Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL MINI

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA


SISWAKELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE
TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri


Mata Kuliah Metodologi Pendidikan
Suhendi, M.Pd.

Disusun oleh :
NAMA
: LITA
NPM
: 0843885
PRODI
: PGMI
SEMESTER : VI (ENAM)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI


(STAIN) JURAI SIWO METRO
2010/2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmatNya lah penulis dapat menyelesaikan proposal mini ini sebagai salah satu tugas yang
harus kami selesaikan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua kalangan yang telah
membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat pada waktunya.
Sebagai manusia biasa kami menyadari banyak kesalahan-kesalahan dalam
penyusunan makalah ini, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua kalangan.
Semoga

dengan

adanya

proposal

mini

yang

kami

beri

judul

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BEALJAR MATEMATIKA SISWA


KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE TIPE NHT
(NUMBERED HEAD TOGEGHER) semoga dapat membantu semua pihak untuk
lebih memahami tentang proposal ini.

ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang wajib diselenggarakan
dalam dunia sekolah. Proses belajar mengajar yang efektif dapat terwujud jika
seorang guru melakukan tugasnya dengan baik. Salah satu tugas guru yang baik
adalah dapat menentukan dan memilih metode yang tepat dalam pembelajaran,
sehingga siswa tidak pasif melainkan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Belajar merupakan suatu proses yang memerlukan aktivitas artinya siswa yang
belajar ikut serta dalam proses pembelajaran yang dilakukan secara aktif.
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian kegiatan antara guru dan siswa atas hubungan timbal balik yang
berlangsung untuk mencapai tujuan pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi hasil
belajar ilmu pengetahuan sosial adalah guru, siswa dan metode yang digunakan.
Hubungan yang tidak sinergi antara komponen tersebut menyebabkan
pembelajaran tidak mengarah pada cara belajar siswa aktif sehingga hasil belajar
yang diperoleh rendah.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas dapat diidentifikasi bahwa faktor yang
menyebabkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 1
Bangun Rejo dibawah KKM adalah karena sistem pembelajarannya masih
menggunakan metode konvensional. Sehingga kreativitas siswa untuk bertanya

bahkan tampil untuk mempresentasikan sebuah materi masih rendah dan masih
banyak siswa yang kurang memperhatikan serta malas bertanya mengenai materi
pelajaran akibatnya ketika diadakan evaluasi hasil belajarnya masih teridentifikasi
beberapa siswa yang nilainya dibawah Standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka dapat
dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :
1. Apakah dengan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Bangun Rejo tahun
pelajaran 2010/2011 ?
2. Apakah metode Numbered Head Together (NHT) ini dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Bangun Rejo tahun pelajaran
2010/2011 ?
3. Apakah dengan menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Bangun
Rejo tahun pelajaran 2010/2011

D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti model
pembelajaran Cooperative Tipe Numbered Head Together (NHT) pada siswa
kelas V SDN 1 Bangun Rejo.

2. Untuk mengetahui

peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah

mengikuti model pembelajaran Cooperative Tipe Numbered Head Together


(NHT) pada siswa kelas V SDN 1 Bangun Rejo.
3. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa
setelah mengikuti model pembelajaran Cooperative Tipe Numbered Head
Together (NHT) pada siswa kelas V SDN 1 Bangun Rejo.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran
kepada guru, siswa dan sekolah sebagai berikut :
1. Bagi guru dapat memperkaya metode pembelajaran matematika yang
dilakukan di kelas, serta dapat memberikan masukan bagi guru dalam upaya
meningkatkan aktivitas dan hasil pembelajaran.
2. Bagi siswa dapat mengembangkan kemampuan belajar dan berinteraksi
dengan sesama siswa maupun dengan guru melalui metode pembelajaran
Numbered Head Together (NHT).
3. Bagi sekolah memberikan bantuan pemikiran bagi sekolah dalam upaya
meningkatkan hasil belajar.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Definisi Teoritis
1. Pembelajaran Cooperative Learning
a. Pengertian Pembelajaran Cooperative Learning
Pembelajaran Cooperative Learning merupakan strategi belajar
dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat
kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap
siswa dalam anggota kelompok harus saling kerja sama dan saling membantu
untuk memahami materi pelajaran.
b. Tujuan Pembelajaran Cooperative Learning
Tujuan

dari

pembelajaran

untuk

memberikan

kepada

siswa

pengetahuan konsep, kemauan dan pemahaman yang mereka butuhkan..


Tujuan dari pembelajaran Cooperative Learning adalah siswa dapat
meraih keberhasilan dalam belajar, di samping itu juga bisa melatih siswa
untuk memiliki keterampilan baik keterampilan berfikir (thinking skill)
maupun keterampilan mengemukakan pendapat, menerima saran dan
masukan orang lain, bekerja sama, rasa setia kawan dan mengurangi
timbulnya perilaku yang menyimpang dalam kehidupan di kelas.

2. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar


Belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk
mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.
Belajar adalah proses dimana tingkah laku yang ditimbulkan atau
diubah melalui latihan / pengalaman.
Dari penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa belajar adalah
terjadinya perubahan tingkah laku pada diri si belajar akibat dari pengalaman
yang diperoleh dari serangkaian kegiatan dan bukan perubahan tingkah laku
yang diakibatkan karena pematangan.
Hasil belajar merupakan bukti dari hasil usaha yang dilakukan dalam
kegiatan belajar dan merupakan nilai yang diperoleh siswa dari proses
belajarnya.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar antara lain :
1. Faktor intern, yaitu faktor yang timbul dari siswa itu sendiri yang
sifatnya :
a. Faktor jasmani, seperti kesehatan dan cacat tubuh.
b. Faktor psikologis, seperti intelegensi, perhatian, minat, bakat, kesiapan
dalam belajar.
2. Faktor ekstern, yaitu faktor yang timbul dari luar diri anak seperti cara
orang tua mendidik, suasana rumah, ekonomi keluarga.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang


mempengaruhi hasil belajar adalah faktor ekstern dan faktor intern. Hasil
belajar adalah hasil yang diperoleh setelah siswa melalui proses pembelajaran
dan umumnya dinyatakan dalam bentuk angka.
c. Model Cooperative Meningkatkan Hasil Belajar
Metode NHT yang digunakan guru juga dimaksudkan agar siswa
berusaha untuk mengerjakan soal dengan cepat dan memahami materi.
Pelajaran yang dipelajarinya dengan cepat dan dapat mendorong siswa untuk
lebih giat sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Kerangka Pikir
Kerangka pikir merupakan hubungan variabel bebas dan variabel terikat
dalam rangka memberikan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti,
yang dalam penelitian ini adalah penggunaan metode pembelajaran yang
mempengaruhi hasil belajar siswa.
Metode Cooperative Learning Tipe NHT dalam pelaksanaan kegiatan belajar
dilakukan dengan cara membagi siswa dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 3
5 orang siswa dan setiap kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang beragam.
Kemudian setiap kelompok diberikan tanggung jawab untuk memecahkan soal yang
diberikan kemudian mengeluarkan pendapat tanpa merasa takut salah. Oleh karena itu
tidak tampak lagi mana siswa yang unggul, karena semua berbaur dalam satu
kelompok dan sama-sama bertanggung jawab terhadap kelompoknya tersebut.

Dengan belajar menggunakan metode Cooperative Learning Tipe NHT


diharapkan siswa menjadi aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga pada
akhirnya hasil belajar akan lebih baik.

C. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan penelitian adalah :
1. Pembelajaran menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dapat
meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V semester ganjil SD
Negeri 1 Bangun Rejo Tahun Pelajaran 2010/2011.
2. Pembelajaran menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dapat
meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V semester ganjil SD
Negeri 1 Bangun Rejo Tahun Pelajaran 2010/2011.
3. Pembelajaran menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas V semester
ganjil SD Negeri 1 Bangun Rejo Tahun Pelajaran 2010/2011.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Objek Penelitian
Model penelitian adalah tindakan kelas (Class Room Action) yaitu guru
melakukan kegiatan mengajar di dalam kelas dengan penekanan pada penyempurnaan
dan peningkatan proses pembelajaran.
Pada penelitian tindakan kelas ini direncanakan 2 siklus yang setiap siklus
terdiri dari 3x pertemuan, selanjutnya pada 3x pertemuan, selanjutnya pada setiap kali
pertemuan sebanyak 2 x 35 menit, penelitian ini merancang pembelajaran dengan
menggunakan model problem solving dimana guru dan peneliti bekerja sama. Yang
masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan
melengkapi untuk mencapai tujuan.
1. Definisi Operasional
a. Variabel terikat
Aktivitas belajar adalah segala bentuk kegiatan siswa dalam proses
interaksi belajar mengajar (guru dan siswa) dengan penuh kesadaran dalam
rangka mencapai hasil belajar yang maksimal.
Hasil belajar adalah nilai yang diperoleh siswa dari suatu tindak
belajar pada akhir pembelajaran berupa suatu angka yang menentukan
berhasil atau tidaknya siswa dalam belajar.

b. Variabel bebas

Langkah-langkah model pembelajaran Cooperative tipe Numbered


Head Together (NHT) yaitu diawali dengan guru menjelaskan materi
pelajaran. Selanjutnya guru membagi kelompok-kelompok kecil yang terdiri
dari 4 orang, setiap siswa dalam kelompok mendapatkan nomor, kemudian
guru memberikan soal latihan yang kemudian soal tersebut dikerjakan atau
didiskusikan bersama kelompoknya, setelah soal itu selesai dikerjakan. Guru
memanggil salah satu nomor, siswa yang nomornya dipanggil melaporkan
hasil kerja mereka.
2. Penelitian Tindakan
Perencanaan

Refleksi

Siklus I
Pelaksanaan
Pengamatan

Perencanaan
Refleksi

Siklus II
Pengamatan
Dan seterusnya

SIKLUS I
a. Perencanaan Pembelajaran

Pelaksanaan

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam tahap ini adalah :


1. Menyusun rencana pembelajaran dengan metode Pembelajaran Numbered
Head Together (NHT).
2. Mempersiapkan alat mengajar.
3. Mempersiapkan lembar observasi.
4. Mempersiapkan perangkat tes dan hasil belajar.
b. Pelaksanaan pembelajaran
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan adapun prosedur
penerapan dari perencanaan pembelajaran yang telah disusun adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan awal
a) Guru membuka pelajaran dengan salam.
b) Guru membahas PR.
c) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi.
2. Kegiatan inti
a) Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4
siswa dengan memberikan permasalahan yang berbeda.
b) Guru menjelaskan materi dan memberikan contoh permasalahan.
c) Siswa diarahkan dalam memecahkan masalah.
d) Guru menyebutkan satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan
nomor yang sama mengangkat tangan dan meminta satu siswa dari kelompok
tersebut mempresentasikan hasilnya.
3. Kegiatan Penutup
a) Guru menyimpulkan materi pelajaran.

10

b) Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya.


c) Memberikan PR.
Kegiatan

yang

dilaksanakan

pada

tahap

ini

adalah

melaksanakan

pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan.


c. Pengamatan (Observasi)
Dalam penelitian ini pengamatan dilakukan terhadap jalannya kegiatan
pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran NHT. Pengamatan dilakukan
dengan lembar observasi yang telah disediakan. Tujuan dari pengamatan ini adalah
untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode
pembelajaran NHT.
d. Refleksi
Refleksi adalah kegiatan menganalisis, memahami dan membuat perbaikan
berdasarkan pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi berguna untuk mengetahui
tingkat keberhasilan dan kegagalan. Apabila telah tercapai target yang diinginkan,
maka siklus tindakan berhenti, tetapi jika belum maka siklus tindakan diulangi
dengan memperbaiki perencanaan.
SIKLUS II
Pelaksanaan siklus II berdasarkan hasil dari refleksi siklus I. Siklus I
dilaksanakan apabila proses pembelajaran pada siklus I kurang memuaskan, dimana
aktivitas dan hasil belajar masih rendah. Pada dasarnya pelaksanaannya siklus II
adalah memperbaiki kelemahan yang terjadi pada siklus I.

B. Setting Lokasi dan Subjek Tindakan

11

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bangun rejo dengan subjek


penelitian siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011 pada mata
pelajaran matematika, dengan jumlah siswa 20 orang yang memiliki tingkat
kemampuan yang berbeda-beda.

C. Teknik Pengumpulan Data


Jenis data yang digunakan untuk penelitian adalah kuantitatif. Untuk variabel
hasil belajar merupakan data kuantitatif.
Dalam proses pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk
memperoleh data tentang kuantitatif pembelajaran dan ketuntasan siswa.
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa selama mengikuti
proses pembelajaran dengan menggunakan metode Cooperative Learning tipe
NHT.

2. Tes
Teknik tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data hasil
belajar siswa. Tes hasil belajar disusun berdasarkan kompetensi dasar.
Perangkat ini digunakan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.

D. Instrumen Penelitian

12

Sebelum instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang


sesungguhnya terlebih dahulu dilakukan pengujian instrumen dengan melakukan uji
coba. Uji coba instrumen dilakukan untuk mengukur yang tepat dalam menjaring data
yang dibutuhkan dalam menjawab masalah yang diteliti. Instrumen yang digunakan
pada penelitian tindakan kelas ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan
perangkat test.
1. Validitas
Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat
ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen dapat dikatakan
mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya,
atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran
tersebut. Tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran
dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.

2. Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur
dapat dipercaya atau diandalkan.
Pengukur reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus :
k

k 1

Alpha r11

2
i

i2

Keterangan :
r11

= Reliabilitas tes

= Jumlah varian skor tiap item

13

i2

= Varians total

= Banyaknya item

Untuk mencari varian digunakan rumus :

i2

x
2

N
N

Keterangan :
i2

= Varians

x2

= Jumlah kuadrat data

(x)2

= Jumlah data yang dikuadratkan

= Banyaknya data

E. Metode Analisis Data


1. Analisis Data Aktivitas
Untuk melihat rata-rata presentasi aktivitas yang dilakukan siswa dihitung
dengan rumus :
P

F
100%
N

Keterangan :
P

= Aktivitas siswa

= Jumlah siswa yang aktif

= Jumlah seluruh siswa

2. Analisis Hasil Belajar

14

Untuk mencari nilai rata-rata, tinggal menjumlahkan setiap skor dibagi


dengan banyaknya siswa yang memiliki skor. Dari pernyataan di atas maka rumus
yang digunakan untuk mendukung rata-rata kelas adalah sebagai berikut :
X

Ns
N

Keterangan
= Nilai rata-rata kelas

= Jumlah siswa yang mengikuti tes

Ns

= Jumlah nilai tes siswa

Presentasi ketuntasan siswa dihitung menggunakan rumus :


Y

R
100%
N

Keterangan :
Y

= Presentasi ketuntasan siswa

= Jumlah siswa yang mendapat nilai > 60

= Banyak siswa

F. Indikator Keberhasilan
1. Aktivitas meningkat tiap siklusnya, adapun aspek yang diamati sebagai
berikut :
a. Memperhatikan guru menerangkan > 90%.
b. Mencatat materi yang diajarkan > 90%.
c. Berdiskusi dalam kelompok > 80%.
d. Menjawab pertanyaan > 80%.
e. Mempresentasikan hasil diskusi > 80%.

15

2. hasil belajar siswa meningkat setiap siklusnya dan mencapai 70% dari Kriteria
Ketuntasan Belajar (KKM) > 60.

16

Anda mungkin juga menyukai