Anda di halaman 1dari 18

KEBIJAKAN PEMERINTAH MENGENAI

PENDIDIKAN

DI SUSUN OLEH :
FAKHRUL RAZI (041000096)
NIEL A. BAKARA (041000162)

1.1 Latar Belakang


BPS (2003)
2,7 % dari angkatan kerja di Indonesia
berpendidikan PT
5,4 % angkatan kerja adalah tamatan SD
2003
9,5 Juta jiwa warga negara yang tidak mempunyai
pekerjaan
> 20 tahun
1984
pemerintah mendengungkan kampanye
wajib belajar
CINA
disadari pembangunan suatu bangsa memerlukan sumber
daya manusia
dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk
mendukung pembangunan
Oleh karena itu, pembangunan negara indonesia sangat di
pengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia
Pendidikan di Indonesia
proses involusi
Di tandai dengan semakin menurunnya mutu mesti input fasilitas
fisiknya terus bertambah

1.2 Perumusan masalah


Berdasarkan latar belakang di atas,
permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini adalah :
1. Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap
pendidikan yang ada di Indonesia?
2. bagaimana mutu pendidikan di Indonesia dan
pemerataan pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana manajemen pendidikan dan
pembiayaan pendidikan di Indonesia?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
mengetahui dan memahami bagaimana kebijakan pemerintah dalam
pendidikan, sehingga dapat menganalisa sejauh mana pelaksanaan
kebijakan tersebut
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Mengetahui dan memahami kebijakan pemerintah dalam
pendidikan
2. Mengetahui dan memahami perkembangan anak Indonesia dan
bagaimana
keadaan guru di Indonesia sebagai pemeran utama dalam
pendidikan
3. Mengetahui dan memahami mutu pendidikan dan pemerataan
pendidikan
di Indonesia
4. Mengetahui dan memahami manajemen pendidikan dan
pembiayaan pendidikan di Indonesia

1.4 Manfaat
1. untuk menambah pengetahuan
dan pemahaman mahasiswa
tentang pelaksanaan kebijakan
pendidikan di Indonesia
2. Sebagai pelengkap tugas mata
kuliah kebijakan kependudukan

Undang undang yang mengatur


mengenai pendidikan :
1. UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 yang
terdiri dari 4 ayat
2. UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 17
sampai dengan pasal 28

Kebijakan pendidikan kita tidak pernah jelas.


Pendidikan kita hanya melanjutkan pendidikan
yang elite ekslusif dengan kurikulum elitis yang
hanya bisa di tangkap oleh 30 % anak didik, kata
Dr. mochtar Buchori, mantan rektor IKIP
Muhammaddiyah jakarta ( Harian Kompas, 4
september 2004)
Dari dulu sampai sekarang, kebijakan pendidikan
kita masih terlalu umum. Belum ada kebijakan
dasar dalam pendidikan, misalnya untuk
mengejar keunggulan sampai tahun 2020, kata
staf ahli Menteri Pendidikan Nasional Ace Suryadi
(Harian Kompas, 4 september 2004)

Mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan


Ki Supriyoko (2004)
kualitas guru yang
rendah dan profesionalisme yang kurang
memadai adalah kombinasi sempurna guna
menghasilkan lulusan yang kurang cerdas
Balitbang Depdiknas pernah membuat laporan
ternyata sekitar 30 % yang layak mengajar di
kelas

Menurut kebijakan pemerintah di


bidang pendidikan PLSP dan
pelaksanaan program tahun 2001
dan RAPBN tahun 2002 bahwa
akan ada tantangan
pembangunan PLSP untuk kurun
waktu lima tahun ke depan

Pemerataan

1986
WB 6 tahun 1994
9 tahun
Balitbang Diknas (2000) :
SD/MI
terima 94,5 %
putus 3,3 % (929.702 Anak)
SLTP/MTSN
terima 55,7 %
putus 3,6 % (338.038 Orang)
SLTA/MA
terima 32,1 %
putus 4,8 % (253.976 Orang)
Anak Usia Dini (0 6 tahun)
28 juta anak
11 juta anak ( 39,29 %) tidak
terlayani pendidikannya melalui pendidikan pendidikan prasekolah apapun
Buta Huruf
16 juta orang Usia 10 tahun ke atas
Kelompok Usia Produktif
5,2 juta orang Usia 10 44 tahun

Kebijakan pemerintah

Mewujudkan pemerataan dan mutu penyelenggaraan program pendidikan luar


sekolah yang berbasis pada kebutuhan belajar masyarakat sehingga tercipta
masyarakat yang gemar belajar, bekerja, dan berusaha
Mewujudkan pemerataan dan mutu penyelenggaraan program Pendidikan Anak
Dini Usia (PADU) melalui kegiatan perawatan kesehatan, pemberian gizi yang
memadai dan pengembangan physico sosialnya sehingga tercipta anak Indonesia
yang sehat, cerdas dan pada usia sekolah siap masuk sekolah tanpa mengalami
hambatan dalam mengitu pelajaran di sekolah
Mewujudkan pemerataan dan mutu penyelenggaraan pendidikan bagi perempuan
yang terbelakang pendidikan nya agar mampu mengembangkan diri sebagai
wanita yang memiliki pengetahuan dasar, produktif, dan dapat bermitra sejajar
dengan pria
Mewujudkan pemerataan dan mutu penyelenggaraan program kepemudaan yang
berorientasi pada peningkatan wawasan kebangsaan, keimanan, dan kemandirian
sehingga tercipta pemuda Indonesia sebagai kader pembangunan bangsa yang
cerdas, cinta tanah air, berakhlak mulia, sehat, etos kerja tinggi, jujur, mandiri, dan
tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan

Manajemen Pendidikan Indonesia


Perkembangan pendidikan nasional kita memang
sangat lamban dibandingkan dengan Malaysia,
misalnya, kelambanan itu akan tampak amat
jelas. Penyebab lambannya perkembangan
pendidikan sebenarnya ada pada manajemen
pendidikan yang tidak dapat dilaksanakan secara
produktif
Mendiknas
manajemen pendidikan kita
bukan saja kaku, tetapi dalam banyak
kasusjustru kontra produktif

Buchori
sistem pendidikan yang
diberlakukan saat ini merupakan
kelanjutan dari sistem yang bersifat elitis
eksklusif.
Untuk menyelenggarakan pendidikan yang
baik dan bersifat massal, sistem mesti
diubah
dipecah menjadi 2 jalur : jalur
anak anak berbakat dan jalur untuk
mereka yang memiliki kemampuan rata
rata. Lanjut Buchori

Pembahasan
Sangat disayangkan kebijakan yang
sudah dibuat sedemikian rupa,
dengan sebaik baiknya tidak dapat
dijalankan dengan baik dan
maksimal. Masih sangat banyak hal
yang terjadi yang jauh dari apa yang
diharapkan

Harian Kompas, (24/6/05)


SD di SUMUT
memprihatinkan karena sebanyak 9600 unit
gedung rusak dan kekurangan guru 17.431 orang.
Setiap tahun ada sekitar 2% murid SD yang putus
sekolah di karenakan membantu orang tua
Terbatasnya anggaran pendidikan dalam APBD
Provinsi SUMUT, yang hanya sekitar 7% atau Rp 35
miliar, menyebabkan kemampuan pemerintah
memperbaiki gedung SD yang rusak menjadi
terbatas.
Data dari kota/kabupaten menunjukkan, dari 9600
gedung SD yang rusak, sebanyak 1054 unit
diantaranya masuk kategori rusak total, 3552 unit
rusak berat, 2789 unit rusak sedang dan sisanya
rusak ringan

Pelaksanaan kebijakan ini perlu


pengawasaan yang lebih g dari
pihak pemerintah, sehingga cita
cita bangsa yang ada dalam
pembukaan UUD 1945 yaitu
untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa dapat tercapai

Kesimpulan
1.
2.
3.

Kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah dan


masih banyaknya masyarakat yang belum mendapat
haknya dalam pendidikan
Kebijakan pemerintah dalam pendidikansudah cukup
bagus, tetapi belum dapat dilaksanakan dengan baik
Masalah pendidikan di Indonesia menyakut kebijakan,
perkembangan anak, kualitas dan kuantitas guru,
mutu pendidikan, pemerataan pendidikan, manajemen
pendidikan, dan pembiayaan pendidikan

Saran
1. Hendaknya pendidikan merupakan prioritas
nasional, sehingga dapat lebih diperhatikan
2. Pemerintah dapat lebih mengawasi
pelaksanaan kebijakan yang telah dibuat
3. Selain kebijakan secara nasional, hendaknya
ada kebijakan pemerintah daerah yang juga
memprihatinkan pendidikan, sehingga
masalah pendidikan sampai ke masyarakat
kecil dapat tetap di perhatikan.