Anda di halaman 1dari 70

BAHAN AJAR

METODE PENELITIAN
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO

Mustofa, ST., Grad.Dipl.Eng., M.Eng.


Ir. Tadjuddin Hamdany, MT.

RENCANA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

MATA KULIAH
KODE/SKS
PROGRAM STUDI
SEMESTER
DOSEN

: METODE PENELITIAN
: TE 637 02 / 2 SKS
: STRATA SATU (S1) TEKNIK ELEKT
: VII (TUJUH)
: Mustofa, ST., Grad.Dipl.Eng., M.Eng.

RENCANA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

Matakuliah
Semester
Program Studi
Dosen Pengampu

: Metode Penelitian (2 sks)


: VII (tujuh)
: Strata Satu (S1) Teknik Elektro
: Mustofa / Tadjuddin Hamdany

I. Deskripsi Perkuliahan
Matakuliah ini menyajikan pengertian penelitian yang salah dan benar serta proses awal pen
sitasi sumber primer pada latar belakang, perumusan masalah dan proses penulisan judul p
penyusunan teori dasar dan tinjauan pustaka dan perbedaan antara sitasi latar belakang dan
perbedaan rencana dan metode penelitian; etika penelitian & jenis-jenis penelitian; teknik m
menghindari plagiat; format penulisan dan teknik pembuatan proposal penelitian.

II. Tujuan Perkuliahan


Kompetensi Umum
Setelah berakhirnya perkuliahan ini diharapkan mahasiswa mampu: (1) melakukan langkah-l
terutama mengidentifikasi masalah penelitian yang bukan masalah pribadi (2) mengemban
rumusan masalah untuk memutuskan judul penelitian yang tepat (3) menulis hypothesis ata
mengembangkan sitasi sumber primer yang kritis dalam tinjauan pustaka (4) memilih meto
dan (5) menulis proposal sesuai format baku yang terhindar dari unsur kutipan kategori penci

Matakuliah ini dibina oleh tim dosen secara bergantian. Pembelajaran yang dikembangkan
menerapkan student centered learning dengan metode active learning antara lain: discovery le
cooperative learning ditambah dengan bentuk:
1. Penugasan secara kelompok sebanyak 2 orang mahasiswa dan presentasi atas proposal pe
melakukan proses pemilihan topic dan penyusunan proposal itu.
2. Penugasan secara individual melalui penelusuran dan review sumber primer artikel hasil p
yang terkait dengan topiknya.

IV. Evaluasi Pembelajaran


Kriteria:
1. Kriteria evaluasi tugas kelompok dan perorangan dari aspek tingkat kedalaman dan rele
dan penulisan teknik kaitannya dengan; kesesuaian masalah dengan rumusan masalah
masalah dengan hypothesis dan judul penelitian, judul dengan metodologi penelitian d
dan tinjauan pustaka yang terkini.
2. Kriteria hasil evaluasi tugas individu adalah dari aspek: relevansi topik dan masalah pen
jenis pustaka yang disitasi, sikap kritis terhadap sitasi sumber primer yang ditulis, alasa
penelitian, proposal penelitian yang sesuai format dan lepas dari penciplakan.
3. Presentasi kelompok ditinjau dari: teknik penyajian, cara menanggapi saran, pertanyaan d
V. Hasil Evaluasi:

Hasil evaluasi merupakan kumulatif dari jumlah kehadiran, penyelesaian tugas kelompok, tugas
dan Akhir Semester (Presentase Proposal Penelitian), dengan bobot: kehadiran 10%, tugas ind

Kelulusan pada Mata Kuliah ini diharapkan mahasiswa memperoleh nilai Minimal C (skor 65):

Mahasiswa akan memperoleh nilai akhir kuliah jika hadir mengikuti perkuliahan minimal 80 %
mengumpulkan tugas individu dan kelompok tepat waktu sesuai dengan yang disepakati, mengi
semester & mengikuti asistensi kelompok proposal penelitian dan presentase proposal itu sesuai

Kegiatan Perkuliahan
Minggu
Ke-

Kemampuan Akhir yang


harapkan (Kompetensi)

Bentuk
Materi Pembelajaran

Kriteria Pen

Pembelajaran

mampu mengapresiasi, dan


mengerti tentang substansi
materi kuliah metode penelitian

Pengantar Kuliah
(deskripsi singkat
pentingnya metode
penelitian

Kuliah

Respons
pemapara

Mampu menganalisis arti


penelitian yang salah dan benar
serta proses awal penelitian

Pengertian yang salah dan


benar tentang penelitian,
teknik pemilihan masalah
dan rumusan

Discovery
learning,
penugasan dan
diskusi

ketepatan
penelitian
serta keco
rumusann

mampu mempresentasekan sitasi


literatur pd latar belakang &
tinjauan pustaka, mampu membandingkan s.primer & sekunder

Topik/masalah penelitian,
metode yang digunakan
dan hasil yang diperoleh

Inquiry
learning dan
diskusi

substansi
dipilih da
terhadap

mampu menganalisis masalah


menjadi rumusan masalah & bisa
mengurai menjadi judul pnelitian
yang tepat dari rumusan masalah

Indentifikasi masalah pada


isi latar belakang, konsep
penulisan rumusan
masalah

Inquiry
learning dan
diskusi

kecocoka
kalimat-k
masalah
pemenuh

mampu menggambar

Perbedaan mendasar

Kuliah dan

argument

mampu mengimplementasikan
arti etika penelitian dan plagiat
nol bagi seorang peneliti

7
8 - 13
14

Ujian Tengah Semester (UTS)


Mampu menulis proposal
penelitian sesuai kaidah ilmiah
Ujian Akhir Semester (UAS)

Teknik parafrase dan


bukan parafrase

Ujian Tulis
Format penulisan proposal
Presentasi proposal secara
lisan dan kelompok

Discovery
learning ,
Penugasan dan
diskusi
Materi kuliah
pminggu 1 s.d.
6
Small Group
Discussion
Presentase dan
tanya jawab

substansi
peneliti d
kritis

menjawa

substansi
proposal i
ketepatan
kerjasama
menjawa
seminar p

Catatan:

Buku sumber yang menjadi rujukan untuk mata kuliah ini seperti yang ada di Silabus, disamping
dikembangkan oleh mahasiswa secara mandiri, terutama hasil-hasil penelitian yang relevan, sert
jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional

SILABUS
Nama lembaga
Nama/Kode Mata Kuliah
Jumlah SKS/Semester
Dosen Pengampu
Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar
1.

Mendefinisikan
penelitian
yang
salah dan benar
serta langkah dasar
melaksanakan
penelitian

1.

2.

3.

: Prodi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tadulako


: Metode Penelitian / TE 637 02
: 2 / VII
: Mustofa, ST., Grad.Dipl.Eng., M.Eng.
Ir. Tadjuddin Hamdany, MT.
: Mampu merancang/mendesain penelitian sesuai kaidah ilmiah
bentuk proposal penelitian yang runut dan menarik dibaca
Materi Pokok/
Pembelajaran
Pengertian yang
salah tentang
penelitian
Pengertian yang
benar tentang
penelitian
Langkah dasar
penelitian

Kegiatan
Pembelajaran
1. Menuliskan
bentuk-bentuk
aktivitas yang
salah tentang
penelitian
2. Menuliskan
bentuk-bentuk
aktivitas yang
benar tentang
penelitian
3. Menemukan
contoh masalah
yang layak dan
tidak layak
dijadikan
rumusan
masalah dan
menentukan
judul
penelitiannya

Indikator
1. Membedakan pengertian
dan langkah yang salah
dan
benar
tentang
penelitian.
2. Mengidentifikasi berbagai
masalah yang bisa dan
tidak bisa jadi topik
penelitian
3. Menulis judul penelitian
sesuai persyaratan

Penila

1. Mengerja
tugas 1 p
pembelaj
dengan p
yang tepa
2. Keterliba
diskusi

2.

Menyusun
review 1. Teori dasar sesuai
literature
yang
review literatur
terkait dengan topik 2. Teknik penulisan
penelitian
tinjauan pustaka
3. Merumuskan
masalah penelitian
dari tinjuan pustaka
4. Teknik pengutipan
dalam isi tulisan dan
dalan tinjauan
pustaka
5. Perbedaan tinjauan
pustaka dengan
daftar pustaka

1. Menelusuri
berbagai sumber
pustaka di
Perpustakaan &
Internet
2. Menulis
ringkasan
literature yang
direview sesuai
rumusan
masalah dalam
tabel tinjauan
pustaka
3. Menuliskan
kalimat-kalimat
dalam alinea
tinjuan pustaka

1. Mahir menggunakan
katalog perpustakaan
untuk mendapatkan artikel
jurnal ilmiah & referensi
lainnya
2. Mahir memanfaatkan
search engine di Website
tertentu untuk
mendapatkan
rujukan/artikel ilmiah
3. Menulis kutipan artikel
yang benar
4. Menulis alinea tinjauan
pustaka

1. Tabel tin
pustaka
dari sum
variatif d
terutama
primer (a
jurnal ilm
2. Teknik ku
ide/pend
yang ben
3. Alinea-al
tinjauan
terurai d
kalimat y
tepat

3.

Mengkonstruksikan 1.
rencana penelitian
(planning of the 2.
research project)

Visibilitas data
penelitian
Kriteria projek
penelitian
Desain penelitian

1. Memilih masalah
penelitian yang
visibel
2. Menguraikan
garis besar
rencana
penelitian

1.

Menerapkan desain
penelitian dalam bentuk
jadwal kegiatan penelitian

1. Tes tulisa
2. Quiz

Tipe data: tertulis


dan pengamatan

1. Membedakan
jenis-jenis data

1.

Menguraikan jenis data


tertulis dan data hasil

1. Tanya-ja
2. Diskusi

3.

5.

Membandingkan
antara
rencana

1.

6.

Menyadari standar
Etika Penelitian dan
Mereproduksi

1. Etika Penelitian
2. Metode Penelitian
Kualitatif
Metode Penelitian
Kuantitatif

1.

Merinci
standar etika
penelitian
seorang peneliti

3.

Membiasakan
melakukan penelitian
dengan standar etika
Methods,

1. Quis
2. Diskusi
Research M

UJIAN TENGAH SEMESTER


7.

Menulis
proposal 1.
penelitian
sesuai
format ilmiah
2.
3.

4.

8.

Mempresentasekan

1.

Karakteristik
sebuah proposal
Isi dan organisasi
proposal
Kekurangan yang
sering ditemukan
dalam penulisan
proposal
Saran perbaikan
proposal

1. Mendiskusikan
topik proposal
yang ingin ditulis
2. Mengelaborasi
topik proposal

1.

3.

Merangkum teknik
penulisan ilmiah
Memproduksi proposal
penelitian
Merevisi tulisan proposal

Presentase per

1. Show and Tell

1.

Mempresentasekan hasil

2.

1.Asistensi
penelitian
2. Diskusi

UJIAN AKHIR SEMESTER (Laporan Proposal)

BAB I
PENDAHULUAN

APAKAH PENELITIAN ITU DAN LANGKAH DASARNYA?


1. Pengertian yang salah tentang Penelitian
Penelitian atau riset (research) terkadang membingunkan
sebagian mahasiswa yang sedang mengerjakan Skripsi atau Tugas
Akhir. Bisa saja apa yang sudah pernah dilakukan, misalnya
membaca beberapa buku dan sumber informasi lainnya di
perpustakaan

tentang

pengertian

nano

technology

kemudian

mengumpulkan informasi itu dalam sebuah tulisan makalah, sudah


dianggap melakukan penelitian. Atau mencari tahu teknik rancang
bangun mesin pemipil jagung yang mendapatkan informasi jumlah
komponen-komponen mesinnya, jenis dan pemilihan material serta
besarnya biaya, dan mencatatnya dalam sebuah laporan, sudah
dianggap melakukan penelitian. Ini bukan penelitian, tapi hanya
bagian dari penelitian dalam mengumpulkan data atau informasi dan
teknik pengutipan referensi.
Lebih jelas pengertian yang salah tentang penelitian ada 2
komponen utama berikut masing-masing penjelasannya, yaitu:
a. Hanya mengumpulkan data atau informasi;
Sudah jelas di atas
b. Hanya memindahkan data atau informasi ke tempat yang
berbeda;
Sebagai contoh seorang mahasiswa mengumpulkan data atau
informasi dari sumber yang berbeda tentang sebab dan
implikasi konsumsi kendaraan berbahan bakar jenis Premium

di kalangan masyarakat menengah ke atas. Kemudian


mahasiswa itu mengutip beberapa sumber dan melaporkannya
dalam laporan makalah. Yang dilakukan mahasiswa tersebut
bukan penelitian, tapi hanya memindahkan data atau
informasi ke tempat yang berbeda. Akan menjadi sebuah
langkah awal penelitian, jika memberikan interpretasi atas
data atau informasi yang terkumpul dengan mengatakan
misalnya bahwa kecenderungan masyarakat pada semua
tingkat penghasilan menggunakan bahan bakar premium pada
kendaraannya karena faktor budaya, murah harganya dan
belum ada jenis bahan bakar lain yang lebih murah dan
mudah diperoleh selain premium.

2. Pengertian yang benar tentang Penelitian


Menurut Lin (2000) penelitian adalah:
a. Skema keseluruhan kegiatan ilmiah di mana para ilmuwan
terlibat untuk menghasilkan pengetahuan baru.
b. Investigasi sistematis, terkontrol, empiris, dan kritis dari suatu
hipotetis tentang hubungan yang dianggap fenomena alam.
c. Penelitian tidak selalu sistematis dan tidak selalu terkontrol.
d. Penelitian yang lebih sistematis dan terkontrol akan semakin
baik, tapi penelitian kurang sistematis dan terkontrol masih
dianggap penelitian.
e. Penelitian adalah proses penting untuk bertanya dan mencoba
untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan dunia.
Pengertian penelitian yang lain sesuai pendapat Leedy (1997)
seperti pada siklus berikut:

Gambar 1.1 Siklus Penelitian

Pada poin a. mengandung pengertian bahwa penelitian berawal


dari suatu masalah yang belum terjawab secara ilmiah tapi terjawab
secara hipotesis. Misalnya, kenapa si Badu dalam kelasnya selalu
duduk dibangku bagian depan? Secara hipotesis jawabannya
mungkin adalah supaya lebih enak guru di dengar penjelasannya.
Jawaban ini belum tentu benar karena belum dilakukan ekplorasi
secara lengkap dan ilmiah alasannya. Perlu dilakukan penelitian
untuk kevalidan jawabannya.

Jadi pengertian penelitian adalah upaya yang sistematis, logis, dan


metodologis yang bertujuan untuk mengidentifikasikan, mendeskripsikan,
mengeksplanasikan, dan memprediksikan fenomena dengan menganggap
fenomena itu sebagai sekumpulan variabel atau hubungan antarvariabel.

LANGKAH DASAR PENELITIAN


1. Masalah atau peluang penelitian
Bagian ini sangat penting karena penelitian berawal karena ada
masalah, dan masalah penelitian bisa dirumuskan berarti setengah
penelitian sudah berlangsung. Syarat masalah utamanya adalah
menarik dan sesuai dengan kualifikasi peneliti.

2. Dimanakah masalah atau peluang penelitian ditemukan?


Masalah itu ada dimana-mana yang di bagi menjadi 2 bagian:
a. Masalah pribadi, misalnya bagaimana caranya bergaul
dengan mertua, bagaimana caranya ngomong dengan boss
supaya gaji bisa dinaikkan.
b. Masalah

yang

dimaksud

sebenarnya

adalah

masalah

penelitian yang bisa muncul dari pikiran sendiri atau orang


lain yang di dukung dengan referensi yang cukup,
aktual/kebaruan, layak dan realistis.

Contoh masalah penelitian adalah adanya gejala penurunan


kepuasan kerja karyawan, dimana penjualan suatu produk
menurun padahal biaya promosi meningkat setiap tahunnya.
Dengan kata lain, fakta yang ada sudah menyimpang dari
harapan yang seharusnya.

Contoh peluang, adanya pasar lain yang potensial yang


belum dimanfaatkan.

Intinya, masalah penelitian secara jelas dapat ditemukan


atas hasil survei di perpustakan atau internet yang sumber
utamanya dari artikel ilmiah yang diterbitkan secara berkala
pada bidang yang akan diteliti. Jadi bukan buku, karena proses
penerbitan

buku

memakan

waktu

yang

lama

sehingga

informasinya bisa ketinggalan atau tidak terbarukan dengan


kekinian masalah penelitian. Penemuan masalah dari artikel
jurnal terbaru, terutama jurnal Internasional, menjadi bahan yang
esensial dalam menulis isi Latar Belakang pada pengajuan
proposal dan format laporan penelitian yang posisinya pada
alinea-alinea terakhir di latar belakang. Syarat permasalahan
harus bisa diidentifikasi sebagai kesenjangan antara fakta dan
harapan, antara trend ilmu tertentu dengan keinginan untuk
investigasi lanjutan atau keingintahuan peneliti.

Secara teoritis masalah penelitian dibagi dalam 2 tingkatan:


a. Masalah penelitian yang bertujuan meningkatkan ilmu
pengetahuan.
b. Masalah penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki
kuailitas hidup.

3. Masalah yang Bukan Masalah Penelitian


Ada juga masalah yang tidak layak jadi penelitian, yaitu:

a. Sekedar

untuk

mencapai

pengetahuan

pribadi

(self-

enlightenment), misalnya keingintahuan mempelajari cara


memelihara ayam ras.
b. Membandingkan

dua

pasangan

data,

misalnya

membandingkan peningkatan mahasiswa baru di Fakultas


Teknik dan MIPA di Universitas Tadulako pada kurun waktu
2000 s.d. 2012. Ini bukan masalah penelitian karena tinggal
mentabulasi datanya.
c. Membutuhkan jawaban Ya atau Tidak, misalnya apakah
asistensi mata kuliah bermanfaat bagi mahasiswa?

4. Rumusan Masalah
Rumusan masalah sebagai inti dari suatu penelitian atau disebut
'the heart of research' yang terungkap setelah melakukan investigasi
intensif di beberapa sumber, terutama perpustakaan, ditulis dengan
cara:
a. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, tapi untuk strata
Master dan Doctorate rumusan masalah sudah terungkap
dalam beberapa sitasi di latar belakang, sehingga berikutnya
langung kepada tujuan penelitian.
b. Rumusan masalah menjadi dasar membuat Tujuan, Hipotesis,
Analisis Data dan Kesimpulan.
Hipotesis: menuntun peneliti untuk melokalisasi data dan
membantu mencari solusi dari rumusam masalah.
(selengkapnya di Gambar 1)
c. Terurai dalam beberapa sub masalah jika masalah itu terlalu
luas dan kompleks dijawab tanpa membaginya dalam sub

masalah, kecuali untuk tingkatan Master Theses dan


Doctorate Disertation.
d. Mengandung variabel bebas (independent variable) dan
terikat (dependent variable)
e. Berimplikasi kepada ketersedian data, dana, waktu, tenaga
dan sarana prasarana.
Contoh rumusan masalah dari point masalah penelitian di atas
dapat ditulis sebagai berikut:
Menggunakan desain deksriptif yang sulit dihipotesiskan;
menganalisis aspek-aspek kepuasan kerja karyawan dan
karyawati bagian penjualan sepatu di PT. X.
Menggunakan desain kausal yang mudah dihipotesiskan;
menganalisis pengaruh biaya promosi terhadap penjualan
produk sepatu di PT. X.

Setelah bagian rumusan masalah sudah fix disusun, maka langkah


berikutnya adalah merumuskan tujuan penelitian.

5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah apa yang ingin dicapai dari penelitian
tersebut yang harus terurai secara logis dan sistematis sesuai dengan
perumusan masalah penelitian yang diteteskan dari latar belakang.
Kata kerja aktif yang digunakan dalam tujuan penelitian mengandung
unsur; terukur, spesifik, dan operasional dilakukan. Sebaiknya tujuan
penelitian disusun sesuai jumlah rumusan masalah yang diangkat.

6. Manfaat Penelitian

Mendeskripsikan manfaat yang akan diperoleh setelah tujuan


tercapai. Manfaatnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta
kemaslahatan ummat yang lebih luas. Uraiannya bisa dalam bentuk
alasan kelayakan atas topik yang akan diteliti sehingga mempertegas
pentingnya penelitian tersebut. Manfaat akan lebih terarah dan
terukur cakupannya setelah tujuan penelitian tercapai atau laporan
penelitian akan dibuat.

7. Batasan Masalah
Batasan masalah sangat penting untuk menghasilkan ketajaman
kesimpulan yang akan diperoleh pada akhir tulisan. Penelitian bisa
dianalogkan dengan 'menambal' kain yang banyak sobeknya dengan pola
sobekan yang beda-beda. Oleh karena luasnya dan banyaknya pola
bagian yang sobek tadi, maka perlu dibatasi pola sobekan yang ingin
ditambal

untuk

kualitas

pengerjaan

yang

baik

dan

bisa

dipertanggungjawabkan akibat keterbatasan ruang, waktu dan sampel


sobekan. Begitu kira-kira arti filosopis batasan masalah disini.
Jika sampai pada tahap batasan masalah, maka langkah
selanjutnya yang paling baik adalah menetapkan judul penelitian.
Judul penelitian harus mengandung unsur; variabel bebas, variabel
terikat dan ada materi penelitian atau objeknya. Judul penelitian
merupakan gerbang penelitian yang mengarahkan peneliti dan
membuat pembaca menjadi tertarik dan bisa jadi mendatangkan
sponsor dari industri atau institusi untuk pemanfaatan dan
pengembangannya (Reseach & Development).

Tugas 1.
A. Buat kelompok dengan masing-masing 2 orang mahasiswa
B. Bedah pengertian Gambar 1 dan buat 2 contoh masalah yang bisa
dijadikan penelitian sesuai pemahaman dan pengalamannya,
kemudian tulis hipotesinya.
C. Tulis judul penelitiannya.

Tak ada penelitian tanpa masalah. Tak ada kehidupan tanpa


masalah, karena kehidupan dikelilingi oleh masalah. Besar kecilnya
masalah tergantung cara pandangnya. Selesaikan jika menghadapi
masalah secara logis, sistematis dan pendekatan yang tepat. Tapi
hindari mencari-cari masalah dan jangan hidup menjadi masalah bagi
orang lain, alam dan mahluk hidup yang lain.

BAB II
TEORI DASAR, TINJAUAN PUSTAKA DAN
DAFTAR PUSTAKA

TEORI DASAR
Jika berhubungan dengan teori yang sumbernya dari buku teks dan
buku on-line, maka disebut teori dasar sebagai teori yang digunakan dalam
penelitian. Teori ini bisa berbentuk persamaan matematika dan pendapat
ilmiah yang dasar (basic idea). Bagian ini penting untuk meletakkan
kerangka dasar yang lengkap tentang konsep dan prinsip atau hukumhukum yang akan digunakan untuk solusi masalah penelitian tersebut.
Tahun penerbitan buku tersebut dipilih yang edisi terakhir karena
didalamnya termuat tambahan-tambahan dan revisi edisi sebelumnya yang
bermanfaat sebagai teori dasar. Teknik pengutipan tidak digunakan untuk
referensi dari buku jikalau itu sudah jadi persamaan matematika yang
umum dan atau pendapat umum.

Tujuan utama teori dasar adalah:


konsep atau variabel.

dari temuan yang diperoleh dari suatu penelitian.

TINJAUAN PUSTKA
Untuk mendukung ide topik penelitian yang diajukan, maka
diperlukan pemikiran dan hasil penelitian, hasil eksperimen dan sitasi
penelitian sebelumnya yang sebaiknya dari sumber yang ada hubungannya

dengan materi penelitian dan terbaru (maksimum 10 tahun terakhir) dari


jurnal-jurnal ilmiah, skripsi, thesis, seminar, diskusi-diskusi ilmiah baik
cetak maupun elektronik. Berbeda dengan latar belakang dimana sitasi
yang ditampilkan adalah sitasi primer (artikel jurnal ilmiah terbaru) yang
terkait langsung dengan materi penelitian yang diajukan, sementara pada
tinjauan pustaka adalah gabungan sitasi pada latar belakang tersebut dalam
format tulisan yang tidak sama persis, dengan sitasi dari berbagai sumber
seperti jurnal ilmiah, buku dan proceeding (review the related literatures).
Sitasi atau rujukan dari berbagai sumber review di atas, dicantumkan
nama penulis dan tahun terbitnya untuk menghindari teknik copy-paste
(plagiat/plagiarism) yang bisa disebut sebagai kejahatan akademik
(academic crime). Bukan hanya nama dan tahunyang ditulis, tapi juga
teknik paraphrase (menformat ulang tulisan asli yang dikutip tanpa
mengubah ide utamanya) atau menulis dengan kata-kata sendiri, penting
diketahui. Paraphrase ini membutuhkan kemampuan (skill) tertentu
sehingga perlu dipelajari dan dipraktekkan sebelum diaplikasikan. Harus
diingat bahwa tinjauan pustaka yang dimasukkan adalah yang benar-benar
terkait dan mutakhir dengan topik penelitian yang diajukan.
Tinjaun pustaka bisa dikatakan sebagai bentuk hipotesis atau kalimat
pernyataan untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang akan
dilakukan. Hipotesis ini diperoleh setelah membandingkan minimal 2
sumber tulisan jurnal atau majalah ilmiah sehingga cela atau gap
ditemukan. Hipotesis ini perlu divalidasi dengan data-data empiris dari
hasil rancang bangun, desain, eksperimen atau simulasi. Jadi penulis harus
memiliki sikap kritis membaca hasil penelitian itu apakah pros
(mendukung) atau cons (menolak). Baik pros dan cons, harus di backup
dengan hasil pemikiran/tulisan ilmiah lainnya sebagai bentuk komparasi
dinamis dalam penulisan tinjauan pustaka.

11

Ada istilah yang perlu dibedakan pemahamannya secara mendasar


antara sikap kritis dan sikap kritik. Sikap kritis berimplikasi pada sikap
positif pada karya ilmiah karena memberikan nilai tambah terhadap hasil
temuan dan pendapat para peneliti dengan adanya dukungan atau
sanggahan berdasar pada fakta empiris dari peneliti lainnya. Intinya sikap
kritis adalah justifikasi objektif terhadap hasil temuan dalam artikel ilmiah
yang memperlihatkan 'kekayaan' rujukan dan pengetahuan umum penulis
sebagai jembatan untuk mengembangkan topik penelitiannya secara jujur
dan ilmiah. Dilain pihak, istilah sikap kritik pada sebagian masyarakat
Indonesia dikonotasikan sikap negatif yang cenderung subjektif melihat
siapa penulis artikel atau sumber rujukan itu. Kalaupun terkait terhadap isi
tulisan seseorang, maka tanggapan atas pendapat orang itu lebih
berimplikasi menyudutkan atau negatif sama sekali. Ini yang harus
dihindari pada konteks karya ilmiah.
Untuk memperjelas bagaimana menulis tinjaun pustaka termasuk sikap
kritis atas suatu tulisan, berikut ini akan disajikan beberapa contoh gaya
penulisan dalam bentuk potongan-potongan kalimat atau alinea yang
ditulis mengikuti sistem Harvard:

u (Jones & Chan 1991) menunjukkan bahwa prosedur


pengujian adalah tidak lengkap. Dalam arti dibutuhkan lebih banyak
data-data pendukung yang membuktikan keunggulan metode mereka.
Olehnya, pada penelitian ini ..
dan Tan (1992) pada artikel
yang berbeda tapi pada topik yang sama, semuanya sependapat bahwa
..

12

bahwa atau
Tan (1992), dalam laporan studi Marini, menyatakan bahwa ..atau
Marini (Tan 1992) menyatakan bahwa
Teknik penulisan kutipan dalam kutipan di atas seperti Marini (Tan
1992) dan sejenisnya di atas dibolehkan dalam laporan Skripsi, Thesis atau
Disertasi, tapi tidak layak pada penulisan artikel jurnal ilmiah, melainkan
langsung mengutip ke sumbernya (pustaka primer). Metode penulisan
artikel jurnal ilmiah akan dibahas pada tempat yang berbeda, insha Allah.

dilanjutkan oleh Subhan dkk (2006) dengan melakukan modifikasi


pada setelan bantalan poros pemutar roda gigi parutan, semua
sependapat bahwa .

Sulteng kolom Opini, dia berpendapat bahwa Dajjal sebenarnya sudah


ada perangkatnya saat ini tetapi banyak yang belum menyadarinya.
cakram (disk brake) sama
dengan konstruksi kopling (clutch). Bedanya terletak pada poros
penggerak dan yang digerakkan di kopling, sementara pada rem,
'poros' itu digantikan dengan komponen yang terpasang dan sudah fiks.
Hanya dengan sedikit modifikasi, kopling bisa diubah menjadi rem
cakram (Juvinal et al, 2000).

13

proses; pengereman dengan mesin dan pengereman dengan rem itu


sendiri seperti pedal, tromol dan kanvas rem. Mesin tidak bisa
menghentikan putaran roda-roda mobil tapi hanya mengurangi
kecepatannya, maka sistem rem yang bekerja disini. Dalam kondisi
darurat jika rem mobil macet atau blong, maka rem mesin bisa
membantu dengan teknik memindahkan gigi-giginya (over gears) dari
gigi 5-4, 4-3, 3-2 dan 2-1, selanjutnya gunakan rem tangan
(handbrake) untuk menghentikan kendaraan. (yang diketik miring
adalah tulisan kritis peneliti yang mendukung pendapat Ressang yang
dinilai sebagai pengetahuan khusus/umum atas topik itu.

1. Tujuan Tinjaun Pustaka


Untuk melihat apakah ada penelitian yang sama dengan penelitian
yang akan dilakukan, bagaimana menyusun metodologi dan desain
penelitiannya. Dengan begitu, duplikasi bisa dihindari.
Untuk membantu dalam merumuskan metode guna menyelesaikan
kesulitan atau masalah dalam penelitian.
Untuk menunjukkan sumber-sumber data atau informasi yang
belum diketahui.
Untuk lebih meyakinkan dalam pemilihan topik penelitian,
sehingga kelihatan apakah topiknya tidak 'expired' atau masih
hangat.
Untuk membantu dalam pembuatan peta alur (road map)
penelitian yang akan dilakukan, sehingga tidak terlalu jauh atau
sebaliknya dari kelayakan suatu penelitian.
Untuk memberikan ide-ide baru (inspire) yang belum terpikirkan.

14

Untuk membantu guna mengevaluasi hasil penelitian dengan hasilhasil penelitian yang sejenis.

2. Langkah Awal Mereview Literatur


Buka indeks dan abstark
Gunakan computer
Lakukan dengan cepat dan akurat
Sistematik
Cari pustaka yang terkait dengan rumusan masalahnya
Buat kerangka desain
Kritisi (discussion) artikel pustaka yang diperoleh
Paraphrase

3. Jenis-jenis Pustaka
Jurnal-jurnal ilmiah penelitian yang biasa disebut sumber primer,
seperti Jurnal Elektronik DIKTI (ProQuest, EBSCO dan
Cengange), ScienceDirect, Engineering Database, Ei-Compendex,
Jurnal Mekanikal, Jurnal Mektrik dan lainnya.
Naskah ilmiah dalam seminar/konferensi:

International Conference)
Skripsi, Tesis dan Disertasi
Majalah ilmiah
Ensiklopedia (memuat berbagai definisi, konsep, studi atau hasil
penelitian sebelumnya)
Buku teks dan buku elektronik (e-book)
Annual review (resensi dari beberapa literatur)

15

Sirkular (biasanya dikeluarkan kelembagaan penelitian, instansi


pemerintah atau swasta)
Indeks (terdapat pada buku teks yang memberikan informasi
pustaka yang berkaitan dengan topik/masalah penelitian)

4. Sumber-sumber Pustaka
Perpustakaan fisik dan elektronik (e-library)
Internet

5. Langkah-langkah Penulisan Tinjauan Pustaka


Berikut ini ditampilkan diagram alir dan tabel penulisan tinjauan
pustaka:

Diagram alir

Rumusan/
tetapkan
topik atau
masalah

Kumpulkan
jenis-jenis
pustaka yang
sejenis

Susun dalam
alinea-alinea

Kelompokkan
sesuai topik/
masalah

Buat tabel
ringkasan

Gambar 2.1 Alur penyusunan tinjaun pustaka

16

Tabel Tinjauan Pustaka


Jenis Pustaka

Topik/Masalah

Metode

Hasil

Penelitian

Penelitian

Nama Penulis,
Tahun, Judul, Nama
Jurnal, Volume, Nomor,
halaman
Nama Penulis,
Tahun, Judul Naskah,
Nama
Seminar/Konferensi
Nama Penulis, Judul,
Website, diakses
tanggal-bulan-tahun
Nama Penulis, Tahun
Terbit, Judul Buku,
Penerbit, Tempat
Terbit, Bab berapa

Langkah berikutnya adalah membangun kalimat-kalimat dalam alinea


berdasarkan tabel di atas yang tersusun mulai dari topik/masalah, metode
dan kemudian hasilnya. Jika ada referensi/pustaka yang topiknya sama,
namun berbeda dalam hal metode dan hasilnya, maka lebih baik digabung
dalam 1 alinea yang memperlihatkan apa yang sudah dan atau belum
dilakukan pustaka rujukan. Ingat, kritik penulis atau peneliti sangat
dianjurkan setelah ulasan kalimat-kalimat hasil penelitian atau sebelum
kalimat-kalimat hasil itu, yang menggambarkan skill peneliti pada bidang
tersebut atau berbentuk apa yang jadi fakta dan apa yang seharusnya jadi
harapan (ide) dalam membangun alinea tinjauan pustaka yang disebut
state of the art dari satu topik ilmu.

17

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA


Berbeda dengan penulisan tinjauan pustaka, pada daftar pustaka
sumber pustaka di tulis lengkap, seperti berikut ini:

Rujukan berupa Buku Teks


Boentarto, 1996, Teknologi Kendaraan Bermotor Modern Tata Kerja
Sepeda Motor dan Mobil Teknologi Canggih, CV. Aneka,
Solo.
Kiyaku, Y & Murdhana, DM 1994, Teknik Praktis Merawat Sepeda
Motor, Pustaka Setia, Bandung.

Rujukan berupa Jurnal dan Majalah Ilmiah


Subramanian, C., 1992, 'Control of Dewetting Dynamics by Adding
Nanoparticles Fillers', Nano Letters, vol 1, no. 10, pp. 511514. (jika jurnalnya dalam bentuk hard copy)
Subramanian, C., 1992, 'Control of Dewetting Dynamics by Adding
Nanoparticles Fillers', Nano Letters, vol 1, no. 10, pp. 511-514,
diakses 14 Nov. 2001, American Chemical Society, tersedia di
Internet http://pubs.acs.org/journals/nalefd/index.html. (jika
jurnalnya diakses di Internet)

Rujukan berupa Tugas Akhir, Skripsi dan Thesis


Isa, M., Arifin, S., & Salim, A 2009, Modifikasi Rancang Bangun
Alat Pencetak Briket, Laporan Tugas Akhir, Jurusan Teknik
Mesin, UNTAD.
Aukland, J.S., 1989, A solar air conditioning system, M Eng Thesis,
South Australian Institute of Technology.
Rujukan berupa Koran
Diansyah, F., 2009, Melawan Pembusukan KPK, Radar Sulteng, 5
Mei, hal.13.

18

Radar Sulteng, 5 Mei 2009, Soal Hukum, SBY Apresiatif, hal. 13


(jika tanpa nama penulis, nama koran yang didepan)

Rujukan berupa Kamus


Dictionary of scientific and technical terms 1994, 5th edn, McGrawHill, New York.
Rujukan berupa Mailing List (Diskusi online)
Makanan Halal, 2006, [Online], diakses 15 Agustus 2009, email:
MIIAS@yahoogroups.com.
Yahoogroups.com adalah media komunikasi netters secara on-line
dan berkelompok, dimana pendapat atau email seseorang bisa di
akses dan ditanggapi semua netters group.
Rujukan berupa E-mail pribadi
Davis, A., (a.Davis@uwts.edu.au), 10 Juni 1996, Learning to Use
Web Authoring Tools. Email kepada Alison Hunter
(hunter@usq.edu.au).
Rujukan berupa Pustaka yang tidak jelas
Anonim, 1950, Malin Kundang, Balai Pustaka, Jakarta.

Rujukan berupa Dokumen Resmi Pemerintah


Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1975, Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Balai Pustaka,
Jakarta.

Rujukan berupa Singkatan nama Penulis


Sutan Takdir Alisyahbana ditulis:
Alisyahbana, S.T., 1980, Dibawah Lindungan Ka'bah, Balai
Pustaka, Jakarta.

19

Rujukan dari lebih dari satu penulis


Kiyaku, Y., & Murdhana, D.M., 1994, Teknik Praktis Merawat
Sepeda Motor, Pustaka Setia, Bandung. (ditulis & jika
penulisnya 2 orang)
Isa, M., Arifin, S., & Salim, A., 2009, Modifikasi Rancang Bangun
Alat Pencetak Briket, Laporan Tugas Akhir, Jurusan Teknik
Mesin, UNTAD. (jika penulisnya lebih 2 orang dan
rujukannya berbahasa Indonesia) ditulis : (Isa dkk, 2009) atau
Isa dkk (2009) dalam konteks kalimat pada tinjauan pustaka.
Atau:
Sharma, S., Ravailovich, M.H., Peiffer, D., & Sokolov, J., 2001
'Control of Dewetting Dynamics by adding Nanoparticle
Fillers', Nano Letters, vol 1, no. 10, pp. 511-514, viewed 14
Nov. 2001, American Chemical Society, Available from Internet
http://pubs.acs.org/journals/nalefd/index.html
(jika rujukannya berbahasa Asing) ditulis: Sharma et al.,
(2001)
Rujukan tidak menulis gelar akademik (seperti Prof., DR-Ing., Ir.,
M.Eng.) berdampingan dengan nama penulis, sementara gelar
kedaerahan disingkat (Raden Ajeng Kartini ditulis Kartini, R.A.)

Secara lengkap daftar pustka ditulis berikut ini:


Alisyahbana, S.T. 1980, Dibawah Lindungan Ka'bah, Balai Pustaka,
Jakarta.
Anonim, 1950, Malin Kundang, Balai Pustaka, Jakarta.
Aukland, JS 1989, A solar air conditioning system, M Eng Thesis,
South Australian Institute of Technology.

20

Boentarto, 1996, Teknologi Kendaraan Bermotor Modern: Tata


Kerja Sepeda Motor dan Mobil Teknologi Canggih, CV. Aneka,
Solo.
Davis, A (a.Davis@uwts.edu.au), 10 Juni 1996, Learning to Use
Web Authoring Tools. Email kepada Alison Hunter
(hunter@usq.edu.au).
Diansyah, F 2009, Melawan Pembusukan KPK, Radar Sulteng,5
Mei, hal.13.
Dictionary of scientific and technical terms 1994, 5th edn, McGrawHill, New York.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1975, Pedoman Umum
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Balai Pustaka,
Jakarta.
Isa, M., Arifin, S & Salim, A., 2009, Modifikasi Rancang Bangun
Alat Pencetak Briket, Laporan Tugas Akhir, Jurusan Teknik
Mesin, UNTAD.
Kiyaku, Y & Murdhana, D.M., 1994, Teknik Praktis Merawat Sepeda
Motor, Pustaka Setia, Bandung.
Makanan Halal, 2006, [Online], diakses 15 Agustus 2009, email:
MIIAS@yahoogroups.com.
Mustofa, 2010, Teknik Penulisan dan Presentase, Jurusan Teknik
Mesin UNTAD, Palu.
Radar Sulteng, 5 Mei 2009, Soal Hukum, SBY Apresiatif, hal. 13.
Subramanian, C., 1992, 'Control of Dewetting Dynamics by Adding
Nanoparticles Fillers', Nano Letters, vol 1, no. 10, pp. 511- 514.
Subramanian, C., 1992, 'Control of Dewetting Dynamics by Adding
Nanoparticles Fillers', Nano Letters, vol 1, no. 10, pp. 511-514,
diakses 14 Nov. 2001, American Chemical Society, tersedia di
Internet http://pubs.acs.org/journals/nalefd/index.html.

21

Zeid, A.A., 1989, 'Bond Graph Modelling of Planar Mechanisms


with Realistic Joint Effects', Transaction of the ASME, Journal of
Dynamic Systems, Measurement, and Control, Vol. 111, March
1989, pp. 15-25.
Zeid, A.A., & Overholt, J.L., 1995, 'Singularly Perturbed Bond
Graph Models for Simulation of Multibody Systems',
Transaction of the ASME, Journal of Dynamic Systems,
Measurement, and Control, Vol. 117, Sept. 1995, pp. 401-410.

Tata cara penulisan tinjauan pustaka dan daftar pustaka di atas dikenal
dengan gaya selingkung Harvard (Harvard Style) atau Author-date
referencing.

Kelebihan tinjauan pustaka dan daftar pustaka sistem Harvard:


Nama penulis dan tahun terbit dapat dilihat dalam teks laporan
Mudah mencari urutan dalam daftar pustaka, kutipan dalam teks
laporan
Memasukkan ekstra pustaka dalam teks ketika dalam masa
penulisan tinjauan pustaka akan lebih mudah disisipkan
Kekurangan tinjauan pustaka dan daftar pustaka sistem Harvard:
Penulisan yang panjang jika penulis lebih dari 2 orang
Menciptakan pengulangan dan kekacauan pada teks jika
menggunakan sumber yang sama secara berulang

Kekurangan ini bisa disiasati jika lebih dari satu penulis


dengan cara Isa dkk., (2009) jika referensinya berbahasa Indonesia
dan Zeid et al. (1995) jika berbahasa Inggris. Kemudian jika
menggunakan referensi yang sama dan tahun yang sama ditulis Zeid
et al. (1995a) dan Zeid et al. (1995b).

22

Disamping system Harvard (Author-date referencing), dikenal


pula sistem yang lain, yaitu:
Numerical referencing (endnote system), dengan system angka
dalam kurung, seperti Boyd et al. [4] dan Nguyen [18]
berpendapat bahwa ..
Vancouver

Style;

dan

Chicago manual style

23

Tugas 2.
A. Setelah menyelesaikan Tugas 1, lanjutkan dengan mengisi Tabel
Tinjaun Pustaka dengan sumber primer minimal 2 artikel Jurnal
dan 1 sumber lain (jika ada) yang sesuai dengan topik anda.
B. Konstruksi 1-2 alinea tinjauan pustaka berdasarkan tabel itu.

Penelitian tanpa rujukan yang jelas dari sumber yang bisa


dipertanggungjawabkan seperti orang yang ingin bergerak maju
tanpa ada pijakan dan tujuan yang jelas.

24

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

PENYUSUNAN & BAGIAN-BAGIAN DALAM METODOLOGI


Adalah hal yang sangat penting diketahui bahwa data dan
metodologi punya kaitan yang sangat erat.
Metodologi hanya kerangka operasional, dimana fakta-fakta
ditempatkan sehingga maknanya lebih jelas dapat di lihat; atau
Metodologi adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data
dengan
tujuan dan manfaat tertentu.
Data terdiri dari 2 jenis:
Data tertulis;
Data setelah observasi.
Ciri data ilmiah:
Rasional
Empiris
Sistematis
Syarat data untuk penelitian :
Valid (derajat ketepatan)
Reliabel (derajat konsistensi/keajegan)
Objektif (interpersonal agreement)
Data yang valid maka reliabel dan objektif, tetapi tidak sebaliknya.
Data valid diperoleh dengan cara :
Menggunakan instrumen penelitian yang valid.
Mengunakan sumber data yang tepat dan cukup jumlahnya.
Menggunakan metode pengumpulan data yang tepat/benar.
25

Data reliabel diperoleh dengan cara :


Menggunakan instrumen penelitian yang reliabel.
Data objektif diperoleh dengan cara :
Menggunakan sampel atau sumber data yang besar (jumlahnya
mendekati populasi).

Jenis data menurut sifatnya :


1. Data kualitatif
2. Data kuantitatif

Data diskrit / nominal


Data kontinum
-

data ordinal

data interval

data rasio

Metodologi penelitian akan menggambarkan bagaimana langkah


atau strategi peneliti dalam menjawab perumusan masalah penelitian.
Dalam menyusun metodologi penelitian, perlu dimasukkan hal-hal
berikut ini:

1.

Jenis penelitian (research type).


Jenis penelitian ini berkaitan dengan sifat data dan cara atau teknik

analisis data yang digunakan. Apabila data yang digunakan atau data
yang dianalisis adalah data numerik (angka) dan cara analisisnya
dengan cara matematis atau menggunakan teknik statistik, maka jenis
26

penelitian tersebut adalah penelitian kuantitatif (quantitative research).


Kuantitas berkaitan dengan angka nominal atau bilangan yang dapat
dihitung, sedangkan, apabila data yang digunakan adalah data string
atau sebagai bentuk record atas suatu kondisi tertentu (seperti kondisi
sosial, kondisi seseorang / individu) yang lebih berkaitan dengan
kualitas atau sifat dan perilakunya, maka jenis penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif (qualitative research). Disamping itu, terdapat jenis
penelitian lainnya, yaitu apabila data yang akan dianalisis adalah data
tunggal yang diperoleh dari kasus tertentu, maka penelitian ini
merupakan penelitian studi kasus (case research). Dapat juga dalam
jenis penelitian ini dimasukkan berdasarkan cara dan tujuan
penelitiannya, yaitu dengan jenis penelitian eksperimen atau jenis
penelitian tindakan (action research) atau Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) yang cocok dilakukan oleh guru-guru sekolah.
Penelitian eksperimen dilakukan secara sengaja oleh peneliti
dengan cara memberikan treatment/perlakuan tertentu terhadap subjek
penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian/keadaan yang akan
diteliti bagaimana akibatnya. Penelitian ini merupakan penelitian
kausal

(sebab-akibat)

yang

pembuktiannya

diperoleh

melalui

komparasi/perbandingan antara :
a. Kelompok eksperimen (diberi perlakuan)
b. Kondisi subjek sebelum perlakuan dengan sesudah diberi
perlakuan.

2.

Waktu dan tempat penelitian.


Waktu dan tempat penelitian mutlak harus dicantumkan dalam

metodologi penelitian. Waktu adalah watu keseluruhan dari jalannya

27

penelitian yang berkaitan dengan pengambilan data saat penelitian.


Waktu penelitian dicantumkan dari awal sampai akhir penelitian. Tidak
boleh dilupakan adalah tempat penelitian, dan usahakan untuk
memberikan alasan yang logis ilmiah mengapa tempat tersebut dipilih
sebagai lokasi penelitian.

3.

Data dan Pengumpulan (collecting) Data.


Dalam poin ini, perlu diuraikan apakah data dalam penelitian

adalah data primer atau data sekunder. Data primer adalah data yang
diperoleh melalui pengukuran langsung oleh peneliti yang bukan
berasal dari data yang telah ada, sedangkan data sekunder adalah data
yang dikumpulkan oleh pihak lain dan telah didokumentasikan
sehingga dapat digunakan oleh pihak lain (peneliti). Perlu juga
diuraikan data-data apa saja yang digunakan dalam penelitian secara
jelas. Sedangkan dalam pengumpulan data, perlu diuraikan bagaimana
cara

peneliti

memperoleh

dan

mengumpulkan

data,

dengan

menggunakan media apa. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan


instrumen (media) kuisioner yaitu serangkain pertanyaan untuk dijawab
responden, instrumen alat pengukur lainnya (seperti alat pengukur
kondisi fisik suatu benda). Dapat juga digunakan teknik wawancara,
yaitu data diambil bersadarkan wawancara peneliti terhadap responden.
Dalam hal ini, peneliti melakukan wawancara berdasarkan panduan
wawancara yang telah disusun untuk penelitian. Apabila panduan
wawancara yang digunakan hanyalah bersifat pertanyaan dasar dan
responden diharapkan dapat menjawab secara mengembang, maka
tekik ini disebut dengan wawancara mendalam (circumstantial
interview). Apabila data yang digunakan adalah data sekunder, maka

28

pada umumnya pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan


dokumentasi dan observasi.
Dokumentasi adalah memanfaatkan dokumen yang sudah ada, dan
dalam hal ini perlu diuraikan dokumen apa saja secara jelas, sedangkan
observasi adalah pengamatan kualitatif secara langsung oleh peneliti
untuk mengambil data-data berdasarkan kondisi tertentu sesuai dengan
maksud penelitian. Sebagai contoh observasi disini adalah tindakan
peneliti mengamati perilaku siswa saat dilaksanakannya penelitian.

4.

Populasi, Sampel, dan Sampling.


Penelitian yang melibatkan banyak data akan menjadi sulit

dilaksanakan

atau

tidak

efektif

apabila

dilakukukan

dengan

menggunakan seleuruh data yang ada. Apabila jumlah data yang diteliti
kurang dari 100 atau dirasa masih mudah untuk diambil semuanya,
maka sebaiknya seluruh data tersebut digunakan, sedangkan apabila
jumlah data lebih dari 100 atau dirasa akan banyak kesulitan apabila
digunakan seluruhnya, maka sebaiknya dilakukan sampling. Populasi
merupakan seluruh unit yang dikaji dalam penelitian. Sebagai contoh
adalah supir taksi di kota Palu. Sedangkan sampel adalah sebagian dari
populasi yang digunakan sebagai data dalam penelitian. Sampel ini
haruslah representatif atau mewakili, yaitu satu sampel diambil pada
data yang sekiranya memiliki kesamaan sifat dengan data lainnya
(sampel diambil darai kelompok yang homogen). Cara pengambilan
sampel agar memenuhi kriteria representatif ini disebut sebagai
sampling. Terdapat beragam teknik sampling atau pengambiulan
sampel, yaitu:

29

Random sampling, yaitu sampel diambil secara acak dari populasi


yang heterogen atau memiliki variasi sifat yang besar. Teknik ini
merupakan pengambilan secara acak, tidak memilih, agar
memperoleh sampel yang merata. Dengan teknik random, seluruh
anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Teknik random ini dapat dilakukan seperti dengan loteray atau
pemilihan secara acak dengan media lainnya.
Stratified sampling. Stratifikasi adalah perilaku pemberian
tingkatan atau kelas pada data. Dalam stratified sampling, data
sebelumnya dikelompokkan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu,
seperti tingkatan tinggi, sedang, rendah, atau baik, sedang, buruk,
kemudian sampel diambil dari setiap tingkatan tersebut. Misalkan
penelitian yang dilakukan adalah pengaruh Kurikulum saat ini
(KTSP) terhadap perstasi siswa, maka dapat dilakukan stratified
sampling dengan cara mengelompokkan siswa kedalam tingkatan
pandai, sedang, tidak pandai, dan kemudian dari masing-masing
tingkatan tersebut diambil dalam jumlah yang memadai. Apabila
cara pengambilan sampel dalam setiap tingkatan (strata) tersebut
adalah acak, maka teknik sampling ini dikenal dengan stratified
random sampling. Dalam stratified sampling ini, tiap kelompok
jelas memiliki populasi yang homogen bersadarkan tingkatannya.
Sebagai contoh adalah dalam kelompok siswa berprestasi baik,
maka seluruh anggota kelompok jelas memiliki nilai tertentu yang
dikategorikan dalam tingkatan baik.
Cluster Sampling. Cluster adalah kelompok. Cluster sampling
merupakan pengambilan sampel dari kelompok-kelompok kecil
yang sifat antar kelompok tersebut tidak menunjukkan tingkatan.

30

Dalam cluster sampling ini, anggota setiap kelompok tidaklah


homogen seperti dalam strtified sampling. Pengelompokan dalam
cluster sampling ini sifatnya sekedar untuk mempermudah
jalannya penelitian. Sebagai contoh adalah dalam penelitian
tentang pemanfaatan biogas di Kabupaten Sigi, maka dilakukan
pembagian wilayah kabupaten menjadi kelompok kecamatankecamatan, dan kemudian sampel diambil dari setiap kecamatan
tersebut. Apabila pengambilan sampel tiap kelompok ini dilakukan
secara random, maka teknik ini dikenal dengan cluster random
sampling. Tentu saja kondisi peternak dalam setiap kecamatan
tersebut tidaklah homogen, sehingga dengan memadukannya
dengan random sampling akan lebih mampu memberikan data
yang lebih representatif.

5.

Variabel Penelitian
Cara mudah untuk memahami variabel penelitian ini adalah
dengan pengertian bahwa variabel adalah pokok hal yang akan
diteliti.

Sebagai

contoh

adalah

dalam

penelitian

Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Prestasi Mahasiswa,


sebagai variabel penelitiannya adalah model pembelajaran dan
prestasi mahasiswa. Dalam hal ini jelas penelitian harus
mengambil data tentang model penelitian dan data prestasi
mahasiswa dalam setiap model pembelajaran yang dikembangkan.
Definisi dari variabel penelitian adalah konsep yang memiliki
bermacam-macam nilai yang besarnya dapat berubah-ubah.
Sedangkan yang dimaksud dengan konsep disini adalah gambaran

31

terhadap

suatu fenomena yang

abstrak.

Untuk

lebih

jelas

menggambarkan variabel adalah dengan membicarakan variabel


prestasi mahsiswa. Dalam hal ini, prestasi mahasiswa akan
memiliki bermacam-macam nilai yang berbeda untuk setiap
mahasiswa. Prestasi mahasiswa merupakan kumpulan dari nilainilai mahasiswa yang diperoleh dalam test baik yang hanya
dilakukan sekali maupun beberapa kali. Dalam hal ini prestasi
mahasiswa

merupakan

variabel

karena

nilainya

banyak,

bermacam-macam, dan dapat berubah-ubah yang perlu dianalisis.


Dalam menyusun metodologi penelitian, variabel penelitian
mutlak dicantumkan apabila penelitian menggunakan lebih dari
satu variabel, sedangkan apabila hanya menggunakan satu
variabel maka tidak mutlak dicantumkan. Variabel penelitian ini
juga tidak perlu dicantumkan dalam penelitian kualititaf, sebaba
penelitian kualitatif tidak berhubungan dengan nilai atau kuantitas,
akan tetapi lebih cenderung berkaitan dengan sifat, mutu, karakter,
dan hal-hal lain yang tidak diukur dengan matematis untuk
keperluan penelitian. Dalam menyusun metode (metodologi)
penelitian, perlu diuraikan secara jelas variabel apa saja yang akan
diukur dan variabel mana yang menjadi variabel bebas
(independent variable) dan terikat (dependent variable). Variabel
bebas adalah variabel yang nilai tidak tergantung pada variabel
lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang nilainya
tergantung pada variabel lain yaitu pada variabel bebas. Sebagai
contoh dalam penelitian pengaruh jam belajar dan bimbingan
dosen terhadap prestasi mahasiswa, jelas terlihat bahwa jam
belajar

dan

bimbingan

dosen

memiliki

kecenderungan

32

mempengaruhi atau tidak terikat dengan variabel lain, sedangkan


prestasi mahasiswa sebagai variabel yang akan dipengaruhi atau
tergantung dengan variabel lain. Dengan demikian, jam belajar
dan bimbingan dosen adalah variabel bebas sedangkan prestasi
mahasiswa adalah variabel terikat.

6.

Teknik Analisis Data


Teknik analisis data berkaitan dengan bagaimana penelitian
akan menerapkan prosedur penyelesaian masalah untuk menjawab
perumusan masalah penelitian. Dalam menyusun metode atau
metodologi penelitian, teknik analisis data mutlak dicantumkan
dan diuraikan secara jelas dan rinci. Apabila dilakukan secara
kuantitatif, maka teknik kuantitatif apa saja yang digunakan, serta
bagaimana rumusan dan ketentuan penghitungannya. Apabila
dilakukan secara kualitatif, maka perlu diuraikan tahapan-tahapan
kualitatif yang dilaluinya secara jelas. Dalam teknik analisis data
perlu juga diuraikan tentang bagaimana teknik untuk menguji atau
memperoleh data yang valid dan reliabel. Dalam hal ini terdapat
banyak perbedaan dalam penelitian kualitatif dan kuantitaif.

33

Tugas 3.
Uraikan metodologi penelitian yang dipilih pada Tugas 2 dan
tuliskan alasannya!

Penelitian tanpa prosedur yang baku tidak akan menghasilkan hasil


penelitian yang diterima secara ilmiah

34

BAB IV
JENIS-JENIS PENELITIAN

JENIS / RAGAM PENELITIAN


Menurut Fungsi / Kedudukan
Penelitian Akademik (Mahasiswa S1, S2, S3), ciri/penekanan :
Merupakan sarana edukasi
Mengutamakan validitas internal (cara yang harus benar)
Variabel penelitian terbatas
Kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang (S1, S2, S3)
Penelitian Profesional (pengembangan ilmu, teknologi dan seni),
ciri/ penekanan :
Bertujuan mendapatkan pengetahuan baru yang berkenaan dan
ilmu, teknologi dan seni.
Variabel penelitian lengkap
Kecanggihan analisis disesuaikan kepentingan masyarakat ilmiah
Validitas internal (cara yang benar) dan validitas eksternal
(kegunaan dan generalisasi) diutamakan
Penelitian Institusional (perumusan kebijakan atau pengambilan
keputusan), ciri/penekanan :
Bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan
untuk pengembangan kelembagaan
Mengutamakan validitas eksternal (kegunaan)
Variabel penelitian lengkap (kelengkapan informasi)
Kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.

35

Menurut Kegunaan
Penelitian Murni (Pure Research) / Penelitian Dasar
Penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka penemuan dan
pengembangan ilmu pengetahuan.
Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka memecahkan
masalah-masalah kehidupan praktis.

Menurut Tujuan
Penelitian Eksploratif
Bertujuan untuk mengungkap secara luas dan mendalam tentang
sebab-sebab dan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
Penelitian Pengembangan
Bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan suatu prototipe
baru atau yang sudah ada dalam rangka penyempurnaan dan
pengembangan sehingga diperoleh hasil yang lebih produktif, efektif
dan efisien.
Penelitian Verifikatif
Bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang dilakukan
terdahulu/ sebelumnya.
Penelitian Kebijakan
Penelitian yang dilakukan suatu institusi/lembaga dengan tujuan
untuk

membuat

langkah-langkah

antisipatif

guna

mengatasi

permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari.

Menurut Pendekatan
Penelitian Longitudinal (Bujur)

36

Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses dan


waktu yang lama terhadap sekelompok subjek penelitian tertentu
(tetap)

dan

diamati/diukur

terus

menerus

mengikuti

masa

perkembangannya (menembak beberapa kali terhadap kasus yang


sama).
Penelitian Cross-Sectional (Silang)
Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses
kompromi (silang) terhadap beberapa kelompok subjek penelitian dan
diamati/diukur satu kali untuk tiap kelompok subjek penelitian
tersebut

sebagai

wakil

perkembangan

dari

tiap

tahapan

perkembangan subjek (menembak satu kali terhadap satu kasus).

Menurut Tempat
Penelitian Laboratorium
Eksperimen, tindakan, dll
Penelitian Perpustakaan
Studi dokumentasi (analisis isi buku, penelitian historis, dll).
Penelitian Kancah / Lapangan
Survei, dll.

Menurut Kehadiran Variabel


Variabel = hal-hal yang menjadi objek penelitian yang nilainya belum
spesifik (bervariasi).
Penelitian Deskriptif
Penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya sudah
ada tanpa proses manipulasi (data masa lalu dan sekarang).
Penelitian Eksperimen

37

Penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum


ada sehingga perlu dilakukan proses manipulasi melalui pemberian
treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang
kemudian diamati/diukur dampaknya (data yang akan datang).

Menurut Tingkat Eksplanasi


Penelitian Deskriptif
Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan suatu variabel
secara mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat
perbandingan atau menghubungkan variabel dengan variabel lainnya.
Penelitian Komparatif
Penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel
(objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang
berbeda.
Penelitian Asosiatif
Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan
antara 2 variabel atau lebih.
Penelitian asosiatif merupakan penelitian dengan tingkatan tertinggi
dibanding penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan penelitian
asosiatif dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk
menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/fenomena.
Ada 3 jenis hubungan antar variabel :
a. Simetris (karena munculnya bersama-sama)
X

X tidak mempengaruhi Y atau sebaliknya.

b. Kausal / sebab akibat


38

X mempengaruhi Y

c. Interaktif / Resiprokal (timbal balik)


X

X dan Y saling mempengaruhi

Menurut Caranya
Penelitian Operasional
Penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada suatu
bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung
tanpa mengubah sistem pelaksanaannya.
Penelitian Tindakan
Penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada suatu
bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung
dengan cara memberikan tindakan/action tertentu dan diamati terus
menerus dilihat plus-minusnya, kemudian diadakan pengubahan
terkontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang
paling tepat. Penelitian ini biasanya dilakukan oleh guru yang disebut
PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
Penelitian Eksperimen (dari caranya)
Penelitian yang dilakukan secara sengaja oleh peneliti dengan cara
memberikan treatment/perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian
guna membangkitkan sesuatu kejadian/keadaan yang akan diteliti
bagaimana akibatnya.

39

Penelitian ini merupakan penelitian kausal (sebab akibat) yang


pembuktiannya diperoleh melalui komparasi/perbandingan antara :
a. Kelompok eksperimen (diberi perlakuan) dengan kelompok
kontrol (tanpa perlakukan); atau ;
b. Kondisi subjek sebelum perlakuan dengan sesudah diberi
perlakuan.

Menurut Metodenya (Jenis-jenis Penelitian

Dikutip dari Marzuki (1999) dalam bukunya Metodologi Riset

40

Tugas 4.
Berdasarkan metodologi penelitian, termasuk jenis penelitian apa yang
dipilih?

Tanpa mengenal jenis penelitian, akan menjadi salah


memperlakukannya dan tidak sampai ke tujuan akhir

41

BAB V
DESAIN DAN STANDAR ETIKA PENELITIAN

DESAIN PENELITIAN
Apakah desain penelitian itu? Itu adalah perencanaan. Visualisasi
data dan masalah yang berhubungan dengan penyebaran data pada
keseluruhan projek penelitian itu.
Desain penelitian adalah cara berpikir dan berimajinasi terhadap
penelitian.

Untuk lebih jelasnya, ada 4 dasar pertanyaan yang diajukan untuk


mendesain data:
Data apa yang dibutuhkan?
Dimana data bisa diperoleh?
Bagaimana mendapatkan data yang bisa dipertanggungjawabkan?
Bagaimana menafsirkan data itu?

Penafsiran data bisa menggunakan Statistik.


Apakah itu statistik?
Data angka yang banyak bisa diekspresikan bermakna jika ada yang
mengekspresikan.
Statistik adalah bahasa yang dapat berbicara ketika lidah tak
bergerak atau diam.
Bahasa yang dimaksud adalah bahasa tentang fakta.

Statistik adalah:
Cara berpikir secara fakta
Nilai rata-rata suatu angka
Ukuran data dalam skala 'berapa banyak'
Bahasa yang menerjemahkan fakta atau angka
Ketika fakta diterjemahkan dalam angka numerik, fakta bisa
berbicara lebih jelas, dan peneliti bisa melihat secara alamiah dan
keterkaitan angka itu

Dalam studi data kuantitatif:


Secara statistik, data yang tersembunyi dapat diinterpretasikan
Data menentukan metode penelitian

Data dan karakteristiknya:


Data adalah sekumpulan fakta, angka atau segala sesuatu yang dapat
dipercaya kebenarannya, sehingga dapat digunakan sebagai referensi
dalam mengambil keputusan.

Jenis Data
Data variable atau disebut juga data kontinus yang diperoleh dari
hasil pengukuran yang nilainya berada dalam satu interval atau
jangkauan, contoh: hasil pengukuran berat badan dari 50
mahasiswa, hasil pengukuran panjang 20 specimen besi ST37.
Data attribute yang umum disebut data diskrit yang merupakan
hasil perhitungan dan berupa bilangan bulat, contoh: 20 biji apel,
jumlah mahasiswa yang alfa kuliah hari ini, jenis kelamin
(pria/wanita).

43

Data menjadi proses awal dalam suatu analisis untuk mengambil


keputusan yang sistematis, akurat dan actual. Jadi perlu
dipertimbangkan poin-poin dalam pengumpulan data, waktu dan
biayanya.

STANDAR ETIKA PENELITIAN


Peneliti harus menjaga objektivitas ilmu
Peneliti harus mengenal keterbatasan kompetensinya dan tidak
melakukan penelitian diluar batas kompetensinya
Setiap orang punya hak privasi
Semua penelitian tidak merusak subjek yang digunakan dalam
penelitian
Harus menjaga rahasia informasi penelitian yang perlu dirahasiakan
Temuan penelitian harus dilaporkan secara jujur tanpa distorsi.
Peneliti harus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
membantu, yang berkolaborasi atau sumber informasi dari orang lain
Peneliti harus menuliskan sponsor atau orang yang mensponsori
penelitian itu
Tidak menerima dana penelitian lain jika sementara menerima dana.

44

Tugas 5.
A. Bagaimana pendapat anda jika penelitian tanpa desain penelitian?
B. Apa sanksi yang sesuai jika peneliti melanggar etika penelitian?

Desain penelitian akan menuntun proses penelitian secara


keseluruhan dengan mudah, hemat waktu, dan jelas. Etika penelitian
adalah aplikasi kemampuan seseorang mengenal arti tulisan ilmiah

45

BAB VI
FORMAT PENULISAN

Hal yang perlu digaris bawahi dalam menghasilkan proposal atau


laporan hasil penelitian yang mudah dan menarik dibaca adalah
konsistensi format penulisan. Berikut adalah penjelasan detailnya
dengan tetap mengikuti bahasa word processing Word 2013. Word
2013 mempunyai fitur yang lebih lengkap dan memudahkan dalam
penulisan, seperti adanya faslitas REFERENCES seperti Harvard style.

Harvard

PAGE SETUP
Paper dan Margins
Kertas A4 dicetak warna hitam 1 sisi saja bukan timbal balik.
Bila diperlukan, gambar, skema, foto dan peta bisa dicetak
warna dengan pilihan warna yang tidak menyolok.
Setiap bab dimulai di halaman baru, kecuali bagian yang sangat
pendek tidak perlu bab baru.
Lebar margin direkomendasikan misalnya dipilih default-nya
seperti page setup di halaman 26 atas.

Atau diatur batas atas dan tepi kiri 4 cm, tepi kanan dan tepi
bawah 3 cm.
Jenis kertasnya (paper) A4

Page Numbering
Halaman Bab tidak diketik nomor halamannya tapi tetap
diperhitungkan dalam urutan penomoran.
Semua halaman kertas selain bab diberi nomor apakah disudut
kanan atas, disudut kanan bawah atau ditengah bagian bawah.
Jenis nomor i, ii, iii, iv dst biasanya untuk halaman-halaman
depan seperti Abstrak dan Daftar Isi.
Jenis nomor 1,2,3,4 dst untuk halaman dari bab Pendahuluan
sampai di lampiran.
Alternatifnya, nomor lampiran bisa tersendiri, misalnya A1,
A2, B1, B2 untuk masing-masing lampiran A dan lampiran B.

Font
Huruf yang digunakan adalah Times New Roman atau
Palatino Linotype.
Ukuran huruf teks adalah 12
Ukuran teks bab adalah 16 bold/tebal dan ditengah,
contohnya:

BAB V PENUTUP
Ukuran teks sub-bab adalah 14 bold/tebal dan rapat
kiri/Align left, contohnya:

5.1 Kesimpulan atau;


A. Kesimpulan

47

Penulisan 5.1 Kesimpulan dst ke bawah jika masih ada


sub-nya seperti 5.1.1 akan banyak mengkonsumsi kertas
dibandingkan dengan penulisan A. Kesimpulan dan 1) atau
i) atau a. atau a) dst.
Untuk penamaan Tabel dan Gambar bisa lebih kecil ukuran
hurufnya dan ditempatkan ditengah (Center) seperti 11 dan
bold atau normal 12 bold, contohnya:

Caliper

Gambar 6.1. Konstruksi rem tromol (11 bold)


Sumber: Wikimedia Foundation, Inc (2009)

Yang penting harus konsisten jenis dan ukuran hurufnya


disemua halaman.
Bab dan sub bab bisa berbeda jenis dan ukuran hurufnya.
Ketikan miring (italics) untuk istilah berbahasa Inggris atau
asing lainnya.

Line spacing
1.5 atau double spasi yang umum digunakan untuk tulisan
teks.

48

Jika penulisan alinea masuk 5 ketukan (indent) pada awal


kalimat, maka jarak antara alinea tetap sama spasinya
dengan teks, sebagai contoh:

"Sepintas diperhatikan, konstruksi rem cakram (disk brake)


sama dengan konstruksi kopling (clutch)Hanya dengan sedikit
modifikasi, kopling bisa diubah menjadi rem cakram (Juvinal etc.,
2000). Lebih jauh tentang sistem rem diuraikan pada sesi di bawah
ini.
Cakram dalam bahasa Inggris Amerika disebut rotor yang
terbuat dari bahan besi tuang atau komposit keramik termasuk
carbon, kevlar dan silica. Dengan kata lain, kanvas rem menyerap
panas akibat gesekan dengan cakram dan jika remnya (kanvas dan
cakram) terlalu panas alias tidak mampu menyerap panas itu, maka
rem akan berhenti bekerja (Wikimedia Inc., 2009)".

indent pada awal kalimat,


seperti berikut:
"Sepintas diperhatikan, konstruksi rem cakram (disk brake) sama
dengan konstruksi kopling (clutch)Hanya dengan sedikit
modifikasi, kopling bisa diubah menjadi rem cakram (Juvinal etc.,
2000). Lebih jauh tentang sistem rem diuraikan pada sesi di bawah
ini.
3 spasi

Cakram dalam bahasa Inggris Amerika disebut rotor yang terbuat


dari bahan besi tuang atau komposit keramik termasuk carbon,
kevlar dan silica. Dengan kata lain, kanvas rem menyerap

49

panas akibat gesekan dengan cakram dan jika remnya (kanvas dan
cakram) terlalu panas alias tidak mampu menyerap panas itu, maka
rem akan berhenti bekerja (Wikimedia Inc., 2009)".

dari teks yang panjang


-bab

Untuk mengubah line spacing/jarak spasi pada MSWord


2013, klik Format pilih Paragraph dan pilih Line spacing
atau dengan cara lebih cepat; tempatkan kursor pada teks
yang ingin diubah spasinya dan tekan CTRL +2 untuk
doubel spasi, CTRL +5 untuk 1.5 spasi dan CTRL +1 untuk
single spasi.

Justification
Teks laporan di justify sehingga rapat kiri-kanan pada
margins kecuali yang indent seperti pada 2 kutipan alinea di
atas untuk memaksimalkan halaman kertas.

Sebagai tambahan, penggunaan tanda hubung (-) atau simbol


lainnya seperti tanda bintang (*), tanda pagar (#), tanda @
sebagai tanda rincian tidak dibenarkan dalam penulisan laporan
tugas akhir.

KOSA KATA
Kata Ganti Orang

50

Hindari menggunakan kata ganti "saya atau "kami" dalam


penulisan karya ilmiah, seperti potongan kalimat berikut:

"Mengacu pada kenyataan di atas, maka perlu dilakukan


investigasi awal untuk menganalisis.."

Bukan

"Mengacu pada kenyataan di atas, maka saya perlu


melakukan investigasi awal untuk menganalisis."
Kata ganti orang (saya atau kami) kadang-kadang (boleh
digunakan) digunakan untuk membedakan pendapat/hasil
temuan/penelitian orang lain dan anda, misalnya:

"Nguyen (1993) menentukan sebaliknya kesimpulan saya


adalah ."
atau
"Nguyen (1993) menentukan sebaliknya kesimpulan
studi ini adalah "

Gender
Penggunana kata "laki-laki, wanita itu, perencana pria itu
dst." harus dihindari, seperti pada kalimat berikut:
"Desainer pria itu yang bertanggungjawab atas bagian
perencanaan" seharusnya:
"Disainer

itu

yang

bertanggungjawab

atas

bagian

perencanaan".

Bersiap untuk menulis proposal seperti format pada halaman berikutnya

51

BAB VII
PENULISAN PROPOSAL

Proposal adalah langkah awal untuk melakukan penelitian. Tanpa


proposal, tidak ada penelitian. Begitu juga jika proposal salah, maka
penelitian akan salah. Olehnya itu, jika ingin melakukan penelitian
yang baik dan benar, proposal harus baik dan benar juga. Dosen
pembimbing biasanya tidak membolehkan penelitian mahasiswanya
jika proposalnya belum layak. Termasuk penelitian yang mendapat
grant atau ada sponsor, tidak akan lolos jika tidak sesuai dengan
persyaratan penyandang dana tersebut.

SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL


Berikut disajikan sistematika yang umum:
JUDUL
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat
E.

Batasan Masalah

F.

Metodologi Penelitian
Pada bagian ini uraikan metode yang digunakan dan alasannya
sesuai dengan ringkasan rujukan primer yang dibuat pada Tabel
Tinjauan Pustaka di Bab II di depan.
Metodologi bisa mencakup:
Tempat dan waktu penelitian
Alat yang digunakan
Metode yang digunakan

Diagram alir
Jadwal kegiatan
G. Sistematika Penulisan
H. Teori Dasar dan Tinjauan Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
GAMBAR RANCANGAN (pilihan)

Ingat, proposal belum bisa dibagi dalam beberapa BAB, seperi BAB I
dst., karena masih belum layak dari segi kuantitas dan kualitas isinya.

BAHASA
Bahasa yang dipakai untuk proposal dan laporan penelitian adalah
bahasa Indonesia baku yang bercirikan bahasa keilmuan bukan gaya
bahasa lisan/daerah yang bersifat empiris. Adapun ciri bahasa
keilmuan adalah:

Bernada formal, bernalar dan objektif


Gagasan atau paham dikomunikasikan secara lugas, jelas,
ringkas dan tepat. Istilah atau ungkapan yang dipakai tidak
bermakna ganda.
Tidak menggunakan kata ganti orang dan tulisan peneliti. Lebih
lengkap diuraikan di bab 4.
Tidak menggunakan ungkapan-ungkapan yang berlebihan,
mubazir dan emosional/perasaan.

Bahasa asing dapat dipakai jika memang diperlukan atau nama


istilah/ungkapan yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

53

atau jika diterjemahkan artinya akan kabur. Jika memang harus


menulis bahasa asingnya, maka ditulis dengan huruf miring.

GLOSARIUM ISTILAH ASING-INDONESIA


Apakah Glosarium Istilah Asing-Indonesia?
Glosarium Istilah Asing-Indonesia berisi kumpulan istilah dari
berbagai bidang ilmu beserta padanan Bahasa Indonesianya.
Pengembangan istilah ini melibatkan ratusan pakar bidang ilmu dari
berbagai lembaga pemerintah ataupun swasta, bersama pakar bahasa,
dalam memadankan istilah asing setiap bidang ilmu ke dalam bahasa
Indonesia. Semua istilah dalam berbagai bidang ilmu tersebut
disatukan dan diselaraskan. Penyelarasan itu dilakukan antarsubbidang
ilmu dalam satu bidang ilmu dan antarilmu.. Glosarium ini diharapkan
dapat mempermudah masyarakat dalam mencari padanan istilah dari
bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia untuk keperluan ekspresi
dan komunikasi ilmiah Indonesia.

Gambar 7.1 Menu tampilan Glosarium Istilah Asing-Indonesia


54

MENGHINDARI PENCIPLAKAN
(dikutip dari Prof. Dr. Ali Saukah yang diadaptasi dari Writing Tutorial

Services, Indiana University)

Untuk menghindari penjiplakan dalam penulisan proposal dan laporan


penelitian, sebaiknya menyebutkan sumbernya apabila menggunakan:
gagasan, pendapat, dan teori orang lain
fakta, statistik, gambar, foto, lukisan dan informasi apapun yang
bukan merupakan pengetahuan umum
kutipan dari tuturan atau tulisan orang lain
parafrase tuturan atau tulisan orang lain.

Parafrase yang Bukan Penjiplakan dan yang Termasuk Penjiplakan


Di bawah ini adalah teks ASLI dari halaman 1 Lizzie Borden: A Case Book of
Family and Crime in the 1890s, karya Joyce Williams dan kawan-kawan.
The rise of industry, the growth of cities, and the expansion of the population
were the three great developments of late nineteenth century American history.
As new, larger, steam-powered factories became a feature of the American
landscape in the East, they transformed farm hands into industrial laborers, and
provided jobs for a rising tide of immigrants. With industry came urbanization
the growth of large cities (like Fall River, Massachusetts, where the Bordens
lived) which became the centers of production as well as of commerce and trade.
Berikut adalah contoh parafrase yang termasuk penjiplakan:
The increase of industry, the growth of cities, and the explosion of the
population were three large factors of nineteenth century America. As steamdriven companies became more visible in the eastern part of the country, they
changed farm hands into factory workers and provided jobs for the large

55

wave of immigrants. With industry came the growth of large cities like Fall
River where the Bordens lived which turned into centers of commerce and trade
as well as production.
Mengapa parafrase tersebut adalah penjiplakan?
Parafrase yang dicontohkan di atas termasuk penjiplakan karena satu atau
dua hal berikut:
penulis sekadar melakukan perubahan atas beberapa kata atau frase,
atau hanya mengubah urutan kalimat aslinya saja.
penulis tidak menyebutkan sumber dari gagasan atau fakta yang dia
kemukakan itu.
Jika melakukan salah satu atau kedua hal tersebut, berarti plagiasi.
Catatan: Paragraf contoh di atas juga bermasalah karena penulis mengubah
arti atau nuansa beberapa kalimat (misalnya, kata "steam-driven companies" pada
kalimat ke-2 telah menghilangkan penekanan teks aslinya tentang "factories").
Berikut adalah contoh parafrase yang bukan penjiplakan.
Fall River, where the Borden Family lived, was typical of northeastern
industrial cities of the nineteenth century. Steam-powered production had shifted
labor from agriculture to manufacturing, and as immigrants arrived in the US,
they found work in these new factories. As a result, populations grew, and large
urban areas arose. Fall River was one of these manufacturing and commercial
centers (Williams 1).
Mengapa parafrase tersebut bukan penjiplakan?
Parafrase di atas adalah bukan penjilakan karena:
penulis

menayangkan

informasi

dari

teks

aslinya

dengan

menggunakan kata-katanya sendiri.


penulis mencantumkan sumbernya.

56

Berikut adalah contoh kutipan dan parafrase yang digunakan sekaligus, yang
juga bukan penjiplakan.
Fall River, where Bordens family lived, was typical of northeastern industrial
cities of the nineteenth century. As steam-powered production shifted labor from
agriculture to manufacturing, the demand for workers "transformed farm hands
into industrial laborers," and created jobs for immigrants. In turn, growing
populations increased the size of urban areas. Fall River was one of these hubs
"which became the centers of production as well as of commerce and trade"
(Williams 1).
Mengapa paragraf tersebut bukan penjiplakan?
Paragraf di atas bukan penjiplakan karena:
penulis merekam informasi dalam teks aslinya secara akurat.
penulis memberikan kredit terhadap gagasan-gagasan dalam teks itu.
penulis menunjukkan bahwa sebagian frase diambil langsung dari
sumbernya, dengan cara menempatkan frase tersebut di antara tanda
kutip dan menyebutkan nomor halamannya.
Strategi untuk Menghindari Penjiplakan
Tempatkan dalam kutipan setiap hal yang diambil langsung dari teks
aslinya, terutama jika Anda memang mengutip.
Kemukakan dengan kata-kata sendiri (parafrase), tetapi pastikan bahwa
Anda tidak sekadar menata-ulang atau membubuhkan beberapa kata baru.
Bacalah secermat-cermatnya apa yang hendak diparafrasekan, tutuplah
teks aslinya dengan tangan atau dengan apa saja agar tidak dapat
melihatnya (sehingga tidak tergoda untuk menggunakan teks itu sebagai
panduan). Kemudian tulislah gagasan itu dengan kata-kata sendiri tanpa
mengintip.

57

Bandingkan parafrase dengan teks aslinya untuk memastikan bahwa tidak


menggunakan frase atau kata-kata yang sama, dan bahwa informasinya sudah
akurat.

Pengetahuan umum
Pengetahuan umum adalah fakta-fakta yang dapat ditemukan di banyak
tempat dan sangat mungkin sudah diketahui oleh orang banyak.
Contoh: Presiden RI periode 2004-2009 adalah Soesilo Bambang Yudoyono
Fakta itu sudah menjadi informasi yang diketahui (semua) orang. Anda tidak
lagi memerlukan dokumen untuk menguatkan fakta ini.
Akan tetapi, akan membutuhkan dukungan dokumen untuk fakta yang belum
diketahui secara umum atau untuk gagasan-gagasan yang menafsirkan fakta itu.
Contoh: Soesilo Bambang Yudoyono terpilih kembali menjadi presiden RI
periode 2009-2014 karena kemampuan kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut bukanlah fakta, melainkan interpretasi; oleh karena itu,
harus menyebutkan sumbernya.

58

Tugas 6.
A. Baca minimal 2 artikel Jurnal Ilmiah yang terkait dengan
topik penelitian yang dipilih, kemudian tunjukkan salah
satu alinea yang ingin dibuat parafrasenya.
B. Tulis proposalnya sesuai dengan petunjuk dari Bab I s.d.
Bab VII

Proposal/laporan penelitian akan bernilai plus-plus jika menampilkan


dalam gaya bahasa yang baku dan mengutip materinya dengan baik
tanpa plagiat

59