWATAN
1. Tujuan Penyuluhan
a. Tujuan Umum

Diharapkan keluarga dapat mengetahui mengenai apa penyebab kesemutan


beserta pencegahannya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya
penyakit serius.
b. Tujuan Khusus
Keluarga dapat :
1) Mengetahui & Menjelaskan penyebab dan faktor resiko terjadinya
penyakit serius akibat gejala kesemutan.
2) Menjelaskan pencegahan pada kesemutan agar tidak semakin parah.
C. STRATEGI PELAKSANAAN
1. Topik
: Deteksi dini penyakit yang bisa ditimbulkan dari gejala
2.
3.
4.
5.
6.

kesemutan.
Sasaran : Keluarga Ny. Nursiah
Target
: Anggota Keluarga Ny. Nursiah
Waktu
: (Kondisional)
Tempat : Di rumah keluarga
Media/alat:
a. Flip chart/ lembar balik, replika makanan 3D, dan laptop untuk

penyampaian materi berupa audio visual.


b. Alat pendukung kursi dan meja.
7. Proses Belajar Mengajar :
TAHAP
KEGIATAN
Pendahuluan

KEGIATAN PENGAJAR

KEGIATAN KELUARGA

1. Memberi salam
2. Menyebutkan kontrak waktu

1. Menjawab salam
2. Memperhatikan

penyuluhan
3. Menyampaikan tujuan

3. Memperhatikan

diadakannya penyuluhan
4. Menjelaskan pokok materi yang

ESTIMASI
WAKTU
5 menit

4. Memperhatikan

akan dibahas dan metode yang


akan digunakan untuk mencapai
Penyajian

tujuan.
1. Menjelaskan materi secara benar
dan jelas
2. Memberikan contoh yang mudah
dipahami
3. Memberikan kontak dan
feedback kepada peserta
4. Memberikan demonstrasi
5. Memberi kesempatan untuk

1. Memperhatikan

25 menit

2. Memperhatikan
3. Memperhatikan
4. Memperhatikan
5. Bertanya
6. Memperhatikan

bertanya
6. Menjawab pertanyaan
7. Melemparkan pertanyaan
8. Memberikan reinforcement

7. Menjawab pertanyaan
8. Memperhatikan

positif
1. Menyimpulkan materi
2. Memberikan rencana selanjutnya
3. Memberi salam

Penutup

1. Memperhatikan
2. Memperhatikan
3. Menjawab salam

10 menit

D. METODE PENYULUHAN
1.
2.
3.
4.

Ceramah.
Demonstrasi.
Diskusi/tanya jawab.
Evaluasi terhadap materi penyuluhan untuk mengetahui seberapa paham
peserta memahami materi penyuluhan.

E. MATERI PENYULUHAN
1.
2.
3.
4.

Pengertian kesemutan.
Penyebab terjadinya kesemutan.
Tanda dan gejala terjadinya komplikasi dari kesemutan.
Pencegahan pada komplikasi kesemutan.

F. RENCANA EVALUASI
Aspek
1. Kognitif

Waktu

Metode

Setelah materi

Pertanyaan

selesai
2. Afektif
3. Psikomotor

Alat
1. Daftar

Evaluator
Tim penyaji

pertanyaan
2. Alat peraga
Observasi

1. Evaluasi Struktur
a. Rancangan Penyuluhan telah dikonsultasikan selama 3 hari sebelumnya.
b. Peralatan dan media telah dipersiapkan selama 3 hari sebelumnya.
c. Kontrak tempat dan waktu penyuluhan selama 3 hari sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
Keluarga hadir pada penyuluhan dan berperan aktif dalam penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
a. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan rencana yang telah dirancang.
b. Peserta penyuluhan dapat :
1. Menyebutkan 2 dari 3 kemungkinan penyebab terjadinya
gangguan sensori perifer/ kesemutan.

2. Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari gangguan


sensori perifer/ kesemutan.

LAMPIRAN MATERI
1. Pengertian
Kesemutan dalam bahasa kedokteran adalah paresthesia (para- berarti sesisi;
esthesia berarti rasa), yang artinya sensasi pada permukaan tubuh tertentu
yang tidak dibangkitkan oleh perangsangan atau stimulus khusus dari dunia
luar atau perangsangan atau stimulus yang tidak berarti.
Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal
dari suatu proses kehilangan rasa. Proses itu adalah :
paraesthesia (kesemutan)
hypaesthesia (baal)
anaesthesia (hilang rasa sama sekali).
2. Penyebab Tangan Kesemutan
Pada prinsipnya kesemutan terjadi ketika terdapat gangguan atau kerusakan
pada saraf yang terlibat. Oleh karena itu, kesemutan biasanya disertai dengan
keluhan lain berupa rasa baal, kebas, atau tebal, nyeri atau sakit, dan
kelemahan.
a. Tangan Kesemutan Sebelah (salah satu tangan)
Kesemutan yang sesaat
Paling sering disebabkan oleh gangguan aliran darah yang menyuplai oksigen
ke saraf tangan, bisa terjadi ketika seseorang tidur miring dengan salah satu
tangan tertindih badan. Kesemutan di tangan yang seperti ini akan hilang ketika
tangan terbebas dan tindihan.
Kesemutan yang bertahan lama

Bisa terjadi karena cedera pada saraf, saraf terjepit. dan stroke. Adapun
Penyakit-penyakit atau kondisi yang berkaitan antara lain:
Saraf Terjepit yang paling sering adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Terjadi ketika saraf medianus (men-sarafi ibu jari telunjuk dan jari tengah)
terjepit pada terowongan di pergelangan tangan sehingga dalam bahasa

indonesia disebut sindrom terowongan karpal. Gejala yang ditimbulkan


nya yaitu kesemutan. baal atau nyeni pada tangan, ibu jan, jan telunjuk. jan
tengah. dan sebagian jan manis. Gejala lebih nyata dimalam hari dan
sampai sampai bisa membangunkan seseorang dan tidurnya.
Trauma atau perlukaan
Trauma seperti patah tulang atau perlukaan yang membuat cedera pada
saraf akan mengakibatkan kesemutan pada jalur saraf yang terlibat. jika
kerusakan pada saraf dilengan bawah maka area dibawahnya akan
rnengalami kesemutan.
Herpes Zoster
Virus varicela zoster akan menyerang sarah terlebih dahulu sebelum
menimbulkan lesi pada kulit sehingga penderita akan merasakan sensasi
nyeri dan kesemutan.
Tangan kesemutan karena stroke
Kesemutan yang timbul tidak hanya pada tangan tetapi juga lengan bahkan
separuh badan, selain itu biasanya disertai kelemahan anggota badan yang
terlibat bicara pelo. Bahkan penurunan kesadaran.

Tumor Otak
Mirip dengan stroke, adanya massa atau tumor pada otak dapat membuat
anggota tubuh yang terlibat mengalami kesemutan, selain kesemutan
biasanya disertai gejala lain.

b. Kesemutan Pada Kedua Tangan


Jika kesemutan terjadi pada kedua tangan (simetris) biasanya disertai juga
dengan kaki kesemutan, kebanyakan karena terjadi kerusakan saraf tepi
atau neuropathyperifer. Hal ini disebabkan oleh penyakit atau gangguan
yang bersifat sistemik dan bukan local (lokal=hanya satu atau sebagian
saraf yang terlibat).
Kondisi atau penyakit yang menyebabkan kesemutan ini antara lain:
Diabetes: Kencing manis dengan gula darah tinggi yang tak terkontrol
lama-kelamaan akan menyebabkan kerusakan pada saraf perifer yang
ditandai dengan kesemutan, rasa baal, dan kaki tangan terasa dingin.
Penyakit sistemik: ini termasuk ginjal gangguan, penyakit hati,
kerusakan pembutuh darah dan penyakit darah, amyloidosis, gangguan
jaringan ikat dan peradangan kronis, ketidakseimbangan hormon
(termasuk hypothyroidism ). dan kanker dan tumor jinak yang menimpa
pada saraf.
Kekurangan vitamin: Vitamin E, 51. 56, 512, dan niasin sangat penting
untuk fungsi saraf yang sehat. Kekurangan Bi2, misalnya, dapat
menyebabkan anemia pernisiosa. merupakan penyebab penting dan
neuropati perifer. Namun, terlalu banyak B6 juga dapat menyebabkan
kesemutan di tangan dan kaki.
Alkoholisme: Alkoholik Iebih mungkin untuk kekurangan vitamin Bi
(ben ben) dan vitamin penting lainnya karena kebiasaan diet yang
buruk, sehingga timbullah neuropati perifer. Ada juga kemungkinan
bahwa alkohol itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Racun: ini termasuk logam berat seperti timbal, arsen, merkuri dan
talium,

dan

beberapa

bahan

kimia

industri

dan

lingkungan.

Termasukjuga obat tertentu terutama obat-obatan kemoterapi yang


digunakan untuk kanker paru-paru tetapi juga beberapa obat
antivirus dan antibiotik.
Penyakit autoimun (sindrom Guilain-Barre, lupus dan rheumatoid
arthritis)
Kelainan bawaan (penyakit Charcot-Marie-Tooth).
3. Faktor resiko
Lebih sering terjadi pada wanita, dengan perbandingan 3 : 1, terhadap pria.
Usia terjadinya penyakit ini terutama antara 30-60 tahun. Selain berhubungan
dengan pekerjaan, gejala ini dapat pula terjadi akibat berbagai kondisi medis,
seperti rematik, hipotiroid, kehamilan, asam urat, diabetes, tumor, dan lainlain.
4. Tanda dan gejala
Gejala-gejala yang klasik antara lain :
1) Rasa lemah, agak kaku atau rasa janggal pada tangan dan pergelangan
tangan.
2) Kesemutan atau kebas pada pergelangan tangan dan pada jari-jari tangan,
terutama: ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
3) Gejala lainnya rasa seperti panas atau nyeri, terutama pada malam hari,
dan sering disertai kesemutan (nocturnal paresthesia).
5. Penatalaksaanaan
Hidroterapi (terapi air) dan Splint (hanya bila terjadi komplikasi CTS)

Pada beberapa studi, hidroterapi kontras telah dibuktikan cukup efisien


dalam meningkatkan sirkulasi darah pada daerah yang sakit. Caranya:
1) Rendamlah tangan ke dalam air hangat selama 3 menit,
2) Kemudian lanjutkan dengan merendam dalam air dingin selama 30
detik.
3) Ulangi cara ini sebanyak 3 hingga 5 kali.
Metode

ini

akan

meningkatkan

sirkulasi

lokal,

dan

dengannya

meningkatkan pasokan nutrisi serta oksigen, membuang berbagai sisa

metabolisme,

mengurangi

konsentrasi

zat-zat

mediator

inflamasi

(peradangan), dan akhirnya meredakan nyeri. Dan metode Splint adalah


untuk meng-imobilisasi pergelangan tangan yang sakit dengan belat
pergelangan tangan untuk mencegah cedera.
Obat, Makanan, dan Suplementasi
Beberapa jenis obat antara lain : golongan anti-inflamasi nonsteroid (aspirin,
ibuprofen, naproxen); cyclooxygenase-2 inhibitors (COX-2 inhibitors :
celecoxib, rofecoxib, dan meloxicam); dan kortikosteroid (injeksi atau oral,
misal : metil-prednisolon, prednison). Suplementasi vitamin B6 (piridoksin)
dan B2 (riboflavin). Dosis yang dianjurkan untuk vitamin B6 adalah 50-200
mg/hari,

sedangkan

vitamin

B2

sebanyak

10

mg/hari.

Makanan yang dianjurkan sebaiknya sayur-sayuran hijau yang segar, bijibijian atau kecambah, serta gandum. Dapat pula mengkonsumsi suplemen
seperti willow bark, billberry, calendula, chamomile, celery seed, passion
flower, dan valerian.
Latihan Peregangan

Bila gejala-gejala telah berkurang, lakukan latihan peregangan (stretching).


Caranya:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Rentangkan lengan ke samping;


Kepalkan tangan;
Tekukkan pergelangan tangan ke arah bawah, tahan selama 30 detik;
Ulangi langkah no.2, namun pergelangan ditekuk ke arah atas;
Istirahatkan lengan dan pergelangan 1 menit;
Lakukan latihan secara bertahap dan perlahan hingga total latihan
mencapai 5 menit, namun untuk latihan yang pertama kali, jangan
terlalu dipaksakan.

Latihan dilakukan sebelum memulai pekerjaan, dan pada saat-saat istirahat.


Menurut para ahli, latihan peregangan ini dapat mengurangi kebutuhan
untuk tindakan pembedahan (pada kasus-kasus sangat berat), hingga 50%.

KESIMPULAN
Kesemutan adalah suatu gejala yang biasanya merupakan tanda dari adanya
gangguan/ kerusakan pada sistem sarafnya. Kesemutan dapat menjadi suatu
pertanda dari adanya penyakit yang serius pada diri penderita, salah satunya yaitu
Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS merupakan penyakit yang paling sering dan
identik dengan kesemutan dan biasanya menyerang pada pergelangan dan jari-jari
tangan. Awalnya kesemutan memang dianggap oleh orang awam sebagai sakit
yang biasa saja, namun bila dibiarkan tanpa adanya tindak lanjut dari tenaga
kesehatan, kesemutan ini bisa menjadi hal yang serius. Jadi jangan menganggap
remeh tanda yang ditimbulkan oleh tubuh, walaupun itu hanya seperti kesemutan.

SARAN
Saran yang dapat diberikan adalah :
1. Jangan terlalu memaksakan diri dalam pekerjaan, berilah tubuh untuk istirahat
sejenak.
2. Perbanyak konsumsi buah pisang dan buah kelapa, karena kedua buah ini dapat
membantu mengurangi kesemutan.
3. Hindarilah konsumsi minuman atau makanan beralkohol.

DAFTAR PUSTAKA
Hembing. Ramuan lengkap herbal taklukkan penyakit. PT. Niaga Swadaya.
Nadesul, Handrawan. Cantik, cerdas dan feminim, kesehatan perempuan
sepanjang masa. PT. Kompas
Wratsongko, Madyo & Yudisulistyo, Trianggoro. 2006. 205 resep pencegahan
dan penyembuhan penyakit dengan gerakan shalat, sehat tanpa biaya dan
obat. PT Agromedia Pustaka.
http://www.Indonesia.Indonesia.com di unggah pada tanggal 30 November 2014.

FORMAT PENILAIAN PENKES


KEGIATAN

BOBOT

NILAI

10

PERSIAPAN
1.
2.
3.
4.

Salam pembuka
Kontrak waktu
Menyebutkan tujuan
Materi dan alat yang digunakan

2
3
3
5

PELAKSANAAN
1.
2.
3.
4.

Penjelasan tujuan penyuluhan


Penjelasan materi secara benar dan jelas
Berbicara dengan jelas dan tak terlalu keras
Menggunakan bahasa yang sederhana dan

mudah dimengerti
5. Menggunakan nada suara bervariasi
6. Kontak mata
7. Menggunakan gerak sikap wajar
8. Mendengarkan dengan baik
9. Demonstrasi/contoh
10. Member kesempatan untuk bertanya
11. Menjawab pertanyaan

5
8
5
5
5
5
5
5
10
5
5

EVALUASI
1. Melemparkan pertanyaan
2. Memberikan reinforcement positif

5
5

PENUTUP
1. Menyimpulkan materi
2. Rencana selanjutnya
3. Kata penutup

5
2
2

NILAI TOTAL

11