Anda di halaman 1dari 27

Oleh : Laila Kurnia Pramono

NIM : I1A010085
Pembimbing : dr. Enita Rakhmawati, M.Sc, Sp.PD

Pendahuluan
Disuria

Gejala klinis infeksi


saluran kemih
Anak, remaja maupun dewasa

ISK dinyatakan apabila ditemukan bakteri di dalam urin dan


mikroorganisme yang paling sering menyebabkan ISK adalah
mikroorgaisme jenis aerob .
Escherechia coli merupakan bakteri patogen utama penyebab ISK,
baik pada pasien rawat jalan maupun rawat inap. Patogen lain
penyebab ISK adalah Staphylococcus saprophyticus, Klebsiella spp.,
Proteus spp., Enterococcus spp. Dan Enterobacter spp.

LAPORAN KASUS

Identitas
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Agama
Suku
Status Perkawinan
Alamat
Pekerjaan
Masuk rumah sakit

: Ny. B
: Perempuan
: 59 tahun
: Islam
: Banjar
: Menikah
: Jl. Hikmah Banua VI No. 62 A, Barabai
: Ibu rumah tangga
: 21 September 2014

Keluhan Utama : Nyeri saat kencing


Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan nyeri saat kencing sejak 3 hari
sebelum masuk rumah sakit. Nyeri muncul mendadak dan terasa
panas saat kencing keluar. Jumlah kencing masih seperti biasa,
tidak sedikit-sedikit. Kencing berwarna seperti teh muda, tidak
ada darah. Selain itu, pasien mengeluhkan demam sejak 1 hari
sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan sakit
kepala seperti menusuk dan pusing seperti berputar bersamaan
dengan demam. Pasien juga mengeluhkan lidah terasa pahit dan
nyeri otot di seluruh tubuh. Pasien juga mengaku memiliki
kebiasaan sering menahan kencing. Nafsu makan pasien agak
kurang. Pasien juga sulit tidur beberapa hari ini.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien mengaku memiliki riwayat serupa 2 minggu yang
lalu dan sempat memakai kateter urin.
Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengaku di keluarganya tidak memiliki riwayat
serupa maupun penyakit lain seperti diabetes melitus,
hipertensi dan alergi.

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
GCS
Tanda Vital
Tekanan darah
Nadi
Respirasi
Suhu
Status Gizi :
BB
TB
IMT

:
:
:

Tampak sakit sedang


Compos mentis
4-5-6

:
:
:
:

90/70 mmHg
68 x / menit
18 x/ menit
37,10C

:
:
:

45 kg
149 cm
20,27 (normal)

Kulit

Kepala

Lembab, ikterik (-), sikatrik (-),


hiper/hipopigmentasi (-), rash(-)

Normosefali
Rambut hitam tipis, tidak mudah dicabut

Mata

Papebra edema (-), Konjungtiva pucat (-/-),


Sklera ikterik (-/-), pupil isokor, refleks cahaya
(+/+)

Leher

Pembesaran kelenjar getah bening (-),


Jugular Venous Pressure normal, kaku kuduk
(-), kelenjar tiroid tidak teraba.

Mulut

bentuk normal (-), sianosis (-), leukoplakia (-),


lidah kotor (-) tidak tremor, ulkus(-), faring
hiperemis(-)

Pulmo

Cor

I= Gerakan nafas simetris


P= Fremitus vokal simetris
P= Sonor, nyeri ketuk tidak ada,
A= Suara nafas vesikuler, ronki(-/-), wheezing(-/-)

I= Iktus kordis tidak terlihat


P= iktus kordis teraba 2 jari di linea midclavicularis
sinistra, kuat angkat
P= Batas kiri jantung di linea midclavicular sinistra di
ICS V.
Batas kanan jantung ICS II-IV linea parasternal kanan.
A= S1 S2 tunggal, bissing diastolik(-), gallop(-).

Abdomen

Ekstremitas

I= Terlihat cembung, venektasi(-)


A= Bising usus (+) dalam batas normal,
P= nyeri tekan - - - , organomegali (-)
---+ P= Timpani di semua regio, shifting dullness
(-), undulasi (-)

-Atas : edema (-/-), Akral hangat (+/+)


-Bawah : edema (-/-), Akral hangat (+/+)

Hasil Pemeriksaan
Darah Rutin & Kimia Darah
tanggal 21 September 2014
Pemeriksaan

Hasil

Referensi

Satuan

Hemoglobin

12,7

12,0-16,0

g/dL

Leukosit

18.500

4.000-10.500

/uL

Eritrosit

3,99

3,90-5,50

juta/uL

Trombosit

113.000

150.000-450.000

/uL

MCV

96,2

80,0-97,0

Fl

MCH

31,8

27,0-32,0

Pg

MCHC

33,1

32,0-38,0

Gula Darah Sewaktu

146

<200

mg/dl

Ureum

64

10-50

mg/dl

Hasil Pemeriksaan Urin Lengkap tanggal 23 September 2014

PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

SATUAN

METODA

Warna Kekeruhan

Kuning Jernih

Kuning Jernih

Urinalysis Strips

BJ

1010

1006 10036

Urinalysis Strips

pH

5,5

5,5 6,5

Urinalysis Strips

Keton

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Protein Albumin

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Glukosa

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Bilirubin

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Darah Samar

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Nitrit

Negative

Negative

Urinalysis Strips

Utobilinogen

0,1

0,1 1,0

Urinalysis Strips

Leukosit

1+

Negative

Urinalysis Strips

URINALISA

PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

METODA

URINALISA (SEDIMEN)
Leukosit

2,4

03

Manual Mikroskop

Erythrosit

1,2

02

Manual Mikroskop

Silinder

Negative

Negative

Manual Mikroskop

Epithel

1+

1+

Manual Mikroskop

Bakteri

Negative

Negative

Manual Mikroskop

Kristal

Negative

Negative

Manual Mikroskop

Lain-lain

Negative

Negative

Manual Mikroskop

Resume Data Dasar


Ny. B/59 tahun

KU : Nyeri saat kencing

RPS : Disuria(+), demam (+), pusing (+)


RPD: Serupa (+), riwayat penggunaan kateter (+) 2 minggu SMRS
RPK: Serupa (-), HT (-), DM (-), alergi (-)

Px Fisik: nyeri tekan abd reg. suprapubik - - ---+Px Penunjang: lekositosis, urinalisa (lekosituria1+)

Cue & Clue


1. Ny. B/ 59 tahun
Ax:
-Nyeri saat
berkemih, kencing
panas
-Demam
-Pusing
-Riwayat serupa
dengan
penggunaan
kateter 2 minggu
SMRS
Px Fisik :
Nyeri tekan
abdomen reg.
suprapubik
Px. Penunjang :
Lekositosis
(18.500/uL)
Urinalisa
(lekosituria 1+)

Probl List
1.

Disuria

Idx
1. Disuria ec.
Susp. ISK

PDx

-Uji
mikroskopik
urin (clean
catch)
-Sedimen
urin
midstream
-Kultur urin

PTx
Non Farmakologi:
edukasi, tirah
baring,
meningkatkan
intake cairan, diet
tinggi kalori
Farmakologi:
IVFD RL 20 tpm
Inj. Seftriakson 2x1
Inj. Antrain 3 x 1
Inj. Ranitidin 2x1

Pmo
-Subjektif
-Tanda Vital
-Darah Rutin
(Lekosit)

Follow Up

21 September- 23 September 2014

21 September 2014
S

-nyeri kencing (+)


-pusing (+)
-lemas (+)

TD: 90/60 mmhg


N : 70 x/mnt
RR: 18 x/mnt
T : 36.4 C
Nyeri tekan
abdomen:
-----+ -Urin seperti teh
muda
Lekosit 18.500 u/L

-Obs. Disuria ec.


Susp. ISK

Non Farmakologi:
edukasi, tirah
baring,
meningkatkan
intake cairan, diet
tinggi kalori

Farmakologi:
IVFD RL 20tpm,
Inj. Seftriakson
2x1,
Inj Antrain 3x1,
Inj Ranitidin 2x1
Mo: KU, TV, cek
urin lengkap

22 September 2014
S

-nyeri kencing (<) TD: 100/70 mmhg


-pusing (+)
N : 77 x/mnt
-makan kurang (+) RR: 18 x/mnt
T : 36.5 C
Nyeri tekan
abdomen:
-------Urin kuning
Lekosit 18.500 u/L

-Obs. Disuria ec.


Susp. ISK

Non Farmakologi:
edukasi, tirah
baring,
meningkatkan
intake cairan, diet
tinggi kalori

Farmakologi:
IVFD RL 20tpm,
Inj. Seftriakson
2x1,
Inj Antrain 3x1,
Inj Ranitidin 2x1
Mo: KU, TV

23 September 2014
S

-nyeri kencing (-) TD: 90/60 mmhg


-pusing (+)
N : 80 x/mnt
-makan kurang (+) RR: 20 x/mnt
T : 37 C
Nyeri tekan
abdomen:
-------Urin kuning
muda
Lekosit 18.500 u/L
Lekosituria 1+

-Obs. Disuria ec.


Susp. ISK

Non Farmakologi:
edukasi, tirah
baring,
meningkatkan
intake cairan, diet
Tinggi kalori

Farmakologi:
IVFD RL 20tpm,
Inj. Seftriakson
2x1,
Inj Antrain 3x1,
Inj Ranitidin 2x1
Mo: KU, TV

PEMBAHASAN

Terjadinya ISK disebabkan karena adanya


gangguan keseimbangan antara mikroorganisme
penyebab infeksi (uropatogen) sebagai agent dan
epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan
keseimbangan ini disebabkan oleh karena
pertahanan tubuh dari host yang menurun atau
karena virulensi agent yang meningkat

Anamnesis: curiga ISK


Kasus
Nyeri saat berkemih,
kencing panas
Demam
Pusing
Riwayat serupa
dengan penggunaan
kateter 2 minggu
SMRS

Teori

Disuria
Polakisuria
Urgency
Demam

Pemeriksaan Fisik

Kasus
Nyeri suprapubik

Teori
Nyeri suprapubik
Temperatur
>37,5C

Pemeriksaan Penunjang

Kasus
Lekosit 18.500 u/L
Lekosituria 1+

Teori
Lekositosis
Lekosituria
Bakteriuria

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan infeksi saluran kemih didasarkan pada
bagian saluran kemih yang terinfeksi.

Atas

Bawah

rawat inap untuk memelihara


status hidrasi dan terapi
antibiotik parenteral minimal
48 jam

meningkatkan intake
cairan, pemberian
antibiotik yang adekuat
untuk menghentikan dan
mencegah penyebaran
kuman, serta terapi
simptomatik

Seftriakson
Antrain
Ranitidin

Antibiotika Broad-spectrum

Analgesika, antipiretika

H2 Bloker untuk proteksi lambung

Penutup
Telah dilaporkan kasus seorang perempuan berusia
59 tahun yang didiagnosis Obs. Disuria ec. Susp. ISK.
Diagnosis masih belum ditegakkan karena belum
dilakukan pemeriksaan kultur urin. Pasien telah
ditatalaksana dengan terapi suportif, simptomatik dan
definitif. Setelah pasien dirawat selama 3 hari dari
tanggal 21 September s/d 23 September 2014 pasien
dan keluarga memutuskan untuk pulang atas
permintaan sendiri dan menghentikan rawat inap.

Terima Kasih