Anda di halaman 1dari 43

REFERAT

KETUBAN PECAH DINI

Dosen Pembimbing :
dr. PARYANTO, SpOG

Oleh :
RIZKI VALENTINA
MARLINA WATY
TIARANY ERLINDA

PENDAHULUAN
1.1. AMNION
Amnion adalah membrane janin paling
dalam dan berdampingan dengan
cairan amnion.
Amnion merupakan membrane
avaskular yang berfungsi menampung
cairan amnion.

1.2. LIKUOR AMNII


Di dalam ruang yang diliputi oleh selaput
janin yang terdiri dari lapisan amnion
dan korion terdapat likuor amnii (air
ketuban).
Volume: 1000-1500 ml, putih, agak
keruh, serta memiliki bau yang khas,
agak amis dan manis.
Cairan ini dengan berat jenis 1,008, terdiri
atas 98% air.

Gambar 1. Pembentukan amnion

KPD (KETUBAN PECAH


DINI)
DEFINISI
Pecahnya selaput ketuban secara
spontan sebelum awitan persalinan,
baik aterm maupun preterm. 3
KPD saat preterm (KPDP) adalah KPD
pada usia <37 minggu

Ketuban dinyatakan pecah


dini/sponkaneous/ early/ premature
rupture of the membrane (PROM
sebelum
proses persalinan
berlangsung.

Gambar 2. Ketuban Pecah

EPIDEMIOLOGI
5-10% dari semua kelahiran,
KPD preterm terjadi 1% dari semua
kehamilan.
70% kasus KPD terjadi pada
kehamilan cukup bulan.
KPD penyebab kelahiran prematur
sebanyak 30%. 5

ETIOLOGI
Disebabkan

oleh karena:

berkurangnya kekuatan membran,


meningkatnya tekanan intrauterin,
kedua faktor tersebut.
Berkurangnya

kekuatan membran
disebabkan oleh adanya infeksi yang
dapat berasal dari vagina dan serviks.

Beberapa faktor resiko dari KPD


:5
1. Inkompetensi serviks / kanalis sevikalis
yang selalu terbuka karena kelainan
pada servik uteri (akibat persalinan,
kuretase).

Gambar 3. Inkompetensi

Cont . . .
2. Polihidramnion (cairan ketuban
berlebih)
3. Riwayat KPD sebelumya
4. Kelainan atau kerusakan selaput
ketuban
5. Kehamilan kembar
6. Trauma
7. Serviks (leher rahim) yang pendek
(<25mm) pada usia kehamilan 23
minggu

PATOFISIOLOGI
Banyak teori, mulai dari defect
kromosom kelainan kolagen, sampai
infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata
berhubungan dengan infeksi (sampai
65%), yaitu : 5

High virulensi : Bacteroides


Low virulensi : Lactobacillus

Cont . . .
Selaput ketuban sangat kuat pada
kehamilan muda.
Pada trimester ketiga selaput ketuban
mudah pecah. Melemahnya kekuatan
selaput ketuban ada hubungannya
dengan pembesaran uterus, kontraksi
rahim, dan gerakan janin.
Pecahnya ketuban pada kehamilan
aterm merupakan hal fisiologis.

Cont . . .
Ketuban Pecah Dini pada kehamilan
premature disebabkan oleh adanya
factor-faktor eksternal, misalnya infeksi
yang menjalar dari vagina.
Ketuban Pecah Dini prematur sering
terjadi pada polihidramnioon,
inkompetensi serviks, solusio plasenta. 4

MANIFESTASI KLINIS
1. Keluarnya cairan ketuban merembes
melalui vagina.
2. Aroma air ketuban berbau amis dan
manis, tidak seperti bau amoniak,
dan pucat

Cont . . .
3. Cairan ini tidak akan berhenti atau
kering karena terus diproduksi sampai
kelahiran.

4. Demam, bercak vagina yang banyak,


nyeri perut, denyut jantung janin
bertambah cepat tanda-tanda
infeksi yang terjadi. 5

Sifat air ketuban berbeda dengan


air kencing : 5

Air ketuban : reaksi alkalis, baunya


khas, warnanya bisa jernih,
keruh,mengandung vernix caseosa.

Air kencing : reaksi asam, bau pesing,


warna jernih tidak mengandung
vernix caseosa

Konfirmasi diagnosis : 4,5

Bau cairan ketuban yang khas.


Jika keluarnya cairan ketuban sedikitsedikit, tampung cairan yang keluar dan
nilai 1 jam kemudian.
Dengan spekulum DTT, lakukan
pemeriksaann inspekulo. Nilai apakah
cairan keluar melalui ostium uteri atau
terkumpul di forniks posterior.
Jangan lakukan pemeriksaan dalam
dengan jari-jari karena tidak membantu
diagnosis dan dapat mengundang
infeksi.

Jika memungkinkan lakukan :


4,5

Tes lakmus (tes nitrazin).


Tes pakis dengan meneteskan cairan
ketuban pada gelas objek.

Tabel Diagnosis Cairan Vagina


Gejala & Tanda Selalu Ada
Keluar cairan ketuban

Gejala & Tanda Kadang-Kadang Ada


Ketuban pecah tiba-tiba

Diagnosis Kemungkinan
Ketuban pecah dini

Cairan tampak di introitus


Tidak ada his dalam 1 jam
Cairan vagina berbau

Riwayat keluarnya cairan

Demam / menggigil

Uterus nyeri

Nyeri perut

Denyut jantung janin cepat

Amnionitis

Perdarahan per vaginam sedikit


Cairan vagina berbau

Gatal

Tidak ada riwayat ketuban

Keputihan

pecah

Nyeri perut

Vaginitis / servisitis

Disuria
Cairan vagina berdarah

Nyeri perut

Perdarahan antepartum

Gerak janin berkurang

Perdarahan banyak
Cairan berupa darah-lendir

Pembukaan & pendataran serviks

Awal persalinan aterm atau

Ada his

preterm

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
Ultrasonografi
Amniosintesis
Pemantauan janin
Protein C-reaktif

KOMPLIKASI
Tergantung pada usia kehamilan.
Dapat terjadi infeksi maternal ataupun
neonatal, persalinan matur, hipoksia
karena kompresi tali pusat, deformitas
janin, meningkatnya insiden seksio
sesarea, atau gagalnya persalinan
normal. 4

Cont . . .
Persalinan Prematur
Infeksi
Hipoksia dan Asfiksia
Sindrom Deformitas Janin

Komplikasi paling sering terjadi pada KPD


sebelum usia kehamilan 37 minggu
adalah : 5
Semua ibu hamil dengan KPD prematur
sebaiknya dievaluasi untuk
kemungkinan terjadinya korioamnionitis
(radang pada korion dan amnion).
Prolaps atau keluarnya tali pusar.
Risiko kecacatan dan kematian janin
meningkat pada KPD preterm.

Cont . . .

Gambar 4. Keluarnya tali pusar

Penatalaksanaan
Pastikan diagnosis
Tentukan umur kehamilan
Evaluasi ada tidaknya infeksi maternal
ataupun infeksi janin
Apakah dalam keadaan inpartu,
terdapat kegawatan janin.

Penanganan

umum 6
Konfirmasi usia kehamilan, USG.
Lakukan pemeriksaan inspekulo
(dengan spekulum DTT)
Jika ibu mengeluh perdarahan
pada akhir kehamilan (setelah 22
minggu), jangan lakukan
pemeriksaan dalam secara digital.
Tentukan ada tidaknya infeksi.
Tentukan tanda-tanda inpartu.

Cont . . .
Terapi konservatif, bila :
Komplikasi (-)
Usia gestasi > 28-37 minggu

Konservatif :
1.
2.
3.
4.

Rawat dirumah sakit,


Berikan antibiotic
Jika umur kehamilan <32-34 minggu,
rawat
Jika usia kehamilan 32-37 minggu,
belum inpartum, tidak ada infeksi, tes
busa negative beri deksametason,
observasi tanda-tanda infeksi, dan
kesejahteraan janin. Terminasi pada
kehamilan 37 minggu.

Cont . . .
Berikan kortikosteroid kepada ibu untuk
memperbaiki kematangan paru janin.
- Betametason 12 mg IM dalam 2 dosis
setiap 12 jam.
- Deksametason 6 mg IM dalam 4 dosis
setiap 6 jam.
- Jangan memberikan kortikosteroid bila
ada infeksi.
5.

6.

7.

Jika usia kehamilan 32-37 minggu,


inpartum, tidak ada infeksi berikan
tokolitik (salbutamol), deksametason dan
induksi sesudah 24 jam.
Jika usia kehamilan 32-37 minggu, ada
infeksi, beri antibiotic dan lakukan
induksi, nilai tanda-tanda infeksi (suhu,
leukosit, tanda-tanda infeksi intrauterine).

Cont . . .
8.

Pada usia kehamilan 32-37 minggu


berikan steroid mengacu
kematangan paru janin.
Dosis betametason 12 mg sehari dosis
tunggal selama 2 hari, deksametason,
I.M 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali.

Jika tidak terdapat infeksi dan


kehamilan > 37 minggu :
Jika ketuban telah pecah lebih 18 jam,
antibiotik profilaksis untuk mengurangi
resiko infeksi streptokokus grup B :
Ampisilin 2 gr IV setiap 6 jam atau
Penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam
sampai persalinan.
Jika tidak ada infeksi pasca persalinan,
hentikan antibiotik.
9.

Nilai serviks :
Jika serviks sudah matang, lakukan
induksi persalinan dengan oksitosin.
Jika serviks belum matang, matangkan
serviks dengan prostaglandin dan
infus oksitosin atau lahirkan dengan
seksio sesarea.

Terapi aktif, bila :


Komplikasi (+)
Usia gestasi > 37 minggu atau < 28
minggu
Kematian janin

Cont . . .
Aktif :
Kehamilan >37 minggu induksi
dengan oksitosin. Bila gagal CS.
Dapat pula diberikan nisoprostol 25
mg-50mg intravaginal tiap 6 jam
maksimal 4kali.
Bila ada tanda-tanda infeksi
antibiotic dosis tinggi dan persalinan
diakhiri.

Cont . . .
Bila skor pelvic <5, lakukan
pematangan serviks, kemudian
induksi. Jika berhasil, akhiri persalinan
dengan seksio sesaria.
Bila skor pelvic >5, induksi persalinan,
partus pervaginam.

KETUBAN PECAH
< 37 MINGGU
Infeksi

Tidak ada infeksi

37 MINGGU
Infeksi

Tidak ada infeksi

Berikan antibiotic

Amoksisilin +

Berikan panisilin,

Lahirkan bayi

: penisilin,

eritromisin untuk

gentamisin dan

Berikan penisilin

gentamisin dan

7 hari

metronodazol.

atau ampisilin.

metronidazol

Steroid untuk

Lahirkan bayi

Lahirkan bayi

pematangan paru.

ANTIBIOTIKA SETELAH PERSALINAN


Profilaksis
Stop antibiotic

Infeksi
Lanjutkan untuk
24 48 jam
setelah bebas
panas.

Tidak ada infeksi


Tidak perlu antibiotik

PENCEGAHAN
Mengurangi aktivitas atau istirahat pada
akhir triwulan kedua atau awal
triwulan ketiga dianjurkan. 5

KESIMPULAN
Ketuban pecah dini adalah pecahnya
ketuban sebelum in partu, yaitu bila
pembukaan pada primigravida < 3 cm dan
pada multipara <5 cm
Penyebab dari PROM tidak / belum jelas,
maka preventif tidak dapat dilakukan,
kecuali usaha menekan infeksi.

Cont . . .
Adapun pengaruh dari ketuban pecah
dini baik pada ibu maupun bayinya
menimbulkan infeksi.
Jadi, pada PROM penyelesaian
persalinan bisa dilakukan dengan partus
spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi
forsep, embriotomi bila anak sudah
meninggal, Seksiosesarea bila ada
indikasi obstetric.

DAFTAR PUSTAKA
1.Cunningham.

F. Gary, F. gant. Norman, J. Leveno. Kenneth, dkk. Amnion


dalam Profitasari, Huriawati Hartanto, dkk. Obstetri Williams. Edisi 21.
Volume 1. Jakarta : EGC, 2006. Hal. 109-111

2.Wiknjosastro,

Hanifa. Syaifuddin, Abdul Bari. Rachimhadhi, Trijatmo.


Likuor Amnii dalam Hanifa Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. Edisi ketiga.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2006. Hal. 7375.

3.Cunningham.

F. Gary, F. gant. Norman, J. Leveno. Kenneth, dkk.


Ketuban Pecah Dini dalam Profitasari, Huriawati Hartanto, dkk. Obstetri
Williams. Edisi 21. Volume 1. Jakarta : EGC, 2006. Hal. 306

4.Wiknjosastro,

Hanifa. Syaifuddin, Abdul Bari. Rachimhadhi, Trijatmo.


Ketuban Pecah Dini dalam Soetomo Soewarto. Ilmu Kebidanan. Edisi
keempat. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2009.
Hal. 677-681.

5.Dadi.

2010. Ketuban Pecah Dini. Available from


http://www.scribd.com/doc/29212395/UEZT-DADI-MAKALAH, di unduh
pada tanggal : 05 Agustus 2010

6.Wiknjosastro,

Hanifa. Syaifuddin, Abdul Bari. Rachimhadhi, Trijatmo.


Ketuban Pecah Dini dalam Abdul Bari Saifuddin, dkk. Pelayanan

TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA . . .