Anda di halaman 1dari 14

ETIKA DOKTER

MUSLIM
By :
Dr. Masdalena Nasution

Etik Dokter Muslim


Etik (Ethics) berasal dari kata
Yunani Ethos akhlak, adat
kebiasaan, norma-norma, nilai
moral, watak, sikap yang baik, yang
layak.
Maka, etik adalah seperangkat
asas dan nilai yang berkaitan dengan
akhlak seperti dalam kode Etik.

Menurut kamus Kedokteran (Ramli dan


Pamuncak 1987) etika adalah pengetahuan
tentang perilaku yang benar dalam suatu
profesi.
Seorang dokter muslim haruslah benarbenar menyadari bahwa dirinya adalah
hamba Allah semata. Dan betapa tidak
berarti dirinya beserta ilmunya tanpa izin
Allah.

Pekerjaan profesi (professio) berarti


merupakan pekerjaan yg memerlukan
pendidikan dan latihan tertentu.

ETIK TERHADAP KHALIK


Dokter muslim harus meyakini
dirinya adalah khalifah fungsionaris
Allah dalam bidang kesehatan dan
kedokteran.
Melaksanakan profesi karena
Allah. Dokter hanya melakukan
pengobatan, dan yang
menyembuhkan hanyalah Allah
SWT. Melaksanakan profesinya
dengan iman supaya jangan
merugi.

Prinsip Etik Dokter Muslim


1. Adanya belas kasihan dan kasih
sayang terhadap sesama manusia,
perasaan sosial yang ditunjukkan
kepada masyarakat. Sesuai Firman
Allah QS. Al-Isra ayat 70 : Dan
sesungguhnya Kami muliakan anak
Adam. Menurut HR At-Tarmizi :
Tak ada sesuatu yg lebih berat
dalam timbangan (amal) seseorang
mukmin pada hari kiamat, melebihi
akhlak yang luhur.

2. Berbuat baik, berbudi luhur, dapat


dipercaya oleh pasien, dan memupuk
keyakinan profesional juga perilaku
seseorang senantiasa merasa dekat
dengan Allah, tendakannya sesuai
dengan aturan dan hukum Allah.
Sesuai Firman Allah QS. An-Nahl
ayat 128 : Sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang bertakwa
dan orang-orang yang berbuat baik.

Juga Firman Allah dalam QS. Shosh ayat


77 : Berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu.
3. Seorang dokter muslim harus dapat
dengan tenang melakukan pekerjaannya
dan harus mempunyai kepercayaan
kepada diri sendiri.
4. Harus merupakan kepribadian yang kuat,
sehingga dapat melakukannya di dalam
keadaan serba sulit, dan tentunya tidak
menyimpang dari ketentuan medis dan
agama.

5. Seorang dokter muslim jangan


membedakan pasien yang kaya dan
pasien ygang miskin.
6. Seorang dokter muslim harus adil
dan harus hidup seimbang, tidak
berlebihan tidak membuang waktu
serta energi dan menikmati
kesenangan yang berlebihan.

Sesuai dengan firman Allah QS.


Al-Maidah ayat 8 Dan janganlah
sekali-kalikebencian terhadap
sesuatu kaum mendorong kamu
untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada takwa dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.

Juga Firman Allah QS. An-Nisa ayat


135 Wahaiorang yg beriman, jadilah
kamu orang benar-benar penegak
keadilan, menjadi saksi karena Allah,
biarpun terhadap darimu sendiri atau ibu
bapakmu dan kaum kerabatmu.

7. Sebagian waktunya harus dicurahkan


kepada pasien.
8. Seorang dokter muslim harus lebih
banyak mendengar dan lebih sedikit
bicara.

9. Seolah dokter muslim tidak boleh


berkecil hati dan harus merasa
bangga atas profesinya karena
semua agama menghormati profesi
dokter.
Muslim (Islam) mempunyai
beberapa arti yaitu :
1. Melepas diri dari segala penyakit
lahir batin.
2. Kedamaian dan Keamanan.
3. Ketaatan dan Kepatuhan.

Firman Allah
QS. Ali Imran ayat 19 :
Sesungguhnya agama (yang
diridhoi) disisi Allah hanyalah
Islam

Kesimpulan
Tujuan pendidikan Etik Dokter Muslim
adalah untuk menjadikan calon Dokter
lebih manusiawi dengan memiliki
kematangan intelektual (emosional)
secara Islam.

Firman Allah QS. Al-Baqarah ayat 208 :


Hai orang-orang yg beriman, masuklah
kamu kedalam islam secara
keseluruhannya dan janganla kamu turuti
langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan
itu musuh yg nyata bagimu.

Referensi
1. Etika Kedokteran & Ajaran Islam
(Prof. Dr. Muhammad Yussuf)
2. Hanafiah Sp 06 (K) Pustaka Bangsa
Press 2008
3. Tafsir Rahmat (H. Oemar Bakry)
Penerbit Mutiara