Anda di halaman 1dari 4

Allah menyertai mahluknya

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir
biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Luh Mahfudz). (QS.al-Anam:59)
Hadirin siding jumat yang dirahmati Allah
Kembali kita menyampaikan puji syukur kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan
karunia dan rahmat-Nya kepada kita sehingga dengan rahmat itu kita masih dapat menikmati
kehidupan ini dengan baik, shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw,
sebagai Nabi dan Rasul yang diamanatkan untuk membimbing umat manusia agar selamat
hidupnya di dunia hingga akhirat.
Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah swt, dengan sebenarbenarnya taqwa melalui pembuktian amal saleh sehari-hari yang dipraktikan secara umum
ataupun ritual karena memang kewajiban manusia di dunia ini hanya untuk mengabdi
kepada-Nya.
Pada kesempatan ini khatib mengajak kita semua untuk menkaji ulang tentang kehidupan
Rosulullah dalam sebuah khutbah. Semoga kita mendapat pelajaran hendaknya.
Hadirin siding jumat yang dirahmati Allah
Mariyatullah artinya adalah Allah selalu menyertai dan bersama mahluk-Nya dalam situasi
dan kondisi bagaimanapun juga, ini adalah pengawasan yang effective untuk menjaga
kontinuitas iman dan istiqomah-Nya iman, keyakinan ini akan menjauhkan seorang mukmin
dari praktik kotor dalam seluruh aspek kehidupannya.
Mariyatullah terbagi dua yaitu : pertama, secara umum artinya pengetahuan Allah meliputi
seluruh mahluk-Nya, tak satupun luput dari pengawasan dan pengetahuan Nya bahkan daun
yang gugur di hutan lebatpun Allah mengetahui hingga detak jantung dan isi hati nurani
manusia Allah tahu. (QS. Al-Anam:9)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya
kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir
biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Luh Mahfudz). (QS.al-Anam:59)

Hadirin siding jumat yang dirahmati Allah


Kedua: Secara khusus artinya dukungan dan pertolongan Allah khusus untuk orang-orang
yang beriman, yang dekat kepada-Nya dalam seluruh aspek aktifitasnya. (QS: al-baqarah:53)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Mariyatullah memberikan pengaruh bagi seseorang mukmin diantaranya:
a. Akan menimbulkan perasaan selalu diawasi Allah, dimana pun dia berada selalu
yakin kalau Allah menyertai dan mengintai aktivitasnya baik ada orang yang melihat
ataupun dia sendirian, keyakinan ini berangkat dari akidah yang mantap dan
istiqamah. Ada beberapa kisah tentang ini:
Pertama, suatu ketika Umar bin Khattab bertemu dengan seseorang remaja
yang sedang menggembalakan kambing tuannya, maka terjadilah dialog antara
Umar dengan remaja itu: Jual sajalah kambingmu ini, dan katakan kepada
majikanmu kalau kambing itu dimakan serigala, engkau dapat uang dariku dan
aman. Sang remaja menjawab: Bila Tuan ingin kambingku ini silakan beli
kepada majikan saya, seandainya saya berdusta pasti dia percaya karena
selama ini saya belum pernah demikian, tapi bagaimana dengan Allah ? Umar
dengan terharu dia syukuri bahwa masih ada remaja seperti itu di jaman
kekuasaannya, masih melekat mariyatullahnya.
Kedua, suatu malam Umar pun pergi keliling kampung, dia mendengar
percakapan seorang putri dengan ibunya: Nak kita campur saja susu ini
(dengan air), biar kita mendapat keuntungan yang banyak. Sang putrid
menjawab: Jangan Ibu, nanti khalifah tahu bagaimana? Sang ibu
menyanggah: Mana ada khalifah yang berkeliaran tengah malam ini, enaklah
dia istirahat di istananya. Sang gadis langsung menyela pembicaraan ibunya:
Wahai Ibu, mungkin saja Khalifah Umar tidak tahu apa yang kita lakukan
tapi bagaimana Allah ? Bukankah Dia juga tahu apa yang kita lakukan?
Mendengar itu Umar tidak kuasa, langsung dia pulang. Pagi harinya dia utus
seseorang untuk menjemput putri itu lalu dinikahkan dengan anaknya yang
bernama Aslam. Dari pernikahan inilah lahir enerasi terbaik pda abadnya,
yaitu Umar bin Abdul Azis yang kelak jadi khalifah juga.
Mendengar sajak yang disenandungkan ini, lalu Umar bertanya kepada
anaknya yang bernama Hafsah: Berapa lamakah seorang istri bias bersabar
menunggu suaminya pulang? Hafsah menjawab: Empat bulan ya ayahanda.
Selanjutnya Umar mengirim utusan agar menjemput suami wanita itu, begitupula
dengan pasukan lainnya yang bergantian setiap empat bulan.

Keempat, suatu ketika Imam SyafiI memerintahkan kepada muridnya untuk


membawa sebilah pisau dan seekor ayam, mereka beranggapan akan ada penilaian
tentang praktik penyembelihan hewan, setelah berkumpul semua muridnya dengan
perlengkapan tadi, diperintahkanlah untuk menyembelih hewan di tempat yang tidak
bias dilihat oleh siapapun. Semua murid melakukannya, tapi ada seorang murid yang
tidak melaksanakan sebagaimana yang dikerjakan oleh teman-temannya sehingga dia
ditanya oleh Imam Syafii, dengan nada optimis dan tegas dia berkata: Ketika tuan
guru memerintahkan saya untuk menyembelih hewan ini di tempat yang tidak dilihat
oleh siapapun, maka saya pergi ke sebuah rumah, goa, ke semak-semak belukar dan
ke dalam hutan, tapi tak sanggup saya melakukannya karena di mana saya mau
melakukannya maka di sana pula Allah ada menyaksikan sehingga gagal saya utnuk
menyembelih hewan ini. Mohon maaf tuan guru. Justru anak inilah yan mendapat
pujian dan dinyatakan lulus karena rasa maiyatullah-nya yang cukup dalam.
b. Membangkitkan sifat ihsan dalam seluruh aktivitas, baik ada orang ataupun tidak ada
orang yan melihatnya. Kualitas kerja dan kedisiplinan tidak terpengaruh oleh orang
lain atau pimpinan sekalipun karena pemimpin yang tertinggi selalu melihat dan
memantaunya.
c. Membangkitkan perasaan tabah dan sabar dalam berdakwah dan yakin bahwa Allah
selalu bersamanya. Himpitan dan deraan ujian dalam dakwah dan hidup ini demikian
dahsyatnya, bila tidak ada sifat ini tidak sedikit para dai yang berguguran di medan
dakwah.

Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sehat sebagai


penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. AlBaqarah: 153)

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di


atas dan Allah-pun beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi
pahala dan amal-amalmu. (QS. Muhammad: 35)
d. Teguh dalam memegang kebenaran sebab ia yakin Allah akan menolongnya
walaupun penderitaan bertubi-tubi menghantamnya.
Ketika Sayyid Qutb dihadapkan ke tiang gantungan untuk mengakhiri
hidupnya oleh rezim Gamal Abdul Naser, detik-detik kematiannya didatangi oleh
seorang ulama yang pro pemerintah: Hai tuan, jika Anda mau menandatangani surat
ini, mengakui kebaikan Presiden maka tuan akan dibebaskan dari hukuman lalu diberi
fasilitas dan jabatan sebagai menteri. Ketika itu Sayyid Qutb menjawab: Rupanya

engkau ulama yang bersekongkol dengan rezim ini, aku tidak akan menerimanya,
lakukan eksekusi ini, agar aku dapat menemui Allah dnegan cepat.

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang


yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi
(kiamat). (QS. Al-Mukmin: 51)
Hadirin siding Jumat yang dirahmati Allah.
Bila sifat maiyatullah ini terhunjam di hati umat Islam pada khusunya akan
dapat menghapus segala bentuk kecurangan, penyelewengan jabatan dan kemaksiatan
lainnya, kita membutuhkan metode canggih untuk menyelamatkan umat ini agar mengakui
keberadaan Allah dalam situasi bagaimanapun juga, bila hal ini terjadi menjadi negeri yang
aman dan sejahtera Indonesia ini. (Mdr, 2009)