Anda di halaman 1dari 19

35

BAB 4
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah cara menyelesaikan masalah dengan menggunakan
metode keilmuan. Pada bab ini akan di sajikan desain penelitian, populasi, sample
dan sampling, identifikasi variabel, rencana pengolahan data, masalah etika dan
keterbatasan.
4.1. Desain Penelitian
Desain

penelitian

adalah

suatu yang

vital

dalam

penelitian,yang

memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi


akurasi suatu hasil, istilah desain penelitian di gunakan dalam dua hal: pertama
desain penelitian merupakan strategi dalam mengidentifikasi permasalahan
sebelum perencanaan ahir pengumpulan data; dan kedua desain penelitian di
gunakan untuk mengidentifikasikan struktur di mana penelitian di laksanakan
(Nursalam, 2003)
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang di laksanakan dengan
rancangan cross sectional untuk meneliti tingkat kepuasan ibu-ibu balita dengan
petugas kesehatan posyandu di desa Tlanak wilayah kerja Puskesmas
Kedungpring Kabupaten lamongan.

35

36

4.2 Kerangka Kerja


Populasi
Ibu ibu balita
382

proposional
sampling

Sampel yang telah


memenuhi kriteria
inklusi sejumlah 192

Pengumpulan data

V. Independen kinerja
(observasi)

V. dependen kepuasan
(quesioner)

Analisis data
spearman rank

Penyajian hasil

Gambar: 4.1 Kerangka Operasional Penelitian Hubungan antara kinerja petugas


kesehatan posyandu dengan tingkat kepuasan ibu balita di Desa
Tlanak wilayah kerja Puskesmas Kedungpring Lamongan

37

4.3

Populasi, Sampel, besar sampel dan tehnik pengambilan sample.

4.3.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan di teliti.
(Noto Atmojo, 1993). Pada penelitian ini populasi targetnya adalah semua
pengunjung atau anggota posyandu yang tercatat sebagai anggota
posyandu di Desa Tlanak wilayah kerja Puskesmas Kedungpring
Lamongan
4.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan
sampling tertentu untuk bisa memenuhi atau mewakili populasi
(Nursalam, 2000). Sampel pada penelitian ini adalah ibu-ibu yang
mempunyai balita yang berkunjung di Desa Telanak wilayah kerja
Puskesmas Kedungpring Kabupaten- Lamongan.
- Kriteria Inklusi :
Kriteria Inklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian
dapat mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi sarat sebagai
sample. Kriteria inklusi pada penelitian ini :
-

Bisa membaca dan menulis

Ibu dengan anak usia 0 5 tahun.

Tingkat pendidikan minimal SMP

38

4.3.3

Besar Sampel
Dari 8 Posyandu yang berada di Desa Telanak Wilayah
kerja Puskesmas Kedungpring kabupaten Lamongan, terdapat 382
populasi ibu yang mempunyai balita. Sehingga besar sampel di
hitung dengan rumus:
N z 2 q
= d (N-1) + z 2 q

Keterangan :
n
= Jumlah
p
= Estimator proporsi populasi
q
= 1-p
Z 2 = Harga kurva normal yang tergantung dari harga alpha
N
= Jumlah unit populasi
Jadi sesuai dengan rumus di atas dapat di hitung sebagai berikut :
(0,5( 382) . (1,96) 2. (0,5).)
n

=
(0,05)2. (382- 1)+ (1,96)2 . (0,5).(0,5)

382 x 3,8416 x 0,25


n

=
( 0, 005 x 381 ) + ( 3,814 x 0,25 )

366,87
n

=
0, 9525 + 0,9604

39

366,87
n

=
1,9129

4.3.4

191,78

192

Sampling
Sampling adalah

suatu proses dalam

menyeleksi porsi dari

populasi untuk dapat mewakili populasi (Nursalam, 2000).metode


pengambilan sample pada penelitian ini adalah Purposional sampling,
yaitu suatu tehnik penepatan sample dengan cara memilih sample diantara
populasi sesuai dengan yang di kehendaki peneliti ( tujuan/ masalah dalam
penelitian ), sehingga sample tersebut dapat mewakili karakteristik
populasi yang telah di kenel sebelumnya. (Nursalam, 2000)

40

Tabel 4.1 Jumlah ibu-ibu yang datang ke posyandu I - VIII pada bulan Oktober
2004

NO
1
2
3
4
5
6
7

POSYANDU
I
II
III
IV
V
VI
VII

JUMLAH IBU- IBU BALITA


48
46
42
54
52
44
53

VIII
Jumlah

a. Banyaknya sampel di posyandu I


48
x 192

= 24

382
b. Banyaknya sampel di posyandu II
46
x 192

= 23

382

c. Banyaknya sampel di posyandu III


42
x 192

= 21

382
d. Banyaknya sampel di posyandu IV

43
192

41

54
x 192 = 27
382

e. Banyaknya sampel di posyandu V


52
x 192

= 26

382
f. Banyaknya sampel di posyandu VI
44
x 192 = 22
382

g. Banyaknya sampel di posyandu VII


53
x 192 = 27
382

h. Banyaknya sampel di posyandu VIII


43
x 192 = 22
382
Jadi distribusi jumlah sample pada penelitian ini sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi jumlah sampel
POSYANDU
I
II
III
IV
V
VI

JUMLAH SAMPEL
24
23
21
27
26
22

42

VII
VIII
Jumlah

27
22
192

4.4 Variabel Penelitian


4.4.1

Variabel Independen
Variabel ini adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain
dalam penelitian ini variabel bebasnya (Variabel Independen) adalah
kinerja Petugas kesehatan posyandu.

4.4.2

Variabel dependen
Adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Dalam

penelitian ini variabel terikatnya (Variabel Dependen) adalah tingkat


kepuasan ibu balita pengguna Posyandu.

43

4.4.3 Definisi Operasional


Tabel 4.3 Definisi operasional hubungan antara kinerja perawat
atau bidan dengan tingkat kepuasan ibu-ibu balita
Variabel

Definisi Operasional

Parameter

Varriabel Independen:
Kinerja petugas
kesehatan
a.peran kader

a. Serangkaian kegiatan
pelayanan kesehatan
yang di berikan oleh
kader di Meja I,II, III

Sistim Pelayanan Lima Meja


Meja 1 :
Pendaftaran
Pencatatan bayi
Pencatatan balita
Pencatatan ibu hamil
Pencatatan ibu menyusui
Pencatatan pasangan usia
subur
Meja 2 :
enimbangan balita

Meja 3 :
Pengisian KMS
b. Serangkain kegiatan
b.peran perawat atau
pelayanan kesehatan
Bidan
yang di berikan oleh
perawat atau Bidan di
Meja IV dan V

Meja 4 :
Menge
nal balita berdasarkan
penimbangan berat badan

Alat
ukur
Observ
asi

Skala

Skor

Ordinal

Jawaban :
Ya
:1
Tidak : 0
Kreteria :
Kurang < 55 %
Cukup 56 75 %
Baik 76 100 %

44

Pember
ian makanan tambahan
Pember
ian oralit
Pember
ian vitamin A dosis tinggi
Terhada
p ibu hamil dengan resiko
tinggi, di ikuti dengan
pemberian tablet besi.
Terhada
p pasangan usia subur agar
menjadi peserta KB lestari
di ikuti dengan pemberian
kondom serta pil
Penyuluhan kesehatan

Meja 5 :
Pelayan
an KIA
KB
imunisa
si dan pengobatan
Variabel dependen :
tingkat kepuasan ibu
balita pengguna
Posyandu.

Perasaan senang ibu


balita terhadap
pelayanan posyandu

Tangibles (sarana yang ada)


Kuesio
- Daerah tempat ibu tinggal ner
terdapat posyandu
- Lokasi pelaksanaan posyandu

Ordinal

Skor :
Sangat puas = 5
Puas
=4
Biasa
=3

45

dapat di jangkau oleh ibu-ibu


balita
- Waktu pelaksanaan posyandu
rutin tiap satu bulan sekali
- Petugas kesehatan posyandu
melakukan pendataan dan
pencatatan balita
- Petugas kesehatan posyandu
melakukan penimbangan
balita
- Petugas posyandu melakukan
pemgisian KMS
- Petugas posyandu
memberikan pelayanan
mengenal
baita
dengan
penimbangan berat badan,
Pemberian
makanantambahan,
Pemberianoralit,Pemberian
vitAdosis tinggi,Pemberian
penyuluhan kesehatan.
- Petugas posyandu
memberikan pelayanan KIA,
imunisasi dan pengobatan
Reability (dapat dipercaya )
- Pemberian
pelayanan
posyandu secara cepat dan
tepat

Tidak puas = 2
Sangat tidak puas=1

Kreteria :
Kurang puas < 55 %
Cukup puas 56 75 %
Puas
76 100 %

46

Secara
keseluruhan
pelaksanaan posyandu
di
lakukan dengan baik
- Penjelasan
prosedur
psebelum tindakan
- Perawat memberitahu dengan
jelas, suatu hal yang harus di
patuhi
dalam
pelayanan
posyandu
- Petugas
mengupayakan
kepuasan
ibu-ibu
balita
selama tindakan
Responsiveness
( tanggung jawab)
- membantu
pelayanan
pendaftaran dengan segera
- membantu
pemberian
imunisasi
- membantu
memberikan
pemyuluhan
- membantu
pelaksanaan
pemberian oralit.
- Membantu
memberikan
makanan tambahan pada anak
balita
Assurance
(kepastian
atau
jaminan)

47

- mengupayakan
pelayanan
yang membuat keluhan ibuibu berkurang
- mengupayakan
pelayanan
sesuai standart pelayanan
posyandu yaitu sistim lima
meja
mengupayakan pelayanan
untuk mengatasi masalah ibuibu balita
- mengupayakan
menjawab
pertanyaan ibu-ibu balita
- menjaga kesopanan dalam
memberikan
pelayanan
posyandu
Empaty (perhatian)
- Kemudahan dan perhatian
pada pendaftaran meja I
- Kemudahan dan perhatian
pada penimbangan meja II
- Kemudahan dan perhatian
pada pengisian KMS meja III
- Kemudahan dan perhatian
pada penanganan diare
- Kemudahan dan perhatian
pada pemberian imunisai
- Kemudahan dan perhatian

48

pada penyuluhan kesehatan

49

4.5 Pengumpulan dan pengambilan data


4.5.1 Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
observasi untuk mengukur pelayanan kesehatan posyandu berdasarkan
sistem 5 meja. Sedangkan untuk mengukur tingkat kepuasan digunakan
kuesioner dengan skala likert yang terdiri dari 5 item pertanyaan meliputi
tangibles, realibility, responsiveness, assurance dan emphaty.
4.5.2

Lokasi dan Waktu

1) Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kedungpring
Lamongan.
2) Waktu dan Lama penelitian
Lama penelitian selama 7 bulan : persiapan dan penyusunan proposal
Agustus Nopember 2004, Pengambilan data Januari 2005, analisa dan
penulisan hasil Januari 2005, dan Seminar Februari 2005.
4.5.3 Prosedur Pengambilan atau pengumpulan data
Pengukuran data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi dan
penyebaran kuesioner kepada responden yang akan diteliti.pengukuran
instrumen untuk mengukur pelayanan kesehatan posyandu terdiri dari
delapan belas (18), pertanyaan sembilan (9) untuk kinerja kader sedangkan
sembilan (9) untuk kinerja Bidan atau Perawat. Untuk masing- masing item
pertanyaan dengan menggunakan penilaian sebagai berikut : Jawaban ya: 1
tidak : 0, kreteria : kurang < 55 %, cukup 56-75 %, baik 76 100 %

50

Sedangkan indikator

Kepuasan ibu balita yang dinilai meliputi 5 item

pertanyaan meliputi : tangibles, realibility, responsiveness, assurance dan


emphaty. Dengan menggunakan penilaian sebagai berikut :
Nilai : Sangat tidak puas = 1, Tidak puas =2, Biasa = 3, Puas =4 Sangat puas
= 5, kreteria : Kurang puas < 55 %, cukup puas 56-75 %, Baik 76 100 %
4.5.4 Analisa data
Setelah data terkumpul, kemudian dikelompokkan dan diolah dengan
analisa statistik pengolahan data dengan rumus kolerasi Spearman Rank,
sumber data untuk kedua variabel yang akan di konversikan dapat berasal dari
sumber yang tidak sama, jenis data yang di korelasikan adalah jenis data
ordinal, serta data dari ke dua variabel tidak harus membentuk distribusi
normal. Jadi korelasi Spearman Rank adalah bekerja dengan data ordinal atau
berjenjang atau rangking, dan bebas distribusi. (Sugiyono, 2002).

6 b i2
=1
n (n 2 1)

P = koefisien korelasi Spearman Rank


Karena korelasi Spearman Rank bekerja dengan data ordinal , maka data
tersebut terlebih dahulu harus di ubah menjadi data ordinal dalam bentuk
rangking. Dari pengolahan data dengan rumus korelasi Spearman Rank di
lakukan pengujian signifikan yang lain dapat menggunakan rumus z :

51

Z h=
1
n 1

Berdasarkan sugiyono (2002) untuk membuktikan penafsiran terhadap yang di


tentukan apakah atau kecil tingkat hubungannya, maka di buat pedoman sebagai
berikut :
Tabel 4.4 : koefesien korelasi dan tingakat hubungan
Interval koefesien
0,0 0,1
0,20 0,399
0,40 0,599
0,60 0,799
0,80 - 1000

Tingkat hubungan
Sangat rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat kuat

4.6 Etik
Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan permohonan ijin
kepada lurah setempat dan kepala Puskesmas untuk mendapatkan
persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan barulah melakukan penelitian
dengan menekankan kepada masalah etika yang meliputi:
4.6.1 Lembar Persetujuan Menjadi Responden (Informen Consent)
Lembar persetujuan diberikan kepada responden yang akan diteliti,
tujuannya adalah responden mengetahui maksud dan tujuan penelitian
serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data. Jika responden
bersedia diteliti maka harus menandatangani persetujuan, jika menolak
untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan menghormati
haknya.

52

4.6.2 Tanpa nama (Anonymity)


Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak akan
mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data
(kuesioner) yang diisi oleh responden lembar tersebut hanya diberi
nomor kode tertentu.
4.6.3

Kerahasiaan ( Confidentiality)
Kerahasiaan informasi yang diberikan oleh respnden di jamin oleh
peneliti.

4.7 Keterbatasan
Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penelitian (Burns dan
Grone, 1991).
Dalam penelitian ini keterbatasan yang dihadapi peneliti adalah :
1) Pengumpulan data dengan kuesioner memiliki jawaban lebih banyak di
pengaruhi oleh sikap dan harapan pribadi yang bersifat subyektif.
2) Waktu penelitian terbatas sehingga kemungkinan penelitian ini kurang
sempurna.

53