Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia selalu berinteraksi dengan segala macam mikroorganisme
yang ada di media, baik di air, udara dll. Pada dasarnya manusia memiliki
suatu mekanisme pertahanan tubuh yang kuat, tapi ada suatu keadaan dimana
suatu pertahanan tubuh menjadi berkurang kekuatanya dalam menghalangi
antigen yang masuk ke dalam tubuh. Jika antigen dalam tubuh mengalami
pembelahan maka fungsi tubuh akan terganggu, bisa juga mengalami syok
yang diakibatkan oleh adanya bakteri dalam tubuh yang terlalu banyak atau
yang paling buruk adalah kematian.
Syok septik terjadi di beberapa negara dengan angka kejadian yang
tinggi dan kejadiannya masih terus meningkat. Berdasarkan data epidemiologi
di Amerika Utara bahwa syok septik terjadi pada 3 kasus dari 1000 populasi
yang diartikan 750.000 penderita pertahun. Angka mortalitas penderita syok
septik mencapai 50%. Meskipun selalu terjadi perkembangan antibiotika dan
terapi peawatan intensif, syok septik menimbulkan angka kematian yang
tinggi di hampir ruang ICU.
Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira yang terletak di Kota Cimahi
merupakan rumah sakit rujukan Instalasi kesehatan TNI angkatan darat
dibawah naungan Kesdam III/ Siliwangi yang mencakup wilayah kodam III/
Siliwangi. Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira memiliki visi yaitu
Menjadi rumah sakit kebanggan prajurit, PNS dan keluarganya serta
masyarakat umum diwilayah Kodam III/ Siliwangi yang bermutu dalam
pelayanan, pendidikan dan penelitian menuju Rumah Sakit Pendidikan
Unggulan.
Berdasarkan data, laporan insidensi 10 besar kasus yang dirawat di
Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Cimahi Priode bulan Januari hingga
Oktober 2013 antara lain penyakit stroke & infark, penyakit jantung iskemik
lainnya, diare dan gastroentritis virus, demam tifoid dan para tifoid, demam

dengue, diabetes melitus, penyakit hipertensi, gagal ginjal, hernia inguinal dan
demam berdarah dengue.
Ditinjau dari data tersebut penyakit yang di derita oleh Tn A. memang
tidak ada dalam 10 besar penyakit yang di data oleh bagian infokes Rumah
Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Cimahi. Berdasarkan data laporan insiden
kasus sespis yang dirawat di Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Cimahi
Priode bulan Januari hingga Oktober 2013 adalah 48 kasus, angka ini
mengalami penurunan dari angka kejadian selama tahun 2012 yakni sebanyak
82 kasus sepsis.
Syok septik yaitu infasi aliran darah oleh beberapa organisme
mempunyai potensi untuk menyebabkan reaksi pejamu umum toksin ini.
Hasilnya adalah keadaan ketidak adekuatan perfusi jaringan yang mengancam
kehidupan (Brunner & Suddarth vol. 3 edisi 8, 2002). Syok septic
sering terjadi karena adanya infeksi nosokomial, yaitu terpapar oleh bakteri di
RS. Sebagian besar syok septic disebabkan oleh bakteri gram negative tapi
bakteri gram positif dan virus juga dapat menyebabkan syok septic.
Syok septik sering terjadi pada bayi baru lahir, usia di atas 50 tahun,
dan penderita gangguan sistem kekebalan. Faktor resiko terjadinya syok septic
antara lain Penyakit menahun (kencing manis, kanker darah, saluran kemihkelamin, hati, kandung empedu, usus), Infeksi, Pemakaian antibiotik jangka
panjang, Tindakan medis atau pembedahan. Dari kasus yang di tanganai
kelompok dapat ditemukan data dari diagnosa medik yang di derita oleh Tn. A
adalah syok septic ec Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis, dimana diagnosa
tersebut dapat dilihat bahwa penyebab terjadinya syok septic diawali dengan
infeksi pada organ hati yakni kasus hepatitis dan cholangitis.
Cholangitis adalah suatu kondisi dimana empedu didalam saluransaluran common, hepatik, dan intrahepatik menjadi terinfeksi. Bagaimanapun
berat penyebab obstruksi, kolangitis tidak akan terjadi tanpa cairan empedu
yang terinfeksi. Penyebab tersering adalah adanya obstruksi biliaris
(koledokolitiasis, obstruksi struktur saluran empedu, dan obstruksi anastomose
biliaris). Pada kasus Tn. A. colangitis terjadi akibat menumpuknya batu
empedu/ colelitiasis yang diderita Tn A. Batu empedu atau colelitiasis adalah

batu yang terbentuk oleh klolesterol, kalsium, bilirubinat, atau campuran yang
disebabkan oleh perubahan oleh komposisi empedu (Marlyn E Dones, 2000).
Salah satu diagnosis diferensial dari penyakit cholangitis adalah
penyakit hepatitis, Hepatitis adalah peradangan pada hati atau infeksi pada
hati. Infeksi ini kemudian menyebabkan gangguan pada hati, dan akibatnya
metabolisme hati menjadi terganggu. Seperti yang telah di ketahui bahwa hati
pada dasarnya memiliki fungsi untuk pembentukan dan ekskresi empedu,
metabolisme, pertahanan tubuh, dan melakukan vaskularisasi organ hati itu
sendiri. Hati mengekskresikan sekitar 1 liter empedu tiap hari. unsur utama
empedu adalah air (97%), elektrolit, garam empedu fosfolipid, kolesterol dan
pigmen empedu (terutama bilirubin terkonjugasi). Insidensi kasus hepatitis
yang dirawat di Rumah Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Cimahi Priode bulan
Januari hingga Oktober 2013 adalah 106 kasus, angka ini mengalami
penurunan dari angka kejadian selama tahun 2012 yakni sebanyak 126 kasus
hepatitis.
Mengingat begitu kompleksnya penyebab yang terjadi pada klien
dengan syok septik seperti infeksi kandung empedu dan hepatitis. Peran
perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan syok
septik e.c hepatitis + colelitiasis + cholangitis adalah dengan penanganan yang
lebih serius dalam memberikan asuhan keperawatan umtuk mempertahankan
kondisi klien. Selai itu juga perawat harus berkolaborasi dengan tim kesehatan
lain agar komplikasi yang lebih lanjut tidak terjadi.
Berdasarkan hal tersebut diatas penulis bermaksud untuk menyusun
makalah dengan mengambil judul : Asuhan Keperawatan pada Klien Tn. A
dengan Gangguan Sistem Imunologi : Syok Septik e.c Hepatitis + Colelitiasis
+ Cholangitis Di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Tingkat II Dustira.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Setelah di lakukan pembelajaran dan seminar case report di
harapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang materi dan

kasus di lapangan khususnya kasus Syok Septik ec Hepatitis + Colelitiasis


+ Cholangitis.
2. Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan asuhan keperawatan ini, penulis diharapkan dapat :
a. Melakukan pengkajian klien dengan gangguan sistem perkemihan
secara komprehensif meliputi aspek Bio, Psiko, Sosial dan Spiritual
yang dimulai dengan pengumpulan data, analisa data dan diagnosa
keperawatan berdasarkan prioritas masalah yang dihadapi oleh klien
dengan Syok Septik ec Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis
b. Membuat perencanaan asuhan keperawatan pada klien dengan Syok
Septik ec Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis.
c. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan perencanaan yang
telah ditentukan.
d. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan yang telah dikerjakan pada
klien dengan Syok Septik ec Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis.

C. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif
dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Adapun
teknik yang dipakai dalam pengumpulan data adalah :
1. Wawancara
Yaitu pengumpulan data dengan melakukan komunikasi secara
lisan, meliputi auto anamnesa yang didapat secara langsung dari klien dan
allo anamnesa yang dapat didapatkan dari keluarga klien, dengan syok
septik e.c Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis.
2. Observasi
Yaitu pelaksanaan berupa praktek langsung dengan melakukan
pengamatan secara langsung pada klien syok septik e.c Hepatitis +
Choleltiasis + Cholangitis
3. Studi Literatur
Yaitu melalui bahan-bahan bacaan / referensi yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk mendapatkan keterangan atau dasar yang

berhubungan dengan masalah yang dihadapi pada klien dengan syok septik
e.c Hepatitis + Choleltiasis + Cholangitis.
4. Studi Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data dengan mempelajari data pada status
perkembangan klien dengan catatan yang berhubungan dengan asuhan
keperawatan pada klien dengan syok septik e.c Hepatitis + Choleltiasis +
Cholangitis

D. Sistematika Penulisan
1. BAB I

: Pendahuluan
Terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode dan

sistematika penulisan.
2. BAB II

: Tujuan Penulisan
Terdiri dari konsep dasar syok septik, hepatitis, colelitiasis dan

cholangitis yang teridiri dari, anatomi fisiologi, penyebab/ etiologi,


patofisiologi, manajemen medis secara umum, dan asuhan keperawatan
pada klien dengan syok septik, hepatitis, colelitiasis dan cholangitis.
Sedangkan konsep dasar asuhan keperawatan terdiri dari pengkajian,
diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
3. BAB III

: Tinjauan Kasus

Terdiri dari tinjaun kasus yang merupakan laporan pelaksanaan


Asuhan Keperawatan pada

Klien Tn. A dimulai dari pengkajian,

perencanaan, implementasi, evaluasi dan catatan perkembangan.


4. BAB IV

: Pembahasan

Terdiri dari pembahasan yang merupajan perbandingan antara


tijauan teoritis dengan tinjauan kasus yang terjadi pada Tn. A di Rumah
Sakit Tingkat II 03.05.01 Dustira Cimahi.
5. BAB V

: Kesimpulan dan Rekomendasi

Terdiri dari kesimpulan dan saran yang ditulis oleh penulis.


6. DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai