Anda di halaman 1dari 14

JAMUR MAKROSKOPIS (CENDAWAN) DI TNKS

Small Research Grants 1999/2000

ENGLISH

Jamur merupakan salah satu keunikan yang memperkaya keanekaragaman jenis mahluk hidup
dalam dunia tumbuhan. Sifatnya yang tidak berklorofil menjadikannya tergantung kepada
mahluk hidup lain baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Karena itu jugalah jamur
memegang peranan penting dalam proses alam yaitu menjadi salah satu dekomposer unsur-unsur
alam. Selain itu beberapa diantara jenis-jenis jamur yang ada telah dimanfaatkan oleh manusia,
baik sebagai bahan makanan maupun bahan obat.
Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan bekerjasama dengan Yayasan
Keanekaragaman Hayati dalam kerangka Small Research Grant ICDP TNKS memberikan
kesempatan kepada Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sriwijaya untuk melakukan inventarisasi
jamur makroskopis yang dilakukan di kawasan TNKS di wilayah Desa Napalicin Kecamatan
Rawas Hulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Berikut beberapa jenis jamur yang
berhasil diinventarisir oleh tim peneliti tersebut.

Agaricus compestris (Agaricaceae)


Jamur Bulan
Ditemukan di hutan sekunder kawasan TNKS daerah Sungai
Susup Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera
Selatan. Jenis Jamur ini hidup mengelompok dipermukaan
tanah yang lembab, pada perakaran tanaman. Saat dewasa
Cap (payung) berwarna putih, permukaannya licin dan agak
lengket, berukuran 5 10 cm dengan bagian bawah berbilah
lunak dan convexnya beralur di tepi. Pada saat masih kecil
bentuknya seperti kancing dengan tangkai yang pendek
berukuran 1 cm. Volva tidak jelas menempel ditanah
sementara tangkai melekat dibagian sentral. Jamur ini dapat dimakan, rasanya lezat dan lembut
namun kurang begitu dimanfaatkan penduduk setempat.

Amanita junguilea (Amanitaceae)


Jamur Kikik
Ditemukan di kawasan hutan primer kawasan TNKS di
daerah Sungai Piring Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu
Sumatera Selatan. Jamur Kikik tumbuh dipermukaan tanah

yang lembab pada daerah yang tinggi. Tubuh buah berwarna kekuningan, Cap berdiameter 3 6
cm berwarna kuning pada bagian tepi dan agak kecoklatan di bagian sentral. Pada permukaan
atas Cap terdapat butiran-butiran yang lengket. Bagian bawah berbilah, berwarna putih dan agak
lembab. Tangkai disentral, berwarna putih, volva berbentuk bolbus kenyal, tanpa cincin, panjang
4 8 cm dengan diameter 0,5 cm. Jamur ini beracun dan dapat memabukkan, tetapi ada
penawarnya yaitu tangkainya sendiri.

Auricularia polytricia (Auriculariaceae)


Jamur Kuping Kongop
Hidup dipermukaan kulit kayu mati yang lembab, jenis ini
merupakan kelompok jamur kuping dengan karpopora licin
dan transparan. Bagian atas licin dan basah, bagian bawahnya
agak kasar karena terdapat aliran urat seperti vena, berwarna
coklat, karpopora lunak, melekat langsung di kulit kayu.
Ukurannya berkisar 1 8 cm, hidup mengelompok dan
tersebar hampir disebagian besar hutan, hidup sebagai
saprofit, ada juga yang parasit pada tanaman. Jamur ini
rasanya enak dan dapat dimakan. Jamur ini ditemukan di
hutan sekunder kawasan TNKS daerah Sungai Keruh Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu
Sumatera Selatan.

Auricularia auricularis (Auriculariaceae)


Jamur Kuping Pimir
Tumbuh di hutan sekunder kawasan TNKS daerah Sungai
Keruh Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera
Selatan. Jamur ini hidup pada kulit kayu mati yang lembab.
Berwarna coklat transparan, permukaan licin, karpopora
lunak dan melekat langsung di kulit kayu. Tidak memiliki
peruratan seperti jenis jamur kuping sebelumnya. Berukuran
antara 4 8 cm, koloninya ditemukan dalam jumlah yang
tidak begitu banyak pada substrat tempat jamur ini hidup.
Seperti umumnya jenis jamur kuping, jamur ini dapat
dimakan.

Boletus sp (Boletaceae)

Tumbuh pada tanah yang lembab di pinggir sungai, di


kawasan hutan primer TNKS daerah Sungai Susup
Kecamatan Rawas Hulu, jamur ini merupakan kelompok
jamur yang memiliki stipe dan cap serta berporus pada bagian
bawahnya. Permukaan atas Cap datar agak licin dan
berdaging dengan dameter 6 10 cm, tangkai terletak di
sentral dan dapat melengkung. Bagian bawah berporus
dengan warna coklat keputihan. Tangkai berwarna abu-abu
agak kasap. Sampai saat ini belum diketahui edibilitasnya.

Suillus bovinus (Boletaceae)


Ditemukan di daerah hutan primer kawasan TNKS desa
Sungai Susup Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu
Sumatera Selatan. Jamur ini tumbuh di permukaan tanah
yang kering dan berserasah. Secara umum tubuh buah warna
hitam, permukaan Cap mendatar agak licin mengkilap,
bagian bawah berambut (agak tajam dan lunak) dengan
diameter 3 6 cm. Posisi tangkai di sentral, berwarna
kecoklatan silindris dan agak mengecil dibagian bawah,
kasap, dengan panjang 1 x 5 cm, agak bersisik ( kasar
permukaannya). Edibilitas belum diketahui.

Calvatia excipuliformae (Calvatiaceae)


Jamur Telok Pipit
Tumbuh di permukaan tanah yang berumput, jamur ini
memiliki karpopora berbentuk globose, bulat berukuran 1,5
3 cm berwarna putih ketika masih muda dan coklat
kehitaman pada saat dewasa. Permukaan agak berbintikbintik lunak. Pada saat tua di bagian atas jamur ini tampak
tonjolan seperti mata tunas. Ditemukan pada jalan setapak
Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan.
Jamur ini dapat dimakan pada waktu masih muda.

Chantharellus cibarius (Chantharellaceae)


Ditemukan di hutan primer kawasan TNKS daerah Sungai
Piring Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera

Selatan. Merupakan kelompok jamur kayu yang tumbuh pada kulit kayu mati. Cap terangkat
keatas, membulat, bergaris dibagian tepi membentuk seperti kembang terompet. Bagian atasnya
kenyal berwarna kekuningan dengan diameter 3 5 cm agak melengkung dan licin, bagian
bawah berbilah/gill berwarna kekuningan. Posisi tangkai pada bagian sentral, bentuknya seperti
ranting kayu berwarna kecoklatan dengan panjang 3 5 cm. Jamur ini dapat dimakan ketika
masih muda karena masih lunak.

Clavaria/Ramaria abietina (Clavariaceae)


Jamur Karang
Hidup pada tanah yang lembab dan serasah yang tipis, jamur
ini memiliki karpopora berbentuk seperti bunga karang/bunga
brokoli berwarna krem kekuningan, berdaging, kenyal, licin
dan berair. Daging buah di bagian bawah lebih tebal dari
bagian atas. Pada bagian atas membentuk percabangan.
Tingginya dapat mencapai 4 10 cm. Jamur ini dapat
dimakan, rasanya hambar. Ditemukan di hutan sekunder
kawasan TNKS di daerah Sungai Piring Desa Napalicin
Kecamata Rawas Hulu Sumatera Selatan.

Clavariadelphus truncatus (Clavariaceae)


Jamur ini ditemukan di pinggiran sungai hutan primer
kawasan TNKS daerah Sungai Kulus Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan. Jamur ini tumbuh
di tanah yang lembab, memiliki tubuh buah yang unik yaitu
berbentuk seperti benang berwarna orange. Tumbuh
berkelompok di sekitar perakaran pohon, bentuknya hampir
mirip dengan Clavaria inequalis, namun tangkai dari atas
sampai dasar memiliki ukuran yang sama dan ujungnya
meruncing. Panjangnya 4 10 cm dengan lebar 0,5 cm.
Belum diketahui edibilitasnya.

Dacrymyces deliquescens (Dacrymycetaceae)


Merupakan kelompok jamur kayu, tumbuh di permukaan
kulit kayu mati yang lembab. Karpopora bergelatin,
berwarna kuning orange berukuran 0,2 1 cm. Permukaan
licin, bergelatin, transparan, tidak ada tepi, kadang dengan

tangkai yang sangat kecil, tidak berbau dan tidak berasa. Bentuknya seperti lumut. Jamur ini
tidak dapat dimakan. Ditemukan di Sungai Keruh, daerah hutan sekunder kawasan TNKS desa
Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan.

Exidia galandulosa (Exiidiaceae)


Jamur otak
Merupakan kelompok jamur kayu, ditemukan tumbuh pada
kulit kayu mati yang bekas terbakar di daerah Sungai Piring,
Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan
yang merupakan daerah hutan sekunder kawasan TNKS.
Tubuh buah berbentuk glubosa bulat, berkerut membentuk
alur, berwarna kecoklatan, lunak dan kenyal. Ukuran
berkisar 3 5 cm, tidak ditemukan adanya tangkai, bagian
dalamnya berongga dan mengandung air. Belum diketahui edibilitasnya.

Helvella monochella (Helvellaceae)


Ditemukan tumbuh pada tanah berserasah di daerah Sungai
Kulus dan Sungai Piring pada hutan primer kawasan TNKS
di Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan.
Merupakan jamur tanah yang memiliki tubuh buah yang tidak
sempurna. Hidup mengelompok, berwarna hitam, Cap dan
tangkai bersatu, sehingga sulit dibedakan. Bagian atas
berbentuk cangkir, diameter 3 - 5 cm dengan permukaan yang
agak kasap. Tangkai berbentuk silindris berukuran 1 - 2 cm.
Jamur ini tidak dapat dimakan karena beracun dan dapat
memabukkan.

Hydnum repandum (Hydnaceae)


Jamur ini tumbuh pada permukaan tanah berserasah. Cap
tidak rata dengan tepi terangkat keatas berukuran 4 10 cm.
Permukaan atas berwarna coklat keabuan dan kasap,
sedangkan bagian bawah bersisik dengan warna kuning
kecoklatan. Tangkai berwarna kelabu berukuran lebar 1-2 cm
dan panjang 4-5 cm. Bentuknya silindris dengan permukaan
yang kasap, bagian bawah membesar, bagian dasar tangkai
membulat. Belum diketahui edibilitasnya, ditemukan di

daerah Sungai Keruh Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan
sekunder kawasan TNKS.

Hygrophorus hypotejus (Hygrophoraceae)


Jamur Taoun
Jamur ini hidup di permukaan tanah pada perakaran
tumbuhan. Cap berbentuk bulat, berwarna kuning dan agak
coklat kehitaman pada bagian sentral dengan diameter 6-15
cm. Permukaan atas licin dan lembab sementara bagian
bawah berbilah agak jarang. Bagian tepi payung agak lembut
dan berair. Tangkai berada di sentral, tidak bercincin dengan
warna kuning keputihan. Panjangnya 6-10 cm, diameter 2-3
cm, lunak dan berair. Jamur ini dapat dimakan dan memiliki
rasa yang lezat. Ditemukan di Sungai Keruh Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada daerah hutan sekunder kawasan TNKS.

Hygrocybe punicea (Hygrophoraceae)


Jamur ini tumbuh pada permukaan tanah yang lembab. Tubuh
buah keseluruhan berwarna kuning dan menghasilkan spora
putih. Cap convex, memiliki tepi yang tidak rata (pecah),
berukuran 5 - 8 cm. Permukaan atas licin dan lembut, bagian
bawah berbilah berwarna agak keputihan. Tangkai berbentuk
silindris berukuran 4 - 6 cm dengan diameter 1 - 1,5 cm.
Jamur ini tidak dapat dimakan karena beracun dan dapat
memabukan. Ditemukan di Sungai Keruh Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada daerah hutan
sekunder kawasan TNKS.

Lepiota procera (Lepiotaceae)


Jamur ini ditemukan di daerah Sungai Susup Desa Napalicin Kecamatan
Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan sekunder kawasan TNKS.
Tumbuh di permukaan tanah di sekitar perakaran. Jamur ini memiliki
Cap berbentuk sirkular, permukaan atas rata terangkat keatas, licin dan
lunak, dengan diameter 6-10 cm. Bagian bawah berbilah yang jarang,
berair dan lunak berwarna putih. Tangkai berbentuk silindris berwarna
putih, lembut, dengan tinggi 8-15 cm dan diameter 1-1,5 cm. Terdapat

sisa (cincin) dibagian atas tangkai dan volva pada bagian bawah tangkai. Jamur ini dapat
dimakan, rasanya manis.

Chyatus striatus (Nidulariceae)


Jamur Terompet /Jamur Sarang Burung
Hidup berkelompok pada kulit kayu, jamur ini berukuran kecil dengan tubuh buah berbentuk
kerucut terbalik. Diameter bagian atas 1 2 cm dengan tepi bergerigi. Bagian dalam membentuk
mangkok yang berbiji, berwarna coklat kehitaman dengan tinggi 1 - 2 cm. Bagian kulit luar
berbulu, berwarna coklat kehitaman. Belum diketahui edibilitasnya. Ditemukan di Sungai Susup
Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada daerah hutan primer kawasan
TNKS.

Polyporus giganteus (Polyporaceae)


Jamur ini bentuknya seperti kipas, tumbuh berkelompok pada
kayu mati, membentuk lapisan-lapisan bertingkat. Warnanya
kuning dengan panjang 5 25 cm dan lebar 5 15 cm.
Karpopora keras, permukaan atas licin mengkilap dan bagian
bawah putih kekuningan dengan porus yang banyak dan
halus. Jamur ini dimanfaatkan sebagai bahan obat.
Ditemukan di Sungai Keruh Desa Napalicin Kecamatan
Rawas Hulu Sumatera Selatan, di daerah hutan sekunder kawasan TNKS.

Pycnoporus cinnabarinus (Polyporaceae)


Merupakan kelompok jamur kayu yang berbentuk kipas
dengan permukaan yang lebar berukuran sekitar 15 x 20 cm.
Permukaannya berkerut dan agak bergaris pada bagian tepi
karena penebalan warna orange dari jamur ini. Bagian bawah
tidak rata dan berporus halus. Tangkai tidak kelihatan karena
ujung karpopora langsung menyatu pada substrat kayu.
Jamur ini tumbuh pada kayu mati, ditemukan di Sungai
Keruh Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera
Selatan, pada hutan sekunder kawasan TNKS. Belum
diketahui edibilitasnya.

Lactarius pyrogalus (Russulaceae)


Merupakan jamur kayu yang tumbuh mengelompok pada
kayu lapuk. Memiliki tubuh buah yang berukuran kecil, Cap
berbentuk seperti kelopak bunga, terangkat keatas dan agak
menggulung pada tepi tudung, ukuran 3 5 cm, berwarna
biru kelabu. Bagian bawah berbilah rapat berwarna biru
kelabu. Ditemukan di daerah Sungai Piring Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan primer
kawasan TNKS. Belum diketahui edibilitasnya.

Russula sp (Russulaceae)
Jamur ini tumbuh pada serasah di permukaan tanah. Permukaan Cap
datar membentuk cawan, dengan diameter 6 10 cm berwarna coklat
kehitaman dan berserbuk. Bagian tengah licin dan bagian tepi berbilah
menuju sentral. Bagian bawah berwarna putih kecoklatan dengan bilah
rapat dan lunak. Tangkai silindris, berukuran 8 12 cm, berwarna
coklat, bagian luar agak bersisik dan berongga dibagian dalam. Jamur ini
mengeluarkan bau yang kurang enak dan tidak dapat dimakan karena
beracun dan dapat memabukkan. Ditemukan di daerah Sungai Piring
Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan
primer kawasan TNKS.

Russula nygricans (Russulaceae)


Jamur ini tumbuh pada tanah yang berserasah dan lembab
pada daerah tinggi. Tubuh buah berwarna hitam, lunak dan
berair. Cap agak terangkat dan bagian tengah cekung
(berbentuk cawan). Diameternya mencapai 4 8 cm,
permukaan agak kasap, bagian tepi agak pecah-pecah.
Bagian bawah ber-gills (berbilah) agak jarang. Tangkai
menyatu pada cap, berbentuk silindris, berukuran 3 5 cm,
lunak dan berair. Tidak dapat dimakan karena beracun dan
dapat mematikan. . Ditemukan di daerah Sungai Piring Desa
Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada
hutan primer kawasan TNKS.

Hypoloma capnoides (Strophariaceae)


Hidup mengelompok pada kulit kayu, jamur ini memiliki
tubuh buah berukuran kecil dengan phileus ( tudung ) bulat
dan pipih. Permukaannya agak licin dan lembut berukuran 2
4 cm. Bagian bawah memiliki gills, berwarna kuning
kecoklatan. Posisi tangkai di sentral dengan panjang 1 2
cm dan diameter 0,5 cm berwarna kuning kecoklatan. hidup
mengelompok, pada kulit kayu. Jamur ini dapat dimakan,
ditemukan di daerah Sungai Keruh Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan
sekunder kawasan TNKS.

Theleophora terestris (Theleophoraceae)


Hidup dipermukaan tanah yang lembab, merupakan jamur
yang berbentuk seperti bunga karang. Cap berlapis seperti
helaian daun yang berbentuk roset dan keras seperti kayu.
Warnanya kecoklatan, pada bagian ujung-ujungnya terdapat
garis putih. Bagian bawahnya berporus dan berwarna putih.
Ukuran koloninya berkisar antara 4 8 cm yang berbentuk
seperti gundukan kayu. Belum diketahui kegunaannya,
ditemukan di daerah Sungai Keruh Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan
sekunder kawasan TNKS

Clitocybe sp (Tricholomataceae)
Jamur cabe
Tumbuh mengelompok pada kayu mati. Tubuh buah
berukuran kecil dengan Cap berbentuk bulat berukuran 2 4
cm, berwarna krem dengan permukaan licin dan lembut.
Bagian bawah bergill (berbilah), tangkai berada di sentral,
berbentuk silindris berukuran diameter sekitar 0,5 cm dan
tinggi 2 3 cm. Jamur ini dapat dimakan. Ditemukan di
kawasan TNKS daerah Sungai Keruh Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan.

Clitocybe nebularis (Tricholomataceae)


Jamur awan
Tumbuh pada permukaan tanah yang lembab di daerah
rendah. Cap convex, bulat agak terangkat ke atas,
berdiameter 4 8 cm. Permukaan berwarna putih, licin
berair dan agak lengket. Bagian tepi bergerigi, bagian bawah
memiliki bilah jarang. Tangkai di sentral, berbentuk silindris
dengan panjang 3-4 cm, lunak dan lembut, tanpa cincin dan
volva. Jamur ini dapat dimakan, memiliki rasa yang lezat.
Ditemukan di daerah Sungai Piring dan Sungai Kulus Desa
Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada
hutan primer kawasan TNKS

Clitocybe odora (Tricholomataceae)


Jamur Kelapa
Hidup di kulit kayu yang telah mati dan lapuk. Cap
berbentuk pipih dan membulat semi sirkular dengan bagian
tepi agak terangkat berdiameter 3 10 cm. Permukaan licin
dan berair, berwarna putih agak transparan. Bagian bawah
berbilah hingga ke tepi, lunak dan berair. Tangkai berwarna
putih pendek dengan ukuran tinggi 2-3 cm dan lebar 0,5 cm,
pada bagian bawah terdapat volva yang kecil untuk melekat
pada kayu. Jamur ini dapat dimakan dan rasanya enak.
Ditemukan di daerah Sungai Keruh dan Sungai Susup Desa
Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan sekunder kawasan TNKS

Collybia sp (Tricholomataceae)
Tumbuh mengelompok pada ranting dan kulit kayu yang
telah mati, merupakan jamur kayu yang berukuran kecil,
tubuh buahnya berkisar antara 1-1,5 cm, memiliki tangkai
berukuran 2-4 cm dengan diameter tangkai 2 mm. Warna
coklat kehitaman, bagian sentral Cap berwarna lebih gelap
dari bagian tepi, bagian bawah berbilah. Banyak tumbuh di
sekitar kotoran sapi, belum diketahui edibilitasnya.
Ditemukan di daerah Sungai Piring Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan
sekunder kawasan TNKS

Pleurotus sp (Tricholomataceae)
Jamur Tiram
Tumbuh pada ranting dan kulit kayu yang telah mati. Cap
membulat dengan diameter 3 6 cm. Memiliki tangkai pada
bagian bawah tubuh buahnya yang terletak dibagian sentral
dengan panjang 2 - 3 cm. Permukaan berwarna putih, licin
dan lunak. Pada bagian bawahnya memiliki bilah yang
mencapai tepi, tersusun rapat dan berwarna kekuningan.
Hidup saprofit, cenderung ditemukan mengelompok. Jamur
ini dapat dimakan karena memiliki rasa yang enak.
Ditemukan di daerah Sungai Piring Desa Napalicin
Kecamatan Rawas Hulu Sumatera Selatan, pada hutan primer kawasan TNKS

Xylaria hypoxylon (Xylariaceae)


Jamur akar
Tumbuh berkelompok di permukaan tanah di sekitar akar
pohon. Memiliki bentuk yang unik, seperti benang atau akar
yang keluar dari permukaan tanah. Bagian bawah tangkai
berwarna abu-abu, bagian atas berwarna putih, berserbuk
putih dan bercabang pada bagian atasnya. Panjang 4-12 cm,
lebar 0,3 cm, bagian bawah lebih ramping dari bagian atas.
Belum diketahui edibilitasnya. Ditemukan di daerah Sungai
Keruh Desa Napalicin Kecamatan Rawas Hulu Sumatera
Selatan, pada hutan sekunder kawasan TNKS

Small Research Grants 1999-2000 oleh KEHATI

Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga


bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan
multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa
dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium.
Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara
generatif.
JAMUR DIBAGI MENJADI 6 DIVISI :
1 MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)
Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.
Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
- fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti
amuba, disebut plasmodium
- fase tubuh buah
Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora
kembara yang disebut myxoflagelata.
Contoh spesies : Physarum polycephalum
2 OOMYCOTINA
Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang
dan mengandung banyak inti.
Reproduksi:
- Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di
darat dengan sporangium dan konidia.
- Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.
Contoh spesies:
a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga
darat maupun serangga air.
b. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.
3 ZYGOMYCOTINA
Tubuh multiseluler.
Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
Hifa tidak bersekat.
Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.
Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.
4 ASCOMYCOTINA
Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er.

Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.


Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
Reproduksi:
- Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas,
pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.
- Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Contoh spesies:
1. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
2. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
3. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
4. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
5. Aspergillus oryzae
untuk membuat sake dan kecap.
6. Aspergillus wentii
untuk membuat kecap
7. Aspergillus flavus
menghasilkan racun aflatoksin hidup pada biji-bijian.
flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
8. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.
5 BASIDIOMYCOTINA
Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai
badan penghasil spora.
Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.
Contoh spesies:
1. Volvariella volvacea :
jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
2. Auricularia polytricha :
jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
3. Exobasidium vexans :
parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau
blister blight.
4. Amanita muscaria dan Amanita phalloides:
jamur beracun, habitat di daerah subtropis
5. Ustilago maydis :
jamur api, parasit pada jagung.

6. Puccinia graminis :
jamur karat, parasit pada gandum
6. DEUTEROMYCOTIN
Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan
demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara
pembiakan secara generatif.
Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya
dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan
generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi
Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh
jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum
penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp.
penyebab penyakit kurap.
MIKORHIZA
Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat
tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan
Basidiomycotina.
LICHENES / LIKENES
Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya
berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari
Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan
pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang
ekstrim.
Contoh :
Usnea dasypoga
Parmelia acetabularis