Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 3

SARAMONICA SIMARMATA
AKBAR SUSANTO
ILHAM MASRURUN
ALI MANSUR
BADRUL ASROI

7211411066
7211411080

7211411101
7211411112
7211411125

SIKLUS PRODUKSI
SIKLUS PRODUKSI ADALAH AKTIVITAS YANG TERKAIT DENGAN PENGOLAHAN BAHAN BAKU MENJADI
PRODUK JADI. TERDIRI ATAS: (1) PRODUCTION PLANNING AND CONTROL (TIPE DAN JUMLAH BARANG YANG
AKAN DIPRODUKSI) ; (2) PENGENDALIAN JUMLAH SEDIAAN ; (3) TRANSAKSI DAN PERISTIWA YANG TERKAIT
DENGAN PROSES PRODUKSI.

TUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI


Kelompok Asersi

Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi

Tujuan Audit terhadap Saldo Akun

Keberadaan atau Keterjadian

Transaksi manufaktur yang dicatat mencerminkan bahan baku, tenaga kerja Sediaan yang dicantumkan dalam neraca secara fisik
langsung, dan overhead yang dikonsumsi dalam produksi produk selama pada tanggal neraca.
periode yang diaudit.

Kos produk yang dijual mencerminkan kos produk yang


dikirimkan kepada costumer selama periode yang
diaudit.

Kelengkapan

Semua transaksi manufaktur yang terjadi selama periode yang diaudit telah Sediaan mencakup seluruh bahan baku, produk, dan
dicatat

bahan habis pakai yang ada pada tanggal neraca.


Kos produk yang dijual mencakup kos semua produk
yang dijual selama periode yang diaudit.

Hak dan Kewajiban

Entitas memiliki hak atas sediaan sebagai akibat transaksi manufaktur yang Entitas memiliki hak legal atas sediaan yang ada pada
tercatat dalam periode yang diaudit.

Penilaian atau alokasi

tanggal neraca.

Semua transaksi manufaktur telah dicatat dalam jurnal, ringkas, dan diposting Sediaan disajikan semestinya pada yang terendah di
ke dalam akun yang benar.

antara kos atau harga pasar pada tanggal neraca.


Kos produk yang dijual mencerminkan penerapan
metode kos yang konsisten.

Penyajian dan pengungkapan

Rincian transaksi manufaktur mendukung penyajian akun yang berkaitan dalam Sediaan dan kos produk yang dijual telah diidentifikasi
laporan keuangan, baik klasifikasinya maupun pengungkapannya.

dan diklasifikasi dengan semestinya dalam neraca.


Pengungkapan memadai telah dibuat berkaitan dengan
sediaan.

MANFAAT AUDIT SIKLUS PRODUKSI


DAPAT MEMBERIKAN GAMBARAN KEPADA PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TENTANG KETAATAN DAN
KEMAMPUAN FUNGSI PRODUKSI DAN OPERASI DALAM MENERAPKAN KEBIJAKAN SERTA STRATEGI YANG TELAH
DITETAPKAN.

DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI TENTANG USAHA-USAHA PERBAIKAN PROSES PRODUKSI DAN OPERASI YANG
TELAH DILAKUKAN PERUSAHAAN SERTA HAMBATAN-HAMBATAN YANG DIHADAPI.

DAPAT MENENTUKAN AREA PERMASALAHAN YANG MASIH DIHADAPI DALAM MENCAPAI TUJUAN PRODUKSI
DAN OPERASI SERTA TUJUAN PERUSAHAAN SECARA KESELURUHAN.

DAPAT MENILAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN STRATEGI PRODUKSI DAN OPERASI SERTA KEBUTUHAN
PERBAIKANNYA DALAM MENINGKATKAN KONTRIBUSI FUNGSI PRODUKSI TERHADAP PENCAPAIAN TUJUAN
PERUSAHAAN.

MATERIALITAS, RESIKO AUDIT, DAN


STRATEGI AUDIT
PENTING UNTUK MEMPERTIMBANGKAN TIMBULNYA KESALAHAN PENYAJIAN
DALAM LAPORAN KEUANGAN

TAHAP TAHAP AUDIT


BAYANGKARA (2008:178-180) MENYEBUTKAN TAHAP AUDIT PRODUKSI MELIPUTI:

AUDIT PENDAHULUAN
REVIEW DAN PENGUJIAN PENGENDALIAN MANAJEMEN
AUDIT LANJUTAN (TERINCI)
PELAPORAN
TINDAK LANJUT

PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN


PENGENDALIAN TERHADAP SIKLUS PRODUKSI

PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN


PENGENDALIAN TRANSAKSI MANUFAKTUR
1. Fungsi yang terkait
Nama Fungsi

Unit Organisasi Pemegang FungsiA

1. Fungsi Penjualan

Bagian Penjualan

1. Fungsi otorisasi produksi

Departemen produksi

1. Fungsi produksi

Bagian produksi

1. Fungsi perencanaan dan pengendalian produksi

Bagian Perencanaan dan Pengawasan produksi

1. Fungsi gudang

Bagian gudang

1. Fungsi akuntansi biaya

Bagian akuntansi biaya

1. Fungsi akuntansi umum

Bagian akuntansi umum

2. Dokumen yang Terkait


Transaksi

Dokumen Sumber

Dokumen Pendukung

Pemakaian bahan baku

Bukti permintaan dan pengeluaran barang gudang

Pengembalian barang ke gudang

Bukti pengembalian barang gudang

Pencatatan biaya tenaga kerja langsung

Bukti kas keluar

Rekap daftar upah


Kartu jam kerja

Pencatatan pembebanan biaya overhead Bukti memorial

pabrik
Pencatatan kos produk selesai
Pencatatan

biayan

overhead

Bukti memorial

Laporan produk selesai

pabrik Bukti permintaan dan pengeluaran barang -

sesungguhnya, biaya pemasaran, biaya gudang


administrasi & umum yang berasal dari
pemakaian barang gudang.
Pencatatan

biaya

sesungguhnya

biaya

overhead

pemasaran,

pabrik Bukti kas keluar

biaya

administrasi & umum yang berasal dari


pengeluaran kas

Rekap daftar gaji dan upah


Daftar gaji dan upah faktur dari pemasok.

3. Catatan akuntansi

JURNAL PEMAKAIAN BAHAN BAKU.


JURNAL UMUM.
REGISTER BUKTI KAS KELUAR.
KARTU KOS PRODUK.
BUKU PEMBANTU SEDIAAN.
BUKU PEMBANTU BIAYA.

4. Bagan Alir Sistem Informasi Akuntansi Manufaktur

PROSEDUR ORDER PRODUKSI.


PROSEDUR PERMINTAAN DAN PENGELUARAN BARANG GUDANG.
PROSEDUR PENGEMBALIAN BARANG GUDANG.
PROSEDUR PENCATATAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG.
PROSEDUR PRODUK SELESAI DAN PENCATATAN PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK. PROSEDUR PENCATATAN
BIAYA OVERHEAD PABRIK SESUNGGUHNYA, BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM, DAN BIAYA PEMASARAN. BIAYA
OVERHEAD PABRIK YANG SESUNGGUHNYA, BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM, DAN BIAYA PEMASARAN TERJADI
MELALUI BERBAGAI TRANSAKSI : PENGELUARAN KAS, PEMAKAIAN BARANG GUDANG, DEPRESIASI DAN DEPLESI
AKTIVA TETAP BERWUJUD, AMORTISASI AKTIVA TIDAK BERWUJUD, DAN TRANSAKSI TERPAKAINYA PERSEKOT
BIAYA. BERIKUT INI DIURAIKAN PROSEDUR PENCATATAN BERBAGAI BIAYA TERSEBUT YANG DIBAGI MENJADI 4
GOLONGAN :

o PROSEDUR PENCATATAN BIAYA OVERHEAD PABRIK YANG SESUNGGUHNYA, BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM, DAN BIAYA

PEMASARAN YANG BERASAL DARI PEMAKAIAN BARANG GUDANG.


PROSEDUR PENCATATAN BIAYA OVERHEAD PABRIK SESUNGGUHNYA, BIAYA ADMINISTRASI UMUM, DAN BIAYA PEMASARAN
YANG BERASAL DARI PENGELUARAN KAS DAN YANG MENGGUNAKAN REGISTER KAS KELUAR DAN JURNAL UMUM. DALAM
PEMBAYARAN GAJI DAN UPAH TENAGA KERJA TIDAK LANGSUNG, DIGUNAKAN AKUN ANTARA (CLEARING ACCOUNT) GAJI DAN
UPAH UNTUK MENJEMBATANI CATATAN DI DALAM REGISTER BUKTI KAS KELUAR DENGAN JURNAL UMUM.

5. Aktivitas Pengendalian yang Diperlukan dalam Transaksi Manufaktur

PEMISAHAN FUNGSI AKUNTANSI BIAYA DARI FUNGSI PRODUKSI, FUNGSI GUDANG, DAN FUNGSI YANG MENGANGGARKAN BIAYA.

BUKTI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN BARANG GUDANG DIOTORISASI OLEH KEPALA FUNGSI PRODUKSI YANG BERSANGKUTAN.

PENGGUNANAAN KARTU POS PRODUK UNTUK MENCATAT POS PRODUK YANG DIPRODUKSI.

SECARA PERIODIC DILAKUKAN REKONSILIASI KARTU BIAYA DENGAN AKUN CONTROL BIAYA DI DALAM BUKU BESAR.

PEMISAHAN FUNGSI GUDANG DARI FUNGSI PRODUKSI.


SURAT ORDER PRODUKSI DIOTORISASI OLEH KEPALA FUNGSI PRODUKSI.

DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN DAN DAFTAR KEGIATAN PRODUKSI DIBUAT OLEH FUNGSI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI DAN
DIOTORISASI OLEH KEPALA FUNGSI PRODUKSI.

KARTU JAM DIOTORISASI OLEH KEPALA FUNGSI PRODUKSI YANG BERSANGKUTAN.


PENGGUNAAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK UNTUK MEMBEBANKAN BIAYA OVERHEAD PABRIK KEPADA PRODUK.
BUKTI KAS KELUAR DIOTORISASI OLEH FUNGSI PEMBUAT BUKTI KAS KELUAR.
SURAT ORDER PRODUKSI, BUKTI PERMINTAAN DAN PENGELUARAN BARANG GUDANG, BUKTI KAS KELUAR, BUKTI MEMORIAL, BERNOMOR URUT
TERCETAK DAN PENGGUNAANNYA DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

PENGGUNANAAN LAPORAN PRODUK SESUAI UNTUK PENYERAHAN PRODUKSI SELESAI DARI FUNGSI KE FUNGSI GUDANG DAN UNTUK DASAR
PENCATATAN KOS PRODUK JADI DALAM BUKU PEMBANTU SEDIAAN.

PENGGUNAAN PANDUAN AKUN DAN PELAPORAN BIAYA PRODUKSI PADA WAKTU YANG TEPAT.

PENJELASAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP


TRANSAKSI MANUFAKTUR

MELAKUKAN PENGAMATAN TERHADAP PEMISAHAN FUNGSI AKUNTANSI DARI FUNGSI PRODUKSI, FUNGSI
PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA, DAN FUNGSI PENYIMPANAN GUDANG.

MENGAMBIL SAMPEL KARTU KOS PRODUK YANG PRODUKNYA TELAH SELESAI DIPRODUKSI.
MENGAMBIL SAMPEL KARTU BIAYA.
MEMERIKSA BUKTI DIGUNAKANNYA FORMULIR BERNOMOR URUT TERCETAK DAN PERTANGGUNGJAWABAN
PEMAKAIAN FORMULIR TERSEBUT.

MEMERIKSA ADANYA PENGECEKAN INDEPENDEN TERHADAP POSTING KE BUKU PEMBANTU DAN JURNAL.

PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN


PENGENDALIAN AKTIVITAS PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN
1. FUNGSI TERKAIT
FUNGSI PENGHITUNGAN FISIK.
FUNGSI AKUNTANSI BIAYA.
FUNGSI AKUNTANSI UMUM
2. DOKUMEN.
KARTU PENGHITUNGAN FISIK.
BUKTI MEMORIAL
DAFTAR HASIL PENGHITUNGAN FISIK.

3.CATATAN AKUNTANSI
BUKU PEMBANTU SEDIAAN.
JURNAL UMUM.

TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF


TERHADAP PERSEDIAAN
MEMPEROLEH KEYAKINAN TENTANG KEANDALAN CATATAN AKUNTANSI YANG BERSANGKUTAN DENGAN
SEDIAAN.

MEMBUKTIKAN ASERSI KEBERADAAN SEDIAAN YANG DICANTUMKAN DI NERACA DAN KETERJADIAN


TRANSAKSI YANG BERKAITAN DENGAN SEDIAAN.

MEMBUKTIKAN ASERSI KELENGKAPAN TRANSAKSI YANG BERKAITAN DENGAN SEDIAAN YANG DICATAT
DALAM CATATAN AKUNTANSI DAN KELENGKAPAN SALDO SEDIAAN YANG DISAJIKAN DALAM NERACA.

MEMBUKTIKAN ASERSI HAK KEPEMILIKAN KLIEN ATAS SEDIAAN YANG DICANTUMKAN DALAM NERACA.
MEMBUKTIKAN ASERSI PENILAIAN SEDIAAN YANG DICANTUMKAN DI NERACA.

PENGUJIAN SUBSTANSI TERHADAP SALDO


PERSEDIAAN

PERMASALAHAN DALAM AUDIT PERSEDIAAN

DALAM MELAKUKAN PENGUJIAN SUBSTANSI PERSEDIAAN, AUDITOR AKAN MENGHADAPI BERBAGAI MASALAH-MASALAH YANG BERSIFAT SPESIFIK.

AUDITOR TIDAK AKAN MENGETAHUI SECARA DETAIL MENGENAI KUALITAS DAN KUANTITAS BARANG-BARANG YANG DISIMPAN DI GUDANG KLIEN. KONSEKUENSI
DARI KELEMAHAN TERSEBUT MAKA AUDITOR MELAKUKAN LANGKAH-LANGKAH BERIKUT ;

MEMPEROLEH JASA PROFESI LAIN DARI KLIEN MENGENAI KEBENARAN BARANG-BARANG YANG DISIMPAN DI GUDANG KLIEN. WUJUDNYA ADALAH SURAT PERNYATAAN MENGENAI
KEBERADAAN BARANG-BARANG YANG DISIMPAN DI GUDANG KLIEN.

AKUNTAN HARUS MELAKUKAN PENGAMATAN TERHADAP PROSEDUR PENGHITUNGAN FISIK BARANG-BARANG YANG DISIMPAN DI GUDANG KLIEN.

BARANG-BARANG YANG MASUK KATEGORI PERSEDIAAN KLIEN DAPAT DISIMPAN DAN BERADA DIMANA-MANA TIDAK TERBATAS DALAM GUDANG KLIEN SAJA.
MISALNYA :

PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN YANG BERADA DALAM SATU KONSYINYASI. SERINGKALI KLIEN MENGAKU BARANG KONSINYASI SEBAGAI BARANG MILIK KLIEN, MAKA DISAJIKAN
DALAM NERACA SEBAGAI PERSEDIAAN PIHAK KLIEN.

PERSEDIAAN BARANG DALAM PROSES PENGIRIMAN (BARANG IMPOR MAUPUN EKSPOR). TERHADAP BARANG-BARANG YANG MASIH DALAM PROSES PENGIRIMAN AKAN SANGAT
DIPENGARUHI OLEH PERJANJIAN PENGIRIMAN DENGAN PIHAK PEMBELI / PENJUAL.

PERSEDIAAN BARANG YANG DISIMPAN DI GUDANG PIHAK LAIN ( MISAL DISIMPAN DI GUDANG PELABUHAN).
PERSEDIAAN BARANG YANG MASIH DALAM PROSES PRODUKSI. UNTUK MENGETAHUINYA AKUNTAN HARUS MELAKUKAN ANALISIS ARUS MASUK BAHAN-BAHAN DAN KELUARNTA
PRODUK JADI DARI DEPARTEMEN PRODUKSI.

PENENTUAN RISIKO DETEKSI


DALAM MENENTUKAN RISIKO DETEKSI YANG DAPAT DITERIMA, AUDITOR HARUS MELAKUKAN IDENTIFIKASI
TERHADAP SETIAP GOLONGAN TRANSAKSI YANG BERPENGARUH PADA REKENING PERSEDIAAN. TRANSAKSITRANSAKSI YANG TERBENTUK OLEH AKTIVITAS PERSEDIAAN ADALAH PEMBELIAN BAHAN DAN PENJUALAN
PRODUK JADI. DENGAN MEMPERHATIKAN HAL TERSEBUT, AUDITOR HARUS MEMPERTIMBANGKAN ADANYA
RISIKO MELEKAT DAN RISIKO PENGENDALIAN UNTUK SETIAP PENGUNGKAPAN SALDO PERSEDIAAN. FAKTORFAKTOR YANG MEMUNGKINKAN TIMBULNYA RISIKO SALAH SAJI MAUPUN ADANYA UNSUR KESENGAJAAN
DALAM ASERSI SALDO PERSEDIAAN HARUS DIPERTIMBANGKAN.

PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN

PROSEDUR AUDIT AWAL

LAKUKAN PROSEDUR AUDIT AWAL ATAU SALDO AKUN SEDIAAN YANG


AKAN DIUJI LEBIH LANJUT :

LAKUKAN REVIEW TERHADAP MUTASI LUAR BIASA DALAM JUMLAH


DAN SUMBER POSTING DALAM AKUN.

PROSEDUR ANALITIK

LAKUKAN PROSEDUR ANALITIK.


HITUNG RATIO BERIKUT INI :

TINGKAT PERPUTARAN SEDIAAN


RATIO LABA BERSIH DENGAN SEDIAAN
RATIO SEDIAAN DENGAN VOLUME PENJUALAN YANG DIHARAPKAN.

USUT SALDO SEDIAAN YANG TERCANTUM DI NERACA KE SALDO AKUN


SEDIAAN YANG BERSANGKUTAN DI BUKU BESAR.
HITUNG KEMBALI SALDO AKUN SEDIAAN DI BUKU BEUSAR.

PENGUJIAN TERHADAP TRANSAKSI RINCI

MELALUI PENGUJIAN, LAKUKAN PEMERIKSAAN ATAS DOKUMEN


PENDUKUNG TRANSAKSI YANG DICATAT DALAM AKUN SEDIAAN.
LAKUKAN PENGUJIAN PISAH BATAS TRANSAKSI YANG BERKAITAN
DENGAN SEDIAAN

PENGUJIAN TERHADAP SALDO AKUN RINCI

LAKUKAN PENGAMATAN TERHADAP PENGHITUNGAN FISIK SEDIAAN.


KONFIRMASI SEDIAAN YANG BERADA DI TANGAN PIHAK LUAR.
PERIKSA PERJANJIAN KONSINYASI

VERIFIKASI PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN


BANDINGKAN PENYAJIAN SEDIAAN DENGAN PRINSIP AKUNTANSI
BERTERIMA UMUM

PERIKSA KLASIFIKASI SEDIAAN DI NERACA


PERIKSA PENGUNGKAPAN YANG BERSANGKUTAN DENGAN SEDIAAN
LAKUKAN ANALITYCAL REVIEW TERHADAP SEDIAAN.

DAMPAK TERHADAP LAPORAN AUDITOR


APABILA PERUSAHAAN SUDAH DIAMATI DAN DIOBSERVASI, AUDITOR AKAN MENGELUARKAN LAPORAN
AUDIT STANDAR. HAL INI JUGA DIPERBOLEHKAN JIKA AUDITOR MENGGUNAKAN PENGUJIAN SUBSTANTIVE
ALTERNATIVE UNTUK MEMVERIFIKASI PERSEDIAAN AWAL. AKAN TETAPI, APABILA BUKTI YANG MENCUKUPI
BELUM DIPEROLEH SEHUBUNGAN DENGAN PERSEDIAAN AWAL ATAU AUDITOR TIDAK BISA MENGAMATI
PERHITUNGAN PERSEDIAAN AKHIR, MAKA AUDITOR DILARANG UNTUK MENGELUARKAN LAPORAN AUDIT
STANDAR