Anda di halaman 1dari 19

1

I.

PENDAHULUAN

Salah satu bagian penting dari kegiatan produksi maupun


pemasaran minyak dan gas bumi adalah transportasi, baik dari
block station ke Pusat penampungan produksi atau dari terminal
ke tempat pengilangan (refinery).
Kegiatan transportasi minyak dan gas bumi tersebut

dapat

menggunakan transportasi mulai dengan mobil tangki, kapal


tanker atau dengan menggunakan pipa.
Transportasi dengan menggunakan pipa merupakan transportasi
yang sangat efisien dibanding dengan transportasi lainnya.
Agar

transportasi

dengan

menggunakan

pipa

dapat

beroperasi sesuai dengan kebutuhan dan efisien, maka perlu


dilakukan inspeksi dan perawatan baik secara berkala (periodic)
atau sesuai kebutuhan.
Salah satu inspeksi dan perawatan terhadap jalur pipa dapat
dengan melakukan Pigging.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

II.

1.1

PIGGING

Maksud
Pigging adalah kegiatan operasi meluncurkan suatau alat

yang disebut Pig kedalam suatu pipa saluran melalui tabung


peluncur (pig Launcher), menjalankannya pada tekanan operasi
dan menerima atau mengeluarkannya dari dalam pipa saluran
melalui tabung penerima

yang disebut Pig Receiver, seperti

gambar 1-1.
1.2 Tujuan Pigging
Ada beberapa maksud dan tujuan didalam melakukan kegiatan
pigging antara lain untuk :
1. Membersihkan didinding bagaian dalam pipa saluran
2. Meningkatkan efisiensi alir pipa saluran
3. Memisahkan beberapa produk dalam operasi transportasi
melalui pipa saluran
4. Mengeluarkan

air

(dewatering)

setelah

perlakuan

uji

hidrosattis terhadap pipa saluran


5. Memeriksa kondisi dinding bagian

dalam pipa saluran

(internal inspection)
6. Untuk mengeluarkan pig yang terjepit pada pipa alir.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

Gambar 1-1 : Peralatan Pigging


Dilapangan

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

1.3

Sarana dan Peralatan Pigging

Peralatan-peralatan

pendukung

untuk

pelaksanaan

operasi

pigging adalah sebagai berikut :


Pig Barrel
yaitu tabung pelluncur (pig launcher) dan tabung penerima
(pig receiver) yang dilengkapi dengan beberapa peralatan
pendukung seperti :
- Pig Signal, yang berfungsi untuk mendeteksi apakan pig
sudah lewat dari dalam barrel saat diluncurkan.
-

Pipa blow down dan venting, peralatan ini dilengkapi


dengan

katup

yang

dipergunakan

sebagai

pengablas

tekanan yang ada dalam barrel.


-

End Closure, adalah pintu masuk dan keluarnya pig dari

barrel
- Saluran ablasan (drain)
Manometer
Sistem pemipaan : By-pass piping, katup-katup

(Mainline

Trap Valve, Trap Kicker Valve, Main line By-pass valve)


Pig.

Konstruksi sarana pengiriman dan penerimaan pig seperti


gambar 1-2 dan 1-3.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

Pressure
gauge

vent
valve

Mainline
Trap
valve

Pig-sig

Closure

flow

A
Trap
kicker
valve

drain

Mainline
bypass
valve

Gambar 1-2 : Pig


Launcher

Pressure
gauge
Mainline Trap
valve

Pig-sig

vent valve

flow

A
B

Mainline
bypass valve

Trap kicker
valve

Gambar 1-3 : Pig Receiver

1.4

Jenis-jenis Pig

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

drain

Closure

Bentuk dan ukuran pig ada bermacam-macam bergantung dari


kebutuhan dan keguanan di lapangan.

Jenis-jenis pig yang

banyak dijumpai di lapangan adalah sebagai berikut :

Foam Pig/Polly Pig


Jenis pig ini dipergunakan untuk pertama kali setelah

konstruksi pipa selesai dikerjakan, tujuannya adalah untuk


mengetahui apakah permukaan dalam pipa ada hambatan,
misalnya ada tonjolan dari hasil pengelasan.
Apabila

terdapat

hambatan,

maka

tersebut akan rusak atau hancur.

akan

diindikasikan

pig

Pig ini terbuat dari foam

dengan bentuk silindris dan bagian depannya dibuat tirus,


seperti gambar 1.4.

Gambar 1-4 : Foam Pig

Bidirectional Pig

Pig ini terbuat dari polythelene dan berbentuk lempengan bulat


yang dirangkai dalam sebuah poros. Diantara dua lempengan

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

polyethelene dipasang sebuah bahan alumunium yang ukuran


diameternya sama.
Fungsi dari jenis pig ini adalah untuk membersihkan kotoran di
dalam pipa, juga berfungsi mendeteksi bentuk hambatan yang
ada didalam permukaan pipa. Pig ini jenis sering digunakan
untuk pipa yang baru dipasang. Bentuk pig jenis ini dapat dilihat
pada gambar 1-5.

Gambar 1-5 : Bidirectional pig

Brush Pig

Pig jenis ini dilengkapi dengan dua lempengan yang terbuat dari
bahan polyethelene dengan bentuk cup dan beberapa sikat
kawat yang dipasang pada pelat baja bagian tengah. Fungsi pig
jenis ini adalah untuk membersihkan kotoran-kotoran ataupun

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

kerak yang menempel di dalam pipa. Gambaran pig ini seperti


pada gambar 1-6

Gambar 1-6 : Brush Pig

Ball Pig

Jenis pig ini terbuat dari bahan polyetheline dengan bentuk bulat
seperti bola yang berfungsi untuk membersihkan kotorankotoran, air atau kondensat di dalam pipa. Seperti terlihat pada
gambar 1-7 dibawah ini.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

Gambar 1-7 : Ball Pig

Intellegenct Pig

Jenis pig ini juga disebut smart pig seperti gambar 1-8, berfungsi
untuk mengetahui tingkat korosi atau anomaly yang terjadi
didalam maupun di luar pipa.

Gambar 1-8 : Intellegent Pig

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

10

III.

3.1

OPERASI PIGGING

Pelaksanaan Pigging
Pigging

karena

dilakukan

kebutuhan

berdasarkan

tiap-tiap

kebutuhan

lapangan

akan

dilapangan,

berbeda-beda.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :


Periodecally
Pigging dilaksanakan berdasarkan jadwal, perawatan ini
biasanya digunakan pada lapangan-lapangan yang banyak
mengandung parafine atau scale yang sifatnya mudah
menempel pada dinding pipa penyalur.
Saat diperlukan
Melakukan pigging sesuai dengan kebutuhan lapangan
seperti :
- Apabila ada problem di dalam pipa saluran
-

Apabila terdapat kelebihan pressure drop sebesar 100

psi.
Setelah pipa dipasang
Pada pemasangan jalur pipa baru, untuk mengetahui ada
tidaknya kebocoran biasanya dilakukan dengan hydrostatic
test, dengan menggunakan air sebagai medianya. Setelah
selesai pengetesan air harus dikeluarkan dari dalam pipa
dengan menggunakan poly pig dengan cara pigging.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

11

3.2

Pemilihan Pig
Menentukan pilihan jenis dan model pig harus disesuaikan

dengan tujuan yang diinginkan


1.

Batching/displacement pig
Dengan

tujuan

untuk

mendorong,

membersihkan,

mengeluarkan cairan dan atau material halus produk korosi.


Batching/displacement

pig

dipergunakan

untuk

mengeluarkan udara dan atau air setelah uji hidrostatis pada


tahap penyelesaian pemasangan pipa.
Dalam operasi transportasi lebih dari satu macam cairan,
maka pig dipergunakan sebagai alat pemisah antara satu
jensis cairan dengan cairan lainnya.
2.

Cleaning pig
Dipergunakan
mengeluarkan

untuk
benda

mendorong,
asing,

kotoran,

membersihkan,
kerak-kerak

dan

material padat dari produk korosif


3.

Gauging pig
Pig untuk tujuan ini dipergunakan pada tahap penyelesaian
proyek pemasangan pipa saluran, untuk menjamin dan
memastikan bahwa lubang pipa saluran terbuka penuh tanpa
hambatan.
Gauging pug dipakai pula untuk mendorong, membersihkan
dan mengeluarkan bebagai kotoran, material sisa konstruksi :
germ-geram logam dan kawat las.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

12

4.

Inspection pig
Inspection pig adalah suatu perangkat pig yang dilengkapi
dengan peralatan instrument elektronik, optic dan mekanik,
berfungsi untuk malakukan pemeriksaan (survey) kondisi
dinding dalam dari pipa saluran.
Inspection pig dapat menghasil inspeksi terhadap dinding
dalam pipa antara lain :
1. Mendeteksi cacat korosi (corrosion pitting)
2. Mendeteksi cacat patahan (cracking)
3. Mendeteksi penetrasi logam (welding penetration)
4. Mengetahui adanya ketidak sempurnaan (ovality) lubang
pipa atau cacat bentuk pipa (pipa kempot)
5. Mengukur ketebalan dinding pipa.

2.2

Kecepatan Pig

Ketika akan memilih dimensi pipa diperlukan dua pertimbangan


yaitu

pressure

drop

dan

mempertimbangkan

pressure

mempertimbangkan

kecepatan

kecepatan
drop

aliran.

yang

Selain

ditentukan,

maksimum

dan

juga

kecepatan

minimum yang diijinkan.


Pada dasarnya, dalam kondisi operasi normal pig meluncur di
dalam pipa dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan
aliran fluidanya. Maka di dalam operasi pig Kecepatan pig
didalam pipa saluran harus diatur jangan sampai lebih rendah
dari kecepatan minimum, hal ini bertujuan untuk mencegah
masalah-masalah
mengurangi

yang

surging

timbul

(gelombang)

seperti
dan

suara

(noise),

mendorong

partikel-

partikel padatan atau kondensat yang ada di dalam pipa saluran.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

13

Atau kecepatan pig jangan sampai melebihi kecepatan maksimun


hal ini akan mengakibatkan pig tidak beroperasi secara efisien.
Agar

tujuan

operasi

pigging

berhasil

dengan

baik,

maka

kecepatan pig yang paling efisien adalah sebagai berikut :


Untuk pipa saluran gas :
(5 - 15) mph

atau

(8 - 24) kph

Untuk pipa saluran minyak :


(2 - 10) mph

atau

(3.2 - 16) kph

Kecepatan pig ini dapat diatur dengan membuka atau menutup


lubang by-pass.

Kecepatan pig berkurang (3

5) %

kecepatan semula apabila lubang by-pass dibuka penuh.

Kecepatan alir gas di dalam pipa saluran gas

1447 Q Pb
P ( Fpv) d

53051522 Q Pb
P ( Fpv) d

(US Unit)

(Metric Unit)

Dimana :
S = Kecepatan alir, mph (kph)
Q = Jumlah alir persatuan waktu, mcfd (mcmd)
d = Diameter dalam pipa, inch (mm)

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

dari

14

Pb = Absolute base pressure = 15 psia (1.033 bar)


P = Tekanan jaringan pipa, psia (bar)
Fpv = Supercompressibility factor.

Kecepatan alir minyak di dalam pipa saluran minyak

0.0081 x Q
d

(US Unit)

Q
0.047

(Metric Unit)

Dimana :
S = Kecepatan alir, mph (mps)
Q = Jumlah alir persatuan waktu, bpd (liter per menit)
d = Diameter dalam pipa, inch (mm)

2.3

Standard Operating Prosedure (SOP) Pigging


Di dalam melakukan pekerjaan pigging harus mengikuti

Standard Opearting procedure (SOP) yang telah ditetapkan, hal


ini dilakukan pada saat peluncuran maupun penerimaan dengan
tujuan

untuk

mempermudah

pelaksanaan

keselamatan pekerjaan maupun peralatan.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

pekerjaan

dan

15

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

16

2.3.1 Prosedur Peluncuran Pig (Pig Launching)


1.

Lakukan menutup valve A dan C

2.

Kosongkan

tabung

peluncuran

dengan

membuka

valve D terlebih dahulu, kemudian valve E agar gas


dan cairan keluar semua.
3.

Jika tabung benar-benar sudah kosong (tekanan 0 psi),


buka tutup tabung atau closure dan masukkan pig
sampai berada di reducer (X) atau dekat valve A.

4.

Tutup closure dan yakinkan sudah rapat, tutup valve D


dan valve E biarkan masih terbuka, buka valve C
pelan-pelan sehingga udara akan terdorong keluar
melalui valve E. Jika udara sudah benar-benar keluar
tutup

valve

secara

perlahan-lahan

diharapkan

tekanan seimbang.
5.

Buka valve A, pig sudah siap diluncurkan.

6.

Perlahan-lahan

tutup

valve

setengah

untuk

menaikkan aliran melalui valve C dibelakang pig,


lanjutkan menutup valve B sebesar 75 % sampai pig
meluncur dari pig trap menuju pipa utama. Ini dapat
diketahui dari pig-signal.
7.

Catat waktunya disaat pig meluncur

8.

Jika pig sudah meluncur, buka valve B 100 %,


kemudian tutup valve A dan C.

2.3.2 Prosedur Penerimaan Pig (Pig receiving)


1.

Tutup

valve

penerimaan

pembuangan
dengan

membuka

dan
valve

isi
C

tabung
secara

perlahan-lahan sehingga udara keluar melalui valve E.

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

17

2.

Tutup valve E kemudian buka valve C 1005 sehingga


tekanan seimbang antara dalam barrel dengan dalam
mainline.

3.

Sementara valve C masih terbuka, buka valve A dan


tabung sekarang siap untuk menerima pig.

4.

Jika pig sudah tiba catat waktunya dan kemungkinan


pig masih berhenti diantara valve A dan Tee (titik X).

5.

Tutup valve B sebesar 50 %, ini akan mendorong pig


masuk ke dalam tabung karena aliran akan semakin
banyak melalui valve A.

6.

Jika pig sudah berada di dalam trap dengan melihat


tanda signal, buka valve B penuh 100% tutup valve A
dan C

7.

Buka valve pembuangan D dan E sampai tekanan


dalam tabung 0 psi.

8.

Setelah tabung benar-benar kosong atau 0 psi (valve


D dan E masih terbuka), kemudian buka closure dan
keluarkan pig.

9.
2.4

Tutup closure rapat-rapat.

Hambatan-hambatan Dalam Pigging

Dalam pekerjaan pigging, masalah yang sering terjadi adalah pig


tidak

sampai

menimbulkan

ditujuan.

Apabila

hal

seperti

terjadi

akan

kerugian, yaitu hilangnya pig atau kerugian

produksi yang diakibatkan pipa tidak


dapat difungsikan.
Pig terhenti atau terjepit biasanya akibat dari banyaknya pasir
atau kerak di dalam pipa, penyebab yang lainnya tentang

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

18

berhentinya pig dikarenakan adanya penurunan tekanan dalam


pipa saat dikakukan pigging.

4.6

Pemeliharaan Pig

Setelah pig digunakan, maka segeralah dibersihkan dengan air


panas atau air yang sudahdicampur dengan bahan pembersih
untuk menghindari korosi dan untuk memudahkan pemeriksaan,
jangan menggunakan uap pamas (steam) pada bagian pig yang
menggunakan bahan urethane.
-

Ganti

cup

bila

sudah

terlalu

tipis

pada

salah

satu

bagiannya, atau diameternya sudah mengecik


-

Spring (pegas( pemeliharaannya sangat penting, sebab bila


ada pegas yang rusak akan mempercepat kerusakan cup
dan brush.

Periksa jangan sampai ada mur dan baut yang longgar,


gantilah biia ada yang rusak

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas

19

DAFTAR PUSTAKA

1. Otto Mendel, Practical Pigging handbook, Penn Well Book,


1981
2. Basic C. Webb, Pipeline Pigging, Oil and Gas Journal, 1978. P
106

Pigging..doc/Hadiono/Pusdiklat Migas