Anda di halaman 1dari 12

JARINGAN OTAK SAAT

RESTING-STATE PADA KASUS


EPILEPSI LOBUS TEMPORAL MESIAL

Pembimbing :: dr. Alfindra T. Sp. S

Nama :: Luli Yuanna Futri


Nim :: G1A212046

Functional magnetic resonance imaging (fMRI)


perbedaan jaringan otak yang mengalami keadaan

resting-state antara pasien dengan epilepsi lobus


temporalis mesial (MTLE) dan orang sehat.

Analisis data-driven perbedaan antar kelompok

independen dari kelainan struktur yang terlibat.

SSICA
komponen

eksplorasi
independen,

berdasarkan
yang

kelompok-kelompok jaringan otak.

analisis

membandingkan

Data fMRI resting-state 10 orang sehat dan 10


pasien MTLE.

PENDAHULUAN

MTLE adalah bentuk umum epilepsi fokal pada

manusia,

dengan

kelainan

pada

hippocampal

sclerosis.

Untuk menyelidiki perbedaan jaringan otak yang


berinteraksi satu sama lain.

Untuk

mengukur

fungsi

intrinsik

dari

otak pada saat resting-state dengan menggunakan


pencitraan
(fMRI).

resonansi

magnetik

Penelitian

ini

konektivitas

resting-state

menggabungkan

fungsional
dan

fMRI

pasien

dengan

diffusion

tensor

imaging.
Menunjukkan

bahwa

perubahan

konektivitas fungsional pada pasien MTLE


dipengaruhi oleh penurunan volume gray

matter
temporal.

dan

white

matter

di

lobus

ICA

adalah

metode

yang

populer

dilakukan

untuk menganalisis data fMRI pasien resting-state

karena memberikan gambaran perubahan dari


jaringan

otak,

menjadi

komponen

independen,

dengan

menguraikan

spasial

masing-masing

statistik

data
yang

komponen

dihubungkan dengan time-course.

SSICA melakukan perbandingan sistematis antara


jaringan kelompok.

BAHAN DAN METODE


SUBJEK

10 pasien MTLE Unilateral umur 29 11 tahun, 3


laki-laki, 7 MTLE kanan)

Studi ini disetujui oleh etika penelitian dewan


Montreal Neurological Institute dan Rumah Sakit
dan Partisipan dalam penelitian setelah memberikan

persetujuan tertulis.

Kriteria Inklusi

a.

Memiliki mesial temporal epilepsi yang sesuai.

b.

Tidak ada lesi struktural atau pascaoperasi.

c.

Memiliki setidaknya dua fMRI berjalan tanpa

interictal

epileptical

discharges

(IEDs)

dibuktikan dengan rekaman EEG simultan.


d.

Terjaga dibuktikan dengan rekaman EEG.

e.

Gerak dari <1 mm yang ditentukan oleh penataan


kembali dari pra proses

AKUISISI EEG

EEG akuisisi dilakukan dengan menggunakan 25


MR elektroda yang kompatibel (Ag/AgCL).

ditempatkan pada kulit kepala menggunakan 10-

20 (21 elektroda biasa tanpa FPZ dan Oz, ,


referensi pada FCz) dan 10-10 (F9, T9, P9, F10,
T10, dan P10).

Dua elektroda yang terletak di bagian belakang


mencatat elektrokardiogram (EKG).

AKUISISI FMRI

Data fMRI dikumpulkan dengan dua protocol EPI

akuisisi:
(I)

5 scan dilakukan sebelum Juli 2008: dimensi voxel


5 mm x 5 mm x 5 mm, 25 iris, 64 64 matriks, TE
= 30 ms, TR = 1750 ms , dan sudut flip 90.

(II)

5 scan setelah Juli 2008: dimensi voxel 3,7 mm x

3,7 mm x 3,7 mm, 33 iris, 64 64 matriks, TE =


25 ms, TR = 1900 ms, dan sudut flip 70.

PENGOLAHAN EEG