Anda di halaman 1dari 22

ANALISA KERUSAKAN SUDU

TURBIN GAS MATERIAL


UDIMET 500 KAPASITAS 50 MW
NURFITRI RAMADHANI
1106017793

INTRODUCTION

Kebutuhan Energi Listrik


Terjadi pemadaman listrik
kenapa??
Kurangnya pasokan energi
listrik.
Ada kerusakan pada unit
pembangkit listrik
Unit pembangkit listrik
yang rusak salah
satunya turbin gas

yaitu pada sudu

(blade) turbin.

Kegagalan pada sudu menyebabkan:


- ternyadinya excessive vibration yang menyebabkan
turbin trip turbin tidak beroperasi dengan baik
listrik padam
Sehingga..
Perlu diketahui penyebabnya agar dapat ditanggulangi dan tidak
terjadi lagi.

Gambar 1. rotor dari turbin gas

Prinsip Kerja Turbin


Turbin adalah pesawat penggerak dalam suatu unit kerja
mesin
Energi potensial energi kinetik pada nozzle
gerakan putar pada sudu yang memutar poros
penggerak generator energi listrik.
Bahan bakar gas yang dialirkan melalui pipa-pipa gas
yang disalurkan melalui nozzle keruang bakar dengan
kecepatan dan tekanan tertentu.

Kondisi Operasi Sudu Turbin

Temperatur operasi = 500 0C


Kapasitas = 50 MW
Suhu dikontrol dengan thermocouple
untuk menjaga supaya sudu tidak mengalami temperatur
operasi yang berlebih maka dipakai sistim pendinginan sudu
dengan metoda fogging yang dipasang pada turbin gas
tersebut.
Metoda fogging pendingin udara masuk kompresor dengan
sistem pengkabutan (inlet air fogging)

Material Sudu Turbin


Material susu turbin adalah material Udimet
500/waspalloy yang merupakan Nickel- Base Alloy,
dengan spesifikasi:

Hipotesis
Kemungkinan kegagalan kerena:
a. Kegagalan fatik karena sudu diputar secara terus menerus
b. Creep rupture, karena sudu memiliki suhu operasi yang tinggi yaitu diatas
500 0C.
suhu yang terbaca pada thermocouple adalah 500 0C, namun dalam
kenyataannya sudu memiliki temperatur 632 0C. Sehingga berpengaruh pada
sistem fogging yang mungkin saja bisa menyebabkan overheating
c. Korosi
Untuk membuktikan hipotesis, dilakukan pengamatan visual, pengamatan
metalografi, uji komposisi kimia dan produk korosi.

Metode Penelitian

Hasil dan Pembahasan

1. Pengamatan Visual
Pada pengamatan visual terlihat adanya pengecilan yang terjadi pada penampang sudu.
Pengecilan disebabkan karena fenomena creep pada temperatur tinggi.
Analisa ini didukung juga dari ASM Handbook Vol.11,2002 yang memberikan gambaran
visual yang sama
Creep terjadi karena adanya thermal load cyclic.
Komponen yang mengalami beban creep ini lambat laun akan mengalami kegagalan jikalau
regangan (strain) yang timbul selama proses creep tidak bisa menghilangkan tegangan
(stress) yang ditimbulkannya

Deformasi creep
pada sudu turbin
(ASM Handbook
Vol.11,2002)

Pengamatan Visual, cont


korosi terjadi pada daerah
srout atau pada poros
turbin

Pada ujung sudu terdapat produk korosi

Kemungkinan besar korosi terjadi karena efek fogging

Pengamatan Visual, cont


Pada permukaan patahan menunjukkan
fenomena patah getas

Patahan yang terjadi getas (brittle) : tidak menunjukkan adanya


deformasi plastis pada permukaan patahan.
Sudu turbin juga terlihat berwarna kehitaman seperti terbakar, ini
menandakan adanya proses pemanasan berlebih (overheating).

2. Uji Komposisi Kimia


a. Pada Sudu

Uji Komposisi Kimia, contt


Uji komposisi kimia dilakukan pada sudu dengan ukuran
sampel sudu 20x20 mm dengan menggunakan Energy
Dispersive X-Ray Spectroscopy
kandungan unsur tertinggi adalah Ni, kemudian Cr, Co,
Fe, Mo dan Ti maka material tersebut diperkirakan
termasuk U500 atau Waspalloy.

b. Uji komposisi kimia pada produk korosi

Kandungan unsur tertinggi adalah Fe, kemudian diikuti oleh


O dan Si. Ini berarti, produk korosinya berupa oksida besi.

3. Pengujian SEM
a. Pada produk korosi
Dari hasil Sem didapat gambar dari struktur mikro produk
korosi sudu berupa oksida besi.
Korosi bisa terjadi karena ada kebocoran
pada saluran sistem fogging sehingga air
terbawa masuk ke turbin dan menyebabkan
reaksi elektrokimia antara logam dengan air

b. Pada material sudu

Void pada batas butir disebabkan


karena adanya fenomena grain growth
dan excessive precipitation.
Fenomena seperti ini terjadi jika
material sudu pernah mengalami
exposure pada temperatur yang tinggi.

Kekuatan mekanik material sudu berdasarkan referensi dari


ASMHandbook

Analisa Akhir
1. Sudu pada turbin diatas emperatur 632 0C meskipun pada thermocouple yang terpasang
menunjukkan suhu 500 0C.
Hal ini kemungkinan dikarenakan thermocouple yang belum terkalibrasi atau kesalahan
dalam menerjemahkan sistem pendinginan fogging.
Pendinginan diterjemahkan sebagai penurunan suhu sistem pembakaran mensuplai fluida
kerja kenaikan temperatur kerja overheating
2. Korosi dapat terjadi karena kebocoran pada sistem fogging sehingga terjadi reaksi antara
logam dengan aqueous environment.
3. Adanya scale / produk korosi perpindahan panas terhambat overheating
4. Terjadi creep pada sudu karena temperatur yang tinggi 632 0C.
Kekuatan mekanik suatu bahan nickel-base and cobalt-base high temperature alloys menjadi
sangat terbatas pada temperatur 0.56 Tm (temperatur cair absolut). Pada temperatur 0.56 Tm
ini, sudu mengalami fenomena elevated-temperatur behaviour yang ditandai oleh adanya
creep.
5. Karena mengalami exposure pada temperatur tinggi, maka terjadi grain boundaries sliding
yang menyebabkan adanya void.

Recomendation
1. Perlu dilakukan pengontrolan thermocouple yang ada
pada ruang bakar sehingga kondisi temperatur dapat
terbaca secara akurat.
2. Perlu dilakukan kalibrasi secara berkala pada alat
temperatur kontrol sehingga tidak terjadi lagi overheat
pada kondisi operasi.
3. Pengontrolan pada sistem pendingin fogging agar tidak
terjadi kebocoran yang dapat penyebabkan korosi
4. Dilakukan coating

Referensi
ASM Handbook
http://digilib.its.ac.id/simulasi-penyebaran-spray-danlokasi-nozzle-pada-saluran-pendingin-udara-masukkompresor-pada-turbin-gas-terhadap-efektifitaspendinginan-3255.html
http://www.azom.com/article.aspx?ArticleID=7738