Anda di halaman 1dari 14

Pruritus (rasa gatal), merupakan salah satu

manifestasi masalah kulit yang paling


umum, adalah gejala, bukan penyakit.
inflamasi kulit dan menimbulkan
rangsangan untuk menggaruk.
Pruritus dapat menyebabkan kerusakan jika
garukan mencederai kulit, meningkatkan
resiko infeksi, dan pembentukan parut.
Pruritus merupakan salah satu dari sejumlah
keluhan yang paling sering dijumpai pada
gangguan dermatologik.


a.
b.

c.
d.

Pruritus local
Kulit kepala
: Seborrhoeic dermatitis,
kutu rambut
Punggung
: Notalgia
paraesthetica
Lengan
: Brachioradial pruritus
Pruritus perianal terjadi akibat partikel
feses yang terjepit dalam lipatan
perianal atau melekat pada rambut
anus.

Gangguan sistemik/penyakit
Gangguan pada kulit
a. Dermatitis kontak, kulit kering,
urtikaria, dermatitis atopic, kutu.
Pejanan terhadap factor tertentu

Pruritus

secara khas akan


menyebabkan pasien menggaruk
yang biasanya dilakukan semakin
intensif pada malam hari.

eritema,

bidur, tanda-tanda infeksi,


dan perubahan pigmentasi

Pengobatan

topical

Pengobatan

dengan medikasi

oral

Rasa gatal b/d erupsi dermal


Kerusakan integritas kulit b/d kerusakan
jaringan kulit
Resiko tinggi terjadinya gangguan
konsep diri/body image b.d perubahan
fisik dan respon orang lain

Rasa gatal b/d erupsi


Tujuan dan kriteria hasil : Setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama 2x24 jam
diharapkan klien melaporkan bahwa gatal
berkurang sampai dengan hilang.
Intervensi :
a. Observasi intensitas gatal
b. Jaga kebersihan kulit
c. Anjurkan menggunakan air hangat untuk
mandi
d. Anjurkan untuk tidak menggaruk pada saat
gatal
1.

A njurkan Menjaga higiene pribadi dan


lingkungan
f. Anjurkan untuk tidak mengenakan
pakaian yg kasar, panas, dan yg tidak
menyerap keringat.
g. Kolaborasi dengan dokter dalam
pemberian antihistamin
e.

Kerusakan integritas kulit b/d kerusakan


jaringan kulit
Tujuan dan kriteria hasil : setelah dilakukan
tindakan keperawatan selama 2x24 jam
diharapkan integritas kulit yang baik bisa
dipertahankan, tidak ada lesi kulit, dan perfusi
jaringan baik.
Intervensi :
a. Beri pelembab/lotion.
b. Gunakan handuk yang lembut saat
mengeringkan tubuh.
c. Anjurkan untuk tidak menggaruk saat gatal,
jika terpaksa ingin menggaruk .anjurkan
menggunakan telapak tangan.
d. Monitor kulit akan adanya kemerahan.
e. Anjurkan untuk menjaga kebersihan kulit.
2.

Resiko tinggi terjadinya gangguan konsep diri/body image


b/d perubahan fisik dan respon orang lain
Tujuan dan kriteria hasil : setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam gangguan body image
pasien teratasi dengan kriteria hasil ; mampu
mengidentifikasi kekuatan personal, mempertahankan
interaksi sosial.
Intervensi :
a.
Jalin hubungan saling percaya.
b.
Kaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap
tubuhnya.
c.
Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan.
d.
Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan dan
prognosis penyakitnya.
e.
Fasilitasi kontak dengan individu lain dalam kelompok
kecil.
3.