Anda di halaman 1dari 15

RINI PUSPITA SARI

3 SIPIL 2 PAGI
1109020318

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


2012

Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk
permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan
tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya.
Motor Grader merupakan alat perata yang memiliki berbagai kegunaan,dan biasanya
digunakan untuk meratakan tanah dan membentuk permukaan tanah. Grader juga dapat
dimanfaatkan untuk mencampurkan dan menebarkan tanah dan campuran. Kemampuan ini
akibat adanya gerakan-gerakan luwes yang dimiliki oleh blade dan roda-roda ban. Pada
umumnya Motor Grader digunakan pada suatu proyek dan perawatan jalan.
Dari kemampuannya bergerak Motor Grader ini juga sering digunakan dalam proyek
lapangan terbang. Dalam pengoperasiannya, Motor Grader memnggunakan blade yang
disebut moldboard yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan bentuk permukaan. Gerakan
yang dilakukanoleh blade pada Motor Grader sama dengan blade pada Dozer yakni tilt, pitch
dan angle dengan fleksibilitas yang lebih besar.
Motor Grader dalam pengoperasiannya digunakan untuk keperluan :
a.

Grading (perataan permukaan tanah).

b.

Shaping (pemotongan untuk mendapatkan bentuk /profil tanah).

c.

Bank shoping (pemotongan dalam pembuatan talud).

d.

Scarifiying (penggarukan untuk pembuatan saluran).

e.

Ditching (pemotongan untuk pembuatan saluran).

f.

Mixing and Spreading (mencampur dan menghampar material dilapangan).

Bagian- bagian umum alat motor grader


1. Grader Blade
Grader blade dipasang pada alat yang disebut circle.
2. Traktor
Sebagai mounting dari blade
3. Scarifier
Semacam ripper pada bulldozer tetapi bentuknya lebih kecil, yang dipasang di depan
blade dan dikendalikan tersendiri. Berfungsi untuk memdahkan grading pada tanah
yang keras.

Tractor

Grader Blade

Bagian- bagian detail alat motor grader


1. Blade (pisau)
Panjang blade biasanya berkisar antara 3 - 5 meter. Selain itu bagian depan
Motor Grader dapat ber gerak fleksibel sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Gerakangerakan bagian depan ini adalah seperti :

a) Straight mode
Straight mode disebut juga gerak lurus, memungkinkan Motor Grader untuk
melakukan pekerjaan normal.
b) Articulated mode
Articulated mode memungkinkan bagian depan Grader untuk berputar pada
radius kecil.
c) Crab mode
Crab mode memudahkan bagian depanGrader untuk melakukan pemotongan
slope pada kanal atau saluran irigasi walau pun bagian belakang grader tetap
berada pada permukaan datar.
2. Circle
Tempat dimana bade terpasang
3. Lift Arm
Digunakan untuk mengendalikan posisi blade. Jumlahnya ada dua buah.
Dimana apabila digerakan kebawah besama-sama blade akan turun, jika lift- arm
hanya digerakan satu saja memberikan kedudukan blade yang miring.

4. Draw Bar
5. Over Head Frame

Dalam pengoperasian Motor Grader diperlengkapi peralatan tambahan (additional


part) agar dapat bekerja serba guna, antara lain :
1. Scarifier teeth (ripper dalam bentuk kecil sebagai penggaruk) alat inidipasang
didepan blade dan dapat dikendalikan secara tersendiri.
2. Pavement widener (alat untuk mengatur penghamparan).
3. Elevating grader unit (alat pengatur grading).
Dalam pembuatan jalan raya, Motor Grader selain dapat membentuk per-mukaan
jalan dapat pula membentuk bahu jalan dan sekaligus saluran drainase tepi sepanjang jalan
dalam bentuk V atau bentuk lainnya. Juga mencampur material dan menghampar gundukan
tanah yang baru diletakkan. Selain itu motor grader dapat berfungsi meratakan tanah dalam
skala luas seperti landasan lapanganterbang, perataan ini tidak saja pada permukaan yang selevel melainkan juga pada permukaan yang tidak sebidang.
Selain pekerjaan tersebut, motor grader dapat pula difungsikan untuk pekerjaan
bervariasi lainnya dengan cara memberi peralatan tambahan, seperti :
1. Special short blade (blade pendek), berfungsi untuk menggali saluran dangkal yang
berbentuk segi-4 dengan ukuran tertentu, selain itu alat tambahan ini dapat berfungsi
membuat tambahan lebar perkerasan pada jalan yang telah ada.
2. Elevating Conveyor, perlengkapan ini berfungsi untuk menyalurkan material lepas
yang melewati blade, kemudian mengangkatnya dan dibuang kesamping.

Selain perlengkapan diatas ada pula yang mempunyai konstruksi rangka (frame
articulated), yang memungkinkan grader lebih memudahkan bermanuver dan berpindah.
Motor Grader dapat pula dilengkapi dengan automatic blade con-troll system, hal ini
dimaksudkan untuk mendapatkan grade permukaan yang benar-benar presisi, sesuai yang
direncanakan.
Salah satu cara dengan meletakkan kawat disisi pinggir dari lokasi yang akan
diratakan, selanjutnya suatu alat sensor ditempatkan pada motor grader dan menyentuh kawat
tersbeut. Blade akan naik turunmengikuti kawat. Semua peralatan tambahan tadi
dimaksudkan untuk memper-mudah pelaksanaan pekerjaan pemindahan tanah secara
mekanis.

GERAKAN-GERAKAN PENTING PADA MOTOR GRADER


Dalam setiap pekerjaannya, motor grader memiliki beberapa gerakan yang digunakan
sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Berikut adalah beberapa gerakan penting
dalam mengendalikan motor grader.
a. Angling
Yaitu memberikan kedudukan serong pada blade terhadap arah gerak
kendaraannya dengan mengendalikan circle. Tujuan dari memberi kedudukan serong
adalah untuk side casting, seperti halnya pada bulldozer.
b. Side Shift
Yaitu memberikan kedudukan blade disamping poros kendaraan, sehingga
permukaan yang sudah diratakan tidak terinjak oleh roda-roda kendaraannya.
c. Circle Lift
Yaitu gerakan menaikkan atau menurunkan circle dengan bladenya dalam arah
vertical. Gerakan ini dikendalikan oleh lift-arm (jumlahnya dua buah), yang apabila
digerakkan ke bawah bersama-sama, blade akan turun, jika lift-arm hanya digerakan
satu

saja

memberikan

kedudukan

blade

yang

miring.

KOMATSU Motor Grader

Spesification

Dimention

Equipment

PERHITUNGAN PEKERJAAN MOTOR GRADER


Produktivitas
Produktivitas motor grader dinyatakan dalam waktu bekerja, berbeda dengan
perhitungan alat berat lainnya yang produksi alatnya berdasarkan volume per-satuan waktu.
Produksi motor grader dihitung berdasarkan jarak tempuh alat perjam pada poyek jalan,
sedangkan pada proyek lainnya perhitungan produktivitas motor grader adalah luas area
perjam. Ketentuan ini dikarenakan dalam bekerjanya motor grader, volume tanah yang
dipindahkan sangat bervariasi, dengan demikian yang dipentingkan adalah jumlah pass
(lintasan) grader dalam melakukan perataan tanah. Ketelitian dan kerapihan pekerjaan
merupakan tolak ukur dari hasil kerja motor grader, sehingga dalam penggunaannya dituntut
operator yang bekerja dengan cermat, jadi pengalaman operator grader sangat menentukan
keberhasilan pekerjaan.

Keterangan :
V

= kecepatan operasi/kerja (m/jam)

e1 Efesiensi Kerja

Le

= panjang efektif blade (m)

e2 Efisiensi Operator

Lo

= lebar overlap (m), biasanya diambil 0,30 meter

e3 Efisiensi Cuaca

= jumlah lintasan

e4 Efisiensi Kondisi Tanah

= kondisi manajemen dan medan kerja

Kecepatan operasi/ kerja dapat diperkirakan seperti berikut :


1. Perawatan jalan

: 2,0 6,0 km/jam

2. Membuat parit

: 1,6 4,0 km/jam

3. Finishing tanah asli

: 1,6 2,6 km/jam

4. Meratakan tanah

: 1,6 4,0 km/jam

5. Mengatur ketinggian : 2,0 8,0 km/jam

Spreading (Perataan Tanah)


Banyaknya lintasan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan perataan tanah
adalah sebagai berikut:

Keterangan :
W

= lebar total yang harus difinishing/diratakan/lebar jalan (m)

Le

= lebar efektif blade (m)

Lo

= lebar overlap (m)

= jumlah lintasan yang diperlukan untuk meratakan permukaan (finishing).

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan perataan tanah


adalah sebagai berikut:

Keterangan :
T

= waktu yang diperlukan (jam)

= luas areal pekerjaan yang akan diratakan, panjang jalan x lebar jalan (m2)

= produktivitas alat dalam satu jam (m2/jam)

Tabel Spesifikasi alat

Tabel Type motor grader Caterpillar

CARA KERJA GRADER

Sesuai dengan fungsinya, grader digunakan untuk meratakan permukaan, maka greder dijalan
dengan kecepatan rendah, sekitar 2800 Rpm, supir grader di ruang control mengontrol proses
kerja grader dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

Grader kerja meratakan jalan dan bahkan greder kerap kali maju dan mundur berkali, dengan
daya yang rendah. Grader melakukan pendorongan untuk meratakan bidang dengan
menggunakan pisau yang tajam dan besar. Pisau ini pada waktu grader maju maka pisau itu
akan diturunkan. Dan ketika greder mundur untuk mengulang kembali pemerataan maka
pisau itu terangkat begitu seterusnya. pisau tersebut di letakan antara hidrolik yang bagian
memutar dan mengangkat.

Beri Nilai